Anda di halaman 1dari 24

Penyakit Jantung Koroner

Penyusun : Dewi Puspa / 406067118

Pendahuluan
Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di negara maju yang disebabkan oleh ateroskleroris pembuluh darah arteri koroner dan ketidakseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan oksigen sehingga menyebabkan penyakit jantung iskemia atau miokardium.

PENYAKIT ATEROSKLEROTIK KORONER


Penentu Kebutuhan Oksigen Miokardium Frekuensi denyut jantung Daya kontraktil Massa otot Tegangan dinding Tekanan intraventrikular Radius ventrikel

Ketebalan dinding ventrikel

PENYAKIT ATEROSKLEROTIK KORONER


Bila kebutuhan oksigen miokardium meningkat, maka penyediaan oksigen juga harus meningkat. Untuk meningkatkan penyediaan oksigen dalam jumlah memadai, aliran pembuluh koroner harus ditingkatkan Namun, pembuluh darah yang mengalami stenosis atau gangguan tidak dapat melebar, sehingga terjadi kekurangan oksigen apabila kebutuhan oksigen meningkat melebihi kapasitas pembuluh untuk meningkatkan aliran.

FAKTOR RESIKO
FAKTOR RESIKO ATEROSKLEROSIS KORONER TIDAK DAPAT DIUBAH Usia (laki-laki45 tahun; perempuan55 tahun atau menopause premature tanpa terapi pengganti estrogen) Riwayat CAD pada keluarga (MI pada ayah atau saudara laki-laki sebelum berusia 55 tahun atau pada ibu atau saudara perempuan sebelum berusia 65 Stahun) DAPAT DIUBAH Hiperlipidemia (LDL-C); batas atas, 130-159 mg/dl; tinggi160 mg/dl HDL-C rendah : <40 mg/dl Hipertensi (140/90 mmHg atau pada obat antihipertensi) Merokok Diabetes mellitus (bergantung insulin atau tidak bergantung insulin) Obesitas terutama abdominal Ketidakaktifan fisik Hiperhomosisteinemia (16mol/L) FAKTOR RESIKO NEGATIF HDL-C tinggi

AKIBAT ATEROSKLEROSIS KORONARIA


ISKEMIA Kebutuhan oksigen yang melebihi kapasitas suplai oksigen oleh pembuluh darah Kekuatan kontraksi daerah miokardium yang terserang berkurang; serabutserabutnya memendek, dan daya serta kecepatannya berkurang. menyebabkan perubahan hemodinamika

ISKEMIA
Menurunnya fungsi ventikel kiri dapat mengurangi curah jantung dengan berkurangnya volume sekuncup (jumlah darah yang dikeluarkan setiap kali jantung berdenyut) Berkurangnya pengosongan ventrikel saat sistol akan memperbesar volume ventrikel tekanan akhir diastolik ventrikel kiri dan tekanan kapiler paru-paru akan meningkat

ISKEMIA
peningkatan ringan tekanan darah dan denyut jantung sebelum timbul nyeri merupakan respons kompensasi simpatis terhadap berkurangnya fungsi miokardium disertai oleh dua perubahan EKG gelombang T terbalik dan depresi segmen ST.

ANGINA
di dada, substernal atau sedikit di kirinya, dengan penjalaran ke leher, rahang, bahu kiri sampai dengan lengan dan jari-jari bagian ulnar, punggung/pundak kiri. nyeri yang tumpul seperti rasa tertindih/berat di dada, rasa desakan yang kuat dari dalam atau dari bawah diafragma

ANGINA
berhubungan dengan aktivitas, hilang dengan istirahat; tapi tidak berhubungan dengan gerakan pernapasan atau gerakan dada ke kiri dan ke kanan. Nyeri juga dapat dipresipitasi oleh stress fisik ataupun emosional.

ANGINA
beberapa menit sampai kurang dari 20 menit. Bila lebih dari 20 menit dan berat maka harus dipertimbangkan sebagai angina tidak stabil (Unstable Angina Pectoris=UAP) Nyeri dapat dihilangkan dengan nitrogliserin sublingual dalam hitungan detik sampai beberapa menit.

ANGINA
Nyeri tidak terus-menerus, tapi hilang timbul dengan intensitas yang makin bertambah atau makin berkurang sampai terkontrol Nyeri yang berlangsung terus-menerus sepanjang hari, bahkan sampai berharihari bukanlah nyeri angina

ANGINA
Angina stabil nyeri dada yang tadinya agak berat, berangsur-angsur turun kuantitas dan intensitasnya dengan atau tanpa pengobatan, kemudian menetap ( misalnya beberapa hari sekali, atau baru timbul pada beban/stress yang tertentu atau lebih berat dari sehari-harinya.

ANGINA
silent ischemia nyeri dadanya berkurang terus sampai akhirnya menghilang, yaitu menjadi asimptomatik, walaupun sebetulnya adanya iskemia tetap ada EKG istirahatnya normal pula dan iskemia baru terlihat pada stress tes.

ANGINA
Angina tidak stabil
angina yang masih baru dalam 2 bulan, dimana angina cukup berat dan frekuensi cukup sering, lebih dari 3 kali per hari. angina yang makin bertambah berat, sebelumnya angina stabil, lalu serangan angina timbul lebih sering dan lebih berat sakit dadanya, sedangkan faktor presipitasinya makin ringan. serangan angina pada waktu istirahat.

ANGINA
Angina Prinzmetal lebih sering terjadi pada waktu istirahat daripada waktu bekerja disebabkan oleh spasme setempat pada arteri epikardium. Mekanisme penyebab masih belum diketahui jelas.

INFARK
Iskemia yang berlangsung lebih dari 30-45 menit kerusakan sel irreversibel serta nekrosis atau kematian otot. miokardium yang mengalami infark akan berhenti berkontraksi secara permanen. Jaringan yang mengalami infark dikelilingi daerah iskemik yang berpotensi dapat hidup. Bila pinggir daerah ini mengalami nekrosis maka besar daerah infark akan bertambah besar

DIAGNOSA
riwayat klinis Nyeri dada rasa ketat, rasa berat, tekanan Petunjuk nonverbal Nyeri angina berlangsung cepat, kurang dari 5 menit diprovokasi oleh aktivitas fisik, emosi, makanan, ansietas, perubahan temperatur sekitar atau merokok. serangan hilang dengan istirahat, pemberian nitrat sublingual

DIAGNOSA
Sesak napas terjadi pada pasien dengan panyakit koroner berat atau berhubungan dengan disfungsi ventrikel kiri, sebagai akibat dari peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri dan penurunan transien komplians paru.

Pemeriksaan penunjang
Elektrokardiografi Stress test (Uji latihan Jasmani) Echocardiography CT-scan Arteriografi koroner Pemeriksaan penanda biokimiawi serum

Pemeriksaan penanda biokimiawi serum


Penanda Biokimia Cedera Sel Jantung (Peningkatan Kadar Serum) Penanda Kreatinin kinase (CK) Meningkat 4-6 jam Memuncak 18-24 jam Durasi 2-3 hari

Kreatinin kinase-MB
(CK-MB) Cardiac specific Troponin T (cTnT) Cardiac specific Troponin I (cTnI)

4-6 jam
4-6 jam 4-6 jam

18-24 jam
18-24 jam 18-24 jam

2-3 hari
10 hari 10 hari

PENATALAKSANAAN
Medikamentosa Antiplatelet Beta bloker Nitrat Antagonis kalsium ACE inhibitor Statin Obat trombolitik

Revaskularisasi
Coronary angioplasty (Percutaneous transluminal coronary angioplasty-PTCA) Coronary artery bypass graft surgery (CABG) Percutaneous transmyocardial revascularization (PTMR) Transmyocardial laser revascularization (TMLR)

Terima Kasih