Anda di halaman 1dari 5

NOTA KESEPAKATAN KERJASAMA PERTAMBANGAN PRODUKSI BELERANG (C.

O) KOTA TASIKMALAYA JAWA BARAT


Nomor : 004/PUP-NNJ/VI/2013

Pada hari ini Kamis tanggal 27 (Dua Puluh Tujuh) bulan Juni tahun Dua Ribu Tiga Belas, masing-masing yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama NIK Pekerjaan Alamat : : : : Ir. SUGIATMO, SE. 1871031005560001 Direktur Utama PT. Pinayungan Unggul Perkasa Jl. Sisingamangaraja No.70 Gedong Air, Tanjungkarang Barat Bandar Lampung, 35151

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama mewakili PT. Pinayungan Unggul Perkasa yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA 2. Nama NIK Pekerjaan Alamat : Hi. NYANG NYANG JUANDA : : Wiraswasta Pertambangan : Jl. Paseh No.205 RT/RW : 07/01 Kelurahan Cipari Kec. Mangkubumi, Kotamadya Tasik Malaya, Jawa Barat

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri sebagai Pemilik Lahan Pertambangan Belerang (CO) yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Para pihak telah sepakat dan setuju dalam mengadakan kesepakatan kerjasama produksi pertambangan belerang (CO) untuk diperdagangkan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut : PASAL I LINGKUP PEKERJAAN DALAM KESEPAKATAN KERJASAMA INI 1.1 Lingkup pekerjaan yang telah disepakati para pihak adalah Produksi Pertambangan Belerang (CO) lahan milik Pihak Kedua dengan perkiraan luas lebih kurang 30 (tiga puluh) hektar dan volume 1.680.000 ton. 1.2 Usaha pembiayaan dalam produksi pertambangan belerang (CO) dilaksanakan oleh Pihak Pertama.

PASAL II JANGKA WAKTU PELAKSANAAN DALAM KESEPAKATAN KERJASAMA INI 2.1 Jangka waktu pelaksanaan produksi pertambangan dan perdagangan para pihak telah sepakat minimal selama 3 (tiga) tahun, maksimal selama 5 (lima) tahun. 2.2 Apabila para pihak menghendaki jangka waktu pelaksanaannya dapat diperpanjang dengan memperhitungkan sisa volume kandungan tambang dan mekanisme pangsa pasar yang ada. 2.3 Dan apabila ternyata lahan area tambang habis dalam pengelolaannya sebelum waktu pelaksanaan, maka waktu pelaksanaan dapat diputuskan dengan musyawarah untuk mufakat dan mencari solusinya. PIHAK III NILAI PEKERJAAN PRODUKSI DAN PERDAGANGAN TAMBANG BELERANG 3.1 Luas lahan produksi lebih kurang 30 (tiga puluh) hektar dengan kedalaman rata-rata 4 m, volume 1.200.000 m3, berat jenis tambang 1,4, Produksi = 1.680.000,- ton. 3.2 Nilai perdagangan = 1.680.000 x 1.600.000 = 2.688.000.000.000,- (dua trilyun enam ratus delapan puluh delapan milyar rupiah). 3.3 Nilai harga dasar tambang disepakati sebesar Rp.25.000,- / Ton PASAL IV HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK 4.1 Hak dan Kewajiban Pihak Pertama 4.1.1 Pihak Pertama berkewajiban mengusahakan pembiayaan kepada Pihak Ketiga dalam produksi tambang belerang (CO) dengan segala ketentuannya. 4.1.2 Pihak Pertama berkewajiban mengelola produksi dan perdagangan tambang belerang (CO) yang dibantu oleh Pihak Kedua termasuk pemasaran sedangkan, pengadaan peralatan untuk produksi tambang sesuai kebutuhan disiapkan oleh Pihak Pertama. 4.1.3 Pihak Pertama beserta team pendanaan berhak menerima bagi hasil perdagangan tambang sebesar 70% (tujuh puluh persen) setelah dikurangi seluruh biaya produksi secara bertahap berdasarkan penjualan. 4.2 Hak dan Kewajiban Pihak Kedua 4.2.1 Pihak Kedua berkewajiban menyediakan lokasi tambang dengan perkiraan luas 30 (tiga puluh) hektar, kedalaman 4 m dan bertanggung jawab bahwa lokasi tambang tidak ada sengketa dengan siapapun.

4.2.2 Pihak Kedua berkewajiban memiliki izin penambangan dari Pemerintah Daerah maupun Pusat termasuk Amdal yang masih berlaku. 4.2.3 Pihak Kedua mendapat hak atas lahan seluas 30 (tiga puluh) hektar dengan ketentuan sebagai berikut : - Hak atas harga dasar tambang sesuai transaksi penjualan. - Berhak menerima bagi hasil perdagangan tambang sebesar 30% (tiga puluh persen) setelah dikurangi seluruh biaya produksi secara bertahap berdasarkan penjualan. - Pihak kedua bertanggung jawab pemasaran produksi tambang. 4.3 Para Pihak sepakat dan setuju membuka account bersama pada Bank Rakyat Indonesia Syariah untuk pengelolaan produksi dan perdagangan tambang belerang (CO). PASAL V PEMERIKSAAN KEUANGAN 5.1 Para Pihak sepakat dan setuju membentuk auditor intern dalam pemeriksaan keuangan setiap 3 (tiga) bulan untuk membuat laporan keuangan. 5.2 Apabila hasil pemeriksaan team auditor intern tidak dapat dipetanggungjawabkan para pihak sepakat untuk menunjuk auditor dari luar yang berpengalaman atas biaya perusahaan. PASAL VI JAMINAN PEMBIAYAAN Jaminan pembiayaan yang diusahakan oleh Pihak Pertama disepakati menggunakan kalateral Pihak Ketiga dengan system sewa yang seluruh biayanya menjadi beban produksi dan perdagangan tambang belerang (CO). PASAL VII SAKSI-SAKSI 7.1 Apabila Pihak Pertama tidak mendapatkan pembiayaan dari Pihak Ketiga dalam waktu selama 3 (tiga) bulan maka Pihak Kedua berhak membatalkan nota kesepakatan ini demi hukum. 7.2 Apabila Pihak Kedua ternyata dalam memberikan data lahan bersengketa sehingga tidak dapat dilaksanakan untuk produksi dan perdagangan, maka Pihak Kedua berkewajiban mengganti biaya survey dan biaya persiapan yang dikeluarkan oleh Pihak Pertama.

PASAL VIII DALAM KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE) 8.1 Yang dimaksud dengan keadaan memaksa dalam nota kesepakatan ini adalah terjadinya epidemi, bencana alam seperti : banjir, gempa bumi, angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan, tsunami, gunung meletus, yang diakibatkan kelalaian/ perbuatan manusia seperti : pemberontakan, huru-hara, pemogokan massal, demonstrasi, unjuk rasa yang ternyata mengganggu/menghambat jalannya pelaksanaan pekerjaan dan atau mengalami kerusakan sebagian/musnah secara keseluruhan hasil produksi yang dihasilkan Pihak II (Kedua) dan dinyatakan berita bencana nasional. 8.2 Apabila terjadi Force Majeure dalam waktu selambat-lambatnya 7 x 24 jam, Pihak Kedua (II) berkewajiban memberi laporan kepada Pihak I (Pertama) yang disertai rekomendasi Pemerintah setempat. 8.3 Dalam Force Majeure (keadaan memaksa), para pihak dibebaskan dari segala tuntutan dari manapun juga dan para pihak sepakat dan setuju mengadakan rapat koordinasi untuk mencari jalan keluar dalam hal mengatasi kejadian force majeure.

BAB IX PERSELISIHAN 9.1 Apabila terjadi perselisihan antara Pihak I (Pertama) dengan Pihak II (Kedua) disepakati bersama akan diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat. 9.2 Apabila perselisihan belum membuahkan hasil penyelesaian melalui musyawarah untuk mufakat, maka para pihak sepakat dan setuju untuk masing-masing menempatkan wakilnya dan 1 (satu) orang netral duduk bersama untuk mencari penyelesaiannya. 9.3 Dan apabila juga belum dapat menyelesaikan peselisihan, para pihak sepakat dan setuju perselisihan untuk diserahkan kepada panitia arbitrasi hukum yang berlaku, dalam hal ini melalui Pengadilan Negeri dimana kejadian berlangsung dan disepakati Pengadilan Negeri Kelas I Tanjungkarang, Lampung. Demikian Nota Kesepakatan ini dibuat dengan sebenarnya dengan harapan menjadi pedoman dalam pelaksanaan produksi dan perdagangan tambang belerang di Tasikmalaya. Pihak II (Kedua) Pihak I (Pertama)

Hi. NYANG NYANG JUANDA

Ir. SUGIATMO, SE. Direktur Utama