Anda di halaman 1dari 123

PENGARUH METODE LATIHAN BENTUK BERMAIN DAN BENTUK LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN PASSING DAN KONTROL DALAM PERMAINAN

SEPAKBOLA ATLET SSB BIDASARI KAPAU

SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu ( S1 )

Oleh IVAN DERMAWAN 02939/2008

PROGRAN STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA JURUSAN KEPELATIHAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

Allah SWT memberikan hikmah dan ilmu kepada siapa yang dikehendaki dan barang siapa dianugerahi hikmah dan ilmu tersebut maka ia benarbenar telah dianugerahi yang banyak ( Qs Al-Baqarah 296 ) Ya..Tuhanku.. Tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepada ku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh ( Qs Al-Ali Qhud ayat 15 )

Untukmu yang tercinta Kemaren ..aku baru saja menangis dipelukanmu melewati masa -masa kecilku berbaring manja dan meminta apa yang kusuka Kemaren...kau bisikan kepadaku pergilah wahai anakku mencari apa yang tidak bisa kuberi dan pulanglah ketika rindu menjemputmu Setapak demi setapak hidup ini kujalani kuayunkan langkah dengan pasti , ku eja setiap doa mu, ku ingat slalu tetes keringatmu, ku jadikan senjata melawan kelalaian dan kealpaan Meski kadang ku rapuh dan tertatih Namun .wajah lelahmu yang terlukis disetiap wajahku Membangunkan ku dari sekian mimpi-mimpi membawaku bangkit tuk tetap tegar hadapi duri-duri kehidupan ini Waktu terus berlalu seakan berbisik membisikan harapan-harapanmu Kini.penggalan waktu ini kulalui sedetik..dan belum apa-apa Walau secuil ku tahu itu belum apa-apa namun dengan segala kerendahan hati terimalah karya kecil ku ini sebagai awal buktiku Buat ibunda tercinta ELVI dan ayahanda tercinta DARWAN. Yang tidak pernah lelah mendengarkan segala keluhanku perihku disaat bahagiaku walau jasamu takkan pernah terbalas, ku akan berusaha memberi yang terbaik buatmu pasti.. doamu slalu ku damba tuk awali perjuanganku buat meniti masa depanku yang lebih baik dari hari ini Pada lembaran ini aku berharap anugerah dan kebahagian ini juga bisa menjadi hadiah buat Adik adikku yang tersayang ( Ressa Devita dan M. Havizan Sadiki) yang selalu memberi ku spirit, kebahagiaan, kasih sayang dan tempat untukku berbagi dalam setiap suka maupun duka (thanks yo diak). Giat-giat belajar dalam study mu agar nanti tidak ada penyesalan dikemudian hari, dan yang lebih penting lagi rajin-rajin shalat jangan

dilalaikan, pebanyak amal shaleh dan jangan pernah durhaka kepada kedua orang tua Karya kecilku ini juga ku persembahkan kepada kakek dan nenekku serta semua saudar-saudara ku baik keluarga jauh maupun keluarga dekat Buat Bapak Drs. Afrizal S, M.Pd dan Bapak Drs. Busli yang telah berkenan hati dan sabar membimbing saya baik dalam perkuliahan ataupun dalam penyusunan Skripsi, serta terimakasih banyak atas pengajaran dan didikannya, semoga ilmu yang diberikan berguna bagi saya dalam menjalani hidup dan dapat saya terapkan kepada masyarakat, saya doa kan agar bapak juga lancar dan sukses dalam rutinitas sehari - hari Buat sahabat sejatiku seperjuangan, sapatiduan, lawan kareh dari SMA sampai sekarang ini Rezi Sufrima Alias Kujik Gaek ( yo sabana konco palangkin nan sairiang jo sajalan wak yo hahaha) Special thanks buat sobat-sobat ku nan seperjuangan, konco arek Ade surya jamil, pareman Maninjau mandan wak main PS (siap an lah skripsi tu lai ), Welqi Satma S.Pd ( sukses pak guru ),Ofra yulia marten alias (pora) urang gagah dari lubuak aluang ( jan gilo bacewek jo lae kawan ), jul ( smangat ndan ), Rudi ( kajaan lah skripsi tu kawan ), Dani ( aman ndan! ), Afriyal ( a jo lai kawan capek lah tamaik), bro palmer dan surya (samo jo wak wisuda yo ndan ). Untuk warga gajah satu NO 7 B arah tapi lauik terimakasih atas kebaikan dan keramahanya selama saya tinggal di sana , kawan kos Rafik ndeeah, kawan kos setia ( king of the jahill ) yang selalu suka bercanda dan da Rud alias Oom ( jan itu ka itu jo ditonton om babini lah lae ). Kemudian yang takkan terlupakan kanti kanti sapamainan nan jadi paubek tangih palarai galau yaitu Andre Gromico ( Da Zoel ), Ridwan Evin ( Ruak2), Irnal Sugama ( Toiang), Rio Rinaldo ( Yah Yo), Hero Diba A ( Tuak biah), Arfan Nullah ( Badul ), Ogi Putra ( Da ji), Witri P ( da Wit ), Sunaria Utama ( bang Erik ), Dedi Putra ( Boboy ), Ihsanul Muhsinin ( Santi ), Nanda ( Cindua ), dan kanti kanti nan lain yang mungkin talupo waktu manulisan ko. Buat teman-teman seperjuangan Kepelatihan 08 khususnya lokal kepel C ( entah kapan lagi kita bisa bersama lagi ) terimakasih atas semua kebaikannya Buat SSB Bidasari Kapau Terima kasih karena telah membantu saya dalam dalam penelitian guna untuk menyelesaikan penyusunan tugas akhir skripsi saya Thanks to all BY Ivan Dermawan

PERSETUJUAN SKRIPSI

PENGARUH METODE LATIHAN BENTUK BERMAIN DAN BENTUK LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN PASSING DAN KONTROL DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA ATLET SSB BIDASARI KAPAU

Nama BP/NIM Jurusan Fakultas

: IVAN DERMAWAN : 2008/02939 : Pendidikan Kepelatihan Olahraga : Ilmu Keolahragaan

Padang, Disetujui Oleh:

Januari 2013

Pemimbing I

Pemimbing II

Drs. Afrizal S, M.Pd NIP. 19590616 198603 1 003

Drs. Busli, M.Pd NIP.195611151986021002

Mengetahui : Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan

Drs. Maidarman, M.Pd NIP.19600507 197903 2 001

PENGESAHAN

Dinyatakan Lulus Setelah Dipertahankan Di Depan Tim Penguji Skripsi Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Judul

: Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Bentuk Latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Dalam Permainan Sepakbola Atlet SSB Bidasari Kapau : Ivan Dermawan : 2008/02939 : Pendidikan Kepelatihan Olahraga : Ilmu Keolahragaan

Nama BP/NIM Jurusan Fakultas

Padang, Februari 2013 Tim Penguji: Nama Tanda Tangan

1. Ketua

: Drs. Afrizal S, M.Pd

1.

2. Sekretaris : Drs. Busli

2.

3. Anggota

: Drs. Hermanzoni, M.Pd

3.

4. Anggota

: Drs. M Ridwan

4.

5. Anggota

: Roma Irawan, S.Pd, M.Pd

5.

ABSTRAK
Ivan Dermawan (2013) : Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Bentuk Latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Dalam Permainan Sepakbola Atlet SSB Bidasari Kapau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimen, yang mana bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau. Menurut pengamatan dilapangan dan informasi yang telah diberikan oleh pelatih SSB Bidasari Kapau, kemampuan teknik passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau masih tergolong rendah atau kurang baik. Popoulasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet SSB Bidasari Kapau yang berjulah 73 orang yang terdiri dari 23 orang U 10 tahun, 28 orang U 14 tahun dan 22 orang U 17 tahun. . Sampel diambil dengan cara Purposive Sampling, yaitu atlet SSB U 17 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan tes awal ( pre test ) kemudian membagi kelompok menjadi 2 dengan cara perengkingan ( ordinally meatching pairing ) yang mana kelompok tersebut terdiri dari kelompok A( diberikan perlakuan metode latihan bentuk bermain ), dan kelompok B (diberikan perlakuan metode latihan bentuk latihan ). Perlakuan diberikan selama 16 kali pertemuan sama kepada kedua kelompok tersebut. Setelah dilakukan tes akhir ( post test) didapat data yang dianalisis dengan memakai statistik rumus uji-t. Dari analisis data yang dilakukan didapat hasil : Nilai hitung kelompok metode latihan bentuk bermain (8.4) > nilai tabel (2.23) Nilai hitung kelompok metode latihan bentuk latihan (5.02) > nilai tabel (2.23) Nilai hitung antara metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan (1.84) > nilai tabel (1.72) Dari analisis data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan yaitu kedua metode latihan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain. Dan dari kedua metode latihan ini, juga terdapat perbedaan pengaruh yang diberikan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain, yang mana metode latihan bentuk bermain memberikan dampak atau pengaruh yang lebih besar dibandingkan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat melaksanakan dan menyelesaikan Skripsi yang berjudul Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Bentuk Latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Dalam Permainan Sepakbola Atlet SSB Bidasari Kapau. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Kepelatihan olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. Dalam penulisan Skripsi ini, peneliti telah banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, masukan dan nasihat dari berbagai pihak, untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orang tua peneliti yang senantiasa mendukung dan mendoakan peneliti agar selalu sukses dalam menjalani kehidupan. 2. Bapak Drs. Afrizal, M.Pd. sebagai pembimbing I dan Bapak Drs. Busli. sebagai pembimbing II yang telah banyak memberikan bantuan, bimbingan, kritikan, saran dan masukan selama penelitian dan penulisan Skripsi ini. 3. Bapak Drs. M.Ridwan, bapak Drs. Hermanzoni, M.Pd, dan bapak Roma Irawan, S.Pd. M.Pd, sebagai tim penguji, atas semua masukan, kritikan dan saran selama penelitian dan penyusunan Skripsi ini. 4. Bapak Drs. Arsil, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. 5. Bapak Drs. Maidarman, M.Pd, sebagai ketua jurusan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.

6. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. 7. Keluarga dan teman-teman yang telah memberikan bantuan, semangat dan dorongan demi kesempurnaan Skripsi ini. Semoga semua bantuan yang telah diberikan bernilai ibadah dan mendapat balasan dari Allah SWT. Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi peneliti dan pembaca semuanya.

Padang,

Januari 2013

Peneliti

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ........................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN.............................................. iii ABSTRAK ........................................................................................................... iv KATA PENGANTAR ........................................................................................ v DAFTAR ISI ....................................................................................................... vi DAFTAR TABEL .............................................................................................. x DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... . xi DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................................. 5 C. Pembatasan Masalah ................................................................................. 7 D. Perumusan Masalah ................................................................................. 8 E. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 8 F. Manfaat Penelitian .................................................................................... 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori ......................................................................................... 10 1. Hakikat Sepakbola ............................................................................. 10 2. Kemampuan Passing dan Kontrol ...................................................... 13 3. Prinsip Prinsip Latihan .................................................................... 18 4. Metode Latihan .................................................................................. 20 5. Metode Latihan Bentuk Bermain ........................................................ 22 6. Metode Latihan Bentuk Latihan ......................................................... 24 B. Kerangka Konseptual ............................................................................... 26 C. Hipotesis ................................................................................................... 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ......................................................................................... 30

B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 30 C. Populasi dan Sampel ................................................................................ 31 D. Jenis dan Sumber Data . 32 E. Desain Penelitian ...................................................................................... 32 F. Definisi Operasional ................................................................................. 33 G. Variabel Penelitian .................................................................................... 34 H. Pengembangan Perlakuan ........................................................................ 34 I. Prosedur Penelitian ................................................................................... 36 J. Variabel Kontrol ....................................................................................... 38 K. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 39 L. Instrumen Penelitian ................................................................................. 39 M. Teknik Analisis Data ................................................................................ 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ......................................................................................... . 43 B. Pengujian Persyaratan Analisis................................................................. 46 C. Pengujian Hipotesis .................................................................................. 49 D. Pembahasan .............................................................................................. 52 E. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 55 BAB V HASIL KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .............................................................................................. 56 B. Saran ......................................................................................................... 57 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 58 LAMPIRAN ........................................................................................................ 60

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Olahraga merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari manusia yang berguna membentuk jasmani dan rohani yang sehat. Sampai saat ini olahraga telah memberikan kontribusi yang positif dan nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Selain itu olahraga juga turut berperan dalam peningkatan kemampuan berkelanjutan. Di Indonesia, olahraga dimasyarakatkan tidak hanya untuk kepentingan kependidikan, rekreasi, dan kesegaran jasmani, tetapi juga sebagai ajang prestasi. Hal ini dijelaskan dalam Undang-undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Pada BAB II Pasal 4 dijelaskan sebagai berikut: Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak yang mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa. Berdasarkan kutipan di atas, pembinaan olahraga adalah hal yang sangat penting karena merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. salah satu cabang olahraga yang perlu mendapat pembinaan dan perhatian adalah cabang olahraga Sepakbola. Sepakbola merupakan olahraga paling popular di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, ratusan orang memainkan sepakbola. Di Indonesia, sepak bola dimainkan orang dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, bangsa dalam melaksanakan sistem pembangunan yang

dewasa, orang tua, pria, maupun wanita untuk bermain sepakbola, terutama diwaktu sore. Untuk meraih prestasi sepakbola yang baik diperlukan usaha pembinaan dan pelatihan yang teratur,terarah dan kontiniu. Pembinaan dan pelatihan tersebut mencakup faktor-faktor yang mempengaruhi pemain sepakbola untuk

mendapatkan prestasi diantaranya seperti : kondisi fisik, teknik, taktik, dan mental ( Sajoto, 1990). Dalam sepakbola faktor yang paling penting atau wajib dikuasai oleh seorang pemain, adalah: kondisi fisik, yang mana komponen konponen dari kondisi fisik yaitu : Kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, daya lentur, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan, dan reaksi ( Sajoto, 1990) Namun disamping memiliki kondisi fisik yang prima, penguasaan teknik yang baik juga sangat menentukan keberhasilan seorang pemain sepakbola dan menunjang prestasinya. Teknik dasar dalam sepakbola meliputi; passing, controling, dribling, shooting, heading, dan throw-in (Tim Sepakbola UNP: 2006) Selain kondisi fisik dan teknik metode latihan yang diberikan pelatih juga mempunyai dampak yang besar terhadap prestasi pemain sepakbola. Banyak cara atau metode yang dapat dilakukan pelatih dalam memberikan materi latihannya. Diantaranya yaitu dengan memberikan materi latihan melalui metode latih bentuk bermain dan metode latih bentuk latihan. Menurut Abus (2005: 92), Metode latihan bentuk bermain adalah usaha pencapaian suatu tujuan latihan dalam suatu bentuk bermain yang dilaksanakan dengan beberapa urutan atau rangkaian bermain. Untuk itu penetapan materi

rangkaian permainan dimulai dari yang sederhana sampai dalam bentuk permainan yang sebenarnya. Latihan bentuk bermain ini dapat diterapkan untuk melatih kemampuan (skill) seorang pemain, karena untuk melatih kemampuan (skill) dibutuhkan gangguan dari pemain lain dan ini terdapat dalam metode latihan bentuk bermain. Metode latihan bentuk latihan menurut Abus (2005: 94), dilakukan terhadap elemen elemen dari permainan seperti untuk latihan teknik baik secara terpisah maupun kombinasi. Karena teknik adalah suatu aksi terpisah dari permainan yang mana dalam melatih teknik dilakukan latihan tanpa adanya gangguan dari pemain lain. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari urutan latihan pertama dikembangkan ke urutan ke dua dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat adanya suatu perubahan kegiatan. Dalam upaya membina prestasi sepakbola, bibit atlet yang unggul perlu pengelolaan dan proses kepelatihan secara ilmiah, barulah kemudian muncul prestasi atlet semaksimal mungkin pada umur-umur tertentu. Atlet-atlet yang masih muda dan berbakat dapat di temukan di sekolah-sekolah sepakbola, klubklub bola, organisasi pemuda, dan kampung-kampung. SSB Bidasari Kapau adalah salah satu sekolah sepakbola yang ada di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, yang memiliki atlet-atlet yang cukup menjanjikan di masa depan, karena atlet yang mereka miliki memiliki postur tubuh dan kondisi fisik yang bagus untuk menjadi seorang pemain sepakbola, akan tetapi prestasi mereka masih belum baik dan peningkatan

permainan belum banyak dirasakan, karena para pemain belum menguasai dengan baik teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola. Setelah peneliti lakukan observasi di lapangan yaitu pada tanggal 1 November 2012 melalui pemantauan dan data atau informasi yang diberikan oleh pelatih dan pengurus SSB Bidasari Kapau, terlihat bahwa kemampuan teknik passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau kurang baik, para pemain tidak menguasai faktor faktor kunci dalam melakukan teknik passing dan kontrol yang baik . Mungkin ini disebabkan karena materi dan metode latihan tentang passing dan kontrol yang diberikan oleh pelatih kurang adanya variasi, sehingga atlet terlihat agak bosan dalam melakukan latihan teknik tersebut. Latihan yang dilakukan hanya latihan teknik yang sudah lumrah atau sering dilakukan. Disini menurut peneliti bahwa kemampuan passing dan kontrol pemain SSB Bidasari Kapau yang tergolong rendah, dapat ditingkatkan dengan memberikan dua macam bentuk latihan yang berbeda kepada pemain, yaitu metode latih bentuk bermain yang lebih mengutamakan kepada bentuk permainan sederhana dalam proses latihan dan metode latih bentuk latihan yang menekankan pada bentuk latihan teknik khusus passing dan kontrol yang dilakukan dengan adanya variasi variasi bentuk latihan. Passing dan kontrol seorang pemain sepak bola dalam bertanding dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya: faktor mental pemain, metode latihan yang diberikan oleh pelatih yang dapat dibagi menjadi metode latih bentuk bermain dan metode latih bentuk latihan, kondisi fisik pemain, lapangan tempat pertandingan, faktor alami (bakat yang sudah dibawa sejak lahir),

komunikasi antar pemain di lapangan, spirit yang diberikan pelatih saat bertanding, dan lain-lain. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan passing dan kontrol pemain diatas, peneliti ingin melihat pengaruh metode latihan bentuk bermain dan bentuk latihan terhadap passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Dari uraian diatas, hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Bentuk Latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Atlet SSB Bidasari Kapau.

B.

Identifikasi Masalah Rendahnya kemampuan passing dan kontrol dipengaruhi oleh banyak

faktor, faktor-faktor tersebut adalah : 1. Apakah terdapat pengaruh kekuatan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 2. Apakah terdapat pengaruh daya tahan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 3. Apakah terdapat pengaruh kecepatan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 4. Apakah terdapat pengaruh kelincahan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau?

5. Apakah terdapat pengaruh kelentukan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 6. Apakah terdapat pengaruh daya ledak terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 7. Apakah terdapat pengaruh keseimbangan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 8. Apakah terdapat pengaruh ketepatan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 9. Apakah terdapat pengaruh reaksi terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 10. Apakah terdapat pengaruh koordinasi terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 11. Apakah terdapat pengaruh teknik dribbling terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 12. Apakah terdapat pengaruh teknik shooting terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 13. Apakah terdapat pengaruh teknik heading terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 14. Apakah terdapat pengaruh teknik throw in terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 15. Apakah terdapat pengaruh mental (psikis) pemain terhadap

kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau?

16. Apakah terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 17. Apakah sarana dan prasarana mempengaruhi kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 18. Apakah terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 19. Apakah dukungan dari keluarga dapat berpengaruh terhadap prestasi atlet SSB Bidasari Kapau?

C.

Pembatasan Masalah 1. Metode latihan bentuk bermain terhadap passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau 2. Metode latihan bentuk latihan terhadap passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau 3. Kemampuan pasing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau

D.

Perumusan Masalah Sesuai dengan pembatasan masalah yang ada, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau? 2. Apakah terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau?

3. Apakah terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau?

E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini sejalan dengan perumusan masalah, yaitu: 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode latihan bentuk bermain dengan passing dan kontrol dalam permainan sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode latihan bentuk latihan dengan passing dan kontrol dalam permainan sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau. 3. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dengan metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol dalam permainan sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau.

F.

Manfaat Hasil Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian ini nantinya diharapkan bermanfaat untuk: 1. Penulis, sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Padang (UNP).

2. Pemain pemain di SSB Bidasari Kapau, sebagai informasi dan pengetahuan tentang keterampilan teknik-teknik dasar sepak bola 3. Pelatih, sebagai bahan masukan untuk memberikan metode latihan dan keterampilan teknik dasar bagi atlet atlet sepak bola di SSB Bidasari Kapau 4. Pengurus, memberikan pedoman yang berarti pada pengurus SSB Bidasari Kapau dalam membina dan menciptakan calon bibit-bibit pemain sepakbola profesional dan handal bagi perkembangan sepakbola di Provinsi Sumatra Barat, khususnya di Kota Bukittinggi dan sekitarnya. 5. Perpustakaan, sebagai bahan bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan dan dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat terutama dalam bidang teori kepelatihan 6. Para peneliti selanjutnya, sebagai acuan melakukan penelitian yang baru.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Landasan Teori 1. Hakikat Sepakbola Sepakbola adalah olahraga yang menjadi budaya bagi masyarakat di seluruh dunia, karena masyarakat diseluruh dunia memainkan olahraga ini. Selain sebagai salah satu cabang olahraga, sepakbola telah menjadi industri di Negara Negara maju. Sepakbola dimainkan oleh dua tim yang bertanding, yang mana jumlah pemain masing masing tim yaitu 11 orang, dengan 1 orang menjadi penjaga gawang. Sepakbola dimainkan diatas lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 100 - 110 meter dan lebar 64 - 75 meter yang dibatasi garis selebar 12 sentimeter serta dilengkapi 2 buah gawang dengan tinggi 2,44 meter dan lebar 7,32 meter. Permainan sepakbola terdiri dari 2 babak yang masing-masing babaknya berlangsung selama 45 menit dengan selang waktu istirahat selama 15 menit (Peraturan permainan sepakbola: 2009). Ide permainan sepakbola adalah memasukan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan dan mempertahankan gawang kita dari kebobolan. Pertandingan sepakbola dipimpin oleh seorang pemimpin pertandingan yang dinamakan wasit dengan dibantu oleh asisten wasit, yaitu 2 orang hakim garis dan 1 orang wasit cadangan. Dalam pertandingan keputusan wasit adalah mutlak dan yang dapat melakukan protes terhadap keputusan wasit yaitu kapten

masing-masing tim. Orang yang dipilih menjadi kapten tim adalah orang yang dapat mengkondisikan rekan-rekannya agar bermain dengan sportif dan menjadi wakil dari timnya disaat melakukan protes atas keputusan yang diambil wasit. Jenjang pembinaan dalam sepakbola dibagi menjadi: 1. Tahap pembentukan dasar sepakbola atau pembinaan usia muda dilakukan pada tingkat usia 6 tahun sampai 18 tahun 2. Tahap pembentukan sepakbola amatir yaitu usia 18 tahun ke atas 3. Tahap pematangan pemain profesional dimulai dari usia 19 tahun keatas. Tahap pembentukan dasar sepak bola atau pembinaan usia muda pada usia 6 tahun sampai dengan 13 tahun, merupakan fase awal pembentukan dasar sepakbola dan dilakukan di lingkungan masyarakat umum, sekolah dasar sekolah dasar, ataupun di sekolah sepakbola sekolah sepakbola (Peraturan Umum Pertandingan PSSI: 2010) Sedangkan tempat bagi pembinaan usia 14 tahun sampai dengan 16 tahun yang merupakan fase membentuk format sepakbola berada di lingkungan Sekolah Sepakbola Sekolah Sepakbola (SSB) atau klub-klub amatir atau pun profesional. Untuk tempat pembinaan usia 17 tahun sampai dengan 20 tahun yang merupakan fase akhir pembinaan junior, berada di lingkungan perkumpulan perkumpulan, klub klub amatir atau pun professional. Terakhir, tempat pembinaan pemain

sepak bola usia 21 tahun di lingkungan klub-klub Divisi Tiga, untuk pemain usia 23 tahun di lingkungan klub-klub Divisi Dua, dan permbinaan pemain senior

berada di lingkungan klub Divisi Satu, Divisi Utama dan Liga super (Peraturan Umum Pertandingan PSSI 2010: 1) Sepakbola adalah olahraga tim yang yang didalamnya terdapat berbagai nilai positif seperti: kerja sama, kreativitas, keterampilan teknik, penerapan taktik dan strategi, dan sportifitas. Pemain sepakbola haruslah seseorang yang mempunyai kondisi fisik yang baik, dan disamping itu juga harus memiliki keterampilan dan teknik. Menurut Mielke (2007: iv), teknik dasar dalam sepakbola diantaranya adalah menggiring bola, operan, menembak, menyundul, dan menghentikan bola. Apabila dalam sebuah pertandingan semua teknik dasar dikombinasikan secara terkoordinasi dengan baik pada situasi menyerang maupun bertahan, baik secara individu maupun tim, itulah yang dinamakan keterampilan bermain. Keseluruhan teknik dasar dalam sepak bola harus dikuasai oleh pemain sepakbola dan teknik yang dikuasai pemain itu harus selalu dilatih dan ditingkatkan kemampuannya sehingga dapat diraih kematangan teknik. Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa komponenkomponen keterampilan teknik dasar sepakbola seperti: menendang, mengontrol, menyundul, menggiring dan menghentikan bola merupakan dasar dari penciptaan permainan yang bermutu, yaitu permainan sepakbola yang merupakan sebuah olahraga permainan yang mempunyai dampak positif, seperti: memupuk rasa kekeluargaan, melatih kerja sama antar tim dan mengajarkan nilai nilai sportifitas.

2. Kemampuan Passing dan Kontrol a. Kemampuan Passing Muarifin (2001:30) mengemukakan teknik menendang dalam sepakbola, menurut fungsinya, dibedakan menjadi dua yaitu: Passing (mengoper bola keteman) Shooting (menendang dengan kuat kearah gawang).

Berdasarkan bagian-bagian kaki yang dapat digunakan ketika menendang, maka menendang bola dapat dibedakan menjadi: Menendang bola dengan menggunakan sisi dalam kaki (inside) Menendang bola dengan menggunakan sisi luar kaki (outside) Menendang bola dengan menggunakan punggung kaki penuh (instep). Menurut Mielke (2007:19), passing adalah seni memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lain. Passing paling baik dilakukan dengan menggunakan kaki, tetapi bagian tubuh lain juga bisa di gunakan. Passing membutuhkan banyak teknik yang sangat penting agar tetap menguasai bola. Dibandingkan dengan teknik dasar yang lain, passing lebih banyak dilakukan dalam bermain sepakbola, sehingga hal tersebut menjadi alasan mengapa dalam latihan di sekolah sepakbola, passing lebih banyak diajarkan. Passing menurut perkenaan kaki terhadap bola dapat dibedakan menjadi: Passing dengan kaki bagian dalam Passing dengan kaki bagian luar Passing dengan kura kura kaki

Passing dengan tumit (back hill).

Dan menurut fungsinya passing dibedakan: Pertama, passing bawah, yaitu passing yang dilakukan dengan alur bola bergulir di permukaan lapangan, Fungsi dari passing bawah untuk mengoper bola ke teman yang dekat dengan kita. Kedua, passing atas atau long passing (bola melambung di udara), dimana bola melambung di udara. Fungsi dari passing atas adalah untuk mengoper bola kepada teman yang berada jauh dari kita. Selanjutnya Tim Sepakbola (2006: 11) mengemukakan, bahwa tujuan dari menendang bola adalah: Untuk memberikan bola kepada teman (sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam memberikan umpan membagi bola) Memasukkan bola ke gawang lawan (mencetak gol) Untuk menghidupkan bola setelah terjadi suatu pelanggran, seperti tendangan bebas, tendangan penjuru, tendangan hukuman, tendangan gawang dan sebagainya (salah satu bentuk aturan baku dalam sebuah permainan) Untuk melakukan clearing, yaitu: pembersihan dengan jalan menyapu bola yang berbahaya di daerah sendiri atau dalam usaha membendung serangan lawan pada daerah pertahanan sendiri (upaya mempertahankan daerah dari serangan lawan bermain). Passing yang berkualitas dalam sepakbola dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci antara lain yaitu: posisi kaki tumpu, head up (pandangan kemana passing akan diarahkan), akurasi passing (kekuatan dan arah passing

tepat), tubuh harus rileks saat melakukan passing, dan follow throgh (lanjutan dari posisi kaki setelah passing dilakukan). Menurut Luxbacher (1998:12), tahapan dalam melakukan passing adalah sebagai berikut: A. Persiapan: (1) Berdiri menghadap target, (2) Letakkan kaki yang menahan keseimbangan di samping bola, (3) Arahkan kaki ke target, (4) Bahu dan pinggul lurus dengan target, (5) Tekukkan sedikit lutut kaki, (6) Ayunkan kaki yang akan menendang kebelakang, (7) Tempatkan kaki dalam posisi menyamping, (8) Tangan direntangkan untuk menjaga keseimbangan, (9) Kepala tidak bergerak, (10) Fokuskan perhatian pada bola. B. Pelaksanaan: (1) Tubuh berada di atas bola, (2) Ayunkan kaki yang akan menendang ke depan, (3) Tendang bagian tengah bola dengan bagian samping dalam kaki. C. Follow through: (1) Pindahkan berat badan kedepan, (2) Lanjutkan gerakan searah dengan bola, (3) Gerakan akhir berlangsung dengan mulus.

SUMBER : (Joseph A. Luxbacher, 1998) Gambar 1. Passing dalam Permainan Sepakbola

b. Kemampuan Kontrol Clive Gifford ( 2007: 12), mengemukakan teknik dasar permainan

sepakbola antara lain: eknik membawa bola (dribbling), teknik mengoper bola (passing), teknik menghentikan bola (controlling), teknik menendang (shooting),

teknik menyundul bola (heading ball), dan teknik melempar (throw-in). Keseluruhan teknik dasar tersebut mesti dikuasai oleh seorang pemain sepakbola termasuk mengontrol bola. Mengontrol bola, yaitu: menghentikan bola yang sedang bergerak agar berada dalam penguasaan kita. Mielke (2007: 19) mengemukakan menghentikan bola (control), terjadi ketika seorang pemain menerima passing atau menyambut bola dan

mengontrolnya sedemikian rupa, sehingga pemain tersebut dapat bergerak dengan cepat untuk melakukan dribbling, passing atau shooting. Dengan demikian mengontrol bola merupakan hal yang penting dalam permainan sepakbola untuk menyusun serangan atau melakukan serangan balik. Dalam perkembangan persepakbolaan modern mengontrol bola bukan saja berarti menghentikan bola, tetapi mengurangi kecepatan lari bola dengan menggunakan bagian-bagian dari tubuh yang dibolehkan dalam peraturan permainan sepak bola. Tim Sepakbola (2006: 11) membagi cara untuk mengontrol bola menjadi 2 bagian yaitu: 1) Cara mengontrol bola yang menggelinding Bola yang datangnya menggelinding ditahan/dikontrol dengan bagian - bagian kaki seperti: bagian kaki sebelah dalam, bagian kaki sebelah luar, bagian kura-kura kaki, bagian telapak kaki.

SUMBER :(Joseph A. Luxbacher, 1998) Gambar 2. Berbagai cara mengontrol bola yang datangnya menggelinding

2) Cara mengontrol bola yang datangnya melayang Bola yang datangnya melayang ditahan atau dikontrol dengan bagianbagian tubuh yang diperkenankan dalam peraturan permainan sepak bola, yaitu: menggunakan seluruh bagian kaki, menggunakan paha, menggunakan dada, menggunakan perut (dalam situasi bola yang memantul dari tanah)

SUMBER :(Joseph A. Luxbacher, 1998) Gambar 3. Berbagai cara mengontrol bola yang datangnya melayang

Beberapa prinsip juga harus diketahui dalam menahan/mengontrol bola antara lain: Bola harus didatangi atau harus memotong jalannya bola Bola harus diambil dengan bagian tubuh yang dilemaskan Menguasai situasi dimana lawan berada Setelah sentuhan pertama bola harus sudah dikuasai sepenuhnya.

3. Prinsip - Prinsip Latihan Suharno (1993: 5) mengemukakan, prinsip - prinsip latihan adalah proses adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Adaptasi adalah cara bagaimana

organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Manusia memiliki daya adaptasi istimewa terhadap lingkungannya, begitu juga dengan atlet akan beradaptasi terhadap beban latihan yang diterima saat latihan maupun dalam pertandingan. Jadi disini adaptasi atlet merupakan akibat dari beban latihan yang diberikan dan akan timbul apabila terkena rangsangan beban latihan berat, kerap dan teratur intervalnya antara unit latihan satu dengan yang lain. Adaptasi manusia bersifat labil dan sementara, yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam melaksanakan prinsip-prinsip dalam latihan, suatu teknik selalu berkembang sesuai dengan tujuan dan peraturan olahraga, dimana makin lama makin tinggi tuntutan persyaratannya. Kemampuan teknik seseorang tergolong kepada kategori baik, apabila kemampuan itu mencakup seluruh aspek, yaitu anatomis atau fisiologis, mekanika dan mental. Apabila aspek-aspek tadi diterapkan dalam praktek dilapangan akan memberikan dampak atau pengaruh yang besar terhadap pencapaian maksimal. Adapun langkah langkah dalam melatih teknik, yaitu: Melatih gerak teknik secara keseluruhan dan kasar Melatih gerak gerak bagian dengan teliti dan benar Melatih gerak keseluruhan secara cermat dengan jalan menitik beratkan pada kunci kunci gerak yang dapat menjamin kebenaran gerak keseluruhan Mengotomatiskan gerak yang benar secara keseluruahan, dengan jalan melakukan sebanyak mungkin frekuensinya, dicobakan atau

dipraktekkan dalam permainan dengan pengontrolan secara cermat dan penyempurnaan kesalahan kesalahan yang terdapat saat bermain atau bertanding Kemudian dilatih secara intensif untuk pemantapan otomatisme gerak (Suharno: 1993) Yang perlu diperhatikan dalam usaha mencapai keberhasilan latihan adalah: sasaran latihan atau tujuan latihan yang ingin dicapai, waktu latihan, jumlah dan jenis pemain, sarana dan prasarana latihan, tenaga pelatih, pembantu pelatih dan instruktur yang menangani pada saat itu, dan status kemampuan atlet atau pemain. Kemudian pelatih harus membuat, menyusun, dan menjalankan program latihan yang telah dirancang. Jadi prinsip prinsip latihan adalah suatu hal yang vital yang mesti dikuasai oleh seorang pelatih dalam memberian latihan.

4. Metode Latihan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Depdikbud (1994), metode adalah: cara kerja yang tersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yg ditentukan. Selanjutnya menurut Rosdy Ruslan (2003:24), metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Harsono (1998: 101) mengemukakan: Latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang ulang,

dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya. Sedangkan menurut Rothing dalam Syarifudin (1997: 40), latihan adalah: Suatu proses pencapaian materi dalam bentuk bentuk pelaksanaan yang berulang ulang dengan keadaan bervariasi. Artinya latihan merupakan suatu proses pelaksanaan materi materi yang direncanakan dan dilakukan secara berulang dengan kondisi yang berubah ubah untuk mencapai tujuan. Dengan demikian ada tiga hal pokok yang ada dalam latihan, yaitu: Materi latihan Adanya pengulangan Kondisi yang berubah ubah. Materi Latihan adalah bentuk bentuk latihan. Sedangkan pengulangan (repetisi) berarti frekuensi dari suatu bentuk latihan dan bisa juga frekuensi latihan per hari, per minggu, dan seterusnya. Kondisi yang berubah ubah menggambarkan fluktuasi latihan. Kadangkala latihan itu dilakukan dengan intensitas tinggi, sedang, ringan dengan peningkatan beban latihan secara bertahap. Sedangkan yang dimaksud dengan metode latihan adalah cara atau kegiatan yang terencana terhadap suatu proses latihan untuk mencapai suatu tujuan latihan. Tujuan latihan bisa bersifat umum dan bersifat khusus. Bila dilihat dari waktu latihan, maka tujuan latihan dapat dibedakan atas tujuan jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Ini berati bahwa latihan diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

5. Metode Latihan Bentuk Bermain Menurut Furqon (2006: 2): Bermain merupakan cara untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan dunia sekitar sehingga anak akan menentukan sesuatu dari pengalaman bermain. Bermain harus bersifat menyenangkan, karena itu anak diikat oleh sesuatu yang menyenangkan, dengan tidak banyak memerlukan pemikiran. Selanjutnya menurut Grossing dalam Zulfar Djezed (1995: 21), menyatakan bahwa metode bentuk bermain merupakan proses belajar yang diurutkan dari bentuk permainan sederhana dan mudah ke urutan yang sulit serta komplek untuk menuju ke permainan yang sebenarnya. Latihan bentuk bermain dalam sepakbola adalah metode latihan yang bentuknya seperti bermain sepakbola yang telah dimodifikasi, baik itu peraturan bermainnya, jumlah pemainnya, alat atau bola yang digunakan, cara membuat poin, jenis permainan, lapangan, cara memulai permainanan, ukuran gawang yang berbeda, dan lain-lain (Abus : 2005) Latihan bentuk bermain ini merupakan salah satu metode latihan atau belajar yang dapat digunakan oleh seorang pelatih atau guru guna memberikan variasi bentuk latihan yang berbeda kepada anak didik atau atletnya dengan tujuan agar anak didik atau atletnya tidak mengalami kejenuhan atau kebosanan dalam berlatih. Dengan memberikan metode latihan bentuk bermain, otomatis dalam latihan ini akan ada aktivitas seperti pertmainan sepakbola sesungguhnya. Selain

itu dalam latihan ini akan ada gangguan dari pemain yang lain sehingga skill atau keahlian dalam melakukan passing dan kontrol atlet dapat ditingkatkan. Peneliti akan membuat progaram program latihan bermain yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan passing dan kontrol atlet dengan langkah modifikasi yang merujuk pada buku sumber yang ada. Contoh program latihan yang peneliti buat berpedoman pada logbook Lisensi D Nasional Tahun 2012 :

A. Bermain 4 vs 2 6m 6m Bermain

4 vs 2 dalam lapangan dengan ukuran 6 x 6m, menggunakan sebuah bola tanpa menggunakan gawang. Dimana empat orang yang menguasai bola boleh memainkan bola sebanyak tiga kali sentuhan. Dua orang pemain lainnya bertugas sebagai pengejar bola. Jika salah satu dari dua orang yang mengejar bola tersebut mendapatkan bola, maka dia berganti posisi dengan pemain yang kehilangan bola. B. Bermain 5 vs 5 40 m 30m

Bermain 5 vs 5 dalam lapangan dengan ukuran 40 x 30 m, menggunakan sebuah bola tanpa menggunakan gawang. Gol atau poin tercipta apabila pemain dari satu tim berhasil melakukan passing dan kontrol sebanyak 10 kali operan tanpa ter intersept pemain tim lawan.

Bentuk bentuk latihan diatas, merupakan salah satu bentuk dari sekian banyak metode latihan bentuk bermain yang dapat kita berikan kepada pemain. Disini peneliti ingin memberikan metode latihan bentuk bermain ini untuk meningkatkan teknik dasar sepakbola yaitu kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

6. Metode Latihan Bentuk Latihan Dietrich, dkk dalam Zulfar Djezed (1995: 76) mengatakan, bahwa metode latihan bentuk latihan digunakan untuk mencapai tujuan terhadap peningkatan kemampuan dari elemen teknik baik yang dilakukan secara terpisah ataupun dilakukan secara kombinasi, dimana elemen elemen teknik berhubungan satu dengan yang lain. Latihan teknik merupakan unsur yang sangat berpengaruh terhadap penguasaan teknik dasar bermain sepakbola. Adapun tujuan melatih teknik adalah untuk mengotomatisasi gerakan sesuai dengan teknik gerakan yang dikehendaki dan benar otomatisasinya (Suharno, 1986: 62)

Dalam latihan ada tahapan - tahapan yang harus dilalui untuk seseorang dapat menguasai suatu teknik gerakan. Dalam teori belajar gerak menurut Rusli Lutan, (1988: 102), belajar gerak itu terdiri atas tahap penguasaan, penghalusan dan, penstabilan gerak atau keterampilan teknik olah raga. Dalam melatih teknik, pelatih dituntut untuk memulai dari gerak yang mudah kemudian diteruskan ke bentuk lebih sulit. Untuk menciptakan gerakan tersebut pelatih harus punya kemampuan untuk menganalisa gerak, sehingga memudahkan dalam melakukan pelaksanaan latihan. Latihan dilakukan secara berulang ulang agar gerakan gerakan yang sukar menjadi mudah, otomatis dan reflektif pelaksanaannya, sehingga semakin menghemat energi. Peneliti akan membuat progaram program latihan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan passing dan kontrol atlet dengan langkah modifikasi yang merujuk pada buku sumber yang ada. Contoh program latihan yang peneliti buat berpedoman pada logbook Lisensi D Nasional Tahun 2012 :

A.

Passing dan kontrol berpasangan ( passing datar )

A Keterangan : : arah passing

A melakukan passing ke arah B dengan jarak 10 m. B mengontrol bola terlebih dahulu dan kemudian melakukan passing lagi ke A (dua kali sentuhan). Kemudian A mengontrol bola dan melakukan

passing lagi ke pemain B. Kemudian melakukan variasi dengan membedakan antara kaki yang mem-passing bola dengan kaki yang mengontrol bola.

B.

Passing dan kontrol berkelompok (Long passing)

ECA Keterangan : : arah passing : arah lari

BD

A melakukan passing ke arah B dengan jarak 10 m. Setelah melakukan passing, A mengambil posisi di belakang D. B mengontrol bola terlebih dahulu dan kemudian melakukan passing ke C. Setelah melakukan passing, B mengambil posisi di belakang E. Kemudian latihan ditingkatkan dengan menambah jarak area permainan.

Bentuk bentuk latihan diatas merupakan salah satu bentuk dari sekian banyak metode latihan bentuk latihan yang dapat kita berikan kepada pemain. Disini peneliti ingin memberikan metode latihan bentuk latihan ini untuk meningkatkan teknik dasar sepakbola yaitu kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

B. Kerangka Konseptual Dalam proses latihan ini gerakkan dalam olahraga sepakbola terutama kemampuan passing dan kontrol yang menjadi pokok permasalahannya adalah bagaimana materi atau bahan latihan tersebut disajikan kepada atlet dengan sedemikian rupa. Sehingga pada akhirnya tujuan yang ditetapkan sebelumnya tercapai secara efektif dan efisien. Sehubungan dengan hal tersebut, maka yang menjadi permasalahan adalah apakah kemampuan passing dan kontrol akan diberikan secara metode latihan bentuk bermain atau diberikan secara metode latihan bentuk latihan guna mencapai hasil yang optimal berdasarkan tujuan yang ditetapkan. Untuk meningkatkan kemampuan passing dan kontrol atlet dalam sepakbola diperlukan latihan yang mempunyai arah dan tujuan serta pemberian metode latihan yang tepat, diantaranya yaitu metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan. Dalam metode latihan bentuk bermain, materi latihan diberikan dalam bentuk situasi bermain sepakbola yang telah dimodifikasi, disini metode latihan bermain dalam rangka meningkatkan kemampuan passing dan kontrol atlet dalam sepakbola, dilakukan dengan cara bermain dengan mengutamakan kemampuan passing dan kontrol atlet. Bermain merupakan hal yang menyenangkan bagi setiap orang, sehingga atlet termotivasi untuk melakukan bentuk bentuk latihan passing dan kontrol dalam sepakbola dan melakukan kegiatan latihan ini dengan suasana gembira.

Metode latihan bentuk latihan adalah pembelajaran yang diurutkan dalam bentuk bentuk latihan yang komplek sehingga atlet memperoleh pengalaman pengalaman yang pada akhirnya atlet dapat menguasai dan meningkatkan kemampuan dasar bermain sepakbola dengan sempurna. Dalam metode latihan bentuk latihan, diberikan latihan latihan kemampuan teknik dasar dalam hal ini adalah latihan teknik dasar passing dan control secara berbeda - beda, baik itu bentuk pelaksanaannya, ataupun tingkat kesulitannya (latihan diberikan mulai dari latihan yang mudah sampai ke latihan yang sulit). Dalam hal ini atlet harus mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pelatih, sehinnga atlet betul betul dapat merasakan peningkatan kemampuan passing dan control dalam bermain sepakbola. Dari uraian diatas, terdapat perbedaan pengaruh dari kedua metode latihan yang berbeda antara metode latihan bentuk bermain dan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol pemain. Kemudian dari kerangka konseptual yang diuraikan sebelumnya dapat digambarkan kedalam bagan dibawah ini : Metode Latihan Bentuk Bermain (X1) Metode Latihan Bentuk Latihan (X2)

Kemampuan Passing dan Kontrol (Y) Gambar 4. Bagan Kerangka Konseptual

C.

Hipotesis Bertitik tolak pada kajian teori dan kerangka konseptual yang telah

diuraian, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh metode latihan Bentuk Bermain yang berarti terhadap kemampuan Passing dan Kontrol. 2. Terdapat pengaruh metode latihan Bentuk Latihan yang berarti terhadap kemampuan Passing dan Kontrol. 3. Terdapat perbedaan pengaruh metode latihan Bentuk Bermain dan metode latihan Bentuk Latihan terhadap Passing dan Kontrol

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (variabel kontrol), A. Muri

Yusuf (2005: 217). Dasar dari menggunakan metode ini adalah dimana eksperimen merupakan suatu teknik penelitian berdasarkan percobaan dengan diadakan tes awal dan tes akhir. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari pengaruh latihan dengan penyampaian materi latihan menggunakan metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan, terhadap kemampuan passing dan kontrol dalam permainan sepakbola di SSB Bidasari Kapau.

B.

Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian ini di laksanakan di SSB Bidasari Kapau yang berlatih di lapangan sepak bola Jorong Ladang Laweh, Kenagarian Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

2.

Waktu Penelitian ini di laksanakan setelah seminar proposal dan mendapat

persetujuan dari dosen pembimbing dan dosen penguji. Penelitian dimulai tanggal 1 Desember 2012 sampai dengan tangal 15 Januari 2013.

C. 1.

Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah anggota SSB Bidasari Kapau. Seluruh

anggotanya terdiri dari 3 kelompok umur berjumlah sekitar 73 orang.

No. 1. 2. 3.

Kelompok Umur U 10 tahun U 14 tahun U 17 tahun Jumlah

Jumlah 23 orang 28 orang 22 orang 73 orang

Sumber : Zil Andri ( Pelatih SSB Bidasari Kapau ) Tabel 1. Jumlah Atlet SSB Bidasari Kapau

2.

Sampel Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Teknik

pengambilan sampel ini berdasarkan pertimbangan peneliti sendiri, Sugiyono (2011: 300). Pada kelompok usia 17 tahun sudah bisa dilakukan penelitian, karena perkembangan secara kondisi fisik dan penguasaan dalam teknik bermain sepakbola mereka sudah memadai dan mulai berkembang. Berdasarkan pertimbangan peneliti bahwa jumlah atlet dengan kelompok U17 tahun sebanyak

22 orang yang mengikuti latihan di SSB Bidasari Kapau, maka dijadikan sampel dalam penelitian.

D.

Jenis dan Sumber Data Berdasarkan jenisnya, maka jenis data dalam penelitian ini adalah data

sekunder dan data primer. 1. Data sekunder, adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari berbagai sumber yang telah ada. Sumbernya dari buku-buku atau studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian. 2. Data primer, adalah: data yang langsung diperoleh dari tes, yaitu data tes dribbling Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah pemain SSB Primavera Bukittinggi U-18 yang masih rutin mengikuti latihan dan dipersiapkan untuk turnamen-turnamen berikutnya yang berjumlah 20 orang.

E.

Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen. Desain

yang dimaksud terkait pada gambar berikut: P S


Pre Test Kelompok A Kelompok B Perlakuan 1 Perlakuan 2 Post Test

Gambar 5. Desain Penelitian

Keterangan : P S Pre Test Kelompok A Kelompok B Perlakuan 1 Perlakuan 2 Post Test : Popolasi : Sampel : Tes Awal : Kelompok Yang Diberikan Perlakuan 1 : Kelompok Yang Diberikan Perlakuan 2 : Metode Latihan Bentuk Bermain : Metode Latihan Bentuk Latihan : Tes Akhir

F.

Definisi Operasional Beberapa istilah dalam penelitian ini perlu diberikan batasan batasan

yang jelas sehingga tidak terjadi salah penafsiran. Adapun istilah istilah tersebut adalah antara lain: 1. Metode Latihan bentuk bermain merupakan salah satu metode latihan yang dilakukan dengan melakukan latihan dengan cara bermain secara sederhana atau dimodifikasi sesuai dengan keinginan. 2. Metode latihan bentuk latihan dilakukan terhadap elemen elemen dari permainan seperti untuk latihan teknik baik secara terpisah maupun kombinasi 3. Passing adalah seni memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lain. Passing paling baik dilakukan dengan menggunakan kaki, tetapi bagian tubuh lain juga bisa di gunakan. Passing

membutuhkan banyak teknik yang sangat penting agar tetap menguasai bola 4. Mengontrol bola adalah menghentikan bola dengan bagian bagian tubuh yang duperbolehkan dalam peraturan pertandingan sepak bola. Dalam mengontrol bola yang terpenting dilakukan adalah membuat tubuh menjadi target yang lunak dan menarik bagian tubuh yang akan menerima bola

G.

Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri atas: variabel bebas (Kelompok A

dan Kelompok B) dan variabel terikat. Variabel bebas maksudnya adalah faktor yang mempengaruhi atau menjadi penyebab sebuah pokok permasalahan, yaitu metode latihan. Sedangkan variabel terikat yaitu: variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dan sangat tergantung kepada manipulasi variabel bebas yang diberikan, Sugiyono (2011: 61) Variabel bebas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penggunaan metode latihan bentuk bermain (Kelompok A) dan metode latihan bentuk latihan (Kelompok B). Sementara itu variabel terikat yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kemampuan passing dan kontrol.

H. 1.

Pengembangan Perlakuan Pengelompokan dan Perlakuan Sampel Sebelum kegiatan eksperimen ini dilakukan,, terlebih dahulu sampel dibagi

menjadi dua kelompok, berdasarkan pada hasil tes pengelompokan. Pembagian kelompok ini dilakukan berdasarkan penyusunan peringkat (ordinally meatching pairing). Dari penyusunan peringkat tersebut, sampel akan dibagi menjadi dua kelompok. Hasil pembagian kelompok ini mencerminkan kemampuan yang sama, sehingga kemampuan kedua kelompok tidak memiliki perbedaan kemampuan yang berarti. Selanjutnya kedua kelompok ini diberi nama, kelompok pertama diberi nama kelompok A, sedangkan kelompok kedua diberi nama kelompok B. Dalam pelaksanaannya kelompok A akan diberikan latihan passing dan kontrol melalui metode latihan bentuk bermain, sedangkan kelompok B diberikan latihan passing dan kontrol melalui metode bentuk latihan. Contoh pengelompokan sampel dengan ordinally meatching pairing:

A 1 4 5 8 9

B 2 3 6 7 10 dst

2.

Penyusunan Jadwal Latihan Agar proses pelaksanaan penelitian dapat berjalan dengan lancar dan

sesuai dengan apa yang diharapkan, maka perlu disusun atau dirancang beberapa perlakuan terhadap sampel. Perancangan tersebut harus menyesuaikan dengan asumsi penelitian, yaitu perlakuan terhadap sampel sama. Rancangan tersebut meliputi : a. Lamanya latihan secara keseluruhan Lamanya latihan secara keseluruhan dalam penelitian ini sebanyak 18 kali pertemuan. Latihan baru akan memberikan efek setelah empat mingu dan akan terlihat perubahan kemampuannya sebanyak 30% apabila dilakukan selama 3 kali pertemuan dalam seminggu. b. Banyaknya latihan dalam seminggu Sesuai dengan pendapat diatas, maka banyaknya latihan dalam seminggu, yaitu 3 kali perkelompok. Kelompok A dan B latihan pada hari yang sama, mengikuti jadwal latihan di SSB Bidasari Kapau, yaitu Hari Rabu sore, Sabtu sore dan Minggu pagi.

I.

Prosedur Penelitian Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah hasil passing dan kontrol

yang dilakukan siswa. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, terlebih dahulu dibuat langkah langkah sebagai berikut:

1.

Langkah persiapan Pada langkah persiapan ini, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tes, antara lain mendapatkan izin dari pengurus SSB Bidasari Kapau, izin dari ketua jurusan FIK UNP maupun dari dosen pembimbing.

2.

Menetapkan peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian Sebelum dilakukan tes dalam, terlebih dahulu dipersiapkan alat alat pengumpul data. Alat alat yang dibutuhkan antara lain: (a) Meteran, (b) Stopwatch, (c) Cone atau patok, (d) Peluit, (e) Bola, (f) Format isian, (g) Alat alat tulis.

3.

Menyiapkan tenaga pembantu dan pengawas. Untuk memperlancar jalannya penelitian ini, maka penulis meminta bantuan kepada satu orang pelatih SSB Bidasari Kapau dan empat orang mahasiswa FIK UNP.

No 1 2 3 4

Nama Zil Andri Rezi Sufrima Ade Surya Jamil Ofra Yulia Marten

Jabatan Pelatih SSB Bidasari Mahasiswa FIK UNP Mahasiswa FIK UNP Mahasiswa FIK UNP

Tugas Pengawas Tes Pembaca Skor Pencatat Skor Pengukur Jarak

Tabel 2. Pengawas dan Tenaga Pembantu

4.

Pelaksanaan Tes Awal (Pre Test) Pelaksanaan tes terdiri dari tes awal (Pre Test) dan tes akhir (Post test). Pre test, yaitu: test yang dilakukan sebelum diberikan perlakuan. Sebelum dilakukan Pre test peneliti harus memeriksa kesehatan, kelainan anatomi, maupun cedera yang pernah dialami atau sedang dialami peserta tes.

5.

Memberi Latihan (Perlakuan) Latihan dilaksanakan 18 kali pertemuan selama 6 minggu dengan jadwal latihan 3 kali seminggu.

6.

Melaksanakan Tes Akhir (Post test) Post test, yaitu test yang dilakukan setelah diberikan perlakuan atau setelah pemberian metode latihan bentuk bermain dan bentuk latihan selama 18 kali pertemuan. Kemudian dilakukan tes kemampuan passing dan kontrol.

J.

Variabel Kontrol Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan

sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Agar proses latihan/penelitian berjalan dengan baik, lancar dan tujuan latihan/penelitian yang diharapkann dapat tecapai, yaitu meningkatkan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau, dan untuk memperoleh keyakinan tentang hasil penelitian maka dilakukan pengontrolan (variabel kontrol) yang dibagi menjadi 2:

1. Variabel Internal a. Memotivasi pemain agar sungguh sungguh dan disiplin dalam menjalani latihan. b. Komunikasi yang baik, agar pemain merasa tidak dibebani dan menciptakan suasana keakraban dan kekompakan antar sesama pemain maupun terhadap pelatih pada saat latihan maupun diluar latihan. 2. Variabel eksternal a. Waktu pelaksanaan tes awal (pre test), dan tes akhir (post test) sama sama dilakukan pada sore hari dan pemain tidak melakukan kegiatan yang berat menjelang tes dilaksanakan. b. Absen. Kehadiran atlet selalu dikontrol dengan mengecek kehadiran setiap latihan. c. Situasi dan kondisi. Mempersiapkan jadwal latihan pengganti apabila terjadi hujan atau jumlah sampel tidak mencukupi.

K.

Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini dilakukan tes yaitu tes sepak tahan bola atau passing

dan kontrol oleh Nurhasan (2001: 158)

L.

Instrumen Penelitian Pelaksanaan tes keterampilan passing dan kontrol ini dilakukan sebagai

berikut: Test berdiri dibelakang garis tembak yang berjarak 4 meter dari sasaran/papan/dinding, boleh dengan kaki kanan yang siap menembak maupun

sebaliknya kaki kiri yang menembak. Setelah aba aba dibunyikan test menendang bola ke arah sasaran dan menahannya kembali dengan bagian bagian kaki di belakang garis tembak. Kaki yang digunakan untuk mengontrol adalah kaki yang berbeda dengan kaki yang digunakan untuk menendang bola. Kemudian menenendang kembali ke arah yang berlawanan dari tendangan awal, lakukan bergantian dengan kaki kanan maupun kaki kiri selama 30 detik. Penskoran : Satu kali kegiatan menendang dan mengontrol bola diberikan skor satu dengan ketentuan seperti diatas, skor tidak akan dihitung/gagal bila menendang maupun mengontrol bola melewati/didepan garis tendang yang telah ditentukan.

Gambar 6. Tes Passing dan control sepakbola

M.

Teknik Analisis Data Pendeskripsian data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat

diolah dengan memakai statistik deskriptif dan inferensial dengan rumus uji t sampel terikat. Sebelum analisis uji digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas data, Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui

apakah kelompok berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas ini dilakukan uji liliefors (Tim Mata Kuliah Statistik, 2011: 14). Sedangkan uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua kelompok data mempunyai varians yang homogen atau tidak. Jika populasi berdistribusi normal, menurut Tim Mata Kuliah Statistik (2011: 44) untuk melihat pengaruh dari variabel x1 ke y dan pengaruh x2 ke y, maka dilakukan uji t dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan : : Harga uji t yang dicari : Mean sampel ke 1 : Mean sampel ke 2 D : Beda antar skor sampel 1 dan 2 : Pasangan : Derajat kebebasan (Df) = N-1

n
Df

: Jumlah semua beda

: Jumlah semua beda yang dikuadratkan

Kemudian untuk melihat perbedaan pengaruh x1 ke y dan pengaruh x2 ke y, terlebih dahulu kita harus melakukan uji homogenitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sampel bervariansi homogen atau bervariansi heterogen. Menurut Tim Mata Kuliah Statistik (2011: 18), uji homogenitas (uji F), dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

Fhitung =

Setelah melakukan uji F, kita akan mengetahui apakah kedua varians homogen atau heterogen. Jika kedua varians homogen, menurut Tim Mata Kuliah Statistik (2011: 46), dilakukan uji t dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan : : Mean sampel ke 1 : Mean sampel ke 2

: Jumlah x1 : Jumlah x2 : jumlah sampel BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan ditampilkan hasil selama penelitian ini berlangsung, mulai dari deskripsi data, analisis dan pembahasan. Deskripsi data akan menjelaskan tentang pendeskripsian terhadap data yang diperoleh, mulai dari tes awal dan tes akhir. Pada analisis data akan dilakukan analisisa terhadap data yang diperoleh. Sedangkan pada pengujian hipotesis, akan menjelaskan tentang variabel yang diteliti dan juga pengujian hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini. Pembahasan akan dilakukan pada kedua metode latihan yang diberikan kepada sampel yang telah dibagi dua pada tes awal.

A. 1.

Deskripsi Data Peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola

dengan menggunakan metode latihan bentuk bermain

Tabel 3. Data mentah peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain dengan menggunakan metode latihan bentuk bermain No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Beni Fitri Asmy Dede Febrian Febri Wahyudi Fauzi M. Arizal Azis Hanif Hazman Riki Ramindo Skor Tes Awal 13 12 12 10 10 9 9 Skor Tes Akhir 14 13 13 13 12 12 11 Peningkatan 1 1 1 3 2 3 2

8 9 10 11

James Swara Aditya Agam R Rahmat Hidayat Fakhri Ulil Jumlah Rata rata STD

9 8 8 8 108 9.81 1.78

12 11 10 10 131 11.91 1.30

3 3 2 2 23 2.09 0.83

Tabel 4. Tabel distribusi frekuensi peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain menggunakan metode latihan bentuk bermain NILAI 1 2 3 TALLY III IIII IIII FREKUENSI 3 4 4

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau dengan menggunakan metode latihan bentuk bermain menunjukan hasil sebagai berikut: skor tertinggi 3 dan skor terendah 1, dengan rata rata 1.9 dan standar deviasi 0.83.

2.

Peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola

dengan menggunakan metode latihan bentuk latihan

Tabel 5. Peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain menggunakan metode latihan bentuk latihan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Fauzan M. Z Diki Mayinfar M. Faizal Nizam Rahman Nurhadi Ihsan Aprinaldi Syafdal Roni Firdaus Fakhri Yandri Deni Ardiansyah Hendra Efendi Rahmat Rizki Jumlah Rata rata STD Skor Tes Awal 13 12 11 11 10 10 9 9 8 8 8 109 9.9 1.70 Skor Tes Akhir 13 13 13 11 11 12 11 10 9 10 11 124 11.3 1.35 Peningkatan 0 1 2 0 1 2 2 1 1 2 3 15 1.4 0.92

Tabel 6. Tabel distribusi frekuensi peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain menggunakan metode latihan bentuk latihan NILAI 0 1 2 3 TALLY II IIII IIII I FREKUENSI 2 4 4 1

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau dengan menggunakan metode

latihan bentuk latihan menunjukan hasil sebagai berikut: skor tertinggi 3 dan skor terendah 0, dengan rata rata 1.4 dan standar deviasi 0.92.

B.

Pengujian Persyaratan Analisis Penelitian menggunakan rumus statistik parametrik dengan menggunakan

tekhnik analisis uji t (Independent Sample Test). Tekhnik analisis ini baru dapat dilaksanakan apabila telah memenuhi persyaratan yaitu: (1) data sampel setiap variabel berdistribusi normal, (2) varians populasi antar kelompok dan homogenitas perlu dilakukan. Dalam hal ini akan dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data penelitian ini.

1.

Uji Normalitas Analisis uji normalitas dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji

asumsi bahwa distribusi sampel dari data sampel mendekati normalitas populasi. Pengujian normalitas penyebaran skor data dengan menggunakan Uji Liliefors, dimana taraf signifikansi yang digunakan sebagai dasar menolak atau menerima keputusan normal atau tidaknya suatu distribusi data adalah = 0.05. Dasar dari pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a. b. Jika Lo > Lt, maka populasi berdistribusi tidak normal Jika Lo < Lt, maka populaasi berdistribusi normal

Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh harga Lo dan Lt dengan = 0. 05 dapat dilihat sebagai berikut:

1) Kelompok Metode Latihan Bentuk Bermain Untuk kemampuan passing dan kontrol pada variabel metode latihan bentuk bermain diperoleh Lo sebesar 0. 1801dan Lt sebesar 0. 249. Setelah dibandingkan nilai Lo dan Lt pada kemampuan passing dan kontrol pemain variabel metode latihan bentuk bermain, maka dapat dilihat nilai Lo (0. 1801) < Lt (0. 249). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa sampel untuk kemampuan passing dan kontrol variabel metode latihan bentuk bermain berasal dari populasi yang berdistribusi normal (perhitungan lengkap pada lampiran 4).

2) Kelompok Metode Latihan Bentuk Latihan Untuk kemampuan passing dan kontrol pada variabel metode latihan bentuk latihan diperoleh Lo sebesar 0. 1971 dan Lt sebesar 0. 249. Setelah dibandingkan nilai Lo dan Lt pada kemampuan passing dan kontrol pemain variabel metode latihan bentuk latihan, maka dapat dilihat nilai Lo (0. 1971) < Lt (0. 249). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa sampel untuk kemampuan passing dan kontrol variabel metode latihan bentuk latihan berasal dari populasi yang berdistribusi normal (perhitungan lengkap pada lampiran 5)

2.

Uji Homogenitas Dasar pengambilan keputusan untuk Uji Homogenitas adalah sebagai

berikut :

1.

Jika F hitung < F tabel, maka kedua kelompok sampel memiliki varian yang homogen

2.

Jika F

hitung

<F

tabel,

maka kedua kelompok sampel tidak memiliki

varian yang homogen Dari pengujian yang telah dilakukan hasil tes kedua kelompok sampel metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan, diperoleh harga F
hitung

sebesar 1.17 dan F

tabel

dengan taraf signifikan 0.05, sebesar 2.97.


hitung

Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai F

(1.17) < F

tabel

(2.97).

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kedua kelompok sampel memiliki varians yang homogen (perhitungan lengkap pada lampiran 6).

C.

Pengujian Hipotesis Untuk pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima

kebenarannya atau tidak, maka dilakukan pengujian data yang memakai uji t. Masing masing pengujian hipotesis ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

1.

Terdapat Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Terhadap

Kemampuan Passing Dan Kontrol Atlet SSB Bidasari Kapau. Hipotesis yang dilakukan dalam uji-t ini adalah :

1.

Ha: terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

2.

Ho: tidak terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Kriteria pengambilan keputusannya adealah sebagai berikut : 1. 2. Jika t hitung > t tabel maka Ha diterima, Ho ditolak Jika t hitung < t tabel maka Ha ditolak, Ho diterima

Dari analisis yang telah dilakukan, nilai t hitung antara tes awal dan tes akhir yang menggunakan metode latihan bentuk bermain diperoleh angka sebesar 8.4. Kemdian nilai yang diperoleh dibandingkan dengan t
tabel

pada taraf signifikan

0.05 dengan derajat kebebasan n 1 (10) sebesar 2.23. Hal ini menunjukan bahwa nilai t hitung (8.4) > (2.23). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Berdasarkan penghitungan uji t diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung pada metode latihan bentuk bermain lebih besar dari t
tabel.

Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepak bola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya (perhitungan lengkap pada lampiran 7).

2.

Terdapat Pengaruh Metode Latihan Bentuk Latihan Terhadap

Kemampuan Passing Dan Kontrol Atlet SSB Bidasari Kapau. Hipotesis yang dilakukan dalam uji t ini adalah : 1. Ha: terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. 2. Ho: tidak terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut : 1. 2. Jika t hitung > t tabel maka Ha diterima, Ho ditolak Jika t hitung < t tabel maka Ha ditolak, Ho diterima

Dari analisis yang telah dilakukan, nilai t hitung antara tes awal dan tes akhir yang menggunakan metode latihan bentuk bermain diperoleh angka sebesar 5.02. Kemdian nilai yang diperoleh dibandingkan dengan t
tabel

pada taraf signifikan

0.05 dengan derajat kebebasan n 1 (10) sebesar 2.23. Hal ini menunjukan bahwa nilai t hitung (5.02) > (2.23). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Berdasarkan penghitungan uji t diatas, dapat dilihat bahwa nilai t hitung pada metode latihan bentuk latihan lebih besar dari t
tabel.

Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam

sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya (perhitungan lengkap pada lampiran 8).

3.

Terdapat perbedaan pengaruh antara Metode latihan Bentuk

Bermain dengan Metode Latihan Bentuk Latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Hipotesis yang dilakukan dalam uji-t ini adalah : 1. Ha: terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. 2. Ho: tidak terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Kriteria pengambilan keputusannya adealah sebagai berikut : 1. 2. Jika t hitung > t tabel maka Ha diterima, Ho ditolak Jika t hitung < t tabel maka Ha ditolak, Ho diterima
hitung

Dari analisis yang dilakukan diperoleh nilai t

antara metode latihan

bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan sebesar 1.84. Kemudian nilai yang diperoleh dari t tabel pada taraf signifikan 0.05 dengan derajat kebebasan n 2 (20), ternyata nilai t hitung (1.84) > nilai t tabel (1.72). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan bentuk bermain dengan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dengan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya (perhitungan lengkap pada lampiran 9)

D.

Pembahasan Dalam usaha peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB

Bidasari Kapau, maka diberikan latihan dengan metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan. Dari penggunaan kedua metode latihan ini akan dilihat apakah ada pengaruh dan perbedaan dari kedua metode latihan ini terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau. Dalam analisis uji-t terhadap hipotesis pertama dapat dilihat bahwa: 1. Nilai t
hitung

kemampuan passing dan kontrol atlet dengan menggunakan


tabel

metode latihan bentuk bermain (8.4) lebih besar dari t

(2.23). Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya. 2. Nilai t
hitung

kemampuan passing dan kontrol atlet dengan menggunakan


tabel

metode latihan bentuk latihan (5.02) lebih besar dari t

(2.23). Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan

passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya. 3. Nilai t
hitung

kedua metode latihan setelah dilakukan analisis adalah (1.84)


tabel

lebih besar dari t

(1.72) yang mana menggunakan taraf signifikan 0.05

dengan derajat kebebasan 20 (n 2). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dengan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau. Adanya pengaruh tersebut kemungkinan disebabkan oleh adaptasi dari suatu latihan terhadap gerakan gerakan anggota tubuh yang menunjang terhadap kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola. Perbedaan pengaruh dari kedua metode latihan ini mungkin disebabkan oleh faktor psikologis yang ditimbulkan akibat dari perlakuan yang diberikan. Pada metode latihan bentuk bermain, pemain dihadapkan kepada sebuah permainan sepakbola yang dimodifikasi, sehingga di dalam latihan ini, terjadi gangguan dari lawan yang mengakibatkan kemampuan teknik dari pemain dapat berkembang dengan sendirinya sesuai dengan kebutuhan dilapangan Sedangkan pada metode latihan bentuk latihan diberikan latihan berupa bentuk bentuk latihan yang bersifat meningkatkan elemen elemen tertentu atau pada penelitian ini elemen passing dan kontrol. Pada metode latihan bentuk latihan ini diberikan latihan latihan sesuai dengan instruksi dari pelatih, hal ini menyebabkan atlet hanya bisa melakukan kegiatan tersebut hanya sesuai dengan

yang diinstruksikan oleh pelatih sehingga pemain kurang bisa mengembangkan keterampilan Berdasarkan hasil analisis diatas dapat dilihat bahwa nilai t
hitung

kelompok
hitung

metode latihan bentuk bermain lebih besar jika dibandingkan dengan nilai t

kelompok metode latihan bentuk latihan. Hal tersebut, berarti pengaruh metode latihan bentuk bermain lebih besar jika dibandingkan dengan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet (pemain).

E.

Keterbatasan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa hal yang menghambat

proses jalannya penelitian ini, oleh karena itu membuat penelitian ini menjadi terbatas. Hal hal tersebut ditanggulangi dengan inisiatif sendiri oleh peneliti yang mana tidak lepas dari ketentuan ketentuan atau prosedur dalam melakukan proses penelitian. Hal hal tersebut antara lain adalah faktor cuaca pada saat penelitian berlangsung. Di waktu penelitian cuaca pada saat itu sering hujan, oleh karena itu atlet atau sampel yang akan diteliti atau diberi perlakuan tidak semuanya dapat menghadiri latihan karena alasan diatas. Kemudian faktor sarana dan prasarana latihan. Karena pada waktu penelitian berlangsung adalah musim hujan, sehingga menyebabkan lapangan tempat dilaksanakannya penelitian menjadi becek atau kurang baik, sehingga jalannya latihan sering kurang kondusif tidak seperti yang diharapkan.

Faktor lain yang membatasi penelitian ini yaitu keterbatasan buku sumber yang dimiliki oleh peneliti, yang mengakibatkan tidak semua aspek aspek latihan dapat peneliti berikan di dalam penelitian ini kepada sampel penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A.

KESIMPULAN 1. Terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Terbukti dengan nilai t
hitung

antara tes awal dan tes akhir yang menggunakan

metode latihan bentuk bermain diperoleh angka sebesar 8.4, yang mana nilai t hitung (8.4) lebih besar dari nilai t tabel (2.23). 2. Terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Terbukti dengan nilai t
hitung

antara tes awal dan tes akhir yang menggunakan

metode latihan bentuk latihan diperoleh angka sebesar 5.02, yang mana nilai t hitung (5.02) lebih besar dari nilai t tabel (2.23). 3. Terdapat perbedaan pengaruh antara Metode Latihan Bentuk Bermain dengan Metode Latihan Bentuk Latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Terbukti dengan nilai t hitung kemampuan passing dan kontrol atlet dari kedua kelompok variabel lebih besar jika dengan nilai t tabel, yaitu : nilai t hitung sebesar (1.84) > nilai t tabel (1.72).

4.

SARAN 1. Untuk meningkatkan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola dapat menggunakan kedua metode latihan ini, baik itu metode latihan bentuk bermain maupun metode latihan bentuk latihan.

2. Hendaknya metode latihan bentuk bermain lebih banyak digunakan untuk peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola. 3. Dalam penggunaan kedua metode tersebut hendaknya juga disesuaikan dengan faktor faktor

DAFTAR PUSTAKA

Abus, Emral. (2005). Buku Ajar Sepakbola. Padang. FIK UNP. Afrizal. (2000). Sepakbola. FPOK IKIP, Padang. Coever. (1985). Sepakbola Program Pembinaan Pemain Ideal. Jakarta : PT Gramedia. Darwis, Ratinus. (1999). Sepakbola Dasar. Padang : UNP. Depdikbud. Dan Pusat Kesegaran Jasmani, 1984. Gifford, C. 2007. Keterampilan Sepakbola. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama. Hariyono. 1991. Sepakbola I. Malang. IKIP Malang. Harsono. (1988). Coaching dan Aspek aspek Psikologi Dalam Coaching. Jakarta: Depdiknas Ditjen Dikti. Luxbacher, Joseph. (2001). Langkah langkah Menuju Sukses. Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada. ................................. (2011). Sepakbola. Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada. Nurhasan. 2001. Tes Dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani. Jakarta: Direktorat Jendral Olahraga. PSSI. (2010). Peraturan Permainan Sepakbola. Jakarta: PSSI. Sajoto, M. (1990). Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang: Effhar & Dahara Prize. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Tim Mata Kuliah Statistik. (2011). Silabus dan Handout Mata Kuliah Statistik Lanjutan. Padang: FIK UNP Undang-Undang Negara Repbulik Indonesia No.3 Tahun 2005. Sistem Keolahragaan Nasional. Bandung: Citra Umbara. UNP. (2007). Buku Panduan Penulisan Tugas Akhir atau Skripsi Universitas Negeri Padang. Padang: Depdiknas.

Yusuf, Muri A. (2005). Metodologi Penelitian. UNP Press Padang. Zein, Muhammad. (2009). SepakbolaIindonesia, Bermain Dalam Aturan. Jakarta : PSSI.

Lampiran 1 DATA DAN HASIL TES AWAL KEMAMPUAN PASSING DAN KONTROL ATLET SSB BIDASARI KAPAU No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Pemain Aditya Agam Robyanesta Rahmat Hidayat Rahmat Rizki Deni Ardiansyah Hanif Hazman Riki Ramindo Ihsan Aprinaldi Fakhri Ulil Fauzan M. Z Diki Mayinfar Syafdal Roni Firdaus Rahman Nurhadi Beni Fitri Asmy Febri Wahyudi M. Faizal Nizam Dede Febrian Fakhri Yandri Hasil Tes Awal ( Pre Test) 8 8 8 8 9 9 10 8 13 12 10 9 11 13 12 12 12 9

19 20 21 22

M. Arizal Azis Fauzi Hendra Efendi James Swara

10 10 8 9

Lampiran 2

Hasil Tes Awal Dan Tes Akhir Kelompok Metode Latihan Bentuk Bermain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Pemain Beni Fitri Asmy Dede Febrian Febri Wahyudi Fauzi M. Arizal Azis Hanif Hazman Riki Ramindo James Swara Aditya Agam Robyanesta Rahmat Hidayat Fakhri Ulil Tes Awal 13 12 12 10 10 9 9 9 8 8 8 Tes Akhir 14 13 13 13 13 12 11 12 11 10 10

Lampiran 3

Hasil Tes Awal Dan Tes Akhir Kelompok Metode Latihan Bentuk Latihan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Pemain Fauzan M. Z Diki Mayinfar M. Faizal Nizam Rahman Nurhadi Ihsan Aprinaldi Syafdal Roni Firdaus Fakhri Yandri Deni Ardiansyah Hendra Efendi Rahmat Rizki Tes Awal 13 12 11 11 10 10 9 9 8 8 8 Tes Akhir 13 13 13 11 11 12 11 10 9 10 11

Lampiran 4

Uji Normalitas (uji Liliefors) Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. Jika Lo > Lt, maka populasi berdistribusi tidak normal 2. Jika Lo < Lt, maka populaasi berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Metode Latihan Bentuk Bermain

X (X2 X1) 1 2 3

F 3 4 4 F = 11

Zi -1.31 -0.11 +1.09

F(Zi) 0.0951 0.4562 0.8621

S(Zi) 0.2727 0.6363 1

IF(Zi) S(zi)I 0.1776 0.1801 0.1379

Keterangan: X F F Zi F (Zi) S (Zi) : X2 X1 ( Tes akhir tes awal ) : Frekuensi : Jumlah frekuensi : Skor baku dengan menggunakan rumus Z skor : Peluang skor baku dengan berpedoman pada tabel F : BanyaknyaZ1, Z2,..... Zn Zi n Nilai LO
bservasi

merupakan selisih harga mutlak terbesar F (Zi) S (Zi),


tabel

maka didapatlah nilai LO sebesar 0.1801. Nilai L dengan taraf signifian 0.05 adalah 0.249.

untuk jumlah sampel 11

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa nilai LO (0.1801) <L
tabel

(0.249). Jadi dapat disimpulkan bahwa data sampel berasal dari populasi

yang berdistribusi normal.

Lampiran 5

Uji Normalitas (Uji Liliefors) Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: 1. 2. Jika Lo > Lt, maka populasi berdistribusi tidak normal Jika Lo < Lt, maka populasi berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Metode Latihan Bentuk Latihan X (X2 X1) 0 1 2 3 F 2 4 4 1 F = 11 Zi -1.48 -0.39 +0.69 +1.78 F(Zi) 0.0694 0.3483 0.7549 0.9625 S(Zi) 0.1818 0.5454 0.9090 1 IF(Zi) S(zi)I 0.1124 0.1971 0.1541 0.0375

Keterangan: X F F Zi F (Zi) S (Zi) : X2 X1 (Tes akhir tes awal ) : Frekuensi : Jumlah frekuensi : Skor baku dengan menggunakan rumus Z skor : Peluang skor baku dengan berpedoman pada tabel F : BanyaknyaZ1, Z2,..... Zn Zi n

Nilai LO

bservasi

merupakan selisih harga mutlak terbesar F (Zi) S (Zi),


tabel

maka didapatlah nilai LO sebesar 0.1971. Nilai L dengan taraf signifian 0.05 adalah 0.249.

untuk jumlah sampel 11

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa nilai LO (0.1971) <L
tabel

(0.249). Jadi dapat disimpulkan bahwa data sampel berasal dari populasi

yang berdistribusi normal.

Lampiran 6

Uji Homogenitas (uji F) Kriteria pengambilan keputusan: 1. Jika F hitung < F tabel maka data bervariansi homogen 2. Jika F hitung < F tabel maka data tidak bervariansi homogen

Uji homogenitas masing masing data kemampuan passing dan kontrol sepakbola Standar deviasi kelompok Metode Latihan Bentuk Bermain Standar deviasi kelompok Metode Latihan Bentuk Latihan Varian = Standar deviasi dikuadratkan : 0.83 : 0.92

F hitung =

F hitung =

F hitung = F hitung = 1.17

Kemudian dengan menggunakan derajat kebebasan (n1 1), (n2 1), dan dengan = 0.05 pada tabel distribusi F, terbaca nilat F Selanjutnya dibandingkan nilai F dapat dilihat bahwa nilai F
hitung hitung tabel

sebesar 2.97.

dengan F

tabel.

Dari perbandingan tersebut


tabel

(1.17) lebih kecil dari nilai F

(2.97), maka

dapat disimpulkan bahwa kedua varians tersebut homogen.

Lampiran 7

Uji Hipotesis Pertama

Terdapat

Pengaruh

Metode

Latihan

Bentuk

Bermain

Terhadap

Kemampuan Passing Dan Kontrol Atlet SSB Bidasari Kapau.

Hipotesis yang dilakukan dalam uji-t ini adalah : 1. Ha: terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. 2. Ho: tidak terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Kriteria pengambilan keputusannya adealah sebagai berikut: 1. 2. Jika t hitung > t tabel maka Ha diterima, Ho ditolak Jika t hitung < t tabel maka Ha ditolak, Ho diterima

Uji hipotesis kelompok metode latihan bentuk bermain No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jumlah Rata - rata STD X1 13 12 12 10 10 9 9 9 8 8 8 108 9.8 1.78 X2 14 13 13 13 12 12 11 12 11 10 10 131 11.9 1.30 D 1 1 1 3 2 3 2 3 3 2 2 23 2.09 0.83 D2 1 1 1 9 4 9 4 9 9 4 4 55 5 3.41

Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau, maka dilakukan uji-t terhadap data yang diperoleh dengan penjabaran sebagai berikut :

Berdasarkan perhitungan uji-t di atas, kita dapat melihat bahwa nilai t hitung adalah 8.4, sedangkan nilai t 0.05 adalah 2.23. Kemudian dibandingkan nilai t menunjukan nilai t
hitung hitung tabel

dengan derajat kebebasan 10 (n 1) serta =

dengan t

tabel.

Perbandingan tersebut
tabel

(8.4) lebih besar dari nilai t

(2.23). Dari hasil

perbandingan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh metode latihan bentuk bermain terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Lampiran 8

Uji Hipotesis Kedua

Terdapat Pengaruh Metode Latihan Bentuk Latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Atlet SSB Bidasari Kapau.

Hipotesis yang dilakukan dalam uji-t ini adalah : 1. Ha: terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. 2. Ho: tidak terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Kriteria pengambilan keputusannya adealah sebagai berikut : 1. Jika t hitung > t tabel maka Ha diterima, Ho ditolak 2. Jika t hitung < t tabel maka Ha ditolak, Ho diterima

Uji hipotesis kelompok metode latihan bentuk latihan No 1 2 3 4 5 6 X1 13 12 11 11 10 10 X2 13 13 13 11 11 12 D 0 1 2 0 1 2 D2 0 1 4 0 1 4

7 8 9 10 11 Jumlah Rata - rata STD

9 9 8 8 8 109 9.9 1.70

11 10 9 10 11 124 11.3 1.35

2 1 1 2 3 15 1.4 0.92

4 1 1 4 9 29 2.64 2.69

Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau, maka dilakukan uji-t terhadap data yang diperoleh dengan penjabaran sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan uji-t di atas, kita dapat melihat bahwa nilai t hitung adalah 5.02, sedangkan nilai t 0.05 adalah 2.23. Kemudian dibandingkan nilai t menunjukan nilai t
hitung hitung tabel

dengan derajat kebebasan 10 (n 1) serta =

dengan t

tabel.

Perbandingan tersebut
tabel

(5.02) lebih besar dari nilai t

(2.23). Dari hasil

perbandingan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau.

Lampiran 9

Uji hipotesis ketiga (kedua kelompok pendekatan) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X1 1 1 1 3 2 3 2 3 3 2 X2 0 1 2 0 1 2 2 1 1 2 X12 1 1 1 4 4 9 4 9 9 4 X22 0 1 4 0 1 4 4 1 1 4

11 Jumlah Rata - rata STD Keterangan: X1 X2

2 23 2.09 0.83

3 15 1.4 0.92

4 55 5 3.40

9 29 2.64 2.69

: Skor peningkatan kelompok Metode Latihan Bentuk Bermain : Skor peningkatan kelompok Metode Latihan Bentuk Latihan Untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan pengaruh metode latihan

bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau, maka dilakukan uji-t terhadap data yang diperoleh dengan penjabaran sebagai berikut :

Derajat kebebasan (dk) = n 2 = 22 2 = 20 taraf signifikansi = 0.05 t t (1-1/2)(20) = 2.09 t t( 1- )(20) = 1.72 t h (1.84) > t t (1.72) Dari hasil perbandingan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh metode latihan bentuk bermain dan metode latihan bentuk latihan terhadap peningkatan kemampuan passing dan kontrol dalam sepakbola atlet SSB Bidasari Kapau dapat diterima kebenarannya.

Lampiran 10

PROGRAM LATIHAN METODE LATIHAN BENTUK BERMAIN Minggu I Hari 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Durasi 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit 3 x 10 menit Interval 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit

II

III

IV

VI

Lampiran 11 PROGRAM LATIHAN METODE LATIHAN BENTUK LATIHAN Minggu I Hari 1 2 3 1 2 3 1 2 Durasi 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit Interval 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit

II

III

3 IV 1 2 3 1 2 3 1 2 3

6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit 6 x 5 menit

2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit 2 1/2 menit

VI

Pertemuan ke II & III No 1 Metode Latihan Bentuk Bermain C. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis D. Latihan inti 6m 6m Interv al Pemana 5 menit san = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendin ginan = 10 menit Durasi No Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan 1 Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti A B Keterangan : : arah passing 1) A melakukan passing ke arah B dengan jarak 10 m. 2) B mengontrol bola terlebih dahulu dan kemudian melakukan passing lagi ke A ( dua kali sentuhan ). 3) Ke mudian A mengontrol bola dan melakukan Durasi Interval

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

Bermain 4 vs 2 1) Bermain 4 vs 2 dalam lapangan dengan ukuran 6 x 6m.

2) Empat orang yang menguasai bola boleh memainkan bola sebanyak tiga kali sentuhan. 3) Dua orang pemain lainnya bertugas sebagai pengejar bola. 4) Jika salah satu dari dua orang yang mengejar bola tersebut mendapatk an bola maka dia berganti posisi

passing lagi ke pemain B. 4) Ke mudian latihan divariasikan. C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

dengan pemain yang kehilangan bola. 5) Kemudian latihan divariasika n E. Game setengah lapangan sepakbola F. Cooling down

Pertemuan ke IV & V No 2 Metode Latihan Bentuk Bermain G. Pemanasan 4) Stretching statis 5) Jogging 6) Stretching dinamis H. Latihan inti 6m 6m Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendinginan = 10 menit Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan 5 menit No 2 Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Interval

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

ECA

BD Keterangan : : arah passing : arah lari

1)

Bermain 4 vs 2 6) Bermain 4 vs 2 dalam lapangan

A melakukan passing ke arah B dengan jarak 10 m. 2) Sete lah melakukan passing, A mengambil posisi di belakang D. 3) B

dengan ukuran 6 x 6m. 7) Empat orang yang menguasai bola boleh memainka n bola sebanyak tiga kali sentuhan. 8) Dua orang pemain lainnya bertugas sebagai pengejar bola. 9) Jika salah satu dari dua orang yang mengejar bola tersebut mendapatk an bola

mengontrol bola terlebih dahulu dan kemudian melakukan passing ke C. 4) Sete lah melakukan passing, B mengambil posisi di belakang E. 5) Ke mudian latihan divariasikan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

maka dia berganti posisi dengan pemain yang kehilangan bola. 10) Kemudian latihan divariasika n I. Game setengah lapangan sepakbola Cooling down

J.

Pertemuan ke VI & VII No Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretchin g statis 2) Jogging 3) Stretchin g dinamis B. Latihan inti Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendinginan = 10 menit Interval No Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan

5 menit

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

40 m 30m

ECA x1 x2 x3 BDF Keterangan : : arah passing : arah lari 1) Pem ain B melakukan passing dari patok x3 ke patok x2. 2) Pem ain A lari dari patok x1 ke patok x2 dan kemudian tanpa mengontrol bola

Bermain 5 vs 5 1) Bermain 5 vs 5 dalam

lapangan dengan ukuran 40 x 30 m menggun akan sebuah bola tanpa menguna kan gawang. 2) Tim bermain dengan tujuan peningka tan keteramp ilan passing sehingga mampu menguas ai bola lebih lama

3)

4)

5)

6)

terlebih dahulu yang diberikan pemain B, langsung melakukan passing _ea rah patok x3. Pem ain D mengontrol bola terlebih dahulu sebelum dioper kembali ke pemain C. Sete lah melakukan passing pemain A mengambil posisi dibelakang E. Pem ain B setelah melakukan passing mengambil posisi di belakang F. Ke mudian latihan divariasikan

C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

dibandin gkan tim lawan. 3) Gol / poin tercipta apabila pemain dari satu tim berhasil melakuk an passing dan _ea rah sebanyak 10 kali operan tanpa ter intersept pemain tim lawan. 4) Pada 10 menit pertama, bermain

dengan tiga kali sentuhan. 5) Kemudia n latihan divariasi kan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

Pertemuan ke VIII & IX No Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretchin g statis 2) Jogging 3) Stretchin Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Interval No Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan

5 menit

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit

g dinamis B. Latihan inti

Pendinginan = 10 menit ECA x1 x2 BDF x3

Pendinginan = 10 menit

Keterangan : Ukuran lapangan : 40 x 30 m : patok ( sebaga i patoka n tiang gawan g tim A) : patok ( sebaga i patoka

Keterangan : : arah passing : arah lari 1) Pem ain B melakukan passing dari patok x3 ke patok x2. 2) Pem ain A lari dari patok x1 ke patok x2 dan kemudian tanpa mengontrol bola terlebih dahulu yang diberikan pemain B, langsung melakukan passing ke arah patok x3. 3) Pem ain D mengontrol bola terlebih dahulu

n tiang gawan g tim B) Bermain 4 vs 4 + 2 N ( Netral ) 1) Bermain 4 vs 4 + 2 N ( Netral ) dalam lapangan ukuran 40 x 30 m. 2) Permaina n lebih ditekanka n kepada peningkat an kemampu an passing dan kontrol pemain.

sebelum dioper kembali ke pemain C. 4) Sete lah melakukan passing pemain A mengambil posisi dibelakang F. 5) Pem ain B setelah melakukan passing mengambil posisi di belakang E. 6) Ke mudian latihan divariasikan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

3) Fungsi netral disini yaitu sebagai pemantul bola ( maksimal dua kali sentuhan) 4) Gol / poin tercipta apabila bola melewati dua buah patok sebagai patokan tiang gawang. 5) Pada 10 menit pertama bermain dengan tiga kali

sentuhan maksimal . 6) Kemudia n latihan divariasik an C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

Pertemuan ke X & XI No 5 Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendinginan = 10 menit Interval 5 menit No 5 Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti A B x1 x3 Durasi Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

N Keterangan : Ukuran lapangan 10 m. : arah passing : arah lari 1) N Keterangan : Ukuran lapangan : 40 x 30 m : patok ( sebagai patoka n tiang gawan g) : pemain tim A : pemain tim B N : pemain Pem ain A melakukan passing dari patok x1 ke
pemain B yang terlebih dahulu mengejar ke patok

x2. 2) Ke mudian pemain B mengontrol bola dan melakukan passing kembali kepada pemain A. 3) Pem ain A dan B dalam melakukan passing dan kontrol sambil maju mundur ke patok masing masing . 4) Ke mudian latihan divariasikan

netral Bermain 4 vs 4 + 2 N ( Netral ) 1) Bermain 4 vs 4 + 2 Netral dalam lapangan ukuran 40 x 30 m. 2) Permaina n lebih ditekanka n kepada peningkat an kemampu an passing dan kontrol pemain. 3) Fungsi netral disini yaitu sebagai pemantul bola (

C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

maksimal dua kali sentuhan ) 4) Gol / poin tercipta apabila bola melewati dua buah patok sebagai patokan tiang gawang. 5) Pada 10 menit pertama bermain dengan tiga kali sentuhan maksimal. 6) Kemudian latihan divariasik an C. Game setengah

lapangan sepakbola D. Cooling down Pertemuan ke XII & XIII No 6 Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendinginan = 10 menit Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan 5 menit No 6 Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Interval

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

Keterangan : Ukuran lapangan 40 x 30 m. : pemain tim A : pemain tim B

: arah passing Keterangan : Ukuran lapangan : 40 x 30 m : patok ( sebagai patokan tiang gawang ) : pemain tim A : pemain tim B N : pemain netral Bermain 4 vs 4 + 2 N ( Netral ) 1) Bermain 4 vs 4 + 2 Netral dalam lapangan ukuran 40 x 30 m. 2) Permainan lebih Pem ain tim A melakukan passing dan kontrol sesama temannya dengan tiga kali sentuhan 2) Pem ain tim B juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pemain tim A. 3) Pem ain boleh bergerak bebas hanya dalam areanya sendiri. 4) Seti ap pemain yang melakukan passing harus menyeberangi areanya. 5) Ke mudian latihan divariasikan C. Game setengah lapangan sepakbola 1)

ditekankan kepada peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain. 3) Pemain yang menguasai bola adalah penyerang dan tim lawannya sebgai tim bertahan. 4) Gol / poin tercipta apabila bola melewati dua buah patok sebagai patokan tiang gawang. 5) Pada 10 menit

D. Cooling down

pertama bermain dengan tiga kali sentuhan maksimal. 6) Kemudian Latihan divariasikan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

Pertemuan ke XIV & XV No Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretchin g statis 2) Jogging 3) Stretchin g Durasi Interval No Metode Latihan Bentuk Latihan Durasi Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan

Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit

5 menit

A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan =

dinami s B. Latihan inti

Pendinginan = 10 menit

10 menit

1 1 3 Keterangan : Ukuran lapangan 40 x 30 m. : pemain tim A : pemain tim B : arah passing : arah lari 1) Pemain kedua tim melakukan passing dan kontrol sesama teman satu timnya dengan maksimal tiga kali sentuhan 2) Pemain boleh bergerak bebas di dalam lapangan pertandingan. 3) Setiap pemain yang melakukan passing kepada temannya harus berlari ketempat

5 4

Keterangan : Ukuran lapangan : 40 x 30 m : pemai n tim A

: pemai n tim B Bermain 5 vs 5 1) Bermain 5 vs 5 lapangan ukuran 40 x 30 m tanpa menggu nakan gawang. 2) Pemain dari tiap tim diberika n urutan nomor dari nomor 1 sampai nomor 5. 3) poin tercipta

temannya yang menerima bola. 4) Pemain yang diberikan passing mengontrol bola dan mempassing lagi bola tersebut terserah kepada teman satu tim yang ia inginkan, dan juga berlari ketempat teman yang ia berikan bola. 5) Kemudia n latihan divariasikan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

apabila pemain dari salah satu tim ( misal tim A ) berhasil melakuk an passing yang beruruta n mulai dari pemain nomor urut 1 sampai pemain nomor urut 5 tanpa ter intersept pemain tim lawan. 4) Pada 10

menit pertama bermain dengan tiga kali sentuhan maksima l. 5) Kemudia n latihan divariasi kan C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

Pertemuan ke XVI & XVII No 8 Metode Latihan Bentuk Bermain A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti Durasi Pemanasan = 15 menit Latihan inti = 3 x 10 menit Pendinginan = 10 menit Interval Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Metode Latihan Bentuk Latihan 5 menit No 8 Metode Latihan Bentuk Latihan A. Pemanasan 1) Stretching statis 2) Jogging 3) Stretching dinamis B. Latihan inti \ Durasi Interval

Pemanasan = 2 1/2 menit 15 menit Latihan inti = 6 x 5 menit Pendinginan = 10 menit

Keterangan : Ukuran lapangan : 40 x 30 m : pemain

Keterangan : Ukuran lapangan 40 x 30 m. : pemain : arah passing : arah lari 1) Pem ain 1 mempassing bola ke pemain 2, kemudian

tim A : pemain tim B : gawang tim B : gawang tim A : arah lari Bermain 5 vs 5 1) Bermain 5 vs 5 lapangan ukuran 40 x 30 m. 2) Lapangan dibagi menjadi tiga bagian, yang mana tiap tiap wilayah diisi oleh pemain kedua tim yang jumlahnya sama. 3) Tiap pemain bebas bergerak di wilayahnya

2)

3)

4)

5)

pemain 1 langsung berlari kearah pemain 2, dan pemain dua mempassing bola kembali ke pemain 1. Ke mudian pemain 1 mempassing bola ke pemain 3 ( umpan terobosan), dengan sekali kontrol pemain 3 melakukan llong passing ke pemain 4. Pem ain 4 mengontrol bola yang datangnya melambung dengan bagian bagian tubuh. Pem ain 4 mempassing kembali bola tersebut dengan long passing ke pemain 1. Sete lah selesai satu set latihan pemain berpindah posisi ( pemain 1 pindah ke

dan boleh pindah ke wilayah lapangan di sebelah area lapangannya. 4) Pada 10 menit pertama bermain dengan tiga kali sentuhan maksimal. 5) Setelah istirahat 3 5 menit. Pada 10 menit kedua dilanjutkan dalam bentuk permainan yang sama tapi ditingkatkan dengan bermain dua kali sentuhan. C. Game setengah

posisi pemain 2, Pemain 2 pindah ke posisi pemain 3 dan begitu seterusnya ). C. Game setengah lapangan sepakbola D. Cooling down

lapangan sepakbola D. Cooling down

DOKUMENTASI

Dokumentasi penelitian Pengaruh Metode Latihan Bentuk Bermain Dan Bentuk latihan Terhadap Kemampuan Passing Dan Kontrol Dalam Permainan Sepakbola Atlet SSB Bidasari Kapau, antara peneliti dengan sampel dan pelatih /pengurus SSB Bidasari Kapau.

DAFTAR TABEL Tabel 1. 2. 3. Halaman

Jumlah atlet SSB Bidasari Kapau ................................................................. 31 Pengawas dan tenaga pembantu .................................................................... 37 Peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain dengan menggunakan metode latihan bentuk bermain ..................................................................... 44

4.

Peningkatan kemampuan passing dan kontrol pemain dengan menggunakan metode latihan bentuk latihan ....................................................................... 45

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 2. 3. 4. 5. 6. Halaman

Passing dalam permainan sepakbola ............................................................. 15 Berbagai cara mengontrol bola yang datangnya menggelinding .................. 17 Berbagai cara mengontrol bola yang datangnya melayang .......................... 18 Bagan kerangka konseptual .......................................................................... 28 Desain penelitian ........................................................................................... 32 Tes passing dan kontrol sepakbola ............................................................... 40

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman

1. Data dan hasil tes awal kemampuan passing dan kontrol atlet SSB Bidasari Kapau ........................................................................................................ 60 2. Hasil tes awal dan tes akhir kelompok metode latihan bentuk bermain ... 61 3. Hasil tes awal dan tes akhir kelompok metode latihan bentuk latihan ..... 62 4. Uji Normalitas ( Uji Liliefors ) kelompok metode latihan bentuk bermain ................................................................................................................... 63 5. Uji Normalitas ( Uji Liliefors ) kelompok metode latihan bentuk latihan ................................................................................................................... 65 6. Uji Homogenitas ( Uji F ) ........................................................................ 67 7. Uji Hipotesis Pertama (Uji-t) ................................................................... 68 8. Uji Hipotesis kedua (Uji-t) ....................................................................... 71 9. Uji Hipotesis ketiga (Uji-t) ....................................................................... 74 10. Program latihan metode latihan bentuk bermain ...................................... 77 11. Program latihan metode latihan bentuk latihan ......................................... 78 12. Satuan latihan metode latihan bentuk bermain dan bentuk latihan ................................................................................................................... 79 13. Dokumentasi Penelitian ........................................................................... 97