Anda di halaman 1dari 12

SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA OLEH: MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA KKN BBM KE-48 KECAMATAN KEDUNG ADEM, KELURAHAN

JAMBEREJO, BOJONEGORO 2013

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

1. PENGERTIAN KESEHATAN REPRODUKSI Secara sederhana reproduksi berasal dari kata re = kembali dan produksi = membuat atau menghasilkan, jadi reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang

sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Sedangkan kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu

keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Definisi kesehatan reproduksi menurut hasil ICPD 1994 di Kairo adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak sematamata ketiadaan penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi dan proses. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural. 2. PENGENALAN ORGAN REPRODUKSI DAN FUNGSINYA a. Alat Reproduksi Wanita 1) Genetalia Eksterna

Mons Veneris: Berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika Labia Mayora: Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual.

Labia Minora: Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf.

Klitoris: Merupakan daerah erotik utama pada wanita yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan rangsangan seksual.

Uretra: Atau dikenal sebagai lubang urethra. Merupakan saluran tempat keluarnya air kencing dari kandung kemih. letak sekitar 2 2.5 cm dibagian posterior basis klitoris.

Vestibulum: Bentuknya cekung dan memanjang antara labia minor dan orifisium vaginae. Adapun poasisi klitoris berada dibagian ujung anterior vestibulum yang berbentuk segitiga. Pada vestibulum terdapat dua buah kelenjar skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang mengeluarkan sekret pada waktu koitus (hubungan seksual).

Hymen: Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar. Merupakan segel yang memisahkan antara genetalia eksterna dan interna. Umumnya memiliki lubang kecil untuk aliran darah menstruasi. Bentuknya dapat berupa bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Hymen dapat robek apabila terkena suatu trauma atau pada saat hubungan seksual dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan. Hymen yang abnormal, misalnya tidak berlubang (hymen imperforata)

menutup total lubang vagina, sehingga menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Bagian ini merupakan salah satu tanda keperawanan

Perineum: Perineum berada di antara vulva dan anus, tersusunan atas otot-otot dan saraf serta pembuluh darah yang kompleks. Panjang perineum sekitar 4 cm. Otot perineum yang kaku saat persalinan menyebabkan organ ini robek saat bayi lahir begitu pula sebaliknya

Anus: berfungsi sebagai alat pembuangan kotoran/ tinja

2) Genetalia Interna

Vagina: Berfungsi sebagai saluran keluar untuk mengeluarkan darah waktu haid dan sekret dari dalam uterus, alat untuk bersenggama, jalan lahir bayi waktu melahirkan Vagina adalah saluran berbentuk tabung yang

menghubungkan rahim ke bagian luar tubuh wanita. Vagina merupakan alat reproduksi yang berada di bagian paling luar seperti halnya penis pada pria. Vagina dapat menghasilkan berbagai macam sekresi, seperti keringat, skene pada vulva, cairan endometrial, oviductal, cervical mucus dam lain-lain. Sekresi pada dinding vagina itu sendiri adalah sesuatu yang dapat meningkatkan gairah seksual pada wanita. Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang begitu rentan terkena infeksi karena batas antara uretra dengan anus sangat dekat. Sehingga dapat menimbulkan kuman penyakit seperti jamur, bakteri maupun virus yang mudah masuk ke liang vagina. Infeksi dalam vagina juga dapat terjadi karena

terganggunya keseimbangan ekosistem.

Ekosistem

vagina

adalah sebuah lingkaran kehidupan yang dipengaruhi oleh dua unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus, bakteri yang baik. Dalam ekosistem normal di dalam vagina terdapat berbagai macam bakteri, sekitar 95 persen lactobacillus dan 5 persen adalah pathogen (bakteri yang jahat). Walaupun terdapat bakteri pathogen, namun tidak akan mengganggu selama kondisi ekosistem vagina masih seimbang. Keseimbangan akan

terganggu apabila derajat keasaman menurun, pertahanan alamiah akan turun dan rentan terhadap infeksi. Ekosistem vagina yang tidak seimbang bisa disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kontrasepsi oral, diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, douching, dan gangguan hormon seperti pubertas, kehamilan atau menopause. Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan selalu merawat kebersihan vagina anda. Itulah beberapa hal penting yang perlu anda ketahui tentang alat reproduksi dalam sistem reproduksi wanita. Dengan mengetahui alat reproduksi wanita dan fungsi-fungsinya, anda akan lebih mudah dalam menangani organ yang paling berharga anda. Leher Rahim (Serviks) Leher rahim atau serviks merupakan bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak di bagian bawah rahim. Tugas serviks ini adalah membantu jalannya sperma dari vagina menuju rahim. Leher rahim mengeluarkan lendir tertentu dengan tugas yang berbeda-beda dan berada di daerah yang berbedabeda pula. Uterus: Rahim atau yang biasa disebut dengan uterus merupakan alat reproduksi wanita yang paling utama. Salah satu ujungnya adalah leher rahim (serviks) dan ujung yang lainnya adalah tabung falopian (tuba fallopi). Rahim berada di pelvis dan dorsal ke kandung kemih dan ventral ke rectum. Rahim ditahan oleh beberapa ligament. Pada kondisi tidak hamil, ukuran rahim hanyalah beberapa centimeter saja. Di dalam rahim banyak

terdapat otot. Lapisan permanen jaringan otot yang terdalam disebut dengan endometrium. Fungsi utama rahim adalah menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalamendometrium dan dapat makanan dari pembuluh darah. Ovum yang dibuahi menjadi embrio dan berkembang menjadi fetus. Setelah itu akan menjadi gestates hingga kelahiran. Jika terjadi kehamilan rahim akan didorong ke dalam perut sampai ke perluasannya. Tuba Fallopi: Tuba fallopi atau tabung falopi merupakan dua buah saluran halus yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Panjang tuba falopi pada manusia adalah antara 7 hingga 14 cm. Saat sel telur berkembang dalam ovarium, ia akan diselubungi folikel ovarium. Apabila sel telur matang, maka folikel dan dinding ovarium akan runtuh dan membuat sel telur berpindah memasuki tuba fallopi dan dilanjutkan ke rahim dengan bantuan cilia. Ovarium: Indung telur atau ovarium merupakan kelenjar kelamin yang dimiliki oleh wanita. Terdapat dua ovarium dalam sistem reproduksi wanita. Ovarium berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon steroid dan peptide seperti estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron ini berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang dibuahi. Hormon-hormon ini juga berperan memberikan sinyal pada kelenjar hipotalamus dan pituari dalam mengatur siklus menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak menuju rahim. Jika ada sperma yang masuk maka sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi proses kehamilan. Ligamentum: Berfungsi untuk mengikat atau menahan organorgan reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya. Fimbriae: merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct.

Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium. b. Alat Reproduksi Laki-Laki

1) Genetalia Eksterna Penis: Berfungsi untuk menyalurkan dan menyemprotkan sperma saat ejakulasi Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang

membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi). Skrotum: berfungsi untuk melindungi testis dari taruma atau suhu Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos dapat berfungsi mengerut untuk dan

menggerakan

skrotum

sehingga

mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang

berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu

beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh. 2) Genetalia Interna Testis: Memproduksi sperma, Tempat memproduksi testosteron yang memegang peranan penting untuk sifat kelamin sekunder dan kejantanan Epididimis: menghubungkan testis dengan saluran vas deferens, memproduksi cairan yang banyak mengandung enzym dan gizi yang fungsinya mematangkan / menyempurnakan bentuk sperma vans deferens: Berfungsi untuk menyalurkan sperma dari epididimis ke vesika seminalis, tempat menyimpan sebagian dari sperma sebelum dikeluarkan . Vesika seminalis: Berfungsi sebagai tempat untuk mengeluarkan cairan yang sifatnya alkalis atau sedikit basa yang mengandung fruktosa dan zat gizi yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa dan agar sperma lebih segar, kuat dan mudah bergerak dalam mencapai ovum, sebagai tempat penyimpanan spermatozoa sebelum dikeluarkan melalui kegiatan seksual. Kelenjar prostat: Mengeluarkan cairan yang bersifat alkalis yang encer berwarna seperti susu mengandung asam sitrat, kalsium dan beberapa zat lain kelenjar bulbo uretralis; berfungsi mengsekresi cairan yang membantu 3. agar sperma lebih tahan hidup dan lebih

memungkinkan untuk bergerak dan memudahkan pembuahan. MENGAPA REMAJA PERLU PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI? Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial. Remaja harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi, yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya MASA KRITIS

Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai reproduksi. 4. PUBERTAS a. Pengertian Pubertas Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis) Masa pubertas disebut juga akil baligh. Pada masa ini telah tercapai kematangan seksual yaitu sistem reproduksi telah mampu membuat sel-sel kelamin (gamet). Hal ini dipengaruhi oleh produksi hormon kelamin dan kelenjar hipofisis. Secara biologis, tubuh telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian bila ditinjau secara segi psikis, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Tingkat perkembangan pada setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan, produksi hormon, konsumsi proses

makanan, dan penyakit. Gejala pubertas dapat ditinjau secara fisik dan psikis (kejiwaan/emosional). b. Pubertas secara fisik 1) Ciri-ciri primer Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Lakilaki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium). Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami mimpi basah yang

mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali. 2) Ciri-ciri sekunder Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut: Mulai tumbuh jakun. Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.

Tumbuh kumis atau jenggot. Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol. Bahu melebar melebihi bagian pinggul. Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar. Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka. Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri

kelamin sekunder sebagai berikut: Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul. Pinggul melebar. Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin. Suara lebih nyaring. Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

3) Perubahan proporsi tubuh. Bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah. c. Pubertas Secara Psikis 1) Mencari identitas diri Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar. 2) Mulai tertarik kepada lawan jenis Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Sbg mns normal, wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum

diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri remaja maupun bayi yang dikandungnya.

5. AWAL MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DAN DAMPAKNYA Menikah muda Pergaulan bebas Aborsi Hubungan seks pra nikah Pengguna narkoba Penderita IMS dan HIV/AIDS

6. PENGETAHUAN DASAR AGAR KESPRO BAIK Tumbuh Kembang remaja Mendewasakan usia perkawinan, merencanakan kehamilan PMS dan HIV/AIDS Bahaya narkoba dan miras Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2 negatif Memahami hak-hak reproduksi

7. HAK-HAK REPRODUKSI Guna mencapai kesejahteraan yang berhubungan dengan fungsi dan proses sistem reproduksi, maka setiap orang (khususnya remaja) perlu mengenal dan memahami tentang hak-hak reproduksi berikut ini: Hak untuk hidup Hak mendapatkan kebebasan dan keamanan Hak atas kesetaraan dan terbebas dari segala bentuk diskriminasi Hak privasi Hak kebebasan berpikir Hak atas informasi dan edukasi Hak memilih untuk menikah atau tidak, serta untuk membentuk dan merencanakan sebuah keluarga Hak untuk memutuskan apakah ingin dan kapan mempunyai anak Hak atas pelayanan dan proteksi kesehatan Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan Hak atas kebebasa berserikat dan berpartisipasi dalam arena politik

Hak untuk terbebas dari kesakitan dan kesalahan pengobatan (Poltekkes Depkes Jakarta I, 2010).

8. TIPS MASA REMAJA Pertebal keimanan Pilih pergaulan yang benar. Bisa membatasi diri dalam pergaulan dengan lawan jenis Cari pengetahuan positif yang berhubungan dengan masa remaja. Jangan terbawa arus, hindari menonton film dan gambar-gambar porno.

DAFTAR PUSTAKA

Definisi Kesehatan Remaja, Online (http://mitrainti.org/?q=node/380, di unduh 3 Juli 2013) Hand Out Mata Kuliah Konsep Kesehatan Reproduksi FKM

http://biologimediacentre.com/sistem-reproduksi-2-reproduksi-pada-manusia/ http://www.sridianti.com/alat-reproduksi-pria.html http://sraksruk.blogspot.com/2012/09/gambar-alat-reproduksi-wanita.html http://velnetdepansmanegeripunung.16mb.com/2012/10/alat-reproduksi-pria-danwanita-beserta-fungsinya/

Beri Nilai