Anda di halaman 1dari 1

2. Uji benedict.

Pada pengujian ini, sampel yang digunakan adalah formaldehid dan aseton yang masing-masing direaksikan denan benedict. Sehingga diperoleh perubahan yang terjadi larutan tetap biru untuk kedua sampel. Menurut teori yang seharusnya bereaksi adalah formaldehida, kekeliruan ini bisa saja bahan yang digunakan sudah tidak bagus lagi. Seharusnya reaksi yabg terjadi adalah: O O H C H + 2 Cu2+ + 5 OHHC + Cu2O + H2O {Formaldehid} O- {merah bata} Reaksi tersebut menunjukkan bahwa aldehid dapat mereduksi tembaga dalam kompleks Cu(II) menjadi tembaga (I) oksida {Cu2O}. Sedangakan untuk aseton yan tidak terjadi perubahan, telah sesuai dengan teori. Hal ini menandakan keton tidak tidak dapat mereduksi tembaga dalam kompleks Cu(II) dalam larutan benedict, karena pada keton gugus karbonil diapit oleh dua alkil yang salinh menguatkan sehinga sukar untuk bereaksi. O CH3 C H + 2 Cu2+ + 5 OH{Aseton}