Anda di halaman 1dari 18

P O T R E T P E R TA N I A N S A L A K D I S L E M A N sebuah hasil pengamatan lapangan di desa Trumpon

Mata Kuliah Agribisnis Dr.Tomy Perdana,SP .,MM. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2012

2013
penyusun: mugi bentang faatihah aditya galih utama maya nordian

Sleman merupakan salah satu sentra kawasan penghasil komoditas salak di Indonesia. yang pusat produksinya berada di Kecamatan Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman no. 110/SK.KDH/A/2004, Kecamatan Turi telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan Agropolitan Kabupaten Sleman.

23

kelompok petani salak di Sleman

313

hektar luas kebun pertanian salak

537.388

rumpun salak di Kabupaten Sleman

Potret Pertanian Salak di Sleman | 3

tentang tanam salak sleman


Penetapan pusat pengembangan kawasan Agropolitan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang (infrastruktur).

eluang diversifikasi vertikal untuk pengembangan aneka olahan salak mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di daerahdaerah Sleman, seperti dusun Gadung Turi, Kampoeng Sejarah di dusun Kelor Turi, dan Pratista Desa Wisata Kembangarum Turi. Pembinaan ketrampilan pengolahan salak dapat dijadikan bekal bagi perempuan petani salak untuk mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal (local genius) dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.Selama ini pada masyarakat Jawa, seorang perempuan dianggap sebagai konco wingking yang hanya mengelola urusan domestik saja. Padahal jika diamati maka peran perempuan dalam keluarga sangat besar termasuk peran sebagai pelaku ekonomi. Perempuan petani yang terlihat hanya sebagai istri yang membantu suami mengelola pertanian memiliki waktu luang yang cukup dapat diberdayakan sebagai pelaku ekonomi, yaitu dengan

mengajarkan ketrampilan usaha yang tidak jauh dari pertanian suami dan lingkungan sekitar yang dampaknya dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan lapangan kerja bagi diri dan masyarakatnya.Oleh karena itu pembinaan ini merupakan bentuk pendidikan kecakapan hidup vokasi untuk membina wirausaha yang berorientasi pedesaan pada perem-

mandiri, mempunyai naluri wirausaha secara individu dan memiliki semangat wirausaha secara kelompok melalui program kecakapan hidup vokasi berbasis wirausaha pedesaan.Apalagi perempuan petani di tempat ini tergolong perempuan yang tekun dan memiliki motivasi untuk maju.Diharapkan perempuan petani salak mampu berperan sebagai manusia yang mandiri, kreatif

peluang diversifikasi vertikal untuk pengembangan aneka olahan salak mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di daerah-daerah Sleman,
puan petani dalam mengelola potensi diri dan lingkungannya. perlu dilakukan langkah nyata untuk memberi bekal dan motivasi kepada perempuan petani salak agar berjiwa dan inovatif, serta mampu bertindak sebagai pencipta lapangan kerja yang bermanfaat bagi diri dan keluarga serta masyarakat di sekitarnya.

4 | Potret Pertanian Salak di Sleman

Tentang Tanaman Salak


Botani dan Morfologi alak pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss.) termasuk famili palmae, berduri dan bertunas banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat. Tinggi tanaman mencapai 1.5-5 m, batang pokoknya berbentuk stolon di dalam tanah, berbentuk silindris dengan diameter 10-15 cm (Verheij dan Coronel, 1997).

Bentuk daun menyirip, panjangnya mencapai 3-7 m. Pelepah, tangkai dan anak daun berduri banyak, bentuknya panjang, tipis, berwarna kelabu sampai kehitaman, anak daunnya berukuran (20-70) cm x (2-7.5) cm (Verheij dan Coronel, 1997). Varietas salak pondoh di Sleman yaitu salak pondoh hitam, salak pondoh merah, salak pondoh kuning, dan salak pondoh super. Syarat Tumbuh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman (1997) mengemukakan bahwa tanaman salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan ratarata

mencapai 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dalam bulan basah. Menurut Verheij dan Coronel (1997) tipe tanah di sentra produksi antara lain podzolik dan regosol. Tanaman salak dapat tumbuh secara optimal pada suhu 20-30C.Tanaman salak tidak menyukai sinar matahari secara langsung, tetapi hanya membutuhkan sinar matahari 50-70%, sehingga tanaman salak memerlukan pohon penaung.Tanaman salak yang tumbuh tanpa naungan daunnya akan terbakar, pertumbuhannya sangat lambat.

Akar tanaman merupakan akar serabut, berbentuk silindris dengan diameter 6-8 mm. Daerah penyebarannya tidak luas, dangkal dan peka terhadap kekurangan air (Purnomo, 2001).

Potret Pertanian Salak di Sleman | 5

Pola usahatani salak pondoh bertujuan untuk menghasilkan buah sekaligus bibit.
Persiapan Lahan
Merupakan kegiatan pra-penanaman
Pengolahan lahan dilakukan oleh petani 3-4 minggu sebelum penanaman, dengan menggunakan cara tradisional. Lahan yang telah diolah kemudian dibuat lubang tanam bedengan dengan ukuran panjang x lebar x tinggi = 50 cm x 50 cm x 50 cm dan jarak tanam yang umumnya dipakai yaitu 2 m x 1.75 m atau 2 m x 2 m, kemudian diberikan pupuk kandang4-5 kg per lubang tanam dan dibiarkan selama 2 minggu.

Pembibitan dan Penanaman

Pembibitan salak umumnya dilakukan dengan cara cangkok.


Perbanyakan salak pondoh dilakukan secara sistem cangkok. Penanaman dilakukan setelah lubang tanam siap.Bibit salak umumnya ditanam pada awal musim hujan, yaitu antara bulan Oktober-Desember karena salak pondoh memerlukan banyak air pada fase awal pertumbuhan. Bibit yang baru ditanam diberi naungan dengan pelepah salak yang yang tua pada dua sisi agar tidak terkena cahaya matahari secara berlebihan.

Pembuahan dan Pemeliharaan Buah


Satu pohon salak memiliki satu jenis kelamin
Penyerbukan dilakukan dengan cara memotong bunga jantan yang telah dewasa lalu serbuk sari dioleskan di atas bunga betina yang telah dewasa. Satu tongkol bunga jantan dapat dipakai untuk menyerbuki 10-11 tongkol bunga betina. Dilakukan penjarangan buah sebagai upaya pemeliharaan, seperti: Penjarangan; dilakukan pada saat dua bulan setelah peyerbukan dengan cara memilih buah yang abnormal; buah yang dipilih untuk dijarangkan ditusuk, kemudian tarik dengankawat tajam atau tusuk sate.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman


Pengendalian hama dengan cara organik
Tindakan pengendalian hama dan penyakit tanaman meliputi pengamatan terhadap gejala yang ditunjukkan pada tanaman, waktu pemberantasan, dan metode pemberantasan. Dalam hal pengamatan terhadap hama atau penyakit tanaman, para petani biasanya mengelilingi dan mengamati tanamannya satu minggu 2-3 kali. Kegiatan ini dilakukan agar serangan hama maupun penyakit dapat segera terdeteksi dengan cepat sehingga jumlah kerusakan dalam jumlah yang besar dapat dikurangi.

6 | Potret Pertanian Salak di Sleman

Panen salak dapat diatur sepanjang tahun,

panen salak
Buah salak termasuk buah non klimakterik sehingga hanya dapat dipanen jika benar-benar telah matang di pohon. Umur buah salak dari saat penyerbukan sampai buah siap panen adalah 24-25 minggu.
Ciri-ciri buah salak pondoh yangsiap panen yaitu permukaan kulit bersih mengkilap, susunan sisiknya tampak lebih renggang, bila dipegang terasa lunak dan kulitnya tidak kasar, duri-duri kecildi permukaan kulit buah sudah tidak terlihat, dan mengeluarkan aroma salak. Sebagian besar petani responden mengetahui kriteria panen buah salak pondohdari tandan, penampilan buah, dan aroma buah.

Peralatan dan Cara Panen


Peralatan yang digunakan untuk memanen salak pondoh yaitu pisau, sabit, dan pahat yang tajam. Pemanenan

Our 2011 performance was significantly better than industry averages in most categories
dilakukan dengan cara memotong tandan buahdengan pisau atau sabit apabila buah dalam tandan matang keseluruhan. Jika buah matang hanya sebagian maka panen dilakukan dengan caramemuntir buah yang yang telah matang. Petani salak pondoh menggunakankeranjang bambu untuk menampung buah setelah panen.

Musim Panen
Tanaman salak pondoh memiliki kemampuan berbunga sepanjang tahun apabila pemeliharaan dilakukan secara intensif.Musim panen raya terjadi pada musim hujan yaitu bulan November-Januari, masa panen kecil terjadi pada bulan Februari-April dan musim panen sedang terjadi pada bulan Mei-Juli. Pada bulanAgustus-Oktober buah yang ada di kebun sangat sedikit bahkan tidak ada.

Potret Pertanian Salak di Sleman | 7

Panen dilakukan pada pagi hari (pukul 08.00-10.00) saat buah sudah tidak berembun. Jika panen dilakukan terlalu pagi dan buah masih berembun makabuah akan mudah kotor dan bila luka sangat rentan terserang penyakit. Bila panendilakukan pada siang hari, buah akan mengalami penguapan sehingga susut lebih banyak.

produktivitas salak pondoh per satuan luasdi lima kecamatan contoh berkisar 2.0-2.2 kg/m2. Kondisi ini dipengaruhi olehluas lahan yang dimiliki oleh petani responden tidak berbeda jauh antara petanisatu dengan yang lainnya. Selain itu tingkat pemeliharaan terhadap kebun salakoleh petani di masingmasing kecamatan contoh relatif sama sehingga produksi buah per satuan luas juga relatif sama. Faktor yang membedakan terletak pada kerajinan petani dalam melakukan penyerbukan buatan dan kegiatan pemangkasan yang rutin.Rata-rata petaniresponden di Kecamatan Turi dan Pakem segera melaksanakan penyerbukanbuatan bila bunga betina dan bunga jantan telah mekar karena daya tahan bungahanya 3 hari. Apabila tidak tersedia bunga jantan di kebun milik pribadi makamereka membeli

atas abu vulkanik yang merambah di daerah tersebut pada 2010 silam. Hal tersebut membuahkan hasil berupa pemupukkan alami bagi tanaman salak, sehingga dewasa ini para petani tidak melakukan pemupukkan kembali.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pelepah daun yang baru, membersihkan areal tanah agar peredaran udara lebih baik, dan merangsang pembungaan yang lebih teratur. Metode pemangkasan yaitu dengan cara memotong pelepah daun menggunakan gergaji kurang lebih 5 cm dari batang pohon. Berdasarkan hasil pengamatan di lapang sebanyak 75% petani tidak melakukan pemangkasan secara rutin. Keadaan ini menyebabkan kondisi kebun menjadi lembab. Pada rumpun salak yang tidak dipangkas akan menghambat mekarnya bunga.

Produktivitas
Frekuensi panen dipengaruhi oleh jumlah buah yang ada.Pada periode panen raya, tanaman salak dapat dipanen sebanyak 3-4 kali dalam sebulan. Sentra produksi tanaman ini berada di kecamtan Tempel, Turi dan Pakem Kondisi salak pondoh saat ini tergambarkan sbb: Produktivitas salak di lokasi penelitian dipengaruhi oleh keberhasilan dalam

Pengairan
Air yang digunakan untuk pengairan pada saat musim kemarau berasal dari saluran irigasi yang ada. Pada saat musim kemarau, kebun salak

penyerbukan, kondisi tanaman, dan tingkat kerajinan petani dalammelakukan penyerbukan buatan. Penyerbukan tidak berhasil apabila tandan bungabusuk sebelum menjadi buah. Tandan bunga yang busuk dipengaruhi olehkelembaban di sekitar tanaman. Kelembaban berkaitan dengan banyaknya curahhujan dan pemangkasan.Tanaman salak yang tidak dipangkas, khususnya padasaat musim hujan menyebabkan terjadinya busuk bunga. Tandan bunga yang matidapat juga disebabkan tidak terjadinya pembuahan. Kemungkinan tersebutdikarenakan tidak seiringnya periode mekar bunga jantan dan periode mekarbunga betina serta tingkat kerajinan petani dalam melakukan penyerbukan. Berdasarkan hasil pengamatan,

seludang bunga jantan dari kebun petani lain ataupun membeliserbuk sari awetan di toko pertanian.

Sekilas Tentang Hulu Gizi untuk Salak Kibasan Letusan Gunung Merapi
Tanaman salak pondoh yang berada di dataran Sleman rupanya telah menerima kibasan akibat letusan

Pupuk Alami
yang letaknya berdekatan dengan sistem irigasi, pengairan dilakukan dengan cara mengalirkan air melalui parit-parit yang telah dipersiapkan sampai tanah menjadi basah. Sementara kebun yang tidak memiliki sistem irigasi, air diperoleh melalui sumber lain seperti sumur, pengairan dilakukan dengan mengalirkan melalui selang. Irigasi dilakukan pada pagi atau sore hari. Pengairan dilakukan secara bergiliran pada masing-masing petani salak pondoh

Abu Vulkanik Merapi


Gunung Merapi silam. Kibasan tersebut rupanya menimbulkan dampak positif

8 | Potret Pertanian Salak di Sleman

kegiatan pasca panen


Buah salak yang telah dipanen perlu penanganan yang baik untuk menghindari terjadinya kerusakan, sehingga kualitasnya tetap terjaga sampai kekonsumen serta tidak mengurangi pendapatan petani.

enanganan pasca panenmeliputi pembersihan, sortasi, pengkelasan,

pengemasan, penyimpanan,pengolahan, dan pengangkutan


Pembersihan Buah yang telah dipanen dibersihkan dari serasah dan sisa-sisa seludang yang masih melekat atau tangkai tandan yang terlalu panjang, serta dari sisa-sisaduri.Pembersihan dilakukan menggunakan sikat atau kuas dengan gerakan searahsusunan sisik. Berdasarkan Tabel 10, seluruh petani di Kecamatan Turi, Tempel,Pakem, Cangkringan, dan Sleman melakukan kegiatan pembersihan setelahpanen. Kegiatan pembersihan ulang secara random di lakukan di tingkat pedagangpengumpul di Pasar Turi, Pasar Balerante, Pasar Tempel, dan pedagang pengecer.Kegiatan pembersihan seperti ini juga dilakukan oleh PD Agro Tama yangmengirim produknya menuju supermarket.Buah salak harus benar-benar bersih..

Sortasi Petani di Kecamatan Turi, Tempel, Pakem, Cangkringan, dan Sleman belum seluruhnya melakukan kegiatan sortasi. Hal ini karena jumlah petani lebihbanyak dibandingkan jumlah pedagang sehingga posisi tawar petani rendah.Padaumumnya petani menerima harga yang ditetapkan oleh pedagang.Selain itu hargajual salak yang sudah disortir dan yang belum tidak terlalu berbeda jauh, sehinggapetani tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk penyortiran. Pedagang pengumpul di Pasar Balerante, Pasar Tempel, Pasar Turi, dan pedagang pemasok yang hendak mengirim buah salak ke luar kota maupunmenuju supermarket melakukan tindakan sortasi setelah membeli buah daripetani. Sortasi dilakukan cukup ketat untuk menghindari tercampurnya kualitasbuah.Sortasi bertujuan untuk menghindarkan kerusakan akibat kontak atausentuhan antara buah yang sehat dengan buah yang berpenyakit atau busuk, sertauntuk memisahkan antara buah yang harus dipertahankan dalam satu tandan buahdan yang perlu dilepas dari tandan. Pedagang pengecer yang membeli salak pondoh

Potret Pertanian Salak di Sleman | 9

dari petani atau pedagang pengumpul melakukan kegiatan sortasi lagi. Hal ini dilakukan untuk mengurangijumlah buah yang rusak karena produk telah mengalami proses penyimpanan danpengangkutan oleh pelaku pemasaran sebelumnya. Kegiatan sortasi di supermarket Mirota Kampus dilakukan pada saat penerimaan barang dari PD Agro Tama dan produk yang ada dalam display. Buahyang dipesan langsung diterima oleh 2 orang petugas Quality Control (QC)supermarket Mirota Kampus.Sortasi dilakukan untuk melihat penampilan fisik(warna dan bentuk yang seragam, buah tidak tergores, pecah, dan busuk) sertauntuk memisahkan buah salak yang terlalu matang. Jika produk tidak sesuaistandar permintaan dari supermarket Mirota Kampus maka produk akandikembalikan. Produk yang ada dalam display dilakukan sortasi setiap hari.Produk yang mulai mengalami kerusakan (busuk dan memar) karena telahmelewati toleransi umur simpan segera dibuang agar tidak mempengaruhi buahyang masih bagus.Pengawasan mutu dilakukan setiap hari, diprioritaskan pada buah yang melewati umur simpan dan dilakukan secara random. Kegiatan sortasi oleh masing-masing pelaku pemasaran dilakukan secara visual berdasarkan ukuran dan penampakan buah.Kendala yang dialami pedagangdalam melakukan sortasi adalah belum adanya alat sortasi yang baik dan praktis. Hal ini menyebabkan dalam pelaksanaannya hasil sortasi yang didapat kurangbagus yaitu, masih sering tercampurnya antara buah yang baik dengan buah yangkualitasnya rendah, pemilihan buah yang kurang teliti sehingga buah yangseharusnya dibuang seperti buah yang luka dan masih muda ikut terbawa.

Sebelum dilempar ke supermarket, buah salak harus benar-benar bersih

10 | Potret Pertanian Salak di Sleman

grading and packaging


Pengkelasan dilakukan oleh pihak supermarket yaitu memilih buah yangseragam dalam ukuran (10-12 butir setiap kg), warna kulit coklat kekuningan, danbentuk yang seragam yaitu bulat memanjang.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, diketahui bahwa secara umum standar pengkelasan di setiap pelaku pemasaran berdasarkan kesepakatan antarpelaku pemasaran.Sehingga tidak ada jaminan keseragaman kualitas bagikonsumen. dari lokasi panen menuju tempat penyimpanan atau rumah pedagangpengumpul. Sebagian besar petani yang menjadi responden tidak melakukanpengemasan konsumen karena petani tidak berhubungan langsung dengankonsumen.Namun, adapula konsumen yang langsung membeli dari petani. Mereka adalah konsumen yang membutuhkan buah dalam jumlah banyak untuk suatu hajatan, ataupun wisatawan domestik yang memetik sendiri di kebun petani, kemasan konsumen dari petani berupa kantung plastik.

Pengemasan Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah salak dari kerusakan, mempermudah dalam penyusunan, baik dalam pengangkutan maupun dalamgudang penyimpanan, dan untuk mempermudah perhitungan Kegiatanpengemasan dilakukan oleh seluruh pelaku pemasaran.Jenis kemasan ada duajenis Pengkelasan dilakukan atas yaitu kemasan transportasi dan kemasan konsumen.Kemasan transportasiyaitu tuntutan konsumen. Pengkelasan kemasan dengan kapasitas besar yang digunakan oleh pedagang selamamenuju didasari atas kualitas salak. tempat penjualan.Kemasan konsumen yaitu kemasan dengan kapasitaskecil untuk pemilihan, pengemasan, dan penimbangan produk yang dibeli olehkonsumen. Pedagang pengumpul juga menggunakan keranjang bambu untuk mengangkut salak pondoh menuju Pasar Petani di Kecamatan Turi, Tempel, Pakem, Sleman, dan Balerante dan Pasar Turi. Para pedagangyang menjadi Cangkringan menggunakan keranjang bambu yang responden menggunakan bantalan dari jerami, daun pisang berkapasitas 25-40 kg untuk mengangkut buah dari keringatau kertas pada dasar kemasan agar buah tidak

Potret Pertanian Salak di Sleman | 11

pada tandan diletakkan di tengah dan disekelilingnya diletakkan butiran salak yang sudah lepas dari tandan. Kendala yang sering dijumpai dalam pengemasan yaitu sering terjadi pencampuran buahyang berbeda tingkat kematangannya maupun kualitasnya. Buah yang matangapabila dicampur dengan buah yang tidak terlalu matang akan mempercepatproses pematangan, karena buah yang matang menghasilkan etilen. Pengemasandi tingkat pedagang seringkali melebihi kapasitas, isi kemasan yang terlalu penuhmangakibatkan bertambahnya tekanan pada buah. Petani di Kecamatan Turi, Tempel, Pakem, Sleman dan Cangkringan tidak melakukan kegiatan penyimpanan karena buah langsung dijual kepadapedagang yang telah menjadi pelanggan mereka. Kegiatan penyimpanandilakukan oleh pedagang pengumpul, pedagang pemasok, dan pedagang pengecer.Produk yang telah dikemas di dalam karung atau keranjang kemudian disimpandalam gudang penyimpanan atau disimpan di dalam rumah karena menunggupembeli selama 1-2 hari. Penyimpanan yang dilakukan para pedaganghanya bersifat sementara dan dilakukan di lapangan.Petani dan pedagang belummelakukan kegiatan penyimpanan yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan buah salak sebelum dipasarkan.

saling bergesekan/berbenturansatu sama lain pada saat pengangkutan Kemasan yang digunakan oleh PD Agro Tama menuju Mirota Kampus supermarket yaitu keranjang anyaman

Grading kualitas salak


bambu (besek) yang berkapasitas 20-25 kg.Pedagang pengecer menggunakan karung untuk kemasan transportasi. Pengemasan konsumen dilakukan di Mirota Kampus Supermarket berupa kantungplastik transparan putih dan pedagang pengecer berupa kantung plastik kecildengan kapasitas 1-4 kg.Kemasan konsumen tidak memberikan nilai tambahdalam penjualan.

Pengemasan dengan keranjang bambu memiliki kelemahan yaitu anyaman bambu mudah lepas sehingga tidak cukup untuk melindungi buah, mudah berubahbentuk karena konstruksinya lemah, banyak buah memar akibat benturan sesame buah dan daya simpan buah rendah.Kelebihan dengan keranjang bambu yaituharganya murah sekitar Rp 1 500-Rp 2 500 per keranjang dan mudah diperoleh. Jenis kemasan ini yang paling banyak digunakan oleh responden. Pengemasan dengan kotak kayu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keranjang bambu karena konstruksi kayu yang lebih kuat. Pada saat pengangkutan kemasan dapat diatur secara bertumpuk dengan baiknamun biaya pengemasan lebih mahal. Jenis kemasan ini umumnya digunakanoleh pedagang pemasok yang akan menjual salak pondoh keluar provinsi DIY. Teknik pengemasan salak pondoh yang dilakukan oleh pedagang pengumpul yaitu, buah salak yang masih utuh

12 | Potret Pertanian Salak di Sleman

Salak kerap kali mengalami kerusakan saat proses pengangkutan di hilir

Potret Pertanian Salak di Sleman | 13

Pengangkutan
Petani memikul sendiri buah yang sudah dipanen dan dikemas dalam keranjang bambu menuju gudang penyimpanan atau menuju tempat tinggal mereka

alak pondoh yang hendak dijual ke pedagang pengumpul atau pasar tradisional diangkut menggunakan sepeda

motor apabila jumlahnya mencapai 150 kg. Jikajumlah yang dipasarkan lebih dari 150 kg, para responden menyewa angkutanumum atau menggunakan mobil pick-up dan biaya transportasi ditanggung oleh petani. Pengangkutan buah untuk tujuan luar kota dilakukan pada pagi

Dibawah angka 150 kg, pengangkutan salak pondoh menggunakan sepeda motor
hari (pukul 03.0006.00) untuk menghindari panas matahari karena selama pengangkutan menggunakan mobil pick-up produk hanya ditutup dengan terpal. Sinar mataharidapat menyebabkan kulit buah salak segar cepat mengering sehingga kulitlengket pada daging buah dan sukar dikupas serta masa simpan pendek. Pengangkutan pada sore atau malam hari menggunakan truk dilakukan apabilakondisi cuaca cerah dan menuju kotakota besar seperti Jakarta, Malang,Surabaya, dan Bali.

14 | Potret Pertanian Salak di Sleman

Pemasaran salak sleman


U
sahatani salak pondoh di Sleman mempunyai rantai

Lokasi Pemasaran

pemasaran yang mudah karena lembaga pemasaran terkait telah ada sebelum salak pondoh dibudidayakan petani; sejak petani menanam salak jawa, sehingga semua hasil terjual.

Lokasi pemasaran yang dijadikan pusat transaksi jual beli salak pondoh di lokasi penelitian berada di tiga pasar tradisional yaitu Pasar Balerante di Kecamatan Turi, Pasar Turi di Kecamatan Turi, dan Pasar Tempel di Kecamatan Tempel. Dari ketiga pasar tersebut tidak ada perbedaan fungsi yang tegas tetapi ada kecenderungan bahwa Pasar Balerante dan Pasar Turi merupakan tempat untuk mengumpulkan salak pondoh dari petani dan pedagang

pengumpul dan sebagai tempat pengiriman salak pondoh di wilayah DIY dan Jawa Tengah, sedangkan Pasar Tempel sebagai pasar tempat untuk mengumpulkan salak pondoh dari pedagang pemasok dan sebagai tempat pengiriman salak pondoh ke luar DIY (Jakarta, Surabaya, Malang, dan Bali). Pemasaran menuju supermarket terbatas karena menurut informasi pihak masing-masing supermarket yang menjadi responden permintaan dari konsumen rendah.Hal ini karena kesukaan konsumen terhadap buahbuahan impor dibandingkan buah lokal khususnya salak pondoh. Selain itu harga salak pondoh yang jauh lebih mahal di supermarket menyebabkan konsumen lebih suka membeli salak pondoh di pasar atau di toko-toko buah.

Lembaga Pemasaran
a. Petani Karateristik petani responden ditunjukkan pada Tabel 13. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa petani responden masih dalam fase usia produktif. Keadaan ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih dalam kondisi fisik yang mendukung usaha tani salak pondoh, karena dalam pengolahan tanah, pemeliharaan dan pemanenan memerlukan fisik yang kuat. b. Pedagang pengumpul Pedagang pengumpul melakukan pembelian secara langsung kepada petani.Transaksi biasanya langsung dilakukan di rumah petani.Sebagian besar responden berfungsi sebagai perantara karena menjual kembali buah salak tersebut kepada pedagang

Potret Pertanian Salak di Sleman | 15

pemasok.Pedagang pengumpul tidak mengeluarkan biaya karena semuanya ditanggung pedagang pemasok. Proses pembayaran dilakukan secara tunai atau kredit dengan jangka waktu 1-4 hari, tergantungkepercayaan dan kondisi keuangan pedagang.

sinya barang dagangan oleh pembeli. Pedagang pemasok menjual barang dagangannya ke supermarket di wilayah Provinsi DIY, pedagang pengecer di wilayah sleman dan Provinsi DIY, menjual produk ke luar Provinsi DIY seperti Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Semarang, Kudus, dan Demak.

dan kondisi keuangan pedagang pengecer.Waktu pelunasan yaitu 4-5 hari setelah kegiatan transaksi.

Saluran Pemasaran
Pengamatan pelaku pemasaran salak pondoh pada penelitian ini diawali dari petani sebagai produsen kemudian pada setiap pelaku pemasaran yang terlibat sesuai dengan pola pemasaran. Salak pondoh selain dipasarkan di wilayah Kabupaten Sleman dan Yogyakarta, produk juga dipasarkan ke Solo, Semarang, Banjarnegara, Porwokerto, Surabaya, Jakarta, dan Bali. Kriteria pemilihan pola pemasaran dari petani berdasarkan: a. Kemampuan petani menghasilkan salak b. Musim panen salak c. Harga jual salak d. Transportasi e. Kemampuan finansial petani dijabarkan di halaman selanjutnya.

Petani c. Pedagang pemasok di lapangan Pedagang d. Pedagang pengecer cenderung p e m a s o k Pedagang pengecer membeli mengandalkan membeli salak buah salak pondoh dari petani, pondoh langsung pedagang pengumpul pedagang pengumpul dan kala panen raya dari petani pedagang pemasok.Pedagang atau pedagang pengecer yang membeli buah pengumpul.Pembedari petani langsung menjual lian dilakukan di rumah barang dagangannya di sepanjang petani, rumah pedagang pemasok, jalan utama KabupatenSleman, di atau di pasar kecamatan.Pedagang daerah obyek-obyek wisata, disepanjang pemasok menanggung resiko penyu- jalan di Malioboro, Pasar Bringharjo, sutan maupun kerusakan barang saat dan menjual sendiri di toko buah milik penyortiran maupun selama perjalanan. pribadi.Pembayaran dilakukan secara Selain itu, resiko yang ditangung oleh tunai maupun kredit.Sistem pembayaran pedagang pemasok yaitu tidak diluna- tergantung pada rasa kepercayaan,

16 | Potret Pertanian Salak di Sleman

POLA IV POLA I POLA II


praktis, karena pedagang pengumpul dapat membeli langsung di lokasi pemanenan. Meskipun harga lebih rendah jika dibandingkan menjual ke pasar tetapi petani tidak direpotkan lagi dengan masalah pengangkutan. Selain itu tidak perlu mencari pembeli salak serta petani tidak menanggung resiko jika salak tidak terjual setelah pemanenan, karena salak yang tidak langsung terjual beratnya akan menyusut dan resiko buah menjadi busuk juga tinggi. Tiga alasan ini yang umumnya menyebabkan petani memilih menjual hasil panennya kepada pedagang pengumpul. mahal karena adanya tambahan biaya pemasaran. Sedangkan kualitas buah yang baik ditunjukkan dengan ukuran buah yang besar, rasanya manis, dan segar. Buah yang berkualitas baik akan semakin tinggi harga jualnya.

ola pemasaran yang diamati hanya pola I, POLA III


yang memberikan harga jual yang lebih tinggi. Pada musim panen raya petani lebih memilih langsung menjual ke pedagang pemasok dan pedagang pengumpul karena harga salak yang rendah(pola I dan pola IV).Sedangkan pada musim panen gadu (panen kecil dan sedang) petani memilih langsung menjual ke pedagang pengecer dan langsung ke konsumen (pola II). Petani salak Pondoh di lima kecamatan (Turi, Tempel, Pakem, Sleman dan Cangkringan) umumnya menjual salak ke pedagang pengumpul desa karena adanya rasa keterikatan dan kekerabatan yang kuat antar petani dan pedagang pengumpul, selain itu lebih

pola II, dan pola III karena penelusuran distribusi salak antar provinsi tidak dilakukan selama penelitian.
Petani yang menghasilkan buah salak sedikit karena luas lahan yang sempit akanmenjual buah salak ke pedagang pengumpul desa. Keuntungannya yaitu petani tidak perlu menanggung biaya transportasi menuju tempat pemasaran, meskipun harga di tingkat pedagang pengumpul lebih rendah dari pedagang pengecer (polaI). Apabila petani mampu menghasilkan buah salak dalam jumlah yang besar maka akan memilih langsung menjual ke pedagang pemasok atau pedagang pengecer (pola II dan pola IV), tergantung mana

Potret Pertanian Salak di Sleman | 17

Harga salak pondoh yang fluktuatif dipengaruhi oleh tingkat produksi dan kualitas buah. Harga salak pondoh bervariasi pada masing-masing pelaku pemasaran. Harga di tingkat petani paling murah sebab jumlah petani lebih banyak dibanding jumlah pedagang sehingga harga pada umumnya ditetapkan oleh pedagang. Harga di tingkat pedagang lebih mahal karena adanya tambahan biaya pemasaran. Sedangkan kualitas buah yang baik ditunjukkan dengan ukuran buah yang besar, rasanya manis, dan segar. Buah yang berkualitas baik akan semakin tinggi harga jualnya.

Petani dapat menentukan harga jual yang tinggi pada musim panen ke c i l

jumlahnya.Pada musim panen raya posisi petani lemah sehingga harga ditentukan pedagang.Perbedaan posisi petani merupakan suatu masalah yang dihadapi setiap tahunnya. Masalah yang dihadapi oleh pedagang pengumpul yaitu tersendatnya pembayaran dari pedagang pengecer yang tidak membayar secara tunai. Fluktuasi volume dan besarnya penyusutan adalah masalah yang harus dihadapi oleh pedagang pengecer. Pada saat panen raya perlu adanya perluasan pangsa pasar sehingga semua produk dapat terjual, sedangkan pada saat musim panen susulan atau pada saat musim panen kecil perlu adanya prioritas pasar.

harga
karena semua pedagang mencari buah salak pondoh yang saat itu sangat sedikit

Disusun oleh Mugi Bentang, Aditya Galih Utama. Maya Nordian Angkatan 2012 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 http://www.unpad.ac.id/ (022) 7796316