Petunjuk Teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2013

1

DAFTAR ISI Daftar Isi BAB I Pendahuluan .................................................................... 4 4 5 5 6 10 10 10 11 13 13 13 16 17 18 18 19 20 20 21 22 23 A. Latar Belakang .................................................................... B. Tujuan .................................................................................. C. Ruang Lingkup ................................................................... BAB II Mekanisme Pelaksanaan Proper Dekonsentrasi 2013 BAB III Tahap Persiapan ............................................................. A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER ............................. B. Penguatan Kapasitas ......................................................... C. Sosialisasi ............................................................................ BAB IV Inspeksi Lapangan dan Supervisi ............................... A. Pengumpulan Data Awal ................................................. B. Pelaksanaan Inspeksi ........................................................ C. Penyusunan Laporan Inspeksi ......................................... D. Supervisi .............................................................................. BAB V Pemeringkatan ................................................................ A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara ............................................................. B. Pemberitahuan Hasil Peringkat Sementara ................... C. Sanggahan/Klarifikasi ...................................................... D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER .............. BAB VI Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota .................. BAB VII Jadual Kegiatan Proper 2013 ....................................... BAB VIII Evaluasi dan Pelaporan ...............................................

2

Saran dan masukan terhadap Petunjuk Teknis ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja PROPER. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER. dapat dilaksanakan secara terarah dan terukur oleh Pemerintah Provinsi sesuai sasaran kinerja Kementerian Lingkungan Hidup. Akhir kata kami berharap Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi para pihak dalam mengupayakan perbaikan kualitas lingkungan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadiran ALLAH SWT. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER. Jakarta. Petunjuk teknis ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan kegiatan dekonsentrasi di daerah dalam upaya meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup dan menjaga agar pencemaran lingkungan hidup dapat dicegah sejak dini. Petunjuk Teknis Kegiatan Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Dalam rangka menjawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik.R. Karliansyah 3 . Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan mengupayakan perencanaan program dan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Tahun 2013 dapat kami susun tepat pada waktunya. Januari 2013 Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan M.

serta penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternal. Latar belakang Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. dan meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. menurunnya pencemaran lingkungan pada air. telah menetapkan urusan bidang lingkungan hidup yang menjadi Kewenangan Pemerintah. sampah. udara. tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim. Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup. memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS). Tujuan utama penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas perbantuan adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah. Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi. sebagaimana dimaksud dalam konsideran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Pengawasan pengendalian pencemaran air dan udara serta limbah B3 melalui mekanisme PROPER merupakan satu dari Program Nasional yang dilaksanakan secara dekonsentrasi. Untuk menstandarkan pelaksanaan dekonsentrasi tersebut perlu disusun petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah 4 . pada hakekatnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Daerah melalui pendelegasian kewenangan yang dimiliki dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah agar terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan limbah B3.BAB I PENDAHULUAN A. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Menteri memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. akuntabilitas dan efisiensi.

B. Sedangkan Bab VII menjelaskan tentang Jadual Pelaksanaan dan selanjutnya pada Bab VIII dijelaskan tentang Evaluasi & Pelaporan. C. Langkah setelah inspeksi lapangan dan supervisi dijelaskan dalam BAB V tentang Pemeringkatan. Ruang Lingkup Petunjuk teknis dekonsentrasi ini memuat langkah-langkah dan standar teknis pelaksanaan PROPER di Provinsi. maka Lampiran-lampiran dipisahkan dari Buku Petunjuk Teknis. Langkah-langkah peningkatan kapasitas di jelaskan pada Bab VI. BAB II Mekanisme Pelaksanaan Dekonsentrasi Proper 2013. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. 5 . Petunjuk teknis terdiri dari BAB I Pendahuluan yang menjelaskan mekanisme umum Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3.(SKPD) Provinsi dalam melaksanakan lingkup penyelenggaraan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup. BAB IV menjelaskan tentang mekanisme dan prosedur pelaksanaan inspeksi lapangan dan supervisi. BAB III menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan untuk persiapan pelaksanaan PROPER. Tujuan Tujuan petunjuk teknis ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi institusi pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi dalam melaksanakan tugas dekonsentrasi PROPER. Salah satu tugas dekonsentrasi adalah peningkatan kapasitas Kabupaten/Kota. Untuk kepraktisan buku ini.

c. No. Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Penetapan provinsi yang berperan serta pada pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2013 telah ditentukan melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengendalian Pencemaran yang dilakukan di Jakarta pada tahun 2012. Distribusi perusahaan peserta PROPER melalui mekanisme dekonsentrasi. 454 perusahaan yang memperoleh peringkat taat dalam 3 periode PROPER terakhir. Untuk memperbaharui data perusahaan yang mutakhir. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROVINSI Aceh Bali Banten Bengkulu D. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan telah mengirimkan surat No. 1238 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh 32 provinsi. Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan akan melakukan evaluasi kinerja lingkungan terhadap 2168 perusahaan dengan ketentuan: a. Pengawasan dan usulan peringkat Biru. b. Yogyakarta DKI Jakarta Gorontalo Jambi Jawa Barat Jawa Tengah KESEPAKATAN RAKERNIS 2012 20 37 100 15 25 10 49 120 62 USULAN PROVINSI 2013 10 36 78 20 21 85 10 49 115 76 6 . f. Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.BAB II MEKANISME PELAKSANAAN DEKONSENTRASI PROPER 2013 Pada periode penilaian PROPER tahun 2012-2013. e. B-296 /Dep. Merah dan Hitam dilakukan oleh 32 Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui mekanisme self assesment. 476 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Seluruh provinsi telah memberikan respon dengan rekapitulasi jumlah industri yang diusulkan sebagai berikut: Tabel 1.I. d. Pada Rakernis tersebut telah disetujui jumlah dan nama perusahaan yang akan dilakukan pengawasan penaatan oleh 32 Provinsi.II/LH/PDAL/01/2013 Perihal Permohonan Rapor PROPER 2012-2013 dan Kandidat Industri PROPER 2012-2013 untuk meminta masing-masing Provinsi mengajukan daftar nama perusahaan yang akan di PROPER pada periode 2012-2013.

Peningkatan Kapasitas. 3. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PROVINSI Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kep. PEM = Sektor Pertambangan Energi Migas. 2. Inspeksi Lapangan dan Supervisi. 7 . Pemeringkatan Penaatan. 4.No. Persiapan. AGRO = Sektor Agroindustri Adapun daftar lengkap perusahaan peserta PROPER yang didekonsentrasikan kepada Provinsi terdapat pada Lampiran 1. Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku NTB Papua Barat Riau Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara TOTAL KESEPAKATAN RAKERNIS 2012 95 30 55 19 25 21 75 22 40 75 6 35 16 10 31 30 51 80 1178 USULAN PROVINSI 2013 75 32 55 19 25 26 20 75 26 31 10 100 7 35 12 10 31 35 50 40 1238 Keterangan : MPJ = Sektor Manufaktur Prasarana Jasa. Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 tahapan pelaksanaan PROPER sebagai berikut : 1.

semua aparat yang terlibat dalam pelaksanaan PROPER wajib melaksanakan etika Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup. Salah satu prinsip dasar adalah pelaksanaan PROPER yang didekonsentrasikan kepada 30 Provinsi tersebut di atas. 8 . Berkomunikasi secara sopan dan profesional dengan petugas dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Tahapan Pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2013 Dalam melaksanakan dekonsentrasi PROPER terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaannya. Menghindari setiap pertentangan kepentingan karena faktor finansial atau kepentingan lainnya yang berkaitan dengan hasil pengawasan. Menaati semua ketentuan disiplin dan sumpah pegawai negeri. Untuk menjamin kredibilitas dan akuntabilitas pelaksanaan PROPER. 3. Kriteria Penilaian PROPER dan Mekanisme Pelaksanaan PROPER wajib mengikuti ketentuan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. yakni: 1.PERSIAPAN PENETAPAN TIM TEKNIS & TIM PELAKSANA PENGUATAN KAPASITAS SOSIALISASI PENGUMPULAN DATA INSPEKSI LAPANGAN & SUPERVISI INSPEKSI TAHAP I SUPERVISI TAHAP I INSPEKSI TAHAP II SUPERVISI TAHAP II INSPEKSI TAHAP III SUPERVISI TAHAP III PEMERINGKATAN PENAATAN PENYUSUNAN RAPORT SEMENTARA REVIEW PERINGKAT TAHAP I PENENTUAN PERINGKAT SEMENTARA PEMBERITAHUAN PERINGKAT SEMENTARA MASA SANGGAHAN REVIEW SANGGAHAN REVIEW PERINGKAT TAHAP II USULAN PERINGKAT PENINGKATAN KAPASITAS PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN / KOTA Gambar 1. 2.

9 . akurat. 8. dan obyektif. Melengkapi diri dengan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan yang mudah dibawa untuk menghindari hutang budi terhadap usaha dan atau kegiatan. Melaporkan fakta-fakta hasil pengawasan secara lengkap. Menguasai dan menerapkan konsep K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) selama melaksanakan pengawasan.4. 6. Berpenampilan pantas termasuk mengenakan pakaian dan peralatan pelindung untuk keselamatan kerja. 7. Selalu berupaya meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan teknis. 5.

Aceh. Banten. Adapun langkah-langkah tahap persiapan antara lain adalah: A. sedangkan provinsi (Bali. Bengkulu.BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan pada dasarnya adalah persiapan untuk melaksanakan kegiatan PROPER selanjutnya. Ketua Tim Pelaksana PROPER. B. perusahaan yang akan di PROPER. Gorontalo. 10 . c. adalah pejabat pengawas lingkungan hidup daerah atau staf teknis yang memperoleh pelatihan pengawasan PROPER. Kepala Intitusi Lingkungan Hidup Provinsi menyampaikan Surat Keputusan Tim Pelaksana PROPER Provinsi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Tim Inspeksi PROPER Provinsi. Sulawesi Tenggara. Tim Pengolah Data harus menguasai komputer terutama aplikasi Ms Word dan Ms Excel. Kalimantan Timur. Khusus untuk penilaian aspek kerusakan lingkungan kegiatan pertambangan dapat dilakukan bekerjasama dengan inspektur tambang pada instansi pertambangan Provinsi. Penguatan Kapasitas Dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan PROPER. Pelaksanaan penguatan kapasitas PROPER dilakukan kepada 8 provinsi baru (Sulawesi Barat. Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan PROPER perlu disiapkan agar pelaksanaan PROPER sesuai dengan target dan jadual yang ditetapkan. Langkah-langkah penyusunan tim adalah sebagai berikut : 1. Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi: 1) Staf administrasi yang bertugas menyelesaikan urusan administrasi dan keuangan. d. D.I. adalah Kepala Bidang yang menangani pengawasan. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER Tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan dekonsentrasi PROPER 2013 adalah melakukan penyusunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi. 2. Kepala Institusi Lingkungan Hidup Provinsi menetapkan susunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi dalam suatu surat keputusan dengan susunan sebagai berikut: a. Perangkat lunak seperti Kriteria Penilaian. 2) Tim Pengolah Data yang bertugas mengelola data hasil pengawasan lapangan dan menyiapkan Rapor. b. maka sumberdaya manusia pelaksana harus memenuhi persyaratan kompetensi yang standar. Kepulauan Riau dan Papua Barat). Kalimantan Tengah.

Jawa Timur. NTB. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memperoleh sertifikasi dapat melakukan peningkatan kapasitas kepada Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Tim Teknis PROPER KLH. dan Sumatera Utara) yang telah melaksanakan PROPER tahun 2011-2012 akan dilakukan penyegaran (refreshment) di Jakarta. Kepala Badan Lingkungan Hidup menugaskan maksimal 5 orang Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah bersertifikat penguatan kapasitas tahun 2012.Yogyakarta. Output kegiatan: 1. Tim teknis PROPER KLH melakukan penguatan kapasitas sumberdaya manusia kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. Sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER didasarkan atas uji kompetensi dan tingkat kehadiran peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas. Jambi. II. Maluku. Penyegaran Petugas Inspeksi PROPER Provinsi (22 Provinsi Lama) 1. untuk mengikuti penyegaran (refreshment) PROPER di Jakarta. Sumatera Selatan. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah mengikuti penyegaran (refreshment) PROPER melakukan sosialisasi PROPER kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang tidak mengikuti penyegaran yang dilakukan oleh Sekretariat PROPER KLH. 2. C. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyegaran dengan ketentuan: dilakukan penguatan kapasitas dan I. Riau. 3. Jawa Barat. 4. Sekretariat PROPER KLH mengkoordinasikan pelaksanaan penguatan kapasitas dan sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. Penguatan Kapasitas Petugas Inspeksi PROPER Provinsi (10 Provinsi Baru) 1. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas dan penyegaran PROPER. Jumlah orang yang mengikuti penyegaran PROPER dan penguatan kapasitas. 3. 2. Kep. Lampung. Sekretariat PROPER KLH mengkoordinasikan pelaksanaan penyegaran (refreshment) PROPER kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. Kalimantan Barat. 2. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. Jumlah orang yang mendapat sertifikat penguatan kapasitas PROPER. DKI Jakarta. Sulawesi Selatan. Sumatera Barat. Sosialisasi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengadakan sosialisasi PROPER kepada perusahaan dalam rangka menginformasikan keikutsertaan dan kriteria serta mekanisme PROPER dengan ketentuan: 11 . Sulawesi Tengah. Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. 3.

Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat melaksanakan sosialisasi kepada pemangku kepentingan lain dalam rangka mendukung pelaksanaan PROPER melalui berbagai metode seperti pencetakan dan penyebaran leaflet dan booklet. Sekretariat PROPER Provinsi mendokumentasikan jumlah dan kehadiran/absensi perusahaan yang memperoleh sosialisasi. Pelaksanaan Sosialisasi menggunakan narasumber dari Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memiliki sertifikat penguatan kapasitas/PPLHD. 2. Jumlah peserta sosialisasi. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengundang perusahaan peserta PROPER tahun 2012-2013 di wilayahnya. 3. Jumlah perusahaan yang memperoleh sosialisasi. seminar dan workshop. 3. 2. Output: 1. dan kegiatan dengan media massa. Tidak diperkenankan memungut anggaran dari perusahaan atau peserta untuk pelaksanaan sosialisasi. 4.1. peserta sosialisasi dan menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Laporan Pelaksanaan kegiatan sosialisasi. 12 .

B. yang digunakan untuk menyusun strategi inspeksi lapangan. Laporan Pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL. b. d. Pengumpulan Data Awal Pengumpulan data awal bertujuan mengumpulkan informasi awal. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi: 2 (dua) orang yang sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat mengumpulkan data dengan kuisioner untuk perusahaan baru dan menyampaikan hasil kuesioner kepada Sekretariat PROPER. Pelaksanaan inspeksi Dalam rangka pengambilan data sekunder dan primer Petugas Inspeksi PROPER Provinsi melakukan inspeksi lapangan dengan ketentuan: 1. 2. Persiapan yang baik dengan informasi awal yang lengkap merupakan faktor penentu utama pelaksanaan inspeksi yang efektif dan efisien. Setiap Tim Inspeksi terdiri atas: a. Laporan Pelaksanaan Izin. Pengumpulan data awal dilaksanakan dengan ketentuan : 1. Untuk melakukan pengawasan Aspek Pengendalian Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Limbah B3 kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan).BAB IV INSPEKSI LAPANGAN DAN SUPERVISI A. c. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengumpulkan data awal berupa : a. kapasitas produksi atau jasa. proses produksi atau jasa. Profil Perusahaan yang memuat informasi dasar seperti nama dan alamat perusahaan. Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota : 1 (satu) memperoleh sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD. b. Output: Data kuesioner yang telah diisi oleh perusahaan. upaya pengendalian penemaran yang dilakukan dan upaya penanganan limbah B3. telah memperoleh orang yang telah Pencemaran Air. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER bagi perusahaan yang telah diperingkat periode penilaian sebelumnya. serta pengendalian 13 .

b. c. Tahap III : 17 Juli s/d 24 Agustus 2013. Bagian 1 memuat: 1) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran air dan data perhitungan beban pencemaran air. mengacu pada panduan inspeksi 5. Pada akhir pengawasan harus disusun Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. Nama petugas tim inspeksi lapangan harus sesuai dengan yang tercantum dalam SK Tim Inspeksi PROPER Provinsi. Lokasi pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan pada titik penaatan. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi sudah harus menyelesaikan inspeksi dengan target sebagai berikut : Tabel 2. Pelaksanaan inspeksi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut: a. Pelaksanaan inspeksi yang dilakukan harus PROPER. 10. Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi atau petugas inspeksi PROPER provinsi yang telah lulus penguatan kapasitas. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan inspeksi kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup setiap bulan. 3. yang didalamnya paling tidak memuat informasi : a. b. 9. b. C. Tahap II : 1 Juni s/d 1 Juli 2013. Seluruh biaya pelaksanaan inspeksi ditanggung oleh biaya APBN Kementerian Lingkungan Hidup melalui dana dekonsentrasi.2. Tahap I : 15 April s/d 15 Mei 2013. Nama petugas yang menandatangani Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat tugas. Pada setiap akhir tahap inspeksi. c. 14 . 4. 6. Ketua tim inspeksi Provinsi harus Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi. Tim Inspeksi lapangan harus dilengkapi dengan surat tugas dengan ketentuan: a. Tahapan Inspeksi TAHAP INSPEKSI I II III TARGET INSPEKSI 25 % 70 % 100 % KETERANGAN 7. 8. Halaman Berita Acara Pengawasan. Penyusunan Berita Acara 1. Informasi umum usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Pengujian sampel air limbah wajib dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur.

2) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran udara dan data perhitungan beban pencemaran udara. 15 . 2) Lampiran data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 5. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER wajib disampaikan kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dapat berupa data elektronik (soft copy) maupun manual (hard copy). Format Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER sesuai lampiran I dan II. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER atau Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. Tim Inspeksi Lapangan wajib membuat Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER sesuai lampiran IV. 3) Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan. 5) Dokumen/Izin Lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. 7. 2. Output kegiatan: 1. Bagian 2 memuat: 1) Foto-foto hasil pengawasan lapangan. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Jika perusahaan menolak untuk dilakukan pengawasan. d. 6) Kinerja penaatan dalam pengendalian kerusakan lingkungan (khusus untuk kegiatan pertambangan). 2. 3) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. 3. 6. 4) Kinerja penaatan pengelolaan limbah B3. Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan sesuai lampiran III. Data Swa Pantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai hak penuh untuk mengakses dokumentasi Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER dalam bentuk data elektronik (discan) selain tetap mendokumentasikan berkas dalam bentuk manual (hard copy). 4. 3. 4) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan).

dan pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian kepada atasan masing-masing dengan dilampiri oleh: a. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. maka hasil analisis ini dapat disusulkan. 16 . Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara). Pada setiap akhir kunjungan inspeksi lapangan. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup memiliki hak penuh untuk mengakses laporan inspeksi ini. d. D. Data hasil pengambilan sampel oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi1. b. Output Kegiatan: Dokumentasi laporan inspeksi lapangan 1 Karena proses analisis laboratorium biasanya memerlukan waktu 1 bulan. 7. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup daerah. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara).4. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. petugas inspeksi wajib menyelesaikan laporan inspeksi berupa ringkasan ketaatan perusahaan dalam aspek pengendalian pencemaran air. f. Data Perhitungan Beban Pencemaran. Data Swapantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. Laporan inspeksi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi secara sistematis sehingga mudah ditelusuri. 5. 6. Data Perhitungan Beban Pencemaran. pengelolaan limbah B3. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. e. g. pengendalian pencemaran udara. Penyusunan Laporan Inspeksi Laporan inspeksi adalah laporan Tim Inspeksi lapangan kepada atasan masing-masing untuk melaporkan hasil pengawasannya sehingga atasan dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan hasil pengawasan yang berpotensi atau telah melanggar peraturan lingkungan hidup dan berpotensi atau telah menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. c.

3. b. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan (Lampiran V) dan Berita Acara Supervisi.9 September 2013 Pelaksanaan Supervisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melaporkan hasil supervisi kepada Kepala Instansi Lingkungan Hidup Provinsi. 17 . 5. Tahapan Supervisi SUPERVISI Tahap I Tahap II Tahap III TANGGAL 16 Mei ------. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER beserta lampirannya. Format dan ketentuan tentang Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara mengacu kepada Sub Bab Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara pada bagian selanjutnya petunjuk teknis ini.E. c. Kumpulan Hasil Inspeksi.31 Mei 2013 2 Juli ------.16 Juli 2013 26 Agustus ---. Supervisi Kegiatan Supervisi dilakukan untuk merekapitulasi hasil inspeksi dan menyusun Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi terhadap proses penyusunan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Output kegiatan: 1. 4. Supervisi dilaksanakan secara bertahap pada setiap akhir tahapan inspeksi lapangan dengan jadual pelaksanaan sebagai berikut: Tabel 3. Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan 4. d. Laporan hasil inspeksi. Berita Acara Supervisi. 2. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. 2. emisi dan pengelolaan limbah B3. Sekretariat PROPER Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib mendokumentasikan Laporan Hasil Supervisi. 3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menyiapkan materi supervisi sebagai berikut : a. Data-data kualitas air limbah. sedangkan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan hasil supervisi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.

Pada tahapan ini sebenarnya adalah tahapan untuk memutakhirkan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara yang telah disusun pada saat supervisi dengan memasukkan data-data pemantauan dan neraca limbah B3 yang terbaru. Dihitung dengan menggunakan matrik pengendalian pencemaran air dan udara sesuai lampiran III. Tim Pelaksana PROPER Provinsi kemudian menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan sesuai lampiran V. Rapor Sementara adalah penilaian sementara kinerja pengelolaan lingkungan aspek Pengendalian Pencemaran Air. yang merupakan hasil rekapitulasi dari Rapor Sementara. foto-foto hasil pengawasan lapangan. Pengendalian Pencemaran Air. Adapun pelaksanaan penyusunan Rapor Sementara dilakukan dengan ketentuan : 1. 6. Pengendalian Pencemaran Udara. 4. udara. Tim Pelaksana PROPER Provinsi selanjutnya melaporkan secara tertulis hasil status penaatan / peringkat awal perusahaan kepada Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi. 5. untuk kemudian disampaikan kepada Sekretariat PROPER. dokumen/izin lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara Langkah pertama untuk pemeringkatan adalah penyusunan Rapor sementara. Format Rapor Sementara yang ditetapkan oleh Tim Teknis. Data Swa Pantau yang dilaporkan perusahaan. Petugas inspeksi PROPER wajib menyelesaikan Rapor Sementara berdasarkan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. b. 18 . 3.BAB V PEMERINGKATAN A. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan penyusunan Rapor Sementara sesuai Lampiran VI . Pengelolaan limbah B3 dan pengendalian kerusakan lahan (khusus kegiatan pertambangan) sesuai dengan kriteria penilaian PROPER. Dokumen/izin lingkungan. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan dan perbaikan yang telah dilakukan perusahaan dalam bentuk form Isian umum. Format Rapor Sementara yang memuat kinerja perusahaan dalam pengendalian pencemaran air. udara dan limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) mengacu pada : a. 2.

Kepala institusi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan secara tertulis hasil status sementara penaatan Perusahaan beserta Rapor Sementara kepada Ketua Tim Teknis melalui Sekretariat PROPER tanggal 16 September 2013. 2. 2. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib memiliki sistem untuk memastikan Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara dapat diterima oleh Perusahaan yang dinilai. Output kegiatan: 1. 8. langkah selanjutnya adalah menyampaikan Rapor tersebut kepada perusahaan untuk memperoleh tanggapan. 3. 4. 3. Rapor Sementara disampaikan kepada Perusahaan pada tanggal 20 Agustus . Pemberitahuan peringkat sementara secara tertulis ke Perusahaan dilakukan melalui surat Ketua Tim Teknis PROPER. Pemberitahuan hasil peringkat sementara Setelah Rapor Sementara diselesaikan. Berita acara penerimaan Rapor Sementara. yang merupakan hasil rekapitulasi dari rapor sementara dan Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara.22 Agustus 2013. 4. Langkah langkah untuk memberitahukan hasil peringkat sementara adalah sebagai berikut : 1. 19 . Output kegiatan: 1.7. B. validitas data dan menjamin kredibilitas pelaksanaan PROPER serta kesesuaian dengan jadual pelaksanaan PROPER yang telah ditetapkan. Rapor Sementara hasil evaluasi pengawasan kinerja penaatan PROPER. Rekapitulasi status penaatan. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi untuk memastikan kesesuaian Rapor Sementera dengan kriteria penilaian PROPER. Surat penyampaian status penaatan usaha dan atau kegiatan yang dinilai dan peringkat awal usaha dan atau kegiatan. Tanda terima pengiriman dokumen. 2.

Hasil evaluasi dokumen sanggahan didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER untuk menyepakati usulan peringkat akhir pada tanggal 30 Agustus . Tanda terima dokumen sanggahan. Sanggahan/Klarifikasi Untuk menciptakan keadilan dalam pelaksanaan PROPER. Dewan pertimbangan akan melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. 2. 4. Apabila tidak ada sanggahan dalam jangka waktu 23 Agustus . Tim Pelaksana PROPER Provinsi menerima sanggahan tertulis dari Perusahaan pada tanggal 23 Agustus .29 Agustus 2013. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER Berdasarkan hasil verifikasi sanggahan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen sanggahan pada tanggal 23 Agustus . 3. Dewan Pertimbangan dapat melakukan verifikasi langsung ke Perusahaan yang bersangkutan. Sanggahan tertulis dapat dilakukan setelah dilakukan kesepakatan dengan Tim Teknis PROPER KLH. Adapun langkah-langkah review hasil sanggahan adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan yang dinilai diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap hasil penilaian peringkat kinerja sementara. maka Perusahaan dianggap menerima hasil Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara. b. D.29 Agustus 2013. Jawaban atas sanggahan. Terdapat kesalahan data yang dimasukkan kedalam Rapor sementara oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Output kegiatan: 1. 20 . 2. Ketua Tim Teknis menetapkan daftar usulan peringkat akhir PROPER dan daftar kandidat Hijau dan Emas PROPER dari hasil review Dewan Pertimbangan PROPER. Perbaikan peringkat perusahaan hanya dapat dilakukan jika : a.29 Agustus 2013. 6. Sanggahan ini harus dalam bentuk tertulis yang diantar langsung ataupun dikirim melalui fax dan pos untuk selanjutnya mendapat bukti tanda terima dokumen sanggah. Langkah-langkah untuk menampung dan menanggapi sanggahan perusahaan adalah sebagai berikut : 1. maka wajib didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan perlu atau tidaknya perubahan peringkat perusahaan.5 September 2013. 2. Melengkapi data yang masih belum dimasukkan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi.C. Dalam melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. 5. 3. Jika terdapat sanggahan yang tidak berkaitan dengan ketentuan angka 5.

21 . Jumlah orang yang dilatih. Kriteria dan mekanisme pelaksanaan PROPER. Cara penyusunan Berita Acara Hasil Pengawasan. e. b. Output kegiatan: 1.BAB VI PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN/KOTA Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Ketua Tim Teknis PROPER. pengendalian pencemaran udara. Lingkup peningkatan kapasitas mencakup : a. 3. f. serta pengendalian kerusakan lingkungan. 2. c. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi memberikan sertifikat kepada para peserta penguatan kapasitas yang lulus. Jumlah orang yang mendapat sertifikat. Cara penyusunan Rapor Sementara dan. pengelolaan limbah B3. Tata cara pengawasan penaatan lingkungan hidup (pengendalian pencemaran air. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan laporan hasil pelaksanaan penguatan kapasitas kepada Ketua Tim Teknis PROPER. d. khusus kegiatan pertambangan). Cara pengolahan data hasil pengawasan. Cara penyusunan Rapor final.

Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Yogyakarta. Maluku.I. Kalimantan Tengah. Bengkulu.15 Mei 2013 Supervisi I Provinsi Baru 16 Mei .BAB VII JADUAL KEGIATAN PROPER 2013 Pelaksanaan kegiatan PROPER periode 2012 – 2013 dilaksanakan dengan jadual sebagai berikut : Kegiatan Waktu Provinsi Baru* Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Mekanisme dan Kriteria PROPER kepada Perusahaan 1 April .31 Mei 2013 Kunjungan Lapangan II Provinsi Baru 3 Juni . Sulawesi Tengah. Riau. NTB. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur.16 Juli 2013 Sanggahan Provinsi Lama** Refreshment 20 Maret . Sulawesi Selatan.29 Agustus 2013 Evaluasi Sanggahan 30 Agustus . D.1 Juli 2013 Supervisi II Provinsi Baru 2 Juli . Sumatera Selatan. DKI Jakarta. Bangka Belitung. Gorontalo. Jawa Barat.14 Juni 2013 Kunjungan Lapangan III Provinsi Lama 17 Juni .26 Juli 2013 Supervisi III Provinsi Lama 13 Agustus . Aceh. Lampung. Sulawesi Tenggara.3 Mei 2013 Kunjungan Lapangan II Provinsi Lama 6 Mei . Jambi. Jawa Timur. Kepulauan Riau dan Papua Barat **Bali. Kep. Banten.5 September Keterangan: *Sulawesi Barat.22 Maret 2013 Kunjungan Lapangan I Provinsi Lama 8 April .22 Agustus 2013 Masa Sanggah 23 Agustus .16 Agustus 2013 Provinsi Baru dan Lama Pengiriman Raport Sementara Provinsi dan KLH 20 Agustus .22 April 2013 Supervisi I Provinsi Lama 29 April . dan Sumatera Utara 22 . Jawa Tengah.12 April 2013 Kunjungan Lapangan I Provinsi Baru 15 April .5 Juni 2013 Supervisi II Provinsi Lama 11 Juni . Sulawesi Utara.

BAB VIII EVALUASI DAN PELAPORAN Laporan dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis semua output tahapan kegiatan dan Tim PROPER Kementerian Lingkungan Hidup berhak secara penuh untuk mengakses dokumentasi pelaksanaan PROPER. 23 . Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 24 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2013.

Panjaitan Kav. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. DI. B Lt. 4 Kebon Nanas – Jakarta 13410. 24. : (021) 8520-886 Email: dekonproper@gmail.Sekretariat PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Gd./Fax.com Alamat: Jl. 24 . dapat menghubungi: Sekretariat PROPER Telp.

LAMPIRAN 26 .

......................... Catatan temuantemuan lapangan selama pengawasan dan pemantauan tersebut disajikan dalam Lampiran Berita Acara ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini. yang terdiri dari pemantauan.............. Ttd: ………………....................................................../Fax....../HP : ................................................................ Beserta anggota pengawas: Nama ............................................................. tahun ................... ............................ Pihak Perusahaan Nama : ........... Nama : ...................................................... No.......................................................................................................................................... Ttd: ……………….. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Kab/Kota Nama : .............. Jabatan : : : : : .............................................................../........ /.............. pukul ............. Alamat : ............ 27 .................... .... Nama : .................................. Ttd: ………………............................................................ Perusahaan NIP/PPLH ................................... Bulan ................................................................................................................................................................................................. Hp : . PPLH Pangkat/Gol........................................... Nama : ............................... Ttd: ……………….................................... Jabatan : ........................................................................................................................................................................... Jabatan ............................ Provinsi ........... Pihak Perusahaan Nama : ..................................................................... pemeriksaan dan verifikasi teknis terhadap pelaksanaan kegiatan Pengendalian Pencemaran Air. Demikian Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan disaksikan oleh yang bertanda tangan di bawah ini.............. Telp...................................... Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Padat/Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)............................................ Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).............................. di Kab/Kota........... tanggal .................................................................................. ......................................... Ttd: ………………............ secara bersama-sama telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap: : .................. ........LAMPIRAN I FORMAT BERITA ACARA HASIL PENGAWASAN PROPER BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP Pada hari ini................................................................................... e-mail : ............/No.................................................................. Ttd: ……………….. kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Instansi NIP................................................................................ Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Provinsi Nama : ................ ........................

Lampiran1./Fax. Tahun Berdiri Perusahaan/ Beroperasi Perusahaan Jenis Industri Status Permodalan Luas Area Pabrik/Lokasi Kegatan Jumlah Karyawan Kapasitas Produksi · Terpasang · Senyatanya Bahan Baku Utama Bahan Penolong Prosentase Pemasaran Eksport Prosentase Pemasaran Domestik/Lokal Dokumen Lingkungan yang dimiliki Nama Personal Kontak Nomor HP dan e-mail Personal Kontak : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : 28 ./Fax./Fax. Alamat Kantor Pusat/Perwakilan Telp. Nama Holding Company Alamat Kantor Holding Company Telp. Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup PROFIL PERUSAHAAN Nama Perusahaan Alamat lokasi kegiatan Telp.

5. Pengelolaan Limbah Cair Ketaatan terhadap Izin Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. 4.HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT . dan Pengelolaan LB3) Penaatan Taat Temuan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I. . 3. Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A.31/2875/203. pengendalian pencemaran udara. Tidak Taat 3. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2.Parameter yang diuji . Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) B. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 100% 83% 80% ------ 6. 1. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan.Menunggu hasil laboratorium.. 1.Dilakukan/Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan . 2. Tidak Taat 29 . pengendalian pencemaran udara. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Penaatan Tidak Taat 100% Temuan Izin pembuangan No 660. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: A. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. . Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air..

Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. 5. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. 100% 100% 100% Taat B. 3. 2. serta produksi senyatanya bulanan. 30 . Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. 4. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/periode) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet III. 1. pH harian. debit/kuantitas air limbah harian. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO . Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. 2 Unit dryer. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Temuan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. 5. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.B. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit. 6. 1 unit heather.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3 unit deporasi gliserin. C. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. /kuantitas limbah harian. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No.

09 ton/ 8 bulan (30 pieces) Oli bekas 0.3. 4. C. SK/ No. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. drum bekas oli bekas.Perusahaan tidak menggunakan lampu yang mengandung merkuri.45 ton/ 10 bulan Drum bekas oli bekas --Kain majun terkontaminasi Belum dihasilkan limbah B3 Aki bekas Belum dihasilkan Limbah elektronik Belum dihasilkan Catatan: . Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur.Sejak bulan September 2012 perusahaan menggunakan batubara sebagai bahan bakar boiler dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan cangkang.02 ton/ hari Bekas kemasan bahan kimia 0. 3. forklift Kantor Jenis Limbah Estimasi Timbulan Kemasan Karung plastik Karung plastik --Drum --------- Konversi ke ton Abu batubara 0. 5. 7. 1. 6.20 ton/ hari Sludge IPAL 0. forklift Workshop Workshop Genset. 4. majun terkontaminasi limbah B3. bekas kemasan bahan kimia. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Sumber Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun No. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Surat Limbah B3 Perizinan Berlaku Penyimpanan Sementara √ Surat Keputusan Kepala BLH 2 (dua) Kabupaten XXX nomor: tahun XXX//SK/TPS-LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 --------- Keterangan Izin tempat penyimpanan sementara limbah B3 untuk sludge hasil kegiatan sendiri Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara Belum memiliki izin penyimpanan sementara untuk limbah B3 lainnya (oli bekas. . 31 . 8. limbah elektronik ----- B. 5. Sumber Boiler IPAL Proses produksi Genset. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Status Masa No. aki bekas. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet IV.

54 0 0 0 0 0 0 7. Sumber Dari Luar Proses Produksi Abu batubara Ton 30.21% limbah B3 belum dikelola sesuai ketentuan.03 0.21% limbah B3 belum dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.09 0 0 0 38.54 Oli bekas Drum bekas oli bekas Bekas kemasan bahan kimia Majun terkontaminasi limbah B3 Aki bekas Limbah elektronik TOTAL Persentase Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton % 0. PT. logbook. Pendataan pengelolaan lanjutan Belum melakukan pengelolaan limbah B3 lanjutan terhadap seluruh limbah B3 selain limbah B3 sludge. Sumber Dari Proses Produksi ------B.03 0.Diserahkan ke CV. Secara umum 80. kemasan bekas bahan kimia.C. Pelaporan Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.00 0 --- Perlakuan A. abu batubara .54 19.45 0. aki bekas.Disimpan di TPS .21 Ditempatkan dalam karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik .Belum melakukan identifikasi terhadap limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 Pencatatan Jenis dan Volume Belum melakukan pencatatan limbah B3 yang dihasilkan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan. Temuan dan Rekomendasi No 1 a.00 5. 5. Wajib melakukan pencatatan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan. Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola --0 2.00 Sludge IPAL Ton 7. Gema Putra Buana (pengangkut/ AAT). Bata Kuo Shin Disimpan di gudang workshop Disimpan di gudang workshop Disimpan di gudang workshop Belum dihasilkan Belum dihasilkan Belum dihasilkan Ket : 14.79 Limbah Belum Dikelola --30.Telah melakukan identifikasi terhadap limbah B3 sludge. Wajib melaporkan realisasi pengelolaan semua limbah B3 yang dihasilkan dengan menyampaikan neraca limbah B3.11 0.54% limbah B3 yang diserahkan ke pihak ke tiga yang memiliki izin.09 0 0 0 30. D. oli bekas. .25% limbah B3 masih tersimpan di TPS dan 80. dan manifest salinan #2 per triwulan kepada BLH XXX tembusan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan BLH 32 .45 0.57 80. Wajib melakukan pengelolaan lanjutan terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan sesuai ketentuan. termasuk untuk sludge IPAL yang sudah memiliki izin TPS LB3. Aspek Penilaian Pendataan Jenis dan Volume Limbah yang dihasilkan Identifikasi jenis limbah B3 Temuan Lapangan Rencana Tindak Lanjut Wajib melakukan identifikasi terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan b. drum bekas oli bekas.

Sudah memiliki Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL sesuai Surat Keputusan Kepala BLH Kabupaten XXX nomor: XXX//SK/TPS-LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 . oli bekas. aki bekas. majun terkontaminasi.Pemenuhan terhadap BME . bekas kemasan bahan kimia. drum bekas oli bekas dan limbah elektronik sesuai KEP01/BAPEDAL/09/1995 dan mengajukan permohonan Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 kepada BLH Kabupaten XXX.70% ketentuan teknis . drum bekas oli bekas dan limbah elektronik --Wajib membangun TPS Limbah B3 yang memenuhi ketentuan teknis di TPS Limbah B3 sesuai KEP01/BAPEDAL/09/1995.Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah abu batubara . Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Kepemilikan izin PLB3 yang dipersyaratkan Masa berlaku izin . Effluent dan Standard Mutu (check list) . --- --- 33 . Pelaksanaan ketentuan izin : Pemenuhan terhadap ketentuan teknis dalam izin selain Baku Mutu Emisi.Frekuensi pengukuran --------- Apabila perusahaan ingin melakukan kegiatan pengolahan dan/ atau pemanfaatan limbah B3.XXX.Jumlah parameter yang diukur dan dianalisa . Effluent dari kegiatan pengolahan dan/atau penimbunan dan/atau pengelolaan limbah B3 lainnya : Standar Mutu Produk dan/atau kualitas limbah B3 untuk pemanfaatan d. a. aki bekas. maka wajib mengajukan permohonan izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup --------- c.Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara.Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk limbah B3 abu batubara. majun terkontaminasi. bekas kemasan bahan kimia. . drum bekas oli bekas dan limbah elektronik 2 (dua) tahun untuk Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL .Tidak menyimpan limbah B3 melebihi jangka waktu 90 hari kecuali jika limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari maka dapat disimpan selama 180 hari 3. majun terkontaminasi. aki bekas. 2. bekas kemasan bahan kimia.TPS Sludge memenuhi 57.Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah B3 oli bekas. b. oli bekas. Emisi dari kegiatan pengolahan dan/atau pemanfaatan limbah B3: .

79% limbah B3 dikelola sesuai Perusahaan wajib melakukan dengan ketentuan yang berlaku. Bata Kuo Shin ----- b.Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX --------------------- 19. a. Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 Pengelolaan melalui pengumpul limbah B3 Masa berlaku izin Kesesuaian jenis limbah B3 yang dikumpul dengan izin yang berlaku Kontrak kerjasama penghasil limbah dan pengumpul limbah Kontrak kerjasama antara pengumpul dengan pihak pemanfaat.Segera memindahkan limbah abu batubara yang disimpan di lokasi Limbah abu batubara sebanyak 30 terbuka ke dalam TPS yang berizin ton . pengolah atau penimbun Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan Pihak ke-3 pengelola lanjut limbah B3 (pemanfaat/ pengolah/ penimbun) ----------- ----------- --PT. pengelolaan terhadap limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan. pengelolaan tumpahan. Open dumping. 34 .Menyampaikan progress pemindahan --limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX .Menghentikan kegiatan menyimpan dalam kemasan karung plastik di limbah abu batubara di tempat lokasi terbuka di lingkungan pabrik terbuka .4. Jumlah limbah B3 yang dikelola (Neraca Limbah B3) Menyimpan limbah B3 abu batubara . 6. dan penanganan media/tanah terkontaminasi limbah B3 : Jenis limbah dan jumlah limbah yang di open dumping Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi Kesesuaian rencana dengan pelaksanaa pengelolaan lahan terkontaminasi Jumlah total limbah dan tanah terkontaminasi yang dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan limbah dan tanah terkontaminasi yang diangkat sesuai perencanaan SSPLT (surat status pemulihan lahan terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT 5.

Gema Putra Buana Memiliki izin pengangkutan Kementerian Perhubungan Memiliki rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup Sesuai dengan izin rekomendasi Sesuai dengan izin rekomendasi --dari --dari --dan --dan ----Wajib memenuhi ketentuan sesuai Kep02/BAPEDAL/09/1995 dalam penggunaan dokumen manifest. no mesin) Rute pengangkutan sesuai dengan izin Penggunaan dokumen/manifest yang sah Perusahaan tidak memiliki salinan Wajib memiliki salinan izin pihak ketiga izin pihak ketiga pengelola lanjut pengelola lanjut dan menyampaikan salinan izin tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup ------------- CV. Sesuai dengan izin dan rekomendasi Penggunaan dokumen manifest tidak sesuai dengan Kep02/BAPEDAL/09/1995 dimana dokumen manifest #2 dan #3 sudah terisi penuh dan dicap oleh perusahaan pengelola akhir limbah B3 --------- 7.Masa berlaku izin Kesesuaian jenis limbah B3 yang dikelola Kontrak kerjasama penghasil dan pengolah/ pemanfaat/ penimbun Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pengelola limbah B3 Pihak ke-3 Jasa Pengangkutan Ada/tidak izin dari Kementerian Perhubungan Ada/tidak rekomendasi dari KLH Kesesuaian jenis limbah yang diangkut dengan izin Kesesuaian alat angkut dengan yang tercantum dalam izin (No polisi. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan --√ Taat Belum Taat Keterangan .Belum melakukan identifikasi limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 . injeksi dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu: Izin dumping/izin pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu Jumlah/volume limbah B3 yang di dumping Pengelolaan Limbah B3 lainnya --------- 8. E.Belum melakukan pencatatan seluruh limbah B3 yang dihasilkan 35 . 1. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. Dumping. Penaatan No. no rangka.

Jakarta Timur – 13410.I.TPS Sludge memenuhi 57. dan penanganan media terkontaminasi LB3 a. F.79% limbah B3 dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan ketentuan SSPLT Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. Pelaksanaan pengelolaan c. 2.q.b.C. Re-injeksi. Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik 5. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah d. FOTO TEMUAN LAPANGAN Kondisi TPS Limbah B3 Keterangan Tindak Lanjut 36 . D. Panjaitan Kav.70% ketentuan teknis . 02185904932) dengan tembusan kepada BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. JL. LAMPIRAN 1./Fax. dll) ------------------√ --√ ------√ --------√ ----√ √ --- Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 sludge IPAL sesuai dengan izin Untuk TPS Limbah B3 Sludge IPAL . Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola d. Kebon Nanas. Check list pengelolaan limbah B3 (TPS Limbah B3) yang telah ditandatangani oleh pengawas dan perusahaan. Pemenuhan Baku Mutu Emisi c. Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin a. Pelaporan --2. 2. Kesimpulan Segera melakukan perbaikan sesuai dengan rencana tindak lanjut pada tabel D. 6. Foto temuan lapangan. Lt. Pemenuhan Ketentuan Teknis --b.Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara dan limbah B3 lainnya 4. Asdep Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Kontaminasi Limbah B3 (alamat : Gd. Rencana pengelolaan b. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. Telp. 7. dan menyampaikan hasil perbaikan Tindak lanjut dari berita acara beserta data-data pendukung dan foto perbaikan tersebut kepada Deputi IV MENLH c. 19. pengelolaan tumpahan. 3. 24.

. House keeping di sekitar TPS Menjaga kebersihan di TPS Sludge tidak terawat. majun terkontaminasi limbah B3. Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk menyimpan oli bekas. aki bekas. TPS Sludge. drum bekas oli bekas. kemasan bekas bahan kimia. Sludge dan sekitarnya. Menyimpan limbah oli bekas. TPS Sludge tidak sesuai Wajib memenuhi ketentuan dengan ketentuan teknis dalam teknis di TPS sesuai KepKep-01/BAPEDAL/09/1995 01/BAPEDAL/09/1995 Terdapat tumpahan/ ceceran Melakukan pembersihan sludge sludge IPAL di sekitar TPS IPAL yang tercecer di lokasi Sludge. drum bekas oli bekas.Membuang air limbah hasil . kemasan bekas bahan kimia di gudang workshop dan bercampur dengan limbah non B3.Tidak melakukan pengolahan IPAL (drying pembuangan air limbah dari bed) ke lingkungan tanpa proses IPAL secara langsung ada izin pembuangan ke lingkungan tanpa ada izin limbah cair pembuangan limbah cair . 37 .Menutup saluran air limbah air limbah yang dibuang ke dari proses drying bed ke lingkungan menggunakan lingkungan selama izin kertas lakmus dengan hasil pembuangan limbah cair pH 7 belum ada dan mengalirkan kembali ke IPAL. dan limbah elektronik.Dilakukan analisa pH pada .

House keeping di lokasi boiler kurang terawat .Banyak limbah abu batubara yang tercecer di sekitar lokasi boiler . rapi dan bersih sehingga tidak ada ceceran batubara dan limbah abu batubara ke lingkungan .Membangun TPS limbah B3 khusus untuk abu batubara sesuai ketentuan Kep01/BAPEDAL/09..1995 38 .Menjaga house keeping di lokasi boiler agar terawat.Menyimpan limbah abu batubara di lokasi boiler .Banyak batubara yang disimpan di luar lokasi boiler .

Tahapan Pembersihan Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat 39 .Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik .Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik . 5.Segera memindahkan limbah abu batubara ke dalam TPS yang berizin. 3. .Menyampaikan progress pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX . di antaranya dekat lokasi boiler dan di samping bangunan pabrik .Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik . 6.Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN) A. . 4.Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik. 1. Rekapitulasi Penilaian No..Menghentikan kegiatan menyinpan limbah abu batubara di lokasi terbuka. 2.

15. 24. 12. 16. 10. 22.7. 8. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 90 53 86 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase 2 6.67% 1 3. 28. 27. 29. 21. 30. 11. 18. 26. 9.3% 40 . 19. 17. 14. 25. 13. 20. 23.

Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen 2. jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana. personil. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. 3. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan 2. 41 . Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut. untuk menghindari terbentuknya AAT 4. dll) c. SOP. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut . Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. Upaya Pengolahan AAT : Melakukan pengumpulan AAT yang ada Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut.B. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan).

AIR 1. Titik Penaatan dan Izin No Sumber Air Limbah Nama Titik Penatan Koordinat Nomor Izin Status Izin Instansi Penerbit Izin Tanggal Izin Terbit Tanggal Berakhir Jul-12 Agust12 Sep12 Okt12 Nomor Sertifikat Hasil Uji Nop12 Des12 Jan13 Feb13 Mar13 Apr13 Mei13 Jun13 2. Parameter No Titik Penaatan (outlet) Parameter yang diwajibka n dalam izin Parameter yang dipantau Konsentrasi Karakteristik Air Limbah/INLET (sebelum diolah di IPAL) Konsentrasi Titik Penaatan/OUTLET Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Jul12 COD Agust12 Sep12 Okt12 Nop12 Des -12 Jan13 Feb -13 Mar -13 Apr -13 Mei13 Jun13 Jul12 Agust12 Sep -12 Okt -12 Nop12 Des12 Jan13 Feb13 Mar13 Apr13 Mei -13 Jun13 Debit (m3/bulan) Produksi (Ton/bulan) / (MW/bulan) / (m3/bulan) 111 .LAMPIRAN II BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP A.

Bukti Pelaporan Bukti Pelaporan Hasil Pemantauan Instansi Kabupaten Provinsi Kementerian Lingkungan Hidup Keterangan: *Triwulanan : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Triwulan III2012 Triwulan IV2012 Triwulan I2013 Triwulan II2013 Keterangan 112 .Lanjutan tabel Parameter No Titik Penaatan (outlet) Parameter yang diwajibkan dalam izin Parameter yang dipantau Hasil Perhitungan Beban Pencemaran (Debit x Konsentrasi) Jul-12 COD Agust-12 Sep-12 Okt-12 Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Debit (m /bulan Produksi (Ton/bulan) / 3 (MW/bulan) / (m /bulan) 3 3.

4. Ketentuan Teknis Tabel 1. NO 1 KETENTUAN TEKNIS Laboratorium penguji Nama Laboratorium penguji Nomor akreditasi laboratorium penguji/laboratorium rujukan Gubernur Tanggal Berakhir Akreditasi laboratorium Bulan pengujian 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 Laboratorium 1 Laboratorium 2 Laboratorium 3 Tabel 2. NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto Foto flowmeterpada seluruh saluran outlet 2 Memisahkan saluran air limbah dengan limpasan air hujan 3 Membuat saluran air limbah yang kedap air 4 Memasang alat pengukur debit (flowmeter) 5 Memantau pH dan debit harian 6 Tidak melakukan pengenceran 7 Tidak melakukan by pass air limbah 113 .

Khusus untuk Industri Petrokimia ditambahkan NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung 18 Pemantauan harian pH dan COD 114 . Khusus untuk Industri Sawit melakukan Land Aplikasi ditambahkan NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung 8 Dilakukan pada lahan selain lahan gambut 9 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam 10 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1.5 cm/jam 11 Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter 12 13 14 15 Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam Keputusan 16 Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku 17 Tidak melakukan pengaplikasian air limbah pada lahan diluar lahan dalam izin Tabel 4.Tabel 3.

KEGIATAN PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN AIR TAHUN 2009 2010 2011 2012 SATUAN BUKTI PERHITUNGAN B. Parameter dan Baku Mutu No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Parameter yang dipantau Jul-12 Genset 201 SOx Agust-12 Sep-12 Okt-12 Konsentrasi Hasil Pengujian 3 (mg/Nm ) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 115 . a.5. UDARA 1. Penurunan Beban Pencemaran No. Titik Penaatan No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Kapasitas Sumber Emisi Bahan bakar Waktu Operasi (Jam/Tahun) Lokasi Koordinat Bentuk Cerobong (kotak/silinder/Kerucut) Tinggi/Panjang Cerobong (m) Diameter Cerobong (m) Posisi (ketinggian/kepanjangan) Lubang Sampling (m) Data Pemantauan (dipantau/tid ak dipantau) Keterangan 2.

CO2) BEBAN EMISI TAHUN 2012 BEBAN EMISI BEBAN EMISI (Ton) (Ton eq.Desember 2011. CO2) Keterangan: Metodologi perhitungan mengacu pada Peraturan Menteri LH No. 12 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri LH No. 21 Tahun 2008. Perhitungan Beban Emisi No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Parameter yang dipantau Jul-12 Agust-12 Sep-12 Okt-12 Hasil Perhitungan Beban Emisi (lampirkan bukti perhitungan) Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Laju Alir c. Perhitungan Beban Emisi GRK Rangkuman Hasil Perhitungan Beban Emisi No Nama Sumber Emisi Parameter BEBAN EMISI TAHUN 2011 BEBAN EMISI BEBAN EMISI (Ton) (Ton eq.Nox b.Desember 2012 116 . Januari . CH4. Periode: Januari . Parameter: CO2. N2O.

Pelaporan Hasil Pemantauan dan BM CEMS Tabel 1. a. Ketaatan Pelaporan Triwulan III-2012 (Ya/Tidak) Triwulan IV2012 (Ya/Tidak) Triwulan I2013 (Ya/Tidak) Triwulan II2013 (Ya/Tidak) Melaporkan secara periodik (3 bulanan) data pemantauan harian CEMS KLH Provinsi Kabupaten/Kota Keterangan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan 117 .3. Ketaatan Pelaporan Semester 2-2012 (Ya/Tidak) Semester 12013 (Ya/Tidak) Keterangan Melaporkan (6 bulanan) data pemantauan Emisi (manual/Non CEMS) KLH Provinsi Kabupaten/Kota Keterangan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Tabel 2.

Pelaporan CEMS Parameter: Partikulat. H2S. CS2. CL2 Konsentrasi Hasil Pengukuran : Partikulat / SOx / NOx / CS2 / H2S / CL2 Sumber Emisi 1 Nama Sumber Emisi : Jenis Sumber Emisi : Nama/Kode Cerobong : Dimensi Cerobong (diameter) : Dimensi Cerobong (Panjang x Lebar) : Dimensi Cerobong (Tinggi) : Bahan Bakar : Kapasitas : Kandungan Sulfur dalam bahan bakar : Waktu Operasional (jam) : 118 .Lanjutan no. SOx. Ketaatan Pemantauan CEMS Triwulan III-2012 (Ya/Tidak) Triwulan IV2012 (Ya/Tidak) Triwulan I2013 (Ya/Tidak) Triwulan II2013 (Ya/Tidak) Keterangan Jumlah data parameter pemantauan harian CEMS selama 3 bulanan SOx NOx Partikulat Jumlah data pemantauan yang memenuhi Baku Mutu CEMS SOx NOx Partikulat b. NOx.3a Tabel 3.

.. 01 Juli 2012 02 Juli 2012 03 Juli 2012 04 Juli 2012 05 Juli 2012 06 Juli 2012 07 Juli 2012 08 Juli 2012 09 Juli 2012 10 Juli 2012 11 Juli 2012 12 Juli 2012 13 Juli 2012 14 Juli 2012 15 Juli 2012 16 Juli 2012 17 Juli 2012 18 Juli 2012 19 Juli 2012 20 Juli 2012 21 Juli 2012 22 Juli 2012 .... Triwulan IV 2012. Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 per sumber emisi.. 119 .... Keterangan: Data Harian meliputi Triwulan III 2012..Lanjutan tabel Konsentrasi Hasil Pengukuran : Partikulat / SOx / NOx / CS2 / H2S / CL2 No Triwulan Waktu Pengukuran Konsentrasi Rata-rata Harian 3 (mg/Nm ) Laju Alir Rata-rata Harian (m/detik) Persentase Data Melebihi Baku Mutu dalam Satu Hari Persentase CEMS Tidak Beroperasi dalam Satu Hari Waktu Operasi dalam Satu Hari (jam) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 .

Unit regenerator katalis (unit perengkahan katalitik air).4. Semen. 4. 7. 2. Carbon black. 3. 120 . Pupuk. Peleburan baja. Pulp dan kertas. Proses pembakaran dengan kapasitas ≥ 25 MW atau kapasitas < 25 MW dengan kandungan sulfur dalam bahan bakar > 2%. 8. Unit pentawaran sulfur. Rayon. 9. 6. Ketentuan Teknis NO KETENTUAN TEKNIS 1 2 3 4 Memasang dan mengoperasikan CEMS* Peralatan CEMS* beroperasi normal Membuang seluruh emisi melalui cerobong Persyaratan teknis cerobong STATUS (Ya/Tidak) Keterangan Melampirkan bukti berupa foto dan spesifikasi teknis Memiliki lubang sampling Memiliki tangga sampling Memiliki platform Memiliki sumber listrik untuk pengambilan sampel 5 Semua sumber emisi non fugitive emisi harus dibuang melalui cerobong 6 Menggunakan jasa laboratorium terakreditasi/laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur Catatan: *Khusus bagi industri: 1. 5.

BA Verifikasi Perizinan Nomor : 3 Pemenuhan ketentuan izin .Provinsi . PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN No 1 PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a.Kabupaten/Kota 2 Perizinan Pengelolaan Limbah B3 .Izin Nomor : .Status permohonan izin (BA verifikasi/rapat/ surat balasan dari BLH/KLH) .Surat Pengajuan Izin (jika baru mengajukan izin) .Memiliki izin pengelolaan limbah B3 Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Jika "IZIN SEDANG DALAM PROSES" diisi: . dan lengkapi dengan diagram proses produksi (maksimal 1 lembar A4): II.KLH . Pendataan dan identifikasi jenis dan volume limbah B3 .Instansi yang mengeluarkan izin : (jika izin lebih dari satu.Telah melakukan pendataan pengelolaan lanjut limbah B3 b. Pelaporan kegiatan pengelolaan limbah B3 . LIMBAH B3 I.C.Jenis Pengelolaan LB3 : (Penyimpanan/Pemanfaatan/Pengol ahan/ Penimbunan) . Umum Jelaskan gambaran secara umum pengelolaan untuk masing-masing jenis limbah B3 yang dilakukan perusahaan Saudara.Jenis pengelolaan LB3 : .Surat Pengajuan izin Nomor : .Surat tanggapan proses perizinan Nomor : .Telah melakukan identifikasi jenis limbah B3 YA/TIDAK Logbook Limbah B3 selama periode penilaian (Lampiran Format Neraca) Neraca Limbah B3 selama periode penilaian Neraca Limbah B3 selama periode penilaian TW 3 TH 2012 TW 4 TH 2012 TW 1 TH 2013 TW 2 TH 2013 Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Jika "YA" diisi: . silahkan menambahkan baris) Copy SK Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Jenis Pengelolaan Limbah B3 :(Penyimpanan Sementara/ Pemanfaatan/ Insinerator/ Bioremediasi/Penimbu nan) KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN .Telah melakukan pencatatan jenis dan volume limbah B3 .

Perkiraan jumlah/volume limbah B3 yang di open dumping : Foto-foto limbah yang di open dumping . Emisi/Effluent Pengelohan Limbah B3 Jumlah Parameter yang diuji sesuai dengan izin Seluruh parameter memenuhi Baku Mutu Emisi/Effluent Frekuensi pengukuran sesuai dengan izin/peraturan Lampirkan copy hasil uji laboratorium yang diwajibkan dalam pengelolaan limbah B3 (mis : TCLP/uji kuat tekan untuk pemanfaatan sebagai batako/paving block.Apakan akan melakukan pembersihan pada lahan open dumping . silahkan menambahkan baris) % DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN Foto-foto yang berhubungan dengan persyaratan teknis yang tertuang dalam izin (Penyimpanan sementara/ insinerator/ bioremediasi/ pemanfaatan/ penimbunan) b.Bukti pengelolaan lanjut limbah B3 yang di angkat . uji air lindi Penimbunan/Bioremed iasi. uji emisi insinerator.Melakukan open dumping limbah B3 jika YA.Menyampaikan hasil analisa sumur pantau. . dll) 4 Open Dumping.apa jenis limbah B3 yang di open dumping : .Menyampaikan progress pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola) .Persentase pemenuhan ketentuan teknis pengelolaan limbah B3sesuai checklist yang telah diisi (jika izin lebih dari satu.Jika limbah B3 hasil pengangkatan dikirim ke pihak ketiga agar menyampaikan dokumen manifest salinan 2. sumur pantau penimbunan. Mengisi cheklist sesuai pengelolaan limbah B3 yang dilakukan (Form terlampir) KINERJA .Menyampaikan rencana pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola) .No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a. kualitas tanah di area bekas open dumping (jika ada) . Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 . dan menunjukkan copy manifest salinan 3 dan .

Apakah sudah melakukan pelaporan terkait SSPLT yang telah diterbitkan jika ya.Nomor Surat Rekomendasi : .Apakah memiliki pencatatan jumlah limbah B3 yang telah dikelola selama periode penilaian Menyampaikan neraca pengelolaan limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Tanggal terbit surat : .Apakah limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun) yang berizin .Juni 2013 % -Prosentase Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan ketentuan 6 Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 a.Apakah pihak pengangkut memiliki izin pengangkutan limbah B3 dari kementerian perhubungan Jika "YA" diisi: .Tanggal terbit izin : . Pengangkut .No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN 7 . Pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun .Jenis Limbah B3 yang diizinkan dikelola oleh pihak ketiga : .Tanggal pembuatan kontrak kerja sama :.Apakah pernah melakukan pemulihan lahan terkontaminasi dan diterbitkan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) .Apakah pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/ penimbun) sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak ketiga (pengumpul/pengolah/ pemanfaat/penimbun) yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan b.Instansi yang mengeluarkan izin : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Jika "YA" diisi:.Masa berlaku surat : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Menyampaikan copy surat rekomendasi pengangkutan dari KLH .Masa berlaku kontrak kerja sama :.Nama pihak ketiga : .Masa berlaku izin : Menyampaikan izin pengangkutan limbah B3 dari Kementerian .Apakah pihak pengangkut memiliki rekomendasi pengangkutan limbah B3 dari KLH Jika "YA" diisi: .Apakah memiliki kontrak kerja sama antara penghasil dengan pihak ketiga yang mengelola limbah B3 (pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun) Jika "YA" diisi: .Nomor surat kontrak kerja sama :. sebutkan nomor surat dan tanggal SSPLT : Menyampaikan copy SSPLT Menyampaikan copy surat penyampaian laporan 5 Jumlah limbah B3 yang dikelola .Jenis Limbah B3 yang dikelola sesuai kontrak kerja sama : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Menyampaikan copy perizinan pihak ketiga dari KLH/BLH Copy Surat Kontrak Kerja sama antara penghasil dan pihak ketiga (pengumpul/ pengolah/ pemanfaat/ penimbun .Izin/SK Nomor : .

Apakah pihak pengangkut memiliki dokumen manifest yang syah sesuai dengan ketentuan kep.Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Apakah melakukan open burning jika YA.Apakah jenis limbah B3 yang diangkut telah sesuai dengan rekomendasi dan izin yang dimiliki oleh pihak pengangkut Jika "YA" diisi: Sebutkan jenis limbah B3 apa saja yang diizinkan untuk diangkut : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : .Apakah pihak pengangkut sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak pengangkut yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan 7 Dumping. apa jenis limbah B3 yang di open burning : .Apakah melakukan dumping jika YA.Menyampaikan status progress perizinan (jika masih dalam proses pengajuan izin seperti surat pengajuan izin.Foto-foto kegiatan open burning . Bapedal Nomor: Kep-02/Bapedal/09/1995 Jika "YA" diisi: Sebutkan kode manifest pengangkut yang dimiliki : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : . Open burning dan Pengelolaan Limbah B3 cara tertentu . apa jenis limbah B3 yang di dumping : . kapan : .Ka.Menyampaikan copy izin pengelolaan limbah B3 cara tertentu/dumping ke laut .Menyampaikan status pengelolaan limbah B3 yang diminta untuk dihentikan kegiatannya sesuai dengan BA Pengawasan atau raport PROPER .Juni 2013 (yang menunjukkan limbah B3 sudah tidak di open burning) .Foto-foto penyimpanan limbah B3 yang tidak di open burning lagi .No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN Perhubungan Jika "TIDAK" diisi: Alasan : .Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Apakah memiliki rencana menghentikan kegiatan open burning jika YA. surat tanggapan dari KLH . BA verifikasi.Juni 2013 .

untuk logbook dan neraca limbah B3 berbentuk *xls) .No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 . kegiatan apa yang dilakukan : DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN .Juni 2013 Catatan : Data Pendukung/Lampiran disampaikan dalam bentuk softcopy (untuk foto dan dokumen izin berbentuk *pdf.Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012.Foto-foto kegiatan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu .Dokumen perizinan yang dimiliki sesuai dengan kegiatan tersebut .Apakah melakukan pengelolaan limbah B3 cara tertentu KINERJA jika YA.

LEMBAR ISIAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a. Tempat Penyimpanan Sementara CHECKLIST P./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO. KETENTUAN PENGEMASAN apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan bentuk limbah B3? apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah B3? apakah pengemasan limbah B3 dilengkapi dengan simbol label limbah B3? apakah penempatan limbah B3 disesuaikan dengan jenis dan karakteristik limbah B3? apakah kondisi kemasan limbah B3 bebas karat? apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak bocor? apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak meluber? BANGUNAN DAN PENYIMPANAN apakah bagian luar bangunan diberi papan nama? apakah bagian luar diberi simbol limbah B3 sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang disimpan? 1 2 3 4 5 6 7 √              8 9     .01 TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN PT. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.

10 11 12 apakah limbah B3 terlindung dari hujan dan sinar matahari? apakah bangunan mempunyai sistem ventilasi? apakah bangunan memiliki saluran dan bak penampung tumpahan (jika menyimpan limbah B3 cair)?       .

pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3           18 19     20   21 22 23 24 25 26       1       0 100% .13 14 15 16 17 apakah penyimpanan menggunakan sistem blok / sel apakah masing-masing blok/sel dipisahkan gang/tanggul? apakah kemasan/limbah limbah B3 diberi alas / pallet? apakah tumpukan limbah B3 maksimal 3 lapis? apakah limbah B3 disimpan sesuai dengan masa penyimpanan dalam izin? (jika baru mengajukan izin. tidak perlu diisi) PEMANTAUAN adakah logbook/catatan untuk mencatat keluar masuk limbah limbah B3? apakah jumlah dan jenis limbah B3 sesuai dengan yang tercatat di logbook/catatan? PENGELOLAAN LANJUTAN apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap limbah B3 yang disimpan? (diserahkan ke pihak ketiga/dimanfaatkan internal) LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP penyimpanan? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar.

/Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: KETERANGAN PENYIMPANAN apakah rancang bangunan pond sesuai dg jumlah limbah? apakah rancang bangun dapat mencegah luapan sludge? apakah lantai bangunan kedap air (10-7 cm/dtk)? apakah dilengkapi dengan sistem penerangan? apakah memiliki sumur pantau di upstream & downstream? adakah logbook/pencatatan keluar masuk sludge ke pond? PEMANTAUAN adakah pencatatan sludge yg disimpan/bulan? adakah pencatatan sludge yg dikelola/bulan? apakah melakukan analisa kualitas air sumur pantau sesuai izin? PENGELOLAAN LANJUTAN apakah dilakukan lanjutan (SOR.b. Kolam Sludge Minyak (Sludge Pond) CHECKLIST P. 1 2 3 4 5 6 √            7 8 9 10         .02 KOLAM SLUDGE MINYAK (SLUDGE POND) NAMA PERUSAHAAN PT. kirim ke pihak pengumpul. dll)? YA TIDAK KETERANGAN NO. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.

pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3      1      0 100% 0% .11 12 13 14 15 16 LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP penyimpanan sludge di pond? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar.

c. Pengolahan Limbah B3 Secara Thermal (Insinerator)

CHECKLIST P.03 PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA THERMAL (INSINERATOR) SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN

NAMA PERUSAHAAN PT.

NO.

KETENTUAN

PENAATAN UMUM 1 apakah selama pengakutan tidak terjadi ceceran? 2 apakah Jenis limbah yang dibakar sesuai dengan yang tercantum dalam izin? 3 apakah pengoperasian insinerator sesuai izin? PENAATAN KHUSUS apakah dilakukan pengukuran suhu gas bakar di burning chamber? apakah dilakukan pencatatan jumlah dan komposisi limbah yang dibakar? (cek log book) apakah komposisi limbah yang dibakar sesuai izin? apakah suhu ruang bakar I saat insinerator beroperasi 600-800 °C (atau

√  

  

4 5 6 7

   

   

sesuai izin)? 8 apakah suhu ruang bakar II saat insinerator beroperasi 900-1100 °C (atau sesuai izin)? 9 apakah efisiensi pembakaran terpenuhi? (Cek sertifikat hasil uji) 10 apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap abu sisa pembakaran? (diserahkan ke pihak ke-3/landfill) PEMANTAUAN 11 apakah memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah yang dibakar dan abu insinerator? 12 13 14 15 16 17 LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP pengoperasian insinerator ? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar, pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3

  

  

      1

     

0 100%

d. Bioremediasi CHECKLIST P.04 PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA BIOLOGI (BIOREMEDIASI) SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN

NAMA PERUSAHAAN PT.

NO.

KETERANGAN

PERSYARATAN LIMBAH DIOLAH 1 apakah dilakukan pengujian TPH awal dan memenuhi persyaratan (≤15%)? 2 apakah dilakukan pengujian awal total logam berat? 3 apakah dilakukan pengujian awal TCLP logam berat dan hasilnya dibawah bakumutu sesuai Kepdal 04/1995? PERSYARATAN LOKASI 4 apakah lokasi tempat pengolahan sesuai dengan persyaratan izin? 5 apakah dilakukan pengkajian kondisi awal lahan? PERSYARATAN FASILITAS 6 apakah desain untuk lahan pengolahan sesuai persyaratan? 7 apakah permeabilitas lapisan dasar lahan pengolahan sesuai persyaratan?

√        

        

8 apakah drainase dan pond mampu menampung air luapan/leachete? 9 apakah jumlah sel sesuai dengan timbulan limbah yang akan diolah? 10 apakah terdapat sumur pantau upstream & downstream sesuai izin? PENAATAN KHUSUS 11 apakah jenis microrganism yang digunakan bukan merupakan hasil rekayasa genetic? 12 apakah material pencampur dan penggembur (bulking agent) bukan merupakan material yang terkontaminasi LB3 13 apakah dilakukan analisa sampel limbah yang diolah secara berkala sesuai persyaratan/izin? 14 apakah dilakukan analisa sampel air tanah dan air sumur pantau sesuai izin? 15 apakah dilakukan analisa sample air luapan/lindi (jika terbuang ke lingkungan)? PENANGANAN HASIL OLAHAN (jika ada yang sudah selesai diolah) 16 apakah dilakukan uji analisis kimia. TCLP dan toksikologi material hasil olahan sesuai izin? 17 apakah material hasil olahan dikelola sesuai dengan rencana kelola? 18 apakah lokasi penempatan material hasil olahan sesuai persyaratan dan teridentifikasi dgn baik? PEMANTAUAN 19 adakah logbook/pencatatan keluar masuk limbah kegiatan bioremediasi? LAIN-LAIN 20 apakah terdapat tanda peringatan keselamatan dan keamanan? 21 apakah memiliki SOP kegiatan Bioremediasi 22 apakah terdapat sistem tanggap darurat?                               .

23 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3  1  0 100% e. Penimbunan Limbah B3 CHECKLIST P. KETERANGAN DATA PENAATAN 1 apakah Jenis limbah B3 yang ditimbun sesuai dengan izin ? 2 apakah jenis limbah yang ditimbun memenuhi bakumutu TCLP? 3 terdapat sumur pantau minimal 3 buah (1 upstream dan 2 downstream)? RANCANG BANGUN FASILITAS PENIMBUNAN 4 apakah lapisan dasar (sub base) adalah tanah lempung yang dipadatkan         ./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.05 PENIMBUNAN LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN PT.

dengan permeabilitas 1 x 10-9 m/det? 5 6 7 8 apakah permeabilitas dari sistem pendeteksi kebocoran (k) = 1 x 10-4 m/det? apakah ketebalan minimum lapisan geomembran HDPE 1. lantai dan dinding dari beton? apakah air lindi diolah di IPAL ? apakah melakukan uji kualitas lindi dalam bak pengumpul lindi sebelum dipindah ke fasilitas IPAL? apakah melakukan uji kualitas air tanah pada sumur pantau rona awal? apakah Baku Mutu air tanah ditetapka sesuai dengan rona awal? apakah pengujian dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang independen dan terakreditasi? (cek sertifikat hasil uji) apakah melakukan uji kualitas air lindi setiap 3 bulan/sesuai izin? apakah melakukan pencatatan arus jumlah limbah B3 yang keluar dan masuk tempat penimbunan? (cek log book)         9 10 11 12 13 14 15 16 17                   LAIN-LAIN 18 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 19 apakah memiliki SOP tanggap darurat? 20 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3    1    0 100% .5 mm apakah permeabilitas lapisan tanah penghalang k = 1 x 10-9 m/det apakah lapisan pelindung adalah tanah setempat dg tebal 20 cm dan dilapisi geotextile? BAK PENGUMPUL LINDI apakah berada di area lokasi landfill dan memiliki 1 unit pompa? apakah konstruksi pondasi.

06 PEMANFAATAN MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK BAHAN BAKAR PEMBANTU PELEDAKAN (ANFO) NAMA PERUSAHAAN PT. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA    TIDAK    KETERANGAN NO. KETENTUAN PENAATAN UMUM 1 apakah Dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau sesuai izin? (cek sertifikat hasil uji) 2 apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) 3 apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat perubahan karakteristik? 4 5 6 7 apakah Penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin  c.f. Dilengkapi simbol dan label      . Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas Untuk Bahan Bakar Pembantu Peledakan (Anfo) CHECKLIST P. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer  d. seperti: a. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin  b.

8 e. Jumlah yang digunakan sebagai pencampur (ton/bulan)  apakah Spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?. Jumlah oli bekas yang dihasilkan(ton/bulan)  13 b. seperti: 12 a. Waktu penyimpanan (<90 hari) 9 apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan penanganan tumpahan? 10 apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat?       PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai  dengan izin? adakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?. tidak ada penambahan bahan kimia lain  18 c. dilakukan pengadukan sempurna terhadap bahan sehingga homogen  19 d. penyaringan dengan filter <220 micron  17 b. formulasi pencampuran sesuai izin  LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 21 tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau 22 tersedia SOP tanggap darurat 23 Housekeeping dan kebersihan dalam keadaan baik TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3              1    0 100% . Disebutkan sumber oli bekas  15 d. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan)  14 c. seperti : 16 a. melakukan pencatatan setiap formula pencampuran (cek log book)  20 e.

07 PEMANFAATAN FLY ASH & BOTTOM ASH BATUBARA SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.g./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NAMA PERUSAHAAN PT. Bentuk dan kualitas tempat penyimpanan  6 b. Pemanfaatan Fly Ash & Bottom Ash Batubara CHECKLIST P. Dilengkapi simbol dan label         . seperti: 5 a. KETENTUAN PENAATAN UMUM 1 apakah dilakukan pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash √ sekurang-kurangnya 1 bulan sekali atau sesuai izin? 2 apakah hasil pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash  memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? 3 apakah dilakukan analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom  ash? 4 apakah hasil analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash  memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin (cek sertifikat hasil uji) apakah penyimpanan fly ash dan bottom ash dilaksanakan sesuai dengan izin?. Kesesuaian tempat penyimpanan dgn limbah yang disimpan  7 c. NO.

Waktu penyimpanan (<90 hari) 9 apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat? 10 Fasilitas pemanfaatan batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan sesuai dengan izin? 12 apakah spesifikasi teknis pemanfaatan sesuai dengan izin? LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 13 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 14 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3             1   0 100% .8 d.

. TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO.. Pemanfaatan Sludge Minyak / Spent Catalyst/Drill Cutting Untuk Bahan Campuran Kontruksi CHECKLIST P. termasuk sesuai dengan prediksi timbulan limbah B3? apakah terdapat sumur pantau dibagian hulu dan hilir di lokasi pemanfaatan? 1 2 3 4 6 7 8 √              ..h......08 PEMANFAATAN SLUDGE MINYAK / SPENT CATALYST/DRILL CUTTING UNTUK BAHAN CAMPURAN KONTRUKSI NAMA PERUSAHAAN PT... KETENTUAN PENAATAN UMUM apakah dilakukan pengujian TPH dan logam berat awal limbah sebelum dilakukan pemanfaatan? apakah Konsentrasi TPH awal sebelum dimanfaatkan sesuai dengan izin? (cek sertifikat hasil uji) apakah konsentrasi logam berat awal sesuai dengan parameter logam berat Kepdal 04 tahun 1995? (cek sertifikat hasil uji) apakah rencana pemanfaatan sesuai dengan izin? apakah terdapat fasilitas pengendali pencemar yang mungkin dihasilkan oleh aktifitas penempatan bahan pencampuran? apakah kapasitas pemanfaatan sesuai dengan jumlah limbah B3 yang akan diolah.. ....... SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab../Kota .....

bebas  banjir dan memenuhi persyaratan keamanan? 16 apakah air buangan dan atau air lindi dianalisis secara rutin sesuai izin?  17 apakah lokasi penempatan produk diberi tanda dengan jelas dan benar  sesuai dengan izin? 18 apakah produk dianalisis secara teratur dan periodik sesuai dengan  parameter yang ditetapkan dalam izin? LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 20 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 21 memiliki SOP tanggap darurat? 22 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3          1    0 100% .PENAATAN KHUSUS 9 apakah pencampuran bahan-bahan sesuai dengan izin? 10 apakah hasil analisis campuran sesuai dengan parameter yang tertera dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) 12 apakah melakukan analisis sampel air tanah dan hasilnya memenuhi parameter yang tertera dalam izin?       PENANGANAN HASIL PEMANFAATAN (jika ada yang sudah terdapat produk pemanfaatan) 13 apakah produk pemanfaatan dikelola sesuai dengan rencana kelola?  14 apakah lokasi penempatan produk teridentifikasi dengan baik?  15 apakah lokasi penempatan produk merupakan tempat yang aman.

... Pemanfaatan Minyak Minyak Pelumas Bekas Untuk Substitusi Bahan Bakar CHECKLIST P../Kota .. Waktu penyimpanan (<90 hari)  apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat  dan penanganan tumpahan? apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan            .. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab......09 PEMANFAATAN MINYAK MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK SUBSTITUSI BAHAN BAKAR NAMA PERUSAHAAN PT...... Dilengkapi simbol dan label  e. .. seperti: a. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin  c. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KETENTUAN PENAATAN UMUM apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan √ sekali atau sesuai izin? apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang  ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan  sebagai akibat perubahan karakteristik? apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?... Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin  b. TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO.. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer  d...i.

dilengkapi dengan pintu darurat? PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin? apakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?. seperti: 17 a. Aliran pelumas bekas (temperatur combustion chamber >950°C) 20 d. seperti: 12 a. Menyebutkan semua sumbernya apakah spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai izin?. Pelaporan udara ambien (frekuensi setahun sekali) 14 c. tidak memasukkan pelumas bekas diluar ketentuan dalam izin 24 h. pelumas bekas tidak digunakan selama start up dan shut down 23 g. Wajib diemisikan tunggal pada cerobong pembakaran 22 f. Terdapat spray No. tidak mencampur dengan limbah B3 lain selama proses recovery energy LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 25 tersediakah alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 26 memiliki SOP tanggap darurat? 27 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3                                1    0 100% 0% . Jumlah oli bekas yang dihasilkan (ton/bulan) 15 d. Pelaporan kualitas udara emisi (Frekuensi sesuai izin) 13 b. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan) 16 e. Flow rate pelumas bekas ke combustion chamber sesuai izin 19 c.zzle 18 b. Flow rate dan volume total pelumas bekas tercatat harian 21 e.

....... Pengelolaan Limbah B3 Oleh Pihak Ketiga CHECKLIST P. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.j........ KETERANGAN A PIHAK KETIGA PENERIMA LIMBAH B3 MEMILIKI IZIN YANG SESUAI KETENTUAN 1 Pihak ke-3 memiliki izin sebagai Pengelola limbah B3  (pengangkut/pengumpul/pengolah/pemanfaat) 2 Izin pengelolaan Limbah B3 pihak ke-3 belum habis masa berlaku  3 Pihak ke-3 memenuhi ketentuan izin yang berlaku / sesuai dengan izin yang  dimiliki 4 Limbah B3 yang dikelola oleh pihak ke-3 sesuai dengan yang tertera dalam  izin yang dimiliki 5 Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama  dengan pengolah atau penimbun akhir B PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEMENUHI KETENTUAN YANG BERLAKU      .. TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO./Kota ...10 PENGELOLAAN LIMBAH B3 OLEH PIHAK KETIGA NAMA PERUSAHAAN PT..... ..

1 Perpindahan / pergerakan limbah B3 yang dilakukan oleh pihak ke-3 dilengkapi dengan dokumen manifest limbah B3 2 Penghasil memperoleh dokumen manifest limbah B3 sesuai dengan yang dipersyaratkan yaitu : 3 Untuk pengangkut limbah B3. kendaraan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari KLH 4 Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun akhir C 1 2 3 MANIFEST DAN PENGELOLAAN MANIFEST SESUAI DENGAN KETENTUAN Salinan #2 : (diberikan ke penghasil untuk disampaikan ke KLH) Salinan #3 : (saat limbah B3 diambil oleh pihak ke-3) Salinan #7 : (disampaikan saat LB3 telah sampai di lokasi pihak ke-3)               .

... Des DISIMPA N DI TPS DIMANF AATKAN DIOLAH DITIMBUN DISERAHK AN PIHAK KETIGA KODE MANIFEST DIHASILKAN DISIMPAN DI TPS DIMANFAATKA N DIOLAH - - - - - DITIMBUN DISERAHKAN KEPIHAK KETIGA TIDAK DIKELOLA Koreksi per bulan per jenis DIHASILKAN - - - - .2.. PERIODE LIMBAH DIKELOLA Periode sebelu m nya (SALDO ) LIMBA H DIHASI LKAN LIMBAH TIDAK DIKELO LA KETERANG AN NO JENIS LIMBAH B3 SUMB ER SATUA N TAHUN 2011 TAHUN 2012 PERLAKUAN Jan . NERACA LIMBAH B3 PT. Des Jan ...

D. laporan triwulan I 2013 dan triwulan II 2013 Mengisi data lereng: a. Kemiringan jenjang tunggal Perbandingan Rekomendasi dengan Realisasi Ada/Tidak ada 6 Ada/Tidak ada 7 Ada/Tidak ada 8 9 Ada/Tidak ada Ada/Tidak ada 10 Ada/Tidak ada 11 Ada/Tidak ada Rekomendasi Geotek Penambangan 1 Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek 12 Realisasi Penimbunan 1 Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi 1 Realisasi . KERUSAKAN LAHAN 1 2 3 Peta rencana Persetujuan Peta rencana Rencana dan realisasi kegiatan sesuai RKTTL Ada/Tidak Ada Skala Peta berisikan kegiatan Pertriwulan /perlokasi yang dinilai Siapa Nama dan jabatan yang paraf Disebutkan jenis kegiatan dan lokasinya Rencana TW III 2012 Realisasi TW III 2012 Rencana TW IV 2012 Realisasi TW IV 2012 Rencana TW I 2013 Realisasi TW I 2013 Rencana TW II 2013 Realisasi TW II 2013 4 Matrik kemajuan luasan masing-masing kegiatan pada TW saat dikunjungi Ada/Tidak ada 5 Memiliki peta tata air dari drainase hingga ke IPAL/Settling Pond Memiliki lay out tata air dari drainase hingga ke IPAL/Settling Pond Data Hasil monitoring pergerakan tanah Kajian Geoteknik Foto lereng dan drainase di setiap kegiatan Menyampaikan Rencana RKTTL 2012 dan 2013 Menyampaikan Realisasi RKTTL 2012.

Kemiringan jenjang overall Penambangan Rekomendasi Geotek 25 derajat c. Tinggi jenjang tunggal Penambangan Rekomendasi Geotek 10 m c. Jumlah Jenjang over all Penambangan Rekomendasi Geotek 8 jenjang 13 Dokumen Kajian Batuan Asam Analisis geokimia (pengkarakteristik an batuan limbah) untuk memastikan ada tidaknya batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (potensi asam atau PAF atau yang lainnya). Lampiran : dokumen studi pengkajian batuan potensi dan tidak potensi asam Ada/Tidak ada Ada (kajian)/Tidak ada 14 15 SOP penanganan batuan asam Indikasi Erosi Ada/Tidak ada 28 derajat Penimbunan Realisasi 25 derajat Penimbunan Realisasi 8m Penimbunan Realisasi 8 jenjang Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Perlakuan terhadap batuan potensi asam (SOP pemberlakuan batuan potensi asam dan tidak potensi asam) Lampiran: penjelasan Sistem pengumpul leachate/seepage/re mbesan dari timbunan (AAT) dan melakukan pengolahan AAT di IPAL Lampiran: penjelasan Perencanaan dan pengelolaan terhadap batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (AAT atau lainnya).Geotek 30 derajat b. Lampiran: penjelasan Pengukuran pH air pada genangangenangan yang dijumpai dilapangan. Lampiran: penjelasan Upaya pengelolaan terhadap AAT dan upaya pengolahan AAT. nilai pH ≥ 6 Lampiran: penjelasan Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Pengupasan tanah pucuk Penggalian Tanah Penambangan Penimbunan Reklamasi .

jut net. kolam sedimen (settling pond. Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Sedimen trap/sediemen pond efektif menangkap sedimen (melampirkan desain fisik lapangan dan data perawatan sedimen trap/sedimen pond dan jumlah sedimen yang dipindahkan. Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. rip rap. drop structure. jut net. jut net. atau yang lainnya. cover croping. sedimen trap). permukiman (jelaskan lokasinya) Penggalian Pengupasan tanah Tanah Penambangan Penimbunan pucuk Penutup 2000 m Memiliki sarana tanggap darurat Penggalian Pengupasan tanah Tanah Penambangan Penimbunan pucuk Penutup Reklamasi Reklamasi . Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. terasering. drop structure. pasar). rip rap. gabion. drop structure. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. Ada peta pengelola an air larian permukaa n (peta water managem ent). terasering. guludan. Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. rip rap. sekolah. cover croping. Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. atau yang lainnya. mulsa. guludan. cover croping. sedimen trap). sedimen trap). rip rap. terasering. atau yang lainnya. terasering. kolam sedimen (settling pond. jut net. mulsa. kolam sedimen (settling pond. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. mulsa. kolam sedimen (settling pond. kolam sedimen (settling pond. guludan.Penutup Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. % tutupan area Cover Cropping : 17 Indikasi Potensi Bencana Sulit dibuktikan Jarak kegiatan dari sarana umum vital (SUTT/SUTET. mulsa. atau yang lainnya. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Ada perhitungan volume air larian permukaan berdasarkan daerah tangkapan hujan (catchment area) dan luasan settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. gabion. cover croping. gabion. guludan. jut net. atau yang lainnya. drop structure. terasering. Rumah sakit. mulsa. Reklamasi Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. gabion. 16 Kondisi sarana pengendali erosi Pengupasan tanah pucuk Sedimen trap/sediemen pond efektif menangkap sedimen (melampirkan desain fisik lapangan dan data perawatan sedimen trap/sedimen pond dan jumlah sedimen yang dipindahkan. sedimen trap). guludan. gabion. cover croping. sedimen trap). drop structure. rip rap.

Memiliki Saluran penampung limpasan air limbah apabila tanggul jebol di lokasi Pit A1 .

Kewajiban Dalam Dokumen Lingkungan Aspek Pengendalian Pencemaran Air. IZIN LINGKUNGAN 1.E. Udara dan PLB3 No Kewajiban Realisasi . Daftar Dokumen Lingkungan NO Nama Dokumen Lingkungan Institusi Pengesahan Dokumen Lingkungan Tanggal Pengesahan Dokumen Lingkungan 2.

..... Fax : ......................... Nama : BLH Kab...................................................... ................................. Petugas yang mengambil foto/Video : Nama Instansi : ........ pukul .................. : .... Waktu Indonesia Bagian .......... : ............. Ttd: ………………... Ttd: ………………..................... Tanda Tangan : .............................. tanggal .............. Pejabat Pengawas LH ............. Ttd: ………………......KLH Nama : BLH Provinsi ...................................../Kota ............................................ : .BERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO Pada hari ini................................ tahun ...... Tanda Tangan : ……………… Pengambilan Foto/Video disaksikan dan diketahui oleh pihak perusahaan: Nama Jabatan : .................... Demikian Berita Acara Pengambilan Foto/Video dibuat dengan sebenar-benarnya................................. : . kami Tim Pengawas Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah mengambil gambar/foto/video di lokasi : Perusahaan Alamat Telp............ Ttd: ……………… ......................................................... Nama : Perusahaan Nama : .... bulan .......................... : .....

BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL
_______________________________________________________________________________________________________________________

Pada hari ini, ……………., tanggal …………....…....… bulan……...………… tahun .............................., di Kabupaten/Kota............................Provinsi........................., kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Pangkat/Gol. ............................... ............................... ............................... Jabatan ................................ ................................ ................................ NIP/PPLH ......................./........ ......................./........ ......................./........

1.......................................... 2.......................................... 3..........................................

Telah melakukan pengambilan sampel di lokasi : Nama perusahaan Alamat perusahaan Jenis Industri : …………………………………………………………………………………. : …………………………………………………………………………………. : ………………………………………………………………………………….

Pengambilan contoh limbah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Petugas Pengambil Sampel : Nama : …………………………………………………………………………………. Instansi : …………………………………………………………………………………. NIP : …………………………………………………………………………………. Pangkat/Golongan : …………………………………………………………………………………. Jabatan : …………………………………………………………………………………. Tanda tangan : ......................

Dengan hasil sebagai berikut : No. Lokasi Kode Sampel pH Debit Jenis Limbah Waktu Keterangan

Demikian Berita Acara Pengambilan Sampel dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan. Saksi-Saksi :
Pejabat Pengawas LH - KLH Nama : BLH Provinsi .......... Nama : BLH Kab./Kota ......... Nama : Perusahaan Nama : .......................

Ttd: ………………...

Ttd: ………………...

Ttd: ………………...

Ttd: ………………

Cap Perusahaan

Denah Lokasi Pengambilan Sampel Air Limbah

LAMPIRAN III FORMAT MATRIKS PENAATAN
A. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT. AAA ………… Kab./Kota ….. ,Provinsi ……. 1 Juli 2010 - 30 Juni 2011

I. a. b.

Ketaatan Terhadap Titik Penaatan Jumlah Outlet Air Limbah Jumlah Outlet yang dipantau Tingkat Ketaatan : : : …. …. ….%

Keterangan: 1. Row Jumlah Outlet Air Limbah berisi jumlah seluruh outlet pembuangan air limbah yang dimiliki perusahaan. 2. Row Jumlah Outlet yang dipantau berisi jumlah outlet pembuangan air limbah yang dipantau oleh perusahaan. 3. Row Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah outlet yang dipantau dibagi dengan jumlah outlet air limbah yang dimiliki perusahaan. II. Ketaatan Terhadap Parameter Pemantauan / Pelaporan / Pemenuhan Baku Mutu

PARAMETER
Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin

PELAPORAN

PEMENUHAN BAKU MUTU
Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 %<x<= 500%) 6 0 0

No.

Nama Outlet (titik penaatan)

Jumlah Paramater Pemantauan

Tingkat Ketaatan

Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin

Jumlah data yang dilaporkan

Tingkat Ketaatan

Parameter

Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%)

Tingkat Ketaatan

Ket.

1 2 3

Outlet Oil Catcher A Outlet Oil Catcher B Outlet Oil Catcher C Tingkat Ketaatan

2 2 2

2 2 2

100% 100% 100% 100%

12 12 12

12 12 12

100% 100% 100% 100%

COD TDS H2S

0 0 0

50% 100% 100% 50%

Kolom Jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500%. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500%. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan. C. 2. 130 . KOLOM PELAPORAN 1. 4. 4. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah.KETERANGAN: A. 5. 3. 2. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah parameter yang sesuai dengan peraturan / izin. 5. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin berisi jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan jumlah parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. KOLOM PARAMETER 1. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah. B. 4. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. 3. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu dengan jumlah data yang dilaporkan. 3.

6. Row Ketaatan Terhadap Pemantauan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemantauan terendah.TINGKAT KETAATAN Ketaatan Terhadap Pemantauan Ketaatan Terhadap Pelaporan Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu 100% 100% 50% KETERANGAN: 1. 1. 3. 2. Row Ketaatan Terhadap Pelaporan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pelaporan terendah. 4. Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis No. 7. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah. 131 . 2. 3. III. Pengelolaan Limbah Cair Perusahaan mempunyai ijin pembuangan air limbah Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan Saluran pembuangan limbah cair kedap air Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik Mengukur debit harian Mengukur pH harian Sudah Taat √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan 5.

Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan I. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan II. 2. 6. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan II. 3. 4. 5.IV. Nama Outlet (titik penaatan) Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Jumlah KETERANGAN: Matriks ini digunakan apabila pihak KLH/BLH melakukan pengambilan sampel air limbah: 1. Hasil Pemantauan KLH/BLH PEMANTAUAN I PEMANTAUAN II Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) No. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan I. 132 . Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet).

a.B. b. Sumber Emisi Proses Produksi Sumber Emisi Jumlah Cerobong Jumlah Cerobong yang dipertimbangkan dalam PROPER Jumlah Cerobong yang dipantau Jumlah tipe sumber emisi … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan B.. Jumlah Genset yang dipantau Pemantauan mewakili semua tipe emisi 133 . …… I. No. Provinsi …... MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT. Sumber Emisi Pembakaran Dalam (Genset) Sumber Emisi Jumlah Genset Jumlah Genset dengan Kapasitas @ >=1 MW Total Kapasitas Genset (MW) Jumlah Genset yang dipertimbangkan dalam PROPER … … … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan d. AAA …. d. c.. c. e. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan A. No. a. b./Kota …. Kab.

TIPE EMISI NAMA CEROBONG JUMLAH PARAMETER PERATURAN PELAPORAN 2 2 TINGKAT KETAATAN SOx TINGKAT KETAATAN NOx 100% 100% TINGKAT KETAATAN CO 100% 100% TINGKAT KETAATAN 1 Genset 2 2 100% 100% 2 Proses 4 4 4 4 100% 100% 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Engine/Genset Proses 8 2 8 2 100% 100% …% KETERANGAN: A. KOLOM PELAPORAN 1. Tingkat Ketaatan Terhadap Parameter. Kolom pelaporan berisi tentang jumlah data parameter yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. 2.II. Kolom peraturan berisi jumlah data parameter pemantauan yang dilaporkan berdasarkan peraturan dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. KOLOM PARAMETER 1. Pelaporan dan Pemenuhan Baku Mutu PARAMETER PELAPORAN PERATURAN TINGKAT KETAATAN 100% 100% SOx NOx 2 2 Opa sitas 2 2 SOx PELAPORAN NOx 2 2 Opa sitas 2 2 TINGKAT KETAATAN 100% 100% PEMEHUHAN BAKU MUTU No. 4. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan berdasarkan peraturan dan data yang dilaporkan. Kolom Nama Cerobong yang dipantau berisi nama/kode cerobong yang dipantau. Kolom Tipe Emisi berisi tentang Tipe Emisi (mesin pembakaran dalam/proses produksi). Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. B. 134 . 2. 3.

Kolom Parameter berisi jumlah parameter emisi yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter emisi udara yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap cerobong dalam prosentase). Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase data yang tidak memenuhi baku mutu. III. Row Tingkat Ketaatan menampilkan prosentase tingkat ketaatan. 2. No. 4.3. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Tingkat Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu DATA TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU TIPE EMISI NAMA CEROBONG SOx NOx 0 E-1 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 E-2 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 0 0 0 0 0 0 100 % < = X < 500 % CO 0 Partikulat Opasitas NOx 0 CO 0 > 500 % Partikulat Opasitas TINGKAT KETAATAN 1 Engine E-1 (compressor SP PBM Barat) 2 Proses Boiler Glycol Dehydrator 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Engine Proses 0 0 0 0 0 0 0 0 100% 100% KETERANGAN: Isi kolom data parameter yang tidak memenuhi baku mutu apakah melebihi 100 % < x < 500% atau lebih dari 500%. 135 . D.

3. Tingkat Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis Pengelolaan Emisi Udara Mempunyai cerobong emisi Cerobong dilengkapi dengan lubang sampel sesuai Kepdal No. No. 5. 2. 7. 205/1996 Cerobong dilengkapi dengan pagar pengaman Cerobong dilengkapi dengan lantai kerja Cerobong dilengkapi dengan tangga Cerobong emisi dilengkapi dengan peralatan CEMS Peralatan CEM berfungsi dengan baik Sudah Taat √ √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan. 1.IV. 136 . 6. 4.

........... 3..................... Penolakan dilakukan dengan alasan: 1....... Bertindak untuk dan atas nama........ ... Instansi: ....................................................... .............................. ......................... 130 ........... 3....................................................../.................. ............................................................................ Provinsi .................................................................................... Ttd : .... ........... Nama : .......................................................... ................................. : .................. Pejabat Pemerintah Kab/Kota Nama : ............................................. Ttd : ......................................................................................... 2........................................... Instansi: .................................................... Instansi: .. Demikian Berita Acara Penolakan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan.................................... Ttd : ....... : .................................. : .............................. pukul ..................................... Ttd : ...................................................................................................................................................................... Jabatan NIP/PPLH 1........................................................................ ................................/.................... BA PENOLAKAN PENGAWASAN PROPER BERITA ACARA PENOLAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP Pada hari ini.................... .................................................................................................................................................................. Nama : .LAMPIRAN IV.................................... di Kab/kota... yang terdiri dari : Nama Pangkat/Gol...... Ttd : ................................................................................... Ttd : ....... .. ....... tanggal ...................................................... Pihak Pemerintah Provinsi Nama : ...................................... Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – KLH Nama : ... ....................................... tahun .............................................................................. : .......... Menyatakan bahwa kami menolak kedatangan Tim Pengawas Lingkungan Hidup dan/atau menentang pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup oleh Tim Pengawas Lingkungan Hidup dalam rangka Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER)......... Ttd Nama : ............................. ........................ : ......... Nama : ..................................... Bulan ........................................................................./................ Pihak Perusahaan Nama : ............................................................................................................................................................................................................................................................................................... 2......................................... kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat Nama perusahaan Alamat perusahaan Jenis industri : .. ................................................................................................................................................... Ttd : ....... Instansi: ............. : ..............................................

Analisis Air Limbah: 131 .Cap perusahaan Contoh Lampiran Hasil Analisis Laboratorium yang Terakreditasi: 1.

132 . Analisis Kualitas Udara Emisi.2.

LAMPIRAN V FORMAT RINGKASAN KETAATAN PERUSAHAAN Data Primer No Perusahaan Sektor Sub Sektor Kab./Kota Provinsi PROPER 2012 Peringkat Sementara Kandidat Hijau Dok HASIL AMDAL Ket PPA Ket PPU Ket PLB3 Ket PKL Ket 133 .

LAMPIRAN VI FORMAT RAPOR SEMENTARA HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 2012 – 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan Peringkat Sementara : : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2013 134 .

Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. 3. 5. pengendalian pencemaran udara. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I. 3. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. 4. 135 . Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. 1. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air.31/2875/203. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR D. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6.A. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. pengendalian pencemaran udara. Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Lampiran V a. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: C. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 87% 87% Taat Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) D. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup.

B. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet

Beban Outlet

C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur, BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.

III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA C. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. 1. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling

2. 3. 4. 5.

100% 100% 100% Taat

136

B. No

Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) Parameter Beban Outlet

C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur, BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.

IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. SK/ No. Surat SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B6658/Dep.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu bara), dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block, coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II

Pemanfaatan

SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 Desember 2011 √ SK MENLH No. 88 tahun 2012

5 (lima) tahun 5 (lima) tahun

Penimbunan/ landfill

5 (lima) tahun

137

B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013)
Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7,530.34 179.00 Grits & dregs Ton 26,994.76 81.44 4,023.41 22,971.35 19.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill - Pengangkut : PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengolah: PT. Wastec International Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut: PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada

A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78

B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.40 bekas

Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas

Ton Ton Ton

1,574.80 1,497.37 1.4995

0.40 267.82 1,306.98 1,093.00 404.37 1.4995

0 0 0

Ton

0.084

0.076 0.008 0.0124 1.80

0

Ton Ton

0.0124 1.80

0 0

Limbak klinis Majun terkontaminasi

Ton Ton

0 0.95

0 0.90

0 0

Toner bekas

Ton

0.028

0.05 0.017 0.011 0.15

0

Selang hidrolik terkontaminasi oli

Ton

0.15

0

138

Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .20 0. dan 1.80 2.20 0.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan.20 0. . Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .Pengolah: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi .Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan. C.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) . 64.Pengangkut: PT.Pengolah: PT.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin. .Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan . 0.33 100 0 0 Ket : 34.80 0 . Wastec International Ton Ton 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga.898.54% limbah masih tersimpan di TPS.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .33 37. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengangkut: PT. .898.Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin. Wastec International Pengangkut: PT.Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat . 139 .Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping .20 0 0 Ton % 37.

pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. E. G. 1. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. Resume Penaatan No. 6. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku. Pemenuhan Baku Mutu Emisi g. Pelaksanaan pengelolaan g. 140 . Re-injeksi. 7. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. dan penanganan media terkontaminasi LB3 e. 5. 2. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin e. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. pengelolaan tumpahan. Pemenuhan Ketentuan Teknis f. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah h. Rencana pengelolaan f. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. 3. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - . Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b.

Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Jln. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. 3. 6. 141 . Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah.H. neraca limbah B3. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995.13410. 2. 24. Panjaitan Kav. 5. : Gd. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. C Lt. Jakarta Timur. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.I. 2. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. 4. Kebon Nanas. D. d/a. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. recycle.

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR E. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: E. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. 5. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. pengendalian pencemaran udara. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan.31/2875/203. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT TAMBANG XYZ Pertambangan Batubara Kabupaten Kutai Kartanegara.Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. LAMPIRAN V b. 3. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. 1. 4. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) F. 142 .B.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 . Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 83% 80% -----Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. Provinsi Kalimantan Timur I. 3. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. pengendalian pencemaran udara.

3. 5. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya.D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. 1. pH harian. 1 unit heather. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara .dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. 100% 100% 100% Taat 143 . 5. F. serta produksi senyatanya bulanan. perusahaan tidak taat terhadap izin. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet E. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. 4. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA D. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian. 2 Unit dryer. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. 3 unit deporasi gliserin. 6. pelaporan. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara 3. III. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. debit/kuantitas air limbah harian. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air.

3. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Status Perizinan √ No. 186 Tahun 2011. tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun 144 . BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. fly ash. pelaporan. No Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) Parameter Beban Outlet E. F. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. SK/ No. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) I. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. bottom ash (slag batu bara). 4. No or: B6658/Dep. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3. 03 tahun 2010. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. parameter baku mutu. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. 5. tanggal 27 September 2010. 301 tahun 2011. 230 tahun 2010. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara.C. Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Pemanfaatan √ SK MENLH No. Surat SK Bupati XXX No.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. SK MENLH No. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. IV. 2.

Andhika Makmur Persada .95 0 0.37 1.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill .82 1.98 1.37 1.076 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .34 179.Pengolah: PT.4995 0. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.00 Grits & dregs Ton 26.Pengumpul & Pemanfaat: PT.017 0.15 0 Selang hidrolik Ton 0.Pengangkut : PT. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .80 1.084 0.994.Pengangkut: PT.44 4.Pengangkut: PT.78 B.15 0 145 .971. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .41 22.023. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 .4995 0 0 0 Ton 0.0124 1.574.0124 1.Pengangkut: PT.Pengolah: PT.497.Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .008 0.80 0 Ton Ton 0.Pengumpul & Pemanfaat: PT.40 267.05 0. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7.028 0.790.Pengumpul & Pemanfaat : PT.Pengangkut : PT.Pengangkut : PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 . Wastec International Disimpan di TPS LB3 . Indostar Cargo Kode manifest: OL . Indostar Cargo Kode manifest: OL .530. grit dan slag pada landfill kelas II J.306.011 0.90 0 0 Toner bekas Ton 0.35 19.00 404.Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No.093.Pengangkut: PT.40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1.76 81. Indostar Cargo A.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0.

33 100 0 0 Ket : 34. 0.898.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) .Tata cara penyimpanan sesuai dengan 146 .06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT L.terkontaminasi oli Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.54% limbah masih tersimpan di TPS. Andhika Makmur Persada .Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.80 2. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .33 37.20 0 0 Ton % 37.Pengangkut: PT.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga. . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . 64. .Pengolah: PT.20 0.Pengumpul & Pemanfaat: PT.Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .80 0 Kode manifest: OL .Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Pengangkut: PT. Wastec International Ton Ton 0.20 0. Wastec International Pengangkut: PT. dan 1. K. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan .Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi . Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.898.Pengolah: PT.20 0.

dan penanganan media terkontaminasi LB3 h. Pemenuhan Baku Mutu Emisi k. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. 3. Pemenuhan Ketentuan Teknis j. 2. 6.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. meme uhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. .Pemanfaatan P nimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - ketentuan. 1. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - N. 7. 5. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. . Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin i. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku. Rencana pengelolaan i. M.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan. Pelaksanaan pengelolaan j. 147 . Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. pengangkutan sesuai dengan rekome dasi pengangkutan dari KLH. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. Re-injeksi. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. pengelolaan tumpahan. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah l. Resume Penaatan N.

O. 5. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. 5. neraca limbah B3. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. 2. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. 2. 8.I. C Lt. P. 6. Tahapan Pembersihan Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 100 100 81 90 53 86 1 1 1 1 1 1 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat 148 . 7. 6. Jakarta Timur. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. 10. D. 9. 4. Rekapitulasi Penilaian No. : Gd.13410. 12. 2. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. Kebon Nanas. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. V. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 1. 3. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. recycle. Jln. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. d/a. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN C. 11. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. Panjaitan Kav. 24. 3.

67% 1 3. 2.13. 19.3% D. 27. 15. 17. 14. SOP. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. 30. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat 2 6. 25. 16. personil. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. 28. 22. 29. 20. dll 149 . c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan). 18. jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana. 24. 21. 26. 23.

batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut. 2. a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. 3. 4.c. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut . untuk menghindari terbentuknya AAT Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 150 .

. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2013 151 ......... KABUPATEN LOMBOK TIMUR..LAMPIRAN 7 FORMAT RAPORT FINAL HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 2012 – 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan Peringkat : : : : PT........................... ........

pengendalian pencemaran udara. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: G. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. 3. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. 3. pengendalian pencemaran udara. Lampiran V a. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A.31/2875/203. 5. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) H. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 87% 87% Taat Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. 1. 4. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I. 152 .A. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No.

serta produksi senyatanya bulanan.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. pelaporan. 1. III. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. 1 unit heather. I. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. debit/kuantitas air limbah harian. 3 unit deporasi gliserin. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. 2 Unit dryer. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. 3. 6. 5. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO . Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3.G. /kuantitas limbah harian. perusahaan tidak taat terhadap izin. pH harian. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet H. 5. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. 100% 100% 100% Taat 153 . namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit.

dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. No or: B6658/Dep. 301 tahun 2011. IV. Surat SK Bupati XXX No. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 5. tanggal 30 Desember 2011 √ SK MENLH No. parameter baku mutu. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. 03 tahun 2010. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. tanggal 27 September 2010. SK MENLH No. 4. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. 230 tahun 2010. 186 Tahun 2011. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun Penimbunan/ landfill 5 (lima) tahun 154 . D. 2.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. pelaporan. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. SK/ No. bottom ash (slag batu bara). perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. fly ash.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah 3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. 3.B. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. grit dan slag pada landfill kelas II Pemanfaatan √ SK MENLH No. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007.

34 179.B.994. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .44 4.497.076 0.Pengangkut: PT.78 B. Indostar Cargo Kode manifest: OL . Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7. Indostar Cargo Kode manifest: OL .Pengangkut : PT.084 0. Andhika Makmur Persada A.82 1.530.Pengumpul & Pemanfaat: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .90 0 0 Toner bekas Ton 0. Wastec International Disimpan di TPS LB3 .80 0 Ton Ton 0.Pengolah: PT.Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 .017 0.008 0.574.Pengangkut : PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .37 1.971. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 .093.05 0.Pengangkut: PT. Andhika Makmur Persada . Indostar Cargo Kode manifest: OL .Pengumpul & Pemanfaat: PT.4995 0 0 0 Ton 0. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 .00 Grits & dregs Ton 26.306.41 22.98 1.Pengangkut : PT.80 1.028 0. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.790.Pengumpul & Pemanfaat: PT. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7.40 267.35 19.15 0 Selang hidrolik terkontaminasi oli Ton 0.Pengangkut: PT.37 1.0124 1.95 0 0.023.Pengumpul & Pemanfaat: PT.Pengangkut: PT.011 0.0124 1. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1.76 81.Pengolah: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .00 404.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0.4995 0.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill .15 0 155 .

Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2. 0.20 0. 156 . Wastec International Ton Ton 0.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.54% limbah masih tersimpan di TPS.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) . Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.Pengolah: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . .898.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga.Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin.20 0 0 Ton % 37.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan.898.80 2.Pengolah: PT. . dan 1.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin. . Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan .33 100 0 0 Ket : 34.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat .Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.Pengangkut: PT.80 0 .Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping .33 37.Pengangkut: PT. Wastec International Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . 64.20 0. C.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi .20 0. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .

menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. 5. 3. Re-injeksi. Pemenuhan Ketentuan Teknis n. 157 . Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah p.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. 6. Pemenuhan Baku Mutu Emisi o. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - . 7. E. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. 2. dan penanganan media terkontaminasi LB3 k. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. G. Pelaksanaan pengelolaan m. pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. Resume Penaatan No. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin m. Rencana pengelolaan l. pengelolaan tumpahan. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. 1.

4. recycle. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. Panjaitan Kav. D. Jakarta Timur. : Gd. 6. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. neraca limbah B3. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. 2. d/a. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. C Lt. Kebon Nanas.H.I. Jln. 24. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. 3.13410. 158 . Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 2.

Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) J.Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: I.31/2875/203. 3. pengendalian pencemaran udara. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. 4. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. 3. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 83% 80% -----Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. 159 . dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT TAMBANG XYZ Pertambangan Batubara Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. LAMPIRAN V b. 5. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. pengendalian pencemaran udara.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 .B. Provinsi Kalimantan Timur I. 1. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No.

perusahaan tidak taat terhadap izin. No.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 1 unit heather. 5. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. pH harian. 5. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. 2 Unit dryer.B. 3 unit deporasi gliserin. 3. 100% 100% 100% Taat 160 . Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara 3. 6. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet C. 1. namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. debit/kuantitas air limbah harian. D. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara . Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. pelaporan. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. serta produksi senyatanya bulanan. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. 4. III.

Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat SK Bupati XXX No. SK MENLH No. 301 tahun 2011. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 230 tahun 2010. IV. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. D. 186 Tahun 2011. 2. tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 4. fly ash.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. pelaporan. 03 tahun 2010. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. parameter baku mutu. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. No or: B66 8/Dep.B. dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. SK/ No. 3. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun 161 . BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. bottom ash (slag batu bara). tanggal 27 September 2010. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. Pemanfaatan √ SK MENLH No. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. 5.

Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengangkut : PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg. Wastec International Disimpan di TPS LB3 .Pengolah: PT.4995 0 0 0 Ton 0.Pengangkut: PT.78 B. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .530.Pengumpul & Pemanfaat: PT.971.00 Grits & dregs Ton 26.076 0. Andhika Makmur Persada . grit dan slag pada landfill kelas II B.40 267.0124 1.Pengangkut : PT.306.80 1.023. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 . Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 . Indostar Cargo A.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill .37 1.4995 0.95 0 0.Pengumpul & Pemanfaat: PT.093. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengolah: PT.Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL .76 81.Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 .084 0.98 1.15 0 Selang hidrolik Ton 0. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.497.790.37 1.Pengangkut: PT.00 404.80 0 Ton Ton 0.15 0 162 .82 1.011 0.994.Pengumpul & Pemanfaat : PT.008 0. Indostar Cargo Kode manifest: OL .017 0.44 4.028 0.0124 1.Pengumpul & Pemanfaat: PT.Pengangkut: PT.40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1.90 0 0 Toner bekas Ton 0.574.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .41 22.Pengangkut: PT.05 0.34 179.35 19.

Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.Tata cara penyimpanan sesuai dengan 163 . Wastec International Pengangkut: PT.898. 64.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga.33 100 0 0 Ket : 34.20 0.20 0.Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan. Wastec International Ton Ton 0.54% limbah masih tersimpan di TPS.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) . dan 1. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Andhika Makmur Persada . . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi .80 0 Kode manifest: OL .Pengangkut: PT.Pengolah: PT.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.20 0.terkontaminasi oli Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat . Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan .Pengolah: PT.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Pengumpul & Pemanfaat: PT. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.Pengangkut: PT.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping . Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin.898. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .20 0 0 Ton % 37. C. . 0.33 37.80 2.

. 5. 2. Rencana pengelolaan o. 3. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. 164 . Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. Pelaksanaan pengelolaan p. pengangkut n sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah t. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pemenuhan Ketentuan Teknis r. Pemenuhan Baku Mutu Emisi s. 7. Resume Penaatan No. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin q. 6.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. dan penanganan media terkontaminasi LB3 n. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai an masih berlaku. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. Re-injeksi. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F. . 1.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - ketentuan. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. pengelolaan tumpahan.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. E.

3. 7. recycle. 4. C Lt. 9. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN A. Jakarta Timur. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. H. D. neraca limbah B3. Tahapan Pembersiha Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 100 100 81 90 53 86 1 1 1 1 1 1 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 eterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat 165 . Kebon Nanas. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. Rekapitulasi Penilaian No. 3. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. 2. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. : Gd. Jln. 4. 10. Panjaitan Kav.13410. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. 2. V. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. 8. 6. 1.I. 24. 5. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin.G. 5. d/a. 2. 6. 12. 11.

18.3% B. 26. 14. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan). personil. 15. 20. 23. 21. 19. 29. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat 2 6. 30. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. 24. SOP. dll 166 . Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. 16. 22. 2.67% 1 3.13. 25. 28. 17. 27. jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana.

Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. untuk menghindari terbentuknya AAT Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 2. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut .c. a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. 4. batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut. 167 . 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful