Lampiran 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Kelainan pada Payudara dan Pencegahan dengan Cara SADARI

Sasaran : Responden Penelitian Waktu : 120 Menit Tempat : SMA N 1 Kota Solok 1. Pokok pembahasan Kelainan pada payudara dan deteksi dini dengan SADARI. 2. Sub Pokok Bahasan kelainan-kelainan pada payudara Faktor resiko kanker payudara dan tanda serta gejala. Pengertian SADARI Manfaat dan tujuan SADARI Waktu SADARI. Cara melakukan SADARI.

3. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan, peserta mendapatkan pengetahuan tentang kelainan pada payudara serta memiliki keterampilan dalam melakukan deteksi dini dengan SADARI. 4. Tujuan khusus Setelah dilakukan penyuluhan peserta dapat: Menyebutkan kelainan-kelainan pada payudara Menyebutkan faktor resiko kanker payudara dan tanda serta gejala.

-

Menyebutkan pengertian SADARI Menyebutkan manfaat dan tujuan SADARI Menyebutkan waktu SADARI. Memiliki keterampilan tentang SADARI.

5. Materi Terlampir Kegiatan
Kegiatan Jenis Pembukaan Waktu 5 menit Penyuluhan 1. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan diri 3. Menyampaikan tujuan umum dan waktu 4. Menggali pengetahuan responden tentang kelainan pada payudara dan cara mendeteksi dini dengan cara sadari. Kerja 20 menit 1. Menyebutkan kelainan-kelainan pada payudara 2. Menyebutkan faktor resiko kanker payudara dan tanda serta gejala 3. Meminta responden bertanya 4. Menjawab pertanyaan 4. Mendengarkan 3. Bertanya 2. Mendengarkan 1. Mendengarkan Audience 1. Menjawab salam 2. Mendengarkan 3. Mendengarkan 4. Menjawab Alat 1. Flipcahrt 2. Video SADARI 3. Leafleat

Mendengarkan 10. Meminta responden bertanya 9. Menjawab pertanyaan. Menjawab pertanyaan 10. Meminta responden untuk bertanya 14. Memperhatikan 12. Bertanya 9. Mendengarkan 7. Mendengarkan 4. Salam penutup 3. Menyimpulkan materi 4. 12. 1. Mencobakan. Penutup 5 menit 1. Bertanya 13. Mendengarkan 8. Meminta responden untuk mengulangi kembali. Menyebutkan manfaat dan tujuan SADARI 8. Bertanya 2. Mendengarkan 3. Menjawab 11. Menjawab 6. Mempersilahkan responden bertanya jika ada yang belum jelas 5. Mendemonstrasikan cara SADARI. 13. Menjawab salam .5. 2. Menyebutkan waktu SADARI. Menyebutkan pengertian SADARI 7. Meminta responden untuk mengulangi kembali 11. Meminta responden untuk mengulangi kembali 6.

Metode penelitian Ceramah Tanya jawab Demonstrasi 2.1. Alat dan media tersedia sesuai rencana SAP telah disiapkan. Media 3. Evaluasi Struktur Audience menyepakati kontrak yang telah dibuat dan bersedia mendengarkan penyuluhan. . Flipchart Leaflet Video SADARI Penyuluh = Sil Sri Juwita Responden = siswa yang menjadi sampel 4. Evaluasi Responden a. Seting tempat Keterangan: = Penyuluh = 5.

b. c. Audience dapat menyebutkan 70% pengertian SADARI Audience dapat menyebutkan 70% manfaat dan tujuan SADARI Audience dapat menyebutkan 70% waktu SADARI. Evaluasi proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah di rencanakan responden berpartisipasi aktif selama kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir Lingkungan tidak bising dan pelaksanaan sesuai dengan rencana. Evaluasi akhir Audience dapat menyebutkan pengertian demam Audience dapat menyebutkan 70% kelainan-kelainan pada payudara Audience dapat menyebutkan 70% faktor resiko kanker payudara dan tanda serta gejala. Audience dapat menyebutkan mengulangi cara melakukan SADARI. .

yang kemudian mengklasifikasikan berbagai bentuknya sebagai bentuk penyakit kistika. tetapi faktor yang penting hiperestinisme memulai hyperplasia epitel. dan adenosis. Penyakit Payudara Jinak Definisi Uraian pertama penyakit kistik jinak payudara dihargai bagi Sir Astley Cooper. Uraian berikutnya dari (Schimmelbusch. mastodinia. 1890) dari gambaran mikroskopik penyakit kistika yang mengkonfirmasi proses ini merupakan ploriferasiunsure epitel dengan pembentukan kista serta kehilangan jaringan ikat intrasinus yang normal. hormon mammogtropikhypophysis (misalnya: tiroksin. Sehingga etiologi dalam masalah ini multi faktor. hormon pertumbuhan .KELAINAN-KELAINAN PADA PAYUDARA 1. Bentuk ini saling berhubungan dan secara bersama-sama membentuk kelainan terlazim pada wanita yang matang seksual. Juga faktor genetika. Etiologi Penyakit proliferasi (PD) dan penyakit non proliferasi (non PD) payudara merupakan lesi payudara yang sering didiagnosis dan merupakan proses patologi yang timbul sebagai rangsangan ovarium siklikatas komponen epitel dan lobulusmamma. Tambahan lagi prolaktin atau lebih dikenal belakangan ini metilxantin (kafein) telah di usulkan sebagai agen penyebab. Perkembangan PD dan non PD setelah menarke dan regresi klinik setelah menopause sangat melibatkan esterogen dan progesteron dalam etiologi.

Istilah penyakit fibrokistik yang sering digunakan tidak menggambarkannya. halus dan tidak nyeri tekan. Kista penyakit non proliferative bias tunggal atau majemuk serta biasanya berbatas tegas. yang mempunyai kecenderungan ke reorganisasi fibrosa.dan insulin) bekerja.takada istilah ini yang menunjukkan proses peradangan. Waktu rangsangan aktif komponen payudara yang sensitivehormon berhubungan dengan insiden puncak penyakit. walaupun jarang mastokoista bisa menjadi . Esterogen meningkatkan substansi dasar stroma. Cairan yang ditemukan biasanya jernih atau berwarna jerami. adenosisduktus buntu (prolifersiduktus tanpa asinus) atau metaplasiaapokrin epitel duktus bisa ada bersamaan. yaitu selama tahun reproduksi serta regresi gejala mengikuti penghilangan esterogen dan progesterone pada waktu menopause dan kastrasi. agaknya ia menunjukkan variasi kejadian hispatologi yang luas. Kista kecil ataupun besar bias mempunyai penampilam khas. maka warnanya menjadi abu-abu hijau dan keruh. tetapi bila kista telah lama ada. Lesi padat ini bias menggambarkan karsimonakistika atau adanya kanker primer bersamaan dengan mastitiskistika. mobil. Cairan kista berdarah membenarkan evaluasi sitologi dan biobsi jika masa sisa teraba setelah aspirasi. tempat adenosissleretikans (proliferasi epitel). Perubahan Kistik Perubahan kistik bias mikroskopis atau makrokistik. Pemeriksaan pasien khas memperlihatkan fibronodularitas dan kepenuhan payudara difus. dysplasiafibrosa (proliferasi stroma).

Belakangan ini androgen sintetik. Walaupun ada banyak masalah patologik jinak ini. danazol. namun manifestasi klinik hamper berhubungan dengan rangsangan hormon ovarium Presentasi Klinik Pasien PD dan nonPD biasanya mengeluh nyeri dan rasa penuh pada satu atau kedua payudara tepat sebelum melalui aliran haid. ia mengurangi sekresi FSH dan LH serta mulai memulai pengurangan estrogen ovarium. Nyeri bisa menjalar menuruni lengan dengan disribusi serabut sensorik nervusintercostobrachialis dan dialihkan ke area ini dari kuadran atas luar payudara. mempunyai manfaat terapi. gejala mereda bertahap. tetapi tidak di benarkan karena efek samping maskulinisasinya. Tambahan progesterone dosis tinggi bisa mempertahankan respon. tetapi terlazim segera setelah menarche dan masa premonopause. Steroid androgenic bisa mengecilkan ukuran payudara dan mengurangi nyeri. Lesi simtomatik bisa timbul pada waktu kapanpun. . diarahkan pengendalian nyeri.meradang spontan atau iatrogenic. Pembuatan daur haid estrogen dengan kontrasepsi oral noretinodel dan mastranol (enovid) telah memberikan respon baik sampai memuaskan pada setengah pasienyang di evaluasi secara objektif. Dalam 10 sampai 14 hari berikutnya. Selama masa terakhir ini. Terapi Terapi bagi nodularis fisiologi selain biopsy untuk menyingkirkan kanker. Kista kecil atau besar bisa muncul selama waktu ini dan beragresi spontan. pembedahan dari lesi ganas paling sulit. Biasanya hanya diperlukan penenteraman dan analgetik ringan.

berukuran 1 sampai 4 cm. dan lesi payudara terlazim dalam wanita berusia di bawah 25 tahun.2. kenyal seperti karet. jaringan ikat lebih aktif dan proliferative dibandingkan yang dalam fibroadenoma lebih kecil. ada susunan lobulesperikanalikular yang mengandung stroma padat dan epitel proliferative. Sebagian besar (80%) tunggal. Masa polipoid besar terlihat menonjol ke dalam saluran parenkim serta di tutupi oleh epitel yang menghasilkan mosaicvariasi terdistorsi. Fibroadenoma Raksasa Fibroadenoma raksasa atau mikromaintrakanalikular raksasa berdiameter 10 cm atau lebih. Varian bisa memperlihatkan proliferasi epitel yang jelas dari kelenjer matang tak teratur yang dikemas padat dengan epitel sekresi. Dalam varian ini. laktasi atau penggunaan kontrasepsi oral. ia tergantung hormon dan bisa berfluktuasi dalam diameter sebanyak 1 cm di bawah pengaruh estrogen haid normal. Terapi dengan biopsi eksisi dan harus dinasehatkan karena jarang regresi involusional. Neoplasma Jinak Fibroadenoma Fibroadenoma suatu neo plasma berbatas tegas. Penampilan makroskopik berbeda dari yang karena tumormamma apapun. Tepinya tajam dan permukaan potongannya putih keabu-abuansampai merah muda dan homogeny secara makroskopik. padat. Biasanya neoplasma tampil sebagai masa payudara mibil. Pertumbuhan cepat bisa jelas selama kehamilan atau laktasi. lobulasi tidak nyeri tekan. Secara histology. kehamilan. Lesi besar ini sering . berkapsul.

eksisi local bersifat keratif. Lesi ini di terapi dengan reseksi baji mekanisme duktus. Tetapi lesi ini suatu neoplasma sejati dan menekan jaringan payudara normal sekelilingnya. jaringan tertekan ini bere-ekspansi untuk mengembalikan payudara ke bentuk aslinya. maka reaksi segmental payudara subareola harus di lengkapi. Tindakan lebih radikal tidak dibenarkan. .menyebabkan perubahan bentuk payudara dan eksisi tampak menyebabkan deformitas yang bahkan lebih buruk. Lesi khas berdiameter kecil dari 2 cm dan bisa di kelirukan secara klinik dan radiografi dengan adenokarsinoma dini. Ia tampil sebagai tonjolan seperti “raspberry” dari dinding samping duktus dan bisa mencapai ukuran lebih dari 1 cm. Bila tidakditemukanpapiloma dalam duktus yang dicurigai. Lesi ini khas muncul dalam saluran papilomaintraduktus. Beberapa bulan setelah eksisi sederhana. kecuali dikonfirmasikan dokumentasi jelas lesi invasive. Lesi ini khas muncul dalam saluran lactifer besar dari kompleks subareola-puting susu. Mioblastoma Sel Granular Mioblastoma sel granular suatu neoplasma berasal dari mesodermis yang jarang ditemukan. PapilomaIntraduktus Adanya secretputing susu berdarah atau serosa dalam wanita pramenopause tanpa massa payudara parenkim penyerta menggambarkan suatu papilomaintraduktus. Biasanya ia dalam diameter 1 samapi2 mm serta lunak dan seringtidak dapat dipalpasi.

b. c. insiden menurut usia naik sejalan dengan bertambahnya usia. Etiologi dan faktor risiko a. Wanita nulipara dan infertile mempunyai probabilitas lebih tinggi (30 sampai 70 persen) timbulnya kanker payudara dibandingkan wanita para. Kemungkinan ini lebih besar bila ibu atau saudara kandungnya menderita kanker payudara bilateral atau kanker pada pramonopause. Hormon Fakunditas dan fertilitas. Kanker payudara memperlihatkan proliferasi keganasan sel epitel yang membetasi duktus atau lobus payudara. Usia Seperti pada banyak jenis kanker. Tambahan lagi dengan peningkatan usia pada .3. Kanker payudara adalah salah satu dari beberapa tumor yang memiliki bukti konklusif bahwa pemeriksaan penipisan akan menurunkan mortalitas. Keluarga Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan untuk menderita kanker payudara dua sampai tiga kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Kanker Payudara Definisi Kanker payudara adalah salah satu keganasan pada manusia yang paling sering ditemukan sekaligus paling dapat diobati. Kanker payudara adalah kanker yang paling sering ditemukan pada wanita.

Wanita yang hamil cukup bulan pertamanya pada usia 18 tahun atau lebih muda akan mempunyai resiko kanker payudara yang sekitar sepertiga dari wanita hamil 35 tahun atau kurang. Walaupun ada data laboratorium dan epidemiologi yang melibatkan mekanisme hormon sebagai etiologi dalam penyebab kanker payudara. Perlindungan ini seumur hidup dan tak di ragukan akibat pembuangan efek estrogen endrogen. Observasi ini tidak lagi dianggap abash. Peningkatan resiko ini bisa berhubungan dengan siklus menstruasi anovulasi dan bisa berhubungan dengan menetapkan pemaparan ke estrogen endrogen tanpa konsentrasi progesteron serum yang adekuat. namun ada ketidakpastian besar tentang hormon mana yang mungkin bekerja dan hubungannya. Lebih lanjut wanita yang hamil cukup bulan pertamanya setelah usia 30 tahun bahkan mempunyai resiko lebih tinggi untuk kanker payudara dibandingkan nulipara. Menopause yang di induksi secara buatan tampak melindungi terhadap kanker payudara. risiko akan menurun sebanding. Tetapi wanita yang menopausenya timbul setelah usia 55 tahun mempunyai dua kali lipat risiko timbulnya kanker payudara dibanding wanita yang menopausenya mulai sebelum usia 45 tahun. prolaktin. Jelas peranan sentral bagi estrogen. mengevaluasi hormon endrogen ini sulit. Penyusuan jangka lama (> 36 bulan dalam masa hidup) pernah dianggap menurunkan risiko kanker payudara. Lebih dini usia ooferektomi lebih rendah risiko ini. . progesteron. Peranan hormon.waktu kehamilan pertamanya. androgen dan hormon lain merupakan hipotesis menarik.

mungkin penyakit yang berhubungan secara hormon. Diet Populasi manusia dalam Negara yang peningkatan insiden kanker payudara cenderung mempunyai masukan lemak diet yang tinggi. Sampai hari ini. Karena masukan lemak dietnya meningkat. Kontrasepsi oral dan penggantian estrogen. Efek perlindungan ini telah berhubungan secara spesifik dengan isi progesteron pil KB. yaitu yang penyakitnya tak terbukti hyperplasiaatipik pada epitel. Penggunaan jangka lama kontra sepsi oral pada pasien tanpa kelainan payudara tampak menurunkan risiko penyakit payudara jinak. Tetapi untuk keturunan generasi kedua dan ketiga imigran ini. Pada pasien penyakit kistik dan fibroadenoma. Kontra sepsi oral (paling mungkin) melindungi terhadap bentuk penyakit nonproliferatif yang tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Bukti tak langsung tambahan untuk lemak sebagai agen penyebab berasal dari observasi yang dibuat dalam wanita Jepang.karena variasi alami dalam lingkungan hormon bekerja dalam seorang individu. d. penelitian epidemiologi kontrasepsi oral dan terapi pergantian estrogen belum menunjukkan hubungan dengan perubahan dalam risiko untuk kanker payudara. penggunaan kontrasepsi oral selama 2 tahun sampai 4 tahun telah di hubungkan dengan penurunan insiden kanker payudara. serupa dengan wanita di Jepang. Wanita Jepang yang berimigrasi ke Amerika mempunyai insiden kanker payudara yang rendah. maka insiden kanker payudara meningkat. angka insiden wanita yang lahir di . tetapi tidak mempunyai efek atas risiko absolut kanker payudara.

. Penyelidikan hubungan antara kanker payudara dan lemak baru di mulai dan tidak di ragukan akan ditemukan variabel tambahan. Penelitian ini sangat melibatkan faktor lingkungan ketimbang genetika dan perbedaan perubahan masukan lemak diet antara wanita Jepang asli dengan Jepang-Amerika bersifat dramatik. Sinar Ionisasi Pada hewan coba terbukti adanya peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. Peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.Amerika Serikat. Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan proliferasi yang tidak terkendali yang mengganggu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. e. Patofisiologi Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan ciriciri: proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen. Di dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama dalam intinya.

Fase invasi Sel-sel menjadi ganas. saluran cerna. kandung kemih. c. Kebanyakan dari kanker ditemukan jika sudah teraba. 4. jumlah. dan konsentrasi zat karsinogen tersebut. rongga mulut. Waktu antara fase ke 3 dan ke 4 berlangsung antara beberapa minggu sampai beberapa tahun. Tanda dan Gejala Penemuan tanda-tanda dan gejala sebagai indikasi kanker payudara masih sulit ditemukan secara dini. . Fase diseminasi: 1-5 tahun Bila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain bertambah. Fase in situ: 1-5 tahun Pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi precancerous yang bisa ditemukan di serviks uteri. tempat yang dikenai karsinogen. biasanya oleh wanita itu sendiri. Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. tapi faktor lingkungan mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia. kulit dan akhirnya ditemukan di payudara. paru-paru. lamanya terkena. b. adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain. Hal ini tergantung dari sifat.Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase: a. Fase induksi: 15-30 tahun Sampai saat ini belum dipastikan sebab terjadinya kanker. kerentanan jaringan dan individu. berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe.

Biasanya pada kuadran atas dan bagian dalam. Pembedahan Terapi bedah bertujuan kuratif dan paliatif Jenis terapi: lokal/lokoregional Jenis terapi: terapi utama/terapi tambahan prinsip terapi kuratif bedah. bentuknya tidak beraturan dan terfiksasi (tidak dapat digerakkan) b. Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting susu serta keluarnya cairan secara spontan kadang disertai darah. d. Edema dengan Peautd’oramgeskin (kulit di atas tumor berkeriput seperti kulit jeruk) b. Nyeri pada daerah massa c. Penatalaksanaan CaMammae/Kanker Payudara 1. Pengelupasan papillamammae c. Adanya lekukan ke dalam/dimping. ditemukan lesi atau massa pada pemeriksaan mamografi. tarikan dan retraksi pada area mammae. di bawah lengan. Cara pemeriksaan: kulit area mammae dipegang antara ibu jari dan jari telunjuk tangan pemeriksa lalu didekatkan untuk menimbulkan dimpling. Dimpling terjadi karena fiksasi tumor pada kulit atau akibat distorsi ligamentumcooper. Pengangkatan sel kanker secara kuratif dapat dilakukan dengan cara: . a. Terdapat massa utuh (kenyal).a.

I. Tumorrektomi/lumpektomi/kuadran tektomi/parsial mastektomi ± diseksiaxsila Pengobatan bedah kuratif dilakukan pada kanker payudara dini (stadium 0. dan II). Lympectomi: Pembuangan sederhana benjolan tumor. b. Mastektomi parsial Pembuangan tumor dan 2. 5-7. Mastectomy sederhana Menghilangkan seluruh payudara tapi tidak dengan nodus axillary e. Modifikasi mastektomy radikal: Menghilangkan seluruh payudara (dengan atau tanpa pectoralis minor) menghilangkan beberapa axillalympanodes . meninggalkan/membiarkan kulit. Breastconversingtreatment (BCT) ± rekontruksi payudara c.a. patah tulang dan pengobatan ulkus Tife-tife pembedahan untuk membuang camammae a. Mastektomy Pembuangan seluruh jaringan yang mendasari tumor payudara. areola dan memasukkan putingintact) d. dan pegobatan paliatif bedah adalah dengan mengangkat kanker payudara secara makroskopis dan masih meninggalkan sel kanker secara mikroskopis dan biasanya dilakukan pada stadium II dan IV dan juga untuk mengurangi keluhan-keluhan penderita baik perdarahan. 5 cm (1 sampai3 inci) jaringan sekitarnya ubcutaneoous c. Modified radikal mastektomi b.

antiGn RH. pectolarismuscle (besar atau kecil. Pemberian hormon ini sebagai adjuvan stadium I. Mastectoy radikal Menghilangkan seluruh payudara. ovorektomi. IV terutama pada pasien yangreceptor hormon positif. II dan IIIA. acillarylympanodes. untuk tujuan perbaikan kualitas hidup. Sebagai terapi tambahan/adjuvan biasanya diberikan bersama dengan terapi bedah dan kemoterapi pada kanker stadium I. Pengobatan kemoterapi umumnya diberikan dalam regimenpoliferasi lebih baik dibanding pemberian pengobatan monofaramasi/monoterapi Hormon Terapi Pengobatan hormon terapi untuk pengobatan sistemik untuk meningkatkan survival. Radioterapi Pengobatan radioterapi adalah untuk pengobatan lokal/lokoregional yang sifatnya bisa kuratif atau paliatif.f. dan lemak dan fasia yang berdekatan dengan pembedahan. III. hormon terpi dapat juga digunakan sebagai terapi pravelensi kanker payudara. Terapi Paliatif dan Pain Terapi paliatif untuk dapat dikerjakan sesuai dengan keluhan pasien. misalnya pada operasi BCT dan kanker payudara stadium lanjut III. paliatif . pemberian hormon aromataseinhibitor. II. Dapat bersifat medikamentosa. yaitu dengan pemberian anti esterogen. Radioterapi dapat merupakan terapi utama.

Rehabilitasi psikis juga diperlukan untuk mendorong semangat hidup yang lebih baik. Pengobatan bioterapi dengan rekayasa genetika untuk mengoreksi mutasi genetik untuk mengoreksi mutasi genetik masih dalam penelitian. sebagai terapi utama pada kanker stadium lanjut (stadium IIIB dan IV) dan sebagai terapi tambahan Pada kasus karsinoma mammae dapat dilakukan pengobatan dengan radiasi dan pengangkatan mammae (Mastektomi). . penyinaran. biologi agen.(pemberian obat-obat paliatif) dan non medicamentosa (radiasi paliatif dan pembedahan paliatif) Immunoterapi dan ioterapi Sampai saat ini penggunaan immunoterapi seperti pemberian interferon. Pengangkatan tergantung sejauh mana pertumbuhan dan penyebarannya dipilih berdasar stadiumnya dan chemotherapy. Rehabilitasi Fisik dan Psikis Penderita kanker payudara sebaiknya setelah mendapat pengobatan konvensiobnal seperti pembedahan. Kemoterapi Pengobatan kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang menggunakan obat-obat sitostatika melalui aliran sistemik. modified molekuler. masih bersifat terbatas sebagai terapi adjuvan untuk mendukung keberhasilan pengobatan-pengobatan lainnya. kemoterapi sebaiknya dilakukan rehabolitasi fisik untuk mencegah timbulnya komplikasi akibat treatment tersebut.

Benjolan ini sering bisa disembuhkan kalau ditemukan secara dini dan diobati secara tepat sebelum sel-sel kankernya menyebar. Mayo klinik berpendapat Sadari adalah pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan sehabis haid untuk mengetahui benjolan-benjolan yang terdapat pada payudara. (pedoman perawatan sendiri) Manfaat Sadari Kanker payudara biasanya dikenali dengan adanya benjolan di payudara. (Perry & Potter. dengan pemeriksaan payudara sendiri ini lebih banyak benjolan ditemukan oleh wanita dari pada dokter. 2001) Deteksi dini payudara adalah suatu cara untuk mendeteksi dan menemukan benjolan pada payudara sedini mungkin. . Tidak heran. (Elizabert Tara. untuk mendeteksi penyakit payudara secara dini. 2005) Sadari adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri secara teratur. 2001) American examination) CancerSociety(ACS) payudara menyatakan sendiri untuk BSE (breastselfatau pemeriksaan mengetahui menemukan neoplasma bila tumor lebih kecil. setiap wanita dapat mendeteksi kanker payudara pada waktu penyakit ini masih awal. 1995) Sebagian besar benjolan di payudara bukan kanker. Melalui pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri (SADARI) secara teratur. (Sabiston.Sadari (Periksa Payudara Sendiri) Definisi Sadari Sadari adalah suatu perilaku sehat dengan cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mengetahui kelainan-kelainan pada payudara. (Elizabert Tara.

“makin dini mereka berobat. Upaya ini justru akan berhasil maksimal kalau dikerjakan sendiri dengan cara meraba. Deteksi dini sangat di anjurkan untuk menghindari setiap wanita dari penyakit yang mengerikan ini. Pemaparan ke program pendidikan juga mengurangi kecemasan pasien tentang proses penyakit. Usaha aktif American Cancer Socety (ASC) untuk menyokong informasi masyarakat dan program pendidikan telah di fokuskan pada pemeriksaan payudara sendiri (breast self-examination) survey oleh ACS dalam tahun 1976 menunjukkan bahwa persentase wanita dewasa yang secara teratur memeriksakan payudaranya telah meningkat dari 6 sampai 24 persen sejak tahun 1973. umumnya wanita tidak memperhatikan payudaranya sehingga kemudian baru sadar setelah merasakan benjolan cukup besar. Salah satu tujuan SADARI adalah meraba dan menemukan awal tumbuhnya masa di dalam payudara. Keperluan sering memeriksa untuk mendiagnosis kanker payudara pada stadium dini yang lebih menguntungkan telah di tekankan. Makin besar kemungkinan disembuhkan. Penelitian penyokong lain menggambarkan bahwa ada dua pertiga pasien yang secara teratur melakukan BSE akan menemukan neoplasma bila tumor lebih kecil. sehingga akan mempunyai program yang lebih menguntungkan. Contoh yang dikemukakan . Pemeriksaan ini di samping praktis juga ekonomis dan bias di programkan secara masal. Lucas.Selain itu menurut statistik. ”tutur Dr. Pemaparan media dan pers awam tentang frekuensi epidemiologi dan distribusi kanker payudara telah meningkatkan tingkat kewaspadaan masyarakat.

dan setelah 40 tahun. . The American Cancer Society merekomendasikan pedoman berikut untuk deteksi dini kanker payudara:  SADARI harus dilakukan setiap bulan oleh wanita yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih. stadium III 32-20 % dan stadium IV 15-5 % saja. untuk stadium II 67%. Dengan perhitungan kalau sampai timbul benjolan tidak akan lolos dari pengamatan dan di harapkan sebelum mencapai ukuran 1-2 cm. stadium dini 90% disembuhkan.  Wanita dengan riwayat kanker payudara harus melakukan pemeriksaan dokter setiap tahun.  Pemeriksaan oleh dokter harus dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita yang berusia 20 sampai 40 tahun. Pada penderita yang datang berobat.adalah sebuah klinik di Amerika Serikat.  Wanita asimtomatik harus melakukan mammogram skrining dari usia 40 tahun: wanita yang berusia 40 sampai 49 tahun harus melakukan mammogram setiap 1 sampai 2 tahun: wanita yang berusia 50 tahun atau lebih harus melakukan mammogram setiap tahun. pemeriksaan harus dilakukan setiap tahun. Waktu Sadari Program SADARI perlu dikerjakan setiap 1-2 bulan setelah selesai haid (saat payudara dalam keadaan paling rileks) atau setiap saat tertentu bagi wanita menopause.

lihat pada kedua payudara adanya sesuatu yang tidak wajar. duduk. seperti rabas dari puting. Cara Sadari Sadari dapat dilakukan dengan berbagi posisi. anda perlu melakukan deteksi sejak dini. Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Dan jika berusia di bawah atau 20 tahun hingga 39 tahun lakukan sadari setiap bulan. lesung. Di depan cermin. Untuk wanita yang berusia 40 tahun atau lebih dengan riwayat kanker payudara dalam keluarga dan wanita yang berusia 35 tahun atau lebih dengan riwayat kanker payudara. pemeriksaan ke dokter setiap tahun. Berdiri di depan cermin. dan lakukan mammogram setiap tahun. periksa ke dokter setiap tahun dan jalani pemeriksaan mammogram setiap 1 hingga 2 tahun. Berkaitan dengan kanker payudara. Jika berusia 40hingga 49 tahun tahu lakukan SADARI setiap bulan. harus melakukan pemeriksaan setiap tahun. Jika berusia 50 tahun ke atas lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan. . atau sisik pada kulit. dan berbaring. Atau menurut Elizabert Tara pencegahan lebih baik dari pada mengobati. periksa ke dokter paling tidak setiap 3 tahun dan jalani pemeriksaan mammogram bila usia di antara 35-39 tahun. kerutan.

lakukan tindakan berikut: 3.2 . Gambar 2.1 2. Untuk mencatat adanya perubahan bentuk pada payudara.Gambar 2. Lihat ke cermin sambil mengangkat lengan di atas kepala.

Gambar 2. Palpasi payudara kanan. Angkat lengan kanan dan gunakan tiga atau empat jari tangan kiri untuk mengeksplorasi payudara dengan cermat. Berbaring telentang dengan lengan kanan di atas kepala dan bantal kecil di bawah bahu kanan. jangan mencubit puting. Beri perhatian khusus pada area di antara payudara ketiak dan rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak wajar. . Di kamar mandi atau di depan cermin. 7. cari adanya rabas. 5. palpasi setiap payudara. Palpasi puting secara perlahan. tekankan bagian jari yang datar dengan gerakan memutar. Ulangi langkah ketiga dan keempat sambil berbaring. lakukan secara bertahap sampai ke puting.4. Kemudian mulai pada tepi luar.3 6. Bertolak pinggang dengan sedikit menunduk ke arah cermin sambil menarik bahu dan siku ke depan. Ulangi proses tersebut pada payudara kiri. lakukan gerakan tersebut dengan perlahan mengelilingi payudara. ulangi proses tersebut pada payudara kiri.

Hubungi dokter bila anda menemukan adanya benjolan. .Gambar 2.4 8.