Anda di halaman 1dari 6

BAB IV STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1. Analisis SWOT Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Kabupaten Sidoarjo nampak pada gambar 4.1. Berdasarkan masukan yang diperoleh dari seluruh dinas, badan, dan instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo, maka dapat disusun sebuah matrik interaksi potensi dan lingkungan sebagaimana tampak pada gambar 4.2.

Gambar 4.1 Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (SWOT)


1 2 3 4 5 6 7 KEKUATAN (S) Lokasi strategis Jumlah Penduduk Kesadaran Masyarakat Potensi Sumber Daya Alam Industri Kecil yang berkembang Pedapatan Asli Daerah (PAD) Industri Besar 1 2 3 4 5 6 7 KELEMAHAN (W) Lemahnya koordinasi Jaringan Kerja Berkurangnya Lahan Pertanian Lemahnya sistem Manajemen Pelayanan. Kurangnya kualitas Sumber Daya Aparatur

8 Sarana dan Prasarana 9 Pendapatan per Kapita 10 Kuantitas SDM Aparatur 11 Sinergi antar Instansi 12 Masyarakat yang religius PELUANG (O) 1 Keleluasaan Pengelolaan Sumber Daya 2 3 4

Tingkat pengangguran yg tinggi Lemahnya sistem Reward Lemahnya Jaringan Distribusi Produk Lokal 8 Kurangnya kesejahteraan Aparatur 9 Rendahnya Program Kemitraan 10 Lemahnya Manajemen Pengelolaan

ANCAMAN (T) Instabilitasi Politik dan Ekonomi

Kecepatan Pengambilan Keputusan 2 Kerawanan Sosial Terbukanya Peluang Investasi 3 Pencemaran Lingkungan Tersedianya Infrastruktur yang mendukung 4 Tingginya tingkat Urbanisasi Investasi 5 Peluang bagi eksportir untuk melakukan 5 Tingginya tingkat Inflasi ekspor (pasar bebas) 6 Kemudahan Akses Pasar Internasional 7 Peluang Perkembangan Teknologi 8 Keleluasaan dalam berpolitik Gambar 4.1 Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Hambatan Kabupaten Sidoarjo.

Gambar 4.1 menunjukan Kabupaten Sidoarjo diidentifikasikan memiliki 12 Kekuatan (S), 11 Kelemahan (W), 8 Peluang (O), dan 5 Ancaman (T). Hasil penyebaran angket pengisian matrik interaksi potensi didapatkan hasil yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-1

Gambar 4.2. Matriks Interaksi Potensi dan Lingkungan


POTENSI
KEKUATAN (S)
1 1 2 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3

KELEMAHAN (W)
4 5 6 7 8 9 10

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + -

PELUANG (O)

3 4 5 6 7 8

LINGKUNGAN

+ + +

ANCAMAN (T)

1 2 3 4 5

Peluang (O) ke 3: Keleluasaan dalam Berinvestasi berinteraksi (didukung) dengan kekuatan S-1: Lokasi Strategis, S-4: Potensi Sumberdaya Alam, S-5: Industri kecil yang Berkembang, S-6: Pendapatan Asli Daerah, dan S-8: Sarana dan Prasarana. Ancaman (T3): Pencemaran Lingkungan berinteraksi dengan lemahnya Manajemen Pengelolaan Limbah (W-11). Hal ini menunjukan bahwa peluang berinvestasi di Kabupaten Sidoarjo sangat besar sehingga alternatif strategi yang sesuai adalah: Pengembangan investasi yang berorientasi ekspor dan berwawasan lingkungan

Hal ini didukung oleh interaksi antara kekuatan 1: Lokasi Strategis dengan Peluang 6 : Kemudahan Akses Pasar Internasional, antara S-7: Industri Besar dan O5 : Peluang bagi Eksporter Melakulan Ekspor. O-1: Keleluasaan Pengelolaan Sumber Daya sebagai konsekwensi

pemberlakuan Otonomi Daerah di identifikasikan berhubungan dengan S-2, 3, 4, dan 9 masing-masing Jumlah Penduduk, Kesadaran Masyarakat, Potensi Sumber Daya Alam, dan Pendapatan Perkapita. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah:

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-2

Peningkatan Sumberdaya Manusia

Pengelolaan

Sumberdaya

Alam

dan

Pemberdayaan

O-4 Tersedianya Infrastruktur yang mendukung Investasi berinteraksi dengan S-4, S-5, S-6, dan S-8 yaitu: Potensi Sumberdaya Alam, Industri Kecil yang berkembang, Pendapatan Asli Daerah, dan Sarana dan Prasarana. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah: Pengembangan Infrastruktur pendukung Investasi

Ancaman (T-2): Kerawanan Sosial berinteraksi T-1: Instabilitas Politik dan Ekonomi serta berinteraksi dengan W-5: Pengangguran, menggambarkan adanya potensi kerawanan sosial sebagai akibat pengangguran yang tinggi. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah: Pencegahan kerawanan sosial dengan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dan penciptaan lapangan kerja

Ancaman (T-4): Tingkat Urbanisasi yang tinggi berinteraksi dengan Berkurangnya Lahan Pertanian (W-2) menggambarkan potensi penurunan produksi hasil pertanian dan ketidak teraturan tata guna lahan. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah: Penatagunaan lahan dengan arah kebijakan pengendalian perijinan penggunaan lahan untuk perumahan dan industri Kelemahan (W-7): Jaringan Distribusi Produk Lokal, berinteraksi dengan Peluang (O) 3,4,5,6,7 yaitu Terbukanya Peluang Investasi, Tersedianya Insfrastruktur yang mendukung Investasi, Peluang Ekspor, Kemudahan Akses Pasar Internasional, Peluang perkembangan Teknologi. Hal ini menunjukan perlunya pengembangan Jaringan Distribusi Lokal guna meraih peluang-peluang yang ada. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah: Pengembangan Jaringan Distribusi Produk Lokal

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-3

Kelemahan (W-9): Program Kemitraan yang masih kurang beriteraksi dengan Peluang 1,3,4,5,6 yaitu Keleluasaan Pengelolaan Sumberdaya, Terbukanya Peluang Investasi, Tersedianya Insfrastruktur yang mendukung Investasi, Peluang Ekspor, Kemudahan Akses Pasar Internasional menunjukan perlunya dikembangkan program kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil dan menengah. Maka alternatif strategi yang sesuai adalah: Pengembangan Program Kemitraan Pengusaha Besar dengan Pengusaha Kecil dan Menengah

4.2. Critical Success Factor (CSF) Critical Success Factor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai berikut: 1. Sumber-sumber PDRB (pendapatan domestik regional bruto) dan PAD (pendapatan asli daerah) yang dikelola dengan baik. 2. Aparatur pemerintah dalam jumlah yang cukup, profesional, dan etos kerja yang tinggi. 3. 4. 5. 6. Sarana dan prasarana kantor yang memadai. Kelembagaan yang tidak tumpang tindih dengan koordinasi yang mantap. Sumber daya manusia yang menguasai teknologi. Sumberdaya alam khususnya tata guna air dan tanah yang handal.

4.3. Strategi Berdasarkan analisis SWOT dan CSF dapat dirumuskan kembali secara spesifik strategi Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut:

Strategi 1 : Pengembangan

investasi

yang berorientasi

ekspor dan

berwawasan lingkungan. Strategi 2 : Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan sumber daya manusia. Strategi 3 : Pengembangan Infrastruktur pendukung Investasi.

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-4

Strategi 4 : Pencegahan

kerawanan

sosial

dengan

meningkatkan

kemampuan sumberdaya manusia dan penciptaan lapangan kerja. Strategi 5 : Penatagunaan lahan dengan arah kebijakan pengendalian perijinan penggunaan lahan untuk perumahan dan industri. Strategi 6 : Pengembangan jaringan distribusi produk lokal. Strategi 7 : Pengembangan Program Kemitraan Pengusaha Besar dengan Pengusaha Kecil dan Menengah. Gambar 4.3. Penyusunan Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
KEKUATAN (S)
1 Analisis Lingkungan Internal 2 3 4 5 6 7 Lokasi strategis Jumlah Penduduk Kesadaran Masyarakat Potensi Sumber Daya Alam Industri Kecil yang berkembang Pedapatan sli Daerah (PAD) Industri Besar 1 2 3 4 5 6 7

KELEMAHAN (W)
Lemahnya koordinasi Jaringan Kerja Berkurangnya Lahan Pertanian Lemahnya Sistem Manajemen Pelayanan Kurangnya Kualitas Sumber Daya Aparatur Tingkat pengangguran yang tinggi Lemahnya Sistem Reward Lemahnya Jaringan Distribusi Produk Lokal

Analisis Lingkungan Eksternal

8 Sarana dan Prasarana 9 Pendapatan per Kapita 10 Kuantitas SDM Aparatur 11 Sinergi antar Instansi 12 Masyarakat yang religius STRATEGI MENGGUNAKAN KEKUATAN UNTUK MEMANFAATKAN KESEMPATAN

8 Kurangnya kesejahteraan Aparatur 9 Rendahnya Program Kemitraan 10 Lemahnya Manajemen Pengelolaan Limbah

PELUANG (O)
1 2 3 4 5 6 7 8 Keleluasaan Pengelolaan Sumber Daya Kecepatan Pengambilan Keputusan Terbukanya Peluang Investasi Tersedianya Infrastruktur yang mendukung Investasi Peluang bagi eksportir untuk melakukan ekspor (pasar bebas) Kemudahan Akses Pasar Internasional Peluang Perkembangan Teknologi Keleluasaan dalam berpolitik

STRATEGI MENGURANGI KELEMAHAN DENGAN MEMANFAATKAN KESEMPATAN

Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3

Strategi 5 Strategi 6 Strategi 7

ANCAMAN (T)
1 2 3 4 5 Instabilitasi Politik dan Ekonomi Kerawanan Sosial Pencemaran Lingkungan Tingkat Urabnisasi Tingkat Inflasi

STRATEGI MENGGUNAKAN KEKUATAN UNTUK MENCEGAH ANCAMAN

STRATEGI MENGURANGI KELEMAHAN DENGAN MENCEGAH ANCAMAN

Strategi 4

Strategi 4

4.4. Kebijakan Kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten Sidoarjao adalah sebagai berikut: 1. Dalam pengembangan industri besar lebih menekankan pada industri berorientasi ekspor dan tidak mematikan industri kecil dan menengah.

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-5

2. Dalam pengelolaan sumber daya alam harus tetap mengedepankan pelestarian alam dan lingkungan hidup. 3. Pengembangan infrastruktur diarahkan pada asas keseimbangan antar lokasi. 4. Upaya penanggulangan limbah harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan pengusaha. 5. Penggunaan lahan harus mempertimbangkan keseimbangan wilayah dengan mengutamakan kepentingan rakyat. 6. Pengembangan jaringan distribusi produk lokal tidak dimonopoli oleh pihakpihak tertentu. 7. Pengenbangan program kemitraan harus memberikan keuntungan sebesarbesarnya kepada pengusaha besar maupun pengusaha kecil dan menengah.

Perencanaan Strategik (Renstra) Kabupaten Sidoarjo

IV-6