Anda di halaman 1dari 19

MODUL 4.

METODOLOGI ILMIAH (PROSES KEPERAWATAN)

Diagnosa Keperawatan DM
Kelompok 2 :
o o o

Nisma Mansur Muh. Irsyad Husain Muh. Tahlis Muh. Cakra

KASUS :

Daeng Baso, umur 50 tahun, masuk RS dengan keluhan luka pada ibu jari kaki yang tidak sembuh-sembuh, dengan kondisi luka bernanah dan rasa nyeri. Luka ini berawal ketika ia tersandung batu kerikil di depan rumahnya dua minggu yang lalu. Dari pengkajian yang dilakukan perawat ditemukan ada riwayat DM, karena sebelumnya klien pernah dirawat di RS yang sama dengan glukosa darah yang cukup tinggi. Dia mengeluh BBnya semakin hari semakin menurun, data terakhi BB daeng Baso = 55 kg padahal sebelum sakit = 78 kg. Dia mengeluh sangat lemah dan merasa lelah karena sering kencing, terjadi peningkatan rasa haus. Hasil pengkajian fisik menunjukkan : Nadi =100 x/m, tekanan darah 120/70 mmHg. Pemeriksaan darah puasa : 329 dan 423 pemeriksaan 2 jam PP

Kelompokkan data subyektif dan data obyektif dari kasus tersebut kemudian identifikasi penyebabnya dan tetapkan masalahnya !!!

Jawaban :
DS : Luka pada bu jari kaki tidak sembuh-sembuh Nyeri pada luka BB semakin hari semakin menurun (BB sebelum sakit 78 kg) Sangat lemah dan merasa lelah Sering kencing Sering haus Riwayat DM

DO: Luka bernanah pada bu jari kaki Kelemahan BB sekarang 55 kg TV : TD : 128/70 mgHg HR : 100 x/i GDS : 329 mg/dl GDP : 423 mg/dl

Awalnya proses pembentukan ulkus berhubungan dengan hiperglikemia yang berefek terhadap saraf perifer, kolagen, keratin dan suplai vaskuler. Dengan adanya tekanan mekanik terbentuk keratin keras pada daerah kaki yang mengalami beban terbesar. Neuropati sensoris perifer memungkinkan terjadinya trauma berulang mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan dibawah area kalus. Selanjutnya terbentuk kavitas yang membesar dan akhirnya ruptur sampai permukaan kulit menimbulkan ulkus. Adanya iskemia dan penyembuhan luka abnormal manghalangi resolusi. Mikroorganisme yang masuk mengadakan kolonisasi didaerah ini. Drainase yang inadekuat menimbulkan closed space infection. Akhirnya sebagai konsekuensi sistem imun yang abnormal, bakteria sulit dibersihkan dan infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya, (Anonim 2009).

Defesiensi insulin Pemakaian glukosa oleh sel menurun Hiperglikemia Glukosuria Diuresis Osmotic Dehdrasi Hemokonsentrasi Trombosis Aterosklerosis Makrovaskuler Ekstremitas Luka diabetic

Masalah kep : Nyeri


Luka
pelepasan

diabetic

mediator kimia (angiotensin,aldosteron,) dan nosiseptor

reseptor

nyeri

di persepsikan

Masalah kep : Gangguan perfusi jaringan

Hiperglikemia

Glukosuria

0 viskositas darah meningkat


0 respon peredaran darah lambat

Diuresis Osmotic

Dehidrasi

0 nutrisi, & O2 lambat sampai ke jaringan


0 perfusi jaringan terganggu

Hemokonsentrasi

Trombosis

Aterosklerosis

Masalah kep : kekurangan volume cairan

Defesiensi insulin

Pemakaian glukosa oleh sel menurun

Hiperglikemia Glukosuria

Diuresis Osmotic

Kekurangan volume cairan

Masalah kep : kelelahan Defesiensi insulin

Pemakaian glukosa oleh sel menurun

Hiperglikemia

Glukosa intra sel menurun

glukoneogenesis (katabolisme protein di otot)

Proses pembentukan ATP/energi terganggu

Kelelahan/keletihan

Masalah kep : Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Defesiensi insulin

Pemakaian glukosa oleh sel menurun

Hiperglikemia

Glukosa intra sel menurun

Cadangan lemak & protein berkurang

Penurunan BB

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Rumuskan

diagnosis keperawatan berdasarkan hasil analisis data yang sdr lakukan baik yang bersifat actual maupun resiko atau potensial

DX 1
Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d iskemik jaringan, ditandai dengan : - DS : Luka pada bu jari kaki tidak sembuhsembuh Nyeri pada luka - DO : Luka bernanah pada bu jari kaki

DX 2
Gangguan perfusi jaringan b/d menurunnya aliran darah ke daerah luka, ditandai dengan : - DS : Luka pada bu jari kaki tidak sembuh-sembuh - DO : Luka bernanah pada bu jari kaki GDS : 329 mg/dl GDP : 423 mg/dl

DX 3
Deficit volume cairan b/d kehilangan volume cairan secara aktif, ditandai dengan : - DS : Sering kencing Sering haus Riwayat DM

- DO : Kelemahan

DX 4
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d defesiensi insulin, ditandai dengan: - DS : BB semakin hari semakin menurun (BB sebelum sakit 78 kg) Sangat lemah dan merasa lelah - DO: Kelemahan BB sekarang 55 kg

Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi metabolik yang ditandai dengan : Data subyektif : Mengeluh berat badan semakin turun Mengeluh sangat lemah dan lelah karena sering kencing dan peningkatan rasa haus. Data obyektif :