Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA KELUARGA

Pokok Bahasan Hari / Tanggal Waktu Tempat Sasaran : Diare : Rabu, 21 Desember 2011 : 25 menit : Bendul Merisi RW 12 : Keluarga.

A. Analisi Situasional 1. Penyuluh : Penyuluh adalah Mahasiswa Stikes Hangtuah RW 12 Desa Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo. 2. Peserta B. Tujuan 1. Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan, Keluaga Tn. T mengerti tentang penyakit diare dan cara pencegahannya secara tepat. 2. Tujuan Khusus : Setelah mengikuti penyuluhan para Keluaga Tn. T diharapkan mampu : 1. Menyebutkan pengertian diare 2. Menyebutkan penyebab diare 3. Menyebutkan cara penularan diare 4. Menyebutkan tanda dan gejala diare 5. Mengerti cara penanganan diare 6. Mengerti cara pencegahan diare : Keluaga Tn. T. yang sedang melaksanakan Praktek Keperawatan Keluarga di

C. MATERI :

1. Pengertian diare 2. Penyebab diare 3. Cara penularan diare 4. Tanda dan gejala diare 5. Cara penanganan diare 6. Cara pencegahan diare D. METODE 1. 2. 3. Ceramah Tanya jawab Demonstrasi

E. MEDIA/ ALAT 1. F. PROSES NO


1.

Leaflet

TAHAP
Pembukaan 3 menit

KEGIATAN Penyuluh
Menyampaikan salam pembuka Memperkenalkan diri Menyatukan persepsi Menyampaikan

Peserta
Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan tujuan Memperhatikan Memperhatikan mendengarkan dan

2.

Pelaksanaan (Isi) 15 menit

penyuluhan Menyampaikan materi tentang : Pengertian diare Penyebab diare Tanda dan gejala diare Cara penularan diare Cara penanganan Cara pencegahan diare Memberi kesempatan kepada untuk

Menanyakan hal yang kurang jelas

3.

Evaluasi

bertanya Manyakan

peserta Menjawab pertanyaan

5 menit

tentang diberikan kepada Memberi

materi dan peserta

yang yang

telah dapat pada

reinforcement

menjawab pertanyaan kesempatan salah satu anak, cara membuat oralit dan memcuci tangan yang 4. Terminasi 2 menit benar. Mengucapkan terima kasih atas peran serta peserta Menyampaikan salam penutup Mendengarkan Mendengarkan

G. PENGORGANISASIAAN Pemberi Materi Notulen Supervisor : Dandy Kurniawan : Wiwit Puji Setiowati : Ns, Dhian SR, Mkep Ns, Dini Mei W, Mkep Ns, Hidayatus S, MKep Observer H. EVALUASI 1. Evaluasi Struktur Peserta hadir ditempat penyuluhan Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di rumah tuan T Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya Satpel, leaflet) 2. Evaluasi Proses Peserta antusias terhadap materi penyuluhan Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar : Ricky Febrianto

3. Evaluasi Hasil Keluarga mengerti penjelasan yang telah diberikan.

MATERI PENYULUHAN DIARE DAN CARA PENCEGAHANNYA A. Pengertian Diare Diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 kali sehari dengan/ tanpa darah dan atau lendir dalam tinja. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.

B. Penyebab Penyebab diare adalah sebagai berikut : 1. Infeksi : virus, bakteri, parasit. 2. Makanan : basi, beracun, alergi terhadap makanan 3. Gangguan penyerapan makanan : tidak toleransi terhadap karbohidrat, lemak, atau protein. 4. Sistem kekebalan tubuh menurun 5. Psikologis : rasa takut dan cemas. C. Cara Penularan 3 F : FINGER, FOOD, FLY * Pemakaian botol susu yang tidak bersih * Menggunakan sumber air yang tercemar * Buang air besar disembarang tempat * Pencemaran makanan oleh serangga (lalat, kecoa, dll) atau oleh tangan yang kotor.

D. Tanda dan Gejala Awalnya gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan

berkurang, atau tidak ada, kemudian terjadi diare. Tinja menjadi cair, mungkin dengan mengandung darah dan atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur empedu, anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam. Gejala : * tinja yang encer * frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, * disertai: Muntah, Badan lesu atau lemah, Panas,Tidak nafsu makan Darah dan lendir dalam kotoran. Selain itu, dapat pula mengalami *sakit perut dan kejang perut, *serta gejal-gejala lain seperti flu misalnya agak demam, nyeri otot atau kejang, dan sakit kepala.Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi.

E. Tindakan Bila Diare 1. Diare tanpa dehidrasi/ kekurangan cairan tubuh : a. Konsumsi lebih banyak cairan daripada biasanya. Gunakan cairan rumah tangga seperti oralit, makanan cair (sup, air biasa, air tajin) atau larutan gula garam yang lebih praktis dan hampir efektif sebagai upaya mencegah dehidrasi. 1) Kebutuhan Oralit sesuai kelompok umur : Umur Setiap Jumlah Oralit 3 jam pertama atau Mencret sampai tidak haus < 1 tahun gelas 1 gelas 1 4 tahun 1 gelas 3 gelas 4 12 tahun 1 gelas 6 gelas Dewasa 2 gelas 12 gelas Catatan : 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200 ml. 2) Cara Pemberian oralit : Konsumsi teh tiap 1 2 menit untuk anak < 2 tahun, untuk anak

yang lebih tua berikan beberapa teguk dari gelas. Untuk anak bila muntah, tunggulah 10 menit kemudian berikan cairan lebih sedikit. 3) Larutan Gula Garam : Larutan gula garam dibuat dengan cara air matang sebanyak 5 gelas dicampur dengan 8 sendok teh gula dan teh garam. b. Berikan larutan ini sebanyak klien mau. (pada anak) c. Teruskan hingga diare berhenti d. (Pada anak) Beri makanan untuk mencegah kekurangan gizi : teruskan ASI atau susu yang biasa diberikan : 1) Untuk anak < 6 bulan dan belum mendapat makanan padat, diberikan susu yang dicairkan dengan air yang sebanding selama 2 hari. 2) Untuk anak > 6 bulan atau telah mendapat makanan padat : a. Berikan bubur dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging, atau ikan. b. Berikan sari buah segar atau pisang halus c. Berikan makanan yang segar, masak dan haluskan atau tumbuk dengan baik d. Dorong anak untuk makan, sedikitnya 6 kali sehari 2. Segera bawa kepada petugas kesehatan bila tidak membaik atau menderita sebagai berikut : a. Buang air besar cair sering kali b. Muntah berulang-ulang c. Sangat haus sekali d. Makan atau minum sedikit e. Demam f. Tinja berdarah PRINSIP : 1. Cegah dehidrasi dengan pemberian cairan elektrolit. 2. Atasi penyebabnya.

Diare adalah mekanisme tubuh mengeluarkan racun, bakteri virus,. Klien tidak boleh dihentikan diarenya, karena menghambat pergerakan usus. Seolah-lah diarenya berhenti tapi di dalam masih berlangsung. Efek sampingnya usus lecet.

Tindakan yang penting adalah diberikan cairan lebih dari biasanya. Berikan cairan khusus anak yang mengandung elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Anak yang diare jangan diberi air putih. Orangtua bisa memberikan cairan khusus untuk anak yang mengandung cairan dan elektrolit, tapi jangan minum oralit dewasa karena osmolaritasnya tinggi, kandungan natriumnya tinggi malah pada anak-anak malah memicu diarenya.

Jika di rumah hanya ada oralit, maka bubuk oralit dewasa diencerkan 2 kali lipatnya. Jadi, yang seharusnya 250 cc dapat diencerkan menjadi 500 cc.

Cairan khusus anak ini tidak perlu diencerkan lagi tapi langsung diminum dari botol dan dapat diperoleh di apotek. Setelah segel botol dibuka, maka dalam 24 jam cairan tersebut harus dihabiskan

Anak jangan dipuasakan. Makanan harus tetap diberikan tapi hindari sayuran karena serat susah dicerna sehingga bisa meningkatkan frekuensi diarenya. Buah-buahan juga dihindari kecuali pisang dan apel karena mengandung kaolin, pektin,kaolin yang berfungsi memadatkan tinja serta menyerap racun.

Antibiotik diberikan hanya pada kasus yang terbukti ada infeksi bakteri misalnya penyakit kolera yang disebabkan Vibrio cholerae, penyakit disentri yang disebabkan parasit yaitu amuba dengan ciri-ciri fesesnya bau sekali, ada lendir, darah, anaknya merasa sakit sekali saat mau BAB.

F. Bagaimana Cara Mencegah Diare Orang dapat mencegah diare bila mereka memahami disebabkan oleh karena apa diare itu dan bagaimana serta tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap penyakit itu. 1. Pemberian ASI saja sampai dengan 4 6 bulan (pada anak) 2. Mencucii tangan setelah buang air besar, sebelum memasak, mengolah makanan, dan makan, sebelum meberi makan pada anak-anak. 3. Membuang tinja secara benar 4. Jangan makan sembarang makanan apalagi makanan mentah 5. Menggunakan air bersih untuk minum 6. memperkuat daya tahan tubuh : ASI minimal 2 tahun pertama, meningkatkan status gizi dan imunisasi.(pada anak)