Anda di halaman 1dari 82

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER (RPP)

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA KELAS/SEMESTER: VII/1

2011

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 1.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP : Bahasa Indonesia : VII/1 1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat. dengan teliti (1) Mampu menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan. (2) Mampu menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita. (3) Mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan. 2. Siswa mampu menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita. 3. Siswa mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea. II. Materi Pembelajaran Contoh teks berita: PERUT KORBAN TSUNAMI MASIH KERONCONGAN Lebih dari satu bulan bencana tsunami berlalu, masih banyak warga di desadesa yang terisolasi harus mengayuh sepeda satu-dua hari untuk mendapatkan bantuan makanan. Urusan perut warga korban tsunami ini ternyata belum bisa diatasi seluruhnya. Wajah Disulaiman (30) begitu lelah ketika ditemui di rumah Teuku Hamdani, Ketua DPRD Kabupaten Aceh Jaya, ke Kota Meulaboh hanya untuk mendapatkan beberapa kilogram beras bantuan. Baginya, uluran tangan dari Pemerintah sangat berharga. Disulaiman berangkat dari desanya pukul 07.00, Minggu (30/1). Ia melalui jalan alternatif di sela perkebunan sawit mulai dari Teunom Woyla Barat, Kuala Bhee, hingga tiba Meulaboh pukul 11.00, Senin. Dia sempat bermalam dan makan seadanya di emperan Pasar Kuala Bhee. Setelah mendapat beras bantuan, dia berencana kemabali ke Pasi Timon pukul 15.00. ia memperkirakan tiba Selasa pukul 03.00. Saya cepat-cepat karena keluarga di rumah sudah cemas. Mudah-mudahan malam ini tidak hujan sehingga saya bisa tiba di desa besok, katanya. Jalur yang ditempuh Disulaiman berupa jalan tanah rusak. Jika hujan turun, jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan karena penuh dengan lumpur. Jalur utama Meulaboh-Teunom yang dulu mulus telah hancur total akibat tsunami. Disulaiman mengaku bersusah payah datang ke Meulaboh dengan sepeda, alasannya bantuan makanan di Kuala Bhee sudah habis. Dapur umum yang sempat didirikan di kecamatan Woyla juga sudah tutup sejak Idul Adha lalu. Daripada kelaparan, saya nekat pergi ke Meulaboh naik sepeda untuk cari bantuan. Saya tak punya uang sepeser pun untuk beli beras, katanya memelas. Sumber : Kompas, 1 Februari 2005 dengan perubahan 2. Pokok-pokok berita a. Peristiwa apa yang terjadi : Korban bencana tsunami masih kelaparan. b. Dimana peristiwa ini terjadi : Di desa Pasi Timon, Kecamatan Teumon, Aceh Jaya. c. Kapan peristiwa itu terjadi :

Hari Minggu, 30 Januari 2005. d. Siapa yang menjadi pelaku dalam peristiwa itu : Disulaiman e. Mengapa peristiwa itu terjadi : Karena terjadi bencana tsunami, warga desa yang terisolasi sulit untuk mendapatkan bantuan makanan. f. Bagaimana proses terjadinya peristiwa itu : Karena bantuan makanan tidak sampai ke desa Pasi Timon maka Disulaiamn pergi ke kota Meulaboh dengan mengayuh sepeda selama satu hari satu malam untuk mendapatkan bantuan beras demi pemerintah. 3. Isi berita Disulaiman salah satu korban tsunami menderita kelaparan karena bertempat tinggal di desa terisolasi / sulit dijangkau oleh transportasi sehingga bantuan makanan tidak sampai di desanya. Untuk mendapatkan bantuan beras, maka ia harus mengayuh sepeda selama satu hari satu malam ke kota meulaboh. 3. Menyimpulkan isi berita Disulaiman harus mengayuh sepeda selama satu hari satu malam ke kota meulaboh untuk mendapatkan bantuan. III. Metode Pembelajaran 1. Modeling 2. Inkuiri 3. Learning community IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan Awal 1. Kegiatan apersepsi dengan menampilkan cuplikan berita dari rekaman. 2. Siswa menanggapi penyampaian isi berita. 3. Menjelaskan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti 1. Siswa mendengarkan berita secara cermat 2. Siswa menuliskan pokok-pokok berita secara terperinci 3. Siswa memberikan tanggapan terhadap isi berita lewat diskusi secara tepat dan santun 4. Siswa menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita secara tepat 5. Siswa menyimpulkan isi berita dalam satu alinea secara tepat. C. Kegiatan Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam belajar. 2. Menyanyikan lagu kesukaan bersama-sama untuk menutup pelajaran.

Waktu 10

Metode Inquiry

60 Learning Community

10 Refleksi

V. Alat dan Sumber Belajar 1. TV/Radio 2. Teks berita 3. Kaset/ CD berita 4. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.60-61). 5. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.159-164). VI. Penilaian

www.rencanapembelajaran.com

1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Soal /Instrumen

: Tes tulis : Tes Uraian :

Lampiran 1: Instrumen Penilaian Tes Tulis 1) berita berikut ini! Kriteria penskoran Kegiatan Siswa menuliskan pokok pokok berita benar semua Siswa menuliskan pokok-pokok berita salah satu Siswa menulis kan pokok berita salah semua Siswa tidak menjawab apa-apa Keterangan: Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100) Skor maksimum (5) Ideal = ............................ Skor 5 3 1 0 Tulislah minimal 3 pokok berita yang terdapat dalam rekaman

2) Kriteria penskoran

Tunjukkan intisari pokok-pokok beritanya! Skor 5 3 1 0

Kegiatan Siswa menuliskan intisari pokok pokok berita benar semua Siswa menuliskan intisari pokok-pokok berita kurang lengkap Siswa menuliskan intisari pokok berita salah semua Siswa tidak menjawab apa-apa Keterangan: Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100) Skor maksimum (5)

Ideal = ............................

3) alinea! Kriteria penskoran

Tuliskan simpulan isi berita yang kamu dengarkan dalam satu

Kegiatan Siswa menuliskan simpulan secara tepat Siswa menuliskan simpulan berita kurang lengkap Siswa menuliskan simpulan berita tetapi salah Siswa tidak menjawab apa-apa Keterangan: Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100) Skor maksimum (5)

Skor 5 3 1 0

Ideal = ............................

www.rencanapembelajaran.com

Lampiran 2: Penilaian proses difokuskan pada ketepatan dalam melakukan proses menyimak, kemampuan bekerja sama, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Format pengamatan kegiatan diskusi kelompok. No 1 2 3 4 5 7 8 9 10 Dst, Keterangan: 1. Berilah tiap kolom kegiatan dengan nilai A = sangat baik; B = baik ; C = cukup baik ; dan K = kurang baik 2. A = 8,510 B = 6,58 C = 5,56 K = 05 Nama siswa Kerjasama Ketekunan Inisiatif

...................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 1.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP NEGERI : Bahasa Indonesia : VII/1 1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. 1.2 Menuliskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat. (1) Mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/televisi. (2) Mampu menuliskan isi berita yang didengarkan ke dalam beberapa kalimat. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/TV. 2. Siswa mampu menuliskan isi berita yang didengarkan ke dalam beberapa kalimat. II. Materi Pembelajaran 1. Pokok-pokok berita Tahap Sosialisasi 3 In 1 Tidak Dipatuhi Meskipun sejumlah kawanan baru telah ditetapkan menjadi daerah three in one, dalam tahap sosialisasi ini, banyak orang tidak mematuhinya. Sejumlah kendaraan pribadi pada jam yang ditentukan melaju bebas dan kencang dengan penumpang kurang dari tiga orang. Beberapa warga menyatakan belum mengetahui adanya daerah 3 in 1 baru, ada juga yang memang tidak sepakat dengan aturan itu. Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov DKI Jakarta Muhayat mengatakan, sebulan ini memang baru tahapan sosialisasi three in one (3 in 1). Sebulan setelah 3 in 1 diberlakukan, barulah para pelanggar diberi sanksi sesuai dengan peraturan. Namun, sebaiknya dalam tahap sosialisasi ini, 3 in 1 sudah dipatuhi, jelasnya.

www.rencanapembelajaran.com

Sepanjang pengamatan, Jumat (26/12), di sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin, jumlah kendaraan yang melintas tidak sepadat di hari kerja normal. Banyak yang melaju di jalur 3 in 1 dengan santai meski penumpangnya hanya dua orang. Kondisi yang sama terlihat di kawasan 3 in 1 baru Stasiun Kota, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Gajah Mada. Kendaraan pribadi dengan penumpang hanya satu atau dua orang dapat emlintas dengan bebas. Petugas DLLAJ yang berjaga hanya memantau agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang dapat mengakibatkan kemacetan. Aturan apa itu? Daerah yang lama sudah menyiksa, kini ditambah daerah baru,kata Gunawan, warga Pondok Bambu. Di kawasan Blok M, belum tampak adanya rambu penanda 3 in 1 baru, hanya rambu lama yang menunjukkan bahwa sebentar lagi pengemudi memasuki kawasan 3 in 1. Sementara itu, beberapa jalur alternatif untuk menghindari 3 in 1, Jumat kemarin terlihat longgar. Hanya Jalan Pejompongan dan Penjernihan tetap padat. Saya benar-benar mati kutu. Pejompongan adalah satu-satunya alternatif. Namun, karena semua orang lewat sana, akhirnya benar-benar berhenti di TPU Karet,kata Harto, warga Lebak Bulus yang tiga kali harus mengajar di daerah Salemba. Menurut Muhayat, 3 in 1 sebenarnya bukan kebijakan yang tiba-tiba karena selama ini masyarakat telah akrab dengan sistem tersebut. Justru yang masih dikaji adalah pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor. Adapun usai dikaji, akan dipilih pembatasan yang sesuai, apakah 3 in 1 atau sistem pelat nomor. Sistem pelat nomor ini perlu persiapan. Setelah dikaji selama enam bulan, barulah nanti diputuskan, apakah sistem ini tepat atau tidak,jelah Muhayat. Sumber : Kompas, 27 Desember 2003 dengan perubahan. 3. Menuliskan kembali isi berita ke kalimat sendiri. Meskipun sejumlah kawasan baru telah ditetapkan menjadi daerah three in one, masih banyak orang yang tidak mematuhinya, sejumlah kendaraan pribadi melaju dengan bebas dan kencang dengan penumpang kurang dari tiga orang. Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov DKI Jakarta Muhayat mengatakan bahwa sebulan ini memang masih tahapan sosialisasi 3 in 1. sebulan setelah diberlakukan, barulah pelanggar dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan. Masih banyak kendaraan berpenumpang dua orang melintas di kawasan 3 in 1 seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Gajah Mada. Dari banyaknya pelanggaran itu, pemerintah mengkaji ulang apakah tetap menggunakan sistem 3 in 1 ataukah menggunakan sistem pelat nomor kendaraan. III. Metode Pembelajaran 1. Modeling 2. Inkuiri 3. Learning Community 4. Refleksi IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan Awal 1. Kegiatan apersepsi. 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran. B. Kegiatan Inti 1. Siswa mendengarkan berita yang dibacakan di radio/televisi secara cermat 2. Siswa mendiskusikan pokok-pokok berita secara berkelompok/bekerja sama 3. Siswa menuliskan pokok-pokok berita yangdikembangkan ke dalam beberapa kalimat secara cermat C. Kegiatan Penutup

Waktu
10

Metode
Inquiry

60 Learning Community

10

www.rencanapembelajaran.com

1. Siswa dan guru melakukan refleksi 2. Bertepuk tangan bersama-sama untuk menutup pelajaran.

Refleksi

V. Sumber Belajar 1. TV/Radio 2. Teks berita 3. Kaset/ CD berita 4. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.60-61). 5. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.159-164). VI. Penilaian 1. Teknik 2. Bentukinstrumen 3. Soal /Instrumen : Tes tulis : Tugas rumah :

Lampiran 1: Instrumen Penilaian Tes Tulis 1. Dengarkanlah berita di TV liputan 6 sore SCTV malam nanti, kemudian tentukan pokok-pokok beritanya! Kriteria penskoran Kegiatan Siswa menuliskan pokok berita secara tepat Siswa menuliskan pokok berita kurang lengkap Siswa menuliskan pokok berita tetapi salah Siswa tidak menjawab apa-apa Keterangan: Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100) Skor maksimum (5) Ideal = ............................ Skor 5 3 1 0

2. Tulislah isi berita yang kamu dengarkan ke dalam beberapa kalimat! Kriteria penskoran Kegiatan Siswa menuliskan isi secara tepat Siswa menuliskan isi berita kurang lengkap Siswa menuliskan isi berita tetapi salah Siswa tidak menjawab apa-apa Keterangan: Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = X skor (100) Skor maksimum (5) Ideal = ............................ Skor 5 3 1 0

.....................................................

www.rencanapembelajaran.com

Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah

Guru

Mata

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 2.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP .............................. : Bahasa Indonesia : VII/1 2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman. 2.1 Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif. (1) Mampu mendata pengalaman yang mengesankan. (2) Mampu menentukan pengalaman yang paling mengesankan dari daftar pengalaman yang mengesankan. (3) Mampu menyusun pokok-pokok cerita menjadi rangkain cerita berdasarkan pengalaman yang paling mengesankan. (4) Mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok rangkaian cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan

www.rencanapembelajaran.com

kalimat yang efektif. Alokasi Waktu : 6X 40 menit ( 3 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mendata pengalaman yang mengesankan. 2. Siswa menentukan pengalaman yang paling mengesankan dari daftar pengalaman yang mengesankan. 3. Siswa mampu menyusun pokok-pokok cerita menjadi rangkaian cerita berdasarkan pengalaman yang paling mengesankan. 4. Siswa mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok rangkaian cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang efektif secara tertulis. 5. Siswa mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok rangkaian cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang efektif secara lisan.

II. Materi Pembelajaran


1. Teknik mendata pengalaman mengesankan Buatlah tabel pengalaman, kelompokkan menjadi pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, mengaharukan. Masing-masing kelompok perinci sesuai penagalaman. Menyenangkan menyedihkan menakutkan mengharukan
Mendapat hadiah sebagai lulusan terbaik tingkat SD Ayah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan Ditinggal sendirian di rumah Menyambut kedatangan ibu yang baru pulang dari luar negeri selama 8 tahun

Contoh pengalaman yang mengesankan KEGIATAN LDK OSIS YANG TAK TERLUPAKAN Pagi ini, aku, Ica Setyawati senang sekali. Setelah bangun tidur, aku segera mandi, salat subuh, berbenah diri, dan segera berpamitan kepada ayah dan ibu. Aku akan pergi selama dua hari mengikuti LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) OSIS di daerah Pacet, Kabupaten Mojokerto. Aku bangga menjadi salah seorang dari peserta LDK OSIS. Sebelum berangkat, kami mendapat pengarahan dari kepala sekolah, Ibu Dra. Hj. Mamik Sri Utami, M.Si. beliau berpesan agar kami berhati-hati, rajin mengikuti semua kegiatan, dan menjaga kondisi kesehatan dengan sebaik-baiknya. Kami pun berangkat ke Pacet naik Bus DAMRI. Pukul 08.30 kami sudah sampai di Padepokan Kreativitas Karya tempat LDK berlangsung. Kami segera menuju asrama dan mempersiapkan diri untuk mengikuti upacara pembukaan LDK. Upacara pembukaan tepat pukul 09.00 dipimpin oleh Bapak Ridwan Purwoko, S.Pd, pembina OSIS SMP Negeri 4 Kepanjen, Malang. Selanjutnya disajikan beberapa materi, yaitu Pendidikan Budi Pekerti, Wawasan Waiyata Mandala, kiat Belajar Sukses, dan Teori Kepemimpinan. Pukul 12.30 kami beristirahat, dan masuk ke kamar masing-masing. Malamnya, setelah beribadah, dan makan malam, kami mengadakan renungan senja, kegiatan api unggun dan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan yang dipandu oleh Ibu Surtini, S.Pd, guru olah raga. Kami harus turun naik gunung. Setelah berhasil menyelesaikan rute yang ditentukan, kami kembali ke kamar masingmasning. Keesokan harinya, pagi-pagi benar kami harus bangun. Setelah senam pagi, kami berbaris untuk mengikuti napak tilas dengan rute yang sama dengan semalam. Selama perjalanan, kami memunguti sampah-sampah plastik yang kami temukan. Selanjutnya kami kembali ke Padepokan Kreativitas Karya untuk sarapan pagi. Selanjutnya kami masuk ke aula. Acara kali ini renungan. Ceritanya, salah satu dari kami dihilangkan oleh panitia. Kebetulan yang hilang itu adalah Azizah, teman sekamarku. Aku memang tidak melihatnya setelah senam pagi tetapi aku tidak berani bertanya kepada siapa pun. Tentu dengan hilangnya Azizah, kami semua

10

www.rencanapembelajaran.com

sempat sedih dan ada pula yang menangis. Kami semua diminta untuk menyampaikan saran dan pendapat bagaimana cara untuk menemukan Azizah. Selang beberapa waktu, ketika kami sibuk membicarakan solusi untuk mencari Azizah, tiba-tiba muncullah Azizah dari arah berlawanan. Ternyata hal ini sematamata untuk melatih kami, melatih peserta agar senantiasa kompak dalam melaksanakan tugas selaku pengurus OSIS. Setelah salat Dhuhur dan makan siang kami pun beristirahat. Pukul 14.30 kami menuju lapangan mengikuti acara penutupan LDK OSIS. Kami salang berjabat tangan dan mempersiapkan diri pulang ke Malang. Tak terasa dua hari telah berlalu. LDK OSIS ini benar-benar merupakan pengalaman yang menarik bagiku. LDK tentu akan memberikan bekal bagi seorang pelajar dan juga pengurus OSIS. Pengalaman yang tak terlupakan bagiku. 2. Penentuan pengalaman yang paling mengesankan a. Mendata seluruh pengalaman yang pernah dialami ( 10 pengalaman) b. Dari 10 pengalaman tersebut, pilihlah satu pengalaman yang dianggap paling menarik. 3. Penyusunan pokok-pokok cerita dari pengalaman Judul : Kegiatan LDK OSIS yang Tak Terlupakan a. Persiapan mengikuti LDK di Pacet Mojokerto b. Mendapat pengarahan dari Kepala Sekolah c. Berangkat menuju lokasi LDK d. Mengikuti upacara pembukaan e. Menerima materi LDK f. Kegiatan malam hari, mengikuti renungan senja dan api unggun g. Mengikuti acara napak tilas h. Kehilangan salah satu anggota kelompok i. Mengikuti acara penutupan 4. Penceritaan pengalaman yang paling mengesankan secara tertulis Kegiatan LDK OSIS yang Tak Terlupakan Pagi itu, aku bersama-sama teman pengurus OSIS senang sekali. Kami akan pergi selama dua hari mengikuti LDK OSIS di daerah Pacet, Mojokerto. Kami mempersiapkan segala keperluan disana. Sebelum berangkat, kami mendapat pengarahan dari Ibu Kepala Sekolah. Beliau berpesan agar kami berhati-hati, rajin mengikuti semua kegiatan, dan menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Kami mengikuti upacara pembukaan LDK pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya kami menerima materi LDK yaitu Pendidikan Budi Pekerti, Wawasan Waiyata Mandala, kiat Belajar Sukses, dan Teori Kepemimpinan. Malamnya, kami mengadakan renungan senja, api unggun dan pengenalan lingkungan. Kami harus naik turun gunung sesuai dengan rute yang ditentukan. Keesokan harinya, kami mengikuti napak tilas dengan rute yang sama dengan semalam. Selam perjalanan, kami memunguti sampah-sampah plastik yang kami temukan. Selanjutnya, kami masuk aula untuk mengikuti acara renungan. Kami merasa sedih karena kehilangan salah satu anggota kelompok. Saat kami berdiskusi untuk mencari solusi, tiba-tiba temanku yang hilang tadi muncul.ternyata itu ulah Bapak Ibu Guru Pembina agar kami selalu kompak dalam melaksanakan tugas. Pukul 14.30 kami menuju lapangan untuk mengikuti upacara penutupan LDK. Kami saling berjabat tangandan mempersiapkan diri untuk pulang ke Malang. LDK ini benar-benar merupakan pengalaman yang menarik bagiku. LDK tentu akan memberikan bekal bagi seorang pelajar dan juga pengurus OSIS. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bagiku. 5. Penceritaan pengalaman yang paling mengesankan secara lisan

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. Tanya jawab Inkuiri Learning Community Refleksi

11

www.rencanapembelajaran.com

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Pertama

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah bersama-sama. 2. Siswa memahami tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 3. Siswa memahami manfaat pembelajaran dalam kehidupan. 4. Siswa memahami skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan. 5. Siswa mencermati contoh cerita pengalaman dari siswa yang disiapkan. 6. Siswa dan guru bertanya jawab tentang isi cerita pengalaman. 7. Siswa dan guru bertanya jawab tentang cara bercerita pengalaman. 8. Siswa membentuk kelompok dengan dipandu guru beranggotakan empat siswa.

Waktu

Metode
Tanya jawab

10 Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa mendata pengalaman masing-masing . 2. Siswa memilih pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan saran anggota kelompok secara cermat. 3. Siswa mengidentifikasi pokok-pokok cerita dari pengalaman yang mengesankan secara tepat. 4. Siswa mengurutkan pokok-pokok cerita pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan saran anggota kelompok secara tepat. 5. Siswa dan guru menyepakati format penilaian penyampaian cerita yang paling mengesankan baik secara tertulis maupun lisan secara sepakat/bekerja sama. 6. Siswa mengembangkan pokok-pokok cerita yang disusun secara tertulis bervariatif. 7. Siswa anggota kelompok saling memberikan saran sesuai dengan format penilaiannya secara santun. 8. Siswa menyempurnakan pengembangan pokok-pokok cerita yang disusun secara tertulis secara tepat. 9. Siswa yang pengembangan pokok-pokok ceritanya terbaik diminta membacakan karyanya secara tepat. 10. Siswa dengan bimbingan guru berlatih menyampaikan cerita secara lisan dengan memanfaatkan teks contoh cerita pengalaman dari siswa yang disiapkan penuh percaya diri.

60 Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan fefleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam menceritakan pengalaman. 2. Siswa diminta untuk berlatih menyampaikan cerita secara lisan dengan memanfaatkan teks cerita pengalaman yang telah disusun. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran. Pertemuan Kedua

10 Refleksi

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal

Waktu

Metode

10 12

www.rencanapembelajaran.com

1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah bersama-sama. 2. Siswa memahami tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 3. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan berlatih bercerita di rumah. 4. Siswa dengan bimbingan guru berlatih menyampaikan cerita secara lisan dengan memanfaatkan teks contoh cerita pengalaman dari siswa yang disiapkan. 5. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatannya.

Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa berlatih menceritakan pengalaman paling mengesankan secara individu dalam kelompok penuh percaya diri. 2. Siswa lain dalam kelompok memberikan saran terhadapi penampilan temannya secara santun. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengingat kembali kriteria penilaian menyampaikan cerita secara lisan. 4. Siswa menceritakan pengalaman yang paling mengesankan secara individu di depan kelas penuh percaya diri. 5. Secara bergantian siswa penilai memberi komentar terhadap penampilan temannya secara santun. .

60 Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru merangkum dan menyimpulkan cara bercerita yang baik. 2. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang kekuatan dan kelemahan penampilan siswa dalam bercerita. 3. Siswa diminta untuk berlatih menyampaikan cerita secara lisan dengan memanfaatkan teks cerita pengalaman yang telah disusun. 4. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran. Pertemuan Ketiga

10 Refleksi

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Siswa dengan dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan 2. membaca basmallah bersama-sama. 3. Siswa memahami ulang tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 4. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan berlatih bercerita di rumah.

Waktu 10

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. 2. 3. 4. Siswa menceritakan pengalaman paling mengesankan secara individu penuh percaya diri. Beberapa siswa lain dan guru menilai penampilan siswa yang tampil penuh perhatian Secara bergantian siswa penilai memberi komentar secara santun. Siswa dan guru menentukan tiga pencerita terbaik secara objektif.

60 Learning Community

13

www.rencanapembelajaran.com

5.

Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman penuh kompetisi.

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran. 2. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Tabel identifikasi pengalaman 2. Razaq, Abdul. Dkk. 2007. Bahasa Indonesia Kelas VII Semester I. Malang: Insan Mandiri. Halaman 1-4. 3. Santoso, Barokah. Dkk. 2005. Belajar Berbabahasa Belajar Berkomunikasi: Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Malang: UM Press. Halaman 3-7. 4. Nurhadi dkk. 2007. Bahasa Indonesia Untuk SMP Kleas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 2- 7. 5. Trianto, Agus. 2007. Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 12-15.

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Soal Tes Tertulis : Tes unjuk kerja : Uji petik kerja prosedur dan produk

1) Tulislah minimal tiga pengalamanmu yang paling mengesankan! 2) Tentukan satu pengalaman yang kamu anggap paling mengesankan dari daftar yang telah kamu buat untuk diceritakan! 3) Susunlah pokok-pokok cerita pengalaman yang paling mengesankan itu dengan runtut! 4) Kembangkan pokok-pokok cerita pengalaman yang paling mengesankan itu dengan ketentuan sebagai berikut! a. menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif b. menggunakan 76-100 kata c. menggunakan 16-20 kalimat Pedoman penskoran soal tertulis: Skor maksimal = 48 Soal nomor 1 Kegiatan Siswa menulis 3 pengalaman atau lebih Siswa menuliskan 12 pengalaman Siswa tidak menuliskan apa-apa Pedoman penskoran Soal nomor 2 Kegiatan Siswa menentukan satu pengalaman yang mengesankan Siswa tidak dapat menuliskan apa-apa Pedoman penskoran Soal nomor 3 Kegiatan Siswa menyusun pokok-pokok cerita pengalaman secara runtut. Siswa menyusun pokok-pokok cerita pengalaman tetapi tidak runtut. Siswa tidak dapat menuliskan apa-apa. Pedoman penskoran Soal nomor 4

Skor 2 1 0 Skor 1 0 Skor 2 1 0

14

www.rencanapembelajaran.com

No. 1

Aspek & Rentangan Skor

Skor Maksimal 3

Penulisan judul a. Sesuai dengan isi dan kaidah penulisan judul skor 3 b. Kurang sesuai dengan isi dan kaidah penulisan judul skor 2 c. Tidak sesuai dengan isi dan kaidah penulisan judul skor 1 d. Tidak menulis judul skor 0 2 Kelengkapan unsur pembuka, isi, penutup a. Terdapat tiga unsur skor 3 b. Terdapat dua unsur skor 2 c. Terdapat satu unsur skor 1 d. Tidak menuliskan unsur apa-apa skor 0 3 Pengembangan unsur pembuka a. Terdapat salam, sapaan, dan pengantar skor 3 b. Terdapat dua unsur pembuka skor 2 c. Terdapat satu unsur pembuka skor 1 d. Tidak menuliskan unsur pembuka skor 0 4 Pengembangan unsur isi setiap perolehan skor kali 3 a. Mengembangkan 3 pokok pikiran atau lebih skor 3 b. Mengembangkan 2 pokok pikiran skor 2 c. Mengembangkan 1 pokok pikiran skor 1 d. Tidak menuliskan pengembangan skor 0 5 Pengembangan unsur penutup a. Terdapat salam, penegasan, dan mohon maaf skor 3 b. Terdapat dua unsur penutup skor 2 c. Terdapat satu unsur penutup skor 1 d. Tidak menuliskan unsur penutup skor 0 6 Ketepatan pilihan kata setiap perolehan skor kali 2 a. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 1-15 skor 5 b. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 16-30 skor 4 c. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 31-45 skor 3 d. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 46-60 skor 2 e. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 61-75 skor 1 f. Menggunakan 76-100 kata & kesalahan 76-100 skor 0 7 Ketepatan penggunaan kalimat setiap perolehan skor kali 3 a. Menggunakan 16-20 kalimat tanpa kesalahan skor 4 b. Menggunakan 16-20 kalimat & kesalahan 1-5 skor 3 c. Menggunakan 16-20 kalimat & kealahan 6-10 skor 2 d. Menggunakan 16-20 kalimat & kesalahan 11-15 skor 1 e. Menggunakan 16-20 kalimat & kesalahan 16-20 skor 0 Soal Tes Perbuatan

10

12

Ceritakanlah secara lisan pengalaman yang mengesankan itu berdasarkan pokokpokok cerita yang telah kamu susun sebelumnya dengan pilihan kata yang tepat dan kalimat efektif. Pedoman Penskoran Soal Tes Perbuatan: Skor maksimal = 32 No. 1 Aspek Kesesuaian isi dengan judul Diskripsi a. Sangat sesuai b. Sesuai c. Kurang sesuai d. Tidak sesuai a. Sangat lengkap b. Lengkap c. Kurang lengkap d. Tidak lengkap a. Sangat cukup b. Cukup c. Kurang d. Tidak cukup Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Kelengkapan unsur

Pengembangan unsur

15

www.rencanapembelajaran.com

Kelancaran

Kefasihan pengucapan

Ketepatan intonasi

Ketepatan mimik dan gestur

Kemantapan sikap

a. Sangat lancar b. Lancar c. Kurang lancar d. Tidak lancar a. Sangat fasih b. Fasih c. Kurang fasih d. Tidak fasih a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat mantap b. Mantap c. Kurang mantap d. Tidak mantap

4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Format Penilaian Tes Tulis No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Format Penilaian Tes Perbuatan No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor X skor (100) Skor maksimum ....... .............................................. Mengetahui, Pelajaran, Guru Mata Nama Siswa 1 2 Nomor Aspek dan Skor 3 4 5 6 JML 7 8 Nilai Nama Siswa 1 2 3 Nomor Soal dan Skor 4.1 4.2 4.3 4.4 JML 4.5 4.6 4.7 Nilai

Nilai akhir =

Ideal = ............................

16

www.rencanapembelajaran.com

Kepala Sekolah ........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................ ...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 2.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP .............................. : Bahasa Indonesia : VII/1 1. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman. Menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimatkalimat yang lugas dan sederhana. (1) Mampu menentukan pokok-pokok pengumuman. (2) Mampu mengembangkan pokok-pokok pengumuman menjadi sebuah pengumuman tertulis. (3) Mampu menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimat yang lugas dan sederhana. : 6X 40 menit ( 3 pertemuan)

Indikator

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan pokok-pokok pengumuman. 2. Siswa mengembangkan pokok-pokok pengumuman menjadi sebuah pengumuman tertulis. 3. Siswa mampu menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta kalimat lugas dan sederhana.

II. Materi Pembelajaran


1. Penentuan pokok-pokok pengumuman. Pokok-pokok pengumuman meliputi: a. Sasaran pengumuman (siapa yang diberitahu, bersifat khusus, kalangan tertentu atau masyarakat luas). b. Isi pengumuman (hal, waktu, tempat, jumlah, syarat, dll.) c. Penanggung jawab (lembaga, perorangan). 2. Pengembangan pokok-pokok pengumuman menjadi pengumuman tertulis. Petunjuk menulis pengumuman: a. Tentukan ditulis secara formal atau semi formal. b. Tentukan media penulisan pengumuman, kertas folio, kertas manila, atau media lain. c. Upayakan sasaran pengumuman, isi pengumuman, dan penanggung jawab pengumuman jelas. d. Gunakan bahasa yang jelas, sopan, dan efektif. 3. Penyampaian pengumuman dengan intonasi yang tepat serta kalimat lugas dan sederhana.

17

www.rencanapembelajaran.com

Petunjuk menyampaikan pengumuman: a. Tentukan mau disampaikan secara lengkap atau intinya saja. b. Jika disampaikan secara lengkap setelah dibacakan dapat disampaikan ulang intinya (jika diperluka). c. Gunakan intonasi, aksentuasi, dan ekspresi yang meyakinkan.

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. 5. Modeling Tanya jawab Inkuiri Diskusi Tubian

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Pertama

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah bersama-sama. Siswa memahami tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Siswa memahami manfaat pembelajaran dalam kehidupan. Siswa memahami skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa mencermati contoh pembacaan pengumuman oleh siswa yang disiapkan. Siswa dan guru bertanya jawab tentang pokok-pokok pengumuman. Siswa dan guru bertanya jawab tentang cara pembacaan pengumuman. Siswa membentuk kelompok dengan dipandu guru beranggotakan empat siswa.

Waktu 10

Metode Tanya jawab Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa mendata pengumuman yang pernah didengar secara berkelompok secara cermat. 2. Siswa memilih salah satu pengumuman yang pernah didengar secara berkelompok secara cermat.. 3. Siswa menentukan pokok-pokok pengumuman yang pernah didengarkan secara berkelompok secara cermat.. 4. Siswa mengembangkan pokok-pokok pengumuman secara berkelompok menjadi pengumuman yang lengkap secara cermat. 5. Siswa dan guru menyepakati format penilaian penyampaian pengumuman baik secara tertulis maupun lisan.secara sepakat 6. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok penuh percaya diri. 7. Siswa anggota kelompok lain saling memberikan saran sesuai dengan format penilaiannya secara santun. 8. Siswa menyempurnakan pengembangan pokok-pokok pengumuman yang disusun secara tertulis secara cermat. 9. Siswa dengan bimbingan guru berlatih menyampaikan pengumuman secara lisan dengan memanfaatkan teks contoh pengumuman yang disiapkan. secara cermat

60 Learning Community Diskusi

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan fefleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam menyampaikan pengumuman. 2. Siswa diminta untuk berlatih menyampaikan pengumuman secara lisan dengan memanfaatkan teks

10 Refleksi

18

www.rencanapembelajaran.com

cerita pengumuman yang telah disusun. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran.

Pertemuan Kedua

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah bersama-sama. 2. Siswa memahami ulang tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 3. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan berlatih menyampaikan pengumuman di rumah. 4. Siswa dengan bimbingan guru berlatih menyampaikan pengumuman secara lisan dengan memanfaatkan teks pengumuman yang disiapkan. 5. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatannya.

Waktu 10

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa berlatih menyampaikan pengumuman secara individu dalam kelompok penuh percaya diri. 2. Siswa lain dalam kelompok memberikan saran terhadapi penampilan temannya secara santun. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengingat kembali kriteria penilaian menyampaikan pengumuman secara lisan. 4. Siswa menyampaikan pengumuman secara individu di depan kelas. secara santun 5. Secara bergantian siswa penilai memberi komentar terhadap penampilan temannya penuh percaya diri.

60 Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru merangkum dan menyimpulkan cara bercerita yang baik. 2. Siswa dan guru melakukan refleksi tentang kekuatan dan kelemahan penampilan siswa dalam penyampaian pengumuman. 3. Siswa diminta untuk berlatih menyampaikan pengumuman secara lisan dengan memanfaatkan teks pengumuman yang telah disusun. 4. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran. Pertemuan Ketiga

10 Refleksi

Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Siswa dengan dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah bersamasama. 2. Siswa memahami ulang tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 3. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan berlatih bercerita di rumah.

Waktu 10

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti 19

60

www.rencanapembelajaran.com

1. Siswa menyampaikan pengumuman secara individu dengan intonasi yang tepat, kalimat yang lugas dan sederhana penuh percaya diri. 2. Siswa lain dan guru menilai penampilan siswa yang tampil secara objektif. 3. Secara bergantian siswa penilai memberi komentar penuh percaya diri. 4. Siswa dan guru menentukan tiga penampil terbaik secara objektif. 5. Tiga penampil terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman secara objektif.

Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran. 2. Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan hamdalah bersama-sama untuk mengakhiri pelajaran.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Razaq, Abdul. Dkk. 2007. Bahasa Indonesia Kelas VII Semester I. Malang: Insan Mandiri. Halaman 29-3, 39-40. 2. Santoso, Barokah. Dkk. 2005. Belajar Berbabahasa Belajar Berkomunikasi: Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Malang: UM Press. Halaman 73-77. 3. Nurhadi dkk. 2007. Bahasa Indonesia Untuk SMP Kleas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 100-107. 4. Trianto, Agus. 2007. Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 78-84.

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Soal Tes Tertulis 1) 2) 3) 4) Tulislah minimal tiga pengumuman yang pernah kalian dengarkan! Pilihlah salah satu pengumuman yang paling kalian ingat! Susunlah pokok-pokok pengumuman yang pernah kalian dengarkan! Kembangkan pokok-pokok pengumuman yang pernah kalian dengar dengan mempertimbangkan kelengkapan isi dan ketepatan penulisan! : Tes unjuk kerja : Uji petik kerja prosedur dan produk

Pedoman penskoran soal tertulis: Skor maksimal = 64 Soal nomor 1 Kegiatan Siswa menulis 3 pengumuman atau lebih Siswa menuliskan 12 pengumuman Siswa tidak menuliskan apa-apa Pedoman penskoran Soal nomor 2 Kegiatan Siswa menentukan satu pengumuman yang diingat Siswa tidak dapat menuliskan apa-apa Pedoman penskoran Soal nomor 3 Kegiatan Siswa menyusun pokok-pokok pengumuman secara runtut.

Skor 2 1 0 Skor 1 0 Skor 2

20

www.rencanapembelajaran.com

Siswa menyusun pokok-pokok pengumuman tetapi tidak runtut. Siswa tidak dapat menuliskan apa-apa.

1 0

Pedoman penskoran Soal nomor 4 No. 1

Aspek & Rentangan Skor

Skor Maksimal

Penulisan kop pengumuman a. Sangat sesuai dengan isi dan kaidah penulisan kop skor 4 b. Sesuai dengan isi dan kaidah penulisan kop skor 3 c. Kurang sesuai dengan isi dan kaidah penulisan kop skor 2 d. Tidak sesuai dengan isi dan kaidah penulisan kop skor 1 e. Tidak menulis kop skor 0 Kelengkapan unsur pengumuman (pengantar, isi, penutup) a. Terdapat tiga unsur skor 3 b. Terdapat dua unsur skor 2 c. Terdapat satu unsur skor 1 d. Tidak menuliskan unsur apa-apa skor 0 Pengembangan unsur pengantar setiap perolehan skor kali 3 a. Sangat jelas, tegas, dan santun skor 4 b. Jelas, tegas, dan santun skor 3 c. Kurang jelas, tegas, dan santun skor skor 2 d. Tidak jelas, tegas, dan santun skor skor 1 e. Tidak menuliskan unsur pengantar skor 0 Pengembangan unsur isi setiap perolehan skor kali 3 a. Sangat jelas, tegas, dan santun skor 4 b. Cukup jelas, tegas, dan santun skor 3 c. Kurang jelas, tegas, dan santun skor 2 d. Tidak jelas, tegas, dan santun skor 1 e. Tidak mengembangkan unsur isi skor 0 Pengembangan unsur penutup setiap perolehan skor kali 3 a. Sangat jelas, tegas, dan santun skor 4 b. Cukup jelas, tegas, dan santun skor 3 c. Kurang jelas, tegas, dan santun skor skor 2 d. Tidak jelas, tegas, dan santun skor skor 1 e. Tidak menuliskan unsur penutup skor 0 Ketepatan menerapkan EYD setiap perolehan skor kali 2 a. Kesalahan penggunaan huruf besar, tanda baca, dan penulisan kata 1-5 skor 4 b. Kesalahan penggunaan huruf besar, tanda baca, dan penulisan kata 6-10 skor 3 c. Kesalahan penggunaan huruf besar, tanda baca, dan penulisan kata 11-15 skor 2 d. Kesalahan penggunaan huruf besar, tanda baca, dan penulisan kata 16-20 skor 1 Ketepatan penggunaan kalimat setiap perolehan skor kali 2 a. Sangat lugas dan sederhana skor 4 b. Cukup lugas dan sederhana skor 3 c. Kurang lugas dan sederhana skor 2 d. Tidak lugas dan sederhana skor 1 e. Tidak menuliskan kalimat skor 0

12

12

12

Soal Tes Perbuatan Sampaikan pengumuman yang telah Kalian buat dengan intonasi yang tepat serta kalimat lugas dan sederhana! Pedoman Penskoran Soal Tes Perbuatan: Skor maksimal = 36 No. Aspek Diskripsi Skor

21

www.rencanapembelajaran.com

Kesesuaian isi dengan teks

Kelengkapan unsur

Pengembangan unsur

Kelancaran

Kefasihan pengucapan

Ketepatan intonasi

Kelugasan dan keserderhanan kalimat

Ketepatan mimik dan gestur

Kemantapan sikap

a. Sangat sesuai b. Sesuai c. Kurang sesuai d. Tidak sesuai a. Sangat lengkap b. Lengkap c. Kurang lengkap d. Tidak lengkap a. Sangat cukup b. Cukup c. Kurang d. Tidak cukup a. Sangat lancar b. Lancar c. Kurang lancar d. Tidak lancar a. Sangat fasih b. Fasih c. Kurang fasih d. Tidak fasih a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat lugas & sederhana b. Lugas & sederhana c. Kurang lugas & sederhana d. Tidak lugas & sederhana a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat mantap b. Mantap c. Kurang mantap d. Tidak mantap

4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Format Penilaian Tes Tulis No. 1 2 3 4 5 Format Penilaian Tes Perbuatan No. Nama Siswa 1 2 Nomor Aspek dan Skor 3 4 5 6 JML 7 8 Nilai Nama Siswa 1 2 3 Nomor Soal dan Skor 4.1 4.2 4.3 4.4 JML 4.5 4.6 4.7 Nilai

1 2 3 4 5 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor

22

www.rencanapembelajaran.com

Nilai akhir =

X skor (100) Skor maksimum

Ideal = ............................

..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 3.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP ............................. : Bahasa Indonesia : VII/1 3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca. 3.1 Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai.

Indikator

(1) Mampu menemukan lema secara cepat dan tepat. (2) Mampu menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menemukan lema secara cepat dan tepat 2. Siswa menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks.

II. Materi Pembelajaran


1. Menemukan lema dari bacaan.

23

www.rencanapembelajaran.com

Perhatikan kalimat berikut ! Sejumlah kendaraan pribadi pada jam yang ditentukan melaju bebas dan kencang dengan penumpang kurang dari tiga orang. Kalimat di atas terdiri atas tujuh belas kata, baik kata dasar maupun kata berimbuhan. Katakata tersebut di dalam kamus disusun secara alfabetis, dengan berpatokan pada kata dasar, dari A sampai Z. Urutan alfabetnya yaitu bebas - dan - dari - dengan - jam - jumlah (dari sejumlah) - kendara (dari kendaraan) - kurang - laju (dari melaju) - orang - pada pribadi - tentu (dari ditentukan) - tumpang (dari penumpang) - yang. Kamus berfungsi sebagai rujukan untuk mengetahui makna suatu kata. Kamus juga berguna dalam mengetahui cara-cara penggunaan suatu kata dalam kalimat. Membaca kamus sama seperti ketika kalian mencari nomor telepon di buku Petunjuk Telepon. Ketika itu, kalian tidak perlu membaca halaman demi halaman. Kalian dapat langsung mencari nama orang yang sedang kalian cari, misalnya, nama itu Hasyim. Mata kita bergerak dengan cepat hingga sampai pada deretan nama yang berhuruf awal H. Kegiatan serupa juga berlaku pada waktu kalian mencari kata dalam kamus. Ketika itu, kalian telah melakukan kegiatan membaca memindai (scanning). Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang Iain-lain; jadi, langsung ke masalah yang dicari, yaitu fakta atau informasi khusus. Kegiatan ini harus kita lakukan secara cepat dan akurat. Gerakkan mata kita secara cepat menuju halaman yang memuat kata yang dicari. Kita melambatkan kecepatan membaca bila sudah sampai pada halaman yang dimaksud. Scanning digunakan untuk mencari nomor telepon, kata pada kamus, entri pada indeks, angka statistik, melihat acara TV, dan Iain-lain. Berikut langkah-langkah yang lebih jelas. Misalnya, kita akan mencari makna kata tertib. Carilah kata itu dalam deret kata yang berhuruf awal /t/. Kata itu banyak sekali, bukan? Sapulah halaman itu sampai pandangan mata tertuju pada deret kata yang berhuruf awal /te/. Lanjutkan pencarian sampai pada kata yang huruf awal Iter-l. Demikian seterusnya hingga kata-kata yang dicari itu dapat ditemukan. Perhatikanlah halaman kamus berikut ini.
terowongan n tembusan di tanah atau gunung (untuk jalan kereta api dsb): jalan jalan yg dibuat dng cara menembus gunung (bukit) atau yg berada di bawah permukaan tanah atau air yg kedua 2. Menemukan makna kata langsung dng udaraluar; ujungnya berhubungan pengering terowongan untuk mengalirkan air untuk mengurang banjir III. Metode Pembelajaran

1. Tanya jawab 2. Inkuiri 3. Diskusi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Guru menyampaikan apersepsi dan tujuan pembelajaran 2. Bertanya jawab tentang kegiatan membaca yang pernah dilakukan siswa.

Waktu 10

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa membaca teks nonsastra yang telah dipilih guru diliputi rasa ingin tahu 2. Siswa bertanya jawab mengenai isi bacaan penuh kerja keras dan santun 3. Siswa menandai kata-kata baru dan menentukan kata itu sebagai lema yang akan dicari maknanya dari kamus secara tepat 4. Siswa berpasangan untuk menemukan lema secara cepat dan tepat dari kamus yang sudah disediakan

60 Learning Community

24

www.rencanapembelajaran.com

(satu siswa mencari lema, siswa yang lain menghitung waktu) 5. Siswa berpasangan untuk menemukan makna kata (lema) secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan dalam teks bacaan (satu siswa mencari arti lema sesuai konteks, siswa yang lain menghitung waktunya)

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi. 2. Bertepuk tangan untuk mengakhiri pelajaran.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Kamus istilah dan KBI 2. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.23-27). 3. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.62-67).

VI. Penilaian
1. Teknik : Observasi 2. Bentuk instrumen : Lembar observasi 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal observasi 1) Berpasanganlah dengan temanmu kemudian lakukan kegiatan berikut: (1) Temukanlah lema dari kata yang diberikan oleh gurumu dalam kamus dan catatlah waktu yang diperlukannya! Pedoman penskoran: Kegiatan Skor Siswa menemukan lema dengan tepat dengan waktu yang tepat 2 Siswa menemukan lema tetapi waktunya lebih dari ketentuan 1 Siswa tidak dapat menemukan lema 0 2) Bacalah bacaan yang diberikan oleh gurumu, kemudian temukanlah makna kata dari kata yang tercetak miring secara cepat dan tepat dari dalam kamus dalam waktu terbatas! Pedoman penskoran: Kegiatan Skor Siswa menemukan makna kata secara tepat dan cepat 2 Siswa menemukan makna kata tetapi tidak cepat 1 Siswa tidak dapat menemukan makna kata 0 Rubrik penilaian observasi Berilah tanda ( ) pada kolom nilai 1,2, 3, atau 4 dengan ketentuan : 1 = kurang; 2 = sedang; 3 = baik ; dan 4 = sangat baik. Lampiran 2: Format penilaian pengamatan Nama siswa : ____________________________________________ No Aspek Deskriptor 1 2 3 1 Ketepatan Lema yang ditemukan tepat sesuai dengan kamus 2 Kecepatan Waktu yang diperlukan dalam menemukan lema sesuai dengan waktu yang diberikan 3 Keseriusan Siswa berdiskusi dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas Skor nilai maksimal: No. 1) = 4 No. 2) = 4

25

www.rencanapembelajaran.com

No. 3) = 2 Jumlah = 10 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 3.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP NEGERI : Bahasa Indonesia : VII/1 3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca. 3.2 Menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit.

(1) Mampu menemukan pokok-pokok pikiran dari bacaan melalui membaca cepat.

26

www.rencanapembelajaran.com

(2) Mampu menjawab dengan benar 75 % dari jumlah pertanyaan yang disediakan. (3) Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok bacaan. Alokasi Waktu : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menemukan pokok-pokok pikiran dalam bacaan. 2. Siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar 75 % dari jumlah pertanyaan yang disediakan. 3. Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok pikiran dalam bacaan.

II. Materi Pembelajaran


1. Pengantar a. Kebiasaan yang jelek Kalau caranya salah, membaca akan sangat memberatkan. Misalnya, begitu sampai ke bagian akhir sebuah halaman, lalu mengulanginya ke bagian awal. Hal itu dilakukan karena lupa dengan yang telah dibaca sebelumnya, "Apa yang kubaca tadi?" Padahal, kita sudah melakukannya dengan perlahan-lahan dan kata demi kata. Membaca dengan cara semacam itu memang melelahkan. Membaca kata demi kata hanya sampai pada pemahaman makna tiap kata. Padahal, tujuan kita membaca adalah memahami bacaan itu secara keseluruhan. Membaca kata demi kata tidak saja mengganggu pemahaman, tetapi juga memboroskan waktu. b. Cara membaca yang dianjurkan Bacalah teks dengan gerakan mata yang cepat. Tekniknya bisa dalam bentuk zigzag, spiral, diagonal, ataupun vertikal. Pemilihan teknik-teknik tersebut bergantung pada jenis bacaannya. Bentuk zig-zag digunakan untuk teks yang sulit, bentuk spiral untuk teks yang agak sulit, dan bentuk diagonal ataupun vertikal untuk teks yang mudah, misalnya kamus ataupun surat kabar. Bacalah teks dengan mengabaikan kata-kata yang mudah ditebak maksudnya, misalnya kata-kata sambung dan kata-kata penunjuk. Temukanlah gagasan utama atau ide pokok dari setiap paragraf. Dengan demikian, dalam waktu singkat, kalian dapat memahami maksud teks itu secara keseluruhan. Jangan membaca bersuara. Bacalah di dalam hati. Jangan membaca dengan menggerakkan bibir atau komat-komit. Jangan menggerakkan kepala kiri ke kanan, cukup mata yang bergerak. Pergerakan mata sebaiknya dilakukan dari atas ke bawah, bukan dari kiri ke kanan. Jangan membaca sambil menggunakan ujung jari atau alat penunjuk lainnya. Jangan membaca berulang-ulang.

c.

Manfaat membaca cepat Membaca surat kabar. Mencari nomor telepon. Mencari kata pada kamus. Melihat acara TV Mendapatkan bagian penting yang diperlukan. Mengenali topik bacaan.

d.

Menghitung kecepatan Kecepatan membaca dapat dihitung dalam satuan kpm (kecepatan per menit) Rumusnya sebagai berikut: Jumlah Kata Kecepatan per menit : X 60

27

www.rencanapembelajaran.com

Detik

Contoh penghitungannya sebagai berikut. Linda membaca teks yang terdiri dari 448 kata dalam waktu 2 menit 40 detik (=160 detik). Dengan demikian, kecepata membaca Linda adalah:

448 kata ---------------------------------x 60 = 168 kpm 160 detik


Jadi kecepatan membaca Linda adalah 168 kata per menit. Namun, kecepatan membaca seseorang harus pula disertai dengan pemahaman. Seseqrang yang dianggap memahami suatu bacaan, ia harus sanggup menjawab dengan benar minimal 75% dari jumlah pertanyaan yang tersedia. 2. Pokok-pokok pikiran Waktu mulai Waktu berakhir Lama membaca Total waktu

: pukul ... menit ... detik .... : pukul ... menit ... detik .... : ... menit ... detik : ... detik

Depkominfo Mengembangkan Tl
Mewujudkan masyarakat yang melek teknologi informasi (TI) memang tidak mudah. Apalagi melihat belum meratanya akses telekomunikasi dan internet di Tanah Air. : Tanggung jawab pengembangan TI ini antara lain di pegang oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi yang kini menjadi Departemen (Depkominfo). Untuk mempercepat masuknya teknologi ke daerah terpencil, langkah Depkominfo terbaru adalah memasukkan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) dan Lembaga Informasi Nasional ke dalam jajarannya. Postel inilah yang sebelumnya berwenang di bidang pengaturan frekuensi, akses internet, dan lainlain. Menurut JB Kristiadi, Sekretaris Menteri Komunikasi dan 'Informasi, penggabungan jajaran tersebut patut disyukuri. Soalnya, tiga komponen penting yaitu infrastruktur, aplikasi, dan konten sekarang telah bisa ditangani secara utuh di satu departemen. Jadi tidak perlu lagi ada kesulitan soal struktural seperti sebelumnya. Pemerintah juga dapat memfasilitasi soal infrastruktur dan konten itu," ungkap Kristiadi. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika akan bertugas mengembangkan aplikasi seperti e-government dan e-commerce di Tanah Air. Adapun urusan konten ditangani oleh Direktorat Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi. Ditambah lagi dengan dua badan lain yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan SDM dan Badan Informasi Publik. "Dengan badan-badan yang lebih komprehensif ini, pemerintah bisa lebih fokus membuat kebijakan Information Communication Technology (ICT) yang bermanfaat," ungkapnya. la pun menjelaskan ada dua program umum yang akan ditempuh pihaknya. Pertama, mengenai masalah interkoneksi dan penggunaan frekuensi untuk hubungan telekomunikasi ke pedesaaan. Seiring dibebaskannya penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang biasa dipakai untuk jalur data dan suara diharapkan teknologi nirkabel ini bisa lebih berperan. Pembebasan frekuensi itu bisa juga mendorong masyarakat lebih kreatif, misalnya merintis usaha RT-RW Net atau berbagi jaringan internet broadband ke sejumlah rumah di satu wilayah. Selama ini layanan RT-RW Net sudah dilakukan antara lain di Bogor (Jawa Barat).

28

www.rencanapembelajaran.com

Tentunya pengembangan telekomunikasi ini menuntut biaya lebih besar. Disinilah peran dana universal service obligation (USO) yang ditarik para penyelenggara jaringan telekomunikasi. USO sendiri merupakan konsep internasional mengenai pembangunan sarana telekomunikasi di daerah nonkomersial. Target pemanfaatan dana USO sendiri yaitu diharapkan bisa menyambungkan telekomunikasi ke lebih dari 8.000 desa. Program Depkominfo berikutnya yaitu memperbanyak community acces point atau bisa juga disebut Pusat Informasi Masyarakat (PIM). Istilah pusat akses sendiri telah diajukan sejak beberapa tahun yang lalu. Intinya, menurut Kristiadi, sebuah desa memerlukan kios komunikasi yang memberikan kesempatan masyarakatnya terakses ke internet. Masyarakat kemudian diajar memanfaatkan internet untuk berdagang, mencari ikan, dan sebagainya. Jika program-program tadi terwujud, fungsi Depkominfo tidak hanya mengurusi TI saja, tetapi juga menggerakkan masyarakat lebih taat asas, beradab, dan demokratis. Apalagi sudah terbukti teknologi seperti internet atau telekomunikasi dapat dipakai melawan budaya korupsi lewat pembentukan situs dan nomor telepon khusus pelaporan korupsi. Kristiadi memimpikan suatu saat perkembangan TI di Indonesia bisa setara dengan yang terjadi di Korea Selatan dan di Amerika Serikat, di mana hampir semua warganya bisa menikmati akses internet tanpa terhalang biaya. a. b. c. d. e. f. g. h. (Dikutip dengan perubahan dari Media Indonesia, 3 Maret 2005) Depkominfo merupakan penanggung jawab pengembangan teknologi informasi. Penggabungan Dirjen Postel dan Lembaga Informasi Nasional ke dalam Depkominfo patut disyukuri. Dirjen Aplikasi Telematika bertugas mengembangkan aplikasi. Dua program yang akan dikembangkan oleh Depkominfo. Pengembangan telekomunikasi membutuhkan biaya besar. Depkominfo memperbanyak Pusat Informasi Masyarakat. Fungsi Depkominfo mengurus TI dan menggerakkan masyarakat lebih taat asas, beradab, dan demokratis. Perkembangan TI di Indonesia oleh Kristiadi setara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

3. Pertanyaan bacaan & Jawaban a. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap pengembangan teknologi informasi (TI)? Depkominfo. b. Apakah yang diimpikan J.B. Kristiadi? Perkembangan TI di Indonesia setara dengan Korea Selatan dan Amerika. c. Di daerah manakah usaha RT-RW Net telah dilakukan? Di Bogor Jawa Barat. d. Siapakah J.B. Kristiadi? Sekretaris Menteri Komunikasi dan 'Informasi. e. Badan atau lembaga apakah yang baru dimasukkan ke dalam Depkominfo? Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) dan Lembaga Informasi Nasiona.l f. Apakah tugas dari Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika? Mengembangkan aplikasi seperti e-government dan e-commerce di Tanah Air. 4. Simpulan isi bacaan Depkominfo selaku penanggung pengembangan teknologi informasi bertugas menangani interkoneksi dan penggunaan frekuensi untuk hubungan telekomunikasi dan memperbanyak community acces point agar setara dengan Korean Selatan dan Amerika.

III. Metode Pembelajaran


1. Tanya jawab 2. Inkuiri 3. Diskusi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan awal 10
1. Salah satu siswa diberi kesempatan untuk membaca teks yang disediakan guru untuk dibaca secara cepat. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang kesalahan cara membaca cepat siswa penampil.

Metode Inquiry

29

www.rencanapembelajaran.com

3. Guru menyampaikan apersepsi mengenai pentingnya membaca cepat.

B. Kegiatan Inti
1. Siswa membaca bacaan yang terdiri atas 200 kata atau kelipatannya secara cepat dan tepat. 2. Siswa menghitung kecepatan membaca secara tepat dan cepat 3. Siswa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan secara cepat dan tepat 4. Siswa menentukan pokok-pokok bacaan secara cermat 5. Siswa merangkai pokok-pokok bacaan penuh kerja keras 6. Siswa menyimpulkan isi bacaan secara tepat dilandasi percaya diri

60 Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan bertanya jawab kesulitan siswa dalam belajar. 2. Bertepuk tangan untuk mengakhiri pelajaran

10 Refleksi

V. Alat dan Sumber belajar


1. Stopwatch/jam 2. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.13-16). 3. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.44-50).

VI. Penilaian
1. Teknik : Tes unjuk kerja 2. Bentuk instrumen : Uji petik kerja prosedur dan produk 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal 1) Buka dan bacalah teks yang terlipat di atas mejamu setelah terdengar tanda dari guru (bel) satu kali dan berilah tanda garis miring pada akhir kata yang dibaca setelah terdengar bel 2 kali. (1) Hitunglah jumlah kata yang telah kamu baca dan masukkan dalam rumus penghitungan membaca cepat yang disediakan gurumu! 2) Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan gurumu secara cepat dan tepat! 3) Tulislah pokok-pokok bacaan itu kemudian simpulkan isi bacaan berdasarkan pokok-pokok pikiran yang telah kamu susun! Lampiran 2: Format penilaian pengamatan Nama siswa : ____________________________________________ Tanggal : ____________________________________________ No 1 2 3 4 Aspek Kecepatan Ketepatan Keseriusan Keseriusan Deskriptor Dengan waktu terbatas dapat membaca kata sesuai target. Menjawab 75 % benar ari pertanyaan yang diberikan. Menemukan pokok-pokok pikiran bacaan secara tepat. Menyimpulkan isi bacaan secara tepat dengan kalimat yang tepat. Skor

Skor nilai maksimal: No. 1) = 5 No. 2) = 5 No. 3) = 5

30

www.rencanapembelajaran.com

No. 4) = 5 Jumlah = 20 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum (20) ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

31

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 3.3


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP NEGERI : Bahasa Indonesia : VII/1 3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca. 3.3 Membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan intonasi yang tepat.

(1) Mampu mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara. (2) Mampu membacakan berbagai teks untuk upacara bendera dengan intonasi yang tepat. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara. 2. Siswa menentukan penjedahan berbagai teks untuk upacara bendera. 3. Siswa membacakan berbagai teks untuk upacara bendera dengan intonasi yang tepat.

II. Materi Pembelajaran


1. Identifikasi teks untuk upacara a. Undang-Undang Dasar 1945 Pembukaan b. Pancasila c. Janji siswa d. Doa 2. Penjedahan teks upacara. Undang-Undang Dasar 1945 Pembukaan

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu/maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan/karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa/ mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia/ yang merdeka/ bersatu/berdaulat/ adil /dan makmur. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa/dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur/supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas/ maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

32

www.rencanapembelajaran.com

Kemudian daripada itu/ untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia/ yang melindungi segenap bangsa Indonesia/ dan seluruh tumpah darah Indonesia/ dan untuk memajukan kesejahteraan urnum, mencerdaskan kehidupan bangsa/ dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan/perdamaian abadi / dan keadilan sosial/maka disusunlah KemerdekaanKebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Undang-UndangDasar Negara Indonesia/ yang tebentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada/ Ketuhanan Yang Maha Esa/ kemanusiaan yang adil dan beradab/ persatuan Indonesia/ dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan/ serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Pembacaan teks untuk upacara dengan intonasi yang tepat. Membacakan teks perangkat upacara seperti naskah UUD 1945, termasuk ke dalam jenis membaca nyaring. Dalam jenis membaca ini terdapat beberapa hal yang perlu dipejhatikan, seperti kualitas suara, intonasi kalimat, dan jeda antarkata. Kualitas suara meliputi besar kecilnya suara, kejelasan, dan ketepatan pembacaan. Intonasi kalimat meliputi pemenggalan kata tertentu yang tepat, penekanan, dan perhentian kata pada tempat yang sebenarnya. Sementara itu, jeda antarkata dilakukan dengan tujuan memberi kejelasan pada teks yang dibaca. Agar jeda kalimat yang kalian baca sesuai dengan teks, berilah tanda penggal atau garis miring dua kali pada teks yang akan dibaca. Langkah selanjutnya, bacalah teks tersebut berdasarkan tanda-tanda jeda yang kalian buat. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam membacakan teks upacara adalah: 1. Memahami isi teks yang akan dibacakan secara menyeluruh. 2. Memahami satuan-saruan gagasan yang terkandung dalam naskah tersebut. 3. Memahami satuan-saruan bahasa, seperti hubungan kata, frase, klausa, yang disesuaikan dengan kandungan gagasannya. 4. Pelafalan kata yang jelas dan tepat, misalnya pada kata ber-uang dan beruang harus dibedakan pelafalannya 5. Volume suara yang keras dan jelas. 6. Intonasi yang tepat dan enak didengar.

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. Tanya jawab Inkuiri Diskusi Latihan

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama A. Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Waktu 10 Metode Inquiri Ceramah

1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami manfaat kemampuan membaca teks perangkat upacara. 4. Siswa dengan bimbingan guru mengidentifikasi teks perangkat upacara. 5. Siswa memahami skenario pembelajaran. 6. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru,

33

www.rencanapembelajaran.com

tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

B. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan penampilan pembacaan teks tata upacara penuh perhatian 2. Siswa dengan bimbingan guru mendiskusikan kekuatan dan kelemahan pembacaan teks tata upacara bekerja sama 3. Siswa mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara secara teliti 4. Siswa membaca dan mencermati teks perangkat upacara secara cermat 5. Siswa menandai teks dengan tanda-tanda intonasi secara cermat 6. Siswa berlatih membacakan teks perangkat upacara penuh percaya diri 7. Siswa membacakan teks perangkat upacara bendera dengan intonasi yang tepat penuh percaya diri 8. Siswa penilai memberikan tanggapan secara bergantian dan objektif.

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa. 2. Siswa memahami tugas untuk terus berlatih di rumah. 3. Siswa memahami rencana kegiatan pertemuan berikutnya. 4. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami ulang kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami ulang manfaat kemampuan membaca teks perangkat upacara. 4. Siswa memahami skenario pembelajaran. 5. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan penampilan pembacaan teks pembukaan UUD 1945 penuh perhatian. 2. Siswa dengan bimbingan guru mendiskusikan kekuatan dan kelemahan pembacaan teks pembukaan UUD 1945 secara cermat. 3. Siswa secara berkelompok menandai penjedahan pembacaan teks pembukaan UUD 1945 secara objektif. 4. Siswa dengan dipandu guru mendiskusikan secara klasikal penjedahan pembacaan teks pembukaan UUD 1945 secara kelompok dan cermat. 5. Siswa dengan dipandu guru berlatih membaca teks pembukaan UUD 1945 dengan intonasi yang tepat

60 Konstruktif Penugasan

34

www.rencanapembelajaran.com

6. 7. 8. 9. 10. 11.

penuh percaya diri Siswa berlatih membaca teks pembukaan UUD 1945 dengan intonasi yang tepat dalam kelompok masingmasing penuh percaya diri Siswa lain dalam kelompok memberikan saran atas pembacaan teks pembukaan UUD 1945 secara santun. Siswa yang ditunjuk tampil membacakan teks teks pembukaan UUD 1945. dengan intonasi yang tepat penuh percaya diri Siswa penilai memberikan tanggapan secara bergantian secara objektif. Siswa membacakan teks pembukaan UUD 1945 dengan intonasi yang tepat di depan kelas penuh percaya diri Siswa lain memberikan penilaian dan tanggapan terhadap siswa penampil secara objektif.

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa. 2. Siswa memahami tugas untuk terus berlatih di rumah. 3. Siswa memahami rencana kegiatan pertemuan berikutnya. 4. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

VI. Sumber & Media belajar


1. Razaq, Abdul. Dkk. 2007. Bahasa Indonesia Kelas VII Semester I. Malang: Insan Mandiri. Halaman 13-14. 2. Santoso, Barokah. Dkk. 2005. Belajar Berbabahasa Belajar Berkomunikasi: Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Malang: UM Press. Halaman 82-84. 3. Nurhadi dkk. 2007. Bahasa Indonesia Untuk SMP Kleas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 109-112. 4. Trianto, Agus. 2007. Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 30-34.

VI. Penilaian
1. Teknik : Tes perbuatan 2. Bentuk instrumen : Format Pengamatan 3. Instrumen penilaian Soal: Bacakanlah salah satu teks perangkat upacara dengan intonasi yang tepat! Pedoman pensekoran: Skor Maksimal 24 No. 1 Aspek Kelancaran Diskripsi a. Sangat lancar b. Lancar c. Kurang lancar d. Tidak lancar a. Sangat fasih b. Fasih c. Kurang fasih d. Tidak fasih a. Sangat tepat b. Tepat Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3

Kefasihan pengucapan

Ketepatan intonasi

35

www.rencanapembelajaran.com

Ketepatan penjedahan

Volume suara

Kemantapan sikap

c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat keras b. Keras c. Kurang keras d. Tidak memadai a. Sangat mantap b. Mantap c. Kurang mantap d. Tidak mantap

2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Format penilaian No. 1 2 3 4 5 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................ Nama Siswa 1 Nomor Aspek dan Skor 2 3 4 5 6 JML Nilai

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

36

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 4.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP ................... : Bahasa Indonesia : VII/1 4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 4.1 Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang ekspresif. (1) Mampu menulis pokok-pokok pengalaman pribadi yang terjadi dalam suatu hari. (2) Mampu menulis pikiran atau pengalaman dalam buku harian dengan bahasa yang ekspresif. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Indikator

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menuliskan pokok-pokok pikiran/pengalaman pribadi yang pernah dialami. 2. Siswa mampu menuliskan pikiran atau pengalaman pribadi dalam buku harian dengan bahasa yang ekspresif.

II. Materi Pembelajaran


1. Menuliskan pokok-pokok pikiran pengalaman pribadi

37

www.rencanapembelajaran.com

Dalam satu hari terdapat beberapa kegiatan, masing-masing kegiatan dapat ditulis dalam buku harian, masing-masing kegiatan terdiri dari beberapa pokok pikiran. Dapat pula hanya menuliskan peristiwa yang dianggap paling penting/ layak untuk diabadikan dalam buku harian. Pokok-pokok pikiran masing-masing peristiwa dapat dirumuskan dalam beberapa pertanyaan berikut? Apa peristiwa yang terjadi? Di mana peristiwa itu terjadi? Kapan peristiwa itu terjadi? Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu? Bagaimana proses terjadinya? Mengapa hal itu terjadi? Apa saja akibat peristiwa tersebut? Bagaimana perasaanmu saat mengalami atau melihat peristiwa tersebut? 2. Menulis pikiran atau pengalaman dalam buku harian Dalam buku itu, kalian dapat menuangkan semua pengalaman, kejadian, pikiran, dan perasaan. Tidak ada satu aturan khusus dalam menulis buku harian. Anggap saja buku harian kalian sebagai "tempat sampah" untuk mengeluarkan semua pikiran dan perasaan kalian. Ceritakan apa yang kalian pikiran dan rasakan, sebagaimana kalian bercerita dengan teman. Kalian bebas mengekspresikan apa saja di buku harian kalian dalam bentuk tulisan atau gambar. Menulis buku harian tidak harus benar-benar dalam bentuk buku, Iho! Kalian bisa saja menulis buku harian dalam komputer atau rekaman suaramu. Berikut ini langkah-langkah yang dapat kalian lakukan untuk menulis buku harian. a. Perhatikan waktu dan tempat kejadian, misalnya Medan, 4 Januari 2006, jam 08.30 pagi. Contoh lainnya, 16 Juni 2006, di kantin sekolah. b. Catatlah peristiwa menarik yang kalian lihat atau kalian alami sendiri dengan kalimat ekspresif. Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang spontan keluar dari pikiran dan perasaan kita yang dalam. c. Kalian dapat melengkapi catatan harian dengan gambar atau ilustrasi yang menurutmu menarik.

Darah sia-sia Saat kuhendak berangkat sekolah, pagi-pagi sekali, saat mentari menebar kasih, saat orang mulai beraksi dalam pesta kerja, saat anak-anak negeri berangkat mengasah diri. Kulihat dua pemuda mengalirkan darah sia-sia, bertengkar dengan senjata tajam. Tak adakah cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah, selain mengalirkan darah? Sebagai sesama warga megara yang masih susah, sebagai bagian dari warga dunia yang masih terhinakan karena

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Demonstrasi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal
1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami manfaat kemampuan menulis

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

38

www.rencanapembelajaran.com

buku harian. 4. Siswa dengan bimbingan guru bertanya jawab tentang pengalaman menulis buku harian. 5. Siswa memahami skenario pembelajaran. 6. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

B.

Kegiatan Inti
1. Siswa secara berkelompok membaca dan mencermati model penulisan pengalaman pribadi dalam buku harian secara teliti. 2. Siswa secara berkelompok mediskusikan unsurunsur penulisan pengalaman pribadi dalam buku harian secara teliti. 3. Siswa secara individu menuliskan pokok-pokok pengalaman pribadi yang pernah terjadi dalam suatu hari secara sistematis dan runtut. 4. Siswa mendiskusikan pokok-pokok pengalaman pribadi yang pernah terjadi dalam suatu hari yang layak ditulis dalam buku harian secara kerja sama. 5. Siswa mengembangkan pokok-pokok pengalaman pribadi menjadi sebuah tulisan yang ekspresif dengan menambahkan waktu, kejadian, curahan pikiran, dan perasaan ke dalam buku harian secara sistematis dan runtut. 6. Siswa saling memberikan saran terhadap hasil pengembangan pokok-pokok pengalaman pribadi yang ditulis dalam buku harian secara santun. 7. Siswa menyempurnakan hasil pengembangan pokok-pokok pengalaman pribadi yang ditulis dalam buku harian berdasarkan saran dari teman lain secara terbuka. 8. Siswa dan guru menyepakati format penilaian buku harian secara sepakat.

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa. 2. Siswa memahami rencana kegiatan pertemuan berikutnya. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami ulang kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami ulang manfaat kemampuan menulis buku harian. 4. Siswa memahami skenario pembelajaran. 5. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. Empat siswa yang ditunjuk mewakili masing-masing kelompok oleh guru menulis hasil pekerjaannya di

60 Konstruktif

39

www.rencanapembelajaran.com

2. 3. 4. 5.

papan tulis penuh percaya diri. Siswa lain menilai dan mengomentari pekerjaan teman sesuai dengan unsur-unsur yang ada dalam format penilaian secara santun. Siswa menyempurnakan kembali hasil pekerjaannya penuh percaya diri. Siswa dan guru bermusyawarah menentukan tiga tulisan buku harian yang terbaik secara objektif. Tiga orang siswa terpilih dalam menuliskan buku harian mendapat penghargaam dari guru penuh percaya diri.

Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa. 2. Siswa memahami rencana kegiatan pertemuan berikutnya. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Razaq, Abdul. Dkk. 2007. Bahasa Indonesia Kelas VII Semester I. Malang: Insan Mandiri. Halaman 6-8. 2. Santoso, Barokah. Dkk. 2005. Belajar Berbabahasa Belajar Berkomunikasi: Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Malang: UM Press. Halaman 50-53. 3. Nurhadi dkk. 2007. Bahasa Indonesia Untuk SMP Kleas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 8-14. 4. Trianto, Agus. 2007. Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 96-98.

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Soal Unjuk kerja 1) Tulislah buku harian berdasarkan pengalaman pribadimu yang terjadi dalam minggu ini dengan menggunakan bahasa yang ekspresif untuk mencurahkan pemikiran dan perasaan. Pedoman pensekoran unjuk kerja: Skor Maksimal 24 No. 1 Aspek Kemenarikan peristiwa Diskripsi a. Sangat menarik b. Menarik c. Kurang menarik d. Tidak menarik a. Sangat jelas b. Jelas c. Kurang jelas d. Tidak jelas a. Sangat jelas b. Jelas c. Kurang jelas Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 : Tes tulis + tes unjuk kerja : Tes unjuk kerja

Kejelasan fakta

Kejelasan pemikiran, perasaan, atau sikap

40

www.rencanapembelajaran.com

Ketepatan pemilihan kata agar ekspresif Ketepatan penggunaan kalimat agar ekspresif Kemenarikan tampilan

d. Tidak jelas a. a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat a. Sangat menarik b. Menarik c. Kurang menarik d. Tidak menarik

1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Format penilaian No. 1 2 3 4 5 Nama Siswa 1 Nomor Aspek dan Skor 2 3 4 5 6 JML Nilai

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 4.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP NEGERI : Bahasa Indonesia : VII/1 4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 4.2 Menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi dan bahasa.

41

www.rencanapembelajaran.com

Indikator

(1) Mampu menentukan perbedaan komposisi surat pribadi dengan surat resmi. (2) Mampu menulis surat pribadi dengan bahasa yang komunikatif. (3) Mampu menyunting surat pribadi. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan perbedaan komposisi surat pribadi dengan surat resmi. 2. Siswa mampu menulis surat pribadi dengan bahasa yang komunikatif. 3. Siswa mampu menyunting surat pribadi.

II. Materi Pembelajaran


1. Komposisi surat pribadi & surat resmi No. Surat pribadi 1 Tidak memiliki kop surat 2 Tidak memiliki nomor, lampiran, hal 3 Memiliki tempat dan tanggal penulisan 4 Memiliki alamat tujuan surat 5 Memiliki salam pembuka 6 Memiliki pengantar isi 7 Memiliki bagian inti isi surat 8 Memliki bagian penutup 9 Memiliki identitas pengirim 10 Tidak mencantumkan jabatan/pangkat pengirim 11 Tidak memerlukan stempel 12 Tidak ada tembusan 13 Tidak terdapat inisial pengetik 2. Penulisan surat pribadi Contoh surat pribadi pertama Temanku Tia Risna yang baik Malang, 1 Agustus 2007 Jalan Panglima Sudirman No. 11 Tuban Salam jumpa, Hei, apa kabar, Ris? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat walafiat dan baik-baik seperti keadaanku di Malang saat ini! Terkejut ya, menerima suratku ini! Aku rindu dan sering teringat waktu kita masih di SD dulu sehingga kusempatkan waktu sedikit untuk menulis surat ini. Hei, apa kabar, Ris? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat walafiat dan baik-baik seperti keadaanku di Malang saat ini! Terkejut ya, menerima suratku ini! Aku rindu dan sering teringat waktu kita masih di SD dulu sehingga kusempatkan waktu sedikit untuk menulis surat ini. Sekian dulu suratku. Kutunggu balasan suratmu secepatnya. Sudah ya, sampai di sini. Lain kali kita sambung lagi. Hormat Saya, Surat resmi Memiliki kop surat Memiliki nomor, lampiran, hal Memiliki tanggal penulisan Memiliki alamat tujuan surat Memiliki salam pembuka Memiliki pengantar isi Memiliki bagian inti isi surat Memliki bagian penutup Memiliki identitas pengirim Mencantumkan jabatan/pangkat pengirim Terdapat stempel Terkadang ada tembusan Terkadang ada inisial pengetik

Putri Contoh surat pribadi kedua


Batu, 20 Januari 2008 Yang terhormat Bapak Santoso, M.Ed. Wali kelas IIA SMP Negeri I Batu Jalan Agus Salim No. 55 Batu

42

www.rencanapembelajaran.com

Dengan hormat, kami beritahukan bahwa anak kami yang bemama Gita Sri Wardhani kelas HA pada hari ini, Senin, 20 Januari 2003 tidak dapat mengikuti pelajaran karena sakit. Untuk itu, mohon diizinkan tidak masuk hingga sehat kembali. Bersama ini kami lampirkan pula surat keterangan dokter yang merawatnya. Demikian, pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Yulis

3. Penyuntingan surat pribadi Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat melakukan penyuntingan terhadap surat pribadi. a. Komposisi : apakah bagian-bagian surat sudah tertata dengan baik? b. Isi : apakah isinya sesuai dengan yang dikehendaki? c. Bahasa : apakah bahasanya sudah baik (sesuai dengan orang yang disurati dan situasi pembicaraan) dan benar (sesuai dengan kaidah bahasa, pemilihan kata, pengurutan kata, penurulisan huruf besar, huruf kecil, dan penggunaan tanda baca).

III.
1. 2. 3. 4. 5.

Metode Pembelajaran
Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Presentasi Responsi karya mandiri

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal
1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami manfaat kemampuan menulis surat pribadi. 4. Siswa dengan bimbingan guru bertanya jawab tentang pengalaman menulis surat pribadi. 5. Siswa memahami skenario pembelajaran. 6. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. 2. 3. 4. 5. Siswa membaca dan mencermati contoh penulisan surat pribadi dan surat resmi yang terdapat dalam buku Teks diliputi rasa ingin tahu. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang komposisi, unsur-unsur, dan ciri bahasa surat pribadi penuh percaya diri dan cermat. Siswa wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi sedangkan siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan penuh percaya diri. Guru memberikan penguatan terhadap kegiatan siswa. Siswa menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi, dan bahasa yang

60 Konstruktif Penugasan

43

www.rencanapembelajaran.com

komunikatif penuh percaya diri dan kerja keras 6. Siswa dalam kelompok saling memberikan saran dan kritik terhadap hasil kerja individu secara santun. 7. Siswa menyempurnakan surat pribadi berdasarkan saran dan kritik teman satu kelompok secara santun.

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. 2. Guru memberikan tugas pada siswa untuk menyempurnakan kembali surat pribadi. 3. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Siswa dengan bimbingan guru mengawali pembelajaran dengan membaca basmallah. 2. Siswa memahami ulang kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran. 3. Siswa memahami ulang manfaat kemampuan menulis surat pribadi. 4. Siswa memahami skenario pembelajaran. 5. Siswa berkelompok sesuai dengan bentukan guru, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. Empat siswa yang ditunjuk guru mewakili kelompok menulis hasil kerjanya di papan tulis penuh percaya diri. 2. Siswa dari kelompok lain mencermati hasil kerja siswa yang ditulis di papan secara cermat 3. Siswa dari kelompok lain secara bergantian dengan dipandu guru memberikan saran dan kritik terhadap hasil kerja siswa yang ditulis di papan secara santun 4. Siswa mendengarkan penegasan dari guru tentang kekurangani surat pribadi yang ada di papan penuh perhatian. 5. Siswa menyunting kembali surat pribadi yang telah dibuat. Secara cermat 6. Siswa dan guru menentukan tiga surat pribadi yang terbaik secara objektif. 7. Tiga orang siswa terpilih dalam menuliskan surat pribadi mendapat penghargaan dari guru dan suratnya dipasang di mading kelas penuh percaya diri.

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi. 2. Bertepuk tangan untuk mengakhiri pelajaran 3. Siswa dengan bimbingan guru mengakhiri pembelajaran dengan tepuk tangan dan mengucapkan hamdallah.

10 Refleksi

V. Sumber & media belajar


a) Razaq, Abdul. Dkk. 2007. Bahasa Indonesia Kelas VII Semester I. Malang: Insan Mandiri. Halaman 15-17.

44

www.rencanapembelajaran.com

b) Santoso, Barokah. Dkk. 2005. Belajar Berbabahasa Belajar Berkomunikasi: Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Malang: UM Press. Halaman 105-107. c) Nurhadi dkk. 2007. Bahasa Indonesia Untuk SMP Kleas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 60-64. d) Trianto, Agus. 2007. Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga. Halaman 58-65.

VI. Penilaian
a) Teknik b) Bentuk instrumen c) Instrumen penilaian : Tes unjuk kerja : Uji petik kerja

Soal 1) Tulislah surat pribadi kepada teman barumu di sekolah lain, ceritakanlah kondisimu di sekolah ini, dan mintalah balasan suratmu! Gunakanlah bahasa Indonesia yang komunikatif! Pedoman pensekoran uji petik kerja: Skor Maksimal 24 No. Aspek Diskripsi 1 Kelengkapan unsur a. Sangat lengkap b. Lengkap c. Kurang lengkap d. Tidak lengkap 2 Ketepatan komposisi a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat 3 Kejelasan pengantar, isi, dan a. Sangat jelas penutup b. Jelas c. Kurang jelas d. Tidak jelas a. 4 Ketepatan pemilihan kata a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat 5 Ketepatan penggunaan kalimat a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat 6 Ketepatan penataan paragraf a. Sangat tepat b. Tepat c. Kurang tepat d. Tidak tepat Format penilaian No. 1 2 3 Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum X skor (100) Ideal = ............................ Nama Siswa 1 Nomor Aspek dan Skor 2 3 4 5 6 JML Nilai Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

45

www.rencanapembelajaran.com

................................................. Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................ Guru Mata

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 4.3


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ................................ : Bahasa Indonesia : VII/1 4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 4.3 Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik, dan benar. (1) Mampu menentukan pokok-pokok pengumuman. (2) Mampu menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif. (3) Mampu menyunting pengumuman. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan pokok-pokok pengumuman. 2. Siswa mampu menulis pengumuman dengan bahasa yang efektif. 3. Siswa mampu menyunting pengumuman.

II.

Materi Pembelajaran
1. Pokok-pokok pengumuman Secara umum, pokok-pokok pengumuman meliputi, judul kata pengumuman, sasaran pengumuman, pengantar isi, isi, penutup, dan penanggung jawab pengumuman (nama terang, tanda tangan, jabatan, dan stempel). Pengumuman ada yang dibuat formal dan ada yang nonformal. No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Pengumuman Nonformal
Tidak memiliki kop Tidak memiliki nomor, lampiran, hal Memiliki tempat dan tanggal penulisan Sasaran umum/khusus Memiliki salam pembuka Memiliki pengantar isi Memiliki bagian inti isi Memliki bagian penutup Memiliki identitas penanggung jawab Tidak mencantumkan jabatan/pangkat pengirim Tidak memerlukan stempel Tidak ada tembusan Tidak terdapat inisial

Pengumuman Formal
Memiliki kop Memiliki nomor, lampiran, hal Memiliki tanggal penulisan Sasaran umum/khusus Memiliki salam pembuka Memiliki pengantar isi Memiliki bagian inti isi surat Memliki bagian penutup Memiliki identitas penanggung jawab Mencantumkan jabatan/pangkat pengirim Terdapat stempel Terkadang ada tembusan Terkadang ada inisial pembuat

2. Menulis pengumuman

46

www.rencanapembelajaran.com

Dalam menulis pengumuman, perlu dibedakan antara yang bergaya dan bersifat formal dan yang nonformal. Perhatikan dua contoh berikut! PENGUMUMAN Kami beritahukan kepada teman-teman bahwa dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, sekolah mengadakan acara gelar seni pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2007 bertempat di lapangan upacara. Pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB. Sehubungan dengan kegiatan itu kami minta teman-teman agar berpartisipasi aktif ikut mengisi acara tersebut. Adapun kegiatan gelar seni tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tari kreasi baru dan tari klasik 2. Lawak 3. Vokal group 4. Band 5. Albanjari 6. Sulap 7. Drama Apabila teman-teman berminat untuk mengisi acara tersebut, harap mendaftarkan diri kepada Riani dan Panji, Seksi kesenian OSIS kita, paling lambat pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2007 di sekretariat OSIS. Seleksi akan diadakan pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2007 di Aula. Demikian pengumuman kami, atas perhatian teman-teman kami ucapkan terima kasih.

Mengetahui Guru Pembina, Ketua OSIS,

Drs. Raja Bijaksana Satria

LOMBA MENULIS CERPEN SAHABATKU2007


CARANYA GAMPANG KOK! 1. Bila sampai November 2007 nanti kamu belum berusia 19tahun, kirimkan saja cerpen andalanmu disertai dengan pernyataan sebagai karya asli dan fotokppi tanda pengenal (KTP atau kartu pelajar). 1. Setiap orang boleh mengirim maksimal dua cerpen. 2. Tema bebas, bisa persahabatan, percintaan, misteri, keluarga atau petualangan. 3. Cerpen diketik rapi dengan spasi ganda maksimal tujuh halaman kertas kuarto. 4. Semua cerpen yang masuk menjadi milik panitia lomba cerpen. 5. Lampirkan formulir pendaftaran yang terdapat dalam majalah Sahabatku. 2. Di pojok kiri ampiop tuliskanlah dengan huruf kapital LOMBA CERPEN SAHABATKU 2007. Kirirn ke panitia Lomba Cerpen Sahabatku 2007, Jalan Perdamaian, No. 330, Rungkut, Surabaya. 6. Pengiriman cerpen ditunggu sampai dengan 24 Agustus 2007. 7. Pengumuman pemenang di Sahabatku edisi November 2007. 8. Cerpen yang tidak menang tapi layak dimuat akan diberi honor seperti ketentuan pemuatan cerpen reguler majalah Sahabatku.

Pemenang 1 Pemenang 2 Pemenang 3 Pemenang harapan

INI DIA HADIAHNYA!


Rp 47

Rp 2.000.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.000.000,00 750.000,00

www.rencanapembelajaran.com

Pemenang harapan Rp 600.000,00 Pemenang harapan Rp 500.000,00 Pemenang hiburan Rp

300.000,00

3. Menyunting pengumuman Penyuntingan terhadap pengumuman yang ditulis sendiri, ditulis teman, atau ditulis orang lain yang sudah beredar dapat difokuskan pada 3 aspek. Pertama aspek bahasa, meliputi ketepatan penggunaan tanda baca, penulisan huruf besar dan kecil, penulisan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, dan kesatuan wacana. Kedua aspek isi, meliputi kesesuaian isi dengan maksud, kejelasan, kebenaran, dan kecukupan informasi. Ketiga aspek tampilan, meliputi komposisi, paduan warna, kemenarikan, keindahan, kejelasan, keterbacaan, dan media yang digunakan.

III.

Metode Pembelajaran
Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Penugasan

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal
1. Siswa membaca dan mencermati model pengumuman. 2. Bertanya jawab tentang penulisan pengumuman. 3. Guru mengidentifikasi susunan pengumuman.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. Siswa menentukan pokok-pokok pengumuman secara cermat. 2. Siswa berdiskusi menentukan komposisi pengumuman untuk ditulis sebagai teks penuh percaya diri. 3. Siswa menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif penuh percaya diri. 4. Siswa dan guru menyepakati format penilaian pengumuman.

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi 2. Guru memberikan tugas pada siswa tentang rencana kegiatan pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Bertanya jawab tentang penulisan pengumuman sebelumnya. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

48

www.rencanapembelajaran.com

B. Kegiatan Inti
1. Siswa saling menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangku 2. Siswa menyunting teks pengumuman secara cermat. 3. Siswa dan guru menentukan tiga tulisan teks pengumuman yang terbaik secara cermat. 4. Tiga orang siswa terpilih dalam menuliskan pengumuman mendapat penghargaan dari guru dan pengumumannya dipasang di mading kelas penuh percaya diri.

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi 2. Bertepuk tangan untuk mengakhiri pelajaran

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Berbagai model pengumuman 2. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.73-75). 3. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.85-91).

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal : Tes unjuk kerja : Uji petik kerja

1) Tentukan dan tulislah pokok-pokok pengumuman yang akan ditulis! No 1 Kegiatan Siswa menulis pokok-pokok pengumuman yang akan ditulis: Siapa yang membuat dan ditujukan kepaa siapa Apa isi pengumuman Dimana Kapan Mengapa Siswa tidak menulis apa-apa Jumlah skor 2) Buatlah teks pengumuman berdasarkan pokok-pokok pengumuman dengan bahasa yang efektif! No 1 2 3 Aspek Kelengkapan isi Deskriptor Skor 2 1 0 1 0 3 2 1 0 6 Isi pengumuman lengkap Isi pengumuman kurang lengkap Isi pengumuman tidak lengkap Sistematika/penulisan Sistematika penulisan urut dan sesuai Tidak urut dan tidak lengkap Penggunaan ejaan Tidak terdapat kesalahan penggunaan dan tanda baca EYD dan tanda baca Terdapat sedikit kesalahan Sebagian besar salah Salah semua Jumlah Skor maks 2 1 3 Skor 1 1 1 1 1 0 5

49

www.rencanapembelajaran.com

3) Suntinglah teks pengumuman yang telah ditulis temanmu! No 1 Aspek Ejaan Deskriptor Pembetulan ejaan Pembetulan pilihan kata Pembetulan kalimat Jumlah Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................ Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................ Skor Semua kesalahan dibetulkan Kesalahan sebagian dibetulkan Kesalahan tidak dibetulkan Semua kesalahan dibetulkan Sebagian kesalahan dibetulkan Kesalahan tidak dibetulkan Semua kesalahan dibetulkan Sebagian kesalahan dibetulkan Kesalahan tidak dibetulkan Skor maks 2 1 0 2 1 0 2 1 0 6 Perolehan skor

Pilihan kata Kalimat

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 5.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ....................... : Bahasa Indonesia : VII/1 5. Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan. 5.1 Menemukan hal-hal menarik dari dongeng yang diperdengarkan. (1) Mampu menemukan ide-ide menarik dalam dongeng. (2) Mampu merangkai ide-ide yang menarik dalam dongeng menjadi hal-hal menarik. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Alokasi Waktu I.

Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menemukan ide-ide menarik dalam dongeng. 2. Siswa mampu merangkai ide-ide menarik menjadi hal-hal menarik dongeng.

II. Materi Pembelajaran Contoh dongeng:


Tikus Beranak Manusia

50

www.rencanapembelajaran.com

Tersebutlah dahulu kala, bahwa di dalam sebuah hutan tumbuh bermacam-macam tumbuh-tumbuhan. Ada yang rendah, ada yang tinggi; ada yang kecil, ada yang besar. Rerumputan dan semak belukar pun amat lebat. Rotan serta tumbuh-tumbuhan yang menjalar dan merambat tampak berjalin, berkaitan satu dengan yang lain, bahkan banyak pula yang mempersatukan pohon satu dengan yang lain sehingga menutup sela antara batang-batang terpancang. Mau tak mau orang yang ingin lewat harus melompat, membungkuk, merundukrunduk atau merangkak-rangkak, bahkan ada kalanya berbalik mencari jalan lain karena takut miang dan duri-duri yang ada di dalamnya. Di antara pohon-pohon besar yang ada di dalam hutan sebanyak itu, ada satu batang yang luar biasa besarnya. Itulah pohon terbesar di kawasan hutan tersebut. Karena besarnya, sukarlah untuk memperbandingan dengan barang-barang lain. Pada suatu hari ada serombongan pemburu di hutan itu. Mereka lewat di dekat pohon tersebut. Melihat pohon itu, mereka banyak yang tertarik, berhenti, dan memperhatikan pohon tersebut. "Lihat pohon itu! Luar biasa," seru salah seorang di antara mereka sambil menunjuk. "Wah, bukan main. Baru sekarang ini selama hidup, aku melihat sebesar ini," sahut temannya keheranan. la berkali-kali geleng kepala sambil melayangkan pandangan ke arah pohon itu, dari daun, ranting, sampai pokok batang, dan akar. Melihat itu, ketua rombongan pun tak ketinggalan, mengambil bagian. "Mari kita tebak berapa keliling pohon ini?" katanya. Mendengar itu silih berganti teman-temannya menyambung. "Nanti dulu, nanti dulu. Diukur dengan apa? Dengan jengkal atau depa?" "Dengan depa saja." "Aku pun setuju dengan depa saja." "Nah, kalau begitu coba perkirakan, berapa depa kelilingnya?" Sesudah itu mereka diam. Semua melihat sasaran yang sama, ialah batang pohon. Sebentar kemudian, mereka bergiliran mengutarakan perkiraan masing-masing. Ada yang menebak dua depa, ada pula yang menebak tiga depa, ada pula yang menebak empat depa, ada pula yang menebak lima depa, dan ada pula yang menebak enam depa. Sesudah semua mendapat giliran, berdirilah beberapa orang dari rombongan pemburu itu. Mereka berdiri menghadap dan menempelkan diri pada batang tersebut sambil merentangkan lengan masingmasing kiri dan kanan, memeluk batang. Setelah lima orang berbuat demikian, barulah tangan mereka dapat berhasil melingkari batang tersebut. Dengan demikian, mereka mengetahui bahwa ukuran keliling pohon itu ternyata lima depa orang dewasa. Puaslah mereka mengetahui itu, lebih-lebih yang tebakannya tepat. Sambil melepaskan lelah, mereka berbincang-bincang tentang kekayaan bangsa dan negaranya yang tersimpan dalam rimba raya. Pohon besar itu rindang. Nyaman sekali rasanya orang berteduh di bawahnya. Adakah yang diam menghuni tempat itu? Ketahuilah, di sana di bawah pohon itu, tinggalah seekor tikus betina yang besar sekali. Setiap hari tikus itu muncul, berjalar kian kemari untuk mencari rezeki di sekitar pohon itu. Dengan perlahan-lahan tikus itu berjalan pergi dan kembali ke sarangnya. Suatu hari ia tidak menampakkan diri. Ada apa gerangan? Sakitkah? Tidak, ia tidak sakit, pada hari itu ia melahirkan anak. Akan tetapi aneh. Aneh sekali. Anaknya tidak seperti anak tikus yang lazim, bahkan sedikit pun tiada mirip. La melahirkan anak manusia, berupa anak perempuan. Waiaupun demikian, sang tikus tidak ambil pusing tentang wujud anaknya. Bayi itu juga disusui dan dirawat dengan penuh kasih sayang, serta dijaga sebaik-baiknya. Bayi itu pun dibelainya dengan cara menjilat-jilat kepalanya, dahi, dan pipinya. Perbuatan serupa itu dilakukan lebih-lebih jika menidurkannya. "Cit-cit, cit-cit ... anakku sayang Cit-cit, cit-cit ... tidurlah tidur sayang Cit-cit, cit-cit ... aku akan mencari makanan Cit-cit, cit-cit... tidurlah nyenyak sayang Cit-cit, cit-cit... bangunlah bangun bila aku pulang, oh sayang." Setelah anaknya tidur, tikus itu pergi perlahan-lahan. Jika ia sudah pulang, perolehan makanan diletakkan. Kemudian dibangunkannya anaknya yang terbaring di bawah pohon dan bertilamkan daun-daun kering itu. Begitulah, pekerjaan tikus itu setiap hari. Matahari beredar terus mengitari bumi. Tak terbilang berapa kali melintasi hutan rimba tempat tinggal tikus dan bayinya itu. Tak terbilang pula berapa malam bulan dan bintang menyinarkan cahaya taram-temaram. Sementara bayi itu tumbuh subur, tubuhnya sehat dan kuat, kebal panas dan dingin. Bayi perempuan itu bertambah besar menjadi seorang gadis dewasa yang amat cantik, bukan karena bersolek melainkan karena anugerah Tuhan. Suatu hari ia makan angin agak jauh dari sekitar pohon itu. la menikmati keindahan alam sekitar yang amat luas. la senang dan merasakan lebih terbuka. Tak disangka pada waktu itu ada seorang perjaka perkasa, tangkas, dan tampan sedang berburu di hutan itu. la adalah seorang raja muda, putra mahkota raja yang menguasai daerah itu. Diiringkan pengawal, ia mencari binatang buruan. Pandangan matanya diarahkan ke segala penjuru. Ketika sampai di kawasan pohon besar, kagetlah ia. Matanya terbelalak, terhadap suatu pandangan yang menawan hati. "Hai, apa itu? Bukankah itu sosok tubuh manusia? Oh, dia seorang dara. Aduh, cantik sekali dia," katanya dalam hati. Akan tetapi, sejurus kemudian ia takut. Timbul pertanyaan dalam dirinya. "Benarkah ia seorang dara, ataukah hantu yang menampakkan diri menjadi seorang wanita cantik jelita serupa itu?" pikirnya. Matanya makin dibelalakkan, tetapi yang dipandang tidak berubah, bahkan makin jelas. Untuk menguji benar tidaknya hal itu, bertanyalah ia kepada pengawalnya. "Apakah Anda melihat sesuatu nun jauh di sana?" "Ya, Tuanku." "Apa yang tampak olehmu?" "Anu Tuanku ... putri ayu."

51

www.rencanapembelajaran.com

"Putri ayu? Benar katamu?" "Benar Tuanku, saya tidak bohong. Coba itu lihat. Lihat dengan saksama!" Mendengar itu, sang raja mengangguk-angguk sambil tersenyum dengan mata menatap ke depan, tepat yang membuat hatinya terpukau. Detak jantungnya bertambah cepat. la memuiuskan untuk menghampiri putri jelita yang merebut perhatiannya itu. Setelah dekat, raja muda dan pengawalnya menghampiri. Tatapan matanya semakin jelas. Getar hatinya makin menjadi-jadi. Sekarang ia yakin bahwa yang ada di tatapan matanya bukan hantu, melainkan benar-benar wanita yang masih gadis, cantik, molek tiada bandingan-nya. Tatkala itu timbullah selera muda dalam dirinya, bermaksud hendak mempersuntingnya. Dengan langkah mantap sang raja mendekati, lalu berhenti di dekat dara idaman itu. Sang dara tak beralih tempat. la pun menanti dengan tatapan yang memberi harapan. Hatinya bergetar, tetapi terselubung oleh senyum simpul yang amat menawan. "Selamat siang, Nona," sapa raja muda. "Selamat siang, Tuan," sahutnya. "Maafkan Nona, saya mengganggu Anda." 'Tidak Tuan, ada keperluan?" "Ah, tidak Nona." "Ah, masak Tuan ..." "Ya, saya mengikuti langkah kaki, Nona. Bagaikan ada daya yang luar biasa, sampai di hadapan Nona sekarang ini." "Oh, begitu," jawab dara mengangguk-angguk, ber-main senyum dan melihat dengan ekor mata, sehingga selera raja muda makin menggelora. "Anda lelah sekali, maukah singgah beristirahat di sini, Tuan!" "Terima kasih, terima kasih," dengan senang hati sahutnya. Mereka duduk di atas akar kayu, berdekatan, dan berhadap-hadapan. Percakapan makin lancar dan tampak makin akrab. Gejolak asmara mulai bersemi. Dengan halus lagi sopan, mereka saling mengungkapkan isi hatinya. "Boleh saya usul, Nona?" kata raja muda. "Boleh, Tuan. Boleh. Silakan katakan saran apa." sahut sang dara. "Jika Anda setuju, demi keakraban berdua, alangkah bagusnya Jika saya memanggil Anda Adik atau Adinda dan Anda memanggil saya Kakak atau Kakanda agar tidak merasa canggung." Mereka merasa lega. Wajah mereka makin berseri-seri. Percakapan mereka semakin hidup. Gelak tawa mulai terdengar memecah kesunyian hutan. Sementara itu bertanyalah sang dara menyela percakapan. "Kakanda, sebenarnya siapakah Anda?" Mendengar pertanyaan itu, terperanjatlah sang raja muda. Tiba-tiba ia diam. la tampak pucat dan kebingungan. Akan berkata terus terang ia khawatir, jangan-jangan dara itu berkecil hati dan takut. Akan berdusta tentu tidak baik akibatnya. "Maafkan Kakanda, Jika Anda tidak terkenan. Jika tidak, betapa senang hatiku mendengar kebenaran yang akan Kakanda paparkan." "Aduhai Adinda, kakanda adalah raja muda penguasa negeri ini." "Oh Kakanda ..." seru dara itu sambil bersimpuh memberi hormat. "Wahai Adinda, bukankah kita sudah berkakak beradik? Saya harap Anda bersikap biasa seperti tadi. Sebaliknya, siapakah Adinda?" katanya dengan suara lembut." ""Oh Kakanda, adinda manusia sampan yang tercampak di hutan ini." "Di mana rumah Adinda?" "Adinda tidak mempunyai rumah." "Masak. Berkatalah terus terang Adinda!" "Benar, Kakanda. Adinda bertempat tinggal di bawah pohon besar itu, sejak saya dilahirkan." "Anda masih mempunyai orang tua?" Mendengar pertanyaan itu sang dara mengangguk. Dengan suara lirih bahwa ia mempunyai orang tua. Tetapi, ia menyatakan bahwa belum waktunya untuk diperkenalkan. Sesudah itu, mereka kembali meneruskan percakapan, bahkan sempat berpantun silih berganti untuk melantunkan minat batinnya masing-masing. Belahan hati yang bergetar terdengar merayu-rayu.

"Kalau Kakanda pergi ke Tanjung, kirim adinda sehelai baju. Kalau Kakanda menjadi burung, dinda menjadi ranting kayu." "Kalau Adinda menjadi buah, kanda taruh di tikar pandan. Kalau Adinda menjadi nyawa, kanda rela menjadi badan. "Jika Kanda pergi ke Tanjung, belikan dinda pisau lipat. Jika Kanda menjadi burung, dinda jadi benang pengikat." "Jika Adinda bunga cempaka, putih bersih semerbak wangi. Jika Adinda tiara merdeka, maukan dikau kanda dampingi

52

www.rencanapembelajaran.com

Siang itu tidak terperikan. Betapa asyik mereka berdua. Maklumlah, kebahagiaan, kepuasan, dan harapan hanya dapat dirasakan, tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hal yang nyata dapat dipastikan ialah mereka berjanji. Bagai-mana dan apa isi janji itu. (Dikutip dengan perubahan dari Ki Ageng Karang Lo, penyunting Y.B. Suparlan, him. 124-132) 1. Ide-ide menarik dalam dongeng. a. Para pemburu menemukan pohon yang sangat besar, melebihi yang lain, berbeda dengan yang lain sehingga menarik perhatian. b. Pohon besar itu dihuni tikus betina yang juga sangat besar, berbeda dengan ukuran tikus pada umumnya. c. Tikus betina besar itu melahirkan bayi manusia, bayi wanita, dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. d. Bayi tersebut tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang cantik jelita, walau di tengah hutan. e. Gadis hutan tersebut mampu menawan hati raja muda yang sedang berburu di hutan karena luar biasa. f. Putra raja yang gagah perkasa dapat berdampingan dengan gadis ayu, putri tikus betina yang luar biasa. 2. Merangkai ide menjadi hal menarik. Bermula dari hutan yang luar biasa, pohon yang luar biasa, tikus betina yang luar biasa, dan gadis yang luar biasa, akhirnya dipertemukan dengan raja muda yang luar biasa pula, sehingga menjadi kisah hidup yang luar biasa. Jika ingin sukses luar biasa, harus diciptakan kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang luar biasa, ibu dan para pengasuh serta guru yang luar biasa kasih sayangnya, maka akan tumbuh dan berkembang anak atau generasi yang luar biasa daya pikat dan prestasinya.

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Penugasan

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal 1. Bertanya jawab tentang dongeng. 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran. B. Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penyajian dongeng (dari model, rekaman, dll) penuh perhatian. 2. Siswa bertanya jawab untuk menemukan ide-ide yang menarik dalam dongeng yang diperdengarkan secara santun. 3. Siswa merangkai ide-ide menarik dalam dongeng menjadi hal-hal menarik penuh kerja keras/percaya diri. 4. Siswa dan guru menyepakati format penilaian mendengarkan dongeng secara sepakat.

Waktu 10

Metode Inquiri Ceramah

60 Konstruktif Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi 2. Guru memberikan tugas pada siswa tentang rencana kegiatan pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

53

www.rencanapembelajaran.com

V. Sumber belajar
1. Kaset/CD dongeng 2. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.254-260). 3. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.113-114).

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal : Tes tulis : Tes uraian

1) Identifikasilah ide-ide menarik yang terdapat dalam dongeng yang disajkan secara lisan ini! 2) Rangkaikanlah ide-ide yang menarik tersebut menjadi hal-hal menarik dari dongeng! Format penilaian kegiatan siswa No 1 Aspek Menulis ide menarik Deskriptor Menuliskan ide menarik disertai alasan Menuliskan ide menarik tanpa alasan Tidak menuliskan ide manarik dari dongeng Merangkai ide-ide menarik menjadi hal-hal menarik lengkap Merangkai ide-ide menarik menjadi hal-hal menarik kurang lengkap Tidak menuliskan apa-apa Jumlah Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Nilai akhir = Perolehan skor X skor (100) Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata Ideal = ............................ Skor 3 2 0 3 2 0 6 Skor maks 3

Merangkai ide menarik

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 54

www.rencanapembelajaran.com

(RPP) KELAS VII SM 1 KD 5.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ................ : Bahasa Indonesia : VII/1 5. Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan. 5.2 Menunjukkan relevansi isi dongeng diperdengarkan dengan situasi sekarang. (1) Mampu menemukan isi dalam dongeng. (2) Mampu merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan) yang

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menemukan isi dongeng. 2. Siswa mampu merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang.

II. Materi Pembelajaran


Isi dongeng menyiratkan suatu pesan tertentu kepada pembacanya, misalnya pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pesan moral dongeng dapat kita jadikan pelajaran berharga dalam kehidupan nyata. Adakah anak yang durhaka pada orangtuanya seperti yang dilakukan Malin Kundang? Adakah orang yang pernah tertipu seperti dalam dongeng "Biri-biri dan Buaya ' pada pelajaran 5? Dalam cara ying berbeda, mungkin saja ada, bukan? Dongeng tidak hanya unruk hiburan. Dongeng juga berfungsi untuk media pendidikan. Cerita dalam dongeng memiliki pesan-pesan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disebabkan pesan-pesan moral yang muncul dalam sebuah dongeng bersifat mengajarkan kebaikan. Oleh karena itu/ kita dapat menyerap pesannya lalu menerapkannya dalam kehidupan kita. Misalnya, dari dongeng "Biri-biri dan Buaya", walaupun tokoh-tokohnya itu binatang, tetapi kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus pintar. Kepintaran dapat menyelamatkan kita dan membantu menyelamatkan orang lain dari suatu bahaya. Singa dan Tikus Di hutan, hiduplah seekor singa yang dijuluki Si Raja Hutan. Dijuluki demikian karena ia besar dan sangat kuat. la menjadi pemimpin seluruh binatang yang ada di hutan tersebut. Jika mengaum, suaranya sangat keras, menakutkan, dan menggetarkan seluruh isi hutan. la sangat berwibawa. Di hutan ini hidup juga sekelompok tikus yang tinggal di dalam lubang-lubang di antara bebatuan. Tikus-tikus ini tidak mengenal singa Si Raja Hutan karena jarang keluar dari sarangnya. Pada suatu hari, mereka keluar untuk bermain di atas bebatuan tempat mereka tinggal. Mereka berlompatan dengan riangnya. Kemudian, salah seekor dari tikus-tikus itu melompat tinggi. la terjatuh, jauh dari tempatnya melompat tadi. Ternyata ia terjatuh tepat di atas kepala singa yang sedang tidur lelap. Singa terbangun kaget. Ia kemudian berdiri. Wajahnya teramat marah. Mulutnya menganga, memperlihatkan gigi-giginya yang tajam menakutkan. Terdengarlah aumannya yang sangat keras. Tikus-tikus tadi tersentak kaget. Mereka berlarian ke dalam bebatuan tempat mereka tinggal. Sementara tikus yang terjatuh ke muka singa tadi terkesima dan diam tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.

55

www.rencanapembelajaran.com

Sang Raja Hutan melihat tikus kecil itu. Ia menangkap dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Si tikus menjerit ketakutan. "Cit... cit... cit..." "Herrrggh... diamlah kau, tikus kecil! gertak singa". Kau ma kh l u k le ma h . B e ra n in ya ka m u b e rj a l a n d i a t a s mu ka ku , m e n g g a n g g u t id u r k u . A ku a ka n m e m b u n u h m u ! " ka t a s in g a mengancam. Tikus semakin ketakutan. la coba memberanikan diri. "Tolonglah, ampuni hamba, Tuan. Jangan bunuh hamba. Mungkin suatu saat Tuan membutuhkan hamba." Mendengar itu, singa tertawa. "Apa? Kau makhluk kecil dan lemah kubutuhkan? Aku adalah ra ja d i h u t a n in i d a n se is i h u t a n in i t u n d u k p a d a ku , " S in g a menjelaskan. "Tapi, baiklah, aku yang besar ini malu rasanya membunuh makhluk kecil sepertimu. Nasibmu beruntung hari ini. Pergilah!" singa menghardik. Kemudian, singa melempar tikus jauh-jauh. "Terima kasih, Tuan!" teriak tikus yang segera saja berlari. Tikus kembali pada saudarasaudaranya. la menceritakan semua kejadian yang baru saja dialaminya. "Sungguh Raja Hutan itu baik sekali, telah melepaskan dan memaafkanku. Aku akan membalas kebaikannya itu," katanya. Suatu hari, singa sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Ia melihat sepotong daging yang besar di dalam jala. la tak sadar kalau itu perangkap pemburu. la makan daging itu dengan lahap. Lalu singa pun terperangkap. la berusaha melepaskan diri dari perangkap itu. Namun, ia tak mampu melakukannya. la mengaum keras, menggetarkan seisi hutan. Berdatanganlah singa yang lain, istri, anak, dan saudarasaudaranya. Singa betina maju dan berusaha melepaskan tali perangkap dengan cakar-cakarnya yang tajam. Tapi, ia tak berhasil. Kemudian, majulah anak-anaknya, singasinga kecil, dan bersama-sama memutuskan tali perangkap itu. Juga tak berhasil. Singa yang lain maju melakukan hal yang sama. Hasilnya pun sama. Si Raja Hutan yang terperangkap itu kembali mengaum keras. Aumannya itu sampai terdengar oleh tikus yang terjatuh di wajah singa tempo hari. la keluar dari lubangnya dan berlari ke arah datangnya suara. la melihat singa yang terperangkap. "Jangan takut, Tuan. Aku datang membantumu," katanya. Singa-singa yang berada di situ melihat ke arahnya dengan heran. Kami saja yang besar dan kuat tak mampu melakukannya, apalagi kamu yang lemah dan kecil," kata mereka sangsi. "Aku akan mencobanya," jawab tikus. Tikus mulai menggigit tali jerat dengan gigi-giginya yang tajam. Akhirnya, terputuslah tali-tali itu satu per satu sampai salah satu kaki singa bisa terlepas. Tetapi singa yang besar itu tetap belum dapat melepaskan dirinya. Tikus itu pun terus menggigit tali-tali itu sampai akhirnya badan singa terlepas semua. Singa bangun dan berteriak gembira bersama singa-singa lain. la sangat berterima kasih pada tikus yang telah menolongnya. "Ketika melepaskanmu dulu, aku tidak berpikir sama sekali bahwa suatu saat kau dapat menolongku. Lalu menyelamatkanku dari bahaya seperti yang kau lakukan sekarang ini. Ketika itu, aku memaafkanmu karena kau makhluk kecil dan lemah. Sekarang, aku tahu bahwa siapa pun dapat menolong yang lain. Makhluk yang lemah sekalipun. Terima kasih atas pertolonganmu," ucap singa. "Sama-sama, Tuan," kata tikus. Tikus itu pergi dengan pengalaman baru baginya. la berlari dan ingin segera menceritakan hal itu pada teman-temannya. Sumber: Abdul Aziz Abdul Majid dengan perubahan

1. Isi dongeng a. Di setiap kelompok atau lingkungan ada pemimpinnya, yang paling punya kemampuanlah yang berpeluang menjadi pemimpin. b. Singa merupakan hewan yang dianggap paling berkemampuan, berwibawa, dan disegani hewan lain, sehingga dijadikan raja hutan. c. Tikus merupakan hewan kecil yang dianggap lemah simbol rakyat kecil yang tidak mengenal rajanya. d. Pada saat berkegiatan salah satu tikus terjatuh dann menimpa kepala singa yang sedang tiduran sehingga singa marah. e. Tikus minta maaf karena perbuatannya tidak sengaja dan berjanji suatu saat akan membantu singa. f. Dengan kebijakannya singa memaafkan tikus dan melemparkannya jauh darinya. g. Singa mendapat kesulitan karena terperangkap jaring pemburu, seluruh keluarganya telah membantu tetapi tidak berhasil membebaskan singa. h. Tikus datang membantu singa setelah mendengar auman, dengan giginya yang tajam tikus berhasil membebaskan singa. i. Mereka saling berterima kasih, yang kuat dan yang lemah saling membantu.

56

www.rencanapembelajaran.com

2. Merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang a. Di setiap kelompok memerlukan pemimpinnya, yang paling punya kemampuanlah yang berpeluang menjadi pemimpin. Untuk itu, persiapkan diri dengan banyak belajar dan berlatih berorganisasi dan bermasyarakat. b. Singa merupakan hewan yang dianggap paling berkemampuan, berwibawa, dan disegani hewan lain, sehingga dijadikan raja hutan. Untuk itu, jika ingin aman dan tentram, pilihlah pemimpin yang benar-benar memiliki kemampuan, bisa diterima semua orang, dan disegani banyak orang. c. Tikus merupakan hewan kecil yang dianggap lemah simbol rakyat kecil yang tidak mengenal rajanya. Untuk itu, jika jadi rakyat perlu membuka diri, bermasyarakat agar tidak ketinggalan informasi. Jika jadi pemimpin, hendaklah menyadari petapapun lemahnya rakyat, mereka punya kemampuan untuk membantu pemimpinnya, jangan sia-siakan, perdayakan mereka. d. Pada saat berkegiatan salah satu tikus terjatuh dann menimpa kepala singa yang sedang tiduran sehingga singa marah. Untuk itu, berhati-hatilah, sering seseorang punya masalah besar hanya bermula hal-hal yang tidak sengaja, bahkan terjadi di luar kemampuannya sebagai manusia. Jika menjadi pihak yang kuat dan benar, kalau saja marah jangan berlebihan, kendalikan diri karena bisa jadi kita melakukan hal yang sama. e. Tikus minta maaf karena perbuatannya tidak sengaja dan berjanji suatu saat akan membantu singa. Untuk itu, kalau berbuat salah baik sengaja maupun tidak penting untuk meminta maaf dan berjanji akan mengganti kesalahan dengan perbuatan yang baik. Jika menjadi pemimpin hendaklah sangat pemaaf, terutama jika hanya berurusan dengan pribadi. f. Dengan kebijakannya singa memaafkan tikus dan melemparkannya jauh darinya. Untuk itu, kalau jadi pemimpin atau pihak yang benar, jangan bertindak berlebihan, misalnya menghukum mati, maafkanlah. g. Singa mendapat kesulitan karena terperangkap jaring pemburu, seluruh keluarganya telah membantu tetapi tidak berhasil membebaskan singa. Setiap pemimpin harus menyadari bahwa banyak kekuatan luar (pemburu) yang menebarkan berbagai perangkap, untuk menjerat para pemimpin, agar mau mengikuti kehendak pemburu, bahkan disantap atau diboleng. Seluruh kekuatan keluarga dan golongannya tak mampu menyelamatkan/membebaskan. h. Tikus datang membantu singa setelah mendengar auman, dengan giginya yang tajam tikus berhasil membebaskan singa. Untuk itu, setiap pemimpin dan orang yang kuat hendaklah tidak menyepelekan keunggulan dan kemampuan rakyat atau kelompok yang dianggap lemah, para buruh kasar, orang-orang rendahan, pegawai rendahan. Mereka justru sering menjadi orang pertama yang mebentengi, melindungi, dan membebaskan para pemimpin dan majikan mereka. i. Mereka saling berterima kasih, yang kuat dan yang lemah saling membantu. Untuk itu, perlu kesadaran bahwa kebersamaan, semangat saling memaafkan, melindungi, dan membebaskan antara si kuat dengan si lemah, sesama si kuat, dan sesama si lemah sangat penting, teruatama dalam menghadapi berbagai ancaman dan rongrongan dari luar.

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Penugasan

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan Awal 10
1. Guru memberikan apersepsi tentang mendengarkan dongeng sebelumnya. 2. Bertanya jawab tentang isi dongeng.

Metode Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penyajian dongeng (dari model,

60 Konstruktif

57

www.rencanapembelajaran.com

rekaman, dll) penuh perhatian. 2. Siswa berdiskusi menemukan pokok-pokok isi dongeng secara cermat. 3. Siswa berdiskusi untuk menunjukkan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang secara cermat. 4. Siswa menyampaikan hasil diskusi untuk ditanggapi teman lain penuh percaya diri.

Penugasan

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi 2. Guru memberikan tugas pada siswa tentang rencana kegiatan pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Kaset/CD dongeng 2. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.116-122). 3. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.254-260).

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal 1. Tulislah pokok-pokok isi dongeng yang disajikan secara lisan berikut ini! 2. Buktikan bagaimanakah relevansi isi dongeng yang kamu dengarkan dengan situasi sekarang ini! Format penilaian kegiatan siswa No 1 Aspek Menuliskan pokokpokok isi dongeng Deskriptor Menuliskan pokok-pokok isi dongeng lengkap Menuliskan pokok-pokok isi dongeng kurang lengkap Tidak menuliskan apa-apa Merelevansi isi dongeng disertai bukti Merelevansi isi dongeng tanpa bukti Tidak menuliskan apa-apa Jumlah Skor 3 2 0 3 2 0 6 3 Skor maks 3 : Tes tulis

Merelevansi isi dongeng

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum ..................................................... Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

58

www.rencanapembelajaran.com

........................................ ........ NIP .................................. NIP ........................................

...........................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 6.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ............................ : Bahasa Indonesia : VII/1 6. Mengekspresikan pikiran kegiatan bercerita.

dan

perasaan

melalui

Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. (1) Mampu menentukan pokok-pokok cerita. (2) Mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik. (3) Mampu bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik yang tepat. : 6 X 40 menit ( 3 pertemuan)

Alokasi Waktu

IV. Tujuan Pembelajaran


1. Siswa mampu menentukan pokok-pokok cerita. 2. Siswa mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik. 3. Siswa mampu bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture dan mimik yang tepat.

II. Materi Pembelajaran


1. Pokok-pokok bercerita Kata Maaf dari Ibu diadopsi dari Kumpulan Cerita Manca Negara karya Bambang Waluyo a. Ibu Cengkruk marah kepada Cengkruk dengan mengucapkan kata kutukan karena tanah pekarangannya telah dijual. b. Cengkruk tidak berani pulang karena uangnya habis untuk berjudi, ia pulang ke rumah pamannya. c. Cengkruk menyesali apa yang telah dilakukannya sampai sakit dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. d. Paman Cengkruk membawa ke seorang kyai untuk berobat. e. Kyai Ibrahim memegang tangan Cengkruk dan mengatakan bahwa Cengkruk kena kutukan dari ibunya.

59

www.rencanapembelajaran.com

f. g. h. i. j.

Paman Cengkruk menjemput Ibu Cengkruk. Kyai Ibrahim memberitahukan bahwa Cengkruk, anaknya, sakit. Sang Ibu tidak mau tahu karena hatinya sangat sakit. Kyai Ibrahim mengambil pisau untuk membunuh Cengkruk agar tidak menderita terlalu lama. Ibu Cengkruk mau memaafkan anaknya dan Cengkrukpun sembuh serta berubah menjadi anak yang taat pada ibunya dan shaleh.

2. Merangkai pokok-pokok cerita Kata Maaf dari Ibu Ibu Cengkruk marah dengan mengucapkan kata kutukan kepada Cengkruk Karena ia telah menjual tanah pekarangan yang ditempati ibunya kepada renternir. Hal ini menyebabkan ibu Cengkruk diusir oleh renternir dan terpaksa menumpang di tetangganya. Cengkruk tidak berani pulang karena uangnya habis untuk berjudi, ia pulang ke rumah pamannya. Tetangga Paman Cengkruk menyarankan supaya mendatangi Kyai Ibrahim untuk mengobati Cengkruk. Saran itu diikuti Pamannya dengan mendatangi Kyai Ibrahim dan mengajaknya ke rumah untuk mengobati Cengkruk. Kyai Ibrahim memegang tangan Cengkruk dan mengatakan bahwa Cengkruk kena kutukan dari ibunya. Paman Cengkruk menjemput Ibu Cengkruk.Kyai Ibrahim memberitahukan bahwa Cengkruk, anaknya, sakit.Sang Ibu tidak mau tahu karena hatinya sangat sakit.Kyai Ibrahim mengambil pisau untuk membunuh Cengkruk agar tidak menderita terlalu lama. Ibu Cengkruk mau memaafkan anaknya dan Cengkrukpun sembuh serta berubah menjadi anak yang taat pada ibunya dan shaleh. 3. Bercerita dengan urutan yang tepat, suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik yang tepat.

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. 5. Pemodelan Tanya jawab Inkuiri Penugasan Learning Comunity

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A.Kegiatan Awal 10
1. Siswa mencermati cuplikan cerita dari model atau rekaman CD 2. Bertanya jawab tentang peristiwa yang ada dalam cerita. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

Metode Pemodelan Inquiri Ceramah

B. Kegiatan Inti 1. Siswa mengidentifikasi peristiwa masing-masing yang menarik secara teliti. 2. Siswa memilih peristiwa yang paling menarik secara cermat. 3. Siswa mengidentifikasi pokok-pokok peristiwa yang paling menarik secara cermat. 4. Siswa menyusun pokok-pokok peristiwa yang paling menarik sebagai bahan cerita penuh kerja keras. 5. Siswa dan guru menyepakati format penilaian bercerita sepakat. C. Kegiatan Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam kegiatan menceritakan. 2. Guru memberikan tugas membuat cerita untuk

60 Konstruktif Penugasan

10 Refleksi

60

www.rencanapembelajaran.com

pertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang bercerita yang baik. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Inquiri

B. Kegiatan Inti
1. Siswa merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik penuh kerja keras. 2. Siswa berdiskusi menyunting rangkaian cerita untuk diperbaiki sebelum ditampilkan secara cermat. 3. Siswa memperbaiki hasil suntingan cerita secara cermat. 4. Siswa berlatih bercerita berdasarkan rangkaian cerita yang disusunnya penuh percaya diri. 5. Siswa dan guru menyepakati format penilaian bercerita sepakat.

60 Learning Comunity

C. Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa. 2. Guru memberi tugas siswa untuk bercerita singkat yang menarik untuk disampaikan pada pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

Pertemuan Ketiga Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang bercerita yang baik. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Questioning

B. Kegiatan Inti
1. Siswa secara individu bercerita dengan urutan cerita yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat penuh percaya diri. 2. Siswa lain menilai siswa yang tampil dengan mengisi format pengamatan secara objektif. 3. Siswa secara bergantian memberikan komentar pada siswa yang tampil secara santun. 4. Siswa menentukan tiga pencerita yang baik secara objektif. 5. Siswa pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman penuh percaya diri 6. Siswa menyimpulkan pelajaran terkait dengan kegiatan bercerita secara cermat.

60 Modeling

C. Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa. 2. Guru memberi tugas siswa untuk bercerita singkat yang menarik untuk disampaikan pada pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. Bagan identifikasi peristiwa 2. Kaset/CD bercerita/nara sumber

61

www.rencanapembelajaran.com

3. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.95-96). 4. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP Kelas 7 oleh Depdiknas (hal. 87-91). 5. Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.146-152).

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal 4. Identifikasilah minimal 3 peristiwa yang menarik yang pernah kamu alami! Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Skor Siswa menuliskan 3 peristiwa atau lebih 2 Siswa menuliskan 2 peristiwa 1 Siswa menuliskan 1 atau tidak menulis peristiwa 0 5. Tentukan satu peristiwa yang paling menarik dari daftar yang kamu buat tersebut! Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Skor Siswa menuliskan 1 peristiwa menarik 2 Siswa tidak menuliskan peristiwa menarik 0 6. Susunlah pokok-pokok cerita/peristiwa yang menarik dengan runtut! Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Skor Siswa menyusun pokok-pokok cerita /peristiwa secara runtut 2 Siswa menyusun pokok-pokok cerita/peristiwa tetapi tidak runtut 1 Siswa tidak menulis apa-apa 0 7. Ceritakanlah secara lisan peristiwa yang menarik itu berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah kamu susun dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik yang menarik! : Tes unjuk kerja : Uji petik kerja dan produk

Rubrik penilaian bercerita untuk disepakati guru dan siswa Nama siswa Tanggal Judul cerita No 1 2 3 4 5 6 Aspek Kesesuaian isi/urutan Suara Pelafalan Intonasi Gesture Mimik : ........................................ : ........................................ : ........................................ Deskriptor Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun Suara jelas dan kuat serta vokal tepat Pelafalan kata tepat dan jelas Tinggi rendah pengucapan kata sesuai makna Gesture sesuai dengan intonasi Keserasian antara ekspresi wajah, sikap, gerak, dan ucapan Jumlah skor maks Skor 1--5

30

*Keterangan: Berilah tanda skor sesuai rentangan nilainya yaitu antara 15. Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut:

62

www.rencanapembelajaran.com

Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ...........................,..................... Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

............................... .... NIP......................... NIP ...........................

...............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 6.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ................... : Bahasa Indonesia : VII/1 6. Mengekspresikan pikiran kegiatan bercerita. 6.2 Bercerita dengan alat peraga (1) Mampu membaca cerita menarik dari perpustakaan. (2) Mampu menentukan pokok-pokok cerita. (3) Mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik. (4) Mampu menentukan alat peraga yang mendukung cerita. (5) Mampu bercerita dengan menggunakan alat peraga berdasarkan pokok-pokok cerita. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

dan

perasaan

melalui

Alokasi Waktu

63

www.rencanapembelajaran.com

I.
1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menentukan cerita menarik dari perpustakaan. Siswa mampu menentukan pokok-pokok cerita. Siswa mampu merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang menarik. Siswa mampu menentukan alat peraga cerita. Siswa mampu bercerita dengan menggunakan alat peraga.

II.

Materi Pembelajaran
1. Daftar cerita menarik Pokok-pokok bercerita Contoh Timun Mas karya Masugy dalam Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP Kelas 7 oleh Nurhadi dkk. (hal. 140-142) 2. Alat peraga bercerita sesuai kontkes Boneka, bungkusan berisi garam, biji mentimun, paku 3. Merangkai pokok-pokok cerita Contoh Timun Mas Timun Mas yang sudah beranjak dewasa sedang bersenandung kecil sambil menjemur pakaian yang baru dicucinya. Si Embok yang mendengarkan suara Timun Mas yang berdegup kencang. Embok ingat peristiwa 13 tahun silam. Kala itu Embok sangat menginginkan seorang anak dengan mengadakan perjanjinan dengan Buto Ijo, Si Embok mendapatkan seorang anak. Janjinya, jika kelak dewasa anaknya diminta kembali oleh Buto Ijo. Kini Timus Mas sudah berusia 13 tahun, Embok sangat sedih membayangkan bila timun Mas benar-benar diambil oleh Buto Ijo. ...... 4. Bercerita dengan alat peraga

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. 5. Pemodelan Diskusi Tanya jawab Inkuiri Demosntrasi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan Awal 10
1. Siswa mencermati cuplikan cerita menarik yang ditampilkan. 2. Bertanya jawab mengenai hal menarik dari cerita tersebut.

Metode Tanya Jawab Pemodelan

B. Kegiatan Inti
1. Siswa mencermati cerita menarik dari buku perpustakaan cermat. 2. Siswa membaca cerita menarik itu diliputi rasa ingin tahu. 3. Berdiskusi untuk menentukan pokok-pokok cerita secara cermat. 4. Siswa merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik penuh percaya diri 5. Siswa menyiapkan alat peraga untuk mendukung cerita dilandasi kerja keras/kerelaan. 6. Siswa berlatih menceritakan peristiwa sesuai dengan pokok-pokok yang telah disusun penuh percaya diri.

60 Demonstrasi Diskusi

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa dalam kegiatan menceritakan. 2. Guru memberikan tugas membaca cerita untuk menemukan hal-hal menarik untuk diperiksa

10 Refleksi

64

www.rencanapembelajaran.com

pertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal


1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kesiapan latihan berceritanya. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Tanya jawab

B. Kegiatan Inti
1. Guru dan siswa menyepakati format penilaian pengamatan bercerita sepakat. 2. Siswa menceritakan peristiwa yang menarik secara individu dengan bantuan alat peraga penuh percaya diri . 3. Siswa lain menilai siswa yang tampil dengan mengisi format pengamatan secara objektif. 4. Secara bergantian siswa memberikan komentar pada siswa yang tampil secara santun. 5. Siswa dan guru menentukan tiga pencerita terbaik secara objektif. 6. Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman penuh percaya diri. 7. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran terkait kegiatan bercerita secara cermat.

60 Demonstrasi

C. Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa. 2. Guru memberi tugas siswa untuk melihat di TV tentang acara bercerita dengan alat peraga.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. 2. 3. 4. Alat peraga bercerita Kaset/CD bercerita/teks bercerita Buku Terampil Mendongeng karya Kusuma P, Grasindo: 2001 (hal. 27-33) Buku Bahasa dan sastra Indonesia Kelas 7 oleh Nurhadi dkk. (hal. 140-142) : Tes lisan : unjuk kerja produk

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal 4. Kemukakan pokok-pokok cerita menarik dari teks berjudul .........................karya ...........................hal................ Buku Teks berikut! Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa mengemukakan pokok-pokok cerita secara lengkap Siswa mengemukakan pokok-pokok cerita tetapi tidak lengkap Siswa tidak mengemukakan pokok-pokok cerita 5. Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita1 Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa menuliskan ranmgkaian cerita secara berutuan Siswa menuliskan rangkaian cerita tetapi tidak berurutan Skor 2 1

Skor 2 1 0

65

www.rencanapembelajaran.com

Siswa tidak menulisrangkaian cerita

6. Ceritakanlah secara lisan peristiwa yang menarik itu berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah kamu susun dengan urutan yang baik dan dibantu dengan menggunakan alat peraga (properti) Rubrik penilaian bercerita dengan alat peraga untuk diisi guru dan siswa Nama siswa Tanggal Judul cerita No 1 2 3 4 5 6 7 Aspek Kesesuaian isi/urutan Suara Pelafalan Intonasi Gesture/jeda Mimik/gerak Kesesuaian visualisasi properti : ........................................ : ........................................ : ........................................ Deskriptor Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun Suara jelas dan kuat serta vokal tepat Pelafalan kata tepat dan jelas Tinggi rendah pengucapan kata sesuai makna Gesture sesuai dengan intonasi Keserasian antara ekspresi wajah, sikap, gerak, dan ucapan Alat peraga/properti digunakan dengan tepat dan menambah jiwa cerita Skor maksimal Skor maks 2 3 3 4 4 5 4 25 Perolehan skor

*Keterangan: Berilah tanda skor sesuai rentangan nilainya yaitu antara 15 pada perolehan skor siswa. Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ............................. .... .................., ..................... Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................

...............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 7.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ................. : Bahasa Indonesia : VII/1 7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca. 7.1 Menceritakan kembali cerita anak yang dibaca. (1) Mampu Mampu menentukan pokok-pokok cerita anak yang dibaca. (2) Mampu merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi

66

www.rencanapembelajaran.com

urutan cerita. (3) Mampu menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulis. Alokasi Waktu : 6 X 40 menit ( 3 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi jenis cerita menurut usia pembacanya. 2. Siswa mampu menentukan pokok-pokok cerita anak. 3. Siswa mampu merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita yang menarik. 4. Siswa mampu menceritakan kembali cerita anak dengan bahasa sendiri secara lisan berdasarkan rangkaian cerita yang disusunnya. 5. Siswa mampu menceritakan kembali cerita anak dengan bahasa sendiri secara tulis berdasarkan rangkaian cerita yang disusunnya.

II. Materi Pembelajaran


1. Jenis cerita menurut usia Contoh cerita detektif yang berjudul Angsa Konyol yang dialihbahasakan dari The Mistery of The Silly Goose karya Elspeth Campbell Murphy. 2. Pokok-pokok cerita anak a. Nenek Lyddie kehilangan patung angsa kesayangannya. b. Lyddie mengatakan pada neneknya bahwa ia minta pertolongan pada detektif cilik. c. Detektif cilik yang bernama T2S (Timothy, Titus, dan Sarah Jane) siap membantu nenek dan orang-orang yang kehilangan hiasan taman mereka. d. Sarah Jane merayu Pricilla agar mengatakan di mana ia menemukan anak angsa itu. e. T2S menemukan kotak tempat kayu bakar yang teletak di belakang rumah. f. Perburuan angsa liar berakhir. Dari dalam klotak ditemukan si angsadan anakanaknya. 3. Rangkaian pokok cerita Nenek Lyddie kehilangan patung angsa-angsa kesayangannya. Nenek tampak sedih dibuatnya. Akhirnya, Lyddie minta tolong pada teman-temannya. Mereka adalah detektif cilik T2S. Detektif T2S suap membantu nenek Lyddie mencari angsa-angsa kesayangannya. Pricilla gadis kecil sedang bermain anak angsa didekati Sarah Jane. Pricilla? Dengar ya anak manis. Bisakah kau katakan padaku, di mana engkau menemukan anak angsa ini? Anak angsaku. Sarah Jane mencoba lagi Kita harus menemukan mama angsa ini Pricilla. Mereka bertiga menahan nafas dengan satu tangan kecilnya yang montok, Pricilla mendekap anak angsa itu erat-erat. Dan dengan stunya lagi, ia menunjuk tanah di depan sebuah kotak besar, yang terletak di bel;akang rumah. Timothy, Titus, dan Sarah Jane bergegas menuju ke kotak itu, dan mengangkat tutupnya. Perburuan angsa liar pun berakhir. Dari dalam kotak mereka menemukan si angsa dan anak-anaknya. 4. Cerita kembali secara lisan 5. Cerita kembali secara tertulis

III.
1. 2. 3. 4. 5.

Metode Pembelajaran
Pemodelan Diskusi Tanya jawab Inkuiri Demosntrasi

67

www.rencanapembelajaran.com

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan awal 10
1. Siswa mencermati cuplikan cerita anak yang ditampilkan/dibacakan. 2. Bertanya jawab mengenai pokok-pokok cerita anak tersebut.

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. 2. 3. Siswa mengidentifikasi jenis cerita anak dari bagan yang ditampilkan guru secara cermat. Siswa memilih cerita anak untuk dibaca dari persediaan di perpustakan sekolah secara cermat. Siswa membaca cerita menarik anak dengan judul .......................karya .............................dari buku perpustakaan yang telah disiapkan diliputi rasa ingin tahu. Berdiskusi untuk menentukan pokokpokok cerita secara kerja sama dan cermat. Siswa merangkai pokok-pokok cerita menjadi urutan cerita yang baik dan menarik penuh kerja keras dan percaya diri. Siswa menceritakan kembali cerita anak sesuai dengan pokok-pokok yang telah disusun secara tertulis dengan memperhatikan diksi dan ejaan yang tepat penuh kerja keras dan percaya diri.

60 Diskusi

4. 5. 6.

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan tanggapan siswa dalam kegiatan menceritakan kembali cerita anak. 2. Guru memberikan tugas menceritakan kembali cerita anak sesuai dengan rangkaian cerita yang telah disusun untuk pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan Awal 1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kesiapan latihan menceritakan kembali cerita anak. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu
10

Metode
Tanya jawab

68

www.rencanapembelajaran.com

B. Kegiatan Inti 1. Guru dan siswa menyepakati format penilaian pengamatan menceritakan kembali cerita anak secara sepakat. 2. Siswa secara individu menceritakan kembali cerita anak sesuai pokokpokok rangkaian cerita yang disusunnya secara tertulis penuh kerja keras dan percaya diri. 3. Siswa menukarkan pekerjaannya kepada teman diskusinya untuk disunting dan dinilai sesuai format penilaian secara cermat. 4. Siswa lain menilai tulisan teman dan memberi komentar pada format penilaian secara objektif. 5. Siswa secara bergantian mengomentari tulisan teman berdasar format penilaian secara santun. 6. Siswa memperbaiki tulisannya dalam menceritakan kembali cerita anak secara cermat. C. Kegiatan Penutup 1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa menceritakan kembali cerita anak secara lisan. 2. Guru memberi tugas kepada anak untuk membaca cerita anak dan menceritakan kembali secara tertulis untuk dipasang di mading kelas dan ditanggapi teman lain pada format saran. Pertemuan Ketiga Langkah Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal 1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kesiapan latihan menceritakan kembali cerita anak secara lisan. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya. B. Kegiatan Inti 1. Guru dan siswa menyepakati format penilaian pengamatan menceritakan kembali cerita anak secara lisan secara sepakat. 2. Siswa secara bergantian menceritakan kembali cerita anak sesuai pokok-pokok rangkaian cerita yang disusunnya secara tulis dan bersambung untuk disampaikan secara lisan penuh kerja keras dan percaya diri. 3. Siswa lain menilai penampilan teman dengan mengisi format penilaian secara objektif. 4. Siswa secara bergantian mengomentari penampilan teman berdasar format penilaian secara santun. 5. Siswa dan guru menentukan tiga pencerita terbaik secara objektif 6. Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari guru dan teman-teman penuh kerja keras dan percaya diri. 7. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran terkait kegiatan bercerita secara cermat. C. Kegiatan Penutup 1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang

60 Inquiry Demonstrasi

10 Refleksi

Waktu 10

Metode Tanya jawab

60 Pemodelan Inquiry

10

Refleksi

69

www.rencanapembelajaran.com

kesulitan siswa menceritakan kembali cerita anak secara lisan. 2. Guru memberi tugas kepada anak untuk membaca cerita anak dan menceritakan kembali secara tertulis untuk dipasang di mading kelas dan ditanggapi teman lain pada format saran.

Penugasan

V. Sumber belajar
a) b) c) d) Bagan cerita Kumpulan cerita anak , Kaset/CD bercerita Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.29-32). Buku Bhasa dan Sastra Indonesia kelas 7 oleh Nurhadi dkk. (hal.132-135). : penugasan + tugas rumah : tugas rumah + uji petik kerja produk

6. Penilaian
7. Teknik 8. Bentuk instrumen 9. Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh soal 10. Tentukanlah pokok-pokok cerita anak yang kamu baca! Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa menuliskan pokok-pokok cerita secara lengkap dan tepat Siswa menuliskan pokok-pokok cerita tetapi tidak lengkap Siswa tidak mengemukakan pokok-pokok cerita 11. Rangkailah pokok-pokok cerita itu menjadi urutan cerita secara sistematis! Pedoman penskoran menceritakan kembali secara tulis sbb. Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul cerita : ........................................ Skor 1--5 Skor 2 1 0

No 1 2 3 4 5

Aspek Kesesuaian isi/urutan Sistematika Variasi bahasa Uniti Bahasa dan EYD

Deskriptor Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun Tulisan tertata secara sistematis Tulisan menggunakan variasi bahasa yang komunikatif dan menarik. Tulisan merupakan rangkaian cerita yang utuh dan lengkap Ketepatan bahasa dan EYD Skor maksimal

25

70

www.rencanapembelajaran.com

3) Ceritakan kembali cerita tertulismu secara lisan untuk dinilai temanmu! Rubrik penilaian menceritakan kembali cerita anak secara lisan Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul cerita anak : ........................................ No 1 2 3 4 5 6 Aspek Kesesuaian isi/urutan Suara Pelafalan Intonasi Gesture Mimik Deskriptor Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun secara tertulis. Suara jelas dan kuat serta vokal tepat Pelafalan kata tepat dan jelas Tinggi rendah pengucapan kata sesuai makna Gesture sesuai dengan intonasi Keserasian antara ekspresi wajah, sikap, gerak, dan ucapan Skor maksimal *Keterangan: Berilah tanda skor sesuai rentangan nilainya yaitu antara 15. Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ..................., ......................... Guru Mata X skor (100) Ideal = ............................ 30 Skor 1--5

....................................... NIP................................

.......................................... NIP .................................

71

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 7.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ..................... : Bahasa Indonesia : VII/1 7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca. 7.2 Mengomentari buku cerita yang dibaca. (1) Mampu menentukan unsur-unsur buku cerita yang akan dikomentari. (2) Mampu mengomentari cerita anak dengan alasan yang logis dan bahasa santun. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu

I.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan unsur-unsur buku cerita yang akan dikomentari. 2. Siswa mampu mengomentari cerita berdasarkan unsur-unsurnya dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun.

II.
1.

Materi Pembelajaran
Unsur-unsur cerita Alur, tokoh, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan penggunaan bahasa. 2. Komentar terhadap cerita Menjelaskan atau menunjukkan kekuatan dan kelemahan cerita yang disertai alasan yang logis agar orang lain bisa menerima.

72

www.rencanapembelajaran.com

III.
1. 2. 3. 4.

Metode Pembelajaran
Diskusi Tanya jawab Inkuiri Learning Comunity

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan awal 10
1. Siswa diperdengarkan cuplikan cerita yang menarik dan satu paragraf tidak menarik. 2. Siswa membandingkan dan mengomentari 2 cuplikan cerita yang diperdengarkan. 3. Bertanya mengenai bagian menarik dan tidak menarik pada dari kedua cerita yang dipengarkan.

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa membaca cerita anak berjudul ................................dari buku .................. secara utuh dilandasi dasa ingin tahu. 2. Siswa menandai hal-hal yang akan dikomentari secara cermat. 3. Siswa berdiskusi menentukan bagian/unsur yang perlu dikomentari dari buku cerita penuh kerja keras dan cermat. 4. Dalam kelompok siswa menyusun komentar dari buku yang dibaca disertai alasan logis secara cermat dan santun. 5. Siswa berlatih memberikan komentar terhadap buku yang dibaca tersebut dalam kelompok diskusinya penuh kerja keras dan percaya diri. 6. Teman kelompok memberi tanggapan secara santun.

60 Diskusi Inquiry

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan tanggapan siswa dalam kegiatan memberikan komentar terhadap buku. 2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk berlatih mengomentari buku yang dibaca untuk pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kesiapan untuk memberikan komentar buku yang dibaca. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Guru dan siswa menyepakati format penilaian pengamatan memberikan komentar terhadap buku cerita yang dibaca sepakat. 2. Siswa secara individu mengomentari buku cerita yang dibaca sesuai dengan unsur-unsur cerita dilandasi percaya diri dan santun. 3. Siswa lain menilai tulisan teman dan memberi komentar pada format penilaian secara objektif.

60 Learning Comunity

73

www.rencanapembelajaran.com

4. Siswa memperbaiki tulisannya berdasarkan komentar dan penilaian teman secara cermat. 5. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran terkait mengomentari buku cerita secara tepat.

C. Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa dalam memberikan komentar buku cerita yang dibaca. 2. Guru memberi tugas ke pada siswa membaca buku cerita kemudian memberikan komentar dengan disertai alasan logis untuk dikumpulkan.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
a) b) c) d) Buku cerita anak Kaset/CD bercerita Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.116-122). Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.260-264). : penugasan + Tes unjuk kerja : tugas rumah + uji petik kerja produk

VI. Penilaian
a) Teknik b) Bentuk instrumen c) Instrumen penilaian

Lampiran 1: Contoh soal 1) Tentukanlah bagian-bagian buku cerita .........................yang perlu dikomentari. Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Skor Siswa menuliskan bagian-bagian cerita secara lengkap dan tepat 2 Siswa menuliskan bagian-bagian cerita tetapi tidak lengkap 1 Siswa tidak melakukan apa-apa 0 2) Bagaimanakah komentarmu mengenai buku cerita yang kamu baca? Kemukakan dengan alasan logis dan bahasa yang sopan. Pedoman penskoran mengomentari buku cerita secara tulis sbb. Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul cerita : ........................................ Skor 1--5

No 1 2 3 4

Aspek Kesesuaian isi/urutan komentar Variasi bahasa Alasan Bahasa dan EYD

Deskriptor Isi komentar sesuai dengan bagian-bagian cerita yang disusun Komentar buku disampaikan dengan bahasa yang runtut, sopan dan komunikatif. Komentar buku cerita yang ditulis disertai alasan yang logis. Ketepatan bahasa dan EYD Skor maksimal

20

74

www.rencanapembelajaran.com

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum Format pengamatan kegiatan diskusi kelompok. No 1 2 3 4 5 Dst, Keterangan: Berilah tiap kolom kegiatan dengan skor dengan rentangan 48! Mengetahui, Pelajaran, Kepala Sekolah ..................., ......................... Guru Mata Nama siswa Keaktifan Skor maks 8 Keseriusan Skor maks 8 Inisiatif Skor maks 8 X skor (100) Ideal = ............................

....................................... NIP................................

.......................................... NIP .................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 8.1


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP ........................... : Bahasa Indonesia : VII/1 8. Mengekpresikan pikiran, perasaaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng 8.1 Menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat

75

www.rencanapembelajaran.com

pantun. Indikator (1) Mampu menentukan syarat-syarat pantun. (2) Mampu menulis pantun (3) Mampu menyunting pantun sesuai dengan syaratsyarat pantun. : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan syarat-syarat pantun. 2. Siswa mampu menulis pantun 3. Siswa mampu menyunting pantun sesuai syarat-syarat pantun.

II. Materi Pembelajaran


1. Syarat-syarat pantun a. Dalam satu bait ada empat baris. b. Tiap baris terdiri dari empat kata. c. Baris satu dan dua sebagai sampiran, baris tiga dan empat sebagai isi. d. Bersajak abab. 2. Penulisan Pantun Contoh: Anak kancil pakai dasi Celana biru baju kuning Jika ingin meraih prestasi Tepat waktu sangat penting 3. Penyuntingan pantun

III. Metode Pembelajaran


1. Diskusi 2. Tanya jawab 3. Inkuiri

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan awal 10
1. Siswa mencermati pembacaan pantun dan puisi oleh model/guru 2. Siswa memberikan tanggapan dan kesan mengenai pantun yang dibacakan. 3. Bertanya jawab mengenai perbedaan kedua karya yang dibacakan tersebut.

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa membaca contohcontoh pantun yang dari Buku Teks dilandasi rasa ingin tahu. 2. Siswa berdiskusi menentukan syarat-syarat penulisan sebuah pantun secara cermat. 3. Secara individu siswa menulis pantun dengan memperhatikan syarat-syarat penulisan pantun penuh kerja keras dan percaya diri. 4. Siswa menukarkan hasil pekerjaannya kepada teman sebangku untuk disunting kerja sama.

60 Inquiry

76

www.rencanapembelajaran.com

5.

Siswa memperbaiki tulisannya setelah disunting secara tepat. 6. Siswa membacakan hasil tulisan puisinya untuk dikomentari teman yang lain penuh percaya diri.

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menanyakan tanggapan siswa dalam menulis pantun. 2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis pantun dengan tema tertentu untuk dipasang di mading kelas.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
a) b) c) d) Teks pantun CD pembacaan puisi/pantun Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.17-20). Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.57-60). : 1) Tes tulis , 2) Tes unjuk kerja , 3) portofolio : 1) Tes uraian, 2) Uji petik kerja produk, 3) dokumen draf pantun karya siswa yang disunting siswa lain.

VI. Penilaian
a) Teknik b) Bentuk instrumen c) Instrumen penilaian Lampiran 1: Contoh Soal Uraian 1) Agar menjadi pantun lengkapilah bagian yang rumpang berikut! Jamur subur di antara jerami ............ jangan hancurkan hati kami kita semua rakyat Indonesia Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Siswa menuliskan bagian yang rumpang dengan tepat Siswa menuliskan bagian yang rumpang tetapi tidak tepat Siswa tidak melakukan apa-apa Lampiran 2 : Contoh soal uji petik kerja 2) Buatlah sebuah pantun yang terkait masalah moral atau pendidikan! Suntinglah pantun yang sudah kamu buat itu! Pedoman penskoran membuat pantun sbb. Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul pantun : ........................................ Skor 2 1 0

77

www.rencanapembelajaran.com

No 1 2 3 4

Aspek Kesesuaian isi Tema Diksi Bahasa dan EYD

Deskriptor Pantun ditulis sesuai dengan syarat-syarat pantun Pantun ditulis sesuai dengan tema yang diberikan Tulisan pantun menggunakan diksi yang dipilih dan menarik. Ketepatan bahasa dan EYD Skor maksimal

Skor 1--5

20

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum Format pengamatan kegiatan diskusi kelompok. No 1 2 3 4 5 7 8 9 10 Dst, Keterangan: Berilah tiap kolom kegiatan dengan skor dengan rentangan 48! ..................., ......................... Mengetahui, Guru Pelajaran, Kepala Sekolah Mata Nama siswa Keaktifan Skor maks 8 Keseriusan Skor maks 8 Inisiatif Skor maks 8 X skor (100) Ideal = ............................

....................................... NIP................................

.......................................... NIP .................................

78

www.rencanapembelajaran.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS VII SM 1 KD 8.2


Sekolah Mata Pelajaran Kelas /Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP ............ : Bahasa Indonesia : VII/1 8. Mengekpresikan pikiran, perasaaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng 8.2 Menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau didengar. (1) Mampu menentukan unsur-unsur dongeng. (2) Mampu menulis dongeng berdasarkan unsurunsurnya. (3) Mampu memberi tanggapan terhadap tulisan dongeng. : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Alokasi Waktu

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menentukan unsur-unsur dongeng. 2. Siswa mampu menulis dongeng dengan memperhatikan unsur-unsurnya 3. Siswa mampu menanggapi dongeng dari segi keindahan dan daya tariknya.

II. Materi Pembelajaran


1. Unsur-unsur dongeng Penokohan, latar, alur, amanat, tema. 2. Dongeng Contoh dongeng Edelweiss ... Peri salju itu begitu cantik sehingga siapapun yang melihatnya, akan jatuh cinta kepadanya. Padahal, sebagai peri ia tak boleh menikah dengan manusia biasa. Hatinya terbuat dari es, dingin dan beku. Dia tak peduli apakajh mereka yang datang ke istananya itu mengaguminya atau tidak. Dia suka sekali menyanyi, suaranya merdu penuh pesona. Bgaikan desah angin semilir, di antara daun-daun cemara. Pada suatu hari, seorang pemburu yang tampan dan perkasa mendaki gunung itu, dia mendengar suara merdu peri salju, dihembus angin pegunungan. Dia tidak dapat menahan diri untuk tidak mencari sumbers uara yang mempesona itu. Siapa gerangan yang tinggal, di puncak gunung yang sepi ini.

79

www.rencanapembelajaran.com

Akhirnya, ia sampai ke istana salju dan bertemu muika dengan putri salju. Pemburu itu langsung jatuh cinta, tetapi karena merasa dirinya hina, dia tidak mau melanjutkan perasaannya. Pikirnya, wanita secantik itu tak mungkin tertarik pada pemburu miskin seperti dia. Sikapnya iktu berbeda sekali dengan rayuan dan pujian yang biasa didengar oleh peri salju. Karenya dia justru tertarik, pada pemuda pemburu itu. Ya, ... peri salju telah jatuh cinta. Pemuda itu diijinkannya tinggal di istananya. 3. Tanggapan dongeng

III. Metode Pembelajaran


1. 2. 3. 4. 5. Modeling Diskusi Tanya jawab Inkuiri demosntrasi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu A. Kegiatan awal 10
1. 2. 3. Siswa mencermati cuplikan dongeng yang ditampilkan dari rekaman CD. Siswa memberikan tanggapan dan kesan mengenai dongeng tersebut. Bertanya jawab mengenai ciri-ciri dongeng secara umum.

Metode Inquiry

B. Kegiatan Inti
1. Siswa membaca/mendengarkan dongeng penuh perhatian. 2. Siswa berdiskusi menentukan unsur-unsur yang menjadi syarat penulisan sebuah dongeng (penokohan, pokok cerita, latar, alur, amanat dll) secara cermat 3. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya penuh kerja keras dan percaya diri 4. Secara bergantian siswa mengomentari presentasi kelompok penampil secara objektif dan santun. 5. Siswa dan guru menyimpulkan syarat-syarat penulisan dongeng yang baik sepakat.

60 Learning Community

C. Kegiatan Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan meminta tanggapan siswa dalam menganalisis dongeng. 2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyusun kerangka penulisan dongeng untuk pertemuan berikutnya.

10 Refleksi

Pertemuan Kedua Langkah Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal 1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang kegiatan menyusun kerangka dongeng yang dilakukan sebelumnya. 2. Siswa berkelompok sesuai dengan kegiatan sebelumnya.

Waktu 10

Metode Tanya jawab

B. Kegiatan Inti
1. Siswa menulis dongeng sesuai dengan

60 Learning

80

www.rencanapembelajaran.com

2. 3. 4. 5.

6.

kerangka/pokok-pokok dongeng yang telah dibuatnya secara sistematis. Guru dan siswa menyepakati format penilaian menulis dongeng sepakat. Siswa membacakan hasil tulisan dongengnya untuk dikomentari teman penuh percaya diri. Siswa memberikan penilaian dan komentar terhadap dongeng yang ditulis temannya dengan menggunakan format pengamatan secara objektif dan santun. Siswa secara bergantian memberikan tanggapan/pendapat terhadap dongeng yang ditulis temannya. (baik tidaknya, menarik atau tidak, dan keindadahannya) secara objektif dan santun Siswa memperbaiki tulisan dongengnya berdasarkan komentar dan penilaian teman secara cermat.

Community

C. Kegiatan Penutup
1. Guru melakukan refleksi dengan bertanya tentang kesulitan siswa dalam memberikan komentar buku cerita yang dibaca. 2. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran terkait menulis dongeng yang baik, dan menarik. 3. Bertepuk tangan untuk mengakhiri keberhasilan belajar.

10 Refleksi

V. Sumber belajar
1. 2. 3. 4. 5. Kumpulan dongeng Kaset/CD dongeng Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi: Barokah,dkk. (hal.116-122). Bahasa dan Sastra Indonesia: Nurhadi,dkk. (hal.31-36). Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas VII Depdiknas (hal. 66-70). : Tes tulis + tes unjuk kerja : Tes uraian + Uji petik kerja produk

VI. Penilaian
1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Instrumen penilaian

Lampiran 1: Contoh soal uraian 1. Tentukanlah bagian-bagian atau unsur-unsur sebuah dongeng yang kamu dengar berikut! 2. Apakah tema dongeng yang kamu dengarkan berikut? 3. Bagaimanakah pendapatmu mengenai keindahan dongeng yang kamu dengar berikut? Pedoman penskoran sbb. Kegiatan Tiap butir jawaban dijawab secara tepat dan lengkap Jawaban yang salah tiap butir soal Siswa tidak melakukan apa-apa 4. kamu dengar tersebut! Pedoman penskoran menulis kembali dongengs sbb. Nama siswa : ........................................ Tanggal : ........................................ Judul dongeng : ........................................ Skor mak s 3 1 0

Tuliskanlah dengan bahasamu sendiri dongeng yang baru

81

www.rencanapembelajaran.com

No 1 2 3 4

Aspek Kesesuaian isi/urutan komentar Variasi bahasa Unsur-unsur Bahasa dan EYD

Deskriptor Tulisan ssuai dengan pokok-pokok dongeng yang dibaca/didengar Tulisan siswa menggunakan bahsa yang variatif dan menarik Dongeng yang ditulis memenuhi unsur-unsur dongeng. Ketepatan bahasa dan EYD Skor maksimal

Skor 1--5

20

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0100 adalah sebagai berikut: Perolehan skor Nilai akhir = Skor maksimum X skor (100) Ideal = ............................

Format pengamatan kegiatan diskusi kelompok. No 1 2 3 Keterangan: Berilah tiap kolom kegiatan dengan skor dengan rentangan 48! ..............................., ........................... Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Nama siswa Keaktifan Skor maks 8 Keseriusan Skor maks 8 Frekuensi tanggapan Skor maks 8

82

www.rencanapembelajaran.com