Anda di halaman 1dari 2

I.

Penatalaksanaan Tujuan pengobatan adalah mengontrol gejala, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan survival, dan mengurangi transformasi menjadi AML 1. Pada sindrom mielodisplastik resiko rendah Pasien yang memiliki jumlah sel blas kurang dari 5% dalam sumsum tulang didefinisikan sebagai penderita sindrom mielodisplastik resiko rendah. Sehingga ditangani dengan konservatif dengan transfusi eritrosit, trombosit, atau pemberian antibiotik sesuai keperluan. Terapi untuk memperbaiki fungsi sumsum dengan faktor pertumbuhan hemopoietik juga dapat dilakukan. Eriotropoietin dosis tinggi dapat meningkatkan konsentrasi Hb sehingga transfusi tidak perlu dilakukan. Siklosporin atau globulin antilimfosit (GAL) dapat digunakan sebagai terapi terutama pasien dengan penampakan sumsum hiposelular. Untuk jangka panjang, penimbunan besi transfusi berulang harus diatasi dengan chelasi besi setelah mendapat transfusi 30-50unit. Pada pasien usia muda kadang transplantasi alogenik dapat memberikan kesembuhan permanen.

2. Pada sindrom mielodisplastik resiko tinggi Pada pasien yang memiliki jumlah sel blas lebih dari 5% dalam sumsum dapat diberi beberapa terapi a. Perawatan suportif umumnya diberikan untuk pasien usia lanjut dengan masalah medis lainnya. Transfusi eritrosit dan trombosit, terapi antibiotik dan obat anti jamur diberikan sesuai kebutuhan. Terapi rekombinan EPO pada pasien ini biasanya juga tidak memberikan hasil yang signifikan. b. Kemoterapi agen tunggal hidroksiurea, etopasid, merkaptopurin, azasitidin, atau sitosin arabinosida dosis rendah dapat diberikan dengan manfaat pada pasien dengan anemia refrakter dengan kelebihan sel blas (RAEB).

c. Kemoterapi intensif seperti pada AML dapat diberikan pada pasien dengan MDS resiko tinggi. Walaupun sebagian besar pasien akan mengalami remisi setelah terapi, umumnya akan terjadi relaps dalam waktu beberapa bulan. Kemoterapi yang intensif ini juga menimbulkan resiko terjadinya pansitopenia yang berkepanjangan akibat kematian dari sel induk normal. d. Transplantasi/ SCT (stem cell transplantation) dapat memberikan kesembuhan total pada MDS. SCT umunya dilakukan pada pasien yang tidak mencapai remisi sempurna dengan kemoterapi sebelumnya, Walaupun begitu, kemoterapi biasa tetap dlakukan terlebih dahulu untuk mengurangi proporsi sel blas dan resiko kambuhnya MDS. SCT hanya dapat dilaksanakan pada sebagian kecil pasien karena umumnya pasien MDS berusia tua.