Anda di halaman 1dari 5

NAMA NIM KELAS

: RINA ROSDIANA :2228111087 : IIIB

RAHASIA ANGKA 7 MajlisDzikrullahPekojan

Dzat pencipta yang sangat besar kekuasaanNya & sangat tinggi kalimat-Nya serta berkesinambungan Nikmat-nikmat-Nya, Yakni Allah SWT, Telah menghiasai 7 Perkara di dunia diatas 7 Perkara lainnya, untuk memberitahukan kepada orang-orang yang berilmu, bahwa di dalam angka 7 itu terdapat Rahasia / Keunikan yang sangat besar / agung kedudukannya di sisi Allah SWT Pertama : Allah menghiasi Udara ini dengan 7 Lapis Langit sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran Surat An Naba ayat 12, Dan Kami (Allah) jadikan di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh. Kemudian Allah menghiasi langit itu dengan Tujuh Bintang. Tujuh Bintang yang dimaksud adalah : Bintang Zuhal, Bintang Musytari, Bintang Marikh, Bintang Syamsu, Bintang Zahro, Bintang Athorid, dan Bintang Qomar. Sebagaimana firman Allah dalam AlQur'an surat Al Hijr ayat 16, "Dan sungguh Kami telah menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya. Kedua : Allah telah menghiasi padang (tanah) yang lapang dengan Tujuh lapis Bumi. Rasulullah SAW pernah menjelaskan : Para penghuni Bumi Lapisan ke-7 adalah golongan Malaikat, Pada lapisan ke-6 di huni oleh Iblis dan para pembantunya, Pada lapisan bumi ke-5 di huni oleh setan-setan, Pada lapisan ke-4 di huni oleh ular-ular, Pada lapisan ke-3 di huni oleh kalajengking, pada lapisan ke-2 oleh jin-jin, dan Pada lapisan pertama adalah Manusia. Kemudian Allah menghias bumi itu dengan tujuh lautan. Ketiga : Allah telah menghiasi neraka dengan Tujuh Tingkatan, yaitu : Jahannam, Sair, Saqor, Jahim, Huthomah, Ladhoo dan Haawiyah. Kemudian Allah menghiasi pula dari tiaptiap neraka dengan tujuh Pintu. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 44, "Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." Keempat : Allah menghiasi Al-Quran (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (AlFatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung." Kelima : Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki,

dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud. Keenam : Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua). Ketujuh : Allah menghiasi dunia ini dengan tujuh negeri yang besar, yaitu : 1) Hindustan, 2) Hijaz, 3) Badiyah dan Kufah, 4) Irak, Syam,(Siria), Khurasan sampai Balakh, 5) Roma dan Armenia, 6) Negeri Yajuj dan Majuj, dan 7) Cina Turkistan.

Kemudian Allah menghias tujuh negeri besar itu dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Dan Allah memuliakan dengan ketujuh hari ini tujuh dari para Nabi, yaitu : Allah memuliakan Nabi Musa, as dengan hari sabtu, Isa Bin Maryam as dengan hari Ahad, Dawud, as dengan hari Senin, Nabi Sulaiman, as dengan hari Selasa, Nabi Yaqub, as dengan hari Rabu, Nabi Adam, as dengan hari Kamis, dan Nabi Muhammad saw beserta umatnya dengan hari Jumat.

Adapun manfaat yang dapat di petik dari ke Tujuh hari tersebut adalah : Hari Ahad : Sebagian Ulama mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang hendak membangun sesuatu atau menanam, maka hendaklah pada hari Ahad. Hari Senin : Hari Senin adalah hari Pelayaran & Perniagaan. Karena telah dijelaskan bahwa pada hari Senin terdapat 7 kelebihan yaitu : 1. Nabi Idris, as. Telah naik ke langit pada hari Senin, 2. Nabi Musa, as. Telah pergi ke bukit Thursina pada hari senin untuk menerima wahyu, 3. Turunnya Dalil tentang ke-Esa-an Allah, 4. Lahirnya Rasulullah Muhammad saw, 5. Malaikat Jibril, as. turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah, 6. Semua amal perbuatan Umat diperlihatkan kepada Rasaulullah saw pada hari Senin, 7. Wafatnya Rasulullah Muhammad saw. Oleh karena itu, barang siapa yang berlayar/mengadakan perjalanan maka baiknya

lakukanlah pada hari senin.

Hari Selasa : Rasulullah saw ditanya tentang hari Selasa, Maka Beliau menjawab : Hari Selasa adalah Hari Berdarah. Para sahabat bertanya : Mengapa demikian ya, Rasulullah? Lalu Beliau menjawab: Karena pada hari itulah Siti Hawa Haid & Putra Adam membunuh saudaranya sendiri. Sebagaian Ulama telah menjelaskan Bahwa pada hari selasa ada 7 Jiwa yang bernyawa dibunuh, diantaranya : 1. Jurjais bin Fathin (Seorang pemuda ahli Ibadah, ia hidup pada masa raja Dardaniyah yang terkenal dengan penyembahan berhalanya, 2. Yahya, as, 3. Zakaria, as, 4. Tukang sihir Firaun, 5. Asiah binti Muzahim, Istri Firaun, 6. Sahib, Sapi Betina Bani Israil, 7. Habil Putra Adam, as. Maka, barang siapa yang ingin berbekam hendaklah ia melakukan pada hari Selasa. Hari Rabu : Rasulullah saw ditanya tentang hari Rabu, Maka Beliau menjawab: Hari rabu adalah Hari Nahas yang terus menerus. Para sahabat bertanya," Mengapa demikian ya, Rasulullah?" Lalu Beliau menjawab: Karena pada Hari itu Allah telah menenggelamkan (menghancurkan) Firaun dan kaumnya, Memusnahkan kaum ad dan kaum Tsamud, yakni kaumnya Nabi Sholeh yang ingkar terhadap kerasulan & kenabiannya. Maka, barang siapa yang hendak sembuh dari sakit, hendaknya ia meminum obat pada Hari Rabu. Hari Kamis: Hari Kamis adalah hari baik untuk menunaikan Hajat. Karena Allah memerintahkan Penunaian. Maka barang siapa yang berhajat kepada manusia, maka hendaklah ia memintanya pada hari Kamis. Hari Jumat : Allah menciptakan Adam dan Hawa pada hari Jumat, dan kemudian pada hari itu juga Allah mengawinkannya. Maka barangsiapa yang mengadakan akad Nikah hendaklah dilaksanakan pada hari Jumat. Sebagaian Ulama berkata : Telah terjadi Tujuh Pernikahan antara para Nabi dan antara para Auliya pada hari Jumat, yaitu : 1.Pernikahan antara Adam as dengan Hawa, 2.Pernikahan antara Yusuf as dengan Zulaikha, 3.Pernikahan antara Musa as dengan Shafrawa, 4.Pernikahan antara Sulaiman as dengan Balqis, 5.Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Khadijah, 6.Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Aisyah, 7. Pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah.

Hari Sabtu adalah Hari makar/Tipu Daya, karena terdapat Tujuh Peristiwa makar dan tipu daya terhadap tujuh orang sholeh / kaum (Kaum Nabi Nuh as terhadap Nabi Nuh as, Kaum Nabi Sholeh as terhadap Nabi Sholeh as, Saudara2 Nabi Yusuf as terhadap Nabi Yusuf as, Kaum Nabi Musa as terhadap Nabi Musa as, Kaum Nabi Isa as terhadap Nabi Isa as, Para pemuka (gembong-gembong) Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw, dan Kaum Bani Israil terhadap Larangan Allah. Dan sebagian Ulama juga memaknai hari sabtu adalah hari baik untuk berburu. Waallahu A'lam.

Diakui atau tidak angka 17 mempunyai makna penting dalam khazanah keindonesiaan dan keislaman di kawasan Zamrud Katulistiwa ini. Pasalnya, dalam wawasan kebangsaan 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan Indonesia yang terlepas dari penjajahan dunia. Bagi pengikut ajaran Muhammad angka 17 erat kaitanya dengan; 17 rakaat dalam shalat lima waktu menjadi kebutuhan bagi seorang muslim; 17 ramadhan adalah waktu diturunkannya alquran secara berangsur-angsur yang dimulai dari surat al-alaq dari ayat satu sampai lima Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (baca tulis). Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya; 17 shaum tahun 2 Hijriah (17 Maret 624 M) terjadinya perang Badr (kali pertama) antara pasukan muslim (313 orang) dengan Quraisy (1.000 orang) yang berpusat di Makah. Kekuatan iman (umat islam) dan ikhtiar menahan hawa nafsu untuk tidak lagi dari peparang akhirnya bisa mengalahkan kepongkahan penguasa lalim pada saat itu. Kejadian maha dahsyat ini termaktub dalam Quran Surat Al Anfaal ayat 17 dan 45; Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Anfaal: 17); Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al Anfaal: 45) Ihwal angak 17 bagi ilmu matematika adalah bilangan prima (2,3,5,7,11,13,17). Tentunya, bilangan prima tidak bisa dibagi dengan bilangan berapapun, kecuali bilangan 1 dengan bilangan itu sendiri. Secara psikologis 17 peralihan dari remaja ke dewasa dengan petanda setiap perbuatan dalam mengambil suatu keputusan harus dipertanggungjawabkan. Mengenai angak 17 waktu tepat untuk merdeka. Ini terlihat dari dialog Soekarno dengan Sukarni di Saigon guna mempercepat kemerdekaan, seperti yang dimuat Partai Demokrasi Pembaruan; Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, tanggal 16? tanya Sukarni.

Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Quran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia,jawab Bung Karno. Soal mistik dalam angka 17 yang terdiri dari 1 dan 7. Bagi Annemarie Schimmel, ilmuwan asal Jerman dalam buku Misteri Angka-angka dalam Berbagai Peradaban Kuno dan Tradisi Agama Islam, Yahudi dan Kristen (2006) menyakini angka 7 adalah angka favorit sepanjang sejarah manusia. Angka 7 telah memesona manusia sejak zaman dahulu kala. Angka ini dipercaya mengandung unsur magis paling tinggi, tulisnya. Ingat, dalam lintasan sejarah nusantara mewujudnya hari kemerdekaan (17 agustus) dan 17 ramadhan (nuzulul al-quran) merupakan bukti nyata kesatuan keindonesiaan dan keislaman yang tak bisa dibantahkan. Kendati, M.C. Ricklefs sejarahwan dari Universitas Nasional Singapore menerangkan dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008:444-445) beranggapan bersatunya peristiwa penting itu hanya kebetulan (accidental) semata. Namun, pendapat ini dibantah Nurcholish Madjid melalui buku 30 Sajian Ruhani: Renungan di Bulan Ramadhan (1998) kejadian berbarengan itu terlihat bersifat kebetulan dalam kacamata manusia, tetapi sebenarnya ini merupakan rencana Tuhan (grand design Sang Khalik) secara sunatullah. Seperti kisah dibuangnya Nabi Ismail a.s bersama Siti Hajar (ibunya) ke Mekkah, yang berhasil menemukan sumur Zam-zam untuk bisa bertahan hidup. Konon, air berkah itu pertama kali dibuat oleh Nabi Adam dan Siti Hawa. Inilah beberapa kedahsyatan angka 17 yang terekam dalam khzanah keindonesiaan dan keislaman. Semoga menjadi spirit bagi kita semua guna mengisi kemerdekaan republik indonesia ini.