P. 1
Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Lalu Lintas

|Views: 62|Likes:
Dipublikasikan oleh venessapranata
Forensik
Forensik

More info:

Published by: venessapranata on Jul 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2014

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kecelakaan Lalu Lintas Definisi Kecelakaan adalah serangkaian peristiwa dari kejadian-kejadian yang

tidak terduga

sebelumnya, dan selalu mengakibatkan kerusakan pada benda, luka atau kematian. Kecelakaan lalu lintas dibagi atas a motor-vehicle traffic accident dan non motor-vehicle traffic accident. A motor-vehicle traffic accident adalah setiap kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya. Non motor-vehicle traffic accident, adalah setiap kecelakaan yang terjadi di jalan raya, yang melibatkan pemakai jalan untuk transportasi atau untuk mengadakan perjalanan, dengan kendaraan yang bukan kendaraan bermotor. Berdasarkan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 1993 Bab XI : 1. Pasal 93 Ayat (1): kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau pemakai jalan lainnya yang mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. 2. Pasal 93 ayat (2): korban kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dapat berupa korban mati, koban luka berat dan korban luka ringan. Klasifikasi Prevalensi KLL Angka kecelakaan lalu lintas secara nasional dalam bulan September 2009 masih cukup tinggi. Direktorat Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian RI mencatat sejak 13 sampai 22 September jumlah kecelakaan mencapai 893 kasus. Korban meninggal mencapai 312 jiwa. Sedangkan luka berat 405 orang dan luka ringan 839 orang. Jumlah korban yang tewas masih cukup tinggi dibandingkan data kecelakaan pada Operasi Ketupat Jaya pada 2008. Saat itu jumlah kecelakaan mencapai 1.368 kasus. Korban meninggal 633 jiwa dan luka berat 797 orang serta luka ringan 1.379 orang

kita perlu melakukan refleksi sembari beriktiar untuk mengurangi terjadinya angka kecelakaan lalu lintas. penerangan jalan. dan jenis kelamin. Proporsi kematian akibat kecelakaan lalu lintas dapat dibedakan menurut umur. umumnya kita bisa mengkategorikan dalam 2 faktor utama. jalan leher botol. dan 50 lainnya luka ringan (profil kesehatan 2006).3%.Sementara Data Dinas Kesehatan Jawa Timur. . tipe daerah. yaitu dari faktor pengguna jalan raya (tidak mematuhi peraturan lalu lintas. tidak memakai alat pelindung. Proporsi Penyebab Kematian Akibat KLL pada Kelompok Umur 5-14 Tahun Menurut Tipe Daerah perkotaan pedesaan penyebab lain 13% 10% 77% Sumber data: Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional Tahun 2007. kurangnya konsentrasi. sepanjang tahun 2006. proporsi di daerah pedesaan sebanyak 9. kurangnya rambu-rambu lantas. Dari data tersebut. dll) maupun faktor fasilitas jalan raya (jalan bergelombang dan lubang. dll).4% dari seluruh proporsi kematian akibat berbagai penyebab. Bila merujuk pada faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas terjadi. Proporsi kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada kelompok umur 5-14 tahun menurut tipe daerah di perkotaan adalah 4. di Surabaya tercatat 208 jumlah kejadian kecelakaan dengan korban 116 orang tewas. Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar Nasional (RISKESDAS) pada tahun 2007. 59 luka berat.

proporsi kematian pada kelompok umur 15-44 tahun. Menurut jenis kelamin.0%.4%.7% laki-laki pada tahun 2007 meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. proporsi kecelakaan lalu lintas sebesar 9.Kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada kelompok umur 15-44 tahun di daerah perkotaan menduduki peringkat pertama dengan proporsi 13. sebanyak 16. sedangkan untuk wanita proporsi kematian akibat kecelakaan lalu lintas sebanyak 5. . Proporsi Penyebab Kematian Akibat KLL pada Kelompok Umur 15-44 Tahun Menurut… laki-laki perempuan penyebab lain 17% 78% 5% Sumber data: Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional Tahun 2007. sedangkan di daerah pedesaan. Proporsi Penyebab Kematian Akibat KLL pada Kelompok Umur 15-44 Tahun Menurut Tipe Daerah perkotaan pedesaan penyebab lain 13% 77% 10% Sumber data: Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional Tahun 2007.9%.

Faktor manusia yang berada di belakang kemudi ini memegang peranan penting. penumpang. 5% kondisi jalan. letih) .000 korban menderita berbagai tingkat kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas tersebut. yaitu faktor-faktor pengemudi. Faktor manusia Faktor manusia meliputi pejalan kaki. 10% korban meninggal sebelum tiba di rumah sakit dan lebih dari 100. pemakai jalan. kecelakaan lalu lintas tidak termasuk ke dalam penyebab kematian tertinggi. Untuk kelompok masyarakat yang berdomisili di pedesaan. Faktor pengemudi ditemukan memberikan kontribusi 75-80% terhadap KLL. penumpang sampai pengemudi. Faktor Penyebab Berbagai faktor telibat dalam KLL. 1% kondisi lingkungan. Karakteristik pengemudi berkaitan erat dengan: o Keterampilan mengemudi o Gangguan kesehatan (mabuk. proporsi kecelakaan lalu lintas menurut tipe daerah di perkotaan sebanyak 5. Ditemukan kontribusi masing-masing faktor: manusia/pengemudi 75%. kendaraan. mulai dari manusia sampai sarana jalan yang tersedia. sebanyak 4. Secara garis besar ada lima faktor yang berkaitan dengan peristiwa KLL. Faktor manusia ini menyangkut masalah disiplin berlalu lintas  Faktor pengemudi Faktor tersebut dianggap sebagai salah satu faktor utama yang menentukan KLL. kejadian kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus. a. 5% faktor kendaraan. ngantuk. dan fasilitas jalanan. Menurut jenis kelamin. sedangkan untuk wanita proporsi kematian akibat kecelakaan lalu lintas tidak termasuk ke dalam penyebab kematian yang tinggi.2%. dan faktor lainnya.3% laki-laki pada tahun 2007 meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut. Di Amerika Serikat.Pada masyarakat kelompok umur 45-54 tahun. proporsi kematian pada kelompok umur 45-54 tahun.

becak. Dan sebaliknya. Faktor kendaraan Jalan raya dipenuhi dengan berbagai jenis kendaraan. memancing terjadinya kecelakaan.  Faktor penumpang Misalnya jumlah muatan (baik penumpangnya maupun barangnya) yang berlebih. KLL pLing sering terjadi pada kendaraan sepeda motor. termasuk izin mengemudi. gerobak. mobil terparkir mendapat tabrakan.  Faktor pemakai jalan Pemakai jalan di Indonesia baukan saja terdiri dari kendaraan.   Kebaikan jalan Antara lain dilihat dari ketersediaan rambu-rambu lalu lintas. Tidak jarang terjadi. oplet. b. berupa kendaraan tidak bermotor: sepeda sepeda. Di antara jenis kendaraan. Secara psikologis ada juga kemungkinan penumpang mengganggu pengemudi. maka tidak jarang alasan tilang berhubungan dengan ketidaklengkapan administrasi. bendi/delman dan kendaraan bermotor: sepeda motor. . truk gandengan. roda tiga/bemo. Di kota-kota besar tampak kemacetan terjadi di mana-mana. jalan raya yang mulus memancing pengemudi untuk ‘balap’. sedan. Faktor jalanan Dilihat dari keadaan fisik jalanan. Selain itu. Hal ini membuat semakin semrawutnya keadaan di jalanan. dan semacamnya. Jalan umum juga dipakai sebagai sarana parkir. rambu-rambu jalanan. peminta-minta. jalan raya dapat menjadi tempat numpang pedagang kaki lima. juga memancing kecelakaan. Jika ada ‘tilang’. bus. c. Sarana jalanan o Panjang jalan yang tersedia dengan jumlah kendaraan yang ada di jalan tersebut.o Surat Izin Mengemudi (SIM): tidak semua pengemudi punya SIM. Di sana ada pejalan kaki atau pengendara sepeda.

d. Faktor lingkungan ( cuaca. hujan. . jalan licin akan membawa risiko kecelakaan lalu lintas lintas. Mengantuk pada waktu mengemudi. e. Luas: lorong. 2. Status: jalan desa. Faktor lainnya Secara khusus faktor-faktor pengemudi yang pernah diteliti (antara lain oleh Boediharto dan kawan-kawan) adalah:       Perilaku mengemudi: ngebut. jalan tol. Kecakapan mengemudi: pengemudi baru/belum berpengalaman melalui jalanan/rute. geografi ) Dapat diduga dengan adanya kabut. Umur pengemudi 55 tahun atau lebih. struktur: datar/ mendaki/ menurun. Keadaan jalan yang berkaitan dengan kemungkinan KLL berupa 1. lurus/ berkelok-kelok.o Keadaan fisik jalanan: pengerjaan jalanan atau jalan yang kondisi fisiknya kurang memadai. kondisi: baik/ berlubang-lubang. jalan provinsi/negara. Mabuk pada waktu mengemudi. misalnya lubang-lubang dapat menjadi pemicu terjadi kecelakaan. Umur pengemudi 20 tahun atau kurang. 4. 3. tidak disiplin/melanggar rambu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->