Anda di halaman 1dari 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Menurut Maharani (2009) Pada era globalisasi dan modernisasi ini telah terjadi perubahan dan kemajuan disegala aspek dalam menghadapi perkembangan lingkungan, kesehatan dan kebersihan, dimana masyarakat khususnya wanita, dituntut untuk selalu menjaga kebersihan fisik dan organ tubuhnya. Salah satu organ tubuh yang paling penting dan sensitif serta memerlukan perawatan khusus adalah organ reproduksi. Menurut Dwana (2008), Kesehatan reproduksi di kalangan wanita harus memperoleh perhatian yang serius. Beberapa penyakit-penyakit infeksi organ reproduksi wanita adalah Trikomoniasis, Vaginosis Bakterial, Candidiasis vulvovaginitis,

Gonore, Klamida, Sifilis, Ulkus motel chncroid. Salah satu gejala dan tandatanda penyakit infeksi organ reproduksi wanita adalah terjadinya keputihan. Menurut Wiknjosastro H (2007), Secara umum alat atau organ reproduksi wanita dibagi atas dua bagian yaitu alat kelamin atau genetalia luar dan alat kelamin bagian dalam. Organ genetalia luar terdiri dari vulva, mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, vestibulum, bulbus vestibule,

introitus vagina dan perineum. Sedangkan organ genetalia bagian dalam vagina atau liang kemaluan, uterus, tuba fallopi dan uterus. Evaluasi terhadap fungsi alat reproduksi wanita lebih rumit dibandingkan dengan laki-laki. Secara fisiologis keluarnya cairan dapat dijumpai pada saat ovulasi, saat menjelang dan setelah haid, rangsangan seksual, dan dalam kehamilan. Sifat