Anda di halaman 1dari 15

Pengukuran Deskriptif

1. Penjumlahan Dalam statistic kita sangat sering menjumlahkan bilangan yang banyak. Artinya penjumlahan X1 dari i = 1 (batas bawah) sampai ke batas atas n Contoh : Diketahui, X1 = 3, X2 = 5 dan X3 = 7 Tentukan ; a. Penyelesaian : a. = X1 + X2 + X3 = 3 + 5 + 7 = 15 b. c.

b.

2X12 + 2 X22 + 2X32 = 2 . 32 + 2 . 52 + 2 . 72 = 166

c.

= (X2 2) + (X3 3) = (5 2) + (7 3) = 7

2. Rata-rata

Rata-rata merupakan nilai yang cukup representative untuk memberikan gambaran tentang nilai-nilai yang terdapat dalam data yang bersangkutan. Rata-rata hitung ;

Contoh : Produksi semen (ribu ton) PT. Semen Padang selama 6 bulan adalah 5, 6, 5.5, 7, 4, 4,5. Hitung total produksi dan rata-ratanya ?

Penyelesaian ; Total produksi = 5 + 6 + 5,5 + 7 + 4 + 4,5 = 32 ribu ton Rata-rata = 32/6 = 5,33 ribu ton

3. Sifat rata-rata hitung Jumlah simpangan suatu himpunan bilangan dari rata-rata hitungnya adalah nol

Contoh : Tunjukanlah bahwa jumlah simpangan bilangan 10, 5, 12, 3 dan 8 adalah nol. Penyelesaian : Rata-rata hitung adalah Simpangannya adalah ; 10 7,6 = 2,4 5 - 7,6 = - 2,6 12 7,6 = 4,4 3 - 7,6 = - 4,6 8 - 7,6 = 0,4 + = 7,2 7,2 = 0

4. Median Merupakan segugus data yang telah diurutkan dari yang terkecil sampai yang terbesar atau terbesar sampai terkecil adalah pengamatan yang sangat tepat di tengah-tengah, bila banyaknya pengamatan itu ganjil, atau rata-rata kedua pengamatan yang ditengah bila banyaknya genap. Secara teori median membagi seluruh jumlah observasi yang lebih kecil kedalam dua bagian yang sama. Secara geometris median ini membagi luasan yang berada dibawah kurva distribusi frekuensi relative kedalam dua luasan yang sama.

Contoh Berat 5 buah sampel yang diambil secara acak adalah 86, 98, 81, 94, dan 102 kg. Tentukan mediannya ?

Penyelesaian Urutkan berat sampel dari yang kecil ke besar ; 81 86 94 98 102

Mediannya = 94 (ganjil dan tengah)

Contoh Tebal 6 buah buku yang diambil secara acak dari perpustakaan adalah 2,3 ; 3,1 ; 1,9 ; 2,7 ; 2,5 ; dan 2,9 cm

Penyelesaian Urutkan : 1,9 2,3 2,5 2,7 2,9 3,1

Karena jumlah sampel genap, ambil nilai rata-rata 2 sampel ditengah ; Median = 2,6

5. Median data yang dikelompokkan Median dari data yang dikelompokkan dapat dicari dengan menggunakan rumus ; { }

B = tepi kelas bawah dari interval di mana median terletak n = jumlah observasi (frekuensi total) f = frekuensi komulatif yang bersesuaian dengan B (sebelum nilai median) fm = frekuensi komulatif yang bersesuaian dengan tepi kelas atas dari interval di mana median dihitung. i = besarnya interval kelas.

Contoh Distribusi frekuensi hasil produksi semen PT Semen Padang selama 100 hari kerja adalah ; Hasil produksi 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 - 139 Jumlah hari (frekuensi) 8 24 27 20 8 8 4 1 Tepi kelas 19,5 34,5 49,5 64,5 79,5 94,5 109,5 124,5 Frekuensi komulatif 8 32 59 79 87 95 99 100

Tentukan nilai median distribusi frekuensi ?

Penyelesaian Median terletak pada interval produksi : 50 64, maka B = 49,5 f = frekuensi komulatif sebelum nilai median = 32 fm = frekuensi komulatif yang bersesuaian dengan tepi kelas atas dari interval di mana median di hitung = 59 maka, { }

6. Modus Modus adalah nilai yang terjadi dengan frekuensi terbesar, yaitu nilai yang paling banyak. Modus ini kemungkinannya tidak ada dan mungkin juga juga tidak unik. Secara geometris, modus ini merupakan puncak kurva distribusi frekuensi datanya.

Contoh ; Data sebuah perusahaan terhadap karyawannya yang tidak masuk kerja setiap harinya selama 11 hari adalah : 2, 2, 5, 7, 9, 9. 9, 10, 10, 11, 12 Carilah modusnya ? Jawab. Dari frekuensi data yang ditampilkan, maka angka yang paling sering muncul adalah 9 sebanyak 3 kali. Dengan demikian modusnya adalah 9 orang.

7. Modus data yang dikelompokkan. Modus dari data yang dikelompokkan dapat dicari dengan menggunakan rumus : [ ]

Li = tepi kelas bawah dari kelas modal (kelas yang mengandung modus) 1 = kelebihan frekuensi modal terhadap frekuensi kelas yang lebih rendah berikutnya. 2 = kelebihan frekuensi modal terhadap frekuensi kelas yang lebih tinggi Berikutnya i = besarnya interval kelas

contoh ; Dari distribusi frekuensi hasil produksi semen PT. SP selama 100 hari adalah ; Hasil produksi semen 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 - 139 Tentukan modusnya ? Jawab : [ ] Frekuensi 8 24 27 20 8 8 4 1 Tepi kelas 19,5 34.5 49.5 64.5 79.5 94.5 109.5 124.5 Frekuensi komulatif 8 32 59 79 87 95 99 100

8. Pengukuran tentang dispersi. Nilai-nilai observasi serangkaian data stastistik tidak akan seragam tetapi akan bervariasi atau berpencaran. Pengukuran tentang variasi atau disperse serangkaian nilai observasi disebut pengukuran variasi atau pengukuran disperse. Pengukuran disperse yang umum adalah variansi dan simpangan baku atau standart deviasi. 1. Variansi dan standar deviasi Disperse serangkaian nilai observasi akan lebih kecil apabila nilai-nilai terendah berkonsentrasi di sekitar rata-ratanya. Tetapi sebaliknya disperse akan menjadi besar apabila nilai-nilai observasi menybar jauh dari nilai rata-ratanya. Menurut Karl Person Nilai variansi (S2) untuk menghitung data populasi.

Menurut Fisher dan Wilks Nilai variansi digunakan untuk menghitung data sampel dengan menggunakan pembaginya (n 1).

Contoh : Sebuah industry memiliki 6 buah mesin dengan berat (ton) yang berbeda, antara lain beratnya : 6, 8, 7, 9, 5, 7. Tentukan nilai variansi dan deviasi standarnya ? Jawab : a. Nilai rata-rata data :

b. Apabila industry tersebut hanya mempunyai 6 mesin berarti populasi dengan menggunakan Karl Person :

Standar deviasinya adalah akar kuadrat variansinya.

c. Apabila industry tersebut mempunyai banyak mesin dan 6 mesin tersebut sebagai sampel, maka gunakan rumus Fisher dan Wilks.

Standar deviasinya ;

2. Variansi data yang dikelompokan Variansi data yang dikelompokkan dapat dicari dengan menggunakan rumus Dengan :

Xi = titik tengah tiap kelas fi = jumlah frekuensi k = jumlah kelas.

Contoh ; Dari distribusi frekuensi hasil produksi semen (ton) selama 100 hari yang diproduksi oleh PT. SP adalah ; Hasil produksi semen 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 139 Jumlah hari 8 24 27 20 8 8 4 1

Tentukan variansi dan standar deviasinya ?

Jawab ; Hasil produksi semen 20 34 35 49 50 64 65 79 80 94 95 109 110 124 125 - 139 Xi 27 42 57 72 87 102 117 132 (27-63,15)2 =1306,82 447,32 37,82 78,32 568,82 1509,32 2899,82 4740,32 f1 8 24 27 20 8 8 4 1 100 (Xi-X)2 fi 10454,58 10735,74 1021,20 1566,45 4550,58 12074,58 11599,29 4740,32 56742,75

Rata-rata produksi semen = 6315/100 = 63,15 Variansi ; 573,159

Standar deviasinya ;

Tugas : 1. Dibawah ini data distribusi frekuensi tentang produksi (ton) PT. Smesta Produksi (ton) 14 21 22 29 30 37 38 45 46 53 54 61 62 69 Tentukan : a. b. c. d. Rata-rata Median Modus Variansi dan standar devisasi frekuensi 2 10 29 9 14 13 3

2. Data dibawah ini menyajikan umur (tahun) 150 pekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industry garmen 28 32 35 25 37 35 22 29 34 30 30 23 37 54 33 36 28 42 24 52 22 26 29 35 43 24 25 23 35 28 40 30 48 23 32 23 35 38 38 37 29 39 28 49 28 31 42 24 31 37 26 28 22 30 54 53 47 25 25 24 35 33 52 35 35 22 30 33 30 43 20 43 20 40 25 29 52 30 31 30 35 30 46 31 43 22 42 22 26 21 30 24 31 31 27 34 27 30 53 23 41 33 40 30 36 25 24 50 23 46 33 25 25 36 25 37 31 27 26 55 26 40 33 27 31 26 20 30 28 29 28 36 53 19 22 29 37 50 28 26 26 22 23 32 25 37 27 21 36 32

Tentukan : a. b. c. d. e. f. Jumlah kelas dan interval kelas Distribusi relative dan distribusi komulatif Rata-rata Median Modus Variansi dan deviasi standar

Beri Nilai