Anda di halaman 1dari 21

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL,KELUARGA,INDIVIDU SEBAGAI AWAL MULA PENYALAHGUNAAN OPIOID

Oleh : Fitria Apriliani 1102209117 Kelompok 5 Bidang Kepeminatan Ketergantungan Obat Tutor : dr. H. Achmad Sofwan M.Kes PA

Latar Belakang
United Nations Drug Control Programme (UNDCP) melaporkan bahwa kurang lebih 200 juta orang di seluruh dunia ini telah menjadi pengguna NAPZA, dan tiga juta diantaranya berada di Indonesia.
Hasil Survei BNN-UI (2008) estimasi Estimasi penyalahguna narkotika 1,99% populasi (3,3 juta). Dari 3,3 juta, populasi laki-laki 2,9 juta

Latar Belakang
PERSENTASI PENYALAHGUNA NARKOBA TAHUN 2008

40.30%
PELAJAR/MHS

BUKAN PELAJAR/MHS

59.70%

Latar Belakang

Motivasi dan penyebab mengapa orang mengkonsumsi obat-obatan tersebut dapat bermacam-macam antara lain sebagai tindakan pemberontakan karena adanya penolakan oleh lingkungan seperti adanya perasaan minder, latar belakang dari keluarga yang berantakan, patah hati, atau hal-hal lain.

Deskripsi Kasus
Tuan SA mengaku pertama kali mengenal narkoba dari teman-temannya, alasan ia memakai karena banyaknya masalah keluarga, lingkungan pergaulannya, dan kurang perhatian dan pengawasan dari pihak keluarga bahkan beberapa keluarganya seperti om, kakak, dan adeknya juga memakai barang haram tersebut.

Diskusi

Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baiksintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahankesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapatmenimbulkan ketergantungan

NARKOTIKA dibedakan kedalam golongan-golongan :

Golongan I

Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukanuntuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan Contoh : heroin/putauw, kokain, ganja

Golongan II
Golongan III

Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapatdigunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan Contoh : morfin, petidin

Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuanpengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan Contoh : kodein

Opioid adalah jenis NAPZA yang mempunyai potensi ketergantungan paling kuat. Golongan ini terdiri dari berbagai turunan dan zat sintesisnya. Turunan tersebut antara lain : opium, morfin, diasetilmorfin/ diamorfin (heroin, smack, horse, dope), metadon, kodein, oksikodon (percodan, percocet), hidromorfon (dilaudid), levorfanol (levo-dromoran), pentazosin (talwin), meperidin (demerol), propeksipen (dorvon) .

Opioid memiliki dua efek utama: berdampak analgesik dan efek euforia. Mereka dapat digunakan secara intravena (IV), subkutan, dan intranasal atau merokok.

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Zat


1.

Lingkungan Sosial
Kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau rawan, dapat menjadi faktor terganggunya perkembangan jiwa kearah perilaku yang menyimpang yang pada gilirannya terlibat penyalahgunaan/ketergantungan narkoba.

Lingkungan sosial yang rawan tersebut antara lain :


Tempat-tempat transaksi narkoba baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi Lemahnya penegakan hukum Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung Berteman dengan penyalahguna. Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar.

2. Keluarga

Keluarga telah digambarkan sebagai yang paling mempengaruhi masa kanak-kanak dalam faktor mengontrol anak dan dalam membentuk adaptasi kemudian hari. Pengaruh dari keluarga pada penyalahgunaan narkoba remaja pada dasarnya penting, tapi kompleks. faktor tentang kualitas dan konsistensi dari manajemen keluarga, komunikasi keluarga, hubungan keluarga dan role-modelling orangtua telah konsisten diidentifikasi sebagai prediksi dari penyalahgunaan obat [3].

Penyebab penggunaan narkoba salah satunya adalah keluarga dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Keluarga yang memiliki sejarah (termasuk orang tua) pengguna narkoba Keluarga dengan konflik yang tinggi dan tidak pernah ada jalan keluar yang memuaskan semua pihak dalam keluarga. Konflik dapat terjadi antara ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, maupun antar saudara. Keluarga dengan orang tua yang otoriter, yang menuntut anaknya harus menuruti apapun kata orang tua, dengan alasan sopan santun, adat-istiadat, atau demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri tanpa memberi kesempatan untuk berdialog dan menyatakan ketidak setujuan. Keluarga tidak harmonis

3. Individu
Cenderung membrontak dan menolak otoritas. Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti Depresi, cemas, Psikotik, keperibadian dissosial. Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku Rasa kurang percaya diri (low self-confidence), rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low self-esteem) Sifat mudah kecewa, cenderung agresif dan destruktif Mudah murung, pemalu, pendiam Mudah merasa bosan dan jenuh Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran

Kasus pada tuan SA


Lingkungan dan teman pemakai
Kurang pengawasan dan perhatian moril dari ortu Kakak, adik, dan om pemakai

Banyak masalah, kecewa, rasa ingin tahu

Narkotik : Opioid (heroin)

Pandangan Islam
Di era Rasulullah, zat berbahaya yang paling populer memang baru minuman keras (khamar). Kemudian pada zaman modern seperti sekarang ini, Narkoba juga dapat dianalogikan sebagai hal-hal yang memabukkan.

Al Maidah ayat 90

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Anak dan istri digunakan Allah SWT untuk menguji kesabaran bagi manusia. Karena dalam perjalanan hidup di dunia ini tidak lepas dengan lingkungan (social interaction), sehingga dibutuhkan etika atau norma-norma dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteriisterimu dan anak- anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS At- Tagabun:14)

Kesimpulan dan Saran


Faktor yang mendorong penyalahgunaan opioid hanya faktor genetik dan kepribadian. Terdapat kesan bahwa lingkungan berperan terbatas sebagai faktor pendukung untuk perilaku yang telah dipilih sendiri oleh individu sesuai kecenderungan. Faktor individu sendiri dapat kita bentuk sejak dini dari pihak keluarga yang harmonis, hubungan komunikasi antara anggota keluarga semua berjalan baik . tidak luput juga dibutuhkannya pengawasan orang tua dalam lingkungann sosial yang baik dan sehat. Maka dari itu setiap orang perlu menanamkan keimanan dan taqwa kepada Allah SWT di lingkungan, keluarga bahkan diri sendiri agar terhindar dari hal-hal buruk baik dunia maupun akhirat.

DAFTAR PUSTAKA
1.

2. 3.

4.
5.

6.

Departemen Kesehatan RI, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Kaplan & Sadock. Sinopsis Psikiatri Jilid satu. Binarupa Aksara. Jakarta 1997. National Drug and Alcohol Research Centre, Univers ity of New South Wales. Causes and Correlates of Adolescent Drug Abuse and Implications For Treatment. Sydney, Australia. 1999 National Institute of Drug Abuse. Prescription Drugs: Abuse and Addiction, October 2012 Nurdin AE. Madat, Sejarah, Dampak Klinis dan Penanggulangannya. Penerbit Mutiara Wacana. Semarang 2007 Preda A. Opioid Abuse Clinical Presentation. Available at http://emedicine.medscape.com/article/287790-clinical (last