Anda di halaman 1dari 4

Application Supply Chain Management in PT Nippon Indosari Corpindo By: Yusuf Hady

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemeperin) tahun 2010, Industri makanan, minuman dan tembakau terhadap pertumbuhan memberikan kontribusi cukup besar

industri nasional, yaitu sebesar 34,35 %. Pertumbuhan

tersebut diiringi dengan volume peningkatan penjualan pada tahun 2007 yang mencapai Rp 383 triliun, terus meningkat sampai dengan 58 persen pada tahun 2010 yaitu mencapai Rp 605 triliun (GAPMMI, 2011). Industri roti atau bakery merupakan salah satu jenis industri yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman. Industri roti di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: (1) Industri roti rumahan (home industry) (2) industri roti masal (industrial dan (3) Industri Boutique Bakery, ditandai dengan adanya toko sendiri dan oven biasanya ada di toko serta menjual jenis kue juga. Di Indonesia, dimana mayoritas penduduknya mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok, pada saat ini telah banyak yang berpaling kepada roti. Terutama pada masyarakat perkotaan, mereka mengkonsumsi roti tidak hanya menjadi bahan makanan tambahan, tetapi sudah dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti makanan pokok. Berdasarkan data Kemenperin (2010) industri roti dan sejenisnya telah mampu menghasilkan output total sebesar Rp 7,69 triliun dengan nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp 2,29 triliun dari 718 perusahaan yang terdaftar. PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk (PT NIC) berdiri pada tahun 1995, dan memulai kegiatan pemasarannya di Bulan September 1996. PT NIC merupakan perusahaan roti besar dan mempunyai visi untuk menjadi pimpinan pasar penjualan roti untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jawa Barat, dan Lampung. Roti yang diproduksi PT NIC terkenal dengan nama Sari Roti. PT NIC memproduksi roti dengan karakteristik umur simpan yang sangat singkat yaitu maksimum 5 (lima) hari. Awal berdirinya, PT NIC hanya memiliki pabrik di Kawasan Industri Jababeka-Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi sebanyak 2 (dua) line. Pada Tahun 2002, mengantisipasi permintaan

konsumen yang semakin meningkat, PT NIC menambah kapasitas produksi menjadi total 4 line. Areal pemasaran Sari Roti saat itu meliputi : Jabodetabek, Bandung (Jawa Barat) dan Lampung. Kemudian pada tahun 2005, PT NIC mengembangkan usahanya di Wilayah Jawa Timur dengan mendirikan pabrik di Daerah Pasuruan dengan kapasitas produksi sebanyak 3 line. Dalam perkembangannya, Pabrik PT NIC di Pasuruan juga melayani pemasaran di wilayah Jogja, dan Jawa tengah serta Pulau Bali. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan penjualan Sari Roti di Wilayah Jabodetabek, tahun 2008 PT NIC kembali membangun pabrik yang ke-3 yg juga berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi sebanyak 2 line, yang kemudian di tahun 2010 mengalami ekspansi kapasitas produksi menjadi 4 line. Dengan demikian, kecepatan dan ketepatan dalam hal pengadaan bahan baku, produksi, sampai distribusi sangat diperlukan. PT NIC dituntut untuk memberikan jaminan mutu produk yang berkualitas serta pelayanan yang memuaskan bagi konsumen. Hal tersebut tidak lepas dari peranan pemasok bahan baku yang berkomitmen untuk menjaga agar pengiriman pasokan tidak terhambat, serta waktu pengiriman yang tepat sehingga proses produksi dapat tercapai. Hal inilah yang menjadi focus utama dalam Supply Chain Management (SCM). Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok) adalah suatu set pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, manufaktur, gudang dan consumer secara efisien. Rantai pasokan dapat memberikan kesempatan bagi peningkatan keseluruhan kinerja secara hati-hati dalam mengatur mata rantai antara organisasi dengan memproduksi dan mendistribusikan produk produk pada jumlah yang tepat, pada lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Perusahaan yang memprioritaskan manajemen rantai pasokan menawarkan peluang baru sehingga dapat mengurangi biaya, meningkatkan mutu dan anggapan mengenai pengurangan waktu pengiriman. Kunci Keberhasilan Supply Chain Management yang efetif diantaranya adalah: Collaboration, adalah bagaimana para peserta rantai pasok saling

berkolaborasi dan berbagi informasi. bahan baku dipilih melalui proses seleksi yang ketat sesuai standar yang telah ditetapkan di internal perusahaan. Bahan

baku yang terpilih harus memenuhi syarat dapat memberikan hasil berupa roti yang berkualitas, baik dari segi penampakan, tekstur, aroma, hingga rasa. Selain itu, bahan baku yang digunakan harus memenuhi persyaratan halal agar dapat menjamin status kehalalan roti yang dihasilkan. Bahan baku yang dikirim oleh Pemasok diperiksa terlebih dahulu melalui proses yang cukup ketat, dengan tujuan agar Pemasok yang telah terpilih dapat menjaga konsistensi kualitas dari bahan baku yang diterima. Bahan baku yang diterima selanjutnya disimpan di gudang bahan baku sesuai dengan persyaratan standar penyimpanan masing-masing bahan. Teknologi, bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan kesempatan kesempatan dan mendukung proses yang telah ada. Pada saat proses pembuatan roti akan dimulai, bahan baku ditimbang sesuai dengan standar formulasi yang telah ditetapkan. Operator yang bertugas harus memastikan bahwa masing-masing bahan baku yang digunakan telah ditimbang dengan benar agar dapat menjaga konsistensi kualitas roti yang dihasilkan. Processes and Metrics, memastikan proses standar sepanjang rantai. Dalam proses pembuatan roti, dikenal beberapa metode proses pembuatannya. Mulai dari proses yang hanya memerlukan satu kali pencampuran seperti straight dough mixing dan no time dough mixing, hingga proses pembuatan roti yang memerlukan dua kali proses pencampuran sepertisponge and dough mixing. Functional excellence, bagaimana professional adalah berbagai fungsi dalam SC dioperasikan. Proses pendistribusian produk SARI ROTI berlangsung selama 24 jam. Dan untuk menjamin bahwa produk yang sampai kepada konsumen adalah produk yang fresh, SARI ROTI dibuat setiap hari, sehingga setelah SARI ROTI selesai diproduksi, SARI ROTI akan segera dikirimkan kepada konsumen, baik melalui jalur traditional market maupun modern market. Dengan lima (5) pabrik yang ada saat ini yang tersebar di daerah Bekasi (Jawa Barat), Pasuruan (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), dan juga Medan (Sumatera Utara), hingga saat ini SARI ROTI akan mudah didapatkan di wilayah Pulau Jawa, Bali, Lampung, dan Sumatera Utara.