Anda di halaman 1dari 41

MANAGEMEN & KONSERVASI ENERGI DI PT KRAKATAU STEEL PT.

WORKSHOP ENERGY SERVICE COMPANY

KANTORPUSAT Jl I Jl. Industri d t iN No. 5P P.O. O B Box14Cil Cilegon, Banten B t 42435 Telepon: (+62254)392159,392003(Hunting) Faksimili: (+62254)372246 KANTORJAKARTA GedungKrakatauSteel,Lantai4 Jl.Jend.GatotSubrotoKav. 54JakartaSelatan12950 Telepon: (+6221)5221255(Hunting) Faksimili: (+6221)5200876,5204208,5200793 PABRIK Cilegon CigadingPlantSite,Banten42435 Website: www.krakatausteel.com

ESCO?
DEFINISI ESCO
ESCO ATAU Energi Service Company adalah perusahaan yang melakukan usaha efisiensi energi dengan kontrak kinerja yang menjamin penghematan biaya energi

Karakteristik dari ESCO


z z

Mengkompensasi seluruh biaya dengan pengurangan biaya energi Menjamin pencapaian target penghematan energi dengan kontrak kinerja Menawarkan Mena arkan layanan la anan yang ang komprehensif, komprehensif mulai m lai dari audit a dit energi, energi kesimpulan dan rekomendasi hasil audit, perencanaan dan kontruksi peralatan hemat energi serta operasi dan pemeliharaan peralatan setelah konstruksi. konstruksi Melakukan pengukuran dan verifikasi penghematan energi yang dicapai. secara intensif atas

KOMPENSASI UNTUK ESCO


Konsumen membayar dari sebagian penghematan biaya yang dihasilkan sebagai kompensasi untuk ESCO
Profit
ESCO Expenses

Guarantee

Profit

Interest Initial cost

Pa ayment for debt

ENERGY EXPENSES ENERGY EXPENSES ENERGY EXPENSES

Before ESCO

ESCO Implemented

After a contract end

Managemen & Konservasi Energi di PT. Krakatau Steel

Managemen Energi.
Pengaturan operasi dan pengendalian Supply Demand Energy Forcasting Supply Demand Energy Optimasi Distribusi Energi Evaluasi pemakaian Energi Penetapan target pemakaian Energi

PTKS ENERGY BALANCE


PASOKAN - NG PERTAMINA
55 MMSCFD PEMAKAIAN NG - KS (MMSCFD) MMSCFD HYL -1 HYL -3 BSP SSP 1 SSP 2 0.0 50.5 1.8 1.6 1.2 12.1 3.2 4.2 74.7 0.0 74.7 Nm3 0 42,000,000 1,485,000 1,360,000 980,000 10,080,000 2,700,000 3,500,000 62,105,000 62,105,000
Produksi *) Nm3/Ton KWh/Ton

PGN
45 MMSCFD

30 PERTAMINA 45 KDL 75 TOTAL

Rincian Pemakaian KS

0 140,000 55,000 80,000 70,000 210,000 50,000 70,000

750 300 27 17 14 48 54 50

80 82 850 790 760 130 150 230

100

TOTAL OKSIGEN

180,000 NM3/HARI

HSM** WRM** CRM** Sub Total Lain-lain Total

PGI

ALIND O

Pemakaian NG 25 PERTAMINA 0 PGN 25 TOTAL

BBM KDL 0 KL/Hari

KDL

3,200 KCal/Kwh PRODUKSI KDL ----> BBG 1,990 MWh TOTAL PROD. KDL 1,990 MWh

83 MW

83 MW
KS 265 MWh HYL -1 HYL -3 BSP SSP 1 SSP 2 HSM WRM PASOKAN LISTRIK PLN 8 842 MWh 8,842 PGI Total 74 75 MWh 74.75 9,106.25 MWh Ek Eksport t Total - MWh 1,725.40 MWh CRM
97%

Non KS 0.00 MWh 370.32 MWh 1,947.92 MWh 2,633.33 MWh 2,216.67 MWh 880.65 MWh 241.94 MWh 519.35 MWh 221.32 MWh KWT KBS KTI KHI K MEDIKA K_MEDIKA LATINUSA CABOT SUBA INDAH KDL 58.84 MWh 4.71 MWh 59.41 MWh 9.27 MWh 11.34 MWh 37.60 MWh 80.24 MWh 3.04 MWh 1,460.95 MWh

PRODUKSI KDL ----> BBM Stock BBM KDL [KDL & STEEL MILL] [ ] K.LITER/HARI - MWh

3%

0.0 MW
0%

FLUID CENTER

368 MW

Trend Supply Natural Gas & Natural Gas Price


REALISASI KONTRAK PASOKAN GAS BUMI PERTAMINA KE PT KRAKATAU STEEL ( 1986 - 2010 )
150 140 130 120 110 100 00 90 80 70 60 50 40 30 20 10 198 86 198 87 198 88 198 89 199 90 199 91 199 92 199 93 199 94 199 95 199 96 199 97 199 98 199 99 200 00 200 01 200 02 200 03 200 04 200 05 200 06 200 07 200 08 200 09 201 10 201 11 201 12 201 13 MMBTUD Aktual Harga USD/MMBTU 92 121 125 115 128 120 121 130

KONTRAK INDUK S/D 2003 ( 137 MMBTUD )


117 118 103 92 89 92 79 89 82

4.5 40 4.0

113

97

ADD 2004 -2006 ( 100 MMBTUD )


86 71 69 61 58 52

3.5 3.0 3 0
ADD 2007 - 2013 ( 80 MMBTUD )

2.5 2.0 1.5 1.0 0.5

Konservasi K i Energi

PENGHEMATAN ENERGI MELALUI REPLACEMENT MOTOR LISTRIK


Reported by :

Yusuf M / Andi S / Muradi S / Uus K

ABSTRAK
Motor-motor listrik yang digunakan PT Krakatau Steel adalah motor-motor listrik produksi tahun 80-an memiliki effisiensi yang rendah () berkisar 84%~90%, 84% 90%, sementara motor motor-motor motor listrik produksi tahun 2000 2000-an an memiliki effisiensi yang sangat tinggi () yaitu diatas 90%~ 95%. Kebutuhan daya motor-motor listrik secara individu tidak besar, besar namun karena jumlah motor listrik sangat banyak dan beroperasi kontinyu mengakibatkan pemakaian energi listrik oleh motor-motor listrik di PT Krakatau Steel sangat besar, PT. besar yaitu hampir 1/3 dari total pemakaian energi listrik. Peningkatan P i k t effisiensi ffi i i motor t listrik li t ik akan k b d berdampak k sangat t signifikan i ifik terhadap upaya penghematan energi listrik, peningkatan effisiensi ini dapat dilakukan dengan penggantian motor-motor listrik effisiensi rendah dengan motor-motor listrik effisiensi tinggi.

Energy Cost Electric Motors


Energy Cost $525,000 First Cost $5000
100 hp motor, $0.05/kWh electricity, 100-hp 3 shifts, 15-year life

Power Costs Downtime Costs Rebuild Costs Initial Costs 0% 5% 4% 1% 20% 40% 60% 80%

90%

100%

(Total Life Cycle Costs as Percentage of Net Present Value)

Automobile vs. 60 HP Motor

Automobile Purchase Price Annual Use Efficiency Fuel/Energy Cost Annual Operating Cost Operating p g Cost as a % of Purchase Price $18,000 12,000 miles/yr 30 miles/gallon $2.80/gallon $440/yr 2%

60 HP Motor $4,000 4,000 hours 89 2% 89.2% 5.6 cents/ kwh $10,036/yr 250%

Efficiency Comparison Motors


97 95 93 Efficienc cy 91 89 87 85 83 81 0 100 200 300 Horsepower 400 500 Standard EPAct Premium

Construction Comparison Motors


Standard efficiency 84% Premium efficiency 95.2%

Epact efficiency 87.5%

POTENSI PENGHEMATAN ENERGI MELALUI REPLACEMENT MOTOR LISTRIK KINERJA RENDAH (EFFISIENSI RENDAH) DENGAN MOTOR LISTRIK KINERJA TINGGI (EFFISIENSI TINGGI)

JUMLAH MOTOR LISTRIK YANG DIREWINDING


Kap. Motor kW <25 kW 25-50 kW 51-100 kW 101-175 kW 176-300 kW Data Source : Div. Utility >300 kW Jumlah Motor 2006 2007 2008
109 8 16 5 3 29 591 74 85 37 29 440 52 32 33

Efisiensi Motor Listrik


76% 76% 82% 85% 86% 88%

JUMLAH MOTOR REWINDING


700 600 500 400 300 200 100 < 25 25 - 50 51 - 100 101 - 175 176 - 300 > 300

Thn '2006 Thn '2007 Thn '2008 2008

Jumlah Motor J

Kapasitas Motor

Perbandingan distribusi daya untuk menjalankan pompa air di WTP menggunakan motor listrik rewinding (=80%) vs motor listrik effisiensi tinggi (=95%)
Motor Rewinding Input Kw 128 Eff. Motor 78% Output Kw 100 Eff. Pompa 56% Delivered Kw 56

Motor Effisiensi Tinggi

Input Kw 105

Eff. Motor 95%

Output Kw 100

Eff. Pompa 56%

Delivered Kw 56

Analisa Kelayakan Investasi Motor Listrik Effisiensi Tinggi Untuk Mengganti Motor Listrik Existing (Rewinding)

TREND HARGA MOTOR LISTRIK EFFISIENSI TINGGI BERDASARKAN KAPASITAS


350 300 250

Distributor Ex. Distributor

Rp. x 10^6

200 150 100 50 11 30 45 3.7 7.5 75 110 132 1.5 18.5 160 200 250 0.25 0.75 315

Kapasitas Motor (Kw)


ABB Motor '2002

Harga Listrik Rp.550/kwh


Harga Motor (Rp. x10^6)
24 160 140 120 IRR Pay Back 68 128 188 298 25 20 15 10 5 0 < 25 25 - 50 51 - 100 101 - 175 > 300

IR R(% % )

100 80 60 40 20 0

Kapas itas m otor (KW)

Harga Listrik Rp.600/kwh


Harga Motor (Rp. x10^6)
24 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 < 25 25 - 50 51 - 100 101 - 175 > 300 68 128 188 298 25 IRR Pay Back 20 15 10 5 0

Kapas itas m otor (KW)

P a y bac kp er riode (b ulan)

IR R(% R )

P ay back perio ode (bulan)

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


1. Dari hasil kajian diketahui bahwa setiap persentase peningkatan effisiensi motor listrik akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penghematan biaya energi, energi maka meskipun motor existing (standart atau rewinding) masih dapat beroperasi dengan baik namun karena effisiensinya rendah, diusulkan untuk dilakukan replacement dengan motor listrik effisiensi tinggi (baru). (baru) 2. Mengingat banyaknya jumlah motor dan pemakaian energi oleh motormotor t listrik, li t ik maka k perlu l dilakukan dil k k usaha h peningkatan i k t ki j motor kinerja t (peningkatan effisiensi motor), terutama motor-motor yang dioperasikan untuk jangka waktu yang lama maupun motor-motor yang beroperasi dengan beban dinamis pada kondisi ekstrim. 3. Memasang g motor sesuai kapasitas p beban y yang g diperlukan p guna g menghindari pengoperasian motor dengan beban rendah yang menyebabkan in-effisiensi dan pemborosan investasi, sehingga apabila kapasitas motor yang terpasang sesuai dengan beban maka kinerja motor menjadi optimal.

IMPLEMENTASI PERCOBAAN
Percobaan pengoperasian motor listrik effisiensi tinggi dilakukan dengan mengganti motor lama unit penggerak pompa air dengan motor baru effisiensi tinggi (Eff.1) sebanyak 2 unit di Area WTP-1.

PENGADAAN MOTOR
Pengadaan 2 unit motor baru (1pcs Kap. 55Kw Eff.1 dan 1pcs Kap. 132Kw Eff.1) Data Teknis Motor Listrik :

N No 1 2 3

P Parameter t Kapasitas Daya Tegangan Ph to Ph Effisiensi 55

MOTOR LISTRIK 55 Kw Lama Baru Kw Volt % 55 390 95 Kw Volt %

MOTOR LISTRIK 132 Kw Lama Baru 132 380 78 Kw Volt % 132 390 95 Kw Volt %

380 76

INSTALLASI di WTP-1
Percobaan dilakukan dengan memasang alat monitoring untuk mengukur parameter motor lama dan motor baru sebagai unit penggerak pompa air i di Area A WTP 1 secara real WTP-1 l time. ti

PENGUKURAN PARAMETER
Dilakukan secara real time selama motor beroperasi, dari data tersebut dapat diketahui kinerja antara motor listrik effisiensi standart dengan motor listrik baru (effisiensi tinggi).

ANALISA HASIL PENGUKURAN


Pada grafik terlihat kinerja masing-masing motor Motor Listrik 55 Kw

Motor Listrik 132 Kw

EVALUASI PENGHEMATAN BIAYA


Motor Listrik 55 Kw

Motor Listrik 132 Kw

KESIMPULANDANREKOMENDASI
1. Dari hasil percobaan diketahui bahwa setiap persentase peningkatan effisiensi motor listrik akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penghematan biaya energi, maka meskipun motor existing dapat beroperasi dengan baik namun karena effisiensinya rendah, diusulkan untuk dilakukan replacement dengan motor listrik effisiensi tinggi. 2. Kapasitas motor harus sesuai dengan kapasitas beban yang diperlukan guna menghindari pengoperasian motor dengan beban underload maupun overload yang menyebabkan in-effisiensi dan pemborosan investasi, Kinerja motor akan optimal apabila kapasitas motor yang terpasang sesuai dengan beban. 3. Dari data pengukuran power factor terlihat motor beroperasi dengan beban tidak optimal sehingga motor bekerja secara tidak effisien. Dan pada periode mendatang rencana perbaikan dilaksanakan dengan melakukan audit beban motor. 4. Dengan mengoperasian motor listrik effisiensi tinggi didapatkan peluang penghematan biaya energy yang cukup signifikan dengan waktu pengembalian investasi (Pay Back Periode) kurang dari 3 tahun. tahun

RENCANA KONSERVASI ENERGI


Billets Hot Charging at Wire Rod Mill Reheating Furnace. Evaporative cooling system: EAF Scenario

Hot Charging
Category of hot charging
No H/C Type Temperature
o

Route

Description Fast transfer time Stricked Rolling Schedule Roll table system

1 DHR 950 -1000 C Slab/Billet Roling (Direct Hot Roling)

2 DCHR (Direct Charge Hot Rolling)

700 oC

Slab/Billet RHF Roling

Fast transfer time Stricked Rolling Schedule Roll table system

3 HCR Hot Charge Roling 4 WRM Warm Charge g Rolling

550oC

Slab/Billet RHF Roling

Use of hot box / delivery vehicle and stored in hot conservation box Use of hot box / delivery vehicle and stored in hot conservation box

300oC

Slab/Billet RHF Roling

Saving Rate
Saving Rate Hot Charging
Ener rgy Saving (Kcal/T Ton)
120,000 100,000 80,000 60 000 60,000 40,000 20,000 , 0

WCR

HCR

DCHR

DHR

Klasifikasi Hot Charging

Hot Charging Saving Potential


Assume: - furnace f effisiency ffi i 45% - 80% of billets are hot charged Total calor saving g (T=500 oC) ) = 2.2E+10 kcal/year
P i of Price f NG = Rp R 0 0.1885 1885 / k kcal l (US$5 (US$5.0 0 / MMBTU)

Saving total billet hot charging = Rp 4,147,000,000 / year

Techno Economy

Investment Feasibility Table Hot Charging WRM


PBP (th) 1.29 1.75 1.87 1.95 1.98 2.04

k (th) 5 5 5 5 5 5

Saving (Rp/th) 4,147,000,000 4,147,000,000 4,147,000,000 4,147,000,000 4,147,000,000 4,147,000,000

IRR 50% 25% 20% 17% 16% 14%

Investasi (Rp) 7,201,786,008 11,152,444,160 12,402,068,544 13,267,688,537 13,578,495,782 14,236,986,778

Depresiasi 1,440,357,202 2,230,488,832 2,480,413,709 2,653,537,707 2,715,699,156 2,847,397,356

Billets transfer line lay out

WRM

500m

BSP

Hot Charging Integrated g Schedule Program g (software) ( )

CCM BSP Casting Schedule Billet Hot Storage

Charging Schedule RHF WRM

Rolling Schedule

Hot Delivery Vehicle

Alternative of Billet Transportation System Modification

350 cm

Billets

Mechanical Transport System

150 cm

25 cm

8 cm

Insulation

Refractory

Conclusions
1 1.

2.

Hot Charging application at reheating furnace of WRM contributes energy cost saving Rp 4.147 billion / year with IRR 14 % and PBP 2 years. Cost C t saving i would ld become b R 5.184 Rp 5 184 billion/year if all (100%) of billet could be process with charging p g g system. y Based on the financial feasibility analysis and field condition around WRM dan BSP, t transportation t ti mode d use Hot H t Billet Bill t Delivery D li Vehicle is the best alternative to be implemented. p Basic design g and detail design g for the project will be included in engineering job.

Evaporative cooling system: EAF Scenario


Recovery

Conventional Cooling g Systems y (Cold ( Cooling) vs Evaporative Cooling SystemTechnology


Water Inlet Water Outlet

Cooled Components

Energy balance of an EAF (150 t/h)

40

Potential of an EAF (150 t/h)


z

Waste gas energy per melt: 230 kWh/t*150t = 34.500 kWh With ttt = 50 min average power = 41,4 MW Potential heat recovery level 1 : ~ 35% = 14,5 MW = 22 t/h steam Potential heat recovery y level 1 and level 2: ~ 70% = 29 MW = 43,5 t/h steam 20 25 % of primary energy can be recovered

41