Anda di halaman 1dari 3

INFERTILI TAS

Infertilitas (ketidaksuburan) merupakan kondisi ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama 1 tahun atau lebih, atau jika pada wanita berusia 35 tahun selama 6 bulan atau lebih.

bahkan keduanya, dan masing-masing memiliki peluang yang sama besar sebagai penyebab infertilitas.

Penyebab infertilitas pada pria, antara lain: Kegagalan menghasilkan sperma berkualitas akibat cacat bawaan sejak lahir (genetik), kegagalan testis (buah zakar) untuk turun ke kantung buah pelir (scrotum) selama pubertas, infeksi berulang, atau penyakit pada masa pertumbuhan anak.. Jumlah sperma yang kurang dari normal. Gangguan pada pengeluaran sperma akibat adanya gangguan seksual seperti ejakulasi dini atau sakit saat berhubungan (dyspareunia); gangguan struktural seperti penyumbatan pada saluran sperma (epididymis). Faktor gaya hidup dan lingkungan seperti pola makan, obesitas, polusi udara (paparan zat beracun), kebiasaan minum alkohol dan merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam dan bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop. Gangguan yang terkait dengan kanker dan pengobatannya seperti radiasi dan kemoterapi. Faktor usia, pria berusia 40 tahun kurang subur dibandingkan dengan pria

Bagaimana Infertilitas terjadi?

bisa

Apa itu Infertilitas?

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD Ciawi 2013

Kehamilan bisa terjadi bila ada proses berikut: tubuh wanita melepaskan sel telur dari salah satu indung telur (proses ovulasi), sel telur itu akan berjalan melewati tuba falopi menuju uterus (rahim). Selama perjalanan menuju uterus tersebut harus ada sperma dari pria yang akan bergabung dengan sel telur (proses pembuahan). Sel telur yang telah dibuahi akan menempel ke bagian dalam uterus (proses implantasi). Terdapatnya gangguan atau masalah di salah satu proses di atas bisa mengakibatkan infertilitas.

Apa Penyebabnya?
Infertilitas bisa disebabkan oleh salah satu pasangan atau mungkin

yang lebih muda.

cukup tinggi berkisar 5,5 sampai 84%. Bila terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, lahir mati, prematur, atau kelainan kongenital pada bayi berupa hydrocephalus. Jika terjadi pada akhir kehamilan dapat menyebabkan janin beresiko mengalami retardasi mental.

Gejalanya?
Ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan adalah gejala utama infertilitas. Selain itu, tidak terdapat gejala yang lebih jelas atau khas. Pada beberapa kasus, wanita yang mengalami infertilitas memiliki periode menstruasi yang tidak teratur (abnormal). Sementara pria yang mengalami infertilitas seringkali memiliki masalah hormonal seperti perubahan pertumbuhan rambut atau fungsi seksual.

Penyebab infertilitas pada wanita, antara lain: Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi biasanya akibat adanya inflamasi di tuba falopi (salpingitis) yang penyebab utamanya yaitu infeksi penyakit menular seksual (Chlamydia). Endometriosis terjadi ketika jaringan rahim tertanam dan tumbuh di luar rahim, sehingga bisa mempengaruhi fungsi sperma, sel telur dan indung telur, uterus, dan tuba falopi. Gangguan ovulasi akibat cedera, tumor, aktivitas yang berlebihan, berat badan kurang, atau pemakaian obatobatan tertentu. Menopause dini yaitu suatu kondisi berhentinya menstruasi dan penipisan folikel ovarium dini sebelum usia 40 tahun. Meski penyebabnya sering tidak diketahui. Infeksi TORCH merupakan penyebab Infertilitas dengan prevalensi yang

Selain itu beberapa faktor risiko bisa meningkatkan infertilitas pada pria dan wanita, seperti: usia, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kelebihan atau kekurangan berat badan, dan aktivitas yang berlebihan.

Pencegahan Dilakukan:
Untuk pria:

Yang

Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan Jangan terlalu sering berendam air panas atau bersauna (suhu tinggi bisa mempengaruhi produksi dan gerakan sperma, meski bersifat sementara)

Bagaimana

Untuk wanita:

Olahraga secara teratur Jaga berat badan (kelebihan atau kekurangan berat badan bisa mempengaruhi produksi hormon reproduksi) Hindari rokok dan alkohol Untuk pasangan: berhubungan intim 2-3 kali seminggu bisa meningkatkan fertilitas.

Pengobatan:
Untuk mengatasi Infertilitas, diperlukan peran serta seluruh anggota keluarga untuk tidak saling menyalahkan Jika setelah 1 tahun menikah dan belum hamil, maka hubungi dokter anda untuk dilakukan berbagai pemeriksaan agar diketahui penyebabnya