Anda di halaman 1dari 14

Bagian ke - 2

Statistik
Statistic adalah Kumpulan keterangan yang disusun atau disajikan dalam daftar atau gambar yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Sembarang nilai yang menjelaskan suatu contoh. Contoh : Statistic industry : data yang tersaji menggambarkan banyaknya produksi dari berbagai jenis barang yang telah dihasilkan. Sebuah industry elektronik dapat memproduksi 1000 pesawat televisi setiap bulannya. Untuk mendeteksi seberapa banyak produksi pesawat televise yang rusak, maka diambillah sampel secara acak sebanyak 100 televisi, dan diteliti satu persatu apakah rusak atau tidak. Berapakah populasi dan sampel dalam penelitian ini ? Jawab ;
Populasi Sampel

Objek penelitian adalah produksi pesawat televisi setiap bulan populasi penelitian adalah 1000 pesawat televisi, sementara yang diteliti satu persatu adalah 100 pesawat televisi, sampel nya adalah 100 televisi. Populasi adalah keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian.

Sampel (contoh) adalah suatu himpunan bagian dari populasi. Contoh acak (sederhana) adalah suatu contoh yang dipilh sedemikian rupa sehingga setiap himpunan bagian yang berukuran n dari populasi tersebut mempunyai peluang terpilih yang sama. Metode statistic adalah prosedur-prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, penyajian, analisis, dan penafsiran data. Metode statistic dikelompokan dalam dua kelompok besar : 1. Statistic deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. 2. Statistic inferensia adalah semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data untuk sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan gugus data induknya. Peran statistic dalam industry 1. Perilaku konsumen Konsumen selalu menginginkan adanya produk hasil industry yang sesuai dengan fungsi dan tahan lama, kemasan yang menarik, dan harganya murah.

2. Sumber alam yang terbatas. Dengan sumber alam yang terbatas manusia berusaha secara efisien memanfaatkan sumebr alam.

3. Kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi akan mendorong untuk menciptakan produk yang mempunyai daya saing yang tinggi dengan harga yang murah.

4. Proses produksi

Proses produksi perlu dikendalikan agar sebab-sebab terduga yang menjadi kendala produksi dapat dideteksi dan diperbaiki sebelum sebab-sebab terduga tersebut menyebabkan kerusakan atau cacat pada produk. Seperti ; bahan baku, operator/pekerja, mesin produksi, dll.

5. Pengemasan Agar produk dapat tersebar diperlukan adanya distribusi dan pemasaran, agar produk dapat diperkenalkan kepada masyrakat luas.

6. Limbah Sebua industry besar pasti mengeluarkan limbah. Limbah tersebut perlu penanganan yang lebih serius agar tidak mengganggu lingkungan.

Penggunaan statistic dalam industry antara lain dalam bidang ; 1. Bahan baku 2. Riset pasar 3. Perilaku konsumen 4. Perancangan produk 5. Perencanaan mutu 6. Manajemen produksi 7. Penerapan pola distribusi 8. Pengukuran produktifitas 9. Perhitungan financial 10. Manajemen limbah 11. Penyimpanan produk 12. Sumber daya manusia, dll.

Metode statistic yang sering digunakan dalam industry, antara lain : 1. Teori sampling 2. Desain eksperimen 3. Permodelan 4. Pengujian hipotesis 5. Interval konfidensi 6. Pengendalian kualitas

7. Simulasi 8. Probalitas 9. Riset operasi 10. Analisis korelasi dan regresi, dll.

Pengumpulan Data
Pengumpulan dan pengolahan data statistic merupakan prosedur dan langkah-langkah eksperimen secara statistic, antara lain langkah-langkahnya ; 1. Perencanaan Eksperimen Pengumpulan data yang efisien dapat dilakukan dengan memahami permasalahan yang menjadi objek eksperimen. Dan pokok permasalahan dapat dirumuskan secara baik melalui perencanaan eksperimen. Dan tanpa perencanaan maka pengumpulan data statistic menjadi tidak terarah. 2. Pengumpulan Data Data yang terkumpul haruslah akurat, mutakhir, komprehensif, dan cocok dengan permasalahan yang akan diteliti. Dan teknik pengumpulan data yang sering digunakan untuk pengumpulan data kuantitatif adalah melalui : wawancara, kuesioner, tes skala objektif, dan observasi tingkah laku.

Grafik Statistik Penyajian data statistic dalam bentuk table atau grafik. Penyajian data dalam bentuk grafik ;

lebih menarik perhatian lebih mengesankan,

secara cepat dapat menyampaikan gambaran visual data dan ukuran yang menjelaskan fiturn tertentu data yang dimaksud penggunaan : o Iklan, dengan tujuan agar konsumen memperoleh kesan yang mendalam terhadap cirri-ciri produk yang diinginkan. o Penyusunan data (data kuantitatif), seperti diagram garis, diagram batang, diagram lingkar Contoh : Hasil produksi mesin (buah) tiap bulan PT. Sukses Makmur dalam satu tahun terakhir : Bulan Prod 1 29 2 25 3 17 4 21 5 14 6 35 7 27 8 16 9 14 10 28 11 16 12 23

Gambarkan data dalam bentuk ; a. Diagram garis b. Diagram batang tegak c. Diagram pencar d. Diagram lingkar e. Digram batang mendatar Jawab ; a. Diagram garis

40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 bulan prod

b. Diagram batang
40 35 30 25 20 15 10 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 bulan prod

c. Diagram pencar (scatter)


40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 2 4 6 8 10 12 14 bulan prod

d. Diagram lingkar

bulan
1 2 3 4 5 6

e. Diagram batang mendatar


12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 10 20 30 40

prod bulan

Distribusi dan Frekuensi


Agar distribusi frekuensi yang dihasilkan cukup baik dalam penyajian, maka penyusunannya harus memperhatikan ; 1. Jumlah kelas Penentuan jumlah kelas dari suatu distribusi tergantung pada cirri-ciri data kasarnya dan tujuan penggunaan data itu sendiri setelah digolongkan ke dalam kelas-kelas tertentu. Sturges memberikan pedoman untuk menentukan jumlah kelas ;

k = 1 + 3,3 log n k = jumlah kelas n = jumlah keseluruhan observasi yang terdapat dalam data.

2. Interlval kelas dan batas kelas Besarnya interval kelas bagi tiap-tiap kelas berhubungan erat dengan penentuan jumlah kelas dan sebaiknya diusahakan agar sama serta dalam bilanganbilangan yang praktis. Besarnya interval kelas dapat diperkirakan dengan rumus ;

i = besarnya interval kelas n = jumlah keseluruhan observasi yang terdapat dalam data. Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain Batas bawah adalah nilai-nilai yang terletak pada sebelah kiri dari masingmasing kelasnya. Batas atas adalah nilai-nilai yang terletak pada sebelah kanan dari masingmasing kelasnya. Dalam menentukan interval dan batas kelas perlu diperhatikan ; Panjang interval harus sama untuk semua kelas Jangan sampai terjadi ada data yang masuk kedalam 2 kelas sekaligus

Semua data harus masuk ke dalam kelas interval yang ada Tidak boleh ada kelas interval yang mempunyai frekuensi nol Usahakan data paling minimum ada di tengah interval kelas yang pertama Dalam penentuan jumlah kelas sebaiknya dilakukan pembulatan.

3. Titik tengah Titik tengah sebagai nilai yang representative untuk semua nilai yang didisribusikan sepanjang interval kelas tertentu. Penentuan titik tengah tiap interval kelas dapat dilakukan dengan jalan mencari nialai rata-rata kedua batas kelas atau kedua tepi kelas. Contoh : PT. Semen Padang unit II memproduksi semen (ton) dalam 100 hari kerja : 83 28 28 43 39 38 36 83 62 60 67 48 100 62 48 62 71 72 63 71 108 27 73 42 71 54 28 96 81 63 112 136 48 73 63 63 123 62 36 58 56 83 103 64 64 78 96 54 48 50 78 82 78 96 38 63 71 43 53 86 39 72 120 102 26 86 39 28 64 61 60 42 96 43 43 39 63 71 43 69 48 39 78 72 33 64 41 36 78 58 71 29 64 118 74 86 53 38 70 64

Susunlah data dalam bentuk distribusi frekuensinya ?

Penyelesaian ; Jumlah kelas

= 1 + log 100 = 1 + 3,3 x 2 = 7,6 dibulatkan menjadi 8 Interval kelas data minimum= 26 dan data maksimum= 136.

dibulatkan = 15 Distribusi frekuensi hasil produksi semen selama 100 hari adalah ; Hasil produksi 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 - 139 Jumlah hari (frekuensi) 8 24 27 20 8 8 4 1

4. Distribusi relative Untuk tujuan tertentu, penyajian data kedalam distribusi frekuensi relative akan lebih mudah dan berguna. Misalnya, kita dapat segera mengetahui persentase setiap frekuansi kelasnya.

Frekuensi relative kelas = FRK dapat diperoleh dengan jalan membagi frekuensi kelas (FK) dengan jumlah keseluruhan frekuensinya (KF) :

Penyelesaian : Hasil produksi 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 139 Jumlah Jumlah hari 8 24 27 20 8 8 4 1 100 Frekuensi relatif 0.08 0.24 0.27 0.2 0.08 0.08 0.04 0.01 1.0

5. Distribusi komulatif Frekuensi komulatif adalah jumlah semua nilai yang lebih kecil daripada batas kelas atas suatu selang kelas. Penggunaan distribusi komulatif seringkali dapat menghilangkan keragu-raguan dalam memasukan angka-angka ke dalam kelas-kelas tertentu. Distribusi frekuensi komulatif dapat berbentuk kurang dari atau lebih dari yang tergantung pada dari sisi mana kita memandang frekuensi komulatif tersebut. Contoh : Dari distribusi frekuensi hasil produksi semen selama 100 hari adalah ;

Hasil produksi semen 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 - 139

Jumlah hari 8 24 27 20 8 8 4 1

Tentukan frekuansi komulatifnya : Penyelesaian : Dengan menggunakan kurang dari

Hasil produksi

Jumlah hari

Kurang dari 20 Kurang dari 35 Kurang dari 50 Kurang dari 65 Kurang dari 80 Kurang dari 95 Kurang dari 110 Kurang dari 125 Kurang dari 140

0 8 32 59 79 87 95 99 100

Dengan menggunakan lebih dari ;

Hasil produksi Lebih dari 20 Lebih dari 35 Lebih dari 50 Lebih dari 65 Lebih dari 80 Lebih dari 95 Lebih dari 110 Lebih dari 125 Lebih dari 140

Jumlah hari 100 92 68 41 21 13 5 1 0

Tugas : 1. Jumlah produksi bahan kimia (ton) oleh PT. Mulia selama 80 hari adalah : 77 74 75 71 60 72 75 93 85 53 71 83 68 63 85 76 75 76 65 79 74 78 59 88 76 62 76 60 69 95 71 62 63 78 85 95 77 62 93 90 72 88 78 75 94 74 60 68 81 57 97 61 75 87 73 82 73 73 67 89 82 75 88 75 67 80 62 78 78 65 79 84 86 65 79 96 66 61 73 68

Tanya : a. Buat distribusi frekuensi, distribusi frekuensi relative dan frekuensi komulatif data ini ?

b. Berapa hari produksi yang memproduksi bahan kimia 75 atau lebih, dan dibawah 85 (ton) ?

2. Data dibawah ini menunjukan hasil rata-rata produksi (dalam buah) telepon genggam (HP) dalam 40 hari : 286 299 480 685 316 697 546 549 300 476 535 400 257 849 800 398 703 143 750 467 508 340 254 695 393 703 478 332 170 357 603 699 322 977 640 462 657 380 400 447

Buatlah grafik dalam bentuk batang, garis, lingkaran, dan pencar ?

Beri Nilai