Anda di halaman 1dari 10

BAB II PEMBAHASAN Sistem pencernaan adalah proses memasukkan, menyimpan makanan, sementara, mencerna secara fisik dan kimiawi,

absorpsi, dan defekasi. Sistem pencernaan dibangun atas organ-organ seperti mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan usus buntu. Selain itu, sistem pencernaan dibantu juga oleh kelenjar ludah, hati, dan kelenjar pankreas. 1. Rongga Mulut Fungsi rongga mulut adalah mengambil dan memasukkan makanan. Rongga mulut terdiri atas: a. Lidah Lidah dapat dibagi menjadi badan lidah dan akar lidah. Lidah sebagian besar terdiri atas jaringan otot rangka dengan serabut-serabut otot yang tersusun. Berkas-berkas serabut otot lidah diselubungi oleh jaringan ikat yang fibroblastis serta terdapat pembuluh darah, jaringan saraf, dan jaringan lemak. Diantara serabut-srabut otot lidah dijumpai kelenjar-kelenjar seprerti kelenjar Von Ebner pada sulkus terminalis sebagai kelenjar serkus yang menghasilkan enzim phytalin. Pada lidah dikenal 4 macam papila yaitu sebagai berikut: 1) Papila filiformis Berbentuk seperti kerucut, terdiri dari jaringan epitel berlapis banyak pipih. Pada binatang pemakan rumput epitel ini dapat menanduk, disokong oleh jaringan ikat yang disebut lamina propia. Papila filiformis berfungsi untuk menangkap rasa tekan. 2) Papila fungiformis Bentuknya kurang lebih seperti jamur, pada bagian apeknya sering dijumpai puting pengecap, berbentuk bulat lonjong. Pada lamina propianya lebih banyak mengandung pembuluh darah dibandingkan dengan lamina propia pada papila filiformis. 3) Papila sirkumvilata Letaknya hampir sama rata dengan permukaan lidah. Masing-masing papila dilingkupi oleh parit. Papila ini banyak mengandung puting-puting pengecap, pada manusia sekitar 250 buah puting. Papila sirkumvilata epitelnya tak pernah menanduk, banyak terdapat pada sulkus terminalis. Berhubungan dengan parit papila sirkumvilata terdapat saluran Von Ebner. Fungsi pengecap rasa asin dan manis.

4) Papila foliata Terletak pada bagian sisi lidah, sebenarnya merupakan pematang-pematang yang sejajar letaknya. Bentuknya hampir sama dengan papila sirkumvilata, hanya lamina propianya lebih terdiferensi struktur halusnya. b. Puting pengecap Diduga bahwa setiap puting pengecap mengandung sebanyak 4-20 buah sel neuro epitel. Keping-keping pengecap ini dapat dijumpai juga pada: Lengkung gloso-paringeal Langit-langit lunak Bagian posterior dinding epiglotis Dinding posterior pharynk sampai mencapai larynk Pada daerah akar lidah banyak ditemukan jaringan limfoid( nodus-nodus limfe) yang berperan dalam mencegah masuknya badan-badan asing. c. Gigi Sebagian besar gigi dibangun oleh dentin yang terdiri dari glycoprotein 28% dan kristal-kristal apatit 72% . Bagian lain adalah email yang terdiri dari 4% glycoprotein dan 96% kristal-kristal apatit. Akar gigi dilapisi oleh cementum yang mempunyai juluran-juluran sitoplasma. Gigi terbenam dalam lubang yang terdapat pada rahang yang disebut alveolus. Untuk mempererat hubunga gigi maka cementum dan tulang rahang dihubungkan dengan serabut-serabut kolagen disebut membran periodont. d. Kelenjar ludah Fungsi kelenjar ludah adalah menggetahkan ludah atau saliva. Sativa ini banyak mengandung lendir atau musin dan enzim ptyalin/amilase. Fungsi sativa adalah mempermudah proses penelanan dan pencernaan makanan serta melindungi selaput mulut. Berdasarkan letaknya kelenjar ludah dibedakan atas: 1) Kelenjar parotid Merupakan kelenjar tubulo-alveoler bercabang majemuk. Bagian sekretorisnya, merupakan kelenjar strous sejati, yang menghasilkan enzim pytalin, atau ada juga enzim maltase. Letaknya kira-kira dibawah telinga, saluran pelepasannya disebut duktus stesonianus, yang bermuara pada pembuluh vestibulum didepan molar kedua pada rahang atas. 2) Kelenjar submandibular Kelenjar ini terdapat pada sisi sebelah dalam lidah. Kelenjar submandibular merupakan kelenjar campuran antara serous dan mukus, dengan kelenjar serousnya lebih banyak. Saluran pelepasannya disebut duktus warthonnianus, yang bermuara pada sisi frenulum lidah. 3

3) Kelenjar sublingual Kelenjar ini terletak pada bagian mukosa dari rongga mulut, dibawah frenulum lidah. Kelenjar sublingual juga merupakan kelenjar campuran antara serous dan mukus, tetapi mukus yang lebih banyak. Saluran pelepasannya banyak sekali didaerah sekitar lidah.

2. Faring Dinding faring tersusun atas tiga lapisan yaitu: Lapisan mukosa, terletak paling dalam dan bersambungan dengan hidung (saluran pernapasan), mulut dan saluran estasius. Lapisan fibrosa Lapisan berotot, otot utama pada pharynk otot konstriktor (epiglotis)

3. Esofagus Esofagus berdinding empat lapis. Lapisan paling luar berupa jaringan ikat renggang (dua lapis serabut otot), lapisan submukosa dan lapisan paling dalam lapisan lendir (mukosa). Keempat lapisan tersebut diatas terdapat semua, hanya untuk lapisan terluar, maka pada esofagus yang terdapat diatas diafragma yang dibatasi oleh adventitia, sedangkan yang berada dibawah diafragma dibatasi oleh lapisan serosa. Lapisan epitel esofagus dibangun oleh lapisan epitel berlapis banyak pipih, karena fungsinya hanya sebagai penelan. Kelenjar-kelenjar yang munkin dijumpai pada esofagus : Kelenjar esofagus, terdapat menyebar pada faring, bagian sekretoris terbenam dalam submukosa, dan menghasilkan mukus Kelenjar kardia, letaknya berbatasan dengan lambung, bagian sekretori pada lamina propia juga menghasilkan mukus. Karakteristik lainnya yaitu pada daerah lapisan muskularis mukosa terdiri dari : 1/3 esofagus bagian anterior adalah otot skelet involuntary 1/3 esofagus bagian tengah adalah campuran otot skelet dan otot polos 1/3 esofagus bagian eksterior adalah otot polos

4. Lambung Lambung selain berfungsi sebagai reservoir juga mnghasilkan getah lambung yang menghasilkan enzim pepsin dan lipase. Dalam lambung sudah terjadi proses absorpsi seperti untuk air, garam, gula, alkohol, dan obat-obatan. Bila lambung dalam keadaan kosong dinding lambung sebelah dalam membentuk lipatan-lipatan longitudinal yang disebut rugae. Rugae ini tidak permanen, karena apabila lambung terisi makanan, maka rugae akan menghilang. Lapisan lamina propia lambung banyak sekali mnegandung kelenjar-kelenjar, dan berdasarkan adanya macam-macam tipe kelenjar ini secara histologis lambung dibagi menjadi : 1. Lapisan mukosa a) Epitelium, dibangun oleh epitel selapis silindris. b) Lamina propia, semua macam kelenjar yang terdapat pada lambung dapat dijumpai pada lapisan ini. c) Muskularis mukosa, pada beberapa hewan dinding muskularis mukosa tidak hanya terdiri dari 2 lapisan (sirkuler dan longitudinal) saja, tetapi 3 lapisan yaitu : - Susunan otot sirkuler - Susunan otot longitudinal - Susunan otot sirkuler lagi 2. Lapisan submukosa Lapisan ini dibangun oleh jaringan ikat kendor. 3. Lapisan muskularis eksterna Kebanyakan hewan terdiri dari 3 lapisan, yaitu : - Bagian dalam otot polos tersusun miring - Bagian tengah otot polos tersusu melingkar Bagian luar otot polos tersusun memanjang 4. Lapisan serosa Merupakan jaringan ikat yang dibangun oleh sel-sel mesotelium.

Lambung ruminansia (hewan memamah biak) dapat dibagi atas 4 bagian lambung yang berbeda yaitu : Rumen Retikulum omasum abomasum

Secara histologis bagian rumen, retikulum dan omasum mempunyai struktur yang sama dengan esofagus, sedangkan bagian abomasum benar-benar mempunyai struktur lambung. Jadi yang dapat mencerna hanya bagian abomasum saja. 5.Usus halus Merupakan saluran panjang sekitar 8.25 m dan dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu : a) Duodenum Merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan ventriculus. Pada duodenum terjadi proses pemecahan lemak dan karbohidrat. Panjangnya sekitar 25 cm. b) Jejunum/ usus kosong Merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan duodenum dan dan ileum. Disini tidak terjadi proses penyerapan dan pencernaan makanan. c) Ileum/ usus penyerapan Merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan jejunum dan intestinum crassum. Disini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Adapun fungsi usus halus ialah sebagai berikut : - Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler darah dan saluran limfe. - Menyerap protein dalam bentuk asam amino - Menyerap karbohidrat dalam bentuk emulsi. Adapun kelenjar dalam usus halus meliputi : Enterokinase, mengaktifkan enzim proteolitik Eripsin, menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino Laktase, mengubah laktase menjadi monosakarida

6 . Kelenjar pankreas Terletak didekat ventriculus yaitu diantara duodenum dan limfe. Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin yang berfungsi untuk mengatur(menurunkan) kadar gula dalam darah. Kelenjar pankreas berfungsi untuk menghasilkan getah pankreas yang banyak mengandung enzim. Enzim tersebut adalah : Enzim amilopsin, mengubah amilum menjadi maltose Enzim lipase, mengubah lipid menjadi asam lemak dan gliserol Tripsinogen dengan bantuan enterokinase akan diubah menjadi tripsin yang berfungsi memecahkan pepton menjadi asam amino. 6

7. Hepar / hati Merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar didalam tubuh. Terletak didalam rongga perut sebelah kanan. Hati berfungsi menghasilkan cairan empedu (bilus) yang ditampung dalam kantong empedu (vesika felea), menawarkan racun, menyimpan gula dalam bentuk glikogen, mengubah provitamin A menjadi vitamin A, menjaga keseimbangan zat makanan dalam darah dan mengubah kelebihan asam amino menjadi urea untuk dikeluarkan dari tubuh. 8.Usus kasar / usus besar Panjangnya kurang lebih 1.5 m dengan lebar 5-6 cm. Lapisan-lapisan usus besar dari dalam keluar meliputi : a) b) c) d) Selaput lendir Lapisan otot melingkar Lapisan otot memanjang Jaringan ikat

Adapun fungsi usus besar, meliputi : 1. Menyerap air dan makanan 2. Tempat tinggal bakteri colli 3. Tempat feses Usus besar terdiri atas : Seikum Dibawah seikum terdapat appendiks filiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebu juga umbai cacing, panjangnya 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritonium mudah bergerak walapun tidak mempunyai mesentenium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada orang yang masih hidup. Kolon asendens Panjangnya 13 cm,terletak dibawah abdomen sebelah kanan membujur ke atas dan ileum ke bawah hati. Dibawah hati membengkok ke kiri, lengkungan ini disebut fleksura hepatika, dilanjutkan sebagai klon tranafersum. Appendiks (usus buntu) Bagian dari usus besar yang muncul seperti colon dari akhir seikum mempunyai pintu keluar yang sempit tapi masih memungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus. Sebagai suatu organ pertahanan terhadap infeksi kadang appendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya kedalam rongga abdomen. Rektum Terletak dibawah kolon sigmoid yang mnghubungkan intestinum mayor dengan anus, terletak dalam rongga pelvis didepan os sakrum dan os koksigis. 7

a)

b)

c)

d)

e) Anus Adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh 3 spinter : - Spinter Ani internus, bekerja tidak menurut kehendak. - Spinter Levator Ani,bekerja idak menurut kehendak. - Spinter Ani Eksternus, bekerja menurut kehendak.

BAB I PENDAHULUAN A.Latar belakang Makanan yang masuk kedalam tubuh tidak begitu saja akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui anus. Melainkan melalui berbagai proses yang sedemikian rupa yang rumit dan panjang. Awalnya makanan akan masuk melalui mulut dan dibantu oleh lidah, gigi, dan kelenjar ludah. Makanan kemudian diteruskan ke faring. Dari faring ke esofagus. Proses selanjutnya berlangsung di lambung, disini terjadi proses absorpsi yang dibantu beberapa kelenjar. Dari lambung menuju usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum. Selanjutnya makanan akan diproses didalam usus besar dan berakhir di anus untuk dikeluarkan sebagai feses. Proses pencernaan makanan tentu saja membutuhkan waktu yang panjang. Misalnya saja di lambung dimana makanan akan diproses selama 1-3 jam. Kemudian di usus halus di proses selama 1-6 jam. Sedangkan di usus besar makanan di proses selama 12-36 jam. Nah, karena proses yang rumit dan panjang inilah, proses pencernaan dibahas secara detail untuk mengetahui organ-organ apa saja yang berperan kedalam suatu sistem yang disebut dengan sistem pencernaan. B.Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1) Apakah yang dimaksud dengan sistem pencernaan ? 2) Organ-organ apa saja yang berperan dalam proses pencernaan makanan ? C.Batasan masalah Dalam makalah ini materi hanya dibatasi yakni hanya seputar masalah sistem pencernaan. D.Tujuan penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan lebih mendalami materi sistem pencernaan baik bagaimana prosesnya ataupun organ apa saja yang terlibat didalamya.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Selama pembuatan makalah ini penulis banyak mengalami hambatan dan kesulitan. Disamping itu, materi yang disajikan pun masih terbatas. Meskipun demikian, dengan harapan tidak mengurangi isi dari materi yang disajikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memerlukan banyak penyempurnaan di masa mendatang. Oleh karenanya itu, segala kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan makalah ini sangat kami hargai. Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Majene,20 juli 2011

Penyusun

BAB III PENUTUP

A.KESIMPULAN Sistem pencernaan makanan dibantu oleh pembuluh-pembuluh yang sangat muskuler dimana dari mulut sampai ke anus yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rongga mulut Faring Esofagus Lambung Usus halus Usus kasar / usus besar Usus buntu tumbuh rudimentair

Selain pembuluh (saluran), sistem pencernaan dilengkapi pula dengan kelenjarkelenjar pencernaan, baik yang terdapat pada dinding saluran pencernaan maupun di luar saluran pencernaan seperti kelenjar ludah atau sativa, hati, dan kelenjar pankreas.

B.SARAN Dengan adanya makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui sistem pencernaan dan mengetahui bagimana prosesnya serta dapat menjelaskan organ apa saja yang terlibat didalamnya.

Anda mungkin juga menyukai