Anda di halaman 1dari 40

VOLTAMETRI

Kelompok 8

Kelompok 8
1. Naddia Nalarretha 260110110051

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Rizka Amalia
Bobby Kurniawan Nurul Asih R Anti Pebrianti M Adiba Hasna Rey Hagai Yheri Anggy Lutfy Tazkia Farhany

260110110052
260110110054 260110110055 260110110056 260110110057 260110110058 260110110059 260110110060 260110110061

10. Melani

VOLTAMETRI
Voltametri adalah metode elektrokimia yang mengamati kelakuan kurva arus-potensial. Potensial divariasi secara sistematis dari spesi kimia yang mengalami oksidasi-reduksi di permukaan elektroda. Arus yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi spesi kimia di dalam larutan.

PRINSIP AMPEROMETRI
1. Potensial konstan diaplikasikan pada elektroda kerja, dan arus diukur sebagai fungsi waktu. 2. Titrasi volumetric dapat dilaksanakan dengan mengukur arus difusi setelah tiap penambahan titran.

3. Dengan mengalirkan setiap perubahan volume titran


terhadap perubahan arus yang teramati maka akan diperoleh kurva yang terdiri atas dua garis lurus yang merupakan titik perpotongan yang disebut dengan titik ekivalen.

INSTRUMENTASI VOLTAMETRI
1. Elektroda kerja 2. Elektroda pembanding 3. Elektroda pendukung

ELEKTRODA
Voltametri sama halnya dengan potensiometer, mempunyai elektroda kerja dan elektroda pembanding, bedanya pada voltametri ditambah dengan sebuah elektroda yaitu elektroda pembantu (auxillary electrode) sehingga voltameter mempunyai 3 buah elektroda.

Elektroda Kerja
Elektroda kerja pada voltametri tidak bereaksi, akan tetapi merespon elektroda aktif apa saja yang ada dalam sampel. Pemilihan elektroda bergantung pada besarnya range potensial yang diinginkan untuk menguji sampel.

Dropping Mercury Electrode

ELEKTRODA PEMBANDING
Elektroda pembanding mempunyai potensial yang sudah tertentu, diketahui dengan pasti dan tidak mempengaruhi larutan sampel

ELEKTRODA PEMBANDING
Syarat elektroda pembanding : 1. Mengikuti persamaan Nerst, bersifat reversible 2. Memiliki potensial elektroda yang konstan oleh waktu 3. Segera kembali keharga potensial semula apabila dialiri arus yang kecil 4. Merupakan elektroda yang bersifat nonpolarisasi

secara ideal
Contoh elektroda pembanding adalah elektroda kalomel jenuh (SCE) atau Ag/AgCl

Elektroda Kalomel Jenuh

ELEKTRODA PEMBANTU
Elektroda pembantu berfungsi untuk menangkap kelebihan arus. Contohnya : platinum wire auxiliary electrode

Instrumentasi Amperometri
1. Amperometric Biosensor Biosensor amperometri bekerja dengan produksi arus ketika potensial diterapkan antara

dua elektroda. Mereka umumnya memiliki waktu


respon, rentang dinamis dan kepekaan mirip dengan biosensor potensiometri. Biosensor

amperometri sederhana dalam pemakaian


umum melibatkan elektroda oksigen Clark.

Amperometric Biosensor

Amperometri Biosensor
Suatu potensi dibawa antara katoda platinum pusat dan anoda perak melingkar dan menghasilkan arus listrik (I) yang bekerja antar

elektroda dengan cara larutan jenuh KCl.


Kompartemen elektroda ini dipisahkan dari biokatalis (oksidase glukosa) oleh membran plastik tipis, yang hanya permeabel terhadap oksigen.

Amperometri Biosensor
Solusi analit dipisahkan dari biokatalis dengan membran lain, yang permeabel terhadap substrat dan produk . Biosensor ini biasanya sekitar 1 cm tetapi telah diperkecil untuk diameter 0,25 mm

menggunakan kawat katoda Pt dalam baja


berlapis anoda jarum perak dan memanfaatkan dip-coated membrane.

PROSEDUR AMPEROMETRI
Larutan yang akan diuji ditaruh ke dalam sel titrasi dengan volume sudah diketahui, kemudian disusun seperti pada gambar. Alat dinyalakan dan oksigen yang terlarut dipisahkan dengan mengalirkan secara

perlahan nitrogen murni selama sekitar 15


menit. Voltase luar disesuaikan sesuai yang diinginkan, kemudian arus listrik difusi awal dicatat.

PROSEDUR AMPEROMETRI
Reagensia yang volumenya diketahui diteteskan dari buret semimikro, kemudian nitrogen dialirkan ke dalam larutan selama sekitar 2 menit Aliran gas yang lewat pada larutan itu kemudian dihentikan, tetapi tetap dibiarkan mengalir diatas larutan. Besarnya arus dan pembacaan buret dicatat.

Prosedur ini diulang sampai diperoleh data yang cukup


untuk menetapkan titik akhir sebagai titik potong dua bagian grafik yang linier.

Aplikasi
Aplikasi yang penting dari
amperometri adalah dalam kontruksi sensor kimia. Sensor amperometri yang pertama dikembangkan untuk melarutkan Oksigen dalam darah, yang mana dikembangkan pada 1956 oleh L.C. Clark. Contoh lain pada sensor amperometri

adalah sensor glukosa.

POLAROGRAFI
Polarografi merupakan metode analisis yang didasarkan pada prinsip elektrolisis dengan elektroda mikro tetes air raksa.

Prinsip Polarografi
Reaksi redoks terutama reaksi reduksi digunakan dalam metode ini Ion-ion logam dan senyawa organik yang dapat direduksi dapat ditentukan jenis

maupun konsentrasinya dengan metode


polarografi. Polarografi merupakan sub bagianVoltametri dengan menggunakan elektroda kerja elektroda tetes merkuri (dropping mercury electrode, DME).

Instrumentasi
Polarograf (instrumen
untuk polarografi) terdiri dari bagian sel polarografi (sel elektrolisis) dan pencatat polarogram.

Komponen Polarografi
Secara umum, polarograf tersusun dari tiga
komponen: 1. Mercury Elektroda (Elektroda Merkuri)

Elektroda merkuri merupakan elektroda kerja


dalam sistem polarografi,disamping 2 elektroda yang lain yaitu elektroda pembanding (Ag/AgCe atau kolonel jenuh) dan elektroda pembantu/ Auxiallary elektrode (Pt atau Au).Ketiga elektroda ditempatkan dalam satu tabung yang mengandung analit.

Adapun bentuk skema elektroda tersebut


adalah sebagai berikut :

2. Potensiostat

Potensiostat merupakan bagian instrumen yang terdiri dari rangkaian listrik yang berguna untuk menjaga potensial dan mengatur potensial tetap pada nilai tertentu. Skema :

3. Alat pembaca (Readout) Pada prinsipnya polarografi

adalah mengukur arus yang keluar


akibat pemberian potensial tertentu. Alat ukur yang paling sederhana adalah mikroampermeter. Pada perkembangannya pembacaan arus

secara digital bahkan komputer.

Teori
Hubungan arus difusi dengan konsentrasi zat elektroaktif Ilkovic :

= arus difusi rata-rata dalam A 607 = tetapan n = jumlah elektron dalam proses Ox + ne-> Red D = koefisien difusi m = massa raksa yang mengalir melalui kapiler/waktu dlm mg/s t = waktu penurunan dalam s C = konsentrasi spesies elektroaktif dlm mmol/L atau mM

Analisis
Kualitatif Kuantitatif

KUALITATIF
Pemilihan elektrolit penunjang

Berdasarkan nilai E1/2 spesies tertentu

Contoh:
E1/2 untuk Cd dengan KCl- -0,6 V Cd dengan NH4Cl -0,81 V Cd dengan NaOH -0,78 V

KUANTITATIF
Metode perbandingan langsung Arus difusi larutan uji dibandingkan dengan arus difusi larutan baku Penggunaan kurva baku empiris Plot data hubungan arus difusi dengan konsentrasi

Metode standar internal


Metode standar adisi Metode kuasi absolut

PROSEDUR POLAROGRAFI
Analisis kuantitatif ini dapat dilakukan dengan cara: Kurva kalibrasi Titrasi voltametri atau amperometer

Penambahan standard

Kurva Kalibrasi
Lakukan pengukuran secara polarografi terhadap larutan standar Buat kurva antara id vs C

Pada kondisi yang sama diukur larutan


cuplikan

Hasil id di plotkan pada kurva kalibrasi


Konsentrasi diketahui dari id yang

diperoleh.

Penambahan Standar

Titrasi Amperometer
Diperoleh kurva antara id (A) dengan volume titran (ml) Dari kurva tersebut dapat digunakan titik ekivalen bila salah satu atau kedua pereaksi dapat direduksi pada permukaan elektroda dengan

potensial tertentu

Contoh kurva amperometer

Titrasi Pb2+ (dapat direduksi) dengan SO42- (tidak dapat direduksi)


Id ( A)

Vol. (mL)

Titrasi Mg2+ (tidak dapat direduksi) dengan 8-hidroksiquinolin (dapat direduksi)

THANK YOU
XIE XIE
KAM SIA