Anda di halaman 1dari 26

By : drg.

Irfan Dwiandhono

Carranza, Newman, Takei. 2012. Clinical Periodontology. 11th ed. W. B. Saunders. London Lindhe, Karring, Lang. 2008. Clinical Periodontology and Implant Dentistry. 5th ed. Blackwell Munksgaard. Oxford

Port de entry (pintu masuk) mikroorganisme : Karies gigi terus melanjut ke ruang pulpa kanalis pulpa foramen apikalis (keluar dari gigi) tulang infeksi pada jaringan periapikal

Marginal gusi (contoh : mikroorganisme pada kalkulus)


(Menyerang jaringan periodontal di daerah marginal) kerusakan jaringan periodontal (Periodontitis)

Perikoronal (operkulum gigi)


perikoronitis

1. Melalui aliran darah (haematogen) Misal kearah jantung sub bakterial endokarditis (SBE) 2. Melalui aliran limphe (limphogen) Limphadenitis 3. Meluas langsung kearah jaringan sebelah/sekitarnya (continuatum)

ETIOLOGI PENYAKIT PULPA : I. Fisik : A. Mekanis 1. Trauma a. Kecelakaan, olah raga, perkelahian b. Prosedur tindakan KG (iatrogenik) ,misalya terbukanya pulpa secara tidak sengaja pada waktu ekskavasi gigi yang karies. 2. Pemakaian patologik (atrisi, abrasi) B. Termis : pada waktu preparasi, pemulasan C. Elektris : Arus galvanik dari 2 macam logam yang berbeda, pada gigi yang bersebelahan/gigi antagonis. Misal: amalgam-emas II. Kimiawi : Asam dari akrilik, erosi karena asam III.Bakterial : Toksin dan kuman yang masuk yang masuk melalui karies.

Kuman (karies) akan berlanjut pada kerusakan lokal / progresif pada gigi, sehingga gigi akan menanggulangi proses karies dengan cara :
- Penurunan permiabilitas dentin - Pembentukan dentin reparatif - Reaksi inflamasi secara respon immunologik, apabila gagal pulpitis

Pulpitis Reversibel karies belum mencapai pulpa, terbentuk dentin reparatif, dan nyeri saat terkena panas/dingin. Pulpitis Irreversibel Karies sudah mencapai pulpa dan terdapat sakit spontan. Pulpitis Hyperplastic Kronis suatu bentuk pulpitis irreversibel adalah akibat bertumbuhnya pulpa yang masih muda yang mengalami inflamasi kronis. Biasanya terjadi di mahkota yang telah berlubang besar. Necrosis Pulpa Kelanjutan dari pulpitis irreversibel yang tidak ditangani. Tes vitalitas (-)

Jaringan pulpa yang terinflamasi tidak berpengaruh pada jaringan periodontium selama pulpa masih vital. Nekrosis pulpa sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan periodontal Nekrosis pulpa bisa menyebabkan resorpsi tulang alveol dan menghasilkan gambaran radiolusen pada apex gigi, area furcation, atau titik sepanjang akar gigi. Dental radiography biasanya menunjukkan adanya lesi pada sekitar apikal / lateral gigi

A. Endodontic problem dengan infeksi dari apex dan sepanjang akar menuju ke gingiva. Infeksi pulpa bisa juga menyebar melalui saluran akar accesoris to gingiva atau furcation

B. Lesi periapical drainase melalui ligament periodontal bisa menjadi komplikasi sekunder, menjadi retrograde periodontitis.
C. Poket periodontal bisa masuk ke dalam menuju apex dan mengenai pulpa D. Poket periodontal bisa menginfeksi pulpa melalui saluran akar lateral, sehingga bisa menghasilkan lesi periapikal. E. Dua lesi yang independent, periapical dan marginal, bisa berjalan masing-masing dan nanti berfusi satu sama lain

Selain melalui foramen apikal, sumber iritasi juga dapat menyebar melalui accessory/lateral canals. Penyebaran melalui jalur ini berakibat pada meningkatnya aktifitas osteoklas yang memperparah formasi poket periodontal, kehilangan tulang, dan memperlambat penyembuhan lesi.

Nekrosis pulpa dapat menyebabkan resorbsi tulang dan radiolusensi di apikal gigi. Secara histologis pada lesi inflamasi periapikal terlihat jaringan granulasi yang tervaskularisasi yang terinfiltrasi dengan sel-sel inflamasi. Cedera kerusakan sel dan pelepasan mediator imunologis non spesifik dan spesifik Neutrophil di dekat foramen periapikal Sel Plasma, macrophages , lymphocytes, dan fibroblas meningkat di sekitar lesi Lesi yang dihasilkan : Acute apical periodontitis Chronic periradicular lesion (abscess / cyst / granuloma) Lesi yang berhubungan dengan saluran akar assesoris / lateral Lesi mungkin bisa tetap kecil atau meluas sehingga merusak perlekatan dari gigi dan mengenai lesi dari periodontitis

Medikamen yang digunakan untuk perawatan endodontik juga dapat mengiritasi jaringan periodontium.

Perkembangan penyakit periodontal dipicu oleh berbagai faktor di mana tidak hanya virulensi sumber iritasi saja yang berperan tapi juga durasi dan mekanisme imun tubuh. Terkadang, lesi di apical dapat berkembang ke daerah sulkular, menyebabkan jalur sinus, yang disebut fistula.

Hubungan antara pengaruh periodontitis terhadap pulpa gigi kurang jelas. Bakteri dan produk-produk inflamasi periodontitis bisa memperoleh akses ke pulpa melalui saluran akar asesoris, foramen apikal, atau tubuli dentin. retrograde pulpitis Periodontitis jarang menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap pulpa gigi Sementum memiliki intact layer yang melindungi pulpa dari elemen injuri yang dihasilkan oleh plak mikrobiota

Patient symptom Coronal integrity Pulp Vitality Testing Endodontic lesions may produce clinical signs and symptoms similar to those of periodontitis : Tes thermal Tes kavitas Tes elektris Dental Radiograph Can confirm the presence of apical changes and the extent of bone lose, coronal status, crestal bone height & shape, presence of periapical or lateral radiolucency, integrity lamina dura

Periodontal infection without pulpa involvement may present with intact crown structure and absence of coronal defect Endodontic infection is almost always associated with loss coronal integrity, such as caries, failing restoration, extensive restoration, and the existence of cracks / fractures that extend to the pulpa tissue

1. Sign & Symptoms of Periodontitis Periodontitis adalah inflamasi kronis yang dimulai dari gingiva margin dan meluas ke arah apikal, menyebabkan attachment loss dan pembentukan periodontal pocket Gigi dengan periodontitis kronis bebas dari rasa sakit Pasien tidak sadar dengan kondisinya kecuali bleeding on brushing, flossing, or bad breath. Increased tooth mobility may occur if sufficient attachment has been lost Deeper pocket Perkusi atau stimulus termal tidak menyebabkan ketidaknyamanan yang berarti. Gambaran dental radiography menunjukkan the extent of attachment lost

2. Sign & Simptoms of Pulpa Disease Pulpa memiliki kemampuan menerima respon dari enamel / dentin atau langsung ke pulpa Interpret these sensation as pain Pulp may also sense temperature (hot & cold) and touch Stimulasi pada dentin menyebabkan sensasi yang cepat, tajam, dan severe. Sensasi ini dimediasi oleh serat saraf Adelta. Rasa sakit pada stimulasi pulpa disebabkan oleh serat saraf c dan menghasilkan sensasi yang lambat, tumpul, serta menyebar.

Pulpitis reversible : Sensitivity to hot or cold fluids The Period of discomfort is usually brief Teeth in which the inflammation is confined to the pulp chamber respond normally to percussion and palpation

Pulpitis Irreversible : Thermal stimuli / percusion can provoke severe pain (throbbing) When provoked, a significant period may elapse and medication may be required before the pain is ameliorated
Nekrosis Pulpa Nekrosis pulpa bisa menghasilkan resorpsi tulang Pulpa non vital bisa menghasilkan radiolusen pada apikal gigi, furcation, atau titik sepanjang akar gigi The clinician should remember that some inflamed and necrotic pulps are asymptomatic and that the patient is unaware of their existance

Periodontal abscess : Usually are not severely painfull lesions Occur in the pocket or sulcus at the level of the connective tissue attachment Kadang pasien merasa adanya pembengkakan dari terangkatnya periosteum nyeri Sensitive to touch, mastication, or toothbrushing and flossing; any stimulus to the site can be painfull

Abscess apical akut / acute endodontic lesion : Biasanya dihubungkan langsung dengan permukaan luar jaringan lunak oleh sinus track dan stoma melewati oral mucosa atau gingiva. Sebelum terbentuknya track, pasien merasakan gejala sakit akut. Sinus track biasanya terbentuk dari apikal ke bagian bukal gigi. Jika dilakuakn drainase pada abses maka gejala dan penampakan klinis akan hilang, kemudian lesi dapat berubah ke kondisi kronik.

Acute apical abscess / acute endodontic lesion : Ada beberapa macam jalur drainase : a. Abses periapikal drainase melalui ligament periodontal space dan keluar melalui dasar sulcus b. Abses periapikal bisa juga mengakibatkan perforasi korteks tulang dan mengakibatkan terangkatnya periosteum px nyeri. Drainage pus dari permukaan tulang meluas ke sulcus gingiva. Drainage jenis ini tidak mengakibatkan bone loss dan periodontal probe masuk ke dalam ligamen periodontal