Anda di halaman 1dari 27

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

UJIAN KASUS

Pembimbing : dr. Yenny Dewi Purnamawati, Sp.KJ


Disusun oleh : Abraham kevin 406117074

ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA DHARMA GRAHA

31 juli 2012 1 September 2012

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 1

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

STATUS PSIKIATRI

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin : : : Tn. KE 64 tahun laki-laki Sukabumi/ 17 April 1948 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Budha Tiongha Bercerai tidak bekerja Kamboja DX VI Jati pulo Tomang, Jakarta Barat : : 22 Desember 2004 RS Yung Ming (Taiwan) 1985 RSJ Dharma Sakti (Jakarta) 1985 RS Mount Elizabeth (Singapore) 1998 RSJ Grogol (Jakarta) 2003 RSKJ Dharma Graha (Serpong)

Tempat/tanggal lahir : Pendidikan Agama Suku/bangsa Status pernikahan Pekerjaan Alamat Tanggal masuk RS Riwayat perawatan : : : : : :

II.

RIWAYAT PSIKIATRI Anamnesa dilakukan secara autoanamnesa dan alloanamnesa. Autoanamnesa didapatkan dari wawancara psikiatri pada pasien pada hari rabu dan sabtu tanggal 8 agustus dan 11 Agustus 2012 di ruang pendopo tempat duduk sekitar lingkungan Rumah Sakit Khusus jiwa Dharma Graha Serpong. Alloanamnesa didapatkan dari wawancara dengan perawat dan petugas Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong yang dilakukan pada hari sabtu tanggal 11 agustus 2012 di ruang perawat dan di halaman, juga didapatkan dari catatan rekam medis pasien.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 2

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

A. Keluhan utama Pasien dirawat di RS khusus jiwa Dharma Graha Serpong atas permintaan keluarga pasien setelah sebelumnya pasien sempat dirawat di rumah sakit Grogol karena memukul kepala ayahnya sendiri dengan botol minuman keras.

B. Riwayat perjalanan penyakit 1. Autoanamnesa Pasien dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong oleh keponakannya Tn. A, setelah dipindahkan dari Rumah Sakit Jiwa Grogol pada tahun 2004. Pasien mengaku dipindahkan dari Rumah Sakit Jiwa Grogol karena pasien mendengar suara kicauan burung pada pukul 10 malam sampai pukul 5 subuh. Suara kicauan burung dikatakan pasien berasal dari pohon depan kamar rawat pasien di Rumah Sakit Jiwa Grogol, namun pasien tidak dapat melihat wujud burung tersebut, kemudian pasien memberi tahu perawat bahwa pasien tidak dapat tidur karena suara kicauan burung tersebut. Pasien meyakini bahwa suara burung yang didengar pasien adalah bantuan dari burung yang pernah dibeli kemudian dilepas oleh pasien dengan maksud untuk berbuat kebaikan. Pasien merasa bahwa suara kicauan burung tersebutlah yang telah berjasa membawa pasien ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong, yang menurut pasien merupakan rumah sakit yang ideal dan nyaman bagi pasien. Pasien merasa memiliki masalah dengan kejiwaannya sejak duduk di bangku SLTP kelas 1. Pasien mengatakan bahwa ia mengalami kesulitan tidur saat itu, Karena kesulitan tidurnya pasien dibawa orang tuanya ke klinik di dekat rumah pasien. Pasien mengatakan bahwa ia diberikan obat tidur oleh dokter tersebut untuk mengatasi kesulitan tidurnya. Setelah 5-6 bulan mengkonsumsi obat tidur, pasien berhenti berobat karena merasa sudah tidak mengalami gangguan tidur. Pasien mengaku memiliki kesulitan berkonsentrasi dan tidak suka belajar, hingga akhirnya mendapat nilai yang buruk, namun orang tua pasien meminta guru di tempat sekolah pasien untuk membantu kenaikan kelas pasien, sampai akhirnya pasien dapat belajar hingga kelas 1
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 3

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

SMA. Namun saat duduk di bangku SMA, pasien merasa konsentrasinya sungguh terganggu dan sering melamun., hingga akhirnya pasien

diberhentikan oleh sekolah karena tidak pernah datang ke sekolah. Pasien sempat menikah 1 kali pada tahun 1975 dengan seorang wanita. Setelah menikah selama beberapa tahun, pasien mulai merasakan kesulitan tidur yang dulu pernah dialami pasien, akhirnya istri pasien membawa pasien ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk mendapatkan pengobatan. Selama beberapa bulan pasien membutuhkan obat untuk membantu kesulitan tidurnya. Karena merasa tidak sembuh-sembuh, akhirnya pasien pergi ke blitar pada sekitar tahun 1979 untuk menemui salah satu dukun terkenal yang bernama bakiran di daerah tersebut untuk mengobati sakitnya. Pada saat di Blitar oleh sang dukun tersebut pasien diminta untuk berhenti meminum obatnya , lalu pasien merasa dirinya sudah menjadi gila saat berada di Blitar dan merasa kepalanya sepererti meteran air yang berputar tiada henti pada saat mengunjungi bakiran pasien melihat anak laki-lakinya dan pasien mencoba memeluk anak laki-lakinya namun menghilang ,pasien juga memukul salah seorang pasien bakiran yang bernama made karena mirip sekali dengan pegawai pasien yang pernah menipu pasien. Setelah pulang dari Blitar pasien sering berhalusinasi mendengarkan suara bisik-bisikan suara saudaranya dari luar jendela yang mengomentari pasien pasien menjadi merasa terganggu dengan hal tersebut, pasien sempat berobat ke salah satu psikiater yang berpraktek disekitar daerah roxy sebelum mengunjungi bakiran, pasien mengaku telah mendapat obat antipsikotik untuk rawat jalan sejak berobat dari psikiater tersebut. Pasien juga mengatakan pada tahun 1989 ia kembali mencari sang dukun akan tetapi dukun tersebut telah menderita strok karena selalu menerima rokok dari tiap pasiennya. pasien juga menyerahkan dua buah keris milik pasien ke bakiran dan dengan harapan agar pasien dapat menikah lagi. Pada tahun 1985 penyakit jiwa yang diderita pasien kambuh, pasien mencoba membunuh istri pasien dengan cara mencekik, memukul diulu hati, membenturkan kepala sang istri sebanyak tiga kali ke lantai, dan mencoba menginjak perut istri pasien. Hal tersebut dilakukan pasien setelah mencurigai
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 4

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

istri pasien pura-pura tertidur sambil ngorok dan akan kabur dari rumah, pasien menjadi semakin curiga karena mobil diparkir diluar dan pintu pagar tidak ditutup tidak seperti biasanya. Pasien mengaku hal ini terjadi karena pasien berhenti meminum obatnya 4 hari sebelumnya. Pada hari pertama pasien berhenti meminum obatnya pasien merasa bahwa dirinya kotor dan telah banyak berbuat dosa karena telah jahat terhadap anak dan istri pasien, pasien mencoba menyiksa dirinya dengan cara berhenti meminum obat, lalu pasien bersembayang selama berjam-jam. Kemudian pasien menyundutkan dupa dalam jumlah banyak ke dalam mulut pasien, dan perut pasien. Abu sisa bakaran dupa, pasien masukan ke dalam baskom air lalu digunakan pasien untuk mencuci matanya agar buta. Pada tengah malam pasien mendengar suara orang mengorek sampah dan mencurigai orang cina harapan ingin mengguna-guna pasien karena dikirim oleh bakiran. Pada hari kedua pasien pasien menghentikan obatnya pasien tidur di rumah orang tuanya yang letaknya tidak jauh dari rumah pasien, hal ini atas permintaan ibu pasien. Pasien mengaku tidak dapat tidur semalaman, pasien hanya berpindah-pindah duduk dan berbaring di ranjang. Pada hari ke tiga pasien pulang ke rumahnya, obat pasien tetap tidak diminum. Pada malam hari pasien mengaku tidak dapat tidur, karena mencurigai istri pasien berpura-pura mendengkur untuk mengunci pasien saat pasien tertidur pulas. Pasien mencurigai istrinya, karena pasien teringat dengan ramalan vihara yang , mengatakan bahwa pasien akan membunuh istri pasien.. Pada hari keempat pasien lagi-lagi tidak meminum obatnya, lalu pasien terus menerus sembayang kepada Dewi Kwan Im, bertanya kepada Dewi apakah benar istri pasien hanya pura-pura mendengkur semalam. Istri pasien yang cemas dengan keadaan pasien yang tidak dapat tidur membawa pasien ke dokter untuk diperiksa, pasien mengaku disuntik untuk membantu dirinya tidur. Sepulang dari dokter, pasien tidur selama 1 jam. Saat terbangun pasien melihat bahwa matanya merah sekali, dan semakin mencurigai istri pasien ingin meracuni dirinya. Akhirnya pasien

memanggilnya istri pasien, dan percobaan pembunuhan tersebut terjadi.namun gagal karena menurut pasien istri pasien di tolong oleh Dewi Kwam Im yang pada saat pasien mencoba menginjak perut istri pasien namun pasien terjatuh.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 5

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

Setelah bercerai, pasien dibawa ayah pasien untuk berobat di RS Yung Ming di Taiwan. Pasien mengaku pernah dirawat inap di RS Yung Ming selama satu setengah bulan, selama di Taiwan pasien sudah mulai menyadari penyakit yang diderita pasien, setelah diberitahu oleh dokter di Taiwan. Saat obat pasien habis, pasien sempat berobat ke Rumah Sakit Jiwa Dharma Sakti di Jakarta untuk melanjutkan pegobatan pasien. Selain itu pasien mengaku

sempat dibawa tante pasien berobat ke Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pada tahun 1998. Sepulang dari Singapura pasien sempat mencoba bunuh diri dengan meminum obatnya sejumlah 10 butir. Setelah istri dan anak pasien pindah ke singapura, pasien tinggal di rumah pasien bersama pembantu laki-laki pasien. Pasien juga sering mencurigai pembantunya ingin membunuh dirinya. Pasien pernah membentak pembantunya dan menuduh pembantunya ingin membunuh dirinya. Pasien mengaku sering berdoa kepada dewa untuk menghukum pembantunya yang dicurigainya ingin membunuhnya. Pasien meyakini bahwa penyakit yang dideritanya sekarang ini adalah hukuman dari dewa karena dirinya telah berbuat jahat terhadap istri dan anaknya, pasien merasa bahwa ramalan yang mengatakan bahwa pasien harus dihukum selama 16 tahun itu benar dan berupa penyakit yang dideritanya sekarang ini, hal ini membuat pasien tidak ingin keluar rumah sakit hingga tahun 2019 .

2. Alloanamnesa Menurut keterangan perawat rumah sakit, pasien dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong karena keinginan keluarga pasien, agar pasien mendapat tempat yang lebih baik untuk perawatan diri pasien. Selama di rumah sakit, awalnya pasien tidak stabil emosinya, sering marah-marah dan mengamuk, pasien sering memukul pasien-pasien lainnya dan petugas yang berada di dekat pasien. Kadang-kadang pasien meluapkan emosinya dengan melepaskan seluruh pakainya dan berkeliling rumah sakit. Pasien sangat ingin pulang untuk bertemu istri dan anaknya. Pasien sering merasa dirinya tidak berguna dan ingin membunuh dirinya saja, namun kondisi pasien semakin hari semakin baik. Sekarang emosi pasien dapat

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 6

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

terkendali, dan tidak pernah mengamuk lagi di Rumah Sakit Khusus jiwa Dharma Graha Serpong.

Timeline

Tahun 1961 1979

Usia 13 31

Keterangan Pasien sulit tidur dan berkonsentrasi sejak duduk di bangku SLTP Pasien merasa dirinya menjadi gila saat pergi berobat ke Blitar dan mengalami halusinasi visual.

1985

37

Pasien mencurigai istrinya dan mencoba membunuhnya, yang akhirnya menyebabkan pasien bercerai.

2003

55

Pasien memukul kepala ayahnya dengan botol minuman keras.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 7

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

C. Riwayat gangguan sebelumnya 1. Riwayat Psikiatrik Berdasarkan keterangan yang didapatkan, gejala pasien mulai muncul saat pasien pergi mengobati kesulitan tidurnya di Blitar dengan seorang dukun, pasien mendengar bisikan-bisikan dan mulai berhalusinasi melihat anak laki-lakinya.

2. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif Pasien mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan za-zat psikoaktif sebelumnya. Pasien hanya senang meminum-minuman keras sejak sebelum menikah dan merokok sejak bercerai dengan istrinya.

3. Riwayat Medis Umum Berdasarkan keterangan pasien, pasien pernah terbentur kepalanya saat berumur 5 tahun. Saat itu pasien sedang bermain ayunan kain didekat jendela dengan kakaknya, dan pasien terbentur pada bagian kanan belakang kepala hingga tidak sadarkan diri. Namun pasien tidak dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan, pasien hanya disadarkan oleh tante pasien dengan cara dicubit pada ketiak kiri pasien.

III.

RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI

A. Riwayat masa prenatal dan perinatal Pasien lahir di rumah sakit di kota Sukabumi dengan persalinan secara normal dan tanpa disertai penyulit kelahiran. Pasien merupakan anak yang dikehendaki oleh orang tuanya. Selama kehamilan, ibu pasien cukup sehat, dan melahirkan cukup bulan. Tumbuh kembang pasien baik sesuai dengan usianya secara normal. Tidak ditemukan kelainan

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 8

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

B. Masa kanak-kanak awal (0-3 tahun) Setelah lahir di Sukabumi, pasien pindah keJakarta dan menetap. Selama masa balita pasien tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Tumbuh kembang pasien seperti motorik kasar,halus, berjalan, dan bicara berjalan normal sesuai usia pasien. Tidak ada riwayat penyakit yang berat. Tidak ditemukan kelainan.

C. Masa kanak-kanak pertengahan (4-11 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya. Pasien dapat bergaul dengan teman-teman seusianya. Namun pada saat berumur 5 tahun pasien mengalami trauma kepala setelah kepala bagian belakang kanan pasien terbentur ke lantai saat sedang bermain dengan kakak pasien. Pasien sempat tidak sadarkan diri dan mengatakan bahwa rohnya keluar dari tubuhnya. Kemudian pasien hanya disadarkan oleh tante pasien dengan cara dicubit pada ketiak pasien, dan tidak dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut akan bahayanya benturan kepala tersebut.

D. Masa kanak-kanak akhir (pubertas sampai remaja) Pasien berskolah di SLTP dan SMA di Jakarta. Pasien tidak menutup diri dan mudah bergaul dengan teman-temanya di sekolah. Pasien mengaku sempat tertarik pada salah satu teman wanitanya saat duduk di bangku SMA, seorang wanita blasteran Cina-Belanda yang sampai sekarang masih diingat oleh pasien. Karena sangat menyukai wanita tersebut, membuat pasien senang melakukan masturbasi yang berlebihan, Semenjak kebiasaan pasien sering masturbasi dan memikirkan wanita yang ditaksirnya, pasien menjadi lebih banyak melamun dan tidak memperhatikan pelajaran sekolah sampai akhirnya pasien berhenti sekolah saat duduk di bangku kelas 1 SMA.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 9

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

E. Riwayat masa dewasa

1. Riwayat pendidikan Pasien menamatkan pendidikan SD di sebuah SD di Jakarta. Lalu melanjutkan pendidikan SMP di daerah pasar baru. Dan akhirnya pasien berhenti sekolah saat duduk di kelas 1 SMA karena sulit berkonsentrasi, sering melamun dan tidak tidak lagi tertarik terhadap pelajaran sekolah .

2. Riwayat pekerjaan Setelah berhenti sekolah, pasien mulai mengisi waktu dengan bekerja di toko onderdil mobil milik paman pasien. Namun berselang waktu sebentar, pasien berhenti karena diminta ayah pasien untuk bekerja di perusahaan radio milik ayah pasien yang baru saja dibangun. Setelah perusahaan radio milik ayah pasien tutup, pasien akhirnya bekerja di toko onderdil mobil milik paman pasien yang lainya. Setelah bekerja dengan paman pasien, pasien melanjutkan bekerja di pabrik MSG milik ayah pasien. Pasien sempat pergi ke Taiwan untuk belajar membuat MSG. Seiring berjalanya waktu pabrik MSG milik ayah pasien tutup dan diubah oleh ayah pasien menjadi pabrik garam. Karena kurangnya keuntungan yang didapat akhirnya ayah pasien mengubah hasil produksi pabriknya menjadi pemanis buatan, sodium cyclamate. Akhirnya pasien bekerja di pabrik pemanis buatan milik ayah pasien hingga tahun 2003 sampai pasien masuk Rumah Sakit Grogol.

3. Riwayat perkawinan Pasien pernah menikah 1 kali dengan seorang wanita pada tahun 1975, Pasien dikarunia 3 orang anak, terdiri dari 2 anak lelaki, dan 1 anak perempuan. Namun pernikahan pasien hanya bertahan 10 tahun karena istri meminta cerai kepada pasien pada tahun 1985 akibat pasien

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 10

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

mencoba membunuh istrinya. Hingga saat ini pasien tidak memiliki keinginan untuk mencari pasangan hidup lagi.

4. Riwayat agama Pasien memeluk agama Budha sejak kecil . Pasien termasuk orang yang taat beribadah. Pasien sering mengunjungi vihara-vihara terkemuka untuk berdoa, menyumbang, dan meminta ramalan hidupnya. Pasien sangat mempercayai akan ramalan-ramalan yang diberikan vihara, pasien juga sangat percaya bahwa yang terjadi pada diri pasien telah diatur oleh Tuhan termasuk perceraian dan penyakit yang diderita pasien, semua hal itu diyakini pasien sebagai hukuman atas dirinya yang telah banyak berbuat jahat terhadap keluarga maupun orang sekitarnya. Pasien meyakini bahwa sekarang ini pasien sedang menjalani hukuman dari Tuhan yang akan berakhir pada taun 2019, hal tersebut diyakini pasien karena pasien setelah mendapat ramalan di vihara akan sakit yang akan diderita dirinya. Hingga saat ini pasien masih sering bermeditasi di lingkungan Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong.

5. Riwayat Psikoseksual pasien suka melakukan masturbasi dalam frekuensi yang berlebihan akibat melihat salah satu teman wanita yang duduk dibelakang pasien saat dibangku SLTP. Pasien mengaku pertama kali melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks komersial di salah satu hotel di Semarang saat berusia 22 tahun. Pasien melakukan hal tersebut saat menemani tamu perusahaan pasien yang berasal dari Taiwan. Setelah itu pasien merasa ketagihan untuk melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks komersial, dan pasien melakukannya berkali-kali.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 11

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

6. Riwayat Pelanggaran hukum Pasien pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum, yaitu percobaan membunuh istri pasien. Pasien melakukan hal tersebut karena kecurigaan pasien kepada istrinya yang dianggap pasien ingin membunuh pasien dan kaburdari rumah. Pasien mendapat panggilan dari pihak berwajib, namun perkara pasien berakhir dengan damai dan istri pasien meminta bercerai.

7. Riwayat aktivitas sosial Selama di Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong, pasien jarang bersosialisasi dengan pasien lainnya. Pasien cenderung duduk menyendiri dan tidak suka mengikuti kegiatan di rumah sakit. Pasien mengaku kurang suka berbicara dengan pasien lainnya, pasien lebih senang berbicara dengan para dokter, perawat, dan petugas rumah sakit. Terkadang pasien mengikuti kegiatan-kegiatan yang

diselenggarakan oleh rumah sakit.

8. Riwayat Keluarga Berdasarkan keterangan pasien dan perawat serta data-data yang didapatkan dari catatan medis Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong, tidak ada keluarga pasien yang mempunyai riwayat penyakit jiwa atau memiliki gejala-gejala seperti pasien.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 12

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

Genogram:

: Laki-laki

: Laki-laki, Pasien

: Wanita

: Riwayat percerainan

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 13

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

9. Situasi Kehidupan Sekarang Sebelum masuk Rumah Sakit Grogol, pasien tinggal di wilayah Jakarta Barat dengan pembantu laki-laki pasien, namun sekarang ini rumah pasien dihuni oleh anak pasien perempuan pasien. Biaya pengobatan dan biaya hidup pasien saat ini ditanggung oleh keluarga pasien.

10. Persepsi Tentang Diri dan Lingkungan Pasien awalnya tidak menyadari penyakit kejiwaan yang dialaminya, namun sejak pasien berobat ke Taiwan Pasien mulai menyadari penyakit yang dideritanya setelah diberitahu oleh dokter yang mengobati pasien. Pasien bahkan dapat menyebutkan nama penyakit beserta obat-obat yang diminumnya. Pasien dapat beradaptasi dengan lingkungan dan bersosialisasi baik dengan para dokter, perawat, dan petugas yang bekerja di rumah sakit, namun pasien tidak suka bersosialisasi dengan pasien lainnya.

11. Mimpi, Fantasi, dan Nilai-nilai Setelah keluar dari rumah sakit pasien ingin pulang ke rumah, melihat cucu pasien yang kelak telah berusia 7 tahun lalu menggendongnya, dan menikmati hidup dengan bersantai-santai. Bagi pasien arti hidup adalah anugrah dari Tuhan.

IV.

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL A. Deskripsi umum 1. Penampilan Pasien adalah seorang lelaki berusia 64 tahun, penampilan pasien sesuai usia pasien, berperawakan tinggi dan tidak gemuk, rambut tercukur rapi pendek, berwarna putih (hipopigmentasi), Pasien cukup rapi, berpakaian baik, rapi dan santai dengan menggunakan kaos berwarna putih , dan celana pendek berwarna coklat. Kebersihan diri pasien cukup baik, dan perawatan diri pasien juga cukup baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 14

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

2. perilaku dan aktivitas motorik selama wawancara antara pasien dengan pemeriksa terdapat kontak mata, perhatian tidak mudah teralihkan, pasien tampak ekspresif dalam menceritakan tentang dirinya, keluarganya, dan juga pengalaman hidupnya secara sistematis, perilakunya dalam batas normal, aktivitas motorik dalam batas normal, dan tidak terdapat aktivitas tanpa tujuan.

3. sikap terhadap pemeriksa sikap pasien terhadap pemeriksa kooperatif, bersahabat, tidak bersikap defensif, dan sopan.

B. Mood dan afek 1. Mood 2. Afek 3. Keserasian : elevasi : Luas : serasi (appropriate)

C. Bicara Pasien berbicara tanpa henti (logorrhea), volume suara cukup dengan artikulasi yang jelas, isi pembicaraan dapat dimengerti dengan baik.

D. Gangguan persepsi 1. Halusinasi auditorik : ada 2. Halusinasi visual 3. Ilusi 4. Depersonalisasi 5. Derealisasi 6. Halusinasi taktik : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 15

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

E. Pikiran 1. Proses pikir Produktivitas Kontinuitas pikiran Hendaya dalam bahasa : meningkat : cukup : tidak ada

2. Isi pikir Waham Gagasan bunuh diri / membunuh Fobia Obsesi Posesif Preokupasi Kemiskinan ide Idea of reference : ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada : tidak ada : tidak ada

3. Bentuk pikir Asosiasi longgar Ambivalensi Ekolalia Flight of ideas Inkoherensi Verbigerasi Perseverasi : ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada : tidak ada : tidak ada

F. Kesadaran dan kognisi

1. Taraf kesadaran dan kesiagaan Tingkat kesadaran compos mentis dan kesiagaan baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 16

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

2. Orientasi Waktu Baik, pasien dapat membedakan pagi, siang, dan malam serta mengetahui hari, tanggal, bulan, dan tahun dengan baik.

Tempat Baik, pasien dapat menyebutkan tempat di mana pasien dirawat, daerah tempat tinggal pasien.

Orang Baik, pasien dapat mengenali pasien, dokter, perawat, dan karyawan Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong.

3. Daya ingat Daya ingat jangka panjang Daya ingat jangka panjang baik, pasien dapat mengingat dengan baik setiap kejadian-kejadian yang dialami pasien dalam hidupnya beserta tahun-tahunnya, jumlah saudara pasien, hingga nama rekan bisnis ayah pasien.

Daya ingat jangka sedang Daya ingat jangka sedang baik, pasien dapat mengingat tanggal lahir cucunya yang baru saja lahir dua bulan lalu

Daya ingat jangka pendek Daya ingat jangka pendek pasien baik, pasien dapat mengingat menu makanan pagi, siang dan malam dalam satu hari.

Daya ingat segera Daya ingat segera baik, pasien dapat menyebutkan kembali nama 2 orang yang baru saja diucapkan oleh pemeriksa.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 17

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

4. Konsentrasi dan perhatian Konsentrasi dan perhatian pasien baik, dan pasien masih dapat mengeja nama pasien dan bermeditasi.

5. Kemampuan membaca dan menulis Kemampuan membaca dan menulis pasien baik, pasien dapat membaca tulisan yang tertera di Koran , pasien juga dapat membaca dan menulis tulisan mandarin, dan dapat menuliskan nama perusahaan milik ayah pasien, nama ayah, ibu, dan saudara-saudaranya.

6. Kemampuan visuopasial Kemampuan visuospasial baik, pasien dapat menggambarkan jam, menempatkan angka-angka di jam, serta menempatkan jarum panjang dan jarum pendek dengan baik dan benar.

7. Pikiran abstrak Pikiran abstrak baik, dapat mengartikan peribahasa sodium cyclamat diberikan kepada semut semut pun tidak mau lalatpun tidak mau dengan memberi arti yang benar setelah menyebutkannya.

8. Intelgensi dan kemampuan informasi Intelegensi dan kemampuan informasi baik, pasien dapat menyebutkan dengan baik nama-nama kota di Indonesia. Pasien juga mengetahui mengenai berita-berita terkini yang diketahui pasien dari televisi di rumah sakit.

G. Kemampuan mengendalikan impuls Terkadang pasien tidak dapat mengendalikan emosinya, pasien pernah mengamuk kepada pasien lainnya yang dianggap telah mengganggu pasien saat menonton, pasien sempat mencoba melempar pasien tersebut dengan botol namun tidak dilakukan. selama wawancara emosi pasien stabil dan berprilaku sopan dan bersahabat.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 18

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

H. Daya nilai dan tilikan 1. Daya nilai sosial Daya nilai realita Discriminative insight Discriminative jugdement Kesadaran : baik : baik : compos mentis

Daya nilai sosial

: baik

2. Tilikan Insight derajat 6, pasien menyadari bahwa dirinya sedang menderita penyakit kejiwaan yang membuat dirinya harus dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong.

I. Reabilitas Secara umum pasien dapat dipercaya.

V.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT a. Status Internis Keadaan umum Kesadaran Keadaan gizi Tekanan darah Nadi Berat badan Tinggi badan : baik : compos mentis : baik : 145 / 90 mmHg : 86 kali / menit : 80 kg : 178 cm (IMT : 25 obesitas derajat 1)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 19

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

b. Pemeriksaan Fisik Kepala Bentuk normal, tidak ada benjolan, rambut berwarna putih terdistribusi merata dan tidak mudah dicabut

Mata Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, pupil bulat isokor, diameter pupil 3 mm / 3 mm, refleks cahaya + / +, mata pasien mengalami rabun dekat dan jauh.

Hidung Bentuk normal, tidak ada sekret pada kedua lubang hidung

Telinga Bentuk normal, tidak ada sekret pada kedua liang telinga

Mulut Bibir tidak kering, uvula terletak di tengah, tidak ada luka

Jantung Inspeksi Palpasi kuat angkat Perkusi : batas jantung dalam batas normal : pulsasi iktus kordis tidak terlihat : iktus kordis teraba di linea midklavikula sinistra ICS V, tidak

Auskultasi : bunyi jantung I dan bunyi jantung II reguler, tidak ada murmur, tidak ada gallop

Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis : stem fremitus paru kanan dan kiri sama kuat : sonor pada seluruh lapang paru

Auskultasi : vesikuler pada seluruh lapang paru, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 20

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

Abdomen Inspeksi : perut membuncit, tidak tampak luka, tidak

ada strie tidak ada dilatasi vena Auskultasi Perkusi : bising usus (+) dalam batas normal : timpani pada kuadran kanan bawah , kanan

atas , kiri atas dan kanan bawah didapatkan redup. Palpasi teraba membesar : supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak

Ekstremitas Terdapat memar pada extremitas atas kanan dan kiri bagian belakang dan extremitas bawah dalam batas normal.

c. Status Neurologi Tanda rangsang meningeal Peningkatan TIK Nervus cranialis Pupil : (-) : (-) : dalam batas normal : bulat, isokor, diameter 3 mm / 3 mm, refleks cahaya langsung dan tidak langsung (+ / +) Sensorik Motorik Fungsi serebelum dan koordinasi Refleks patologis Refleks fisiologis : baik : baik : baik :-/:+/+

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 21

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

VI.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Telah diperiksa seorang pasien laki-laki, berumur 64 tahun, agama Budha, suku bangsa tionghoa, warga Negara Indonesia, sudah menikah namun bercerai, pendidikan terakhir SLTP. Pasien dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong setelah dipindahkan dari Rumah Sakit Jiwa Grogol atas permintaan keluarga pasien, agar pasien mendapat tempat yang lebih layak. Namun menurut pasien, pasien dipindahkan karena jasa burung yang pernah dilepaskannya pasien dulu, karena pasien mendengar kicauan burung sepanjang malam, yang membuat pasien tidak dapat tidur, kemudian pasien melaporkannya kepada petugas Rumah Sakit Jiwa Grogol, dan pasien dipindahkan. Pasien mengaku dirawat di Rumah Sakit Jiwa Grogol karena memukul kepala ayah pasien dengan botol minuman keras setelah mencurigai ayah pasien melakukan kecurangan dalam usaha terhadap pasien.

Awal gejala timbul saat pasien berada di Blitar untuk mengobati kesulitan tidur pasien pada seorang dukun pada tahun 1979. Pasien mengaku mendengar bisikan-bisikan yang yang mengomentarinya, berhalusinasi melihat anak laki-lakinya dan mulai merasa gila.. Sepulang dari Blitar pasien sempat berobat ke psikiater. Kemudian pasien sempat mencurigai istrinya ingin membunuhnya lalu kabur dari rumah dengan pura-pura ngorok, dan akhirnya mencoba membunuh istrinya, yang menyebabkan pasien bercerai dengan istrinya pada tahun 1985. Pasien sempat berobat ke RS Yung Ming di Taiwan, sepulangnya dari Taiwan pasien melanjutkan berobat di RSJ Dharma sakti. Setelah itu pasien sempat berobat juga ke RS Mount Elizabeth di singapura. Gejala pasien kambuh kembali pada tahun 2003, pasien memukul ayahnya dengan botol minuman keras karena mencurigai ayah pasien berbuat curang terhadap pasien. Akhirnya pasien di rawat di Rumah Sakit Jiwa Grogol, dan dipindahkan ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Serpong.

Dari pemeriksaan status mental didapatkan seorang laki-laki berperawakan tinggi berisi, berpakaian cukup rapi, rambut berwarna putih. Perawatan diri baik. Perilaku
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 22

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

dan aktivitas motorik dalam batas normal. Pasien bersikap kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa, mood Euthyme, afek luas, dan terdapat keserasian antara mood dan afek. Bicara spontan, menjawab pertanyaan dengan volume suara yang cukup dan artikulasi yang cukup jelas. selama wawancara pasien dapat duduk dengan tenang, kontak mata antara pasien dan pemeriksa terbentuk. Sikap pasien kooperatif, tidak agresif, dan tidak menunjukan tanda-tanda yang membahayakan. Dahulu ditemukan gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik,pada isi pikir terdapat waham curiga, waham kebesaran pada pasien. Pada pemeriksaan sensorik dan kognitif didapatkan kesadaran dan kesiagaan baik, orientasi baik, daya ingat baik, konsentrasi dan perhatian baik, kemampuan baca dan tulis baik, kemampuan visuospasial baik, pikiran abstrak baik, intelegensi dan kemampuan informasi baik. Daya nilai baik, pasien berada pada insight 6. Secara umum pasien dapat dipercaya. Dari hasil pemeriksaan internis dan penunjang yang ada tidak ditemukan kelainan yang mengarah ke gangguan mental organik, termasuk gangguan mental simptomatik, ataupun gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 23

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

VII. -

FORMULA DIAGNOSIS Aksis I Pada autoanamesa didapatkan pasien memiliki riwayat halusinasi visual, halusinasi auditorik, Pasien juga memiliki waham passivity dan curiga. Menurut hasil alloanamesa dengan perawat, dahulu pasien sering mengamuk, dan bertelanjang keliling rumah sakit. Namun sekarang halusinasi visual, waham curiga pasien sudah tidak ada namun halusinasi auditorik dan waham passivity masi ada dan sudah lebih dari 1bulan, afek pasien mengalami elevasi maka pasien didiagnosis sebagai gangguan Skizoafektif.

Aksis II Tidak ditemukan data secara klinis cukup bermakna untuk menentukan suatu gangguan kepribadian karena itu tidak ada diagnosis untuk aksis II

Aksis III Pasien memiliki tekanan darah yaitu 145/90 saat diperiksa tekanan darahnya pada tgl 11 agustus 2012 dan tergolong hipertensi derajat 1.

Aksis IV Perceraian dengan istri pasien, membuat pasien sangat sedih, dan berulang kali mencoba bunuh diri.

Aksis V Penilaian kemampuan penyesuaian menggunakan skala GAF (global assesment of functioning scale) didapatkan GAF saat pemeriksaan adalah 70-61 yaitu beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 24

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL Aksis I : F25.0 Skizoafektif Aksis II : tidak ada diagnosis Aksis III : I00 - I99 Penyakit Sistem Sirkulasi (prehipertensi) dan E00 - G90 Penyakit endokrin, nutrisi, dan metabolik (obesitas derajat 1) Aksis IV : bercerai dengan istri Aksis V : GAF scale 70-61

IX. DAFTAR MASALAH Organobiologik Psikologik : hipertensi derajat 1 dan obesitas derajat 1 : halusinasi auditorik dan waham passivity

Lingkungan dan sosioekonomi : tidak ada masalah lingkungan dan sosioekonomi

X.

PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad malam

XI. RENCANA TERAPI Psikofarmaka Haloperidol 3 x 1,5 mg Thrihexyphenidyl 3 x 2 mg Alprazolam pagi 0,25 ; siang 0,25 ; malam 0,5 Risperidone 2 x 2 mg Vitamin b kompleks 1x1

Psikoterapi 1. Terapi Suportif pengawasan minum obat agar kondisi pasien dapat lebih baik lagi

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 25

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

memotivasi

pasien

untuk

mengkonsumsi

obat

secara

teratur

demi

kesembuhannya memotivasi dan memberi dukungan kepada pasien untuk dapat melakukan aktivitas seoptimal mungkin

2. Terapi Psikososial konseling keluarga : memberikan edukasi dan informasi yang benar tentang penyakit pasien sehingga diharapkan keluarga dapat menerima pasien dan mendukung ke arah penyembuhan serta menciptakan lingkungan yang harmonis, keluarga juga diharapkan mampu mengawasi kepatuhan pasien untuk kontrol dan minum obat. recreation therapy : mengikutsertakan pasien dalam kegiatan rekreasi dan kesenian yang diadakan. konseling pasien : memberikan edukasi dan informasi mengenai penyakitnya serta rencana terapi yang akan dilakukan, serta menasehati pasien agar bisa lebih tenang dalam menghadapi masalah apa pun.

3. Anjuran pemeriksaan Anjuran tekanan darah rutin pasien Konsultasi penyakit dalam (hipertensi derajat 1) Konsultasi saraf (CT scan) Pemeriksaan laboratorium (anjuran pemeriksaan 6 bulan sekali): Fungsi hati: SGOT, SGPT. Pemeriksaan gula darah: GDS, GD2PP, GDP. Pemeriksaan fungsi ginjal Pemeriksaan fungsi lemak: triglyserida, kolestrol total, HDL Kolestrol, LDL kolestrol Pemeriksaan CT scan kepala

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 26

Presentasi kasus

Abraham - 406117074

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Bumi Serpong Damai Periode 30 juli 1 September 2012

Page 27

Anda mungkin juga menyukai