Petunjuk Teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2013

1

DAFTAR ISI Daftar Isi BAB I Pendahuluan .................................................................... 4 4 5 5 6 10 10 10 11 13 13 13 16 17 18 18 19 20 20 21 22 23 A. Latar Belakang .................................................................... B. Tujuan .................................................................................. C. Ruang Lingkup ................................................................... BAB II Mekanisme Pelaksanaan Proper Dekonsentrasi 2013 BAB III Tahap Persiapan ............................................................. A. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER ............................. B. Penguatan Kapasitas ......................................................... C. Sosialisasi ............................................................................ BAB IV Inspeksi Lapangan dan Supervisi ............................... A. Pengumpulan Data Awal ................................................. B. Pelaksanaan Inspeksi ........................................................ C. Penyusunan Laporan Inspeksi ......................................... D. Supervisi .............................................................................. BAB V Pemeringkatan ................................................................ A. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara ............................................................. B. Pemberitahuan Hasil Peringkat Sementara ................... C. Sanggahan/Klarifikasi ...................................................... D. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER .............. BAB VI Peningkatan Kapasitas Kabupaten/Kota .................. BAB VII Jadual Kegiatan Proper 2013 ....................................... BAB VIII Evaluasi dan Pelaporan ...............................................

2

Januari 2013 Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan M. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui Program PROPER. Saran dan masukan terhadap Petunjuk Teknis ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja PROPER. Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan mengupayakan perencanaan program dan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Akhir kata kami berharap Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi para pihak dalam mengupayakan perbaikan kualitas lingkungan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Petunjuk Teknis Kegiatan Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Dalam rangka menjawab pengelolaan lingkungan yang lebih baik.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadiran ALLAH SWT. Karliansyah 3 . dapat dilaksanakan secara terarah dan terukur oleh Pemerintah Provinsi sesuai sasaran kinerja Kementerian Lingkungan Hidup.R. Jakarta. Petunjuk teknis ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan kegiatan dekonsentrasi di daerah dalam upaya meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup dan menjaga agar pencemaran lingkungan hidup dapat dicegah sejak dini. Tahun 2013 dapat kami susun tepat pada waktunya.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternal. tersedianya kebijakan di bidang perlindungan atmosfir dan pengendalian dampak perubahan iklim. Pemerintahan Daerah Provinsi. sampah. Dalam pelaksanaan urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. menurunnya pencemaran lingkungan pada air. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Latar belakang Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Dekonsentrasi bidang lingkungan hidup tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjunjung pencapaian sasaran prioritas nasional yang termuat dalam Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama meningkatnya pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi. Untuk menstandarkan pelaksanaan dekonsentrasi tersebut perlu disusun petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah 4 . pada hakekatnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Daerah melalui pendelegasian kewenangan yang dimiliki dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar daerah agar terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. telah menetapkan urusan bidang lingkungan hidup yang menjadi Kewenangan Pemerintah.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan utama penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas perbantuan adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di daerah. Pengawasan pengendalian pencemaran air dan udara serta limbah B3 melalui mekanisme PROPER merupakan satu dari Program Nasional yang dilaksanakan secara dekonsentrasi. dan meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. memastikan penghentian kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS). Menteri memandang perlu untuk menyelenggarakan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah. serta penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. sebagaimana dimaksud dalam konsideran Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. akuntabilitas dan efisiensi. udara. dan limbah B3.

Sedangkan Bab VII menjelaskan tentang Jadual Pelaksanaan dan selanjutnya pada Bab VIII dijelaskan tentang Evaluasi & Pelaporan. Untuk kepraktisan buku ini. Salah satu tugas dekonsentrasi adalah peningkatan kapasitas Kabupaten/Kota. Ruang Lingkup Petunjuk teknis dekonsentrasi ini memuat langkah-langkah dan standar teknis pelaksanaan PROPER di Provinsi.(SKPD) Provinsi dalam melaksanakan lingkup penyelenggaraan dekonsentrasi bidang lingkungan hidup. Langkah-langkah peningkatan kapasitas di jelaskan pada Bab VI. C. B. BAB III menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan untuk persiapan pelaksanaan PROPER. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. BAB IV menjelaskan tentang mekanisme dan prosedur pelaksanaan inspeksi lapangan dan supervisi. Tujuan Tujuan petunjuk teknis ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi institusi pengelola lingkungan hidup tingkat Provinsi dalam melaksanakan tugas dekonsentrasi PROPER. maka Lampiran-lampiran dipisahkan dari Buku Petunjuk Teknis. BAB II Mekanisme Pelaksanaan Dekonsentrasi Proper 2013. 5 . Petunjuk teknis terdiri dari BAB I Pendahuluan yang menjelaskan mekanisme umum Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. Langkah setelah inspeksi lapangan dan supervisi dijelaskan dalam BAB V tentang Pemeringkatan.

Penetapan provinsi yang berperan serta pada pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2013 telah ditentukan melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengendalian Pencemaran yang dilakukan di Jakarta pada tahun 2012. 1238 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh 32 provinsi.I. pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui mekanisme self assesment.II/LH/PDAL/01/2013 Perihal Permohonan Rapor PROPER 2012-2013 dan Kandidat Industri PROPER 2012-2013 untuk meminta masing-masing Provinsi mengajukan daftar nama perusahaan yang akan di PROPER pada periode 2012-2013. d. Seluruh provinsi telah memberikan respon dengan rekapitulasi jumlah industri yang diusulkan sebagai berikut: Tabel 1. 454 perusahaan yang memperoleh peringkat taat dalam 3 periode PROPER terakhir. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROVINSI Aceh Bali Banten Bengkulu D. Penilaian Hijau dan Emas dilakukan oleh Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. c. b. B-296 /Dep. No. Pada Rakernis tersebut telah disetujui jumlah dan nama perusahaan yang akan dilakukan pengawasan penaatan oleh 32 Provinsi. 476 perusahaan pengawasan penaatan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. e.BAB II MEKANISME PELAKSANAAN DEKONSENTRASI PROPER 2013 Pada periode penilaian PROPER tahun 2012-2013. Untuk memperbaharui data perusahaan yang mutakhir. Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan akan melakukan evaluasi kinerja lingkungan terhadap 2168 perusahaan dengan ketentuan: a. Distribusi perusahaan peserta PROPER melalui mekanisme dekonsentrasi. Pengawasan dan usulan peringkat Biru. Merah dan Hitam dilakukan oleh 32 Provinsi dan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. f. Yogyakarta DKI Jakarta Gorontalo Jambi Jawa Barat Jawa Tengah KESEPAKATAN RAKERNIS 2012 20 37 100 15 25 10 49 120 62 USULAN PROVINSI 2013 10 36 78 20 21 85 10 49 115 76 6 . Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan telah mengirimkan surat No. Penetapan peringkat dilakukan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PROVINSI Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kep. Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku NTB Papua Barat Riau Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara TOTAL KESEPAKATAN RAKERNIS 2012 95 30 55 19 25 21 75 22 40 75 6 35 16 10 31 30 51 80 1178 USULAN PROVINSI 2013 75 32 55 19 25 26 20 75 26 31 10 100 7 35 12 10 31 35 50 40 1238 Keterangan : MPJ = Sektor Manufaktur Prasarana Jasa. Inspeksi Lapangan dan Supervisi. 3. Peningkatan Kapasitas. Pemeringkatan Penaatan. Dekonsentrasi PROPER dilaksanakan dengan melaksanakan 4 tahapan pelaksanaan PROPER sebagai berikut : 1. 2. 4.No. Persiapan. 7 . AGRO = Sektor Agroindustri Adapun daftar lengkap perusahaan peserta PROPER yang didekonsentrasikan kepada Provinsi terdapat pada Lampiran 1. PEM = Sektor Pertambangan Energi Migas.

Kriteria Penilaian PROPER dan Mekanisme Pelaksanaan PROPER wajib mengikuti ketentuan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup.PERSIAPAN PENETAPAN TIM TEKNIS & TIM PELAKSANA PENGUATAN KAPASITAS SOSIALISASI PENGUMPULAN DATA INSPEKSI LAPANGAN & SUPERVISI INSPEKSI TAHAP I SUPERVISI TAHAP I INSPEKSI TAHAP II SUPERVISI TAHAP II INSPEKSI TAHAP III SUPERVISI TAHAP III PEMERINGKATAN PENAATAN PENYUSUNAN RAPORT SEMENTARA REVIEW PERINGKAT TAHAP I PENENTUAN PERINGKAT SEMENTARA PEMBERITAHUAN PERINGKAT SEMENTARA MASA SANGGAHAN REVIEW SANGGAHAN REVIEW PERINGKAT TAHAP II USULAN PERINGKAT PENINGKATAN KAPASITAS PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN / KOTA Gambar 1. Untuk menjamin kredibilitas dan akuntabilitas pelaksanaan PROPER. yakni: 1. Menghindari setiap pertentangan kepentingan karena faktor finansial atau kepentingan lainnya yang berkaitan dengan hasil pengawasan. Tahapan Pelaksanaan Dekonsentrasi PROPER 2013 Dalam melaksanakan dekonsentrasi PROPER terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaannya. 8 . semua aparat yang terlibat dalam pelaksanaan PROPER wajib melaksanakan etika Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup. Berkomunikasi secara sopan dan profesional dengan petugas dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. 3. 2. Menaati semua ketentuan disiplin dan sumpah pegawai negeri. Salah satu prinsip dasar adalah pelaksanaan PROPER yang didekonsentrasikan kepada 30 Provinsi tersebut di atas.

Berpenampilan pantas termasuk mengenakan pakaian dan peralatan pelindung untuk keselamatan kerja. akurat. Melaporkan fakta-fakta hasil pengawasan secara lengkap. Melengkapi diri dengan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan yang mudah dibawa untuk menghindari hutang budi terhadap usaha dan atau kegiatan. Menguasai dan menerapkan konsep K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) selama melaksanakan pengawasan. dan obyektif. 6. 8. Selalu berupaya meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan teknis. 5.4. 7. 9 .

10 . Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi: 1) Staf administrasi yang bertugas menyelesaikan urusan administrasi dan keuangan. Kepala Institusi Lingkungan Hidup Provinsi menetapkan susunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi dalam suatu surat keputusan dengan susunan sebagai berikut: a. Gorontalo. 2. adalah pejabat pengawas lingkungan hidup daerah atau staf teknis yang memperoleh pelatihan pengawasan PROPER. Khusus untuk penilaian aspek kerusakan lingkungan kegiatan pertambangan dapat dilakukan bekerjasama dengan inspektur tambang pada instansi pertambangan Provinsi. adalah Kepala Bidang yang menangani pengawasan. D. sedangkan provinsi (Bali. b.I. Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan PROPER perlu disiapkan agar pelaksanaan PROPER sesuai dengan target dan jadual yang ditetapkan. Penyusunan Tim Pelaksana PROPER Tahap pertama dalam persiapan pelaksanaan dekonsentrasi PROPER 2013 adalah melakukan penyusunan Tim Pelaksana PROPER Provinsi. c. d. Bengkulu. Aceh. Sulawesi Tenggara. Banten. 2) Tim Pengolah Data yang bertugas mengelola data hasil pengawasan lapangan dan menyiapkan Rapor. Tim Inspeksi PROPER Provinsi. Ketua Tim Pelaksana PROPER. Pelaksanaan penguatan kapasitas PROPER dilakukan kepada 8 provinsi baru (Sulawesi Barat. Langkah-langkah penyusunan tim adalah sebagai berikut : 1. Adapun langkah-langkah tahap persiapan antara lain adalah: A.BAB III TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan pada dasarnya adalah persiapan untuk melaksanakan kegiatan PROPER selanjutnya. Perangkat lunak seperti Kriteria Penilaian. maka sumberdaya manusia pelaksana harus memenuhi persyaratan kompetensi yang standar. Tim Pengolah Data harus menguasai komputer terutama aplikasi Ms Word dan Ms Excel. Penguatan Kapasitas Dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan PROPER. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau dan Papua Barat). Kepala Intitusi Lingkungan Hidup Provinsi menyampaikan Surat Keputusan Tim Pelaksana PROPER Provinsi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. Kalimantan Tengah. perusahaan yang akan di PROPER. B.

Penguatan Kapasitas Petugas Inspeksi PROPER Provinsi (10 Provinsi Baru) 1. Jumlah orang yang mendapat sertifikat penguatan kapasitas PROPER. Kalimantan Selatan. II. 2. Sekretariat PROPER KLH mengkoordinasikan pelaksanaan penguatan kapasitas dan sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi.Yogyakarta. Sulawesi Tengah. Maluku. Tim teknis PROPER KLH melakukan penguatan kapasitas sumberdaya manusia kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. Kalimantan Barat. C. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. Jawa Timur. Sertifikasi Petugas Inspeksi PROPER didasarkan atas uji kompetensi dan tingkat kehadiran peserta dalam kegiatan peningkatan kapasitas. Output kegiatan: 1. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyegaran dengan ketentuan: dilakukan penguatan kapasitas dan I. Sumatera Barat. Penyegaran Petugas Inspeksi PROPER Provinsi (22 Provinsi Lama) 1. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah mengikuti penyegaran (refreshment) PROPER melakukan sosialisasi PROPER kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang tidak mengikuti penyegaran yang dilakukan oleh Sekretariat PROPER KLH. Kepala Badan Lingkungan Hidup menugaskan maksimal 5 orang Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah bersertifikat penguatan kapasitas tahun 2012. Riau. Bangka Belitung. 2. Jumlah orang yang mengikuti penyegaran PROPER dan penguatan kapasitas. Sosialisasi Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengadakan sosialisasi PROPER kepada perusahaan dalam rangka menginformasikan keikutsertaan dan kriteria serta mekanisme PROPER dengan ketentuan: 11 . NTB. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas dan penyegaran PROPER. 4. DKI Jakarta. dan Sumatera Utara) yang telah melaksanakan PROPER tahun 2011-2012 akan dilakukan penyegaran (refreshment) di Jakarta. untuk mengikuti penyegaran (refreshment) PROPER di Jakarta. 2. 3. Lampung. 3. 3. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Jambi. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memperoleh sertifikasi dapat melakukan peningkatan kapasitas kepada Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Tim Teknis PROPER KLH. Kep. Sekretariat PROPER KLH mengkoordinasikan pelaksanaan penyegaran (refreshment) PROPER kepada Petugas Inspeksi PROPER Provinsi. Jawa Barat.

2. 12 . Laporan Pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Sekretariat PROPER Provinsi mendokumentasikan jumlah dan kehadiran/absensi perusahaan yang memperoleh sosialisasi. Output: 1. Tidak diperkenankan memungut anggaran dari perusahaan atau peserta untuk pelaksanaan sosialisasi. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengundang perusahaan peserta PROPER tahun 2012-2013 di wilayahnya. dan kegiatan dengan media massa. peserta sosialisasi dan menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. 3. 2. Pelaksanaan Sosialisasi menggunakan narasumber dari Petugas Inspeksi PROPER Provinsi yang telah memiliki sertifikat penguatan kapasitas/PPLHD. 4. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat melaksanakan sosialisasi kepada pemangku kepentingan lain dalam rangka mendukung pelaksanaan PROPER melalui berbagai metode seperti pencetakan dan penyebaran leaflet dan booklet. seminar dan workshop. 3. Jumlah peserta sosialisasi. Jumlah perusahaan yang memperoleh sosialisasi.1.

B. Laporan Pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL. serta pengendalian 13 . c. Pelaksanaan inspeksi Dalam rangka pengambilan data sekunder dan primer Petugas Inspeksi PROPER Provinsi melakukan inspeksi lapangan dengan ketentuan: 1. Setiap Tim Inspeksi terdiri atas: a. Output: Data kuesioner yang telah diisi oleh perusahaan. Pengumpulan Data Awal Pengumpulan data awal bertujuan mengumpulkan informasi awal. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi: 2 (dua) orang yang sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD. d. telah memperoleh orang yang telah Pencemaran Air. b. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi mengumpulkan data awal berupa : a. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi dapat mengumpulkan data dengan kuisioner untuk perusahaan baru dan menyampaikan hasil kuesioner kepada Sekretariat PROPER. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER bagi perusahaan yang telah diperingkat periode penilaian sebelumnya. Persiapan yang baik dengan informasi awal yang lengkap merupakan faktor penentu utama pelaksanaan inspeksi yang efektif dan efisien. b. yang digunakan untuk menyusun strategi inspeksi lapangan. 2.BAB IV INSPEKSI LAPANGAN DAN SUPERVISI A. Laporan Pelaksanaan Izin. kapasitas produksi atau jasa. Pengumpulan data awal dilaksanakan dengan ketentuan : 1. Petugas Inspeksi PROPER Kabupaten/Kota : 1 (satu) memperoleh sertifikat pelatihan PROPER dan/atau PPLHD. Profil Perusahaan yang memuat informasi dasar seperti nama dan alamat perusahaan. Untuk melakukan pengawasan Aspek Pengendalian Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Limbah B3 kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan). upaya pengendalian penemaran yang dilakukan dan upaya penanganan limbah B3. proses produksi atau jasa.

b. b.2. Pelaksanaan inspeksi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut: a. Petugas Inspeksi PROPER Provinsi sudah harus menyelesaikan inspeksi dengan target sebagai berikut : Tabel 2. Pada akhir pengawasan harus disusun Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. Lokasi pengambilan sampel air limbah wajib dilakukan pada titik penaatan. Tahap III : 17 Juli s/d 24 Agustus 2013. Seluruh biaya pelaksanaan inspeksi ditanggung oleh biaya APBN Kementerian Lingkungan Hidup melalui dana dekonsentrasi. Tim Inspeksi lapangan harus dilengkapi dengan surat tugas dengan ketentuan: a. c. Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi atau petugas inspeksi PROPER provinsi yang telah lulus penguatan kapasitas. Tahapan Inspeksi TAHAP INSPEKSI I II III TARGET INSPEKSI 25 % 70 % 100 % KETERANGAN 7. mengacu pada panduan inspeksi 5. b. Informasi umum usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 3. yang didalamnya paling tidak memuat informasi : a. Penyusunan Berita Acara 1. 10. Nama petugas tim inspeksi lapangan harus sesuai dengan yang tercantum dalam SK Tim Inspeksi PROPER Provinsi. 4. 8. Nama petugas yang menandatangani Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam surat tugas. 14 . Halaman Berita Acara Pengawasan. Bagian 1 memuat: 1) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran air dan data perhitungan beban pencemaran air. c. Tahap II : 1 Juni s/d 1 Juli 2013. C. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib melaporkan kemajuan pelaksanaan inspeksi kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup setiap bulan. Ketua tim inspeksi Provinsi harus Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi. Pada setiap akhir tahap inspeksi. 9. Tahap I : 15 April s/d 15 Mei 2013. Pengujian sampel air limbah wajib dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur. 6. Pelaksanaan inspeksi yang dilakukan harus PROPER.

5. 4) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan). Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan sesuai lampiran III. Format Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER sesuai lampiran I dan II. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER atau Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai hak penuh untuk mengakses dokumentasi Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. 2. 6) Kinerja penaatan dalam pengendalian kerusakan lingkungan (khusus untuk kegiatan pertambangan). Data Swa Pantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 3) Lampiran hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER. 7. 6. 3. 3. Jika perusahaan menolak untuk dilakukan pengawasan. Tim Inspeksi Lapangan wajib membuat Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER sesuai lampiran IV. Output kegiatan: 1. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER wajib disampaikan kepada Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dapat berupa data elektronik (soft copy) maupun manual (hard copy). 5) Dokumen/Izin Lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. 15 . 2) Lampiran data Swa Pantau yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. d. Sekretariat PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER dalam bentuk data elektronik (discan) selain tetap mendokumentasikan berkas dalam bentuk manual (hard copy). 3) Kinerja penaatan pengendalian pencemaran air dan udara dihitung berdasarkan matriks penaatan. 2. 4. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. Bagian 2 memuat: 1) Foto-foto hasil pengawasan lapangan.2) Kinerja penaatan dalam pengendalian pencemaran udara dan data perhitungan beban pencemaran udara. 4) Kinerja penaatan pengelolaan limbah B3.

g. d. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara). Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. b. f. petugas inspeksi wajib menyelesaikan laporan inspeksi berupa ringkasan ketaatan perusahaan dalam aspek pengendalian pencemaran air. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup memiliki hak penuh untuk mengakses laporan inspeksi ini. D.4. 6. maka hasil analisis ini dapat disusulkan. pengendalian pencemaran udara. Laporan inspeksi wajib didokumentasikan oleh Sekretariat Tim Pelaksana PROPER Provinsi secara sistematis sehingga mudah ditelusuri. c. Foto-foto hasil pengawasan lapangan. 16 . Data Swapantau (dalam form berita acara) yang dilaporkan usaha dan atau kegiatan yang dinilai. 7. Data Perhitungan Beban Pencemaran. Penyusunan Laporan Inspeksi Laporan inspeksi adalah laporan Tim Inspeksi lapangan kepada atasan masing-masing untuk melaporkan hasil pengawasannya sehingga atasan dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan hasil pengawasan yang berpotensi atau telah melanggar peraturan lingkungan hidup dan berpotensi atau telah menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan. Data Perhitungan Beban Pencemaran. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3 (dalam form berita acara). Data hasil pengambilan sampel oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi1. Pada setiap akhir kunjungan inspeksi lapangan. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. dan pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian kepada atasan masing-masing dengan dilampiri oleh: a. pengelolaan limbah B3. Output Kegiatan: Dokumentasi laporan inspeksi lapangan 1 Karena proses analisis laboratorium biasanya memerlukan waktu 1 bulan. e. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup daerah. 5.

3. Kumpulan Hasil Inspeksi. Data-data kualitas air limbah.31 Mei 2013 2 Juli ------. Sekretariat PROPER Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib mendokumentasikan Laporan Hasil Supervisi.E. sedangkan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan hasil supervisi kepada Ketua Tim Teknis PROPER melalui Sekretariat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup. 4. 5. Output kegiatan: 1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menyiapkan materi supervisi sebagai berikut : a. Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan 4.16 Juli 2013 26 Agustus ---. Format dan ketentuan tentang Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara mengacu kepada Sub Bab Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara pada bagian selanjutnya petunjuk teknis ini. b. Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER dan Berita Acara Penolakan Pengawasan PROPER beserta lampirannya. emisi dan pengelolaan limbah B3. 3. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi terhadap proses penyusunan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Laporan hasil inspeksi. 2. d. Supervisi dilaksanakan secara bertahap pada setiap akhir tahapan inspeksi lapangan dengan jadual pelaksanaan sebagai berikut: Tabel 3. 17 .9 September 2013 Pelaksanaan Supervisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Supervisi Kegiatan Supervisi dilakukan untuk merekapitulasi hasil inspeksi dan menyusun Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. Tahapan Supervisi SUPERVISI Tahap I Tahap II Tahap III TANGGAL 16 Mei ------. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun Rekapitulasi Status Penaatan Awal Perusahaan (Lampiran V) dan Berita Acara Supervisi. 2. Berita Acara Supervisi. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melaporkan hasil supervisi kepada Kepala Instansi Lingkungan Hidup Provinsi. Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara. c.

Data Swa Pantau yang dilaporkan perusahaan. Hasil Pengisian Daftar Isian Penilaian Kriteria Potensi Kerusakan Lahan dan perbaikan yang telah dilakukan perusahaan dalam bentuk form Isian umum. 18 . 6. 2. Tim Pelaksana PROPER Provinsi kemudian menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan sesuai lampiran V. foto-foto hasil pengawasan lapangan. Tim Pelaksana PROPER Provinsi selanjutnya melaporkan secara tertulis hasil status penaatan / peringkat awal perusahaan kepada Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi. b. untuk kemudian disampaikan kepada Sekretariat PROPER.BAB V PEMERINGKATAN A. Format Rapor Sementara yang memuat kinerja perusahaan dalam pengendalian pencemaran air. dokumen/izin lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan penyusunan Rapor Sementara sesuai Lampiran VI . Dihitung dengan menggunakan matrik pengendalian pencemaran air dan udara sesuai lampiran III. Pengendalian Pencemaran Udara. Pada tahapan ini sebenarnya adalah tahapan untuk memutakhirkan Draft Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER Sementara yang telah disusun pada saat supervisi dengan memasukkan data-data pemantauan dan neraca limbah B3 yang terbaru. Petugas inspeksi PROPER wajib menyelesaikan Rapor Sementara berdasarkan Berita Acara Hasil Pengawasan PROPER. Dokumen/izin lingkungan. Pengelolaan limbah B3 dan pengendalian kerusakan lahan (khusus kegiatan pertambangan) sesuai dengan kriteria penilaian PROPER. Adapun pelaksanaan penyusunan Rapor Sementara dilakukan dengan ketentuan : 1. Penyusunan Hasil Evaluasi Kinerja Penaatan PROPER (Rapor) Sementara Langkah pertama untuk pemeringkatan adalah penyusunan Rapor sementara. Pengendalian Pencemaran Air. 5. Format Rapor Sementara yang ditetapkan oleh Tim Teknis. udara. yang merupakan hasil rekapitulasi dari Rapor Sementara. udara dan limbah B3 serta pengendalian kerusakan lingkungan (khusus kegiatan pertambangan) mengacu pada : a. 3. Data hasil pengambilan sampel oleh instansi lingkungan hidup. Hasil Pengisian Daftar Isian penilaian Pengelolaan Limbah B3. Rapor Sementara adalah penilaian sementara kinerja pengelolaan lingkungan aspek Pengendalian Pencemaran Air. 4.

langkah selanjutnya adalah menyampaikan Rapor tersebut kepada perusahaan untuk memperoleh tanggapan. Output kegiatan: 1. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib memiliki sistem untuk memastikan Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara dapat diterima oleh Perusahaan yang dinilai. 4. Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup melakukan supervisi kepada Tim Pelaksana PROPER Provinsi untuk memastikan kesesuaian Rapor Sementera dengan kriteria penilaian PROPER. validitas data dan menjamin kredibilitas pelaksanaan PROPER serta kesesuaian dengan jadual pelaksanaan PROPER yang telah ditetapkan. 2. Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup menyusun status penaatan/peringkat awal perusahaan. 2. Output kegiatan: 1. Surat penyampaian status penaatan usaha dan atau kegiatan yang dinilai dan peringkat awal usaha dan atau kegiatan. 8. Pemberitahuan hasil peringkat sementara Setelah Rapor Sementara diselesaikan. 3. Pemberitahuan peringkat sementara secara tertulis ke Perusahaan dilakukan melalui surat Ketua Tim Teknis PROPER.7. 3. Tanda terima pengiriman dokumen. Kepala institusi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan secara tertulis hasil status sementara penaatan Perusahaan beserta Rapor Sementara kepada Ketua Tim Teknis melalui Sekretariat PROPER tanggal 16 September 2013. B. 2.22 Agustus 2013. Rapor Sementara disampaikan kepada Perusahaan pada tanggal 20 Agustus . Langkah langkah untuk memberitahukan hasil peringkat sementara adalah sebagai berikut : 1. Rapor Sementara hasil evaluasi pengawasan kinerja penaatan PROPER. 4. 19 . yang merupakan hasil rekapitulasi dari rapor sementara dan Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. Berita acara penerimaan Rapor Sementara. Berita Acara Penyusunan Peringkat Sementara. Rekapitulasi status penaatan.

29 Agustus 2013. Hasil evaluasi dokumen sanggahan didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER untuk menyepakati usulan peringkat akhir pada tanggal 30 Agustus . 2. Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen sanggahan pada tanggal 23 Agustus . maka Perusahaan dianggap menerima hasil Peringkat Kinerja Sementara dan Rapor Kinerja Sementara. Sanggahan ini harus dalam bentuk tertulis yang diantar langsung ataupun dikirim melalui fax dan pos untuk selanjutnya mendapat bukti tanda terima dokumen sanggah. Sanggahan/Klarifikasi Untuk menciptakan keadilan dalam pelaksanaan PROPER. 2. Apabila tidak ada sanggahan dalam jangka waktu 23 Agustus . Perusahaan yang dinilai diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap hasil penilaian peringkat kinerja sementara. Melengkapi data yang masih belum dimasukkan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Dewan pertimbangan akan melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. Jawaban atas sanggahan. 4. Review hasil sanggahan oleh Dewan PROPER Berdasarkan hasil verifikasi sanggahan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi bersama dengan Tim Teknis PROPER. Dewan Pertimbangan dapat melakukan verifikasi langsung ke Perusahaan yang bersangkutan. 3. Jika terdapat sanggahan yang tidak berkaitan dengan ketentuan angka 5.29 Agustus 2013. Dalam melakukan review terhadap usulan peringkat akhir Perusahaan. Adapun langkah-langkah review hasil sanggahan adalah sebagai berikut : 1. D. 2. Tanda terima dokumen sanggahan. 20 . Perbaikan peringkat perusahaan hanya dapat dilakukan jika : a. Terdapat kesalahan data yang dimasukkan kedalam Rapor sementara oleh Tim Pelaksana PROPER Provinsi. Langkah-langkah untuk menampung dan menanggapi sanggahan perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Sanggahan tertulis dapat dilakukan setelah dilakukan kesepakatan dengan Tim Teknis PROPER KLH.29 Agustus 2013. 5. 3. maka wajib didiskusikan dengan Tim Teknis PROPER Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan perlu atau tidaknya perubahan peringkat perusahaan. b.C. Ketua Tim Teknis menetapkan daftar usulan peringkat akhir PROPER dan daftar kandidat Hijau dan Emas PROPER dari hasil review Dewan Pertimbangan PROPER. Output kegiatan: 1. 6.5 September 2013. Tim Pelaksana PROPER Provinsi menerima sanggahan tertulis dari Perusahaan pada tanggal 23 Agustus .

BAB VI PENINGKATAN KAPASITAS KABUPATEN/KOTA Tim Pelaksana PROPER Provinsi melakukan peningkatan kapasitas kepada Tim Pelaksana PROPER Kabupaten/Kota dengan menggunakan muatan materi yang ditetapkan oleh Ketua Tim Teknis PROPER. 3. khusus kegiatan pertambangan). b. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi menyampaikan laporan hasil pelaksanaan penguatan kapasitas kepada Ketua Tim Teknis PROPER. Cara penyusunan Rapor Sementara dan. Output kegiatan: 1. Kepala instansi lingkungan hidup Provinsi memberikan sertifikat kepada para peserta penguatan kapasitas yang lulus. Cara penyusunan Rapor final. serta pengendalian kerusakan lingkungan. d. Tata cara pengawasan penaatan lingkungan hidup (pengendalian pencemaran air. Lingkup peningkatan kapasitas mencakup : a. 2. Laporan pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas. Kriteria dan mekanisme pelaksanaan PROPER. Jumlah orang yang dilatih. pengelolaan limbah B3. e. c. Cara penyusunan Berita Acara Hasil Pengawasan. pengendalian pencemaran udara. f. Cara pengolahan data hasil pengawasan. Jumlah orang yang mendapat sertifikat. 21 .

Kalimantan Timur. Kepulauan Riau dan Papua Barat **Bali.5 September Keterangan: *Sulawesi Barat.14 Juni 2013 Kunjungan Lapangan III Provinsi Lama 17 Juni . Maluku. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat.16 Agustus 2013 Provinsi Baru dan Lama Pengiriman Raport Sementara Provinsi dan KLH 20 Agustus . Kalimantan Tengah. Jawa Timur. D.22 April 2013 Supervisi I Provinsi Lama 29 April . Yogyakarta.1 Juli 2013 Supervisi II Provinsi Baru 2 Juli .BAB VII JADUAL KEGIATAN PROPER 2013 Pelaksanaan kegiatan PROPER periode 2012 – 2013 dilaksanakan dengan jadual sebagai berikut : Kegiatan Waktu Provinsi Baru* Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Mekanisme dan Kriteria PROPER kepada Perusahaan 1 April . Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. dan Sumatera Utara 22 . Bangka Belitung. Gorontalo. Kalimantan Barat.3 Mei 2013 Kunjungan Lapangan II Provinsi Lama 6 Mei .26 Juli 2013 Supervisi III Provinsi Lama 13 Agustus . NTB.22 Agustus 2013 Masa Sanggah 23 Agustus .12 April 2013 Kunjungan Lapangan I Provinsi Baru 15 April . Kep. Riau. Sumatera Selatan.5 Juni 2013 Supervisi II Provinsi Lama 11 Juni .16 Juli 2013 Sanggahan Provinsi Lama** Refreshment 20 Maret . DKI Jakarta. Banten. Sulawesi Tenggara.15 Mei 2013 Supervisi I Provinsi Baru 16 Mei . Lampung. Sulawesi Utara. Jambi. Aceh.31 Mei 2013 Kunjungan Lapangan II Provinsi Baru 3 Juni .29 Agustus 2013 Evaluasi Sanggahan 30 Agustus . Jawa Barat.I.22 Maret 2013 Kunjungan Lapangan I Provinsi Lama 8 April . Bengkulu.

BAB VIII EVALUASI DAN PELAPORAN Laporan dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. 23 . Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 24 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2013. Tim Pelaksana PROPER Provinsi wajib mendokumentasikan secara sistematis semua output tahapan kegiatan dan Tim PROPER Kementerian Lingkungan Hidup berhak secara penuh untuk mengakses dokumentasi pelaksanaan PROPER.

B Lt. Pengelolaan Kualitas Air dan Udara Skala Nasional melalui PROPER. Panjaitan Kav. : (021) 8520-886 Email: dekonproper@gmail. DI.com Alamat: Jl. 24. dapat menghubungi: Sekretariat PROPER Telp. 24 ./Fax.Sekretariat PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Dekonsentrasi Pengawasan Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3. 4 Kebon Nanas – Jakarta 13410. Gd.

LAMPIRAN 26 .

................................................... Bulan ............ /........................ pukul ........ PPLH Pangkat/Gol...................................... pemeriksaan dan verifikasi teknis terhadap pelaksanaan kegiatan Pengendalian Pencemaran Air...................................../No........... Ttd: ………………............................ Catatan temuantemuan lapangan selama pengawasan dan pemantauan tersebut disajikan dalam Lampiran Berita Acara ini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini................................................... Ttd: ………………............................. Perusahaan NIP/PPLH .................. Alamat : .................................................................................................................................... Provinsi ....... Nama : ................................................................................../Fax........................................... .................................................. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Kab/Kota Nama : ................................................................ Nama : ........................................................ Beserta anggota pengawas: Nama ................................................ di Kab/Kota........... ........../HP : ......................... Pihak Perusahaan Nama : ............... Nama : ....................................... e-mail : ................. Ttd: ………………......LAMPIRAN I FORMAT BERITA ACARA HASIL PENGAWASAN PROPER BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP Pada hari ini................................. 27 .. ................................................... Hp : ............................................................ No........................................................................................... Ttd: ………………....... Ttd: ………………........ Jabatan ..................................................................................................... Pengendalian Pencemaran Udara dan Pengelolaan Padat/Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)....................................................... Demikian Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan disaksikan oleh yang bertanda tangan di bawah ini............ Pihak Perusahaan Nama : ................................ .................... Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – Provinsi Nama : .................................................................................................................... tanggal .................................................................. yang terdiri dari pemantauan....................../................................................. tahun ......................................................... secara bersama-sama telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap: : ................... Pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)........ Ttd: ………………......................................................................................... Telp.................................... Jabatan : .............. kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Instansi NIP............. .................. Jabatan : : : : : ............................

Nama Holding Company Alamat Kantor Holding Company Telp. Alamat Kantor Pusat/Perwakilan Telp./Fax.Lampiran1./Fax./Fax. Tahun Berdiri Perusahaan/ Beroperasi Perusahaan Jenis Industri Status Permodalan Luas Area Pabrik/Lokasi Kegatan Jumlah Karyawan Kapasitas Produksi · Terpasang · Senyatanya Bahan Baku Utama Bahan Penolong Prosentase Pemasaran Eksport Prosentase Pemasaran Domestik/Lokal Dokumen Lingkungan yang dimiliki Nama Personal Kontak Nomor HP dan e-mail Personal Kontak : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : 28 . Berita Acara Pengawasan Penaatan Lingkungan Hidup PROFIL PERUSAHAAN Nama Perusahaan Alamat lokasi kegiatan Telp.

31/2875/203. 4. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Tidak Taat 3. ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Tidak Taat 29 .2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan .Parameter yang diuji . . Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. . 5. 3.Menunggu hasil laboratorium.Dilakukan/Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. dan Pengelolaan LB3) Penaatan Taat Temuan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. 1. Pengelolaan Limbah Cair Ketaatan terhadap Izin Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 100% 83% 80% ------ 6. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) B. pengendalian pencemaran udara. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. pengendalian pencemaran udara. 2. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b.. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis Penaatan Tidak Taat 100% Temuan Izin pembuangan No 660. 1. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: A.HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT .. Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II.

1 unit heather. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. pH harian. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. C.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 30 . 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit.B. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. debit/kuantitas air limbah harian. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO . 2 Unit dryer. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. serta produksi senyatanya bulanan. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. 6. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/periode) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet III. 5. 1. 2. 3. 100% 100% 100% Taat B. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Temuan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. /kuantitas limbah harian. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. 3 unit deporasi gliserin. 4.

Surat Limbah B3 Perizinan Berlaku Penyimpanan Sementara √ Surat Keputusan Kepala BLH 2 (dua) Kabupaten XXX nomor: tahun XXX//SK/TPS-LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 --------- Keterangan Izin tempat penyimpanan sementara limbah B3 untuk sludge hasil kegiatan sendiri Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara Belum memiliki izin penyimpanan sementara untuk limbah B3 lainnya (oli bekas. 6. 1. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Status Masa No. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5.20 ton/ hari Sludge IPAL 0. 5. limbah elektronik ----- B. drum bekas oli bekas. aki bekas. SK/ No.45 ton/ 10 bulan Drum bekas oli bekas --Kain majun terkontaminasi Belum dihasilkan limbah B3 Aki bekas Belum dihasilkan Limbah elektronik Belum dihasilkan Catatan: . Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. forklift Workshop Workshop Genset.02 ton/ hari Bekas kemasan bahan kimia 0.Perusahaan tidak menggunakan lampu yang mengandung merkuri. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. 8.09 ton/ 8 bulan (30 pieces) Oli bekas 0. bekas kemasan bahan kimia. Sumber Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun No. Sumber Boiler IPAL Proses produksi Genset. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 31 . Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet IV.Sejak bulan September 2012 perusahaan menggunakan batubara sebagai bahan bakar boiler dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan cangkang. majun terkontaminasi limbah B3. C. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. 3. 7. 2. . 4. forklift Kantor Jenis Limbah Estimasi Timbulan Kemasan Karung plastik Karung plastik --Drum --------- Konversi ke ton Abu batubara 0.3.

termasuk untuk sludge IPAL yang sudah memiliki izin TPS LB3.03 0.45 0. Wajib melakukan pengelolaan lanjutan terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan sesuai ketentuan. abu batubara .21% limbah B3 belum dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. Wajib melaporkan realisasi pengelolaan semua limbah B3 yang dihasilkan dengan menyampaikan neraca limbah B3. Pelaporan Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. 5.79 Limbah Belum Dikelola --30. Secara umum 80.54 Oli bekas Drum bekas oli bekas Bekas kemasan bahan kimia Majun terkontaminasi limbah B3 Aki bekas Limbah elektronik TOTAL Persentase Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton % 0. Temuan dan Rekomendasi No 1 a.21 Ditempatkan dalam karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik .45 0. logbook.Belum melakukan identifikasi terhadap limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 Pencatatan Jenis dan Volume Belum melakukan pencatatan limbah B3 yang dihasilkan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan.Diserahkan ke CV. oli bekas.03 0. drum bekas oli bekas. Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola --0 2.21% limbah B3 belum dikelola sesuai ketentuan.25% limbah B3 masih tersimpan di TPS dan 80.09 0 0 0 38. Pendataan pengelolaan lanjutan Belum melakukan pengelolaan limbah B3 lanjutan terhadap seluruh limbah B3 selain limbah B3 sludge.00 0 --- Perlakuan A. Sumber Dari Luar Proses Produksi Abu batubara Ton 30.54 0 0 0 0 0 0 7. Wajib melakukan pencatatan terhadap seluruh jenis dan volume limbah B3 yang dihasilkan.Telah melakukan identifikasi terhadap limbah B3 sludge.C. . PT.54% limbah B3 yang diserahkan ke pihak ke tiga yang memiliki izin.00 5.09 0 0 0 30. kemasan bekas bahan kimia. Gema Putra Buana (pengangkut/ AAT).57 80.54 19. Bata Kuo Shin Disimpan di gudang workshop Disimpan di gudang workshop Disimpan di gudang workshop Belum dihasilkan Belum dihasilkan Belum dihasilkan Ket : 14. Sumber Dari Proses Produksi ------B.Disimpan di TPS . D. dan manifest salinan #2 per triwulan kepada BLH XXX tembusan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan BLH 32 .00 Sludge IPAL Ton 7.11 0. Aspek Penilaian Pendataan Jenis dan Volume Limbah yang dihasilkan Identifikasi jenis limbah B3 Temuan Lapangan Rencana Tindak Lanjut Wajib melakukan identifikasi terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan b. aki bekas.

Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah abu batubara . Effluent dari kegiatan pengolahan dan/atau penimbunan dan/atau pengelolaan limbah B3 lainnya : Standar Mutu Produk dan/atau kualitas limbah B3 untuk pemanfaatan d.Pemenuhan terhadap BME .70% ketentuan teknis . oli bekas. drum bekas oli bekas dan limbah elektronik 2 (dua) tahun untuk Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL .Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara. Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Kepemilikan izin PLB3 yang dipersyaratkan Masa berlaku izin . --- --- 33 . Pelaksanaan ketentuan izin : Pemenuhan terhadap ketentuan teknis dalam izin selain Baku Mutu Emisi. aki bekas. . drum bekas oli bekas dan limbah elektronik --Wajib membangun TPS Limbah B3 yang memenuhi ketentuan teknis di TPS Limbah B3 sesuai KEP01/BAPEDAL/09/1995. Effluent dan Standard Mutu (check list) . bekas kemasan bahan kimia. oli bekas.Frekuensi pengukuran --------- Apabila perusahaan ingin melakukan kegiatan pengolahan dan/ atau pemanfaatan limbah B3. bekas kemasan bahan kimia. drum bekas oli bekas dan limbah elektronik sesuai KEP01/BAPEDAL/09/1995 dan mengajukan permohonan Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 kepada BLH Kabupaten XXX.Jumlah parameter yang diukur dan dianalisa . maka wajib mengajukan permohonan izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup --------- c.TPS Sludge memenuhi 57.Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk limbah B3 abu batubara. 2. majun terkontaminasi. majun terkontaminasi. Emisi dari kegiatan pengolahan dan/atau pemanfaatan limbah B3: .Tidak menyimpan limbah B3 melebihi jangka waktu 90 hari kecuali jika limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari maka dapat disimpan selama 180 hari 3.Sudah memiliki Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk sludge IPAL sesuai Surat Keputusan Kepala BLH Kabupaten XXX nomor: XXX//SK/TPS-LB3/2011 pada tanggal 27 Desember 2011 .XXX. a. aki bekas.Belum memiliki Izin Penyimpanan Sementara untuk limbah B3 oli bekas. majun terkontaminasi. b. aki bekas. bekas kemasan bahan kimia.

pengolah atau penimbun Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan Pihak ke-3 pengelola lanjut limbah B3 (pemanfaat/ pengolah/ penimbun) ----------- ----------- --PT. pengelolaan terhadap limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan.Menghentikan kegiatan menyimpan dalam kemasan karung plastik di limbah abu batubara di tempat lokasi terbuka di lingkungan pabrik terbuka . Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 Pengelolaan melalui pengumpul limbah B3 Masa berlaku izin Kesesuaian jenis limbah B3 yang dikumpul dengan izin yang berlaku Kontrak kerjasama penghasil limbah dan pengumpul limbah Kontrak kerjasama antara pengumpul dengan pihak pemanfaat. Jumlah limbah B3 yang dikelola (Neraca Limbah B3) Menyimpan limbah B3 abu batubara .Menyampaikan progress pemindahan --limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX . Open dumping. a. dan penanganan media/tanah terkontaminasi limbah B3 : Jenis limbah dan jumlah limbah yang di open dumping Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi Kesesuaian rencana dengan pelaksanaa pengelolaan lahan terkontaminasi Jumlah total limbah dan tanah terkontaminasi yang dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan limbah dan tanah terkontaminasi yang diangkat sesuai perencanaan SSPLT (surat status pemulihan lahan terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT 5.Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX --------------------- 19.Segera memindahkan limbah abu batubara yang disimpan di lokasi Limbah abu batubara sebanyak 30 terbuka ke dalam TPS yang berizin ton . Bata Kuo Shin ----- b. 34 .79% limbah B3 dikelola sesuai Perusahaan wajib melakukan dengan ketentuan yang berlaku. 6.4. pengelolaan tumpahan.

Masa berlaku izin Kesesuaian jenis limbah B3 yang dikelola Kontrak kerjasama penghasil dan pengolah/ pemanfaat/ penimbun Ada/tidak masalah pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pengelola limbah B3 Pihak ke-3 Jasa Pengangkutan Ada/tidak izin dari Kementerian Perhubungan Ada/tidak rekomendasi dari KLH Kesesuaian jenis limbah yang diangkut dengan izin Kesesuaian alat angkut dengan yang tercantum dalam izin (No polisi. Penaatan No. no mesin) Rute pengangkutan sesuai dengan izin Penggunaan dokumen/manifest yang sah Perusahaan tidak memiliki salinan Wajib memiliki salinan izin pihak ketiga izin pihak ketiga pengelola lanjut pengelola lanjut dan menyampaikan salinan izin tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup ------------- CV. 1. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan --√ Taat Belum Taat Keterangan . Gema Putra Buana Memiliki izin pengangkutan Kementerian Perhubungan Memiliki rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup Sesuai dengan izin rekomendasi Sesuai dengan izin rekomendasi --dari --dari --dan --dan ----Wajib memenuhi ketentuan sesuai Kep02/BAPEDAL/09/1995 dalam penggunaan dokumen manifest. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. Dumping. no rangka.Belum melakukan identifikasi limbah elektronik dan majun terkontaminasi limbah B3 . injeksi dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu: Izin dumping/izin pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu Jumlah/volume limbah B3 yang di dumping Pengelolaan Limbah B3 lainnya --------- 8.Belum melakukan pencatatan seluruh limbah B3 yang dihasilkan 35 . E. Sesuai dengan izin dan rekomendasi Penggunaan dokumen manifest tidak sesuai dengan Kep02/BAPEDAL/09/1995 dimana dokumen manifest #2 dan #3 sudah terisi penuh dan dicap oleh perusahaan pengelola akhir limbah B3 --------- 7.

Panjaitan Kav. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola d. Rencana pengelolaan b. dan menyampaikan hasil perbaikan Tindak lanjut dari berita acara beserta data-data pendukung dan foto perbaikan tersebut kepada Deputi IV MENLH c. LAMPIRAN 1. Pelaporan --2. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping.Belum memiliki TPS Limbah B3 untuk penyimpanan abu batubara dan limbah B3 lainnya 4. FOTO TEMUAN LAPANGAN Kondisi TPS Limbah B3 Keterangan Tindak Lanjut 36 . Asdep Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Kontaminasi Limbah B3 (alamat : Gd.I. D. Pelaksanaan pengelolaan c. Jakarta Timur – 13410. 2. JL. Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin a. F. Kesimpulan Segera melakukan perbaikan sesuai dengan rencana tindak lanjut pada tabel D. Foto temuan lapangan. Lt. 3. Pelaksanaan ketentuan SSPLT Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping.C. Pemenuhan Baku Mutu Emisi c. 02185904932) dengan tembusan kepada BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.79% limbah B3 dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.b. 19.TPS Sludge memenuhi 57. Check list pengelolaan limbah B3 (TPS Limbah B3) yang telah ditandatangani oleh pengawas dan perusahaan. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah d. dll) ------------------√ --√ ------√ --------√ ----√ √ --- Belum melakukan pelaporan realisasi pengelolaan limbah B3 sludge IPAL sesuai dengan izin Untuk TPS Limbah B3 Sludge IPAL . 6. Telp. dan penanganan media terkontaminasi LB3 a. 24.q. Kebon Nanas. 2. Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik 5./Fax. pengelolaan tumpahan.70% ketentuan teknis . Pemenuhan Ketentuan Teknis --b. 7. Re-injeksi.

majun terkontaminasi limbah B3. drum bekas oli bekas.Membuang air limbah hasil . Wajib membangun TPS Limbah B3 untuk menyimpan oli bekas. House keeping di sekitar TPS Menjaga kebersihan di TPS Sludge tidak terawat.. 37 .Dilakukan analisa pH pada . TPS Sludge. kemasan bekas bahan kimia di gudang workshop dan bercampur dengan limbah non B3. kemasan bekas bahan kimia.Menutup saluran air limbah air limbah yang dibuang ke dari proses drying bed ke lingkungan menggunakan lingkungan selama izin kertas lakmus dengan hasil pembuangan limbah cair pH 7 belum ada dan mengalirkan kembali ke IPAL. Menyimpan limbah oli bekas. drum bekas oli bekas.Tidak melakukan pengolahan IPAL (drying pembuangan air limbah dari bed) ke lingkungan tanpa proses IPAL secara langsung ada izin pembuangan ke lingkungan tanpa ada izin limbah cair pembuangan limbah cair . dan limbah elektronik. aki bekas. TPS Sludge tidak sesuai Wajib memenuhi ketentuan dengan ketentuan teknis dalam teknis di TPS sesuai KepKep-01/BAPEDAL/09/1995 01/BAPEDAL/09/1995 Terdapat tumpahan/ ceceran Melakukan pembersihan sludge sludge IPAL di sekitar TPS IPAL yang tercecer di lokasi Sludge. Sludge dan sekitarnya.

.Menjaga house keeping di lokasi boiler agar terawat.House keeping di lokasi boiler kurang terawat .Banyak batubara yang disimpan di luar lokasi boiler .Menyimpan limbah abu batubara di lokasi boiler .Banyak limbah abu batubara yang tercecer di sekitar lokasi boiler .1995 38 . rapi dan bersih sehingga tidak ada ceceran batubara dan limbah abu batubara ke lingkungan .Membangun TPS limbah B3 khusus untuk abu batubara sesuai ketentuan Kep01/BAPEDAL/09.

. 6. Rekapitulasi Penilaian No. 3.Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik .Menghentikan kegiatan menyinpan limbah abu batubara di lokasi terbuka.Menyampaikan progress pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX . 1. 5. Tahapan Pembersihan Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat 39 . . 4. di antaranya dekat lokasi boiler dan di samping bangunan pabrik .Segera memindahkan limbah abu batubara ke dalam TPS yang berizin. 2.Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik .Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik.Menyimpan limbah B3 abu batubara dalam kemasan karung plastik di lokasi terbuka di lingkungan pabrik ..Menyampaikan rencana penyelesaian pemindahan limbah B3 abu batubara ke dalam TPS berizin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dengan tembusan ke BLH Kabupaten XXX PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN (KHUSUS KEGIATAN PERTAMBANGAN) A.

11. 9. 22.3% 40 . 27. 19. 10. 18. 17. 15. 20. 30. 16. 8. 26. 14. 25. 13. 28.7.67% 1 3. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 90 53 86 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase 2 6. 23. 12. 24. 29. 21.

Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut . untuk menghindari terbentuknya AAT 4. 41 . jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan). 3. Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut.B. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan 2. Upaya Pengolahan AAT : Melakukan pengumpulan AAT yang ada Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. personil. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen 2. SOP. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut. dll) c. Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang.

Parameter No Titik Penaatan (outlet) Parameter yang diwajibka n dalam izin Parameter yang dipantau Konsentrasi Karakteristik Air Limbah/INLET (sebelum diolah di IPAL) Konsentrasi Titik Penaatan/OUTLET Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Jul12 COD Agust12 Sep12 Okt12 Nop12 Des -12 Jan13 Feb -13 Mar -13 Apr -13 Mei13 Jun13 Jul12 Agust12 Sep -12 Okt -12 Nop12 Des12 Jan13 Feb13 Mar13 Apr13 Mei -13 Jun13 Debit (m3/bulan) Produksi (Ton/bulan) / (MW/bulan) / (m3/bulan) 111 .LAMPIRAN II BERITA ACARA PENGAWASAN PENAATAN LINGKUNGAN HIDUP A. Titik Penaatan dan Izin No Sumber Air Limbah Nama Titik Penatan Koordinat Nomor Izin Status Izin Instansi Penerbit Izin Tanggal Izin Terbit Tanggal Berakhir Jul-12 Agust12 Sep12 Okt12 Nomor Sertifikat Hasil Uji Nop12 Des12 Jan13 Feb13 Mar13 Apr13 Mei13 Jun13 2. AIR 1.

Bukti Pelaporan Bukti Pelaporan Hasil Pemantauan Instansi Kabupaten Provinsi Kementerian Lingkungan Hidup Keterangan: *Triwulanan : berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Triwulan III2012 Triwulan IV2012 Triwulan I2013 Triwulan II2013 Keterangan 112 .Lanjutan tabel Parameter No Titik Penaatan (outlet) Parameter yang diwajibkan dalam izin Parameter yang dipantau Hasil Perhitungan Beban Pencemaran (Debit x Konsentrasi) Jul-12 COD Agust-12 Sep-12 Okt-12 Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Debit (m /bulan Produksi (Ton/bulan) / 3 (MW/bulan) / (m /bulan) 3 3.

4. NO 1 KETENTUAN TEKNIS Laboratorium penguji Nama Laboratorium penguji Nomor akreditasi laboratorium penguji/laboratorium rujukan Gubernur Tanggal Berakhir Akreditasi laboratorium Bulan pengujian 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 Laboratorium 1 Laboratorium 2 Laboratorium 3 Tabel 2. NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto Layout saluran air limbah dan drainase dan Foto Foto flowmeterpada seluruh saluran outlet 2 Memisahkan saluran air limbah dengan limpasan air hujan 3 Membuat saluran air limbah yang kedap air 4 Memasang alat pengukur debit (flowmeter) 5 Memantau pH dan debit harian 6 Tidak melakukan pengenceran 7 Tidak melakukan by pass air limbah 113 . Ketentuan Teknis Tabel 1.

Tabel 3.5 cm/jam 11 Tidak boleh dilaksanakan pada lahan dengan kedalaman air tanah kurang dari 2 meter 12 13 14 15 Pembuatan sumur pantau di 3 lokasi yang diwajibkan Tidak ada air larian (run off) yang masuk ke sungai Tidak melakukan pengenceran air limbah yang dimanfaatkan Tidak membuang air limbah pada tanah di luar lokasi yang ditetapkan dalam Keputusan 16 Tidak membuang air limbah ke sungai bila melebihi ketentuan yang berlaku 17 Tidak melakukan pengaplikasian air limbah pada lahan diluar lahan dalam izin Tabel 4. Khusus untuk Industri Sawit melakukan Land Aplikasi ditambahkan NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung 8 Dilakukan pada lahan selain lahan gambut 9 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas lebih besar 15 cm/jam 10 Dilakukan pada lahan selain lahan dengan permeabilitas kurang 1. Khusus untuk Industri Petrokimia ditambahkan NO KETENTUAN TEKNIS STATUS (Ya/Tidak) Dokumen Pendukung 18 Pemantauan harian pH dan COD 114 .

Parameter dan Baku Mutu No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Parameter yang dipantau Jul-12 Genset 201 SOx Agust-12 Sep-12 Okt-12 Konsentrasi Hasil Pengujian 3 (mg/Nm ) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 115 . Penurunan Beban Pencemaran No. KEGIATAN PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN AIR TAHUN 2009 2010 2011 2012 SATUAN BUKTI PERHITUNGAN B. Titik Penaatan No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Kapasitas Sumber Emisi Bahan bakar Waktu Operasi (Jam/Tahun) Lokasi Koordinat Bentuk Cerobong (kotak/silinder/Kerucut) Tinggi/Panjang Cerobong (m) Diameter Cerobong (m) Posisi (ketinggian/kepanjangan) Lubang Sampling (m) Data Pemantauan (dipantau/tid ak dipantau) Keterangan 2. UDARA 1.5. a.

CH4. Perhitungan Beban Emisi GRK Rangkuman Hasil Perhitungan Beban Emisi No Nama Sumber Emisi Parameter BEBAN EMISI TAHUN 2011 BEBAN EMISI BEBAN EMISI (Ton) (Ton eq. CO2) Keterangan: Metodologi perhitungan mengacu pada Peraturan Menteri LH No. CO2) BEBAN EMISI TAHUN 2012 BEBAN EMISI BEBAN EMISI (Ton) (Ton eq. N2O.Desember 2012 116 . Januari .Desember 2011. 12 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri LH No. Periode: Januari . Perhitungan Beban Emisi No Nama Sumber Emisi Kode Cerobong Parameter yang dipantau Jul-12 Agust-12 Sep-12 Okt-12 Hasil Perhitungan Beban Emisi (lampirkan bukti perhitungan) Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Laju Alir c. Parameter: CO2.Nox b. 21 Tahun 2008.

a.Pelaporan Hasil Pemantauan dan BM CEMS Tabel 1.3. Ketaatan Pelaporan Triwulan III-2012 (Ya/Tidak) Triwulan IV2012 (Ya/Tidak) Triwulan I2013 (Ya/Tidak) Triwulan II2013 (Ya/Tidak) Melaporkan secara periodik (3 bulanan) data pemantauan harian CEMS KLH Provinsi Kabupaten/Kota Keterangan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan 117 . Ketaatan Pelaporan Semester 2-2012 (Ya/Tidak) Semester 12013 (Ya/Tidak) Keterangan Melaporkan (6 bulanan) data pemantauan Emisi (manual/Non CEMS) KLH Provinsi Kabupaten/Kota Keterangan: Bukti pelaporan berupa nomor dan tanggal surat pengiriman laporan Tabel 2.

SOx.Pelaporan CEMS Parameter: Partikulat.3a Tabel 3.Lanjutan no. CL2 Konsentrasi Hasil Pengukuran : Partikulat / SOx / NOx / CS2 / H2S / CL2 Sumber Emisi 1 Nama Sumber Emisi : Jenis Sumber Emisi : Nama/Kode Cerobong : Dimensi Cerobong (diameter) : Dimensi Cerobong (Panjang x Lebar) : Dimensi Cerobong (Tinggi) : Bahan Bakar : Kapasitas : Kandungan Sulfur dalam bahan bakar : Waktu Operasional (jam) : 118 . CS2. Ketaatan Pemantauan CEMS Triwulan III-2012 (Ya/Tidak) Triwulan IV2012 (Ya/Tidak) Triwulan I2013 (Ya/Tidak) Triwulan II2013 (Ya/Tidak) Keterangan Jumlah data parameter pemantauan harian CEMS selama 3 bulanan SOx NOx Partikulat Jumlah data pemantauan yang memenuhi Baku Mutu CEMS SOx NOx Partikulat b. H2S. NOx.

.. Keterangan: Data Harian meliputi Triwulan III 2012. Triwulan IV 2012. 119 .Lanjutan tabel Konsentrasi Hasil Pengukuran : Partikulat / SOx / NOx / CS2 / H2S / CL2 No Triwulan Waktu Pengukuran Konsentrasi Rata-rata Harian 3 (mg/Nm ) Laju Alir Rata-rata Harian (m/detik) Persentase Data Melebihi Baku Mutu dalam Satu Hari Persentase CEMS Tidak Beroperasi dalam Satu Hari Waktu Operasi dalam Satu Hari (jam) Baku Mutu Satuan Baku Mutu Peraturan Baku Mutu yang diacu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 Triwulan III 2012 . Triwulan I 2013 dan Triwulan II 2013 per sumber emisi........ 01 Juli 2012 02 Juli 2012 03 Juli 2012 04 Juli 2012 05 Juli 2012 06 Juli 2012 07 Juli 2012 08 Juli 2012 09 Juli 2012 10 Juli 2012 11 Juli 2012 12 Juli 2012 13 Juli 2012 14 Juli 2012 15 Juli 2012 16 Juli 2012 17 Juli 2012 18 Juli 2012 19 Juli 2012 20 Juli 2012 21 Juli 2012 22 Juli 2012 ..

Proses pembakaran dengan kapasitas ≥ 25 MW atau kapasitas < 25 MW dengan kandungan sulfur dalam bahan bakar > 2%. 4. 3. 8. Pulp dan kertas. 120 . 6. Ketentuan Teknis NO KETENTUAN TEKNIS 1 2 3 4 Memasang dan mengoperasikan CEMS* Peralatan CEMS* beroperasi normal Membuang seluruh emisi melalui cerobong Persyaratan teknis cerobong STATUS (Ya/Tidak) Keterangan Melampirkan bukti berupa foto dan spesifikasi teknis Memiliki lubang sampling Memiliki tangga sampling Memiliki platform Memiliki sumber listrik untuk pengambilan sampel 5 Semua sumber emisi non fugitive emisi harus dibuang melalui cerobong 6 Menggunakan jasa laboratorium terakreditasi/laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur Catatan: *Khusus bagi industri: 1. Carbon black. 5. 9. Peleburan baja. 7. Rayon. 2. Unit pentawaran sulfur. Semen. Pupuk.4. Unit regenerator katalis (unit perengkahan katalitik air).

Jenis pengelolaan LB3 : . Pelaporan kegiatan pengelolaan limbah B3 .Surat Pengajuan izin Nomor : .Telah melakukan identifikasi jenis limbah B3 YA/TIDAK Logbook Limbah B3 selama periode penilaian (Lampiran Format Neraca) Neraca Limbah B3 selama periode penilaian Neraca Limbah B3 selama periode penilaian TW 3 TH 2012 TW 4 TH 2012 TW 1 TH 2013 TW 2 TH 2013 Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Copy surat penyampaian laporan triwulan (bukti tanda terima/pengiriman) Jika "YA" diisi: .Kabupaten/Kota 2 Perizinan Pengelolaan Limbah B3 .Memiliki izin pengelolaan limbah B3 Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Jika "IZIN SEDANG DALAM PROSES" diisi: .Telah melakukan pencatatan jenis dan volume limbah B3 . dan lengkapi dengan diagram proses produksi (maksimal 1 lembar A4): II.Instansi yang mengeluarkan izin : (jika izin lebih dari satu.C.Surat tanggapan proses perizinan Nomor : .BA Verifikasi Perizinan Nomor : 3 Pemenuhan ketentuan izin . PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN No 1 PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a.Izin Nomor : .Jenis Pengelolaan LB3 : (Penyimpanan/Pemanfaatan/Pengol ahan/ Penimbunan) . LIMBAH B3 I. Pendataan dan identifikasi jenis dan volume limbah B3 .Provinsi . Umum Jelaskan gambaran secara umum pengelolaan untuk masing-masing jenis limbah B3 yang dilakukan perusahaan Saudara. silahkan menambahkan baris) Copy SK Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Jenis Pengelolaan Limbah B3 :(Penyimpanan Sementara/ Pemanfaatan/ Insinerator/ Bioremediasi/Penimbu nan) KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN .Status permohonan izin (BA verifikasi/rapat/ surat balasan dari BLH/KLH) .KLH .Surat Pengajuan Izin (jika baru mengajukan izin) .Telah melakukan pendataan pengelolaan lanjut limbah B3 b.

Emisi/Effluent Pengelohan Limbah B3 Jumlah Parameter yang diuji sesuai dengan izin Seluruh parameter memenuhi Baku Mutu Emisi/Effluent Frekuensi pengukuran sesuai dengan izin/peraturan Lampirkan copy hasil uji laboratorium yang diwajibkan dalam pengelolaan limbah B3 (mis : TCLP/uji kuat tekan untuk pemanfaatan sebagai batako/paving block. dll) 4 Open Dumping. silahkan menambahkan baris) % DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN Foto-foto yang berhubungan dengan persyaratan teknis yang tertuang dalam izin (Penyimpanan sementara/ insinerator/ bioremediasi/ pemanfaatan/ penimbunan) b.Perkiraan jumlah/volume limbah B3 yang di open dumping : Foto-foto limbah yang di open dumping . Mengisi cheklist sesuai pengelolaan limbah B3 yang dilakukan (Form terlampir) KINERJA . dan menunjukkan copy manifest salinan 3 dan .Menyampaikan hasil analisa sumur pantau. Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 . .Melakukan open dumping limbah B3 jika YA.Menyampaikan rencana pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola) .apa jenis limbah B3 yang di open dumping : . uji emisi insinerator.No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a. sumur pantau penimbunan.Apakan akan melakukan pembersihan pada lahan open dumping . uji air lindi Penimbunan/Bioremed iasi. kualitas tanah di area bekas open dumping (jika ada) .Bukti pengelolaan lanjut limbah B3 yang di angkat .Persentase pemenuhan ketentuan teknis pengelolaan limbah B3sesuai checklist yang telah diisi (jika izin lebih dari satu.Jika limbah B3 hasil pengangkatan dikirim ke pihak ketiga agar menyampaikan dokumen manifest salinan 2.Menyampaikan progress pembersihan lahan dan pemulihan lahan terkontaminasi (termasuk volume dan jumlah limbah B3 yang sudah dikelola/belum dikelola) .

Jenis Limbah B3 yang dikelola sesuai kontrak kerja sama : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Menyampaikan copy perizinan pihak ketiga dari KLH/BLH Copy Surat Kontrak Kerja sama antara penghasil dan pihak ketiga (pengumpul/ pengolah/ pemanfaat/ penimbun .Nomor surat kontrak kerja sama :.Instansi yang mengeluarkan izin : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Jika "YA" diisi:.Masa berlaku izin : Menyampaikan izin pengangkutan limbah B3 dari Kementerian . sebutkan nomor surat dan tanggal SSPLT : Menyampaikan copy SSPLT Menyampaikan copy surat penyampaian laporan 5 Jumlah limbah B3 yang dikelola .Tanggal terbit izin : .Apakah limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun) yang berizin .Izin/SK Nomor : .Jenis Limbah B3 yang diizinkan dikelola oleh pihak ketiga : .Masa berlaku kontrak kerja sama :.Tanggal terbit surat : .Nama pihak ketiga : .Nomor Surat Rekomendasi : .Apakah pernah melakukan pemulihan lahan terkontaminasi dan diterbitkan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) .Masa berlaku surat : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : Menyampaikan copy surat rekomendasi pengangkutan dari KLH .Apakah pihak pengangkut memiliki izin pengangkutan limbah B3 dari kementerian perhubungan Jika "YA" diisi: .Apakah sudah melakukan pelaporan terkait SSPLT yang telah diterbitkan jika ya.Apakah memiliki pencatatan jumlah limbah B3 yang telah dikelola selama periode penilaian Menyampaikan neraca pengelolaan limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Apakah memiliki kontrak kerja sama antara penghasil dengan pihak ketiga yang mengelola limbah B3 (pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun) Jika "YA" diisi: . Pengumpul/pengolah/pemanfaat/penimbun .Apakah pihak pengangkut memiliki rekomendasi pengangkutan limbah B3 dari KLH Jika "YA" diisi: .Apakah pihak ketiga (pengumpul/pengolah/pemanfaat/ penimbun) sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak ketiga (pengumpul/pengolah/ pemanfaat/penimbun) yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan b.Juni 2013 % -Prosentase Limbah B3 yang dikelola sesuai dengan ketentuan 6 Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 a. Pengangkut .Tanggal pembuatan kontrak kerja sama :.No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN 7 .

kapan : . Bapedal Nomor: Kep-02/Bapedal/09/1995 Jika "YA" diisi: Sebutkan kode manifest pengangkut yang dimiliki : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : .Menyampaikan status pengelolaan limbah B3 yang diminta untuk dihentikan kegiatannya sesuai dengan BA Pengawasan atau raport PROPER .Apakah pihak pengangkut sedang memiliki permasalahan pencemaran lingkungan Surat pernyataan dari pihak pengangkut yang menyatakan tidak sedang dalam masalah pencemaran lingkungan 7 Dumping.Apakah melakukan open burning jika YA.Foto-foto kegiatan open burning .Apakah jenis limbah B3 yang diangkut telah sesuai dengan rekomendasi dan izin yang dimiliki oleh pihak pengangkut Jika "YA" diisi: Sebutkan jenis limbah B3 apa saja yang diizinkan untuk diangkut : Jika "TIDAK" diisi: Alasan : .Menyampaikan copy izin pengelolaan limbah B3 cara tertentu/dumping ke laut .No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 KINERJA DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN Perhubungan Jika "TIDAK" diisi: Alasan : .Apakah melakukan dumping jika YA. apa jenis limbah B3 yang di dumping : .Apakah memiliki rencana menghentikan kegiatan open burning jika YA.Ka. apa jenis limbah B3 yang di open burning : .Apakah pihak pengangkut memiliki dokumen manifest yang syah sesuai dengan ketentuan kep. Open burning dan Pengelolaan Limbah B3 cara tertentu .Juni 2013 .Juni 2013 (yang menunjukkan limbah B3 sudah tidak di open burning) . surat tanggapan dari KLH .Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012 .Foto-foto penyimpanan limbah B3 yang tidak di open burning lagi . BA verifikasi.Menyampaikan status progress perizinan (jika masih dalam proses pengajuan izin seperti surat pengajuan izin.

No PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 .Juni 2013 Catatan : Data Pendukung/Lampiran disampaikan dalam bentuk softcopy (untuk foto dan dokumen izin berbentuk *pdf.Dokumen perizinan yang dimiliki sesuai dengan kegiatan tersebut . untuk logbook dan neraca limbah B3 berbentuk *xls) . kegiatan apa yang dilakukan : DATA PENDUKUNG / LAMPIRAN .Apakah melakukan pengelolaan limbah B3 cara tertentu KINERJA jika YA.Neraca limbah B3 periode penilaian Juli 2012.Foto-foto kegiatan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu .

Tempat Penyimpanan Sementara CHECKLIST P./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO.LEMBAR ISIAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 a. KETENTUAN PENGEMASAN apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan bentuk limbah B3? apakah pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah B3? apakah pengemasan limbah B3 dilengkapi dengan simbol label limbah B3? apakah penempatan limbah B3 disesuaikan dengan jenis dan karakteristik limbah B3? apakah kondisi kemasan limbah B3 bebas karat? apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak bocor? apakah kondisi kemasan limbah B3 tidak meluber? BANGUNAN DAN PENYIMPANAN apakah bagian luar bangunan diberi papan nama? apakah bagian luar diberi simbol limbah B3 sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang disimpan? 1 2 3 4 5 6 7 √              8 9     . SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.01 TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN PT.

10 11 12 apakah limbah B3 terlindung dari hujan dan sinar matahari? apakah bangunan mempunyai sistem ventilasi? apakah bangunan memiliki saluran dan bak penampung tumpahan (jika menyimpan limbah B3 cair)?       .

13 14 15 16 17 apakah penyimpanan menggunakan sistem blok / sel apakah masing-masing blok/sel dipisahkan gang/tanggul? apakah kemasan/limbah limbah B3 diberi alas / pallet? apakah tumpukan limbah B3 maksimal 3 lapis? apakah limbah B3 disimpan sesuai dengan masa penyimpanan dalam izin? (jika baru mengajukan izin. pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3           18 19     20   21 22 23 24 25 26       1       0 100% . tidak perlu diisi) PEMANTAUAN adakah logbook/catatan untuk mencatat keluar masuk limbah limbah B3? apakah jumlah dan jenis limbah B3 sesuai dengan yang tercatat di logbook/catatan? PENGELOLAAN LANJUTAN apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap limbah B3 yang disimpan? (diserahkan ke pihak ketiga/dimanfaatkan internal) LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP penyimpanan? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar.

SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.02 KOLAM SLUDGE MINYAK (SLUDGE POND) NAMA PERUSAHAAN PT. kirim ke pihak pengumpul.b. Kolam Sludge Minyak (Sludge Pond) CHECKLIST P. dll)? YA TIDAK KETERANGAN NO./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: KETERANGAN PENYIMPANAN apakah rancang bangunan pond sesuai dg jumlah limbah? apakah rancang bangun dapat mencegah luapan sludge? apakah lantai bangunan kedap air (10-7 cm/dtk)? apakah dilengkapi dengan sistem penerangan? apakah memiliki sumur pantau di upstream & downstream? adakah logbook/pencatatan keluar masuk sludge ke pond? PEMANTAUAN adakah pencatatan sludge yg disimpan/bulan? adakah pencatatan sludge yg dikelola/bulan? apakah melakukan analisa kualitas air sumur pantau sesuai izin? PENGELOLAAN LANJUTAN apakah dilakukan lanjutan (SOR. 1 2 3 4 5 6 √            7 8 9 10         .

11 12 13 14 15 16 LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP penyimpanan sludge di pond? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar. pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3      1      0 100% 0% .

c. Pengolahan Limbah B3 Secara Thermal (Insinerator)

CHECKLIST P.03 PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA THERMAL (INSINERATOR) SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN

NAMA PERUSAHAAN PT.

NO.

KETENTUAN

PENAATAN UMUM 1 apakah selama pengakutan tidak terjadi ceceran? 2 apakah Jenis limbah yang dibakar sesuai dengan yang tercantum dalam izin? 3 apakah pengoperasian insinerator sesuai izin? PENAATAN KHUSUS apakah dilakukan pengukuran suhu gas bakar di burning chamber? apakah dilakukan pencatatan jumlah dan komposisi limbah yang dibakar? (cek log book) apakah komposisi limbah yang dibakar sesuai izin? apakah suhu ruang bakar I saat insinerator beroperasi 600-800 °C (atau

√  

  

4 5 6 7

   

   

sesuai izin)? 8 apakah suhu ruang bakar II saat insinerator beroperasi 900-1100 °C (atau sesuai izin)? 9 apakah efisiensi pembakaran terpenuhi? (Cek sertifikat hasil uji) 10 apakah melakukan pengelolaan lanjutan terhadap abu sisa pembakaran? (diserahkan ke pihak ke-3/landfill) PEMANTAUAN 11 apakah memiliki logbook/pencatatan keluar masuk limbah yang dibakar dan abu insinerator? 12 13 14 15 16 17 LAIN-LAIN tersediakah alat tanggap darurat yang mudah dijangkau? tersediakah fasilitas P3K yang mudah dijangkau? apakah memiliki SOP pengoperasian insinerator ? apakah memiliki SOP tanggap darurat? tersediakah pagar, pintu darurat dan rute evakuasi? (sesuai dengan SOP penyimpanan dan tanggap darurat) apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3

  

  

      1

     

0 100%

d. Bioremediasi CHECKLIST P.04 PENGOLAHAN LIMBAH B3 SECARA BIOLOGI (BIOREMEDIASI) SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN

NAMA PERUSAHAAN PT.

NO.

KETERANGAN

PERSYARATAN LIMBAH DIOLAH 1 apakah dilakukan pengujian TPH awal dan memenuhi persyaratan (≤15%)? 2 apakah dilakukan pengujian awal total logam berat? 3 apakah dilakukan pengujian awal TCLP logam berat dan hasilnya dibawah bakumutu sesuai Kepdal 04/1995? PERSYARATAN LOKASI 4 apakah lokasi tempat pengolahan sesuai dengan persyaratan izin? 5 apakah dilakukan pengkajian kondisi awal lahan? PERSYARATAN FASILITAS 6 apakah desain untuk lahan pengolahan sesuai persyaratan? 7 apakah permeabilitas lapisan dasar lahan pengolahan sesuai persyaratan?

√        

        

8 apakah drainase dan pond mampu menampung air luapan/leachete? 9 apakah jumlah sel sesuai dengan timbulan limbah yang akan diolah? 10 apakah terdapat sumur pantau upstream & downstream sesuai izin? PENAATAN KHUSUS 11 apakah jenis microrganism yang digunakan bukan merupakan hasil rekayasa genetic? 12 apakah material pencampur dan penggembur (bulking agent) bukan merupakan material yang terkontaminasi LB3 13 apakah dilakukan analisa sampel limbah yang diolah secara berkala sesuai persyaratan/izin? 14 apakah dilakukan analisa sampel air tanah dan air sumur pantau sesuai izin? 15 apakah dilakukan analisa sample air luapan/lindi (jika terbuang ke lingkungan)? PENANGANAN HASIL OLAHAN (jika ada yang sudah selesai diolah) 16 apakah dilakukan uji analisis kimia. TCLP dan toksikologi material hasil olahan sesuai izin? 17 apakah material hasil olahan dikelola sesuai dengan rencana kelola? 18 apakah lokasi penempatan material hasil olahan sesuai persyaratan dan teridentifikasi dgn baik? PEMANTAUAN 19 adakah logbook/pencatatan keluar masuk limbah kegiatan bioremediasi? LAIN-LAIN 20 apakah terdapat tanda peringatan keselamatan dan keamanan? 21 apakah memiliki SOP kegiatan Bioremediasi 22 apakah terdapat sistem tanggap darurat?                               .

23 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3  1  0 100% e. KETERANGAN DATA PENAATAN 1 apakah Jenis limbah B3 yang ditimbun sesuai dengan izin ? 2 apakah jenis limbah yang ditimbun memenuhi bakumutu TCLP? 3 terdapat sumur pantau minimal 3 buah (1 upstream dan 2 downstream)? RANCANG BANGUN FASILITAS PENIMBUNAN 4 apakah lapisan dasar (sub base) adalah tanah lempung yang dipadatkan         ./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO. SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.05 PENIMBUNAN LIMBAH B3 NAMA PERUSAHAAN PT. Penimbunan Limbah B3 CHECKLIST P.

5 mm apakah permeabilitas lapisan tanah penghalang k = 1 x 10-9 m/det apakah lapisan pelindung adalah tanah setempat dg tebal 20 cm dan dilapisi geotextile? BAK PENGUMPUL LINDI apakah berada di area lokasi landfill dan memiliki 1 unit pompa? apakah konstruksi pondasi.dengan permeabilitas 1 x 10-9 m/det? 5 6 7 8 apakah permeabilitas dari sistem pendeteksi kebocoran (k) = 1 x 10-4 m/det? apakah ketebalan minimum lapisan geomembran HDPE 1. lantai dan dinding dari beton? apakah air lindi diolah di IPAL ? apakah melakukan uji kualitas lindi dalam bak pengumpul lindi sebelum dipindah ke fasilitas IPAL? apakah melakukan uji kualitas air tanah pada sumur pantau rona awal? apakah Baku Mutu air tanah ditetapka sesuai dengan rona awal? apakah pengujian dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang independen dan terakreditasi? (cek sertifikat hasil uji) apakah melakukan uji kualitas air lindi setiap 3 bulan/sesuai izin? apakah melakukan pencatatan arus jumlah limbah B3 yang keluar dan masuk tempat penimbunan? (cek log book)         9 10 11 12 13 14 15 16 17                   LAIN-LAIN 18 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 19 apakah memiliki SOP tanggap darurat? 20 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3    1    0 100% .

SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab. Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas Untuk Bahan Bakar Pembantu Peledakan (Anfo) CHECKLIST P. Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer  d.06 PEMANFAATAN MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK BAHAN BAKAR PEMBANTU PELEDAKAN (ANFO) NAMA PERUSAHAAN PT./Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA    TIDAK    KETERANGAN NO. Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin  c. Dilengkapi simbol dan label      . seperti: a.f. KETENTUAN PENAATAN UMUM 1 apakah Dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan sekali atau sesuai izin? (cek sertifikat hasil uji) 2 apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) 3 apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan sebagai akibat perubahan karakteristik? 4 5 6 7 apakah Penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin  b.

formulasi pencampuran sesuai izin  LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 21 tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau 22 tersedia SOP tanggap darurat 23 Housekeeping dan kebersihan dalam keadaan baik TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3              1    0 100% . penyaringan dengan filter <220 micron  17 b. Disebutkan sumber oli bekas  15 d. Jumlah yang digunakan sebagai pencampur (ton/bulan)  apakah Spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin?. tidak ada penambahan bahan kimia lain  18 c. seperti : 16 a. melakukan pencatatan setiap formula pencampuran (cek log book)  20 e. seperti: 12 a.8 e. dilakukan pengadukan sempurna terhadap bahan sehingga homogen  19 d. Waktu penyimpanan (<90 hari) 9 apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat dan penanganan tumpahan? 10 apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat?       PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai  dengan izin? adakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan)  14 c. Jumlah oli bekas yang dihasilkan(ton/bulan)  13 b.

/Kota TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NAMA PERUSAHAAN PT.g. Pemanfaatan Fly Ash & Bottom Ash Batubara CHECKLIST P. seperti: 5 a.07 PEMANFAATAN FLY ASH & BOTTOM ASH BATUBARA SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab. NO. KETENTUAN PENAATAN UMUM 1 apakah dilakukan pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash √ sekurang-kurangnya 1 bulan sekali atau sesuai izin? 2 apakah hasil pengujian karakteristik kimia fisik fly ash dan bottom ash  memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin? 3 apakah dilakukan analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom  ash? 4 apakah hasil analisa kandungan logam berat total fly ash dan bottom ash  memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam izin (cek sertifikat hasil uji) apakah penyimpanan fly ash dan bottom ash dilaksanakan sesuai dengan izin?. Kesesuaian tempat penyimpanan dgn limbah yang disimpan  7 c. Bentuk dan kualitas tempat penyimpanan  6 b. Dilengkapi simbol dan label         .

8 d. Waktu penyimpanan (<90 hari) 9 apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat? 10 Fasilitas pemanfaatan batas-batas fisik yang jelas dan dilengkapi dengan pintu darurat PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan sesuai dengan izin? 12 apakah spesifikasi teknis pemanfaatan sesuai dengan izin? LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 13 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 14 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3             1   0 100% .

....08 PEMANFAATAN SLUDGE MINYAK / SPENT CATALYST/DRILL CUTTING UNTUK BAHAN CAMPURAN KONTRUKSI NAMA PERUSAHAAN PT.. Pemanfaatan Sludge Minyak / Spent Catalyst/Drill Cutting Untuk Bahan Campuran Kontruksi CHECKLIST P. termasuk sesuai dengan prediksi timbulan limbah B3? apakah terdapat sumur pantau dibagian hulu dan hilir di lokasi pemanfaatan? 1 2 3 4 6 7 8 √              ./Kota .........h... . TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO..... SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab... KETENTUAN PENAATAN UMUM apakah dilakukan pengujian TPH dan logam berat awal limbah sebelum dilakukan pemanfaatan? apakah Konsentrasi TPH awal sebelum dimanfaatkan sesuai dengan izin? (cek sertifikat hasil uji) apakah konsentrasi logam berat awal sesuai dengan parameter logam berat Kepdal 04 tahun 1995? (cek sertifikat hasil uji) apakah rencana pemanfaatan sesuai dengan izin? apakah terdapat fasilitas pengendali pencemar yang mungkin dihasilkan oleh aktifitas penempatan bahan pencampuran? apakah kapasitas pemanfaatan sesuai dengan jumlah limbah B3 yang akan diolah..

PENAATAN KHUSUS 9 apakah pencampuran bahan-bahan sesuai dengan izin? 10 apakah hasil analisis campuran sesuai dengan parameter yang tertera dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) 12 apakah melakukan analisis sampel air tanah dan hasilnya memenuhi parameter yang tertera dalam izin?       PENANGANAN HASIL PEMANFAATAN (jika ada yang sudah terdapat produk pemanfaatan) 13 apakah produk pemanfaatan dikelola sesuai dengan rencana kelola?  14 apakah lokasi penempatan produk teridentifikasi dengan baik?  15 apakah lokasi penempatan produk merupakan tempat yang aman. bebas  banjir dan memenuhi persyaratan keamanan? 16 apakah air buangan dan atau air lindi dianalisis secara rutin sesuai izin?  17 apakah lokasi penempatan produk diberi tanda dengan jelas dan benar  sesuai dengan izin? 18 apakah produk dianalisis secara teratur dan periodik sesuai dengan  parameter yang ditetapkan dalam izin? LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 20 terdiakah tersedia alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 21 memiliki SOP tanggap darurat? 22 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3          1    0 100% .

.09 PEMANFAATAN MINYAK MINYAK PELUMAS BEKAS UNTUK SUBSTITUSI BAHAN BAKAR NAMA PERUSAHAAN PT. Waktu penyimpanan (<90 hari)  apakah fasilitas pemanfaatan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat  dan penanganan tumpahan? apakah fasilitas pemanfaatan memiliki batas-batas fisik yang jelas dan            .. . Resistensi terhadap air dan bahan kimia lain sesuai izin  c..i.... Pemanfaatan Minyak Minyak Pelumas Bekas Untuk Substitusi Bahan Bakar CHECKLIST P.... 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KETENTUAN PENAATAN UMUM apakah dilakukan uji karakteristik minyak pelumas bekas minimal 1 bulan √ sekali atau sesuai izin? apakah Hasil uji karakteristik minyak pelumas bekas dan atau proses pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dan memenuhi kriteria yang  ditetapkan dalam izin? (cek sertifikat hasil uji) apakah dilakukan uji dampak terhadap proses energi yang dihasilkan  sebagai akibat perubahan karakteristik? apakah penyimpanan minyak pelumas bekas dilaksanakan sesuai dengan izin?./Kota ... seperti: a......... Kesesuaian bahan kontainer dengan isi kontainer  d. TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO. Dilengkapi simbol dan label  e.. Bentuk dan kualitas kontainer sesuai izin  b... SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab.

Flow rate dan volume total pelumas bekas tercatat harian 21 e. seperti: 12 a. Pelaporan kualitas udara emisi (Frekuensi sesuai izin) 13 b. tidak mencampur dengan limbah B3 lain selama proses recovery energy LAIN-LAIN (berkaitan dengan penunjang dan tanggap darurat di fasilitas) 25 tersediakah alat tanggap darurat yang sesuai dan mudah dijangkau? 26 memiliki SOP tanggap darurat? 27 apakah kebersihan / housekeeping terkelola dengan baik? TOTAL YA TOTAL TIDAK PROSENTASE PENTAATAN LB3                                1    0 100% 0% . Jumlah oli bekas yang dihasilkan (ton/bulan) 15 d. Jumlah oli bekas yang dimanfaatkan (ton/bulan) 16 e.zzle 18 b. seperti: 17 a. Aliran pelumas bekas (temperatur combustion chamber >950°C) 20 d. tidak memasukkan pelumas bekas diluar ketentuan dalam izin 24 h. Terdapat spray No. Flow rate pelumas bekas ke combustion chamber sesuai izin 19 c. Wajib diemisikan tunggal pada cerobong pembakaran 22 f. pelumas bekas tidak digunakan selama start up dan shut down 23 g. Pelaporan udara ambien (frekuensi setahun sekali) 14 c. Menyebutkan semua sumbernya apakah spesifikasi teknis pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai izin?.dilengkapi dengan pintu darurat? PENAATAN KHUSUS 11 apakah persentase kualitatif pemanfaatan minyak pelumas bekas sesuai dengan izin? apakah Informasi kriteria pemanfaatan sesuai dengan izin?.

10 PENGELOLAAN LIMBAH B3 OLEH PIHAK KETIGA NAMA PERUSAHAAN PT.... SEKTOR INDUSTRI : LOKASI : Kab. Pengelolaan Limbah B3 Oleh Pihak Ketiga CHECKLIST P. ... KETERANGAN A PIHAK KETIGA PENERIMA LIMBAH B3 MEMILIKI IZIN YANG SESUAI KETENTUAN 1 Pihak ke-3 memiliki izin sebagai Pengelola limbah B3  (pengangkut/pengumpul/pengolah/pemanfaat) 2 Izin pengelolaan Limbah B3 pihak ke-3 belum habis masa berlaku  3 Pihak ke-3 memenuhi ketentuan izin yang berlaku / sesuai dengan izin yang  dimiliki 4 Limbah B3 yang dikelola oleh pihak ke-3 sesuai dengan yang tertera dalam  izin yang dimiliki 5 Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama  dengan pengolah atau penimbun akhir B PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEMENUHI KETENTUAN YANG BERLAKU      .j./Kota ..... TIM PENILAI : TGL PENILAIAN: YA TIDAK KETERANGAN NO..............

1 Perpindahan / pergerakan limbah B3 yang dilakukan oleh pihak ke-3 dilengkapi dengan dokumen manifest limbah B3 2 Penghasil memperoleh dokumen manifest limbah B3 sesuai dengan yang dipersyaratkan yaitu : 3 Untuk pengangkut limbah B3. kendaraan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari KLH 4 Pihak ke-3 (pengangkut atau pengumpul) memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun akhir C 1 2 3 MANIFEST DAN PENGELOLAAN MANIFEST SESUAI DENGAN KETENTUAN Salinan #2 : (diberikan ke penghasil untuk disampaikan ke KLH) Salinan #3 : (saat limbah B3 diambil oleh pihak ke-3) Salinan #7 : (disampaikan saat LB3 telah sampai di lokasi pihak ke-3)               .

PERIODE LIMBAH DIKELOLA Periode sebelu m nya (SALDO ) LIMBA H DIHASI LKAN LIMBAH TIDAK DIKELO LA KETERANG AN NO JENIS LIMBAH B3 SUMB ER SATUA N TAHUN 2011 TAHUN 2012 PERLAKUAN Jan ... Des DISIMPA N DI TPS DIMANF AATKAN DIOLAH DITIMBUN DISERAHK AN PIHAK KETIGA KODE MANIFEST DIHASILKAN DISIMPAN DI TPS DIMANFAATKA N DIOLAH - - - - - DITIMBUN DISERAHKAN KEPIHAK KETIGA TIDAK DIKELOLA Koreksi per bulan per jenis DIHASILKAN - - - - .2... NERACA LIMBAH B3 PT... Des Jan .

Kemiringan jenjang tunggal Perbandingan Rekomendasi dengan Realisasi Ada/Tidak ada 6 Ada/Tidak ada 7 Ada/Tidak ada 8 9 Ada/Tidak ada Ada/Tidak ada 10 Ada/Tidak ada 11 Ada/Tidak ada Rekomendasi Geotek Penambangan 1 Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek 12 Realisasi Penimbunan 1 Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi 1 Realisasi . KERUSAKAN LAHAN 1 2 3 Peta rencana Persetujuan Peta rencana Rencana dan realisasi kegiatan sesuai RKTTL Ada/Tidak Ada Skala Peta berisikan kegiatan Pertriwulan /perlokasi yang dinilai Siapa Nama dan jabatan yang paraf Disebutkan jenis kegiatan dan lokasinya Rencana TW III 2012 Realisasi TW III 2012 Rencana TW IV 2012 Realisasi TW IV 2012 Rencana TW I 2013 Realisasi TW I 2013 Rencana TW II 2013 Realisasi TW II 2013 4 Matrik kemajuan luasan masing-masing kegiatan pada TW saat dikunjungi Ada/Tidak ada 5 Memiliki peta tata air dari drainase hingga ke IPAL/Settling Pond Memiliki lay out tata air dari drainase hingga ke IPAL/Settling Pond Data Hasil monitoring pergerakan tanah Kajian Geoteknik Foto lereng dan drainase di setiap kegiatan Menyampaikan Rencana RKTTL 2012 dan 2013 Menyampaikan Realisasi RKTTL 2012. laporan triwulan I 2013 dan triwulan II 2013 Mengisi data lereng: a.D.

Geotek 30 derajat b. Lampiran : dokumen studi pengkajian batuan potensi dan tidak potensi asam Ada/Tidak ada Ada (kajian)/Tidak ada 14 15 SOP penanganan batuan asam Indikasi Erosi Ada/Tidak ada 28 derajat Penimbunan Realisasi 25 derajat Penimbunan Realisasi 8m Penimbunan Realisasi 8 jenjang Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Rekomendasi Geotek Realisasi Rekomendasi Geotek Reklamasi Realisasi Perlakuan terhadap batuan potensi asam (SOP pemberlakuan batuan potensi asam dan tidak potensi asam) Lampiran: penjelasan Sistem pengumpul leachate/seepage/re mbesan dari timbunan (AAT) dan melakukan pengolahan AAT di IPAL Lampiran: penjelasan Perencanaan dan pengelolaan terhadap batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (AAT atau lainnya). Kemiringan jenjang overall Penambangan Rekomendasi Geotek 25 derajat c. Lampiran: penjelasan Upaya pengelolaan terhadap AAT dan upaya pengolahan AAT. Jumlah Jenjang over all Penambangan Rekomendasi Geotek 8 jenjang 13 Dokumen Kajian Batuan Asam Analisis geokimia (pengkarakteristik an batuan limbah) untuk memastikan ada tidaknya batuan yang berpotensi menimbulkan pencemaran (potensi asam atau PAF atau yang lainnya). Tinggi jenjang tunggal Penambangan Rekomendasi Geotek 10 m c. nilai pH ≥ 6 Lampiran: penjelasan Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Ada/Tidak ada Ada (penjelasan)/Tidak ada Pengupasan tanah pucuk Penggalian Tanah Penambangan Penimbunan Reklamasi . Lampiran: penjelasan Pengukuran pH air pada genangangenangan yang dijumpai dilapangan.

permukiman (jelaskan lokasinya) Penggalian Pengupasan tanah Tanah Penambangan Penimbunan pucuk Penutup 2000 m Memiliki sarana tanggap darurat Penggalian Pengupasan tanah Tanah Penambangan Penimbunan pucuk Penutup Reklamasi Reklamasi . cover croping. drop structure. atau yang lainnya. jut net. drop structure. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. drop structure. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Ada perhitungan volume air larian permukaan berdasarkan daerah tangkapan hujan (catchment area) dan luasan settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. kolam sedimen (settling pond. Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Sedimen trap/sediemen pond efektif menangkap sedimen (melampirkan desain fisik lapangan dan data perawatan sedimen trap/sedimen pond dan jumlah sedimen yang dipindahkan. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. kolam sedimen (settling pond. terasering. pasar). terasering. kolam sedimen (settling pond. gabion. guludan. jut net. jut net. cover croping. terasering. saluran pengendali lainnya) sampai ke settling pond Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. mulsa. gabion. jut net. rip rap. jut net. atau yang lainnya. mulsa. sedimen trap). rip rap. sedimen trap). sekolah. sedimen trap). rip rap. mulsa. rip rap. cover croping. Rumah sakit. % tutupan area Cover Cropping : 17 Indikasi Potensi Bencana Sulit dibuktikan Jarak kegiatan dari sarana umum vital (SUTT/SUTET. gabion. sedimen trap). atau yang lainnya. Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. kolam sedimen (settling pond. rip rap. gabion. sedimen trap). atau yang lainnya. atau yang lainnya. terasering. Peta sistem pengelolaan air limbah (drainase. kolam sedimen (settling pond. guludan. cover croping. drop structure. 16 Kondisi sarana pengendali erosi Pengupasan tanah pucuk Sedimen trap/sediemen pond efektif menangkap sedimen (melampirkan desain fisik lapangan dan data perawatan sedimen trap/sedimen pond dan jumlah sedimen yang dipindahkan. Reklamasi Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. guludan. guludan.Penutup Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. drop structure. guludan. mulsa. Sebutkan sarana pengendali erosi yang dimiliki: berupa drainase. Ada peta pengelola an air larian permukaa n (peta water managem ent). gabion. cover croping. terasering. mulsa.

Memiliki Saluran penampung limpasan air limbah apabila tanggul jebol di lokasi Pit A1 .

E. Kewajiban Dalam Dokumen Lingkungan Aspek Pengendalian Pencemaran Air. Daftar Dokumen Lingkungan NO Nama Dokumen Lingkungan Institusi Pengesahan Dokumen Lingkungan Tanggal Pengesahan Dokumen Lingkungan 2. IZIN LINGKUNGAN 1. Udara dan PLB3 No Kewajiban Realisasi .

..................................................................... Tanda Tangan : ..................... tanggal .......... Nama : Perusahaan Nama : .............. Nama : BLH Kab. Ttd: ……………… .............................. Ttd: ……………….............. ............... pukul ......... Demikian Berita Acara Pengambilan Foto/Video dibuat dengan sebenar-benarnya.................. Petugas yang mengambil foto/Video : Nama Instansi : ............... Pejabat Pengawas LH .. Ttd: ……………….... : ../Kota .......................... bulan ............. : ....................... Waktu Indonesia Bagian .. Ttd: ………………............ kami Tim Pengawas Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah mengambil gambar/foto/video di lokasi : Perusahaan Alamat Telp..................................................... Fax : .................BERITA ACARA PENGAMBILAN FOTO/VIDEO Pada hari ini...................................................................................KLH Nama : BLH Provinsi .... tahun ................. : .................... Tanda Tangan : ……………… Pengambilan Foto/Video disaksikan dan diketahui oleh pihak perusahaan: Nama Jabatan : ............................... : .... : ......

BERITA ACARA PENGAMBILAN SAMPEL
_______________________________________________________________________________________________________________________

Pada hari ini, ……………., tanggal …………....…....… bulan……...………… tahun .............................., di Kabupaten/Kota............................Provinsi........................., kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Pangkat/Gol. ............................... ............................... ............................... Jabatan ................................ ................................ ................................ NIP/PPLH ......................./........ ......................./........ ......................./........

1.......................................... 2.......................................... 3..........................................

Telah melakukan pengambilan sampel di lokasi : Nama perusahaan Alamat perusahaan Jenis Industri : …………………………………………………………………………………. : …………………………………………………………………………………. : ………………………………………………………………………………….

Pengambilan contoh limbah ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Petugas Pengambil Sampel : Nama : …………………………………………………………………………………. Instansi : …………………………………………………………………………………. NIP : …………………………………………………………………………………. Pangkat/Golongan : …………………………………………………………………………………. Jabatan : …………………………………………………………………………………. Tanda tangan : ......................

Dengan hasil sebagai berikut : No. Lokasi Kode Sampel pH Debit Jenis Limbah Waktu Keterangan

Demikian Berita Acara Pengambilan Sampel dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan. Saksi-Saksi :
Pejabat Pengawas LH - KLH Nama : BLH Provinsi .......... Nama : BLH Kab./Kota ......... Nama : Perusahaan Nama : .......................

Ttd: ………………...

Ttd: ………………...

Ttd: ………………...

Ttd: ………………

Cap Perusahaan

Denah Lokasi Pengambilan Sampel Air Limbah

LAMPIRAN III FORMAT MATRIKS PENAATAN
A. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT. AAA ………… Kab./Kota ….. ,Provinsi ……. 1 Juli 2010 - 30 Juni 2011

I. a. b.

Ketaatan Terhadap Titik Penaatan Jumlah Outlet Air Limbah Jumlah Outlet yang dipantau Tingkat Ketaatan : : : …. …. ….%

Keterangan: 1. Row Jumlah Outlet Air Limbah berisi jumlah seluruh outlet pembuangan air limbah yang dimiliki perusahaan. 2. Row Jumlah Outlet yang dipantau berisi jumlah outlet pembuangan air limbah yang dipantau oleh perusahaan. 3. Row Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah outlet yang dipantau dibagi dengan jumlah outlet air limbah yang dimiliki perusahaan. II. Ketaatan Terhadap Parameter Pemantauan / Pelaporan / Pemenuhan Baku Mutu

PARAMETER
Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin

PELAPORAN

PEMENUHAN BAKU MUTU
Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 %<x<= 500%) 6 0 0

No.

Nama Outlet (titik penaatan)

Jumlah Paramater Pemantauan

Tingkat Ketaatan

Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin

Jumlah data yang dilaporkan

Tingkat Ketaatan

Parameter

Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%)

Tingkat Ketaatan

Ket.

1 2 3

Outlet Oil Catcher A Outlet Oil Catcher B Outlet Oil Catcher C Tingkat Ketaatan

2 2 2

2 2 2

100% 100% 100% 100%

12 12 12

12 12 12

100% 100% 100% 100%

COD TDS H2S

0 0 0

50% 100% 100% 50%

Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. C. Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). 2.KETERANGAN: A. 5. 2. 3. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. B. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin berisi jumlah parameter yang sesuai dengan peraturan / izin. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah. Row Tingkat Ketaatan (warna hijau bawah) menampilkan prosentase tingkat ketaatan terendah. 3. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500%. KOLOM PELAPORAN 1. 5. 4. 4. 4. Kolom Jumlah data pemantauan sesuai peraturan / izin berisi jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan. Kolom Jumlah data yang dilaporkan berisi tentang jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500%. 130 . KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. 3. 2. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan jumlah parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. KOLOM PARAMETER 1. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu dengan jumlah data yang dilaporkan.

4. 2. Row Ketaatan Terhadap Pelaporan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pelaporan terendah. 3. Pengelolaan Limbah Cair Perusahaan mempunyai ijin pembuangan air limbah Memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan Saluran pembuangan limbah cair kedap air Tidak melakukan pengenceran termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair Perusahaan mempunyai alat ukur debit dan berfungsi dengan baik Mengukur debit harian Mengukur pH harian Sudah Taat √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan 5. Row Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemenuhan baku mutu terendah.TINGKAT KETAATAN Ketaatan Terhadap Pemantauan Ketaatan Terhadap Pelaporan Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu 100% 100% 50% KETERANGAN: 1. 3. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis No. Row Ketaatan Terhadap Pemantauan menampilkan prosentase tingkat ketaatan pemantauan terendah. Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan. 7. 6. III. 131 . 1. 2.

Nama Outlet (titik penaatan) Parameter Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) Jumlah KETERANGAN: Matriks ini digunakan apabila pihak KLH/BLH melakukan pengambilan sampel air limbah: 1. Kolom Nama Outlet berisi tentang nama atau kode outlet pembuangan air limbah (cantumkan data parameter air limbah yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap outlet). Kolom Parameter berisi parameter air limbah yang melebihi baku mutu. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan II. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu antara 100 % < x < 500% untuk pemantauan I.IV. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan I. 2. 6. 3. 5. 132 . Hasil Pemantauan KLH/BLH PEMANTAUAN I PEMANTAUAN II Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu (100 % < x < = 500%) Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) No. 4. Kolom Jumlah data yang tidak memenuhi baku mutu ( x > 500%) merupakan jumlah data parameter air limbah yang melebihi baku mutu lebih dari 500% untuk pemantauan II.

Kab. b. Provinsi …. b. a. a. …… I. e. d. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan A. No. c.B. Jumlah Genset yang dipantau Pemantauan mewakili semua tipe emisi 133 .. MATRIKS PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi kegiatan Periode Evaluasi : : : : PT.. AAA …. Sumber Emisi Proses Produksi Sumber Emisi Jumlah Cerobong Jumlah Cerobong yang dipertimbangkan dalam PROPER Jumlah Cerobong yang dipantau Jumlah tipe sumber emisi … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan B../Kota …. c. Sumber Emisi Pembakaran Dalam (Genset) Sumber Emisi Jumlah Genset Jumlah Genset dengan Kapasitas @ >=1 MW Total Kapasitas Genset (MW) Jumlah Genset yang dipertimbangkan dalam PROPER … … … … … … Tingkat Ketaatan …% Keterangan d. No..

II. KOLOM PARAMETER 1. 134 . 2. Kolom peraturan berisi jumlah data parameter pemantauan yang dilaporkan berdasarkan peraturan dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. TIPE EMISI NAMA CEROBONG JUMLAH PARAMETER PERATURAN PELAPORAN 2 2 TINGKAT KETAATAN SOx TINGKAT KETAATAN NOx 100% 100% TINGKAT KETAATAN CO 100% 100% TINGKAT KETAATAN 1 Genset 2 2 100% 100% 2 Proses 4 4 4 4 100% 100% 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Engine/Genset Proses 8 2 8 2 100% 100% …% KETERANGAN: A. Tingkat Ketaatan Terhadap Parameter. 2. B. Kolom Nama Cerobong yang dipantau berisi nama/kode cerobong yang dipantau. Kolom Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan berdasarkan peraturan dan data yang dilaporkan. Pelaporan dan Pemenuhan Baku Mutu PARAMETER PELAPORAN PERATURAN TINGKAT KETAATAN 100% 100% SOx NOx 2 2 Opa sitas 2 2 SOx PELAPORAN NOx 2 2 Opa sitas 2 2 TINGKAT KETAATAN 100% 100% PEMEHUHAN BAKU MUTU No. 4. Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian Jumlah Paramater Pemantauan berisi jumlah parameter yang dipantau oleh perusahaan dibagi dengan Kolom Jumlah Parameter yang dipantau sesuai peraturan / izin. 3. KOLOM PELAPORAN 1. Kolom Tipe Emisi berisi tentang Tipe Emisi (mesin pembakaran dalam/proses produksi). Kolom pelaporan berisi tentang jumlah data parameter yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER.

Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase data yang tidak memenuhi baku mutu. 2. KOLOM PEMENUHAN BAKU MUTU 1. No. 135 . Kolom Tingkat Ketaatan merupakan prosentase hasil pembagian jumlah data yang dilaporkan oleh perusahaan sesuai dengan periode penilaian PROPER dibagi dengan jumlah data pemantauan yang dipersyaratkan dalam peraturan / izin dan sesuai dengan periode penilaian PROPER. Tingkat Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu DATA TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU TIPE EMISI NAMA CEROBONG SOx NOx 0 E-1 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 E-2 (genset SP1 Gunung Kemala) 0 0 0 0 0 0 0 100 % < = X < 500 % CO 0 Partikulat Opasitas NOx 0 CO 0 > 500 % Partikulat Opasitas TINGKAT KETAATAN 1 Engine E-1 (compressor SP PBM Barat) 2 Proses Boiler Glycol Dehydrator 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Engine Proses 0 0 0 0 0 0 0 0 100% 100% KETERANGAN: Isi kolom data parameter yang tidak memenuhi baku mutu apakah melebihi 100 % < x < 500% atau lebih dari 500%. 4. D. III.3. Row Tingkat Ketaatan menampilkan prosentase tingkat ketaatan. Kolom Parameter berisi jumlah parameter emisi yang melebihi baku mutu (cantumkan data parameter emisi udara yang melebihi baku mutu paling tinggi untuk tiap cerobong dalam prosentase).

2. 3. No. 1. 6. 205/1996 Cerobong dilengkapi dengan pagar pengaman Cerobong dilengkapi dengan lantai kerja Cerobong dilengkapi dengan tangga Cerobong emisi dilengkapi dengan peralatan CEMS Peralatan CEM berfungsi dengan baik Sudah Taat √ √ √ √ √ - Belum Taat Keterangan Tidak diwajibkan Tidak diwajibkan KETERANGAN: Beri tanda √ sesuai dengan ketaatan hasil verifikasi lapangan dan ketaatan peraturan. Tingkat Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis Pengelolaan Emisi Udara Mempunyai cerobong emisi Cerobong dilengkapi dengan lubang sampel sesuai Kepdal No. 5.IV. 136 . 7. 4.

.......................... Ttd : .... Pihak Perusahaan Nama : .......................................................... 2...... 3............................................................. ........ Bulan .......................................................................... pukul ............................................... Ttd Nama : ............................................... Instansi: ........................... .............................................................. 2........................ Instansi: ................................................................. Ttd : ........ Ttd : ................................................................................................................................... : ............................................................................................................................... Instansi: ........................ : .................................................. Jabatan NIP/PPLH 1.... Provinsi ................................/........ Nama : .................... Pejabat Pemerintah Kab/Kota Nama : ........................................................................................ di Kab/kota. Bertindak untuk dan atas nama.............. tanggal ......... ............. ...................../......................................................................... : ............................................................... yang terdiri dari : Nama Pangkat/Gol....................... Ttd : .............. Instansi: ............................... Penolakan dilakukan dengan alasan: 1................................................. ................................. .................................. 3................................................................................................. Menyatakan bahwa kami menolak kedatangan Tim Pengawas Lingkungan Hidup dan/atau menentang pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup oleh Tim Pengawas Lingkungan Hidup dalam rangka Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER)......... .......................................................................................... tahun .......................................................................................................................... Nama : ......................................... Pihak Pemerintah Provinsi Nama : ............. ....................... ...................................... Ttd : ............................................................. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup – KLH Nama : ...... Ttd : ......... ....... Nama : ........................................................................................................................................................ Demikian Berita Acara Penolakan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan mengingat sumpah jabatan.............................. BA PENOLAKAN PENGAWASAN PROPER BERITA ACARA PENOLAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP Pada hari ini........................................... : ................................................ ......................... ......LAMPIRAN IV./.......................................... ...................... kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat Nama perusahaan Alamat perusahaan Jenis industri : ..................................................... 130 ............... : .................................................................................................. Ttd : ................. : ..................................

Cap perusahaan Contoh Lampiran Hasil Analisis Laboratorium yang Terakreditasi: 1. Analisis Air Limbah: 131 .

2. Analisis Kualitas Udara Emisi. 132 .

/Kota Provinsi PROPER 2012 Peringkat Sementara Kandidat Hijau Dok HASIL AMDAL Ket PPA Ket PPU Ket PLB3 Ket PKL Ket 133 .LAMPIRAN V FORMAT RINGKASAN KETAATAN PERUSAHAAN Data Primer No Perusahaan Sektor Sub Sektor Kab.

LAMPIRAN VI FORMAT RAPOR SEMENTARA HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 2012 – 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan Peringkat Sementara : : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2013 134 .

Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. pengendalian pencemaran udara.A. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. Lampiran V a. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. 3. Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 87% 87% Taat Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan.31/2875/203. 3. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) D. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. 135 . Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. 1. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. pengendalian pencemaran udara. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. 5. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: C. 4. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR D. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No.

B. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet

Beban Outlet

C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air, perusahaan tidak taat terhadap izin, pelaporan, pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis, namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO ,dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit, /kuantitas limbah harian, pH harian, serta produksi senyatanya bulanan. 6. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian, debit/kuantitas air limbah harian, kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya, sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur, BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.

III. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA C. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. 1. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler, 1 unit heather, 2 Unit dryer, 3 unit deporasi gliserin, 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling

2. 3. 4. 5.

100% 100% 100% Taat

136

B. No

Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) Parameter Beban Outlet

C. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara, perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan, pelaporan, parameter baku mutu, pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. D. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler, Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 3. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 5. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur, BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup.

IV. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. SK/ No. Surat SK Bupati XXX No. 03 tahun 2010, tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. 186 Tahun 2011, tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3, No or: B6658/Dep.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos,untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3; fly ash, bottom ash (slag batu bara), dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block, coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg, grit dan slag pada landfill kelas II

Pemanfaatan

SK MENLH No. 230 tahun 2010, tanggal 27 September 2010. SK MENLH No. 301 tahun 2011, tanggal 30 Desember 2011 √ SK MENLH No. 88 tahun 2012

5 (lima) tahun 5 (lima) tahun

Penimbunan/ landfill

5 (lima) tahun

137

B. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013)
Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7,530.34 179.00 Grits & dregs Ton 26,994.76 81.44 4,023.41 22,971.35 19.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill - Pengangkut : PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengolah: PT. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian - Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut : PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengolah: PT. Wastec International Disimpan di TPS LB3 - Pengangkut: PT. Indostar Cargo Kode manifest: OL - Pengumpul & Pemanfaat: PT. Andhika Makmur Persada

A. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7,790.78

B. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.40 bekas

Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas

Ton Ton Ton

1,574.80 1,497.37 1.4995

0.40 267.82 1,306.98 1,093.00 404.37 1.4995

0 0 0

Ton

0.084

0.076 0.008 0.0124 1.80

0

Ton Ton

0.0124 1.80

0 0

Limbak klinis Majun terkontaminasi

Ton Ton

0 0.95

0 0.90

0 0

Toner bekas

Ton

0.028

0.05 0.017 0.011 0.15

0

Selang hidrolik terkontaminasi oli

Ton

0.15

0

138

20 0.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.Pengolah: PT.80 0 .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan.20 0.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga. Wastec International Ton Ton 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . . 0. Wastec International Pengangkut: PT.Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat . Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan . 139 .898. .20 0. C.Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.20 0 0 Ton % 37.54% limbah masih tersimpan di TPS.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping .80 2.Pengolah: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengangkut: PT.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi .Pengangkut: PT. dan 1. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan . 64. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.33 37.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) .06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin. .Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan.33 100 0 0 Ket : 34.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin.Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan.898. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .

dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. Rencana pengelolaan f. Pemenuhan Ketentuan Teknis f. Pemenuhan Baku Mutu Emisi g. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - . Resume Penaatan No. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. 1. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. E. G. Re-injeksi. 2. Pelaksanaan pengelolaan g. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. 6. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah h. 3. dan penanganan media terkontaminasi LB3 e. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. 7. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin e. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. 140 . 5. pengelolaan tumpahan.

Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. 5. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. : Gd. 141 . Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. C Lt. Panjaitan Kav. d/a. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. 6. recycle. 2. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki.H. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebon Nanas. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX.I. 4. 2. neraca limbah B3. 3. D. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.13410. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. Jakarta Timur. 24. Jln.

B. Provinsi Kalimantan Timur I. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. 5. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 83% 80% -----Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. pengendalian pencemaran udara. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) F. 1. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. 4. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR E. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. 3. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT TAMBANG XYZ Pertambangan Batubara Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. 3. 142 . DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 . Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. pengendalian pencemaran udara.31/2875/203.Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: E. LAMPIRAN V b.

3. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara 3.D.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. pelaporan. pH harian. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. perusahaan tidak taat terhadap izin. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara . 2 Unit dryer. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. 5. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian. namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet E. 4. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. debit/kuantitas air limbah harian. 1 unit heather. 100% 100% 100% Taat 143 . F. 3 unit deporasi gliserin. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA D. BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. III. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. serta produksi senyatanya bulanan. 5. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. 6. 1. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian.

Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. 5. SK MENLH No. Surat SK Bupati XXX No. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Status Perizinan √ No. fly ash. tanggal 27 September 2010. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 301 tahun 2011. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun 144 . Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. 3. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 03 tahun 2010. dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. bottom ash (slag batu bara). BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. 230 tahun 2010. 2. Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Pemanfaatan √ SK MENLH No. 4. F.C. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) I. No or: B6658/Dep. pelaporan. SK/ No. tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. parameter baku mutu. IV. 186 Tahun 2011. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3. No Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) Parameter Beban Outlet E.

Pengangkut : PT.Pengangkut: PT.Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .34 179. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 .37 1.15 0 145 .008 0.40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1.028 0.306.Pengumpul & Pemanfaat: PT.15 0 Selang hidrolik Ton 0.0124 1.00 Grits & dregs Ton 26.00 404.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0.76 81. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengangkut : PT.4995 0 0 0 Ton 0.Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 .011 0.80 0 Ton Ton 0.023.Pengolah: PT.497. grit dan slag pada landfill kelas II J. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . 88 tahun 2012 5 (lima) tahun coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg.994. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .78 B.05 0.82 1. Indostar Cargo Kode manifest: OL .0124 1. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .4995 0.40 267. Wastec International Disimpan di TPS LB3 . Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 . Andhika Makmur Persada .093.Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No.971. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7.44 4.95 0 0.41 22.98 1.Pengumpul & Pemanfaat: PT.Pengangkut: PT.Pengangkut : PT.017 0.80 1.Pengangkut: PT. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7.90 0 0 Toner bekas Ton 0.37 1.530.35 19.Pengumpul & Pemanfaat: PT.574. Indostar Cargo A.Pengolah: PT. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill . Indostar Cargo Kode manifest: OL .084 0.790.076 0.

Pengangkut: PT.80 0 Kode manifest: OL .20 0.Pengolah: PT.Pengangkut: PT. dan 1. .29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin. 0.20 0 0 Ton % 37.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat .898.Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.Pengolah: PT.898. Andhika Makmur Persada . K.33 37. 64.20 0.54% limbah masih tersimpan di TPS.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Wastec International Pengangkut: PT.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT L. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan . .Tata cara penyimpanan sesuai dengan 146 .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Pengumpul & Pemanfaat: PT.terkontaminasi oli Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.33 100 0 0 Ket : 34. Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .20 0.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi .80 2. Wastec International Ton Ton 0.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) . Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin.Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan.

Pelaksanaan pengelolaan j. 7. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin i. Pemenuhan Baku Mutu Emisi k. Re-injeksi. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. pengelolaan tumpahan. pengangkutan sesuai dengan rekome dasi pengangkutan dari KLH. meme uhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. 6. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. 1. . dan penanganan media terkontaminasi LB3 h. . Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - N. Rencana pengelolaan i. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. 3. M.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan.Pemanfaatan P nimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - ketentuan. Resume Penaatan N. 147 . memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. 5. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. Pemenuhan Ketentuan Teknis j. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah l. 2. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping.

dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. 6. neraca limbah B3. 3. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tahapan Pembersihan Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 100 100 81 90 53 86 1 1 1 1 1 1 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 Keterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat 148 . 1. d/a. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Jln. C Lt. 2. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. 10. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. Rekapitulasi Penilaian No. Jakarta Timur. 2. 4. P. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 5. 6. recycle. Panjaitan Kav. Kebon Nanas. 24.I. 9. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. 11. D.13410. 5. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN C. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book.O. : Gd. 8. 4. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. V. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. 7. 12. 2.

15. jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana. 26.67% 1 3. 28. 14.13. 17. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan). 21. 20. dll 149 . 30. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat 2 6. 18. 22. 29.3% D. SOP. 25. 16. Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. 19. 2. 24. 27. 23. personil.

150 . untuk menghindari terbentuknya AAT Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. 4. Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut . 2. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. 3. a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut.c.

....LAMPIRAN 7 FORMAT RAPORT FINAL HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN PROPER 2012 – 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan Peringkat : : : : PT............. KABUPATEN LOMBOK TIMUR....... PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 2013 151 ........ ...............

Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. pengendalian pencemaran udara. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) H. 4. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. 3.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai satu titik outlet IPAL sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Permen LH No 04 Tahun 2010 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu namun hasil pemantauan KLH melebihi baku mutu > 500%BMAL untuk parameter minyak lemak Hasil Pemantauan Tim PROPER (KLH/Provinsi) memenuhi Baku Mutu Air Limbah sesuai izin. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT I.31/2875/203. pengendalian pencemaran udara.A. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: G. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. 1. 152 . PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. 3. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1. Format Raport Industri NON TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT ABC123 Minyak Goreng KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 87% 87% Taat Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. Lampiran V a. 5.

1 unit heather. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. 3 unit deporasi gliserin. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara No. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah Industri minyak goerng CPO . 4.G. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet H. I. 5. serta produksi senyatanya bulanan. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit. 3. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. III. 6. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri LH No 04 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri minyak goreng 4. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. debit/kuantitas air limbah harian. pelaporan. 5. 100% 100% 100% Taat 153 . 1. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. pH harian. perusahaan tidak taat terhadap izin. /kuantitas limbah harian. 2 Unit dryer. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. Perusahaan wajib segera mengajukan izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Lombok Timur 3.

parameter baku mutu. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3. SK MENLH No. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. Perusahaan wajib menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku. grit dan slag pada landfill kelas II Pemanfaatan √ SK MENLH No. 5. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. IV. tanggal 30 Desember 2011 √ SK MENLH No. 3. BLH Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. 186 Tahun 2011. 03 tahun 2010. fly ash.B. 230 tahun 2010. SK/ No. Surat SK Bupati XXX No. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. tanggal 27 September 2010. 4. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Lombok Timur. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun Penimbunan/ landfill 5 (lima) tahun 154 . 301 tahun 2011. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. D. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara. pelaporan. tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. No or: B6658/Dep.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah 3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg. bottom ash (slag batu bara).

497.40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1. Indostar Cargo Kode manifest: OL .Pengangkut: PT.95 0 0.028 0.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill . Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .076 0.15 0 Selang hidrolik terkontaminasi oli Ton 0.05 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .994.34 179. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 .Pengolah: PT.76 81.Pengumpul & Pemanfaat: PT. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 .084 0.530. Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19.Pengangkut : PT.82 1. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .78 B.90 0 0 Toner bekas Ton 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .41 22. Wastec International Disimpan di TPS LB3 .4995 0 0 0 Ton 0. Indostar Cargo Kode manifest: OL .Pengangkut: PT.80 1.4995 0.Pengolah: PT.98 1.023.306. Andhika Makmur Persada A.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0.Pengangkut : PT.40 267.0124 1.00 Grits & dregs Ton 26.Pengumpul & Pemanfaat: PT.Pengangkut: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7.00 404.15 0 155 .Pengumpul & Pemanfaat : PT.971.0124 1.011 0.Pengangkut: PT.574. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 . Indostar Cargo Kode manifest: OL . Andhika Makmur Persada .80 0 Ton Ton 0.017 0.44 4. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7.37 1.Pengangkut : PT.Pengumpul & Pemanfaat: PT.35 19.008 0.37 1.B.093.790.Pengumpul & Pemanfaat: PT.

C.Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . dan 1.54% limbah masih tersimpan di TPS.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan. Wastec International Ton Ton 0.20 0.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) . Wastec International Pengangkut: PT. 0.Pengangkut: PT.20 0 0 Ton % 37.Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . .80 2.80 0 .29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin.898.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat .Pengolah: PT.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi . Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin.33 100 0 0 Ket : 34. . 156 .Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.898.20 0.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping .20 0.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Tata cara penyimpanan sesuai dengan ketentuan.33 37. 64.Pengangkut: PT. Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan . Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.Pengolah: PT. .

Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F. 3. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah p. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. pengangkutan sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin m. pengelolaan tumpahan. 6. 5. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. 157 . Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai dan masih berlaku. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. 2. Pelaksanaan pengelolaan m.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - . Resume Penaatan No. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3. 7. E. Rencana pengelolaan l. Pemenuhan Baku Mutu Emisi o. G. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping. Re-injeksi. Pemenuhan Ketentuan Teknis n. dan penanganan media terkontaminasi LB3 k. 1. Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai.

2.H. 5. d/a. 2. 4. C Lt. Panjaitan Kav. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. Kebon Nanas. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. 3. Jln. D.13410. : Gd. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 6. neraca limbah B3. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. Jakarta Timur. 24. 158 . Memprioritaskan upaya 3R (reuse. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. recycle. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book.I. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

1. 4. Ditemukan bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL dan belum memasang alat ukur debit 6. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR A. Deskripsi kegiatan (luas area dan kapasitas produksi) J. dan Pengelolaan LB3) Tidak Taat Tidak Taat Belum melaporkan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL II. dan Pengelolaan LB3 Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air. Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Timur Belum melaksanakan ketentuan secara rutin pelaksanaan UKL-UPL 2. 3. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012 Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis 100% 100% 83% 80% -----Tidak Taat Keterangan Izin pembuangan No 660. pengendalian pencemaran udara.2/2010 namun sudah habis masa berlakunya pada tanggal 29 Maret 2012 dan belum memperpanjang Perusahaan mempunyai 10 (sepulu) titik outlet IPAL dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan Parameter yang dipantau sudah lengkap sesuai dengan Kepmen LH No 113 Tahun 2003 Sepanjang masa evaluasi parameter TSS dua bulan tidak dilaporkan Parameter TSS 2x melebihi Baku Mutu Air Limbah Kepmen LH No 113 Tahun 2003 . Kewajiban Pengendalian Pencemaran Air No. LAMPIRAN V b. 159 . 3. Penaatan Taat Keterangan Dokumen UKL-UPL Nomor :117/UKLUPL/2008 disetujui oleh Kepala Dinas Lingkunga Hidup. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu b. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: I.31/2875/203. Format Raport Industri TAMBANG HASIL EVALUASI PENGAWASAN KINERJA PENAATAN Periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2013 Nama Perusahaan Jenis Industri Lokasi Kegiatan : : : PT TAMBANG XYZ Pertambangan Batubara Kabupaten Kutai Kartanegara. DOKUMEN LINGKUNGAN/IZIN LINGKUNGAN No. 5. Pengelolaan lingkungan terutama terutama aspek pengendalian pencemaran air. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan 1.B. Ketaatan terhadap Izin Tidak Taat 2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Ketaatan terhadap pelaporan a. Provinsi Kalimantan Timur I. pengendalian pencemaran udara.Tidak dilakukan pengambilan sampel air limbah.

BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. Perusahaan wajib segera mengurus izin pembuangan air limbah kepada Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara 3. 3. 5. Perusahaan wajib segera menutup saluran bypass dari saluran sebelum masuk ke kolam IPAL 2. 5. debit/kuantitas air limbah harian. Perhitungan Beban Pencemaran Air (Ton/bulan) No Parameter Beban Inlet Beban Outlet C.dan memeriksakannya kepada laboratorium terakreditasi. kadar parameter mutu limbah cair dan produksi harian senyatanya. 1 unit heather. pH harian. 2 Unit dryer. 1. serta produksi senyatanya bulanan. namun perusahaan taat terhadap titik penaatan dan parameter baku mutu sesuai dengan peraturan perundangan lingkungan yang berlaku. Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pH harian. 100% 100% 100% Taat 160 . PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA A. pelaporan. No. 4. Perusahaan wajib menjaga Kualitas air limbah melalui optimalisasi kinerja IPAL agar memenuhi BMAL yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri LH No 113 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Batubara 4. D. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Air Berdasarkan hasil evaluasi pengendalian pencemaran air. 2 unit genset • Seluruh sumber emisi sudah dipantau Semua parameter dari hasil pemantauan semua sumber emisi sudah dilaporkan sesuai peraturan Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi sudah sesuai peraturan Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi telah memenuhi baku mutu emisi Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling 2. III.B. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. pemenuhan bakumutu limbah dan ketentuan teknis. 6. Perusahaan wajib memasang alat ukur debit dan melakukan pencatatan debit /kuantitas limbah harian. perusahaan tidak taat terhadap izin. Kewajiban Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian Pencemaran Udara Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan Ketaatan terhadap pelaporan Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu Emisi Ketaatan terhadap ketentuan Teknis yang dipersyaratkan Penaatan 100% Keterangan • Sumber Emisi : 3 unit boiler. Perusahaan wajib melakukan pengujian air limbah setiap bulan untuk setiap parameter yang dipersyaratkan dalam baku mutu air limbah kegiatan pertambangan batubara . 3 unit deporasi gliserin. sekurang-kurangnya tiga bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perusahaan wajib menyampaikan laporan tentang pengujian emisi udara dari semua sumber emisi dan pengujian kualitas udara ambien sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada BLH Kabupaten Kutai Kartanegara. 186 Tahun 2011. Perhitungan Beban Pencemaran Udara (Ton/periode) No Parameter Beban Outlet C. tanggal 27 Januari 2011 Surat Persetujuan Dep IV Bidang Pengelolaan B3 dan LB3. SK/ No. BLH Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup. 230 tahun 2010. bottom ash (slag batu bara). tanggal 9 Februari 2010 SK Bupati XXX No. Perusahaan wajib tetap menjaga kualitas emisinya sehingga memenuhi Baku Mutu sesuai dengan peraturan yang berlaku.B.untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (tidak melakukan pemanfaatan sludge IPAL lagi untuk kompos) Pemanfaatan LB3 sludge IPAL sebagai subtitusi bahan bakar di multifuel boiler Pemanfaatan limbah B3. pemenuhan baku mutu dan ketentuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi genset dan dryer yang aktif dengan parameter dan frekuensi sesuai peraturan yang berlaku. D. Pemanfaatan √ SK MENLH No. 5. Heather yang aktif dengan parameter dan frekuensi minimal 6 bulan sekali sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 07 tahun 2007. Tindak Lanjut Yang Harus Dilakukan 1. 4. parameter baku mutu. 3. Surat SK Bupati XXX No. 301 tahun 2011. IV. dreg dan grit sebagai campuran bahan baku pembuatan paving block. Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Limbah B3 Penyimpanan Sementara Status Perizinan √ No. No or: B66 8/Dep. Ringkasan Penaatan Pengendalian Pencemaran Udara Selama periode penilaian dalam pengendalian pencemaran udara.IV/LH/09/2010 Masa Berlaku 5 (lima) tahun Keterangan Limbah B3 Campuran Sludge IPAL dan Fly Ash 1 (satu) tahun Uji Coba Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Pulp dan Kertas Non Drinking Sebagai Kompos. perusahaan taat terhadap pemenuhan titik penaatan pemantauan. pelaporan. fly ash. 2. Perusahaan wajib tetap melakukan pengukuran kualitas udara ambien sekurang-kurangnya 6 bulan sekali sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. SK MENLH No. 03 tahun 2010. tanggal 30 Desember 2011 5 (lima) tahun 5 (lima) tahun 161 . Perusahaan wajib tetap melakukan pemantauan emisi Boiler. tanggal 27 September 2010. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) A.

Pengangkut: PT.37 1.15 0 Selang hidrolik Ton 0.82 1.574. Sumber Dari Proses Produksi Sludge IPAL Ton 7. Andhika Makmur Persada .15 0 162 . Sumber Dari Luar Proses Produksi Oli bekas + solar Ton 19. Wastec International Disimpan di TPS LB3 . Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan sesuai izin Ditimbun di landfill Dimanfaatkan untuk stabilized bed Disimpan di TPS LB3 .40 bekas Slag batubara Fly ash boiler Aki bekas/ baterai bekas Limbah lab (vial COD) Lampu merkuri bekas Filter oli bekas Ton Ton Ton 1.Pengangkut : PT.Pengangkut: PT. grit dan slag pada landfill kelas II B.Pengolah: PT.05 0.34 179.0124 1.306. Indostar Cargo Kode manifest: OL .0124 1. Wastec International Disimpan di TPS LB3 Disimpan di TPS LB3 .80 0 Ton Ton 0.00 Grits & dregs Ton 26.80 0 0 Limbak klinis Majun terkontaminasi Ton Ton 0 0.Pengumpul & Pemanfaat : PT. Andhika Makmur Persada Tidak dihasilkan dalam periode penilaian .35 19.008 0. Indostar Cargo Kode manifest: OL .084 0.78 B.90 0 0 Toner bekas Ton 0.Pengumpul & Pemanfaat: PT.00 0 0 Limbah Belum Dikelola 0 Perlakuan Dimanfaatkan sebagai bahan bakar Multi Fuel Boiler Dimanfaatkan untuk composting sampai bulan September 2011 Disimpan di TPS LB3 Dimanfaatkan untuk stabilized bed Ditimbun di landfill .Pengumpul & Pemanfaat: PT. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .076 0. Indostar Cargo A.37 1.41 22.790.4995 0 0 0 Ton 0.017 0.80 1.994.093. 88 tahun 2012 5 (lima) tahun coblock dan stabilisasi slab Penimbunan limbah dreg. Andhika Makmur Persada Disimpan di TPS LB3 .023.Pengangkut : PT.497.40 267. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .028 0. Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Neraca Limbah B3 Periode 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2013) Jenis Limbah Satuan Limbah Dihasilkan Limbah Dikelola 7.Penimbunan/ landfill √ SK MENLH No.Pengangkut: PT.Pengangkut : PT.Pengolah: PT.Pengumpul & Pemanfaat: PT.4995 0.971. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .44 4.98 1.011 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Pengangkut: PT.00 404.76 81.95 0 0.530.

20 0 0 Ton % 37. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO . Andhika Makmur Persada . 0. Wastec International Pengangkut: PT.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi yang sesuai dengan perencanaan .Pengolah: PT.Sebutkan jenis limbah B3 yang diopen dumping . .898.Jelaskan pengelolaan lanjut limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diangkat .06% limbah B3 ditimbun di landfill yang berizin.20 0. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .Dilengkapi dengan sarana dan prasana yang sesuai dengan ketentuan. .terkontaminasi oli Serbuk gergaji (saw dust) terkontaminasi minyak kotor Grease bekas Bekas kemasan bahan kimia TOTAL Persentase Ton 2.29% limbah B3 telah dimanfaatkan sesuai izin. Wastec International Ton Ton 0.Kondisi fisik bangunan TPS sesuai dengan ketentuan.Jelaskan waktu pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi . Penanganan Lahan / Tanah Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan Penanganan Lahan/ Tanah Terkontaminasi Limbah B3 Jenis dan jumlah limbah B3 yang diopen dumping Keterangan .Pengangkut: PT. C.Pengolah: PT. Secara umum 100% limbah B3 sudah dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan persyaratan dalam izin.Jelaskan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi (apakah sesuai atau tidak sesuai dengan perencanaan) Sebutkan jumlah limbah B3 yang telah diangkat (dalam ton) Jelaskan perlakuan pengelolaan limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat Cantumkan nomor SSPLT dan tanggal diterbitkan Memeriksa pelaksanaan dipersyaratkan dalam SSPLT ketentuan yang Rencana pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Kesesuaian rencana dengan pelaksanaan pengelolaan lahan terkontaminasi limbah B3 Jumlah total limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah dilakukan pengelolaan Perlakuan pengelolaan terhadap limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang telah diangkat sesuai perencanaan SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi) Ketentuan dalam SSPLT D.54% limbah masih tersimpan di TPS. Shali Riau Lestari Kode manifest: AAO .898.33 37.Tata cara penyimpanan sesuai dengan 163 . Penaatan terhadap Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pelaksanaan ketentuan pengelolaan limbah B3 Penyimpanan Sementara % penaatan 100 Sudah taat √ Belum taat Keterangan .20 0.20 0.Pengumpul & Pemanfaat: PT. 64.Jelaskan perkiraan jumlah limbah B3 dan tanah terkontaminasi yang diopen dumping (panajang x lebar x tinggi) .Pengangkut: PT.33 100 0 0 Ket : 34.80 2.11% limbah B3 telah diserahkan ke pihak ketiga. dan 1.80 0 Kode manifest: OL .

Pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan b. memenuhi persyaratan izin dan mengelola limbah B3 sesuai izin. Pemenuhan Ketentuan Teknis r. Penyerahan Pengelolaan Limbah B3 kepada Pihak Ketiga Kriteria Pihak ketiga penerima limbah B3 memiliki izin yang sesuai ketentuan Taat √ Tidak taat Keterangan Memiliki izin yang sesuai an masih berlaku. Pelaksanaan pengelolaan p. dan penanganan media terkontaminasi LB3 n. pengelolaan tumpahan. 1. . Pemenuhan Pemanfaatan Penanganan open dumping.Pelaporan dilakukan rutin 3 bulan sekali. Aspek Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 a. 6. pengangkut n sesuai dengan rekomendasi pengangkutan dari KLH. . Pengumpul memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola akhir limbah B3 Menggunakan manifest yang sesuai. 5. 3. Pemenuhan Baku Mutu Emisi s. Pelaporan Status perizinan pengelolaan limbah B3 Pelaksanaan ketentuan dalam Izin q. 164 . E. Rencana pengelolaan o. Jumlah tanah terkontaminasi yang dikelola Jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan Pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 dan pengangkutan limbah B3 Pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu (antara lain : Dumping. Resume Penaatan No. Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Telah memenuhi seluruh ketentuan dalam izin dan peraturan pengelolaan limbah B3 Ket: Penilaian penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan % penaatan terendah pelaksanaan ketentuan Pengelolaan Limbah B3.Pemanfaatan Penimbunan Penaatan terhadap izin pengelolaan limbah B3 100 100 100 √ √ - ketentuan. memiliki kontrak kerjasama dengan pengolah atau penimbun limbah B3 Menyampaikan manifest salinan #2 ke KLH. 2. dll) Kesimpulan Penaatan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Taat Belum Taat 100% taat Keterangan 100% taat 4. menyimpan salinan manife t #3 dan #7 Pengangkutan limbah B3 memenuhi ketentuan yang berlaku √ - Manifest dan pengelolaan manifest sesuai dengan ketentuan √ - F. Re-injeksi. 7.Semua limbah B3 teridentifikasi dan memiliki tujuan akhir pengelolaan. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah t.

: Gd. 2. 24. Tindak Lanjut yang Harus Dilakukan 1. Tetap melakukan pencatatan (log book dan neraca) terhadap seluruh limbah B3 yang dihasilkan. 12. Tetap melaporkan/menembuskan kegiatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah B3 atau izin-izin yang dimiliki. Tetap melakukan pengelolaan lanjut limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam pengelolaan limbah B3 dan persyaratan dalam izin. Jakarta Timur. Pelaporan atau tembusan laporan meliputi data log book. Kebon Nanas.13410. 3. Panjaitan Kav.I. Kesimpulan Perusahaan telah melakukan penaatan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan persyaratan dalam izin. recycle. neraca limbah B3. dan manifest salinan #2 yang disampaikan secara periodik kepada Deputi IV MENLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. 5. Tahapan Pembersiha Lahan Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Pengupasan Tanah Pucuk Reklamasi Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Lokasi Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Nilai Total 98 81 88 78 98 88 100 100 81 90 53 86 1 1 1 1 1 1 1 1 X ≥ 80 1 1 1 1 55 < x < 80 X ≤ 55 eterangan Taat Taat Taat Tidak Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat 165 . 2. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah.G. 5. PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN A. 4. 6. 9. 6. 4. recovery) dalam pengelolaan limbah B3. Rekapitulasi Penilaian No. Jln. Tetap menjaga pemenuhan teknis TPS Limbah B3 sesuai dengan Kep-01/BAPEDAL/09/1995. H. C Lt. V. Memprioritaskan upaya 3R (reuse. 11. 1. dengan tembusan ke BLH Provinsi XXX dan BLH Kabupaten XXX. D. 2. 7. Tetap memastikan pengelolaan limbah B3 ke pihak ketiga yang memiliki izin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 10. d/a. 3. 8.

16. 28. jauh dari pemukiman penduduk dan sarana vital lain/memiliki sistem tanggap darurat (sarana. 21.3% B. c) Kriteria K5 (Erosi): terdapat indikasi adanya erosi didinding lereng penggalian tanah penutup d) Kriteria K6 (Kebencanan). 15.67% 1 3.13. 25. dll 166 . Pada aspek manajemen telah memenuhi semua ketentuan kriteria pengendalian kerusakan lingkungan Untuk aspek Teknis: a) Kriteria K3 (Potensi Longsor) terlihat longsoran batuan pada dinding yang ditinggal b) Kriteria K4 (Potensi Pencemaran AAT) tidak mendapatkan nilai karena belum dilakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi membentuk air asam tambang. 18. 22. 26. 23. Ringkasan Penaatan Pengendalian Kerusakan Lahan 1. SOP. 20. personil. 2. 24. 17. 27. 19. 14. Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi Pembersihan Lahan Penimbunan Reklamasi Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Pembersihan Lahan Pengupasan Tanah Pucuk Penggalian Tanah Penutup Penambangan Penimbunan Reklamasi JUMLAH DATA Persentase Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 4 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 5 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 Lokasi 6 100 100 81 73 83 86 98 91 100 98 91 98 100 100 83 88 83 88 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 90% Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Taat Tidak Taat Tidak Taat 2 6. 30. 29.

167 .c. untuk menghindari terbentuknya AAT Upaya Pengolahan AAT : a) Melakukan pengumpulan AAT yang ada b) Melakukan pengolahan air leachet (AAT) yang sudah terbentuk hingga memenuhi BMAL sebelum dibuang ke lingkungan. Melakukan upaya penanganan batuan yang berpotensi pencemar dengan mengikuti langkah langkah sebagai berikut . Mempertahankan kinerja terkait aspek manajemen Melakukan pembenahan pada lereng-lereng yang tinggi atau sudutnya melebihi rekomendasi FS dan terlihat adanya longsoran batuan didaerah tersebut. 4. a) Identifikasi semua batuan limbah yang dihasilkan dari penambangan b) Melakukan karakteristik batuan penutup tersebut. 3. Tindaklanjut yang harus dilakukan 1. 2. batuan potensi pembentuk AAT dan batuan tidak berpotensi membentuk AAT c) Memilih teknologi penanganan batuan potensi pembentuk AAT tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful