Anda di halaman 1dari 19

Eria Widasmara XI RSBI 1

Koloid merupakan sistem dispersi yang terdiri dari partikel-partikel kecil dari suatu zat yang disebut fase . Sekarang ini istilah koloid digunakan untuk menyatakan semua sistem dispersi yang partikelpartikelnya mempunyai ukuran (diameter) 1 nm sampai 100 nm. Jadi, sistem koloid merupakan campuran zat yang di dalamnya terdapat partikelpartikel berukuran yang tersebar merata.

1. 2.

Sistem Dispersi Larutan

3.

Suspensi
Larutan

4.

perbedaan
Ukuran partikel Penampilan fisis

suspensi > 100 nm


Keruh Partikel terdispersi dapat diamati langsung dengan mata telanjang

koloid 1 100 nm
Keruh jernih Partikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra

larutan < 100 nm


Jernih Partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra

Kestabilan (bila didiamkan)

Mudah terpisah (mengendap)

Sukar terpisah (relative stabil)

Tidak terpisah (sangat stabil)

Cara pemisahan

Filtrasi (disaring)

Tidak dapat disaring

Tidak disaring

dapat

1.

Busa
Busa merupakan salah satu macam dari sistem koloid. Busa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu busa dimana fasa terdispersinya adalah gas sedangkan medium pendispersinya adalah cair dan busa padat dengan fasa terdispersi adalah gas sedangkan medium pendispersinya adalah padat. Contoh dari busa, seperti buih sabun atau sampo. Sedangkan contoh dari busa padat, seperti batu apung atau karet padat.

2.

Aerosol
Aerosol juga merupakan salah satu macam dari sistem koloid yang dibedakan menjadi aerosol cair dan aerosol padat. Aerosol cair dengan fasa terdispersi adalah gas dan medium pendispersinya adalah cair. Aerosol padat merupakan sistem koloid dengan fasa terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya berupa padat. Contoh dari aerosol cair, seperti kabut atau awan. Dan contoh dari aerosol padat, seperti asap atau debu.

3.

Emulsi
Emulsi dapat dibedakan menjadi emulsi dengan fasa terdispersi cair sedangkan medium pendispersinya adalah cair dan emulsi padat memiliki fasa terdispersi cair sedangkan medium pendispersinya adalah padat. Salah satu contoh dari emulsi adalah susu atau santan. Dan contoh dari emusi padat adalah mutiara, keju maupun tahu.

4.

Sol
Sol merupakan salah satu macam sistem koloid, dimana dapat dibedakan menjadi dua yaitu sol dan sol padat. Fasa terdispersi dari sol adalah padat sedangkan medium pendispersinya adalah cair. Sol padat fasa terdispersinya adalah padat sedangkan medium pendispersinya adalah padat. Contoh dari sol, seperti tinta, cat atau agar-agar. Dan contoh dari sol padat, seperti kaca berwarna atau campuran logam.

Sifat-sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.

b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.

Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+

Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-

c.

Adsorpsi
Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2.

d. Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.

1. 2.

Kestabilan suatu koloid berhubungan dengan kemampuan partikel-partikel koloid untuk tidak mengumpal dan membentuk endapan. Suatu koloid yang stabil adalah sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menggumpal dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, terdapat cara-cara menjaga dan memurnikan sistem koloid, antara lain adalah dengan menggunakan: stabilisator koloid proses dialisis

Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan medium pendispersinya cairan.

Koloid Liofil:

Contoh: sol kanji, agar-agar, lem, cat

Koloid Liofob:

Contoh: sol belerang, sol emas.

N o

Sifat

Sol liofil

Sol liofob

Daya adsorpsi terhadap medium

Kuat, mudah mengadsorpsi mediumnya sehingga ukuran partikelnya dapat semakin besar Kurang jelas Lebih besar dari pada mediumnya

Tidak mengadsorpsi mediumnya

Efek tyndall Viskositas (kekentalan) Koagulasi

Sangat jelas Hamper sama dengan mediumnya Mudah terkoagulasi (kurang stabil) Irreversible (bila sudah menggumpal sukar dikoloidkan kembali)

Sukar terkoagulasi

Lain-lain

Bersifat reversible (bila sudah terkoagulasi dapat dengan mudah dijadikan koloid lagi

Contoh

Sabun,detergen,agar-agar, kanji, gelatin

Sol logam, darah, sol Fe(OH)3

Pembuatan Koloid
1. Metode Kondensasi
a. b. c. d.

Reaksi dekomposisi rangkap Reaksi hidrolisis Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) Penggatian pelarut

2. Metode Dispersi a. Cara Mekanik b. Cara peptisasi c. Cara Busur Bredig