Anda di halaman 1dari 6

Scenario A.

Term Clarification Problem Identifikasi 1)Interview dengan 112 66:a)2 sakit di kuwait sebelum b)64 Sejak sore 31 oktober

2) 31 Okt 1979ke Arafah 8amminum the with / wo susu 2pmmakan siang (nasi, daging,saus tomat --disiapkan di Mina pada 30 okt diantar ke Arafah dengan truk pada 31 okt.

3)66 GE kasus Sering (diare, nyeri perut) -- Tidak sering (nausea, vomitus, darah dalam tinja) -- Tidak ada demam -- Semua pulih (12jam-24 jam)

4a)64 sakit setelah makan siang b) 15 anggota misi tidak sakit, tidak makan siang

5)Makan siang disiapkan 10pm, sebelum ke Mina (29 Okt) 6)Pot dilapisi dengan tutup logam:-ditempatkan terbuka diantara beberapa batu dekat dapur sepanjang malam. -temp 35 darjat celcius.

Problem Analysis 1) 2) 3) 4) 5) Apa Incidence rate pada kasus ini?(57.1%) Apakah definisi wabah? Apa yang harus dilakukan Perbandingan wabah dengan jumlah hingga sebelumnya.catatan/sumber. Gejala klinis, konfirmai lab, distribusi frekuensi, definisi klinis, kunjungan ke 1,2, penderita, definisi klinis buat sign dan symptom. 6) Membuat definisi kasus, menghitung kasus, menentukan dari kriteria- sakit/ tidak sakit, dibatas waktu, tempat, orang, klinis, pengumpulan data (attack rate) 7) Epidemiologi deskriptif- waktu,tempat dan orang pengumpulan data (mean dan inkubasi)graf 8) Buat hipotesis- cara mendapatkan hipotesis-kerangka operasional-masukkan petugaskuestionair-attack rate.

9) Menilai hipotesis- penerangan dari epidemiologi deskriptif- bandingan hipotesis dengan fakta-epidemiologi analitik- (hubungan sakit dengan makanan) tabulasi 2x2(chi square) 10) Memperbaiki hipotesis-kalo hipotesis tidak terbukti- mempertimbangkan-hipotesis lebih spesifik. 11) Pengendalian- Jika sumber wabah, deketahui, lakukan pengendalian awal. 12) Penyampaian-briefing tulisan laporan. Hipotesis:Ada hubungan KLB dengan keracunan makanan pada 1) 2) 3) 4) L.I 1)cluster outbrake 2)Epidemic. Synthesis 1) Tingkat kejadian dan proporsi kejadian dua pandangan yang berbeda dari frekuensi yang peristiwa(misalnya, kasus) terjadi. Insiden melibatkan (a) kejadian, (b) populasi risiko sumber di acara tersebut,dan (c) berlalunya waktu di mana peristiwa terjadi. Tingkat kejadianmengambil perspektif apa yang terjadi dari waktu ke waktu (atau tahun ke tahun). IR=(64/112)x 100% =57.1% 2)Kriteria sakit mengikut WHO: Sehat: a state of complete physical, mental, and social well being and not merely the absence of illness or indemnity. (sesuatu keadaan yang sejahtera menyeluruh baik fisik, mental, dan social dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan). Nasi Daging Saus Tomat Food Storage

Definisi Wabah: Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman 1981 Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas secara cepat, baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkit

Undang-undang RI No 4 th. 1984 tentang wabah penyakit menular Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka

Benenson, 1985 Wabah adalah terdapatnya penderita suatu penyakit tertentu pada penduduk suatu daerah, yang nyata-nyata melebihi jumlah yang biasa

Last 1981 Wabah adalah timbulnya kejadian dalam suatu masyarakat, dapat berupa penderita penyakit, perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, atau kejadian lain yang berhubungan dengan kesehatan, yang jumlahnya lebih banyak dari keadaan biasa

Selain kata wabah letusan (outbreak) kejadian luar biasa (KLB = unusual event) Kriteria KLB: 1.Timbulnya suatu peny.menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal. 2.Peningkatan kasus/kematian terus menerus selama kurun waktu berturut=turut (jam/hari/minggu ) * mgg 8 =5 kasus * mgg 9 = 10 kasus * mgg 10= 15 kasus 3. Peningkatan kejadian peny/kematian 2 x atau lebih dibanding dgn periode sebelumnya (jam,minggu,bulan ,tahun) *mgg2-7 tiap minggu dilaporkan diare 10-13 kasus *mgg 8 = 26 kasus 4. Angka rata-rata perbulan meningkat 2 x dibanding dengan angka rata-rata tahun sebelumnya.

5. Angka kematian /CFR menunjukkan kenaikan >50% dibanding dengan CFR periode sebelumnya.

Cara Mengungkapkan wabah:- Salah satu kegunaan dari surveilans adalah mendeteksi wabah.Wabah dapat dideteksi dari analisis dan surveilans rutin yang dilakukan secare tepat waktu yang menunjukkan adanya kenaikan jumlah kasus atau terjadi kasus yg mengelompokkan (cluster) di luar kebiasaan.Dinas kesehatan, dapat mendeteksikan peningkatan atau pola tidak biasa penyakit dari tabulasi/ laporan kasus menurut waktu dan tempat atau dari penilaian dari paparan laporan kasus. Langkah penyelidikan suatu wabah 1) Persiapan investigasi Food bourne illness a) fb illness 1)foodbourne intoxication 2)foodbourne infection. b)fb disease: illness acquired by consumption of contaminated food frequently called food poisoning. Keracunan makanan- infeksi mikroba:diare, disentri. Pembusukan:-perubahan komposisi, sebagian atau keseluruhan, akibat permatangan alami atau pencemaran.terjadi karena a) factor fisik-kekurangan air, benturan,tekanan, ggn serangga b) enzim- amylase,lipase, protease c) Mikroba- bakteri/cendawan yg tumbuh dlm makanan.

Perjalanan Makanan:-perjalanan dari pembibitan pertumbuhan, produksi, panen, pengolahan dan penyajian.-Pemotongan hewan:saniter, hewan sehat, penyimpanan suhu dingin. Pemilihan makanan:- makanan dibagi 3 jenis a) bhn terolah b) bhn mentah c) bahan siap santap Pemilihan daging:sapi/kambing-bahaya terkontaminasi:staphylococcus aureus.Daging segar harus: mengkilat, tidak busuk, elastis, tidak lengket..

Penyimpanan Makanan: Suhu: a) b) c) d) freezing 0sd-18 celcius (safe) Cooling (1-4)celcius (safe) Suhu ruangan 5-63 celcius (bahaya) Suhu atas 65 celcius keatas (safe)

Bakteri thdp panas: a) rentan panas:mati pada suhu 60c- 10 menit. b) Tahan panas- mati dengan 100c 10 menit. Prinsip penyimpanan: cegah kontaminasi silang yang berbau tajam dibungkus, tidak terlalu penuh/padat, First in First out (FIFO) Untuk sayur:check-clean-separate-cook-chill-throwaway. Pengolahan Makanan. Tempat:Ventilasi, lantai dan dinding bersih, meja peracikan penangkap asap, bebas lalt dan tikus (rat and fly proof) Rancangan menu sebaiknya oleh canteen committee Peralatan Masak: Bahan tidak menimbulakan keracunan (Cd, Pb, As, Cu)jangan campur aduk. Alat(utensils)bersih dan kotor jangan tercanpur. Rak penyimpanan: makanan tidak menempel ke dinding (15cm) Peralatan pencucian:panas dan dingin PM pakai APD: clemek, sarung tangan, masker, penutup kepala. Sortasi makanan mentah sebelum di proses. Prioritas memasak:dahulukan yg tahan lama kemudian yg rawan( kaldu, kuah, dll) Makanan yang matang harus dicegah dari kontaminasi. Penyimpanan Makanan Masak Pertumbuhan bakteri terhambat pada suhu dibawah 5C atau diatas 60celcius. Wadah terpisah dan berventilasi Makanan kering(gorengan)25-30C: makanan basah diatas 60C, makanan basah yg masih lama disajikan dibawah 10 C. Waktu tunggu kurang dari 4 jam Makanan yang disajikan panas suhunya harus tetap diatas 60C

Makanan yg disajikan dingin suhunya tetap dibawah 10C. Pegangkutan Makanan -Tidak tercampur bahan berbahaya dan hewan. -Kenderaan bersih Jangan gunakan kenderaan pengankutan bhn kimiawi dan pestisida. Jaga jangan tertumpuk atau terinjak Bila dapa gunakan alat angkut yg berpendidikan. Peyajian Makanan Uji organoleptic:Melihat,meraba,mencium, mendengar, menicicip. Uji biologis: memakan secara sempurna dan tunggu 2 jam tanpa tanda tanda klinis sakit. Uji Laboratorium: mengetahui tingkat pencemaran Cara penyajian:table service, ala carte, lunch box, buffet, wrap food, self service , lesehan. Safety sample:2x24jam.Simpan di freezer.Kantong plastic steril