Anda di halaman 1dari 164

EKONOMI SUMBER DAYA MANUSIA

Mohammad Yasin SE.,MSc.

Buku bacaan
Payaman J. Simanjuntak, Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta, 2001 Don Bellante and Mark Jackson, Ekonomi Ketenagakerjaan,( Labor Economics, Choice in Labor Market, McGraw Hill, 1983), Lembaga Penerbit FEUI Team Penulis, Dasar-dasar Demografi, Lembaga Demografi FEUI, 1981 J.E. KING, Readings in Labour Economics, Oxford University Press, New York, 1980 Aris Ananta (penyunting), Ekonomi Sumber Daya Manusia, Lembaga Demografi FEUI, Jakarta 1990

SILABUS Deskripsi
Mata kuliah ini menjelaskan dan menguraikan pengertian dan ruang lingkup Ekonomi SDM, Arti Tenagakerja dan Angkatan Kerja, menekankan pada permintaan dan penawaran/penyediaan tenagakerja, Teori dan sistem Pengupahan, Analisis Permintaan dan Penawaran SDM dan Analisis Pasar kerja.Aspek pasar kerja ditinjau dari mikroekonomi dan makroekonomi
3

Tujuan
Agar siswa mengerti dan memahami konsep Ekonomi SDM dan kegunaannya dalam praktek

ISI
PENDAHULUAN (1) PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ESDM (1) PENGERTIAN PENAWARAN SDM (2,3) DINAMIKA KEPENDUDUKAN (4,5) HUMAN CAPITAL (6) PENGERTIAN PERMINTAAN SDM (7) INTERAKSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN (8) ANALISIS PASAR KERJA (9) UPAH DAN PASAR KERJA (10) PERENCANAAN TENAGAKERJA (11) HUBUNGAN INDUSTRIAL (12)
5

TUGAS MAHASISWA
MENGIKUTI/AKTIF KULIAH (10%) MERANGKUM ISI KULIAH SAMPAI DENGAN UTS (15%) UTS (25%) MEMBUAT MAKALAH DALAM BIDANG KETENAGAKERJAAN (20%) UAS (30%)
6

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Pengertian Ekonomi :
Kebutuhan dan keinginan (needs and wants)

Sumber-sumber Sumber Daya Manusia (Human resources)


Usaha kerja atau jasa (kualitas) Manusia yang mampu bekerja (nilai ekonomis)-diukur secara phisik- tenagakerja (penduduk dalam usia kerja (Kuantitas)
7

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Ekonomi SDM membicarakan :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan tenaga kerja (Supply) 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan tenaga kerja (Demand) 3. Pasar kerja 4. Kebijakan-kebijakan

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


PENGGOLONGAN TENAGAKERJA PENDUDUK:
Tenagakerja (manpower)
Angkatankerja (laborforce)
menganggur Bekerja : penuh dan setengah pengangguran (kentara tidak kentara)

Bukan Angkatan Kerja


sekolah mengurus RT penerima pendapatan

Bukan Tenagakerja
9

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


TENAGA KERJA (Definisi) Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan patokan seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (lihat hasil Sensus Penduduk 1971, 1980 dan 1990). sejak Sensus Penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih

10

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


TENAGA KERJA = ANGKATAN KERJA + BUKAN ANGKATAN KERJA PENYEDIAAN TK = ANGKATAN KERJA = SUPPLY TK ANGKATAN KETRJA = YANG BEKERJA + PENGANGGUR

11

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


PEKERJA DAN PENGANGGUR Sensus Penduduk menggolongkan Bekerja
Contoh : Pembantu yang bekerja dan dapat upah masuk Angkatan Kerja Ibu RT juga bekerja di rumah sama dengan pembantu tidak termasuk AK

Penganggur
Konsultan yang bekerja 1 hari dalam 1 minggu digolongkan penganggur meskipun honornya 1juta. Sedang pesuruh yang bekerja satu bulan 1 juta dianggap bekerja
12

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Jenis-jenis pengangguran
Friksional Struktural Musiman Natural

13

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Pengangguran Terbuka (Open unemployment) Pengangguran Terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja atau Mereka yang sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
14

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Pengangguran Friksional Penggangguran yang terjadi karena kesulitan yang bersifat temporer
Waktu Jarak/geografis informasi

15

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Pengangguran Struktural Karena perubahan struktur atau komposisi perekonomian
Agraris ke industri Teknologi

16

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Pengangguran Musiman
Akibat pergantian musim Diluar musim panen dan tanam

17

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Kegunaan data pengangguran Proporsi atau jumlah pengangguran terbuka dari angkatan kerja berguna sebagai acuan pemerintah bagi pembukaan lapangan kerja baru. Trend indikator ini akan menunjukkan keberhasilan progam ketenagakerjaan dari tahun ke tahun.
18

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Cara menghitung pengangguran Indikator pengangguran ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang sedang mencari pekerjaan, dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja. Rumus
Tingkat Pengangguran : orang yang mencari pekerjaan x 100% angkatan kerja
19

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Sumber Data pengangguran Data sebagai dasar penghitungan indikator ini bisa didapatkan dari
Sensus Penduduk (SP), Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas).

20

PENGERTIAN dan RUANG LINGKUP


Contoh penghitungan pengangguran Dari data Sensus Penduduk 2000 diketahui jumlah orang yang mencari pekerjaan sebanyak 4.904.652 orang dan jumlah angkatan kerja sebanyak 97.433.125 orang (lihat Tabel 1) . Sehingga tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2000 adalah ;
Tingkat Pengangguran Terbuka =
4. 904.652 x 100%=5%. 97.433.125
21

Ruang lingkup ESDM


Penerapan Teori Ekonomi Faktor produksi
Tanah Mesin Modal Tenaga kerja
Mempunyai sifat yang berbeda dari faktor produksi lainnya

22

Ruang Lingkup Ekonomi SDM (lanjutan)


Perencanaan SDM Ekonomi ketenagakerjaan (labor Economics) Ekonomi Kependudukan Ekonomi SDM

23

Perencanaan SDM
Pembangunan SDM :
Peningkatan pengetahuan Ketrampilan Kemampuan

Issu
Kurangnya pekerja tingkat tinggi dengan keahlian yang sangat dibutuhkan Tidak termanfaatkannya tenaga kerja yang ada Penciptaan lap. Kerja

Perencanaan tenakerja berdasar Manpower requirement approach


24

EKONOMI KETENAGAKERJAAN (Labor Economics)


Tenaga Kerja sebagai subfield of economics Labor economics is study of work and pay Untuk menentukan cakupan kita harus menjawab dua pertanyaan: Mengapa labor economics merupakan cabang terpisah dari ilmu ekonomi Bagaimana labor econiomics berbeda dari industrial relations dan dari personnel management
25

Ekonomi Ketenagakerjaan (Labor Economics)


Ekonomi ketenagakerjaan : masalah serikat kerja, hukum ketenagakerjaan, asuransi sosial, manajemen personalia institutional labor economics Analytical labor economics : analisis ketenagakerjaan dengan menggunakan teori ekonomi New-homes economics dan the Economic Approach to Human Behavior Melihat penawaran dan permintaan pekerja secara individu. Mengapa orang bekerja?Berapa banyak waktu? Alokasi waktu di pasarkerja dan di RT hubungan dengan perkawinan dan kelahiran Investasi dalam modal manusia (Investing in People : The economics of Population Quality) Theodore W. Schultz ekonom Chicago
26

Ekonomi Kependudukan
Merupakan bagian dari Ekonomi Pembangunan Membahas ekonomi pembangunan yang berhubungan dengan kependudukan New-homes economics banyak dipakai : analisa untung rugi punya anak, perpindahan penduduk Jumlah dan mutu penduduk
27

Ekonomi Sumber Daya Manusia


POKOK-POKOK BAHASAN MENCAKUP Ilmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi Penerapan teori ekonomi SDM tenagakerja jumlah, mutu, komposisi penduduk dinamika kependudukan sejarah kependudukan (transisi demografi) Perkembangan pemikiran ESDM Tingkah laku individu dalam alokasi waktukombinasi leisure dan barang/jasa Perencanaan tenagakerja Investasi dalam modal manusia, pendidikan, kesehatan, keamanan Upah

28

Pengertian dan Ruang Lingkup ESDM (Model Ekonomi Klasik)


Ekonomi : kebutuhan/keinginan dan sumbersumber. Kebutuhan/keinginan tidak terbatas, sumber-sumber terbatas Ilmu Ekonomi : bagaimana memenuhi kebutuhan/keinginan masyarakat yang tidak terbatas sedangkan sumber-sumber terbatas Scarcity/kelangkaan dan pilihan Biaya Perilaku
29

INDIVIDU
Model ekonomi neoklasik : individualistis Pemerintah : segala keputusan dianggap keputusan individu Individu : selera, pilihan (preferensi), kebutuhan, keinginan, kepuasan.
Seseorang lebih menyukai benda dalam jumlah lebih besar Seseorang mengalami utilitas marginal yang makin berkurang

Utilitas ( kegunaan/manfaat): benda bersifat materi dan non materi punya kegunaan atau utilitas
Materi :mobil, uang, rumah, baju dsb Non materi :waktu santai, cinta kasih, keamanan dsbnya Bersifat subyektif
30

Utilitas
Utilitas Total Utilitas Marginal Contoh
Seseorang yang mengkonsumsi makanan: semakin banyak makanan dikonsumsi semakin tinggi utilitasnya sampai pada jumlah tertentu. Utilitas marginal adalah sama dengan nol apabila utilitas total berada pada titik maksimum
31

Hubungan Utilitas Total, Utilitas Marginal, Konsumsi


Utilitas Total
TU

Q
Kuantitas makanan

Utilitas Marginal

MU o
Q Kuantitas makanan
32

Konsep Biaya/Pengorbanan
Dengan adanya kelangkaan maka individu harus melakukan pilihan, mereka harus mengorbankan alternatif yang lain Konsep biaya = alternatif yang hilang Alternatif yang paling rendah nilainya yang dikorbankan lebih dahulu

33

Ilmu Ekonomi Tenagakerja sebagai subsistem dari sistem ekonomi


Ilmu ekonomi tenagakerja memusatkan perhatiannya pada (1) tingkah laku perorangan dalam peranan mereka sebagai pemasok tenagakerja dan (2) pihak peminta yang membutuhkan jasa tenagakerja Pasar tenagakerja : permintaan dan penawaran secara bersama-sama menentukan jumlah yang akan dipekerjakan serta upah yang akan mereka terima
34

Pendayagunaan SDM dipengaruhi oleh A. Faktor yang mempengaruhi jumlah dan kualitas SDM

B. Faktor dan kondisi yang mempengaruhi perekonomian

35

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Jumlah penduduk dan struktur umur Tenagakerja Jam kerja/lamanya orang bekerja Pendidikan, latihan produktivitas

36

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penduduk dan Struktur Umur PENDUDUK
Penduduk Negara Maju Penduduk Negara Berkembang

STRUKTUR UMUR
Pengaruh variabel demografi (fertilitas, mortalitas, migrasi) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Dependency ratio
37

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI Jumlah penduduk dipengaruhi oleh;
Tingkat kelahiran (fertilitas) Tingkat kematian (mortalitas) Migrasi

38

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Pertumbuhan Penduduk Dipengaruhi oleh 3 variabel demografi
Kelahiran Kematian Migrasi

Model pertumbuhan penduduk Pengukuran pertumbuhan


Balancing equation Pt = Po + B D + Net Migration Compound interest exponential
39

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
FERTILITAS/Kelahiran Fertilitas/kesuburan/kelahiran :jumlah kelahiran yang sebenarnya. Fecundity/fecunditas : potensi/kapasitas seseorang (laki, perempuan) untuk mempunyai anak General Fertility Rate = 1000 (jumlah kelahiran pada suatu tahun tertentu : penduduk perempuan pertengahan tahun dari umur 15-44 atau 15-49 Age Specific Fertility Rates= 1000 (jumlah kelahiran pada wanita umur x, x+n) : penduduk pertengahan tahun dalam kelompok x,x+n) TFR (Total Fertility Rates) =jumlah dari ASF x 1000 (Indonesia 2005= 2,12)
40

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Crude birth rate (Angka Kelahiran Kasar) Pengertian : jumlah kelahiran dalam tahun tertentu dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun; CBR = 1000 (jumlah kelahiran/ jml pddk pertengahan tahun). Angka tertinggi di Afrika dan Asia di atas 30, terendah Jepang dan Eropa dibawah 15 The crude rate of Natural Increase = CBR CDR
41

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
MORTALITY/Kematian CDR (Crude Death Rate)=Angka kematian kasar= 1000 (jumlah kematian :penduduk pertengahan tahun) ASDR=Age Specific Death= 1000 (jumlah kematian umur x,x+n) : penduduk pertengahan tahun umur x, x+n
ASDR yang paling tinggi th. 1982 , umur<1 , 105.1 Algeria, 98.8, Mesir th 1986, ASDR paling rendah th. 1989, umur <1, 4,8, Jepang
42

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
MIGRASI Migrasi : perpindahan penduduk dari satu daerah ke lain daerah (rural ke urban) Imigrasi & Emigrasi Net Migration =Inmigration-outmigration Alasan : motivasi ekonomi, peningkatan modal manusia,pendidikan
43

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penawaran terhadap Pekerja Konsep penawaran terhadap Pekerja
Penawaran terhadap suatu barang merupakan hubungan antara HARGA dan JUMLAH BARANG Penawaran terhadap pekerja adalah hubungan antara TINGKAT UPAH dan JUMLAH SATUAN PEKERJA (orang, jam) yang disetujui oleh pensupply untuk ditawarkan
44

PENAWARAN TENAGAKERJA
Penawaran T.K. Jangka Pendek Penawaran T.K. Jangka Panjang

45

PENAWARAN TENAGAKERJA DALAM JANGKA PENDEK


Jangka Pendek : tidak ada penyesuaian dalam jangka pendek dan keadaan tidak berubah ( jml sdm tetap, skill tetap, tidak ada migrasi) Jumlah satuan pekerja dalam suatu perekonomian tergantung pada
Jumlah penduduk Persentase jumlah penduduk yang memilih masuk dalam angkatan kerja = partisipasi angkatan kerja (PAK) Jumlah jam kerja yang ditawarkan oleh angkatan kerja Upah Pasar
46

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Teori Penawaran terhadap Pekerja Berdasar pada NEW- HOMES ECONOMICS Teori Ekonomi pada dasarnya adalah teori pilih memilih untuk memaksimalkan kebutuhan berdasar keterbatasan sumberdaya NEW-HOMES ECONOMICS sebenarnya adalah analisis ekonomi mikro dengan beberapa elemen yang berbeda

47

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
ELEMEN NEW - HOMES ECONOMICS Pertama : berhubungan dengan memaksimalkan utility Kedua : teknologi produksi rumah tangga yang digambarkan oleh satu atau beberapa fungsi produksi Ketiga : rangkaian assumsi tentang cara memperoleh sumber-sumber rumah tangga (waktu) yang akan digunakan dalam proses produksi rumah tangga Keempat: keterbatasan sumber yang dihadapi oleh rumah tangga dalam pembuatan keputusan. Kedala tsb : harga dan pendapatan

48

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penjelasan elemen ke dua Teknologi produksi rumah tangga yang digambarkan oleh satu atau beberapa fungsi produksi Dalam teori ekonomi konvensional komoditi pasar dapat langsung memberikan kepuasan kepada individu. Menurut NEW-HOMES ECONOMICS komoditi pasar tidak dapat langsung memberikan kepuasan pada individu. Komoditi pasar harus diolah dulu bersama INPUT RUMAH TANGGA
49

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Lanjutan Transformasi INPUT PASAR dan INPUT RUMAH TANGGA menjadi KOMODITI RUMAH TANGGA, yang langsung memberikan kepuasan, digambarkan melalui Fungsi Produksi Rumah Tangga Contoh : Novel : A & B baca novel yang sama dalam waktu yang sama. Kemapuan menikmati novel berbeda (jadi punya fungsi produksi RT yang beda). Transformasi waktu dan novel Model ekonomi fertilitas: Input waktu (suami isteri) dan salah satu komoditi yang dapat dibeli dipasar (INPUT untuk memproduksi 3 jenis barang RT : jml anak, kualitas, barang lain. Jumlah anak dan kualitas anak diproduksi oleh proses produksi yang berlainan.

50

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Fungsi Penawaran Jangka Pendek Waktu rumah tangga atau komoditi pasar?
Komoditi pasar Waktu rumah tangga

Partisipasi dalam angkatan kerja


Upah selera

51

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Konsep Penawaran (Supply) Penawaran (Barang) adalah suatu hubungan antara harga dan kuantitas barang dimana para pemasok siap menyediakannya

52

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Kurva penawaran Barang
Harga

Penawaran /Supply H1

barang B1
53

Penawaran Tenagakerja
Penawaran tenagakerja adalah suatu hubungan antara tingkat upah dengan jumlah tenagakerja ( yang dimiliki oleh seseorang yang siap untuk digunakan) Kurva penawaran tenagakerja melukiskan jumlah tenagakerja maksimum yang dapat disediakan oleh para pemilik tenagakerja pada berbagai kemungkinan tingkat upah dalam periode tertentu.
54

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Kurva penawaran tenagakerja
Penawaran/ S

upah
U2

U1

tenagakerja T1 T2
55

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
UTILITY (Memaxsimalkan berdasar pilihan Individu) Barang yang dikonsumsi di bagi dua :
Barang-barang pasar Barang non pasar

Utilitas yang diterima individu dari berbagai macam kombinasi waktu non pasar dan barang-barang pasar digambarkan dengan : kurva indifferen
56

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Utility (Utilitas) Utilitas Total : individu mengkonsumsi kedua barang Kombinasi tergantung: Preferensi/pilihan Selera/citarasa Kendala-kendala Budget line/Garis anggaran
57

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Jenis Barang Barang-barang yang dikonsumsi rumah tangga dibagi dua :
Barang-barang pasar Waktu non pasar

Manfaat/kegunaan (Utility) : dari berbagai macam kombinasi waktu non-pasar dan barangbarang pasar dilukiskan dengan kurva indiference (indifference curves)
58

Kurva Indifference

2
Barang pasar C Y 3 A

IC

X1

X2

X3

Waktu non pasar


59

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Kurva Indifference Kurva indiference:
Kurva indifference bukan garis lurus (ingat diminishing marginal utility) Cembung ke arah titik origin (kecodongan kurva menggambarkan seberapa banyak seseorang mau berkorban untuk memperoleh barang lainnya) Tidak saling berpotongan
60

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Utilitas Pada kurva IC, ttk. A merupakan kombinasi 2 barang, OY (barang pasar) dan OX (barang non pasar) = utilitas total
Jika pada titik B utilitas total > daripada di titik A (br pasar OY, barang non pasar OX) Pada kuadran 1 utilitas total lebih besar

Pada titik C, OY tetap, OX lebih sedikit Maka dititik C utilitas total lebih kecil dibanding titik A
61

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
UTILITAS Titik-titik mana yang memberikan Utilitas Total yang sama? Apabila kombinasi titik2 yang berada di kuadran 2 dan 4, dihubungkan dengan garis yang dinamakan kurva indifferen Kecondongan kurva indifferen mengukur tingkat dimana individu bersedia untuk trade-off dalam konsumsi, sementara utilitas total tidak berubah
62

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Tingkat kesediaan seseorang untuk mengganti waktu non-pasar dengan barang pasar berbeda. Tergantung pada
Selera Preferensi

Perbedaan bisa dilihat dari kecondongan kurva IC


63

Utilitas

64

Utilitas

65

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Fungsi Utility Keluarga Setiap keputusan bertujuan memaksimumkan utility (kepuasan) keluarga dan tergantung pada :
Tingkat penghasilan keluarga Tingkat upah yang berlaku Selera

Jenis barang
Barang konsumsi (goods) Waktu senggang (leisure)
66

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
FUNGSI UTILITY (kurva Utility) Menunjukkan tingkat utility yang diperoleh keluarga sehubungan dengan mengonsumsi barang dan menikmati waktu senggang Tingkat utility seseorang bertambah bila
Barang konsumsi bertambah, sementara waktu senggang tetap Waktu senggang bertambah, jml barang yang dikonsumsi tidak berubah Jumlah barang yang dikonsomsi dan waktu senggang sama-sama bertambah
67

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Budget line dan alokasi waktu Budget line : merupakan tempat kedudukan titik-titik yang mencerminkan kombinasi jumlah barang konsumsi dan waktu senggang sedemikian rupa sehingga jumlah waktu yang dipergunakan tetap

68

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Tingkat utility dan perubahan pendapatan Pertambahan pendapatan meningkatkan utility baik melalui pertambahan konsumsi maupun waktu senggang

69

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Tingkat Upah dan Utility Jika Upah naik berarti pendapatan naik Mengakibatkan Konsumsi naik dan menikmati waktu senggang lebih banyak, berarti mengurangi jam kerja (INCOME EFFECT) Namun dapat pula kenaikan upah berarti harga waktu lebih mahal. Hal ini mendorong mengorbankan (SUBSTITUSI) waktu senggangnya untuk bekerja menambah konsumsi barang. Penambahan waktu bekerja dinamakan SUBSTITUTION EFFECT dari kenaikan upah
70

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penawaran Tenagakerja Jangka Pendek Penawaran TK jangka pendek
Individu dalam jumlah penduduk tertentu Keterampilan tertentu Penyesuaian oleh individu
penyediaan jam kerja Partisipasi individu dalam angkatan kerja

71

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penawaran Tenagakerja Jangka panjang Terjadi penyesuaian dalam
Partisipasi Angkatankerja (wanita meningkat, orang tua 65+ menurun) Umur Komposisi jenis kelamin Jumlah penduduk (angka kelahiran & kematian) Upah pasar pendapatan
72

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Penawaran tenagakerja jangka panjang dan Model alokasi waktu (Gary S. Becker)

Dasarnya
Pengambilan keputusan mengenai partisipasi angkatan kerja Keputusan fertilitas

73

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Model Alokasi waktu Pada jangka pendek pilihan individu sementara jangka panjang pilihan salah satu atau seluruh keluarga Rumah tangga atau keluarga dipandang sebagi produsen dan konsumen

74

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Utilitas Prinsip sama Anggota RT lebih senang komoditi dalam jumlah banyak daripada sedikit Penambahan konsumsi dalam setiap komoditi mengandung utilitas marginal yang bersifat diminishing
75

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Kendala-kendala dalam memaximalkan utilitas Pertama kendala dalam Fungsi produksi : produksi komoditi membutuhkan input barangbarang pasar dan non-pasar atau waktu (yang dimiliki anggota rumah tangga) Kedua kendala pada seluruh jumlah waktu yang dapat disediakan Rumah tangga Ketiga, anggota RT menghadapi kendala pendapatan (income) yaitu penghasilan tenagakerja mereka ditambah dengan pendapatan non tenagakerja
76

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Keputusan Fertilitas dan Kependudukan Anak sebagai komoditi
Keuntungan utilitas

77

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Partisipasi Angkatan Kerja Angkatan kerja (L) = jumlah penduduk yang layak kerja (P) x tingkat partisipasi angkatan kerja (L/P)
Secondary workers =pekerja sekunder= partisipasi angkatan kerja terputus-putus Primary workers = pekerja primer= pekerja yang partisipasi kerjanya tidak terpengaruh perubahan upah dan kondisi pasar lainnya
78

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
TINGKAT PARTISIPASI KERJA TPK (Labor Force Participation Rate ) : perbandingan antara jml angkatan kerja dengan penduduk dalam usia kerja dalam kelompok yang sama
L = P. L/P
L=jml angk. Kerja P = penddk usia kerja L/p = partisipasi AK
79

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Faktor-faktor yang mempengaruhi TPK Jumlah penduduk yang masih bersekolah Jumlah penduduk yang mengurus rumah tangga Bagaimana suatu keluarga mengatur :
siapa yang bekerja, sekolah, dan mengatur rumah tangga.

Umur Tingkat upah Tingkat pendidikan Kegiatan ekonomi


80

PENAWARAN/PERSEDIAAN TENAGAKERJA
Analisis Partisipasi Kerja atau Analisis penyediaan tenagakerja Bagaimana seseorang menetapkan pilihan antara berapa
jumlah waktu untuk bekerja Jumlah waktu senggang (makan tidur, istirahat , rekreasi)

Bukan keputusan individu tetapi keputusan keluarga


Apa perlu bpk mencari kerja tambahan Apa perlu ibu kerja Apa perlu anak bekerja
81

PERMINTAAN TENAGAKERJA
PERMINTAAN TENAGAKERJA JANGKA PENDEK Input : faktor produksi menghasilkan output Teknologi tetap , input T.K. dan modal yang lebih besar maka output akan lebih besar Hubungan input output : Sumbu vertical input modal dan sumbu horizontal input tenagakerja Kurva isoquants : memperlihatkan berbagai macam kombinasi tenagakerja dan modal yang digunakan untuk menghasilkan kuantitas yang sama
82

PERMINTAAN TENAGA KERJA


Permintaan konsumen terhadap barang dan jasa karena barang itu memberikan utility (kegunaan, kenikmatan). Permintaan pengusaha atas tenaga kerja : karena pekerja membantu memproduksi barang dan jasa untuk dijual kepada masyarakat Pertambahan permintaan akan tenaga kerja tergantung pertambahan permintaan masyarakat terhadap barang yang diproduksi Permintaan tenagakerja disebut derived demand
83

PERMINTAAN TENAGA KERJA


FUNGSI PERMINTAAN TENAGAKERJA Jumlah karyawan prsh mula-mula 99 orang. Apa dasar perusahaan menambah satu orang atau mengurangi satu orang karyawan? Alasan : Tambahan hasil atau tambahan hasil marjinal atau marginal physical product karyawan (MPPL) Uang yang akan diperoleh atau penerimaan marginal (marginal revenue atau MR) yaitu MPPL x harga per unit (P). Jadi MR = MPPL x P atau VMPPL = Value of MPPL

84

PERMINTAAN TENAGA KERJA


Istilah-Istilah MR : Marginal revenue atau penerimaan marjinal VPPL : Value marginal physical product of labor atau nilai pertambahan hasil marjinal dari karyawan MPPL : marginal physical product of labor P : harga jual barang yang diproduksi per unit
85

PERMINTAAN TENAGA KERJA


APA TINDAKAN PENGUSAHA Membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang karyawan Jumlah biaya =W (upah) = Biaya Marjinal atau marginal cost (MC) Jika MR > MC atau W maka tambahan pegawai akan menguntungkan perusahaan
86

Fungsi Permintaan terhadap Tenagakerja


upah
D VMPPL

W1 E
W W2 D=MPPL x P

Penempatan
pekerja
87

PERMINTAAN TENAGA KERJA


HUKUM DIMINISHING RETURNS Jika tenagakerja terus ditambah sementara alatalat dan faktor produksi lainnya jumlahnya tetap maka perbandingan antara alat-alat produksi dan tenagakerja semakin kecil Semakin bertambah karyawan yang dipekerjakan, semakin kecil MPPL dan VMPPL ini yang dinamakan hukum diminishing returns

88

PERMINTAAN TENAGA KERJA


Keterangan Garis DD = VMPPL Jika jml karyawan yang dipekerjakan OA = 100 orang, maka nilai hasil kerja yang ke 100 dinamakan VMPPL dan besarnya : MPPL x P = W1 ; W1 > W (tkt upah yang berlaku) pengusaha akan bertambah dengan menambah tenaga baru N = pengusaha mencapai laba maksimum MPPL x P = W Penambahan tenagakerja >ON mis. OB akan mengurangi keuntungan pengusaha Pengusaha membayar upah W sementara nilai hasil marjinal yang diperolehnya hanya W2 < W
89

PERMINTAAN TENAGA KERJA


Kesimpulan Hubungan antara tingkat upah, MPPL, harga barang dan jumlah karyawan yang dipekerjakan Pengusaha menuntut peningkatan produktivitas kerja karyawan sedemikian rupa sehingga pertambahan produksi yang dihasilkan karyawan senilai dengan pertambahan upah yang diterimanya; atau bila ini tidak dapat terlaksana Pengusaha terpaksa menaikkan harga jual barang dan atau Pengusaha mengurangi jumlah karyawan yang bekerja atau Pengusaha melakukan kombinasi dari dua di antara ketiga alternatif di atas atau kombinasi ketiganya
90

PERMINTAAN TENAGA KERJA


HUKUM DIMINISHING RETURNS Jika tenagakerja terus ditambah sementara alatalat dan faktor produksi lainnya jumlahnya tetap maka perbandingan antara alat-alat produksi dan tenagakerja semakin kecil Semakin bertambah karyawan yang dipekerjakan, semakin kecil MPPL dan VMPPL ini yang dinamakan hukum diminishing returns

91

ELASTISITAS PERMINTAAN TENAGAKERJA


Pengertian : sebagai persentase perubahan permintaan tenagakerja sehubungan dengan perubahan satu persen pada tingkat upah e = N/N : W/W atau e = N/ W x W/N atau dalam bentuk differensial
E = dN/dW x W/N
92

keterangan
e = elastisitas permintaan akan tenagakerja N = perubahan jumlah pekerja yang terjadi N = jumlah yang bekerja mula-mula W = besarnya perubahan tingkat upah W = tingkat upah yang sedang berlaku
93

lanjutan
Jika upah naik ---jml orang yang dipekerjakan menurun dan sebaliknya Jadi N/W dan dN/dW adalah negatif Elastisitas permintaan akan tenagakerja negatif

94

4 faktor yang menentukan e


Kemungkinan substitusi tenagakerja dengan faktor produksi yang lain Elastisitas permintaan terhadap barang yang dihasilkan Proporsi biaya karyawan terhadap seluruh biaya produksi Elastisitas persediaan dari faktor produksi pelengkap lainnya
95

Kemungkinan substitusi tenagakerja dengan faktor produksi yang lain


Semakin kecil/sulit kemungkinan menyubstitusikan tenagakerja dengan faktor produksi lain, semakin kecil elastisitas permintaan akan tenagakerja.Contoh bandingkan dokter spesialis, pilot dan buruh tani, bangunan mana yang lebih elastis?

96

Elastisitas permintaan terhadap barang yang dihasilkan


Jika upah naik maka harga barang naik, mengakibatkan permintaan akan barang turun,pengusaha akan menurunkan permintaan akan tenagakerja Semakin besar elastisitas permintaan terhadap barang hasil produksi, semakin besar elastisitas permintaan tenagakerja. Contoh semen dan mobil.Mana yang lebih elastis permintaan tenagakerjanya?
97

Proporsi biaya karyawan tehadap seluruh biaya produksi


Perusahaan dengan padat karya dan padat modal. Mana yang lebih tinggi elastisitas permintaan tenagakerjanya? Elastisitas permintaan akan tenagakerja relatif tinggi bila proporsi biaya pekerja (labor cost) terhadap biaya produksi total (total cost) juga besar. Metode produksi padat modal : labor cost hanya 20 % dari total cost. Maka kenaikan upah 19 % Akan menaikkan biaya produksi 2%. Padat karya : kenaikan 10% upah dimana labor cost 80% dari total cost akan menaikkan biaya produksi 8%

98

Elastisitas persediaan faktor produksi pelengkap lainnya


Elastisitas permintaan akan tenagakerja tergantung dari elastisitas penyediaan bahan-bahan pelengkap dalam produksi seperti modal, tenaga listrik, bahan mentah dsb. Semakin besar kapasitas dan jumlah mesin yang dioperasikan, semakin banyak tenagakerja yang diperlukan
99

Pergeseran (shift) dalam Permintaan


Perubahan permintaan tenagakerja bisa terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang Jangka pendek :4 faktor diatas adalah perubahan dalam jangka pendek yang terjadi sepanjang garis permintan (garis DD) Jangka panjang :pergeseran/loncatan/shift fungsi permintaan (DD) terjadi karena
Perubahan pola konsumsi Peningkatan produktivitas karyawan Penggunaan teknologi baru
100

PENYERAPAN TENAGA KERJA dan ELASTISITAS KESEMPATAN KERJA


Penyerapan Tenagakerja terjadi diberbagai sektor : Pertanian, pertambangan, industri, listrik, bangunan, transpor, jasa Perbedaan laju pertumbuhan persektor mengakibatkan 2 hal
Terdapat perbedaan laju peningkatan produktivitas kerja di masing-masing sektor Secara berangsur-angsur terjadi perubahan sektoral, baik dalam penyerapan tenagakerja maupun kontribusi thd. pendapatan nasional
101

Elastisitas kesempatan kerja


Def : perbandingan laju pertumbuhan kesempatan kerja dengan laju pertumbuhan ekonomi E = N/N : Y/Y Ei = Ni/Ni : Y/Yi Jika tingkat pertumbuhan kesempatan kerja = 3,011% per tahun (1991-2000) Jika tingkat pertumbuhan pendapatan nasional 8,092 % per tahun (1991-2000) E = 3,011/8,092 = 0,372 artinya bila PDB bertambah dengan satu persen, kesempatan kerja yang diciptakan untuk itu adalah 0,372 persen
102

Kegunaan konsep elastisitas


Memperkirakan pertambahan kesempatan kerja
Bila k = tingkat pertumbuhan kesempatan kerja E = elastisitas kesempatan kerja g = tingkat pertumbuhan PDB Maka k = E x g
Misal : Jumlah pekerja th 2000 = 51.553,1 dan 2001 PDB tumbuh 7,5 % jika elastisitas kerja dalam tahun 2001 sama dengan tahun 1991-2000, maka tingkat pertumbuhan kesempatan kerja tahun 2001 adalah 0,372 x 7,5 % = 2, 79%.

Pertambahan kesempatan kerja dalam tahun 2001 = 2,79 % x 51,553 juta = 3,9 juta
103

lanjutan
Memperkirakan kebutuhan tenaga untuk suatu periode tertentu Menyusun simulasi kebijakan pembangunan bidang ketenagakerjaan (memilih beberapa alternatif tingkat pertumbuhan beberapa sektor)

104

PASAR TENAGAKERJA (LABOR MARKET)


Definisi:
suatu tempat yang mempertemukan penjual dan pembeli tenagakerja Seluruh aktivitas dari para pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja

Pelaku-pelaku :
(1) pengusaha (2) pencari kerja (3) perantara : DepNaker, konsultan atau badan swasta

Fungsi dan manfaat pasar tenagakerja :


sarana penyalur tenagakerja, sarana informasi tentang ketenagakerjaan, sarana mempertemukan pencari kerja dan lembaga yang membutuhkan tenaga kerja
105

ANALISIS PASAR KERJA


Pasar kerja adalah seluruh kegiatan dari pelaku-pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja Pelaku-pelaku ;
Pengusaha Pencari kerja Perantara atau pihak ketiga ( Depnaker, konsultan, badan swasta)
106

Proses mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja


Pencari kerja punya : pendidikan, ketrampilan, kemampuan dan sikap Perusahaan punya lingkungan : eksternal (output), input, manajemen, teknologi, pasar dll. Informasi terbatas Diperlukan titik temu kepentingan keduanya.
107

Permasalahan dalam mempertemukan pencari kerja dan pengusaha


Tidak semua pelamar mampu dan dapat diterima untuk satu lowongan tertentu
Pendidikan, keterampilan, kemampuan. kepribadian

Setiap perusahaan menghadapi lingkungan yang berbeda :


output, input, manajemen, teknologi, pasar, lokasi dll menentukan tinggi rendahnya upah, jaminan sosial Pencari kerja mempunyai produktivitas, harapan tingkat upah yang berbeda

Tidak semua perusahaan mampu dan bersedia memberi upah dan memenuhi harapan pelamar Informasi terbatas baik dari pelamar maupun dari pengusaha Assumsi neoklasik bahwa pekerja adalah homogen tidak berlaku.
108

DINAMIKA PASAR KERJA


Besarnya waktu yang disediakan atau dialokasikan oleh suatu keluarga untuk keperluan bekerja merupakan fungsi dari tingkat upah Hingga tingkat upah tertentu penyediaan waktu kerja dari suatu keluarga bertambah bila tingkat upah bertambah Setelah mencapai tingkat upah tertentu, pertambahan upah justru mengurangi waktu yang disediakan oleh keluarga untuk keperluan bekerja. Menghasilkan kurva penawaran yang membelok (backward bending supply cueve)

109

Penawaran tenaga kerja di suatu daerah


Pada dasarnya mengikuti pola fungsi penawaran dari suatu keluarga Fungsi penawaran merupakan fungsi dari tingkat upah Fungsi penawaran mempunyai titik belok dan tingkat upah kritis

110

Permintaan akan tenagakerja di suatu daerah


Permintaan akan tenagakerja merupakan fungsi dari upah Semakin tinggi tingkat upah semakin kecil permintaan pengusaha akan tenagakerja Tiap perusahaan mempunyai jumlah dan fungsi permintaan yang berbeda sesuai dengan besar kecilnya perusahaan atau produksi, jenis usaha, teknologi, manajemen Permintaan akan tenagakerja di daerah yang bersangkutan merupakan jumlah permintaan dari tiap-tiap perusahaan yang ada.
111

Permintaan dan Penawaran


Perpotongan antara kurva penawaran dan permintaan disebut titik EQUILIBRIUM Menentukan besarnya penempatan atau jumlah orang yang bekerja dan tingkat upah yang berlaku

112

LATIHAN SOAL
Fungsi penawaran dan permintaan tenaga tak terdidik di suatu kota : Ls = W - 35 Ld = -W + 25 W = tingkat upah per hari W, Ls dan Ld dalam ribuan 1) Gambarkan grafik dari kedua funsi tersebut 2) Hitung tingkat upah dan jumlah tenaga tak terdidik yang ditempatkan pada keadaan equilibrium 3) Hitung besarnya elastisitas penawaran dan permintaan di sekitar equilibrium tersebut 4) Bila tingkat upah naik 6 % dari upah equilibrium. Hitunglah
a) Ls baru b) Ld baru c) Jumlah penganggur

5) Jika upah minimum regional menjadi 11.000 per hari : Hitung Ls dan Ld dan penganggur

113

PASAR KERJA INTERN DAN EKSTERN


INTERNAL LABOR MARKET :pengisian lowongan dari dalam perusahaan EXTERNAL LABOR MARKET : pengisian lowongan dari luar perusahaan

114

PASAR KERJA UTAMA DAN BIASA


Pasar kerja dua bentuk atau dual labor market membedakan dua bentuk atau golongan pasar kerja yaitu 1. Pasar kerja Utama atau primary labor market 2. Pasar kerja biasa atau secondary labor market

115

Karakteristik Pasar kerja utama


Skala perusahaan besar Manajemen perusahaan baik Tingkat pendidikan dan ketrampilan tinggi Produktivitas kerja tinggi Upah tinggi Jaminan sosial baik Lingkungan pekerjaan menyenangkan Disiplin kerja tinggi Absensi rendah Labor turn over kecil
116

Karakteristik Pasar kerja Biasa


Skala perusahaan kecil Manajemen kurang baik Tingkat pendidikan dan ketrampilan rendah Produktivitas rendah Upah rendah Jaminan sosial kurang Lingkungan kerja kurang baik Disipin kerja kurang Absensi tinggi Labor turn over tinggi
117

PASAR KERJA TENAGA TERDIDIK DAN TAK TERDIDIK


produktiv Penye itas

diaan

Tkt partisipa si

sumber

Pengi sian lowo ngan

Lamanya menganggur Lebih lama

terdidik

tinggi

Sekolah tinggi , elasti sitas kecil


Tidak rendah sekolah, elastisi tas tinggi

Keluarga Perlu berada waktu

Tak terdidik

rendah

Kurang mampu

cepat

Lebih pendek

118

Sektor Formal dan Informal


Sektor formal : sektor modern (status hukum, pengakuan dan izin resmi, skala besar Sektor informal : kegiatan usaha sederhana, skala usaha relatif kecil, tidak punya izin usaha, beraneka ragam, tingkat penghasilan rendah, keterkaitan dengan usaha lain kecil, bekerja disektor informal lebih mudah
119

Sektor Pemerintah dan Swasta


Penyerapan lebih banyak mana? Pemerintah : pegawai negeri, angkatan bersenjata, lembaga-lembaga tinggi pemerintah, BUMN Swasta

120

Model-Model Informasi Pasar kerja


Tujuan Informasi Pasar Kerja :
Untuk keperluan antar kerja Menyusun program dan proyek perluasan kesempatan kerja Menyusun rencana pembangunan Menyusun rencana tenagakerja, lokal, regional, sektoral, nasional Rencana pendidikan dan latihan Bidang fiskal, moneter dsb
121

Karakteristik Pasar kerja


Pasar kerja merupakan keseluruhan aktivitas mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja Pencari kerja dan pengusaha mempunyai kepentingan sendiri Pencari kerja: pendidikan, ketrampilan, kemampuan, produktivitas, pribadi yang berbeda Tidak setiap pelamar dapat cocok dan diterima Tiap lowongan punya job des dan spec yang berbeda Tiap perusahaan punya lingkungan, output, teknologi, manajemen, lokasi, yang berlainan. Kemampuan memberi upah, jaminan sosial yang berbeda Pencarikerja punya harapan yang berbeda
122

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


Konsep Modal Manusia Tiga faktor produksi
Tanah (jml tetap, mutu bisa berubah, output bertambah) Pekerja (jumlah pekerja relatif sangat elastis terhadap upah, bermutu dan tidak bermutu) modal

123

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


Adam Smith defined four types of fixed capital (which is characterized as that which affords a revenue or profit without circulating or changing masters). The four types were: 1) useful machines, instruments of the trade; 2) buildings as the means of procuring revenue; 3) improvements of land; and 4) human capital.

124

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


Definisi Human capital refers to the stock of competences, knowledge and personality attributes embodied in the ability to perform labor so as to produce economic value. It is the attributes gained by a worker through education and experience. Many early economic theories refer to it simply as workforce, one of three factors of production, and consider it to be a fungible resource -- homogeneous and easily interchangeable. Other conceptions of labor dispense with these assumptions.

125

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


In relation to human capital he defined it as follows: Fourthly, of the acquired and useful abilities of all the inhabitants or members of the society.(Kemampuan yang diperoleh dan bermanfaat dari masayarakat ) The acquisition of such talents, by the maintenance of the acquirer during his education, study, or apprenticeship, always costs a real expense, which is a capital fixed and realized, as it were, in his person. Those talents, as they make a part of his fortune, so do they likewise that of the society to which he belongs. The improved dexterity (ketrampilan) of a workman may be considered in the same light as a machine or instrument of trade which facilitates and abridges labor, and which, though it costs a certain expense, repays that expense with a profit..[2]

126

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


Competence and capital The introduction of the term is explained and justified by the unique characteristics of competence (often used only knowledge). Unlike physical labor (and the other factors of production), competence is:
Expandable and self generating with use: as doctors get more experience, their competence base will increase, as will their endowment of human capital. The economics of scarcity is replaced by the economics of self-generation. Transportable and shareable: competence, especially knowledge, can be moved and shared. This transfer does not prevent its use by the original holder. However, the transfer of knowledge may reduce its scarcity-value to its original possessor.
127

HUMAN CAPITAL (MODAL MANUSIA


Example An athlete can gain human capital through education and training, and then gain capital through experience in an actual game. Over time, an athlete who has been playing for a long time will have gained so much experience (much like the doctor in the example above) that his human capital has increased a great deal. For example: a point guard gains human capital through training and learning the fundamentals of the game at an early age. He continues to train on the collegiate level until he is drafted. At that point, his human capital is accessed and if he has enough he will be able to play right away. Through playing he gains experience in the field and thus increases his capital. A veteran point guard may have less training than a young point guard but may have more human capital overall due to experience and shared knowledge with other players. Competence, ability, skills or knowledge? Often the term "knowledge" is used. "Competence" is broader and includes thinking ability ("intelligence") and further abilities like motoric and artistic abilities. "Skill" stands for narrow, domain-specific ability. The broader terms "competence" and "ability" are interchangeable.

128

PRODUKTIVITAS versus MUTU


Produktivitas pekerja : Produksi Rata-rata Produksi Marginal
PM,PR

: PR = PT/P : PM = dPT/dP

M
P PR

PM M P P

129

PERUBAHAN MUTU PEKERJA


PR

B Perubahan mutu pekerja A PR

PR

Dengan teknologi meningkat

130

Mutu tenaga kerja meningkat


Bila dengan jumlah satuan pekerja yang sama dapat dicapai produktivitas lebih tinggi Mutu tenagakerja dapat meningkat karena :
Sumber daya alam tersedia dalam jumlah yang lebih besar/dan atau mutu yang lebih tinggi Sumberdaya modal phisik tersedia dalam jumlah yang lebih banyak dan atau mutu yang lebih tinggi mutu modal manusia itu sendiri yang lebih tinggi

131

MUTU MODAL MANUSIA


Dipengaruhi oleh
Pendidikan Kesehatan keamanan

132

Pendidikan dan Latihan (pendekatan Teori Human Capital)

Menambah pengetahuan Meningkatkan ketrampilan kerja Meningkatkan produktivitas kerja Pendidikan dan latihan : merupakan investasi yang imbalannya dapat diperoleh beberapa tahun kemudian dalam bentuk pertambahan hasil kerja atau penghasilan.
133

Teori Human Capital


Assumsi dasar : peningkatan Pendidikan & latihan kemampuan pendapatan investasi dalam tenaga penghasilan (earning power atau modal tenagakerja) Dalam Penanaman modalinterest (dalam bentuk deposito, obligasi, dan sbg) Ada faktor resiko

134

Human capital
Mengapa upah berbagai jabatan berbeda Apakah ada perbedaan upah laki-laki dan perempuan Apakah ada perbedaan upah antar daerah dan mengapa? Mengapa lulusan PT menerima upah lebih tinggi dari mereka yang bukan lulusan PT
135

Definisi HC
Investasi di bidang SDM : ada 2 pengorbanan
dana (modal) dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi

Imbalan :
Kemampuan meningkat, tingkat penghasilan lebih tinggi Tingkat konsumsi lebih tinggi

Investasi yang demikian disebut Human Capital Prinsip investasi di bidang usaha : adalah mengorbankan konsumsi pada saat investasi dilakukan untuk memperoleh tingkat konsumsi yang lebih tinggi beberapa waktu kemudian
136

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH


Mengapa ke PT ? Upah yang lebih tinggi Biaya ke PT mengurangi (mengorbankan) konsumsi sekarang Keuntungan (upah lebih tinggi) baru diterima setelah lulus PT (investasi) Present Value (nilai sekarang) dari kenaikan pendapatan dikemudian hari
137

Penerapan HC
Biaya-Biaya
Bidang pendidikan Migrasi dan urbanisasi Perbaikan gizi dan kesehatan

138

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH


Mengapa ke PT ? Upah yang lebih tinggi Biaya ke PT mengurangi (mengorbankan) konsumsi sekarang Keuntungan (upah lebih tinggi) baru diterima setelah lulus PT (investasi) Present Value (nilai sekarang) dari kenaikan pendapatan dikemudian hari
139

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH


Asumsi dasar : seseorang dapat meningkatkan penghasilannya melalui peningkatan pendidikan Net Present Value y Internal rate of return

140

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH


Net Present Value Jika sdr mempunyai uang 1 juta rp sekarang, apa yang sdr harapkan terhadap nilai uang sdr pada 1 tahun yad? Setahun kemudian nilai uang 1 juta paling tidak nilainya harus sama dengan sekarang. Nilainya jadi berapa? 10%, 15% lebih tinggi dst? PV = S1 / (1+i) ; S1 = yg akan diterima 2 tahun kemudian ; PV= Present Value ; i = interest rate
141

Net Present Value di bid. Pendidikan


Lulusan SLTA langsung kerja Tiap tahun (t) dia peroleh upah V(t) Sesudah 40 tahun kerja maka jumlah penghasilan yang diterima seumur hidup dihitung dalam nilai sekarang atau NET PRESENT VALUE

142

INTERNAL RATE OF RETURN


Apakah seseorang setelah lulus SMA ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (D3) atau tidak? Apakah pendapatan setelah tamat D3 dikurangi biaya2 sewaktu menempuh D3 lebih besar pendapatan tamatan SMA? Opportunity cost

143

Keuntungan pribadi dan keuntungan sosial


Manfaat pendidikan dapat berupa
Keuntungan individu/pribadi Keuntungan masyarakat

144

Migrasi dan Urbanisasi


Asumsi dasar bahwa seseorang mau atau berusaha pindah kerja dari satu daerah ke daerah lain agar memperoleh penghasilan yang lebih besar

145

Perbaikan gizi dan Kesehatan


Peningkatan produktivitas kerja Biaya kesehatan dan manfaatnya terhadap peningkatan produktivitas. Rendahnya penghasilan akan berdampak rendahnya anggaran kesehatan.

146

Kondisi SDM di Indonesia


Pertama adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja.
Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.

Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah.
Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi , angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.

Kedua masalah tersebut menunjukkan

ada kelangkaan kesempatan kerja rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.

147

Mengapa orang tidak bekerja


Ada tiga hambatan yaitu : 1. kultural, budaya dan etos kerja 2. kurikulum sekolah, belum adanya standar baku kurikulum pengajaran di sekolah yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 3. pasar kerja, hambatan pasar kerja lebih disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.

148

Globalisasi Ekonomi
Merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan terjadi persaingan antarnegara. Indonesia dalam kancah persaingan global menurut World Competitiveness Report menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40).

149

Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi


Produksi, sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global. Pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari mancanegara. Tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional dan\atau buruh diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas

150

lanjtn
Jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dan lain-lain. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh KFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di mana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia --baik yang berdomisili di kota maupun di desa-- menuju pada selera global Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena "less papers/documents" dalam perdagangan, tetapi dapat mempergunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih.

151

Globalisasi
meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara melalui peningkatan volume dan keragaman transaksi antarnegara (cross-border transactions) dalam bentuk barang dan jasa,
aliran dana internasional (international capital flows), pergerakan tenaga kerja (human movement) dan penyebaran teknologi informasi yang cepat.

Sehingga secara sederhana dapat dikemukakan bahwa globalisasi secara hampir pasti telah merupakan salah satu kekuatan yang memberikan pengaruh terhadap bangsa, masyarakat, kehidupan manusia, lingkungan kerja dan kegiatan bisnis corporate di Indonesia. Kekuatan ekonomi global menyebabkan bisnis korporasi perlu melakukan tinjauan ulang terhadap struktur dan strategi usaha serta melandaskan strategi manajemennya dengan basis
entrepreneurship, cost efficiency dan competitive advantages.

152

Masalah Utama dalam Pembangunan SDM


Missalocation of human resources. Pada era sebelum reformasi, pasar tenaga kerja mengikuti aliran ekonomi konglomeratif. Di mana tenaga kerja yang ada cenderung memasuki dunia kerja yang bercorak konglomeratif yaitu mulai dari sektor industri manufaktur sampai dengan perbankan. Dengan begitu, dunia pendidikan akhirnya masuk dalam kemelut ekonomi politik, yakni terjadinya kesenjangan ekonomi yang diakselerasi struktur pasar yang masih terdistorsi. Pada pasca reformasi belum ada proses egalitarianisme SDM yang dibutuhkan oleh struktur bangsa yang dapat memperkuat kemandirian bang sa. Pada era reformasi yang terjadi barulah relatif tercipta reformasi politik dan belum terjadi reformasi ekonomi yang substansial terutama dalam memecahkan problem struktural seperti telah diuraikan di atas. Sistem politik multipartai yang telah terjadi dewasa ini justru menciptakan oligarki partai untuk mempertahankan kekuasaan. Pemilu 1999 yang konon merupakan pemilu paling demokratis telah menciptakan oligarki politik dan ekonomi. Oligarki ini justru bisa menjadi alasan mengelak terhadap pertanggungjawaban setiap kegagalan pembangunan.
153

PERENCANAAN SDM MAKRO


PROYEKSI PENDUDUK dan ANGKATAN KERJA PROYEKSI JUMLAH PEKERJA

154

PROYEKSI PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA


Metode
Aritmatis Geometris Exponential

Metode komponen Metode APAK (Angka Partisipasi Kerja

155

PROYEKSI JUMLAH PEKERJA


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Rasio antara jumlah pekerja dan output Elastisitas jumlah pekerja Fungsi antara output dan jumlah pekerja Fungsi produksi Model sistem neraca sosial ekonomi Pendekatan kebutuhan tenaga kerja Metode rate of return Pendekatan pengisyaratan (signaling)
156

Rasio antara jumlah pekerja dan output


Teknik ini mengasumsikan
1. adanya hubungan proporsional yang tidak berubah antara output dan jumlah pekerja 2. Tidak ada kemungkinan kemajuan teknologi maupun substitusi antara pekerja dan modal fisik

157

Elastisitas jumlah pekerja


Elastisitas jumalh pekerja (employment elasticity) atau elastisitas kesempatan kerja adalah rasio antara perubahan (dalam persen) jumlah pekerja dengan perubahan (dalam persen) output Asumsinya:
permintaan pekerja sebagai derived demand permintaan barang dan jasa Semua permintaan pekerja pasti terisi (tak ada lowongan kerja yang tak terisi
158

Fungsi antara output dan jumlah pekerja


Jumlah pekerja di lapangan pekerjaan i di periode t sama dengan konstante ditambah koeffisien output-jumlah pekerja dikalikan dengan jumlah output di lapangan pekerjaan I di periode t

159

Fungsi produksi
Teknik ini memperhitungkan kemungkinan perubahan teknologi dan substitusi antara pekerja dan input lain Sangat tepat untuk proyeksi jangka panjang Fungsi yang paling terkenal adalah fungsi produksi Cobb-Douglas Output ditentukan oleh : modal fisik , jumlah pekerja , tingkat teknologi, koeffisien output terhadap modal fisik dan terhadap pekerja
160

Model sistem neraca sosial ekonomi


Biasa disingkat SAM atau Social Acounting Matrix Model ini merupakan perluasan dari model I O (Input Output) Tabel I-O dikembangkan oleh Leontief memperlihatkan arus barang dan jasa dalam suatu perekonomian untuk suatu waktu tertentu OPada Tabel terlihat berapa banyak output dari suatu sektor dibutuhkan untuk menghasilkan output disektor lain dan berapa banyak untuk permintaan akhir (final demand) Terlihat berapa upah dan gaji (balas jasa untuk input primer)
161

Pendekatan kebutuhan tenaga kerja


Suatu pendekatan untuk menduga permintaan dan penawaran pekerja, dan keseimbangan antara keduanya di masa depan Data lapangan pekerjaan, pendidikan dan ketrampilan diperlukan Adanya ketidak seimbangan antara data tersebut diperlukan kebijakan ekonomi, pendidikan/ketrampilan
162

Metode rate of return


Metode yang menerapkan cost and benefit analysis untuk melakukan investasi di bidang pendidikan

163

Pendekatan pengisyaratan (signaling)


Pendekatan ini tidak memperhitungkan segi kuantitatif (jml pekerja), penawaran dan permintaan pekerja masa akan datang juga tidak mengandalkan mekanisme pasar Ditekankan kondisi sekarang dan masa lalu maka akan bisa diramal masa akan datang
164