P. 1
antiseptik

antiseptik

|Views: 109|Likes:
Dipublikasikan oleh Nurul Robihim
antisepetik
antisepetik

More info:

Published by: Nurul Robihim on Jul 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

Artikel Penelitian

Uji Efektivitas Antiseptik Triclosun lo
terhadap Stuphylococcas uulFerls, E scherichia coli, Enterococcus fueculis, dan Pseudomon&s ueruginosu

Tonny Loho, Lidya Utami
Departemen Patologi Klinik Fakultas KedolAeran Universitas Indonesia
RSUPN

Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrsk: Mencuci tqngqn dengan bahan antiseptik merupakan salah satu langkah penting
dalam mencegah penyebaran infelcsi pada sarana kesehatan. Triclosan adalah salah satu antiseptik yang banyak digunakan karena efektif terhadap berbagai kuman Gram positif dan Gram negatif, dapat ditoleransi dengan baik, dan jarang menimbulkan reaksi alergi. Dalam penelitian ini ingin diketahui efektivitas larutan antiseptik pencuci tangan triclosan Io% yang diproduksi oleh BSN Medical Indonesia terhadap kuman Stuphylococcus auteus, Escherichia coli, Enterococcus faecalis, dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan secarq in vitro dengan menggunakan lqrutan triclosan yang dicampur dengan suspensi kuman dalam media cair buillon dalam berbagai konsentrasi. Campuran tersebut diinokulasi pada agar
Mueller Hinton dan setelah inkubasi 24 jam dinilai pertumbuhan kumanyang terjadi. Triclosan I% efektifterhadap S. qureus, E. faecalis, dan E. coli, namun tidak efektif terhadap P. aeruginosa. Penggunaan antiseptik triclosan untuk cuci tangan higienis maupun cuci tangan bedah pada sarqna kesehatan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karenq antiseptik ini tidak efekttf terhadap P. aeruginosa yang merupakan salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. Selain itu antiseptik ini berpotensi menimbulkan resistensi kuman terhadap antibiotik dan residunya di lingkungan dapat menyebabkan pencemaran karena terbentuknya zat toksik dan penyebaran resistensi kepada kuman lingkungan. Kata kunci: Antiseptik, efektifitas in vitro, kuman patogen

Maj Kedokt Indon, Volum: 57, Nomor: 6, Juni 2007

Enterococcus faecalis. Triclosan 1(% is effictive against S. dan Pasifik Barat) menunjukkan bahwa rerata pasien rawat inap yang menderita infeksi nosokomial adalah sebesar 8. Asia Tenggara. triclosan has a potency ofinducing antibiotic resistance and its residue can contaminate the environment by producing toxic substances and spreading r e s is t anc e t o e nvir onme ntal b acteria. . pathogenic bacteria Pendahuluan Infeksi nosokomial atav yang disebut juga dengan infeksi yang didapat di rumah sakit (hospital-acquired infection) merupakan masalah global. in vitro ffictiveness. Infeksi ini merupakan salah satu penyebab utama mortalitas serta meningkatnya morbiditas pasien yang dirawat di rumah sakit. detgan persentase terbesar pada rumah sakit Membersihkan tangan dengan bahan antiseptik mulai dikenal sejak awal abad 19.:.7o/o. Sejak saat itu telah banyak dilakukan perrelitian yang membuktikan bahwa tindakan mencuci tangan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan yang terdapat di wilayah Mediterania Timur dan Asia Tenggara..LidyaUtami . peningkatan biaya perawatan rumah sakit.4. dan E.Ignaz Semmelweis pada tahun 1847 memerintahkan setiap dokter dan mahasiswa kedokteran mencuci tangan dengan larutan hipoklorit setiap kali akan menangani seorang pasien. and Pseudomonas aeruginosu Triclosan solutionwas mixedwith several concentration ofbacteria and inoculated in Muller Hinton agar. and Pseudomonas aeruginosa Tonny Loho.**ri"f.Uj i Efe kt iv it as Antis ept ik Tr i cl os an Efectivity Test of Antiseptic Solution 17o Triclosan Against Staphylococcum aureus. Escherichia coli. pasta gigi. Antiseptik yaxg mengandvng triclosan dalam konsentrasi kurang dari2Yo biasanya dapat ditoleransi dengan baik dan jarang menimbulkan reaksi alergi.2 Salah satu metode penyebaran infeksi terpenting pada sarana kesehatan adalah melalui tangan petugas kesehatan. I. Triclosiln is one of the widely used antiseptics because of its effectivity against a wide range of Gram positive and negatitte bacteria. It is also well tolerated by the skin and hardly induced allergic reaction. 3 bahan antiseptik dapat menurunkan secara bermakna penyebaran kuman patogen melalui tangan petugas kesehatan dan kepdiarr jnftksi nosckom ial-5-7 Tri c I os an (2.'..'. but it is not effective against P. namun pengaruhnya terhadap bakteri Gram positif lebih besar. the growth of these bacteria on agal were assessed.9xl0a hingga 4. Volum: 57. Nomor: 6.4-tr i chl oro-2-hy droxy diphenyl. kosmetik. Mediterania Timur. After 24 hours incubation. 18 Jumlah total bakteri yang terdapat pada tangan tenaga medis bervariasi antara 3. Triclosan aktif melawan berbagai bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Tindakan ini terbukti menurunkan angka kematian ibu.4 172 Maj Kedokt Indon. Besides..aeruginosa Triclosan use in hygienic handwash and surgical handwash must be reconsidered.rakarta AbstracT: Washing hands using antiseptic solution is an important step in preventing the spread of infection in healthcare facilities.::. coli.:.'.6x106. faecalis.[izii'.t Infeksi nosokomial menyebabkan bertambahnya beban finansial maupun sosial akibat perpanjangan masa perawatan di rumah sakit. Organisme patogen dari pasien yang terinfeksi atau dari lingkungan mengkontaminasi tangan petugas kesehatan selama aktivitas klinik kemudian tersebar ke pasien lain. because P. aureus. Key words : Antiseptic. obat kumur. E. Juni 2007 . aeruginosa is one ofmain etiologt ofnosocomial infections.:. Escherichia coli. sehingga penyediaan triclosan sebagai bahan antiseptik untuk mencuci tangan di rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan petugas kesehatan dalam hal higiene tangan.ether) merupakan bahan antiseptik yang dikembangkan pertama kali pada tahun 1960 dan telah digunakan dalam berbagai produk kesehatan. dan lain sebagainya. Survei yang dilakukan WHO pada 4 wilayah (Eropa.f:::'. tekanan emosional maupun disabilitas fungsional pada pasien. seperti sabun.{. Enterococcusfaecalis. In this study we assessed the in vitro ffictivity of lo%triclosan handwash solutionfrom BSN Medical Indonesia against Staphylococcus aureus. Jumlah ini meningkat seiring bertambalrnya durasi aktivitas klinik.

pipet semiotomatik 200 pl dan 1000 pl. Volum: 57. sengkelit diangkat dan Maj Kedokt Indon. vortex mixer.. E. sengkelit nikrom. Apabila pada bagian tersebut tidak tampak pertumbuhan. Bagian sengkelit yang tercelup cukup sampai di bawah permukaanmedia cair saja. tip biru steril. agar Mueller Hinton (MH) dalam cawan petri berdiameter 9 cm. Agar miring M H P N Cara Kerja Kuman kontrol yang telah dimurnikan.::". Dalam posisi yang tetap tegak lurus.L triclosan 173 . Langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menyiapkan 2 buah tabung steril untuk setiap jenis kuman. y ang dibandingkan dengan aquabidestilata steril sebagai kontrol. Pada satu sisi dilakukan penanaman inokulumyang berasal dari campuran antara suspensi kuman dengan larutan triclosan. media cair buillon. setiap tabung diisi dengan 1 mL suspensi kuman.danP. 5x I 07 hingga 1.2.. aureus I ! ! faecalis aeruginosa 0i. tabung dikocok dengan yortex mixer. carnpuran antara triclosan dengan suspensi kuman yang diencerkan dengan konsentrasi l. tetapi bila lebihjemih ditambahkan inokulum. sehingga diperoleh konsentrasi kuman 1. dan pada sisi yang lain campuran antara suspensi kuman dengan aquabidestilata steril. sengkelit steril terkalibrasi berukuran l0 pl. Selanjutnya dilakukan pengusapan dengan arah tegak lurus terhadap diproduksi oleh BSN Medical Indonesia terhadap kuman St aphyl oc occus qur eus. n t\ LJ faecalis N E. Sengkelit dipegang dalam posisi tegak lurus. Dengan menggunakan pipet semiotomatik 1000 pl. Es cher ichia col i. yang diproduksi oleh BSN Medical Indonesia. Ent er ococ cus fa e c al is. dilakukan inokulasi ulang dengan konsentrasi kuman yang lebih tinggi. Nomor: 6.xI08 dan 6x 108 kum an lmL. Agar MH yang telah diinokulasi diinkubasi dalam inkubatorpada suhu 35-370cselama 18-24 Bahan Penelitiun Bahan penelitian adalah larutan antiseptik rriclosan2Yo jam. Setiap agarMH dalam cawanpetri sterildibagi menjadi 2 bagian yang sama besar. diinokulasi dari agar miring MH ke media cair buillon dan diinkubasi pada suhu 35-310C selama beberapa jam. Escherichia coli. setara dengan standar McFarland 1 dan 2. Enterococcus faecalis. yaitu 3. Setelah penambahan aquabidestilata steril mauput triclosqn. Pengambilan inokulum dilakukan dengan sengkelit steril terkalibrasi. dan kemudian diamati apakah terdapat pertumbuhan kuman pada agar tersebut. dan 60 setelah inkubasi suspensi kuman dengan larutan triclosan atau aquabidestilata steril.Uj i Efektiv it as Ant i s ep t ik Tr i c I os an Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efeklivitas larutan antiseptik pencuci tangan triclosan lYo yang diusapkan pada agar MH dalam satu garis lurus. Metode goresan pertama menggunakan sengkelit nikrom hingga setengah dari permukaan agar MH terinokulasi.faecalis. 30. Bahan lain yang dibutuhkan adalah kuman kontrol yang terdiri dari Sra- phylococcus qureus. yaitu S. Apabila pada bagian agar MH tempat campuran suspensi kuman dengan triclosan tampak pertumbuhan.5x 1 0' kuman/ mL. coli inokulasi N aeruginosa Media cair buillon n i_J S.108 kuman/ml) lalu dicelupkan dalam inokulum. Kekeruhan yang terjadi distandardisasi dengan larutan standar McFarland yang setara dengan 3x 108 kuman/ml. maka dilakukan inokulasi ulang pada agar MH yang baru. (Gambar l) Alat dan Reagensia Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tabung steril. dan inkubator. aureus. Apabila inokulum lebih keruh dari larutan standar Mc Farland I maka ditambahkan buillon. dan4. Selain itu dibutuhkan juga aquabidestilata steril. E. Juni 2007 lmL kuman ! * Untuk setiap jenis kuman: 0 mL aquabides I mL kuman + ln. Pada tabung pertama ditambahkan I mL aquabidestilata steril dan pada tabung ke dua ditambahkan I mL larutan antiseptik triclosan 2o/o. aeruginosa. dan larutan standar Mc Farland 1.J Standardisasi kekeruhan dengan Mc Farland 1 (3. dan P s eudom on as a er u gino s q secar a i n v i tr o. coli.5x108 kuman/ml dan konsentrasi larutan triclosan menjadi 1%. dan Pseudomonas aeruginosa. Penanaman dilakukan pada detik ke-15.

5x1 0?- 0 Ulangi prosedur dengan konsentrasi kuman 3x108 dan 6x108 kuman/ml + + + + + + 1.5x108 + :tumbuh tidak tumbuli l. S. dan dingkan dengan Aquabidestilata Steril terhadap p dan 60 detik I% Diban- aeruginosa aeruginosa pada Inkubasi Selama 15 detik. Mikroorganisme residen.5x l. 1. 30 detik.5x l. konsentrasi triclosan menjadi l%o) Tabel 2. Juni 2007 6x108 3x108 1.5x [.5x108 detik l.5x108 kuman/ml. aureus. E. faecalis. Tabel 4. hidup dan berkembangbiak pada pemukaan kulit dan di bawah sel superfisial stratum korneum. Efektivitas Larutan Antiseptik Triclosan 1% Diban- dingkan dengan Aquabidestilata Steril terhadap E Agar MH I {2 n coli Jumlah kuman/mt. Analisis Data Data ditampilkan secara deskriptif dalam benfuk tabel Jumlah kuman/mL Pertumbuhan Triclosan yang memuat jenis kuman dalam berbagai konsentrasi.5x l.Uj i Efektivit as Antiseptik Tiiclos an (Konsentrasi kuman menjadi 1.5x I 07 1 ls + + detik + + + + + + + + 30 detik + 60 + + + + + + Aquabides ts detik + + + + + + + + 30 defik + + 60 detik + + + Hasil Penelitian Hasil penelitian disajikan dalam Tabel 1 06 I 05 104 I 03 sampai dengan Tabel4. dan + : tumbuh tidak tumbuh L 15 detik Perb:mbuhan Triclosan 30 60 Diskusi Aquabides 30 60 detik deti k detik + + 15 Mikroorganisme pada kulit terdiri dari mikoorganisme detik + + + detik + + + residen dan mikroorganisme transien. seperti Staphylococcus sp (5.5xdl 0lkuman/ml Gambar l. E. Efektivitas Larutan Antiseptik Triclosan l. Nomor: 6.5x I 03 n + :tumbuh . 30 detik. Volum: 57. pada Inkubasi Selama 15 detik.5x I 08 + tidak tumbuh + : tumbuh 174 . epidermidis. yang masing-masing diinkubasi dengan larutan kuman dalam berbagai konsentrasi. dan 60 deti k l5 detik @GD 30 detik 60 detik 15 30 60 ls 30 detik detik detik detik detik + + + + + + nrclosan Pertumbuhan AquaDldes 60 detik + 6x108 3x108 + + l. 30 detik.: rntuuasi 3s-37'C. 30 detik. 10r + + + + + + + + + + + + + + + + + dingkan dengan Aquabidestilata Steril terhadap 60 detik Jum lah kum anufn aureus pada Inkubasi Selama 15 detik. Efektivitas larutan triclosan l% dibandingkan dengan aquabidestilata steril sebagai kontrol. Cara Kerja I% Uji Efektivltas Antiseptik Triclosan P. hominis) dan diphteroid. Bfektivitas Larutan Antisepfik Triclosan terhadap S. Bakteri ini tidak bersifat patogen pada kulit yang utuh namun dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada rongga tubuh Maj Kedokt Indon.5xl0l lVo Diban^i.5x l. t8-24 jwn tidaktumbuh \Z || Tabel 3. dan 60 detik 1% Diban- € umbuh kuman \ Tidak tumbuh kuman Jumlah Pertumbuhan kuman/ml Triclosan Aquabides 15 30 60 ls 30 detik detik detik detik detik 6x108 3x1 08 60 detik + + + 0 Ulangi prosedur dengan konsentrasi kuman 1. Tabel 1. Efektivitas Larutan Antiseptik Triclosan Bagian agar yang diinokulasi campuran kuman dan triclosan dingkan dengan Aquabidestilata Steril ferhadap E faecalis pada Inkubasi Selama 15 detik. coli.

Tindakan ini melenyapkan sebagian besar mikroorganisme transien. sebelum dan sesudah memakai sarung tangan. dan cepatnya bahan tersebut bekerja. sebelum menangani pasien yang rentan. mempunyai stabilitas yang baik dan dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu tanpa kehilangan daya antimikroba. spektrum antimikroba. I I-r3 mengurangi jumlah mikroorganisme residen untuk mengurangi risiko terjadinya kontaminasi pada luka operasi apabila sarung tangan yang digunakan saat pembedahan robek. Bahantersebut harus aman. kosmetik. atau kulit yang tidak utuh. sebelum dan setelah menyentuh luka. seperti misalnya tidak diabsorpsi oleh kulit dan membran mukosa. obat kumur. Enterococcus. dan lain sebagainya. 6 Triclos an merupakan antiseptik non ionik dari golongan bisphenol sintetis. dapat bekerja pada suhu biasa. 3 Cuci tangan bedah dilakukan sebelum melaksanakan semua tindakan bedah. Bahan yang digunakan sama dengan cuci tangan higienis. Mikroorganisme transien terdiri dari kontaminan yang hidup hanya dalam waktu yang terbatas. Cuci tangan higienis atau alcoholic rub dila]r:lkan sebelum dan setelah merawat pasien. baik cuci tangan higienis atau cuci tangan bedah dilakukan melalui tiga tahap. dan dapat didegradasi. sebelum melakukan tindakan invasif. dengan cara llriclosan Gambar 2. Biasanya konsentrasi bahan dengan konsentrasi hingga I Yo dalam IIISE. pasta gigi. Hal yang tidak kalah penting adalah ketersediaan dan harga yang terjangkau. tidak menimbulkan kerusakan pada bahan. Tujuan tindakan ini adalah untuk menghilangkan dan membunuh mikroorganisme transien dan ka'bon (Gambar 2).T. 3 Antiseptik merupakan bahan kimia yang mencegah multiplikasi organisme padapermukaan tubuh. efek persisten. Namun antiseptik sering pula disebut sebagai disinfektan kulit. dan harus mencakup juga pergelangan tangan dan lengan bagian depan. Selain itu bahan tersebut harus bersifat homogen.z: Terdapat tiga tingkat dekontaminasi tangan. Nomor: 6. liekerja cepat. E coli. Setelah itu dipilih bahan antimikoba dengan kandungan yang memiliki karakteristik tersebut. sebelum memberi makan pasien. sedangkan mikroorganisme transien lebih mudah dihilangkan. mainan anak. seperti sabun. dan disinfektan yang Saat ini triclosan telah digunakan secara luas dalam berbagai produk. virus) bisa didapatkan dari kontak dengan pasien atau benda-benda di lingkungan. Pada tahap pertama. setelah yang digunakan sebagai antiseptik lebih rendah daripada disinFktan: Suatu bahan kimia dapat dikatakan sebagai antimikroba yang ideal apabila mempunyai spesifikasi seperti berikut: mempunyai spektrum antimikroba yang luas. 3 Cuci tangan higienis merupakan suatu prosedur mencuci tatgan menggunakan bahan antiseptik atau membersihkan tangan dengan alkohol (alcoholic rub). dan setelah kontak dengan pasien yang diketahui menderita infeksi nosokomial. mata. Pada tahap kedua. Volum: 57. atau setelah dari toilet. Antiseptik perlu dibedakan dengan antibiotik yang membunuh mikroorganisme dalam tubuh makhluk hidup. larut dalam air atau pelarut lain yang sesuai.8. cuci tangan higienis (ltygienic handwashing). yaitu cuci tangan sosial (social handwashing).'o Pemilihan bahan antiseptik yang sesuai untuk cuci tangan pada petugas kesehatan. yaitu triclosqn dan hexachlorophere. Cuci tangan sosial dilakukan sebelum makan atau mengolah makanan. Mikroorganisme transien sering dikaitkan dengan tedadinya infeksi nosokomial. Tr i c I o s an tersusun dari 2 cincin benzen. kateter. Hal ini ditentukan oleh konsentrasi bahan tersebut. Cuci tangan sosial dilakukan dengan cara mencuci tangat dengan air dan sabun tanpa antiseptik. fungi. dalam arti toksisitas terhadap manusia rendah. Metode ini dapat membunuh dan menghilangkan mikroorganisme transien secara lebih efektif. tidak mudah dinetralisir atau diinaktivasi oleh bahan lain. Terdapat dua kelompok antiseptik yang sering digunakan pada golongan ini. Dengan mencuci tangan. yaitu data yang ada tidak cukup untuk meng- kategori bahan aktif kategorikannya aman dan efektif sebagai pencuci tangan Maj Kedokt Indon. Tahap selanjutnya adalah mempertimbangkan penerimaan pemakai terhadap produk tersebut dan_biaya yang diperlukan. Pada cuci tangan bedah diperlukan waktu lebih lama.Uj i Efektivitas Antis eptik Ti icl os an yang steril. dan peralatan lain yang terpasang pada tubuh pasien. seperti misalnya dengan penurunan sistem imun.'o FDA Tentative Final Monograph for Healthcare Ant is eptic Drug Producrs (TFM) menggolongk an tr icl os an membunuh mikroorganisme pada benda mati. Juni 2007 . dan mempunyai kemampuan penetrasi. Mikroorganisme ini (S aureus. langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau bukti keamanan produk tersebut dan efektivitasnya dalam menurunkan jumlah bakteri. mikroorganisme residen sulit dihilangkan. peralatan dapur. maka saat ini pengguna an h ex a ch I orop h e ne sangat terbatas. tiap cincin terdiri dari 6 atom kontak dengan darah atau bahan lain yang mungkin terkontaminasi mikroba. harus ditentukan karakteristik antiseptik yang diinginkan.T'e Hampir semua bahan kimia yang dipakai sebagai antiseptik dapat pula berperan sebagai disinfektan. dan cuci tanganbedah (surgical handwashing). Struktur Kimia triclosan t2 membunuh mikroorganisme tersebut atau menghambat pertumbuhan dan aktivitas metaboliknya. Namun karena toksisitasnya. Perbedaan antara keduanya ialah lama mencuci tangan.

sedangkan chlorhexidine 4Yo tidak dapat melakukan hal ini. Terhadap flora residen. humectant. namun aktivitasnya rendah terhadap P.o unit.1yo). Pada konsentrasi bakterisidal. Volum: 57.z's'to'rs'ts Beberapa penelitian menyatakan bahwa triclosctn menghasilkan reduksi yang lebih kecil dibandingkan chlorhexidine.io. Sabun yang mengandung triclosan l% lebih sedikit menimbulkan masalah kulit dibandingkan dengan formula yang mengandung iodophore. Plasmodium falciparum. sedangkan terhadap mold kurang. Aktivitas triclosan terhadap bakteri Gram positif lebih besar daripada bakteri Gram negatif dan antiseptik ini efektif tr i c I a.17 Mencuci tangan dengan larutan triclosan 0. Stabilitas yang tinggi dari antiseptik ini memungkinkan residu tr iclos anbertahan lama di lingkungan. ataupun teratogenik.r7 Triclosanrelatif tidak toksik terhadap manusia.'u Dioxin dan zat lain yang juga toksik. iodophore.8 log. Kelebihan triclosan dibandingkan dengan sabun biasa adalah efek kumulatif dan persisten pada kulit. dan pH kebanyakan cairan pembersih. dapat pula terjadi sebagai produk samping dalam sintesis triclosan. yaitu mengganggu stabilitas struktur membran yang mengakibatkan penurunan integritas fungsional membran sel tanpa menginduksi terjadinya lisis sel tersebut. MI Q tr i c I o s an berkisar 0. Efek persisten disebut juga dengan efek residuai.2'5'r0. Oleh karena ifii triclosanharus menjalani serangkaian tes untuk menguji kemurniannya. Aktivitas terhadap virus belum diketahui. Konsentrasi hambat minimal (Minimum inhibitory concentr at i o n. dan Toxoplasma gondii.2'5. triclosan dapat menghasilkan reduksi sebesar 0. Pada konsentrasi tersebut tr i cl os an bersifat bakteriostatik. Komponen ultra_ violet dari sinar matahari dapat meme cah triclosanmenjadi 2. Nomor: 6. sedangkan konsentrasi bakterisidal besarnya 25 pglmL (2. seperti temperatur. InhA pada Mycobacterium smegmatis dan Mycobacterium tuberculosis.5 3 log.2-2yo.ounit). tzle Dahulu triclosan dianggap sebagai antiseptik non- penelitian ini mengandung active triclosan l0g/L. dan sifat ionik suatu formulasi.1o% selama I menit dapat mengurangi jumlah bakteri transien sebesar 2. proplylene glycot.17 mempunyai efek karsinogenik. 2. Efek kumulatif merupakan peningkatan efek antimikroba suatu bahan antiseptik pada penggunaan berulang. Secara kimiawi triclosan bersifat stabil dan tahan dalam pemanasan hingga 2000C selama 2 jam. dan danau berada dalam kisaran yang memudahkan terbentuknya di_ oxin dari triclosan.0 lyo. Reaksi ini dapat terjadi bila media yang mengandung triclosan mempunyai pH g atau lebih. 1 . coconut diethanolamine. Keberadaan triclosan di lingkungan juga menimbulkan kekuatiran terjadinya penye_ baran resistensi kepadakuman yang ada di lingkungan.5%) atau lebih. seperti yang tercantum dalam USp24.29 hingga 0. pada penelitian ini efektivitas antiseptik pencuci tangan triclosan Maj Kedokf Indon.18 Kelebihan triclosan dibandingkan dengan antiseptik lain adalah kemampuannya menghilangkan MRSA secara efektif dari tangan petugas kesehatan setelah kontak 30 detik.8 log . mencakup hampir semua bakleri Gram positif dan Gram negatif.I 0 pglml. Triclosan tidak efektif terhadap spora. Hingga saat ini tidak ada bukti yang menyatakan bahwa triclosan melawan Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA). (0. coco-betaine. sungai. dan chlorhexidine gluconate 4yo.rot1'20 Yillalatn e/ aPl menemukan bahwa tricl os an juga mempunyai efek membranotropik. tidak jauh berbeda dengan reduksi yang dihasilkan oleh sabun biasa (0. dan lain sebagainya.8-dichlorodibenzodioxin. Efek persisten merupakan perpanjangan efek antimikroba yang menghambat proliferasi mikroorganisme setelah pemakaian suatu bahan antiseptik. 12 Antiseptik rrrc I os an lYo yangdiuj i efektivitasnya dalam chloroxylenol (PCMX). terhadap yeast cvkup baik.2'10. Kebanyakan sabun antiseptik menggunakan triclosan dengan konsentrasi l%. aeruginosa.r6.5'15 Triclosantidak larut dalam air. Aktivitas fungisidal triclosan terbatas. Juni 2007 t76 .r 6 Aktivitas tr i c I o s an dalam produk hand care dipengaruhi pH. atau antiseptik dengan bahan dasar alkohol. Reduksi yang dihasilkan sabun dengan triclosan hampir sama dengan sabun yang rnengandung Dihasilkannya kedua zat ini dipengaruhi oleh jenis dan kemurnian bahan dasar yang digunakan untuk sintesis triclosan dan kondisi terjadinya reaksi. suatu zatyang sangat karsinogenik.o unit. purified wateri sodium lauryl sarcosinate. Sabun yang mengandung bahan antiseptik akan meninggalkan lapisan tipis bahan antibakteri pada permukaan kulit yang akan menghambat pertumbuhan bakteri secara berkelanj uta1. tricl os an menyebabkan kebocoran kalium yang menandakan terjadinya kerusakan membran. Aktivitas antimikroba triclosan didapatkan pada konsentrasi 0. Antiseptik ini larut dalam hampir semua pelarut organik. Dermatitis ini terjadi apabila bagian kulit yang terpajan triclosan terkena sinar matahari. kecuali pada pH alkali. sodium lauryl sulphate.s spesifik yang bekerja dengan mempengaruhi shuktur dan lgnssi qlembran sitoplasma yang menyebabkan sel lisis hrngga clltemukannya target spesifrk !riclosan oleh Heath el al.5.r. Hingga saat ini berbagai penelitian mengenai an masih terus dilakukan.r0 Triclosan mempunyai spekfrum aktivitas yang luas. tekanal.ra Saat ini yang menjadi perhatian negara-negara di Eropa dan Amerika adalah hubungan antara triclosan dengan dioxin. selringga penggunaan triclosan secara luas dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. ethanol 70%o. chlorhexidine gluconate 0. mutagenik. emollient. dengan cara menyempai substrat naturahya. dan polyquarternium-7. Tiiclosan menghambat biosintesis asam lemak pada bakteri dengan cara menghambat kerja enzim enoyl-acyl carrier protein reductase yang dikode oleh FabI atau homolognya. adanya surfaktan. peg-7 glyceryl cocoate.. dibenzofluran . Namun terdapat beberapa laporan mengenai terjadinya iritasi kulit dan dermatitis kontak fotoalergik akibat pemakaian triclos'an.Uj i Efektiv itas Antis eptik Triclos an antiseptik.5.5Yo.

5x107-1. aeruginosa terutama berhubungan dengan penggunaan peralatan seperti kateter urin.'a.faecalis. ventilator. aeruginosa yang merupakan salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. E. aeruginosa membantu terbentuknva ikatan yang kuat antara LPS-LPS. coli.lfl t". E. antara lain mutasi target dan peningkatan ekspresi target.5x101 kuman/ml-. A.5x I 08 kuman/ mL maupun pada konsentrasi yang lebih rendah. Epidemiotogy of nosocomial infec177 Maj Kedokt Indon. dan 60 detilg baikpadakonsentrasi kuman 1. S aureus merupakan bakteri Gram 1 Fpsf.l hingga 17. Hal ini menunjukkan bahwa larutan antiseptik triclos an 1 % efektif terhadap ketiga jenis kuman tersebut. danP.t*s.5oh yang tercemar bakteri tersebut. dan lain sebagainya. Ti i c I o s a n I %o tidak efektif terhad ap p. Jenis infeksi yang paling banyak terjadi akibat bakteri ini adalah infeksi luka operasi Enterococcus sp dapat ditemukan pada 14. MIC triclosan terhadap l<m an inisngattingqi.pada P. dalamT%o botol dan 28%o dispenser.30. Dari hasil ini tampak bahwaP aeruginosa resisten terhadap triclosan lyo. Sebagai perbandingan. aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif yang menunjukkan resistensi terhadap berbagai artiseptik dan disinfektan. Sedaagkan pada bagian agar MH yang dinokulasi campuran antara kuman tersebut dengan aquabidestilata steril keseluruhannya tampak pertumbuhan kuman. Infeksi P aeruginosajuga sering dijumpai. Karena ukuran porin yang kecil tidak memungkinkan terjadinya difusi melaluinya. trimekoprim. Faktor yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut adalah membran luar (outer membrane) bakteri ini penyebaran resistensi kepada kuman di lingkungan.16 Tabef 5.Uj i Efektiv itas Ant is eptik Triclos an % diuj i terhadap 4 j enis kuman. Nicolle L. coli. 3x I 08. Resistensi terhadap triclosan terjadi melalui beberapa mekanisme. Infeksi nosokomial akibat E coli danP. baik pada konsentrasi 1 P. aeruginosa merupakan kuman yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial berupa infeksi saluran nafas bawah di tempat tersebut. Xylosoxidans babkan pencemaran karena terbentuknya zat toksik dan P. faecalis. putida. Ducel Q Fabry J. maupun 6x I 08 kuman / mL.5x I 08.10'16 Penelitian yang dilakukan oleh Chuanchetn et al menemukan bahwa pajanan tr i c I o s an 2 5 mg/L terhadap P. aurel$. aureusbesarnya\. yaitu S. rapa Bakteri16 Ba Dari hasil uji efektivitas triclosan 1olo dengan menggunakan suspensi kuman secara in vitro. Mekanisme resistensi terhadap antiseptik ini pada beberapa bakteri tercantum pada Tabel 5. 2 Pada bagian agar tempat inokulasi suspensi adanya pertumbuhan.f311. aeruginosa. Selain itu antiseptik ini berpotensi menimbulkan resistensi kuman terhadap antibiotik. 23 Pemah dilaporkan juga terjadinya kontaminasi bakteri ini pada sabun antiseptik triclosan 1% di kamar operasi dan ruang rawat intensifbedah. aeruginosa S.s tidak menunjukkan pertum- triclosan dan beberapa antibiotik. sedangkan terhadap E. ya-fir leb:tr dari 300 pglmL. karena P. a eru gino s a akan menghasilkan mutan multiresisten yang menunj ukkan resistensi terhadap Bakteri Gram negatif menyebabkan sekitar 64% infeksi nosokomial. pada sabun yang mengandung antiseptik tersebut.??1b5ffi itfrHti:gtH.8o/o pasien yang mengalami infeksi nosokomial. E. seperti tetrasiklin. Selain itu resistensi kuman ini terhadap triclosan jugadisebabkan oleh mekanisme efflux yang mengeluarkan triclosan ataupun antimikroba lain dari dalam sel. DaftarPustaka 1. dan degradasi enzimatik. Volum: 57. E. qur eus. colimerupakan bakteri Gram negatif yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih. tampak . faecal. yaitu S. detoksifikasi melalui pompa efflux. Juni 2007 . E. Residu triclosan di lingkungan dapat menye- M. E. Mekanisme Resistensi terhadap Triclosan pada Bebe- Kesirnpulan Telah dilakukan uji efektivitas antisepik larutan triclosan l%o secara in vitro terhadap'4 jenis kuman patogen yang sering menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial yaitu S. McNaughton et al melaporkan terjadinya konjungtivitis pada bayi yang dirawat di ruang perinatologi akibat Serratiq mar ces cens yang berasal dari sabun antiseptik ni cl os an 0. Saran kteri Mekanisme Resistensi Mutasi FabI. efflux Efflux multipel Mutasi Fabl Mutasi InhA Mutasi InhA Degradasi E. MIC terhadap S.li ini berkisar antarall. aureus. bakteri ini terutama menyebabkan terjadinya infeksi saluran nafas bagian bawah. c o I i. Tangan petugas kesehatan berperan besar dalam transmisi infeksi akibat bakteri ini. aeruginosa. coli P. E. 'z Tiga dari 4 kuman yang diuji pada penelitian ini. Penggunaan triclos an diruang rawat intensif(ICU) harus dilakukan dengan hati-hati. aureus Penggunaan antiseptik triclosan untuk cuci tangan higienis maupun cuci tangan bedah pada sarana kesehatan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena antiseptik ini tidak efektifterhadap P. dan eritromisin. tampak bahwa antiseptik ini efektifterhadap S. a e r u gi n o s a. coli. dan P. fae cal is. dan E. Tingginya kandungan Mg2-.2yo. dan E. smegmatis M. 2'22 Aktivitas triclosun yang kurang baik melawan bakteri Gram negatif menimbulkan terjadinya masalah kontaminasi buhan pada agar MH setelah diinkubasi dengan larutan triclosan l7o selama 15.tf il3if"?sil'. yaitu 1.l Vg/mL. yang memiliki lipopolisakarida (LPS) dan kandungan kation yang berbeda dengan kuman lain. qureus. coli 5 pg/ml-. Nomor: 6. tuberculosis P. aeruginosa yang diinkubasi dengan triclosan 7Yo.

Thomas E.45(2):428-32. 03 I 04. New Zealand Dermatological Society Inc. uk. In: Microbiology concepts and applications. McNaughton M. 46 :I I : t8 19 antibiotic.390(1): 128-36. Whither triclosan.24(3):r2-16 t5 t6 T7 5.edu. IO Maillard JY Biocides: health care applications. 20021 5l (RR 16):p. Chuancheun R.27 5:639-42. George N. Glaser A. APIC guidelines for hand washing and hand antisepsis in health-care setting. org.12(1):147-79. Inc.352:362-8. 2005. Fong J. Bastc concepts brid practtee: hand hyglene. Hoang TT. Comparison of the antibacterial effrcacy of 40% chlorhexidine gluconate and l%o triclosan handwash products in an acute clinical ward.863-93. pesticides and you 2004. Clin Microbiol Rev 2004:1714):p. A comparative study of the immediate effects of a triclosan antibacterial. I -3. Free Range Bulletin. Shapiro S. Snow ME. Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology. available at : www.l-44. J of Antimicrob Chemother. Menoutis J. 2002'. Holland DR.2002. J of Antimicrob Chemother. I -7. Available from www. Arch Biochem Biophys 2001 . Micol 22 8. Epidemiologic background of hand hygiene and evaluation of the most important agents for scrubs and rubs. Kampf Q Kramer A. and resistance. Russell AD. 2005 Available at : www mumhylibraryuwla. Faogali JL. Juni 200? .Uj i Efektivitas tion. Girou E. 2005. Federation of European Microbiological Societies Lettersi 20o r . Mazinke N. Control of microorganism chemical agents. Available at: www/ ifi c. Nomor: 6.27 (4):320-6.4- 14. 1999. Legrand P. The J 21 of Biol Chem 1999. Newborn conjunctivitis associated with triclosan 0. Schweizer HP.org. Efficacy of handrubbing with alcohol based solution versus standard handwashing with antiseptic soap: randomized clinical trial. c dc. Boyce JM. The Pharmaceutical Journal 2005. 23 Membranotropic effects of the antibacterial agent triclosan.221-36. fraw. lnternational Federation of Infection Control. Antiseptics and disinfectants: activjty. Dowser M. 1999. 12. Mecharrism of triclosan inhibition of bacterial fatty acid synthe- WHO guidelines on hand hygiene in health care. p. Aranda FJ. Antis eptik Tr iclos an In: Prevention of hospital-acquired infections. Triclosan and antibiotic resistance in Staphylococcus aureus. Parisi AI. Ngan V Antiseptics.com. narod. 1995:1-18. chloroxylenol antibacterial. Available from: info@ouantexlabs. Koecher K.dermnetnz. 2"d edition. New York: McGraw-Hill Inc. B Med J 2002. Cross resistence between triclosan and antibiotics in Pseodomonas aeruginosa is mediated by multidrug efflux pumps : exposure of a susceptible mutant strain to triclosan selects nllB mutants overexpressing MexCD-OprJ. and lotion soap.p. 1993:p.5% antiseptic intrinsically contaminated with Senatia marcncens. Chan ECS. a practical guide. Russell AD. 274(16):lt}-4 V. World Health Organization. Heath RJ. Schweizer RRK. Guideline for hand hygiene in health care setting. Davy J. I3 Mobbs P The hazard of antibacterial agent. Schweizer HP. Geneva: World Health Oganization. Quantex Laboratories Inc. Loyeau S. 2004 53:693-s. Rubin JR. Clin Microbiol Rev. Beinlich K.r. Oppein F. Am J of Infec Cont.10(1): 7-8. Zhang E. 2005. Krieg RN. The ubiquitous triclosan.20:p. 2001. Larson EL. Recommendations of the healthcare infection control practices advisory committee and the HICPAC/SHEA/APIC/IDSA hand hygiene task force. 8. action. Mateo CR. eov/mmwr/plgt4i€\ Zlnlowrhtml.ru/manual/hands. Anonymous. Antimicro Agents and Chemotherapy. Htm. Suller MTE. Pittet D. Can J of Infec Cont 1995. Becher A. rems-mfcroblology. Brun-Buisson C. Krenke D. Pelczar MJ. Villalain J. Volum: 57. Avat lablC at www. Triclosan: a widely used biocide and its link to 20 sis. orq. Rock CO. ffiot 178 Maj Kedokt Indon. Available from : www. ll McDonnell C1 Russel D. Triclosan and its impurities.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->