Anda di halaman 1dari 6

1.

2. 3.

Pembentukan gunung api erat hubungannya dengan pergerakan lempeng. Terangkan hubungan antara gunung api menurut tatanan tektoniknya.? Jawab: Tektonik Transform : yaitu pergerakan lempeng yang saling berpapasan (mendatar) . Biasanya akan membentuk gunung api perisai ( flood basalt), memiliki afinitas magma berupa seri toleit yang mempunyai sifat magma primitif yaitu basa. Hal ini dikarenakan magma yang keluar dari permukaan dan menjadi gunung api itu berlangsung dari selubung bagian atas dan secara kimia magma tersebut akan mengandung SiO2 dibawah 50% tapi kandungan (Fe) dan (Mg) cukup tinggi. Tektonik Konvergen : yaitu pergerakan lempeng yang saling bertumbukan dan menyebabkan lempeng yang mempunyai berat jenis lebih tinggi akan menyusup kebagian bawah lempeng lainnya. P ada saat yang bersamaan dengan proses tombukan, terjadi gesekan antara kedua lempeng yang bertumbukan tersebut yang kemudian menyebabkan peleburan ( melting) pada batuan karena pengaruh tempratur yang tinggi dan menjadi magma. Magma tersebut kemudian keluar ke permukaan melalui rekahan-rekahan (fracture) / zona lemah kemudian sampai d permukaan terbentuklah gunung api. Dimana gunung api yang terbentuk memiliki komposisi magma yang bersifat asam intermediet dikarenakan telah mengalami proses diferensiasi magma. Tektonik Divergent : adalah Divergen Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas divergen. Terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Pada batas-batas dimana antar lempeng saling menjauh terdapat beberapa fenomena sebagai berikut: Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa dan hamparan leleran lava yang encer. Renggangnya lempeng. Aktivitas gempa didasar laut dan sekitarnya. Pembentukan tanggl dasar samudra disepanjang tempat perenggangan lempeng. Terangkan bagaimana terbentuknya batuan dan hubungannya dengan aktivitas gunung api ? Jawab: Terbentuknya batuan erat kaitannya dengan aktivitas gunung api (vulcanisme) khususnya adalah batuan beku atau batuan gunung api. Magma yang hasil dari aktivitas gunung api / vulkanisme akan membeku karena pengaruh temprature udara sekitarnya yang rendah. Batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan magma tersebut mermacam-macam , tergantung dari sifat/jenis magmanya. Jika magma bersifat asam intermediet akan membentuk batuan yang dengan komposisi mineral yang bersifat asam-intermediet (felsik) pula, contohnya : andesit, diorit, granit. Sedangkan bila magma bersifat basa akan membentuk batuan yang memiliki komposisi mineral yang bersifat basa (mafic), contoh : basalt, gabbro.

4. Lingkungan pembentukan gunung api menentukan bentuk / morfologi gunung api, berdasarkan morfologinya, sebutkan bentuk gunung api tersebut Jawab: Bentuk-bentuk gunung api: 1. KERUCUT PIROKLASTIKA Kerucut gunungapi yang tersusun atas material piroklastika (bahan-bahan lepas gunungapi) berupa bom, lapili, dan abu gunungapi. Pada umumnya bentuk gunungapi ini memiliki kawah di bagian puncak dan tubuh gunungapi tidak terlalu tinggi karena endapan piroklastika yang masih lepas dan mudah tererosi.
2. MAAR

Gunungapi berbentuk kerucut terpancung yang memiliki kawah berbentuk mangkuk dengan lebar kawah relatif lebih besar dibandingkan tinggi kawah. Pada umumnya gunungapi ini memiliki lereng relatif landai dan kawah yang terisi air membentuk danau kawah. Maar yang terkenal di Indonesia terdapat di G. Lamongan, Jawa Timur. 3. GUNUNGAPI KALDERA Suatu gunungapi berbentuk kerucut terpancung, dengan lebar kawah berdiameter lebih dari 2 km yang terbentuk sebagai akibat erupsi eksplosi yang dahsyat. 4. KUBAH LAVA Tonjolan batuan lava berbentuk membundar dengan kemiringan lereng relatif sama ke segala arah, yang terbentuk akibat penerobosan magma ke permukaan bumi. Pada umumnya kubah lava terbentuk dari lava yang sangat kental. Besar dan luasnya tergantung pada volume lava dan sifat kekentalan. 5. GUNUNGAPI PERISAI Gunungapi yang tersusun atas perlapisan aliran lava yang sangat encer sebagai hasil erupsi yang berulang. Biasanya bentuk gunungapi ini memiliki lereng yang landai. Jarang dijumpai di Indonesia , tetapi sangat umum dijumpai di Kepulauan Hawaii. 6. GUNUNGAPI STRATO ATAU CAMPURAN Gunungapi berbentuk kerucut atau kerucut terpancung yang tersusun atas perlapisan atau perselingan antara aliran lava dan endapan piroklastika. Bentuk gunungapi ini sangat umum dijumpai di Indonesia.

5.

Komposisi magma yang dimiliki oleh gunung api sangat menentukan bentuk dari gunung api tersebut. Bagaimana hubungannya komposisi magma dengan bentuk gunung apinya.? Jawab: 1. KERUCUT PIROKLASTIKA Kerucut gunungapi yang tersusun atas material piroklastika (bahan-bahan lepas gunungapi) berupa bom, lapili, dan abu gunungapi. Pada umumnya bentuk gunungapi ini memiliki kawah di bagian puncak dan tubuh gunungapi tidak terlalu tinggi karena endapan piroklastika yang masih lepas dan mudah tererosi. Terjadi karena magma yang bersifat asam 2. MAAR Gunungapi berbentuk kerucut terpancung yang memiliki kawah berbentuk mangkuk dengan lebar kawah relatif lebih besar dibandingkan tinggi kawah. Pada umumnya gunungapi ini memiliki lereng relatif landai dan kawah yang terisi air membentuk danau kawah. Maar yang terkenal di Indonesia terdapat di G. Lamongan, Jawa Timur. Magma asam-intermediet. 3. GUNUNGAPI KALDERA Suatu gunungapi berbentuk kerucut terpancung, dengan lebar kawah berdiameter lebih dari 2 km yang terbentuk sebagai akibat erupsi eksplosi yang dahsyat. Terbentuk karena komposisi magma yang sangat asam. 4. KUBAH LAVA Tonjolan batuan lava berbentuk membundar dengan kemiringan lereng relatif sama ke segala arah, yang terbentuk akibat penerobosan magma ke permukaan bumi. Pada umumnya kubah lava terbentuk dari lava yang sangat kental. Besar dan luasnya tergantung pada volume lava dan sifat kekentalan magma asamintermediet 5. GUNUNGAPI PERISAI Gunungapi yang tersusun atas perlapisan aliran lava yang sangat encer sebagai hasil erupsi yang berulang. Biasanya bentuk gunungapi ini memiliki lereng yang landai. Jarang dijumpai di Indonesia , tetapi sangat umum dijumpai di Kepulauan Hawaii. Terbentuk dari magma yang bersifat basa 6. GUNUNGAPI STRATO ATAU CAMPURAN Gunungapi berbentuk kerucut atau kerucut terpancung yang tersusun atas perlapisan atau perselingan antara aliran lava dan endapan piroklastika. Bentuk gunungapi ini sangat umum dijumpai di Indonesia. Terbentuk dari magma dengan komposisi asam intermediet.

6.

Apa yang anda ketahui tentang ciri-ciri gunung akan meletus ? sebutkan juga tipe letusannya ? Jawab: Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Suhu di sekitar gunung naik. Mata air menjadi kering Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa) Tumbuhan di sekitar gunung layu Binatang di sekitar gunung bermigrasi

gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tipe Hawaiian,yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburanlava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana; Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua; Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar; Tipe Sub Plinian, erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato, tahap erupsi efusifnya menghasilkankubah lava riolitik. Erupsi subplinian dapat menghasilkan pembentukan ignimbrit; TipeUltra Plinian, erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa; Tipe Vulkanian, erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampaidasit, umumnya melontarkan bom-bom vulkanik atau bongkahan di sekitar kawah dan seringdisertai bom kerak-roti atau permukaannya retak-retak. Material yang dierupsikan tidak melulu berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik; Tipe Surtseyan dan Tipe Freatoplinian, kedua tipe tersebut merupakan erupsi yang terjadi pada pulau gunungapi, gunungapi bawah laut atau gunungapi yang berdanau kawah. Surtseyan merupakan erupsi interaksi antara magma basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan, letusannya disebut freatomagmatik. Freatoplinian kejadiannya sama dengan Surtseyan, tetapi magma yang berinteraksi dengan air berkomposisi riolitik.

7.

7.

Semua bencana alam (natural hazard) yang ditimbulkan oleh aktivitas gunung api ini dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kehidupan khususnya manusia. Terangkan bencana yang ditimbulkan dan bagaimana mitigasi bencana letusan gunung apinya ? Jawab: Bahaya letusan gunungapi dapat berpengaruh secara langsung (primer) dan tidak langsung(sekunder) yang menjadi bencana bagi kehidupan manusia. Bahaya yang langsung oleh letusangunungapi adalah : 1. Leleran lava leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusaksegala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung darikekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauhjangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800o 1200o C. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikangunungapi, komposisi magmanya menengah sehingga pergerakannya cukuplamban sehingga manusia dapat menghindarkan diri dari terjangannya. Leleran lava dapat merusak segala bentuk infrastruktur. Foto Macdonald. 2. Aliran piroklastik (awan panas) Aliran piroklastik dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap erupsi plinian,letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah.Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas darimagma atau lava atau dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150 250 km/jam dan jangkauan alirandapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/laut.

Awanpanas Gunung Merapi (Badan Geologi) Awan panas mempunyai mobilitas dan suhu tinggi sangat berbahaya bagipenduduk sekitar gunungapi. 3. Jatuhan piroklastik Jatuhan piroklastik terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukuptinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah anginkemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalantertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapatmenggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan. Hujan abu dapat merusak tanaman, merobohkan rumah, mengganggupernafasan dan membahayakan jalur penerbangan pesawat. 4. Lahar letusan Lahar letusan terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancamanlangsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas. 5. Gas vulkanik beracun Gas beracun umumnya muncul pada gunungapi aktif berupa CO, CO2,HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh. Pengeluaran gas CO2 di G. Dieng membunuh banyak penduduk. Bahaya sekunder, terjadi setelah atau saat gunungapi aktif: 1. Lahar Hujan lahar hujan terjadi apabila endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng, terangkut olehhujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yangsangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran.Bongkahan batu besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah topografi sungaiyang dilaluinya dan merusak infrastruktur. 2. Banjir bandang banjir bandang terjadi akibat longsoran material vulkanik lama padalereng gunungapi karena jenuh air atau curah hujan cukup tinggi. Aliran Lumpur disini tidak begitu pekat seperti lahar, tapi cukupmembahayakan bagi penduduk yang bekerja di sungai dengan tiba-tiba terjadi aliran lumpur. 3. Longsoran vulkanik longsoran vulkanik dapat terjadi akibat letusan gunungapi, eksplosi uap air, alterasi batuan pada tubuh gunungapi sehingga menjadirapuh, atau terkena gempabumi berintensitas kuat. Longsoranvulkanik ini jarang terjadi di gunungapi secara umum sehingga dalampeta kawasan rawan bencana tidak mencantumkan bahaya akibat Longsoran vulkanik. Dalam penanggulangan bencana letusan gunungapi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu persiapansebelum terjadi letusan, saat terjadi letusan dan sesudah terjadi letusan. 1. Sebelum terjadi letusan dilakukan :

Pemantaun dan pengamatan kegiatan pada semua gunungapi aktif, Pembuatan dan penyediaan Peta Kawasan Rawan Bencana dan Peta Zona ResikoBahaya Gunungapi yang didukung dengan dengan Peta Geologi Gunungapi,

Melaksanakan prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunungapi, Melakukan pembimbingan dan pemeberian informasi gunungapi, Melakukan penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika dan geokimia digunungapi, Melakukan peningkatan sumberdaya manusia dan pendukungnya sepertipeningkatan sarana dan prasarananya. 2. Setelah terjadi letusan :


8.

Menginventarisir data, mencakup sebaran dan volume hasil letusan, Mengidentifikasi daerah yang terancam bahaya, Memberikan saran penanggulangan bahaya, Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang, Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak, Menurunkan status kegiatan, bila keadaan sudah menurun, Melanjutkan memantauan rutin.

Terangkan dengan jelas bahwa panas bumi merupakan sumber energi dengan ciri terbarukan.! Jawab: Panas Bumi merupakan sumber energi panas yang terbentuk secara alami di bawah permukaan bumi. Sumber energi tersebut berasal dari pemanasan batuan dan air bersama unsur-unsur lain yang dikandung Panas Bumi yang tersimpan di dalam kerak bumi. Panas Bumi merupakan sumber energi panas dengan ciri terbarukan karena proses pembentukannya terus-menerus sepanjang masa selama kondisi lingkungannya dapat terjaga keseimbangannya.

Anda mungkin juga menyukai