Anda di halaman 1dari 3

Fisiologi otot ekstraokuler Terdapat 2 konsep dasar pusat rotasi pada pergerakan mata yaitu axes of fick dan

listings plain. Axes of fick digambarkan dengan x,y dan z. aksis x adalah aksis transversal yang melewati pusat mata pada ekuator dan rotasi volunter vertical terjadi pada aksis ini. Aksis y adalah aksis sagittal melalui pupil dan rotasi involunter torsional terjadi pada aksis ini. Aksis z adalah aksis vertical dimana rotasi voluter horizontal terjadi pada aksis ini. Listings plain meliputi pusat rotasi dan termasuk aksis x dan z. aksis y tegak lurus terhadap listings plain.

Gambar sumbu pergerakan bola mata Posisi primer mata adalah posisi normal dimana kepala dan badan tegak lurus dengan pandangan lurus. Posisi sekunder adalah lurus keatas, lurus kebawah, melirik kekanan dan kekiri. Posisi tersier adalah empat posisi lirik oblik yaitu, atas dan kanan, atas dan kiri, bawah dan kanan, serta bawah dan kiri. Posisi cardinal adalah atas dan kanan, atas dan kiri, bawah dan kanan serta bawah dan kiri. Pergerakan bola mata melalui sumbu pergerakan bola mata dikontrol oleh otot-otot ekstraokuler, yang terdiri dari 4 otot rektus (medial, lateral, superior dan inferior) dan 2 otot oblik (superior, inferior). masing-masing otot memiliki fungsi primer, sekunder dan tersier. Fungsi primer otot ekstraokuler adalah fungsi utama otot ketika otot berkontraksi sewaktu mata berada pada posisi primer. Fungsi sekunder dan tersier otot ekstraokuler adalah fungsi tambahan sewaktu mata berada pada posisi primer. Pada posisi primer, otot rektus horizontal bergerak mengelilingi aksis z (aksis vertical) dan otot rektus horizontal hanya memiliki fungsi primer. Otot rektus vertical memiliki arah tarikan

vertikan sebagai fungsi primernya. Pada posisi primer, otot rektus vertical membentuk sudut 230 terhadap aksis visual. Sehingga otot rektus vertical juga memiliki fungsi sekunder dan tersier sebagai torsi dan adduksi. Intorsi (disebut juga insikloduksi) adalah fungsi sekunder untuk otot rektus superior. Ekstorsi (eksikloduksi)adalah fungsi sekunder untuk otot rektus inferior. Karena otot oblik membentuk sudut 510 terhadap aksis visual, maka torsi merupakan fungsi primer dari kedua otot oblik. Rotasi vertical merupakan fungsi sekunder dan rotasi horizontal merupakan fungsi tersier. Muscle Primer Adduksi Rektus medial Abduksi Rektus lateral Elevasi Rektus superior Depresi Rektus inferior Primer insikloduksi Superior oblik Primer eksikloduksi Oblik inferior Table fungsi otot-otot ekstraokuler Pergerakan mata 1. Pergerakan mata monokuler Duksi merupakan rotasi mata monokuler. Adduksi merupakan pergerakan mata kearah nasal, dan abduksi merupakan pergerakan mata kearah temporal. Elevasi (supraduksi) merupakan pergerakan mata kearah atas dan depresi (infraduksi) merupakan pergerakan mata kearah bawah. Intorsi (insikloduksi) adalah rotasi kearah nasal, dan ekstorsi (eksikloduksi) adalah rotasi mata kearah temporal. Mata berada dalam posisi primer ketika melihat lurus ke depaan dengan kepala dan badan lurus. Untuk menggerakkan mata kearah pandangna lain, otot agonis akan berkontraksi mendorong mata kearah tersebut dan otot antagonis berelaksasi. Otot agonis merupakan otto utama yang menggerakkan mata kearah tertentu. Sementara otot antagonis merupakan otot yang bekerja pada arah yang berlawanan terhadap otot agonis pada mata yang sama. Sinergis adalah otot pada mata yang sama yang bekerja sama dengan otot agonis menghasilkan pergerakkan mata. Contoh, otot oblik inferior bersinergis dengan otot rektus superior untuk pergerakan elevasi mata. Hukun shearing tons menyatakan bahwa penigkatan inervasi dan kontraksi pada otototot ekstraokuler akan didikuti oleh penurunan inervasi dan kontraksi otot-otot antagonisnya. Misalnya pada saat mata abduksi, otot rektus lateral kanan emndapatkan inervasi yang menigkat. Sedangkan otot rektus medial akan menerima penurunan inervasi. 2. Pergerakan mata binokuler Versi yaitu pergerakan mata binokuler konjugat dengan arah gerakan mata yang sama. Dekstroversi merupakan pergerakan kedua mata kearah kanan pasien, dan levoversi merupakan pergerakan kedua mata pasien kearah kiri pasien. Supraversi merupakan Sekunder Insikloduksi Eksikloduksi Depresi Elevasi Tersier Adduksi Adduksi Abduksi Abduksi

rotasi kedua mata kearah atas, dan infraversi merupakan rotasi kedua mata kearah bawah. Dekstrosikloversi merupakan gerakan kedua mata yang berotasi sehingga bagian superior dari bagian meridian vertical kornea bergerak ke sebelah kanan pasien. Levosikloversi merupakan pergerakan kedua mata sehingga bagian superior dari meridian vertical kornea berotasi kesebelah kiri pasien. Istilah yoke muscle, menggambarkan dua otot (1 otot pada masing-masing mata) yang merupakan penggerak utama pada masing-masing mata pada arah lirik yang diinginkan. Missal pada saat mata bergerak ke kanan, rektus medial kanan dan rektus medial kiri mengalami inervasi dan kontraksi yang simultan. Masing-masing oto ekstraokuler pada satu mata memiliki yoke muscle pada mata sebelahnya. Karena fungsi otot paling baik terlihat pada arah yang diinginkan, maka yoke muscle digunakan untuk mengevaluasi kontribusi masing-masing otot ekstraokuler untuk pergerakan mata.

Right RSR LIO

left LSR RIO

RLR

LLR

RIR LSO

LIR RSO

Gambar 2. Cardinal position of gaze dan yoke muscles. Herings law of motor correspondence menyatakan bahwa yoke muscle yang terlibat pada posisi mata tertentu, akan mendapatkan inervasi yang sama dan simultan. Aplikasi yang paling berguna dari hokum ini adalah dalam evaluasi pergerakan mata binokuler, terutama pada yoke muscle yang terlibat.