P. 1
Laporan Penelitian Kepuasan Backup

Laporan Penelitian Kepuasan Backup

|Views: 51|Likes:
Dipublikasikan oleh Ariev Dietisien Caspian

More info:

Published by: Ariev Dietisien Caspian on Jul 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang
  • B. Rumusan Masalah
  • C. Tujuan
  • D. Manfaat
  • BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • A. Landasan Teoritis 1. Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS)
  • 2. Asuhan Gizi
  • 3. Kepuasan Pasien
  • 4. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien
  • B. Kerangka Konsep
  • BAB III METODE PENELITIAN
  • A. Ruang Lingkup Penelitian
  • B. Waktu dan Lokasi Penelitian
  • C. Rancangan Penelitian
  • D. Populasi dan Responden
  • E. Variabel Penelitian
  • F. Definisi Operasional
  • G. Cara Pengumpulan Data
  • H. Pengolahan dan Analisis Data
  • BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
  • A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
  • B. Karakteristik Responden
  • BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Disusun Oleh :
  • Mayang Sari Muhammad Arifullah NIM : PO.62.31.3.10.185 NIM : PO.62.31.3.10.183
  • HALAMAN PERSETUJUAN
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB I PENDAHULUAN
  • BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • BAB III METODE PENELITIAN
  • DAFTAR TABEL
  • DAFTAR GAMBAR
  • DAFTAR LAMPIRAN

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyelenggaraan makanan di rumah sakit adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penetapan peraturan pemberian makan rumah sakit, perencanaan menu, sampai distribusi makanan pada pasien atau konsumen dalam ragka pencapaian status kesehatan yang optimal melalui pemberian diet yang tepat. Tujuan penyelenggaraan makanan di rumah sakit untuk menyediakan makanan dengan kualitas yang baik dan jumlah sesuai kebutuhan serta pelayanan yang layak dan memadai bagi pasien atau konsumen yang membutuhkan (Depkes, 2007). Masih banyak dijumpai klinik konsultasi gizi rumah sakit yang belum memiliki fasilitas memadai, sehingga menimbulkan citra pelayanan gizi yang kurang professional. Demikian pula, konseling gizi pada umumnya masih dilakukan secara manual yang membutuhkan waktu lama. Profesionalisme merupakan salah satu pilar strategi dalam pembangunan kesehatan. Untuk menjadi seorang tenaga kesehatan yang profesional harus mengikuti kemajuan teknologi dan peningkatan pengetahuan. Pengembangan pelayanan gizi rumah sakit merupakan proses yang terintegrasi dengan proses pelayanan rumah sakit yang lainnya. Keberhasilan pelayanan rumah sakit tidak dapat ditentukan dengan satu jenis pelayanan saja, tetapi merupakan hasil kerja sama dari semua jenis pelayanan yang ada. Asuhan gizi di rumah sakit mempunyai peranan penting dalam asuhan pasien secara komprehensif, yang berkaitan dengan angka penyembuhan, lama perawatan, dan biaya perawatan (Tjiptono, at al., 2005). Rumah sakit dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan konsumen dengan meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan konsumennya meningkat. Pihak rumah sakit perlu secara cermat menentukan

2

kebutuhan konsumen sebagai upaya untuk memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan atas pelayanan yang diberikan (Tjiptono, at al., 2005). Berdasarkan mekanisme kerja pelayanan gizi di rumah sakit maka kegiatan PGRS dikelompokkan menjadi tiga yaitu asuhan gizi,

penyelenggaraan makanan serta kegiatan penelitian dan pengembangan gizi (Depkes, 2003). Pelayanan gizi di ruang rawat inap merupakan salah satu bagian penting dari perawatan pasien. Dikenal istilah asuhan nutrisi (nutritional care) di samping asuhan medis (medical care), dan asuhan keperawatan (nursing care) yang paling mengisi untuk kesembuhan pasien. Kerjasama antar profesi di ruang rawat inap juga diperlukan untuk dapat menjamin terselenggaranya asuhan nutrisi secara adekuat (Prawirohartono, 2009 di dalam Purwanto). Komponen penting dalam kesuksesan penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah berorientasi pada kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap penyelenggaran makanan dapat diidentifikasi dari ekspektasi terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada pasien. Kekurangan nutrisi atau gizi pada pasien dapat menjadi suatu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas, serta panjangnya hari rawat dan biaya. Menurut ADA (American Dietetic Association) tahun 2007, standar pelayana ahli gizi untuk pasien dengan resiko tinggi, 1 berbanding 10 - 12 pasien dan untuk resiko ringan – sedang, 1 berbanding 40 pasien. Berdasarkan data yang diperoleh dari instalasi gizi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta bahwa ahli gizi di ruang Bugenvil, Cendana, Dahlia dan Melati berjumlah 8 orang, tiap ruangan rata-rata melayani sekitar 50 - 60 pasien yang artinya tenaga gizi ruangan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta masih sangat kurang sehingga berdampak pada pelayanan asuhan gizi.

3

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti gambaran kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah Bagaimana gambaran tingkat kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Mengetahui tingkat kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. 2. Tujuan Khusus a. Mengidentifikasi karakteristik sampel meliputi umur, jenis kelamin dan jenis diet. b. Mengidentifikasi gambaran kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi meliputi kunjungan ahli gizi ke ruangan, keramahan, kesabaran, kerapian, penjelasan diet, leaflet diet, kecepatan memberikan pelayanan, perhatian menanggapi keluhan dan kejelasan memberikan informasi di Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

D. Manfaat 1. Bagi Rumah Sakit Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi untuk meningkatkan asuhan gizi khususnya mengenai kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

4

2.

Bagi Instalasi Gizi Dapat memberikan informasi tentang tingkat kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

3.

Bagi Mahasiswa Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama jenjang pendidikan Diploma III (D3) serta dapat menambah pengetahuan tentang asuhan gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito.

Landasan Teoritis 1. sebaliknya proses perjalanan penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien (Depkes. dan status metabolisme tubuhnya. Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) Pelayanan gizi rumah sakit adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan berdasarkan keadaan klinis. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat inap merupakan salah satu kegiatan yang dimulai dari upaya perencanaan penyusunan diit pasien hingga pelaksanaan evaluasi di ruang perawatan. Tujuan kegiatan pelayanan gizi tersebut adalah untuk memberi terapi diit yang sesuai dengan perubahan sikap pasien. Sesuai dengan kondisi Rumah Sakit dapat juga . Pelayanan gizi penderita rawat jalan juga dilakukan melalui penyuluhan gizi di poliklinik gizi (Depkes. mempunyai peranan penting dalam mempercepat pencapaian tingkat kesehatan baik bersifat promotif. Pelayanan gizi untuk pasien rawat jalan dilakukan apabila pasien tersebut masih ataupun sedang memerlukan terapi diit tertentu. pelayanan gizi di ruang rawat inap. kuratif maupun rehabilitatif. Kegiatan pokok pelayanan gizi di rumah sakit meliputi pengadaan dan pengolahan / produksi makanan. konsultasi dan penyuluhan gizi serta penelitian dan pengembangan bidang terapan (Depkes. 1992). 1992). Pelayanan gizi rumah sakit merupakan salah satu pelayanan penunjang medik dalam pelayanan kesehatan paripurna rumah sakit yang terintegrasi dengan kegiatan lainnya. Sasaran adalah penyelenggaraan makanan dirumah sakit pasien. preventif. status gizi. 2003).

b. dengan melibatkan dan menggunakan dana dan sarana yang tersedia (Depkes. Pemberian makanan yang memenuhi gizi seimbang serta habis termakan merupakansalah satu cara dan memperpendek hari untuk mempercepat penyembuhan rawat inap (Depkes. penyuluhan konsultasi gizi. Penyuluhan Konsultasi Dan Rujukan Gizi Serangkaian kegiatan penyampaian pesan-pesan gizi yang direncanakan dan dilaksanakan untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian sikap serta perilaku positif pasien dan lingkungannya terhadap upaya peningkatan gizi dan kesehatan. pencatatan dan pelaporan ke unit terkait. pemesanan makanan ke dapur utama. d. Penelitian dan Pengembangan Gizi Kegiatan penelitian dan pengembangan adalah serangkaian kegiatan instalasi gizi dalam upaya mendapatkan cara yang berdaya guna dan berhasil meningkatkan kualitas pelayanan guna dalam gizi. Pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat meliputi: membaca catatan medik pasien dan menganamnesa makanan. melakukan pengawasan. Kegiatan pelayanan gizi rumah sakit meliputi : a. dalam rangka pencapaian status kesehatan yang optimal melalui pemberian diit yang tepat. monitoring dan evaluasi diit. merancang diit.6 dilakukan penyelenggaraan bagi pengunjung (pasien rawat jalan atau keluargapasien). pengiriman daftar permintaan makanan dari ruangan. c. Penyelenggaraan Makanan Proses kegiatan penyelenggaraan makanan meliputi perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien. . 2003). Pelayanan Gizi Rawat Inap Serangkaian proses kegiatan yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi diit pasien di ruang rawat.

Penentuan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizi dan . Asuhan gizi rawat inap adalah serangkaian proses kegiatan pelayanan gizi yang berkesinambungan dimulai ari perencanaan diet hingga evaluasi rencana diet pasien di ruang rawat inap. dengan mempertimbangkan 3 macamkebutuhanyaitupenggantian(replacement). b. Ketiga jenis asuhan tersebut adalah asuhan medik. asuhan keperawatan dan asuhan gizi (Depkes. 2003). Membuat diagnosis gizi b. Melaksanakan pemberian makan. e. Evaluasi/pengkajian dan pemantauan (Depkes. baik rawat inap maupun rawat jalan secara teroritis memerlukan tiga jenis asuhan(asuhan (care) yang pada pelaksanaannya dieknal sebagai pelayanan (services). Pelayanan kesehatan paripurna seorang pasien.pemeliharaan (maintenance) danpenambahan akibat kehilangan (loss). Kegiatan dalam asuhan gizi sebagai berikut: a.7 1992). Memilih dan mempersiapkan bahan/makanan/formula. Pelayanan gizi rawat inap sering disebut juga dengan terapi gizi medik. Tujuan dari asuhan gizi adalah memenuhi kebutuhan zat gizi pasien secara optimal baik berupa pekmberian makanan pada pasien yang dirawat maupun konseling gizi pada pasien rawat jalan. Pengkajian status gizi. d. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelayana kepada pasien rawat inap agar memperoleh gizi yang sesuai dengan kondisi penyakit dalam upaya mempercepat proses penyembuhan. Asuhan Gizi Asuhan gizi merupakan saran dalam upaya pemenuhan zat gizi pasien. c. 2003). 2. Kegiatannya meliputi : a. Menetukan kebutuhan terapi gizi.

2006 dalam Purwanto). sub-budaya dan kelas sosial. agama. 2008).Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Menurut Kotler dan Philip (2005) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan berhubungan dengan tingkah laku konsumen yaitu faktor budaya. Konseling gizi e. Evaluasi dan tindak lanjut pelayanan gizi (Depkes. Faktor. . Penentuan macam atau jenis diet sesuai dengan penyakitnya dan cara pemberian makanan. sedangkan sikap karyawan terhadap pelanggan juga akan berdampak terhadap kepuasan pelanggan dimana kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu akan meningkat. 4. a. faktor sosial. Faktor budaya terdiri dari beberapa komponen yaitu budaya. faktor pribadi dan faktor psikologi. d. Kepuasan pelanggan adalah indikator utama dari standar suatu fasilitas kesehatan dan merupakan suatu ukuran mutu pelayanan kepuasan pelanggan yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan yang akan mempengaruhi provitabilitas fasilitas kesehatan tersebut. 3. Sub-budaya terdiri atas nasionalitas. c. 2003). Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang mendasar dalam mempengaruhi keinginan atau kepuasan orang. Kepuasan Pasien Tingkat kepuasan pasien rawat inap di suatu rumah sakit sesuai dengan SPM dari Kementerian Kesehatan RI adalah minimal 90% pasien menyatakan puas (Kepmenkes.8 penyakitnya. begitu pula tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan (Atmojo. Faktor budaya Faktor budaya memberi pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku pelanggan/klien.

pendidikan. pendidikan juga berkaitan dengan harapan. Orang ini biasanya menjadi panutan karena pengaruhnya amat kuat. Usia mempunyai dimensi kronologis dan intelektual. pendapatan. peran dan status. Selain itu. Faktor pribadi klien dipengaruhi oleh usia dan tahap siklus hidup. minat dan tingkah laku. pengetahuan. Hasilnya akan mempengaruhisikapdan perilakuseseorang dalam mendewasakan diri. Usia merupakan tanda perkembangan kematangan/kedewasaan seseorang untuk memutuskan sendiri atas suatu tindakan yang diambilnya. b. Kelas sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor melainkan diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan. Pendidikan merupakan proses pengajaran baik formal maupun informal yang dialami seseorang. pekerjaan. keluarga. Faktor Pribadi Faktor pribadi merupakan keputusan seseorang dalam menerima pelayanan dan menanggapi pengalaman sesuai dengan tahap-tahap kedewasaannya. ras. keterampilan. kepribadian.9 kelompok. jenis kelamin. dan kepribadian/konsep diri. c. Usia juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit misal penyakit kardio vaskuler dengan peningkatan usia. artinya berdimensi kronologis karena bersifat progres berjalan terus dan tidak akan kembali sedangkan usia berdimensi intelektual berkembang melalui pendidikan dan pelatihan. Orang yang berpengaruh kelompok / lingkungannya biasanya orang yang mempunyai karakteristik. dan daerah geografi. Seseorang yang tingkat pendidikannya tinggi .dan variabel lainnya. status ekonomi. Faktor Sosial Faktor sosial terbagi atas kelompok kecil. Sedangkan kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen mempunyai susunan hirarki dan anggotanya memiliki nilai. gaya hidup.

Faktor Psikologi Faktor psikologi yang berperan dengan kepuasan yaitu motivasi. Pekerjaan dapat menjadi faktor risiko kesehatan seseorang dan berdampak pada sistem imunitas tubuh. persepsi. keyakinan dan pendirian. Status perkawinan sementara diduga ada kaitannya dengan gaya hidup dan kepribadian. Ada kebutuhan biologis seperti lapar dan haus. d. pengetahuan. ada kebutuhan psikologis yaitu adanya pengakuan. Motivasi mempunyai hubungan erat dengan kebutuhan. Kebutuhan akan menjadi motif untuk mengarahkan seseorang mencari kepuasan. . dan penghargaan. Pekerjaan merupakan aktifitas jasa seseorang untuk mendapat imbalan berupa materi dan non materi.10 akan mengharapkan pelayanan yang lebih baik dan lebih tinggi. Pekerjaan ada hubungannya dengan penghasilan seseorang untuk berperilaku dalam menentukan pelayanan yang diinginkan.

Kejelasan memberi informasi Kepuasan Pasien Makanan yang Disajikan Gambar 1.Leaflet diet .Kecepatan memberi pelayanan . Kerangka Konsep Asuhan Gizi : .Perhatian menanggapi keluhan .11 B.Kesabaran .Keramahan .Kunjungan . Kerangka Konsep Penelitian Keterangan : : Diteliti : Tidak diteliti .Kerapian .Penjelasan diet .

Populasi dan Responden 1. Cendana. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di IRNA I yaitu di ruang Bugenvil. D. B. .12 BAB III METODE PENELITIAN A. C. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di ruang IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskripif dengan desain cross sectional yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif dan penelitian ini hanya diobservasi sekali saja dan pengukurannya dilakukan sertadiamati pada waktu yang bersamaan. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup gizi institusi yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi di IRNA I. Dahlia dan Melati pada tanggal 17 – 20 Juni 2013.

Kriteria Eksklusi 1) Pasien dengan diet zonde atau cair E. 2. . Responden Responden dalam penelitian ini adalah semua pasien diet khusus yang dirawat di ruang IRNA I RSUP Dr. Dengan rumus : ∑ ∑ Keterangan : *Disesuaikan dengan variabel penelitian. F. Variabel bebas : Asuhan gizi meliputi kunjungan.13 2. Variabel Penelitian 1. Kriteria Inklusi 1) Bersedia menjadi responden 2) Berdiet khusus 3) Pasien dirawat > 5 hari b. kecepatan memberi pelayanan. Kunjungan ahli gizi ke ruangan merupakan suatu kegiatan ahli gizi ke ruangan pasien untuk menanyakan identitas pasien. keramahan. menimbang dan memberikan konsultasi kepada pasien mengenai diet terkait penyakit yang diderita pasien dengan tingkat kepuasaan sangat sering dan sering. kerapian. Asuhan gizi merupakan serangkaian kegiatan ahli gizi yang dimulai dari pengkajian sampai monitoring. Definisi Operasional 1. Sardjito Yogyakarta. leaflet diet. penjelasan diet. 3. perhatian menanggapi keluhan dan kejelasan memberi informasi. Kriteria Responden a. kesabaran. Variabel terikat : Kepuasan pasien 2.

Kecepatan memberi pelayanan adalah kecepatan pelayanan yang diberikan ahli gizi ruangan terhadap pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat cepat dan cepat. dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan menggunakan alat bantu kuesioner.14 3. Leaflet diet adalah selembaran kertas kecil yang dibagikan untuk pasien oleh petugas ahli gizi yang berisi tentang informasi diet dan contoh bahan makanan sesuai dengan penyakit pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat bermanfaat dan bermanfaat. 4. diukur dengan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat sabar dan sabar. 5. Penjelasan diet adalah penjelasan tentang diet yang diberikan untuk pasien atau keluarga sesuai dengan penyakit yang diderita pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat jelas dan jelas. Perhatian menanggapi keluhan adalah perhatian petugas ahli gizi ruangan terhadap keluhan pasien kepada ahli gizi. Kesabaran adalah kesabaran dalam memberikan penjelasan dan pelayanan kepada pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan. 7. 9. 6. Kerapian adalah kesopanan dan kerapian ahli gizi yang berkunjung keruangan pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat rapi dan rapi. Keramahan adalah keramahan seorang ahli gizi memberikan penjelasan kepada pasien di ukur dengan kuesioner dengan tingkat kepuasan sangat ramah dan ramah. 8. dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan .

. usia dan jenis diet dilihat pada buku les makanan pasien. Sardjito Yogyakarta meliputi nama. H. 11. Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan secara deksriptif. Data Sekunder Data sekunder berupa identitas pasien yang menjalani rawat inap di IRNA I RSUP Dr. Data Primer Data kepuasan pasien mengenai kunjungan ahli gizi ke ruangan diperoleh dengan menggunakan kuesioner. 2. Kepuasan pasien adalah perasaan senang atau kecewa dari seseorang yang mendapat kesan dari membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan menggunakan alat bantu kuesioner. G.15 diukur dengan menggunakan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat perhatian dan perhatian. Cara Pengumpulan Data 1. 10. Kejelasan memberi informasi adalah kejelasan petugas ahli gizi ruangan memberikan informasi mengenai diet penyakit yang diderita pasien dengan membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan yang diharapkan diukur dengan menggunakan alat bantu kuesioner berupa tingkat kepuasan sangat jelas dan jelas.

saraf. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Instalasi Rawat Inap (IRNA) I atau bangsal dewasa terletak di lantai dasar yaitu rawat gabung dan perawatan penyakit kandungan yang melayani perawatan kelas I. Ruang Perawatan Penelitian kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi dilaksanakan di IRNA I yakni ruang bougenvile. Perawatan penyakit dalam terletak di Lantai II yaitu sebagai Perawatan Bedah dan lantai III merupakan tempat perawatan mata. . cendana. Instalasi Kesehatan Anak (INSKA) melayani segmen layanan yang terdiri atas pasien-pasien anak mulai konsepsi sampai dengan selesainya proses tumbuh kembang anak sekitar 18 . B. 1. didapat hasil sebagai berikut. Distribusi responden berdasarkan ruang perawatan dapat dilihat pada tabel 1. serta THT. Sardjito Yogyakarta. Karakteristik Responden Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 50 orang responden di IRNA I RSUP Dr. dahlia dan melati. II.16 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. III. kulit dan kelamin. dengan pangsa layanan pola penyakit yang ada serta faktor sosial ekonomi dan budaya.20 tahun.

0 60 – 79 2 6 3 11 22.1 4. diketahui bahwa responden yang terbanyak adalah pada rentang umur 40 .3 14.1 16. . Distribusi Responden Berdasarkan Ruang Perawatan Ruang Bougenvile 1 Bougenvile 2 Bougenvile 3 Bougenvile 4 Cendana 1 Cendana 2 Cendana 3 Cendana 4 Dahlia 1 Dahlia 2 Dahlia 3 Dahlia 4 Total n 2 2 9 3 2 6 6 1 3 8 7 49 % 4.59 tahun sebesar 50%.2 12. Tabel 2. 6.4 6.5 Berdasarkan tabel 2.17 Tabel 1.39 4 6 10 20.1 18.3 100 Berdasarkan tabel 1.1 12. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % 1 – 19 2 1 3 6. Umur Umur responden berkisar 1 .1 Kelompok Umur 20 .4% dimana ruangan tersebut merupakan tempat perawatan penyakit dalam dan sebagian besar pasien berdiet khusus yang dirawat lebih dari 5 hari. 2. Ruang perawatan dewasa yaitu dahlia 1 tidak terdapat pasien diet khusus yang dirawat lebih dari 5 hari sehingga tidak dapat dijadikan sebagai responden penelitian.2 2.1 4. Distribusi sampel berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel 2. diketahui bahwa responden terbanyak ada di ruang bougenvile 3 sebesar 18.4 40 – 59 8 8 9 25 51.79 tahun dengan umur rata rata 48 tahun.

Distribusi responden berdasarkan jenis diet dapat dilihat pada tabel 4.1% yaitu di ruang dahlia yang merupakan tempat perawatan mata.1 DJ 0 0 2 2 4.1 DM 3 7 1 11 22.4 Jenis Diet RP RG 2 1 4 1 6 2 12.18 3. kulit dan kelamin serta THT yang memerlukan kalori dan protein yang tinggi. 4. Kunjungan Ahli Gizi Berdasarkan wawancara. saraf.9 Perempuan 12 5 9 26 53.1 DL 1 0 0 1 2 DH 1 1 2 Berdasarkan tabel 4. Tabel 3. Tabel 4.1 Berdasarkan tabel 3. 5. ahli gizi mengunjungi pasien untuk menanyakan identitas dan memberikan konsultasi gizi. diketahui bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 53. Jenis Diet Jenis diet pasien diperoleh dari buku les makanan yang ada di pantry. Jenis Kelamin Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 3.1%. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Diet Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % TKTP 9 3 14 26 53. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Laki – Laki 4 10 9 23 46.3 4. . diketahui bahwa responden yang terbanyak dengan jenis diet TKTP sebesar 53.

bahwa kunjungan ahli gizi terhadap pasien dengan jenis diet DM di ruang cendana masih sangat kurang atau bahkan tidak pernah dikarenakan pasien saat akan menjalani tindakan bedah. Begitu pula di ruang dahlia. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Kunjungan Ahli Gizi Kunjungan Ahli Gizi Sangat Kurang Sering Sering Sering 1 8 6 2 8 10 5 1 20 19 2.4 Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Berdasarkan tabel 5. dibawa ke ruang operasi sehingga intensitas kunjungan ahli gizi berkurang. Tabel 5. pasien sering tidak berada diruang perawatan karena menjalani kemoterapi maupun pemeriksanaan lainnya.0 40. .19 Distribusi kepuasan responden berdasarkan kunjungan ahli gizi dapat dilihat pada tabel 5. Untuk pasien dengan jenis diet RP memiliki jadwal tersendiri untuk menjalani hemodialisa. 6. diketahui bahwa responden yang terbanyak menyatakan kunjungan ahli gizi sering sebesar 40. Keramahan Ahli Gizi Distribusi kepuasan responden berdasarkan keramahan ahli gizi dapat dilihat pada tabel 6.8 38. Terkait dengan tabel 4.8%.8 Tidak Pernah 1 5 3 9 18.

diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan ahli gizi ramah sebesar 73.4 Tidak Ramah 1 5 3 9 18.5%.4 Berdasarkan tabel 7. Kesabaran Ahli Gizi Distribusi kepuasan responden berdasarkan kesabaran ahli gizi dapat dilihat pada tabel 7. . Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Keramahan Ahli Gizi Sangat Ramah 3 1 4 8. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Kesabaran Ahli Gizi Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Sangat Sabar 2 2 4. 8.5 Tidak Sabar 1 5 3 9 18.5%.2 Keramahan Ahli Gizi Ramah Kurang Ramah 12 10 14 36 73. Responden yang menyatakan tidak sabar (8%) karena tidak tahu dan belum pernah dikunjungi ahli gizi.20 Tabel 5.4 Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Berdasarkan tabel 6.1 Kesabaran Ahli Gizi Sabar Kurang Sabar 13 10 15 39 77. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan ahli gizi sabar sebesar 77. 7. Kerapian Ahli Gizi Distribusi kepuasan responden berdasarkan kerapian ahli gizi dapat dilihat pada tabel 8. Responden yang menyatakan tidak ramah (18%) karena tidak tahu dan belum pernah dikunjungi ahli gizi ke ruangan. Tabel 7.

1 75. Penjelasan Diet Ahli Gizi Distribusi kepuasan responden berdasarkan penjelasan diet ahli gizi dapat dilihat pada tabel 9.4% yang menyatakan tidak jelas atau tidak mengetahui terhadap penjelasan diet karena memang belum pernah di .4 Tidak Jelas 2 5 3 10 20. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan ahli gizi rapi sebesar 75. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Kerapian Ahli Gizi Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Kerapian Ahli Gizi Sangat Rapi Rapi Kurang Rapi 2 13 10 1 14 3 37 6. Sebagai seorang profesional di bidang.21 Tabel 8.1 Penjelasan Diet Ahli Gizi Jelas Kurang Jelas 10 2 8 2 9 6 27 10 55. sikap dan penampilan.1%. Responden yang menyatakan tidak rapi (8%) karena tidak tahu dan belum pernah dikunjungi ahli gizi.1 20. Berdasarkan wawancara terhadap keluarga pasien bahwa penjelasan diet yang diterima sudah cukup jelas namun ada 20. ahli gizi mempunyai peran penting dalam membangun kualitas pelayanan gizi. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Penjelasan Diet Ahli Gizi Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Sangat Jelas 2 2 4. Sebagai figur yang dianggap mahir dalam bidang gizi tentunya harus mampu memberikan contoh pada pengetahuan. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan penjelasan ahli gizi jelas sebesar 55. Tabel 9.4 Berdasarkan tabel 9. 9.5%.4 Berdasarkan tabel 8.5 Tidak Rapi 1 5 3 9 18.

3%. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan ahli gizi cepat dalam memberikan pelayanan sebesar 67. Pemberian leaflet gizi hanya diberikan kepada pasien yang ingin pulang dari rumah sakit (rawat jalan) agar pasien tetap menjalankan diet yang dianjurkan meskipun sudah tidak dirawat inap. Leaflet Diet Distribusi kepuasan responden berdasarkan leaflet diet dapat dilihat pada tabel 10. .22 kunjungi ahli gizi untuk menjelaskan diet berdasarkan jenis penyakit yang diderita pasien.6 Leaflet Diet Bermanfaat Kurang Bermanfaat 10 6 9 25 51. Tabel 11. 11.4 Berdasarkan tabel 10. 10. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan leaflet diet bermanfaat sebesar 51. Kecepatan Memberi Pelayanan Distribusi kepuasan responden berdasarkan kecepatan memberi pelayanan dapat dilihat pada tabel 11.1 Tidak Cepat 1 5 3 9 18. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Kecepatan Memberi Pelayanan Kecepatan Memberi Pelayanan Sangat Cepat Kurang Cepat Cepat 2 12 1 9 1 3 12 5 33 2 10.0 Tidak Bermanfaat 1 5 3 9 18.0%.4 Ruang Bougenvile Cendana Dahlia n % Berdasarkan tabel 11.3 4. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Leaflet Diet Ruang Bougenvile Cendana Dahlia N % Sangat Bermanfaat 5 4 6 15 30. Tabel 10.2 67.

.23 Dalam proses penanganan pasien memerlukan kerjasama di bidang medis dan paramedis yang baik untuk kesembuhan pasien. Kejelasan Memberikan Informasi Distribusi kepuasan responden berdasarkan kejelasan memberikan informasi dapat dilihat pada tabel 13. Perhatian Menanggapi Keluhan Distribusi kepuasan responden berdasarkan perhatian menanggapi keluhan dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Pelayanan kepada pasien di rumah sakit dilakukan dengan berbagai cara. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Perhatian Menanggapi Keluhan Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Perhatian Menanggapi Keluhan Sangat Perhatian Kurang Perhatian Perhatian 1 12 2 5 5 3 7 5 4 24 12 8. melalui pengaturan makan atau diet) serta edukasi berupa penyuluhan dan konsultasi yang berhubungan dengan masalah penyakit serta proses penyembuhannya. Berdasarkan wawancara sebagian pasien masih ada yang merasa tidak puas dengan pelayanan asuhan gizi di rumah sakit diantaranya yaitu perhatian yang kurang dari tim medis termasuk ahli gizi terhadap pasien dengan diet khusus atau dengan resiko tinggi yang seharusnya mendapatkan pelayanan lebih.0 24.4 Tidak Perhatian 1 5 3 9 18. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan ahli gizi perhatian terhadap keluhan sebesar 49%. yaitu secara medis (treatment & pengobatan. 13. 12.2 49.4 Berdasarkan tabel 12.

5 Tidak Jelas 1 5 3 9 18.6 81.4 Berdasarkan tabel 13. Grafik 1.24 Tabel 13. . 14.6 77.1 57. Kepuasan Responden Terhadap Asuhan Gizi Distribusi kepuasan responden terhadap asuhan gizi dapat dilihat pada grafik 1. Distribusi Kepuasan Responden Terhadap Asuhan Gizi Kepuasan Pasien 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 81. diketahui bahwa tingkat kepuasan responden terhadap asuhan gizi terendah pada kunjungan ahli gizi yaitu sebesar 42.6 59.5 57.2 44.7 81. diketahui bahwa responden terbanyak menyatakan jelas terhadap informasi yang diberikan ahli gizi sebesar 46%.7%.1 42.1 68.9 Berdasarkan grafik 1.6 81.9 24. Distribusi Kepuasan Responden Berdasarkan Kejelasan Memberikan Informasi Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Total % Kejelasan Memberikan Informasi Sangat Jelas Kurang Jelas Jelas 5 10 5 5 1 7 7 6 23 12 12.

2003). . Berdasarkan hasil wawancara terhadap pasien maupun keluarga bahwa pelayanan asuhan gizi di rumah sakit sudah baik.25 Kurangnya kunjungan ahli gizi memberikan konsultasi gizi sehingga pasien atau keluarga tidak memahami jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi maupun yang tidak diperbolehkan. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan instalasi gizi yang diterima dan yang dirasakan oleh responden sesuai dengan yang diharapkan. Peran seorang ahli gizi adalah memberikan motivasi dan konseling gizi pada pasien dan keluarganya. Seorang ahli gizi hanya dapat memberikan konseling bila ada rekomendasi dari dokter yang menangani pasien tersebut (Depkes.

Tingkat kepuasan berdasarkan perhatian menanggapi keluhan sebesar 58% 12. 10.89%. Responden terbanyak pada rentang umur 40 . . Tingkat kepuasan berdasarkan leaflet diet sebesar 82%. Tingkat kepuasan berdasarkan kerapian ahli gizi sebesar 82% 8. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebesar 52% 3. Tingkat kepuasan pasien diet khusus terhadap asuhan gizi sebesar 68. Tingkat kepuasan berdasarkan kesabaran ahli gizi sebesar 82% 6. Tingkat kepuasan asuhan gizi berdasarkan kunjungan sebesar 42% 5.59 tahun sebesar 50%. Tingkat kepuasan berdasarkan kejelasan informasi sebesar 58% 13. Sebagian besar responden di ruang bugenvil 3 sebesar 18% dengan jenis diet TKTP. Kesimpulan 1. 2. Tingkat kepuasan berdasarkan penjelasan diet sebesar 58% 9.26 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Tingkat kepuasan berdasarkan keramahan ahli gizi sebesar 82% 7. Tingkat kepuasan berdasarkan kecepatan pelayanan ahli gizi sebesar 76% 11. 4.

2. . Saran 1. Pelayanan rumah sakit sebaiknya ditingkatkan lagi seperti tersedianya contact person ahli gizi. Sardjito Yogyakarta. metode konsultasi gizi yang lebih menarik agar mudah dipahami serta koordinasi tim medis harus lebih solid agar pelayanan menjadi optimal.27 B. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar meneliti lebih dalam lagi tentang kepuasan pasien terhadap pelayanan instalasi gizi penelitian ini dan dapat mengeksplor menjadi lebih spesifik sehingga semakin memperjelas tentang kepuasan pasien terhadap pelayanan asuhan gizi di RSUP Dr.

Kotler and Philip. Penuntun Diet. 2000.. Hubungan Pemberian Asuhan Keperawatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Home Care Di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta..html) Parasuraman. Buku Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit . 1996. Jakarta. Depkes RI. and Satisfaction.28 DAFTAR PUSTAKA Almatsier. http://muhamadrezapahlevi. (2005). 2007. Jakarta: Direktorat Rumah Sakit Khusus dan Swasta. Service. Pedoman Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit. Jakarta. Dit jen Yanmedik. (Edisi Indonesia oleh Hendra Teguh. Andi Offset: Yogyakarta .blogspot. 2003. 2007. S. Depkes R1. Quality. Depkes RI. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. PSIK-FK UMY. Yogyakarta Soejadi. Pedoman Kinerja Rumah Sakit Umum. Ronny dan Benjamin Molan). Tjiptono. Marketing Management. PT Indeks: Jakarta. Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta. Fandi dan Gregorius C.com/2012/05/pelayanan-gizi-di-rumahsakit. Katiga Bina. 2004. 1992.

Ahli gizi ruangan di Instalasi Kesehatan Anak (INSKA) berkonsentrasi pada pasien yang berisiko malnutrisi seperti gizi buruk dan pasien yang memerlukan terapi khusus seperti penyakit diabetes mellitus.6 25.6 20. Tabel 14.4 Keramahan 30. Sehingga untuk pasien yang menjalani diet nasi tidak diberikan penjelasan diet yang mendalam sehingga hal ini sangat memengaruhi nilai kepuasan pasien terhadap asuhan gizi di Instalasi Kesehatan Anak (INSKA).3 30. Pemberian leaflet gizi hanya diberikan kepada pasien yang ingin pulang dari rumah sakit (rawat jalan) agar pasien tetap menjalankan diet yang dianjurkan meskipun sudah tidak dirawat di rumah sakit.6 10.2 16. 15.3 18.6 18.6 20.4 . Keramahan ahli gizi juga dinilai kurang karena pasien/keluarga pasien belum pernah bertemu dengan ahli gizi.6 20.6 Kesabaran 30.4 Kejelasan informasi 30.4 30.5 10.4 30.3 Leaflet Diet 30.3 4 20.2 20.6 Kerapian 30. kebanyakan pasien berasal dari ruangan Estella/Kartika II dimana pasien yang dirawat adalah pasien dengan keganasan.6 Perhatian menanggapi keluhan 26.9 15.5 16.3 RataRata (%) 27.4 30.4 30. pasien tersebut adalah pasien berseri yaitu pasien datang sesuai jadwal untuk menjalani kemoterapi misalnya 2 kali seminggu sehingga untuk kunjungan ahli gizi tidak dilakukan setiap kali pasien menjalani kemoterapi namun hanya pada awal waktu pasien kemoterapi.6 Penjelasan Diet 24. jantung dan ginjal. Kepuasan Responden Terhadap Asuhan Gizi Distribusi kepuasan responden terhadap asuhan gizi dapat dilihat pada tabel 14.6 Kecepatan Pelayanan 28.29 Selama pengambilan data. Distribusi Kepuasan Responden Terhadap Asuhan Gizi Tingkat Kepuasan (%) Ruang Bougenvile Cendana Dahlia Kunjungan 18.6 20.

5 57.7 81.1 68.1 81.1 57.30 Total 42.6 77.6 59.6 81.6 81.9 .

31 .

kemudahan dalam melakukan hubungan dan memahami kebutuhan pasien (Parasuraman. Sejauh mana kemungkinan kecil akan mengalami ketidakpuasan atau ketidaksesuaian dengan harapan atas pelayanan yang diberikan dipengaruhi oleh kemampuan yang dimliki oleh petugas dalam memberikan jasa kesehatan yaitu dengan kemampuan dan pengalaman yang baik terhadap memberikan pelayanan kesehatan dirumah sakit (Tjiptono. Model ini diantaranya meliputi empathy.. 2005).32 . . 2004). et al. Dalam perkembangan penilaian mutu pelayanan yang dikaitkan dengan kepuasan pasien mendapat model komprehensif yang berfokus pada aspek fungsi dari proses pelayanan.

62.31.33 LAPORAN PENELITIAN GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIET KHUSUS TERHADAP ASUHAN GIZI DI INSTALASI INSTALASI RAWAT INAP (IRNA) I RSUP Dr.10.31. SARDJITO YOGYAKARTA Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi (SPMI) Disusun Oleh : Mayang Sari Muhammad Arifullah NIM : PO.10.3.3.62.183 KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKARAYA JURUSAN GIZI 2013 .185 NIM : PO.

34 .

35 HALAMAN PERSETUJUAN Laporan penelitian yang berjudul “Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Diet Khusus Terhadap Asuhan Gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. 19680126 199003 2 002 Tri Widyastuty.Gz NIP. SSiT NIP. Yogyakarta. S. Pembimbing I Pembimbing II Enny Dwiastuty. Sardjito Yogyakarta” telah mendapat persetujuan pada tanggal Juni 2013. . Juli 2013 Menyetujui.

36 KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil’alamin puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Diet Khusus Terhadap Asuhan Gizi di Instalasi Instalasi Rawat Inap (IRNA) I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. S.Kes selaku Kepala Instalasi Gizi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Sardjito Yogyakarta. Ibu Tri Widyastuty. 2. 4. Sardjito Yogyakarta”. Sardjito Yogyakarta. Akhir kata. STP. MPH selaku Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. 5.tulusnya kepada : 1. Ibu Herni Astuti. Bapak Mars Khendra K. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang setulus .. Amin. Yogyakarta. 3. SSiT selaku koordinator PKL SPMI dan pembimbing I penelitian RSUP Dr. 6. M.Gz selaku pembimbing II penelitian di RSUP Dr. semangat dan doa sehingga proposal penelitian ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. DCN. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan. Ibu Enny Dwiastuty. Seluruh staf dan karyawan RSUP Dr. Juni 2013 Penulis . Teman-teman kelompok yang telah membantu dan memberikan semangat selama penulisan proposal penelitian ini. saran membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan penulisan maupun bila ada pelaksanaan penelitian sejenis di masa mendatang.

.......................................................... DAFTAR ISI ....... 1.......................... Rumusan Masalah ............................ Waktu dan Lokasi Penelitian ........................... 4 4 6 7 8 10 BAB III METODE PENELITIAN A............................................................................................. B......................................................... D... Tujuan Umum ......................................... 2............................................................................................................................ 2.. Tujuan Khusus .................................. Kerangka Konsep . 11 11 11 .................................................... DAFTAR TABEL .......................................... C................. Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien ................ Manfaat ................................................ KATA PENGANTAR .................................................... Latar Belakang ....................................................... DAFTAR GAMBAR . Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) ............. B... Rancangan Penelitian ............................................ Ruang Lingkup Penelitian ..................................... 2 2 3 1 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A........................................................................ C.................................................... i ii iii iv vi vii viii BAB I PENDAHULUAN A.................. Kepuasan Pasien .... HALAMAN PENGESAHAN ............................................ 3.................... Tujuan 1....................................................................................... Landasan Teoritis ......................................................... 4........... B.......... DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................................37 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......... Asuhan Gizi ..........................

............................. G..................... 3................................ 11 11 12 12 12 12 13 13 13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ................. Cara Pengumpulan Data ................................................................ Populasi dan Responden . Populasi ........................38 D...................................... Pengolahan dan Analisi Data ....... E.................................................... 1......... Variabel Penelitian ............................... I...................................................... Definisi Operasional ...................... Responden ................. F........................................... Definisi Operasional .................................... Kriteria Responden ................... 2.................... H....................................

........ Tabel 4...... Tabel 2...... Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..... Tabel 3.. Analisis Kepuasan Pasien terhadap Menu Makanan .... Tabel 7.... 20 20 21 22 22 23 24 25 ........... Tabel 6... Analisis Kepuasan Pasien terhadap Penyajian Makanan . Analisis Kepuasan Pasien terhadap Penyajian Makanan.. Frekuensi Pasien terhadap Asuhan Gizi . Tabel 3..........Distribusi Responden Berdasarkan Umur .......39 DAFTAR TABEL halaman Tabel 1.. Frekuensi Kepuasan Pasien terhadap Penyajian Makanan Tabel 5.... Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Diet dan .....................

Kerangka Konsep Penelitian ...............................40 DAFTAR GAMBAR Gambar 1............... 14 .....

41 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rekapitulasi Data Pasien?Responden . Form Kepuasan Pasien/Responden Lampiran 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->