Anda di halaman 1dari 4

1. Judul: Teknologi Pengolahan Hasil Buah Durian 2.

Kesesuaian Inovasi/Karakteristik Lokasi: Pengkajian dilaksanakan di daerah sentra produksi durian di Kalimantan Tengah yaitu: Kabupaten Murung Raya (lahan kering), Barito Utara (lahan kering) dan Katingan (lahan pasang surut). 3. Keunggulan/Nilai Tambah Inovasi: 1. Lempok durian dan pengemasannya Produksi buah durian pada saat musim panen raya melimpah dan sebagian tidak dapat diserap oleh konsumen karena lokasi kebun yang jauh dari pasar. Oleh karena itu, masyarakat di daerah tersebut ingin meningkatkan daya simpan durian dengan mengolahnya menjadi lempok. Lempok merupakan jajanan semi basah yang dibuat dari buah durian dengan atau tanpa penambahan gula yang dimasak selama kurang lebih 6 jam sehingga berbentuk seperti dodol. Lempok yang akan dipasarkan dikemas dengan plastik (Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara) ataupun daun tantowu (Kabupaten Katingan) berbentuk silinder dengan berat 0,25-0,50 kg. Konsumen lebih menyukai lempok produksi Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara dibanding lempok Kabupaten Katingan. Pengkajian ini mengidentifikasi teknologi pengolahan lempok yang ada pada ketiga kabupaten tersebut. Selanjutnya dibuat lempok berdasarkan dengan berbagai formula yang diuji tingkat kesukaan dari produk tersebut. Lempok yang disukai adalah yang dibuat dari bahan baku utama daging buah durian : tepung ketan (9 : 1) dengan penambahan 20% gula dan 14% santan dari berat bahan baku utama. Hasil analisis finansial menunjukkan R/C rasio 1,58. Untuk pengemasan, telah dibuat kemasan tas kertas dan kotak kemasan sekunder. Dari hasil pengkajian menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai kemasan kotak dibanding tas kertas. 2. Pengolahan biji durian Buah durian selama ini hanya dikonsumsi daging buahnya saja, sedangkan bijinya dibuang, tidak dimanfaatkan. Salah satu alternatif pengolahan biji durian adalah mengolahnya menjadi tepung dan kripik. Pengolahan biji durian menjadi tepung dapat meningkatkan daya simpan dan penggunaannya. Tepung biji durian dapat digunakan sebagai tepung substitusi pada pembuatan kue (kue basah dan kue kering). Pengolahan kripik durian merupakan salah satu bentuk diversifikasi dari pengolahan biji durian. 4. Uraian Inovasi: 1. Lempok durian dan pengemasannya Bahan baku durian yang digunakan untuk membuat lempok berasal dari masingmasing kabupaten dan buah durian benar-benar matang. Tepung ketan dan gula yang digunakan tidak memerlukan karakteristik khusus. Santan yang digunakan merupakan santan kental (kanil).

2. Pengolahan biji durian Pengolahan biji durian memerlukan penanganan khusus yaitu pada saat penghilangan lendir pada biji durian. Apabila lendir tidak dihilangkan maka akan mempengaruhi rasa pada tepung ataupun kripiknya. Lendir dihilangkan dengan cara menambahkan garam 6% pada biji durian , dicampur, diaduk-aduk dibawah air mengalir. 5. Cara Penggunaan Inovasi: 1. Lempok durian dan pengemasannya a. Pembuatan lempok cara petani: Bahan dasar yang digunakan oleh petani di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara adalah buah durian dan ditambah 20% gula pasir dari berat buah durian. Sedangkan lempok dari Kabupaten Katingan dibuat dari daging buah durian tanpa menggunakan bahan tambahan lain. Bahan tersebut dicampur dan dimasak sambil diaduk terus sampai kalis (kurang lebih selama 6 jam). Setelah lempok masak kemudian didinginkan dan dikemas. Untuk petani di kabupaten Murung Raya dan Barito Utara menggunakan kemasan plastik, sedangkan kabupaten Katingan menggunakan kemasan daun tantowu. Petani di kabupaten Katingan menyimpan lempok yang sudah dikemas diatas para-para, sedang petani di kabupaten Murung Raya dan Barito Utara menyimpan lempok didalam baskom tertutup dan baru mengemas apabila ada pemesanan. b. Pembuatan lempok berdasar pengkajian: Bahan baku utama yang digunakan adalah daging buah durian dan tepung ketan dengan perbandingan 9 : 1, ditambah dengan 20% gula dan 14% santan dari total berat bahan baku utama. . Durian, gula dan tepung ketan dicampur rata. Santan dipanaskan sampai mendidih kemudian dimasukkan adonan durian, gula dan tepung ketan. Semua bahan tersebut dimasak sampai lempok tidak lengket di wajan. Setelah dingin kemudian dikemas dengan kemasan plastik berbentuk silinder kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam kemasan kotak atau tas kertas. 2. Pengolahan biji durian a. Tepung biji durian Biji durian dicuci, direbus 10 menit dalam air mendidih, ditiriskan, selanjutnya kulit biji durian dikupas. Kemudian biji durian diiris dengan ketebalan 2-3 mm, ditaburi dengan garam 6% Lendir dihilangkan dengan cara menambahkan garam 6% pada biji durian , dicampur, diaduk-aduk dibawah air mengalir sampai keluar busa, kemudian cuci dengan air mengalir sampai lendir berkurang dan ditiriskan, dioven sampai kering. Hasil pengeringan kemudian dihaluskan dengan mesin penggiling dan diayak hingga diperoleh tepung biji durian. Tepung biji durian digunakan sebagai bahan subtitusi pada pembuatan kue kering, proporsi tepung terigu : tepung biji durian yang dimasih diterima oleh panelis adalah 1 : 1. Sedangkan pada pembuatan kue basah, proporsi tepung biji durian : tepung biji durian yang masih dapat diterima panelis adalah 2 : 1.

b. Kripik biji durian Biji durian dikupas kulitnya, diiris tipis-tipis dengan ketebalan 2-3 mm, ditaburi dengan garam 6%, dicampur, diaduk-aduk dibawah air mengalir sampai keluar busa, kemudian cuci dengan air mengalir sampai lendir berkurang dan ditiriskan. Selanjutnya direndam dalam bumbu (bawang putih dan garam) selama 10-15 menit. Setelah itu digoreng sampai kering dan berwarna kekuningan. 6. Informasi Lain Yang Perlu Ditonjolkan: 1. Lempok durian dan pengemasannya Penambahan santan dan tepung ketan pada pembuatan lempok memberikan nilai tambah bagi pengrajin lempok. Penambahan santan memberikan rasa gurih sedangkan penambahan tepung ketan digunakan sebagai substitusi durian sehingga harga lempok lebih ekonomis. Kemasan silinder kecil-kecil memudahkan dalam mengkonsumsi, kemasan bentuk kotak dan tas untuk menambah daya tarik konsumen. 2. Pengolahan biji durian Pengolahan bibi durian menjadi tepung dan kripik merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan limbah durian yang berupa biji. Tepung biji durian dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu pada pembuatan kue. Kripik biji durian merupakan salah satu diversifikasi dari pengolahan biji durian. 7. Foto /Desain Bagan: 1. Lempok durian dan pengemasannya

2. Pengolahan biji durian a. Tepung biji durian

b. Kripik biji durian