Anda di halaman 1dari 42

SOSIALISASI IMPLEMENTASI BENTUK PERTANGGUNG JAWABAN PENGELUARAN KAS BERDASARKAN PERBUP

NO. 34 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN PERBUP

NO. 160 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

TAHUN 2013

DINAS PENDAPATAN,PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

KABUPATEN PESISIR SELATAN

DASAR HUKUM

  • - Perpres RI Nomor 70 tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden RI nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

  • - Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedaman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Pepres 70/2012 pasal 55.

Perpres RI No. Nomor 70 tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden RI nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengatur :

  • - batas nilai pembelian, dimana sampai 10 juta rupiah cukup dibuktikan dengan bukti pembelian,

  • - dan sampai 50 juta rupiah cukup dibuktikan dengan kwitansi.

Dalam pasal 55 menjelaskan :

Pada ayat (1) menyatakan Tanda bukti pengadaaan/perjanjian terdiri atas:

  • a) Bukti pembelian;

  • b) Kuitansi;

  • c) Surat Perintah Kerja (SPK); dan

  • d) Surat perjanjian.

Pada ayat (2) bukti pembelian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Dan pada Ayat (3) Kuitansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Permendagri 13 / 2006

Khusus Untuk Pemerintah Daerah Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 247 dan 273 ayat (1) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluaran kas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248 dan 272 mencakup:

  • a. surat perintah pencairan dana (SP2D); atau

  • b. nota debet bank.

(2) Bukti transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilengkapi dengan:

  • a. surat penyediaan dana (SPD); 63

  • b. surat perintah membayar (SPM);

  • c. laporan pengeluaran kas dari bendahara pengeluaran; dan

  • d. kuitansi pembayaran dan bukti tanda terima barang/jasa.

Artinya Untuk di Pemerintah Daerah Tanda bukti perjanjian untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) adalah Bukti Pembelian/Faktur di lengkapi dengan Kuitansi

Pembayaran.

Sehubungan pengaturan bukti sebagaimana Pasal 55, Peperes 70/2012 diatas yang berkaitan dengan tanda bukti perjanjian pengadaan, maka Perlu diperjelas pengertian antara bukti pembelian dan kwitansi.

Adapun pengertian perbedaan bukti pembelian dan kuitansi adalah :

Bukti Pembelian/Invoice/Faktur penjualan adalah dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer. Dalam bentuk sederhana dikenal

dengan nama BON. Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan

langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kuitansi.

Kuitansi adalah selembar surat bukti yang menyatakan bahwa telah terjadi penyerahan sejumlah uang dari yang disebut sebagai pemberi atau yang menyerahkan uang kepada yang disebut sebagai penerima dan yang harus menandatangani telah menerima penyerahan uang itu sebesar yang disebutkan dalam surat itu, lengkap dengan tanggal penyerahan,tempat serta alasan penyerahan uang itu. Untuk memperkuat tanda bukti tersebut ditempel kan meterai sebesar yang ditentukan oleh undang-undang perpajakan.

Transaksi/Kejadian Kuangan

Transaksi keuangan adalah

peristiwa atau kegiatan ekonomi dengan

data/bukti/dokumen pendukung yang mempengaruhi aktiva dan equitas suatu organisasi, direfleksikan dalam akun-akunnya.

Data/Bukti/Dokumen Pendukung Transaksi keuangan adalah alat atau media (berupa Faktur/Nota/Invoice/Memoi Kredit) yang sah yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi yang mempengaruhi keuangan.

Setiap transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan harus disertai dengan bukti atau dokumen, yang merupakan bentuk pertanggungjawaban bahwa transaksi telahdilaksanakan.

Pengelompokan bukti transaksi atau dokumen sumber dapat ditinjau dari pihak yang membuat. Hal ini dapat dibedakan menjadi :

  • a. Bukti Intern, yaitu bukti yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri.Contohnya bukti penerimaan barang, daftar upah dan gaji, buktipengeluaran kas, bukti pengeluaran bahan, memo, nota debet dan nota kredit.b.

  • b. Bukti Ekstern, yaitu bukti yang dibuat oleh pihak di luar perusahaan. Contohnya invoice, faktur, nota kontan, kuitansi, nota kredit dan nota debet

Transakasi Keuangan menurut kejadiaannya dapat

dikelompokan :

  • 1. Transaksi Kas

  • 2. Transaksi Non Kas

Dasar Pembukuan Pada Bendahara dan Akuntansi :

Transaksi Kas mengunakan Format Dokumen Bukti Pengelauran KasTransaksi Non Kas mengunakan Format Dokumen Bukti Memorial”

Transaksi Kas adalah kejadian peristiwa atau kegiatan ekonomi dengan data/bukti/dokumen pendukung yang berhubungan dengan kas sehingga mempengaruhi aktiva dan equitas suatu organisasi, direfleksikan dalam akun-akunnya.

Transaksi

Non

Kas

adalah

kejadian

peristiwa

atau

kegiatan

ekonomi dengan

data/bukti/dokumen pendukung yang tidak berhubungan dengan kas sehingga mempengaruhi aktiva dan equitas suatu organisasi, direfleksikan dalam akun-akunnya.

Transakasi yang berhubungan dengan kas/transasi kas dicatat pada proses penatausaaan

bendahara pengeluaran

Untuk transaksi Non Kas proses pencatatannya pada prosedur penataausahaan pertanggungjawaban atau proses akuntansi.

1. Transaksi Kas

Tansaksi Kas :

Prosedur Transaksi kas dilakukan pada Proses Penatausahaan Bendahara

Pengeluaran.

Buku yang digunakan :

  • Buku Kas Umum

  • Buku Pembantu Rincian Per-objek belanja

  • Buku Bank

  • Buku Pajak

  • Buku Panjar

Format yang digunakan :

Transaksi Kas mengunakan Format “Bukti Pengeluaran Kas(Bukti Kas Keluar)

Lampiran kelengkapan dokumen :

Lampiran kelengkpa an dokumen Bukti Pengeluaran Kas secara umum dapat berupa data/bukti/dokumen (Nota/Faktur/Invoice/sejenisnya).

Bukti Pengeluaran Kas

Bukti Pengeluaran Kas atau bukti kas keluar adalah tanda bukti bahwa bendahara/perusahaan telah mengeluarkan

uang tunai, seperti pembelian dengan tunai atau pembayaran gaji, pembayaran utang atau pengeluaran-pengeluaran yang lainnya.

Bukti

Pengeluaran

Kas

adalah

suatu

bentuk

pengesahan

pengeluaran

kas

yang

dilakukan

oleh

bendahara

oleh

penanggungjawab keuangan.

 

Bukti

Pengeluaran

Kas

dapat

sebagai

dasar perhitungan

pengakuan aset.

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

Kuitansi; Invoice; Nota Pembelian / Faktur untuk pembelian barang; Surat Perjanjian Kerja/Kontrak Pengadaan Barang / Jasa; Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Laporan mingguan bobot fisik kegiatan Berita Acara Pembayaran Spesifikasi barang/Jasa; Rencana Anggaran Belanja; Surat perintah kerja; SSP Pajak (PPh pasal 22/23/4 ayat (2) dan PPN) Faktur Pajak Standar Daftar Perhitungan Pembayaran Honor/SPPD/BBM dan pembayaan lainnya (bukti intern).

Pengertian Kwitansi:

Kwitansi yaitu selembar surat bukti yang mengatakan bahwa sudah terjadi penyerahan sebanyak uang dari yang disebut sebagai pemberi atau yang menyerahkan uang terhadap yang disebut sebagai penerima serta yang perlu diberi tanda tangan setelah terima penyerahan uang

itu sebesar yang di sebutkan didalam surat itu, lengkap dengan tanggal

penyerahan, area dan alasan penyerahan uang itu. Buat memperkuat isyarat bukti tersebut ditempel kan meterai sebesar yang ditentukan oleh undang-undang per pajakan. Untuk memperkuat dan merinci

maksud penyerahan biasanya disertakan surat perjanjian transaksi,

atau Nota Jual Beli (Faktur/Invoice/Nota Pembelian Barang)

Harus dibedakan antara nota jual beli dengan kuitansi. Nota jual beli

(tak memiliki kekuatan hukum, kuitansi memiliki kekuatan hukum

apalagi jika disertai surat perjanjian yang dilakukan didepan notaris.

Pengertian Invoice/Faktur Penjualan

Invoice merupakan surat tagihan yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli barang atau jasa. Invoice merupakan istilah keren untuk

menyebutkan surat tagihan atau faktur. Invoice dapat pula merupakan

bukti Surat Hutang Piutang.

Invoice/Faktur penjualan yang selanjutnya kita sebut invoice adalah dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer.

Dalam bentuk sederhana dikenal dengan nama BON.

Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kwitansi.

Perusahaan Jasa juga memerlukan invoice namun kalau cliennya tidak memerlukan detail jasa yang dibayarnya maka cukup pakai kwitansi saja.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Invoice/Faktur.

Invoice faktur dibuat sesuai dengan dengan barang yang telah diserahkan/diterima dengan baik oleh customer. Adakalanya barang yang telah dikirim, ditolak/ditolak sebagian/diterima bersyarat oleh customer. Karena itu Invoice faktur dibuat setelah Delivery Order ditandatangani oleh penerima.

Satu Order pembelian dapat direalisasikan dalam satu transaksi (satu kali Do/Sj) dan dapat juga direalisasikan secara bertahap (beberapa kali Do/Sj). Banyak kebijakan perusahaan yang

menetapkan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah order pembelian telah terealisasikan

secara keseluruhan sehingga apabila terdapat beberapa kali Do/Sj, maka invoice/Faktur hanya dibuat apabila order penjualan telah dipenuhi secara keseluruhan. Untuk itu diperlukan informasi ringgkas mengenai dokumen-dokumen yang terkait dengan tagihan tersebut. Keperluan tersebut dibutuhkan baik bagi penerima tagiahan maupun pembuat invoice.

Dalam kontrak Order dalam jangka waktu tertentu kebijakan poin 2 tidak berlaku sehingga Invoice dibuat setiap Delivery Order telah ditandatangani oleh penerima.

Pembuatan Invoice secara automatis akan mengupdate buku piutang dagang. Dengan ini dapat

diartikan pembuat invoice adalah bagian yang juga mencatat piutang.

Dalam prosedur internal kontrol system akuntansi metode manual disarankan untuk membuat invoice di atas formulir dengan nomor urut tercetak namun dengan sistem akuntansi komputer semakin banyak perusahaan menggunakan nomor komupterisasi. Keunggulan penggunaan nomor tercetak menjamin tidak terjadinya nomor ganda dalam pembuatan Invoice namun apabila terjadi kegagalan, nomor transaksi dicatat pada nomor berikutnya sesuai dengan nomor urut dokumen

tercetak. Bila menggunakan nomor urut yang di create komputer perlu pengawasan lebih ketat

karena memungkinan terjadinya invoice ganda yang dapat menimbulkan kerugian perusahaan

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas, Dikelompokan :

Dapat dikelompokan :

  • 1. Lampiran kelengkapan dokumen belanja/pengadaan barang dan jasa < 1 Juta

  • 2. Lampiran kelengkapan dokumen belanja/pengadaan barang dan jasa 1 juta s/d < 50 Juta

    • Untuk pengadaan bukan (non) pengadaan

peralatan/perlengkapan/pengadaan pembangunan fisik

  • Untuk pengadaan peralatan/perlengkapan kantor

  • Untuk pengadaan pengadaan pembangunan fisik

  • 3. Lampiran kelengkapan dokumen belanja pengadaan

barang/Jasa

> 50 Juta

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

Jumlah belanja/pengadaan barang dan jasa < 1 Juta

Lampiran Kelengkapan :

Dapat pakai Kuitansi A.n. Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran dengan Meterai sesuai ketentuan yang berlaku.

Dan atau dapat dengan Nota / Faktur Pembelian

barang.

.

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

Jumlah belanja/pengadaan barang dan jasa 1 juta s/d < 50 Juta

Lampiran Kelengkapan :

Untuk Pengadaan Bukan (Non)

Pengadaan

Peralatan

/

Perlengkapan / Pengadaan Pembangunan Fisik :

Dapat pakai Kuitansi A.n. Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran dengan Meterai sesuai ketentuan yang berlaku. Nota Pembelian / Faktur untuk pembelian barang.

Apabila transaksinya merupakan transaksi yang terkena

Potongan Pajak, maka wajib melampirkan bukti pembayaran /

SSP PPh pasal 22/23/4 ayat (1) dan PPN Apabila transaksinya terkena Potongan PPN, wajib melampirkan Faktur Pajak Standar.

Lampiran Kelengkapan Dokumen Bukti Pengeluaran Kas

Jumlah belanja/pengadaan barang dan jasa 1 juta s/d < 50 Juta Lampiran Kelengkapan :

Untuk Pengadaan Peralatan/Perlengkapan kantor :

Kuitansi A.n. Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran

dengan Meterai sesuai ketentuan yang berlaku. Nota Pembelian / Faktur untuk pembelian barang

Spesifikasi barang untuk pembelian barang yang disetujui oleh KPA .

Surat serah terima barang dari penyedia kepada KPA/PPTK

Surat Pemeriksaan Barang

Apabila transaksinya merupakan transaksi yang terkena Potongan Pajak, maka wajib melampirkan bukti pembayaran / SSP PPh pasal 22/23/4 ayat (1) dan PPN

Apabila transaksinya terkena Potongan PPN, wajib melampirkan Faktur Pajak Standar

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

Jumlah belanja/pengadaan barang dan jasa 1 juta s/d < 50 Juta Lampiran Kelengkapan :

Untuk Pengadaan Pengadaan Pembangunan Fisik :

Kuitansi A.n. Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran dengan Meterai sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan Realisasi Bobot Fisik untuk Pengadaan Pembangunan.

Rencana Anggaran Belanja yang telah disetujui KPA untuk pembangunan

fisik. Surat perintah kerja untuk kegiatan pembangunan fisik

Surat serah terima barang dari penyedia kepada KPA/PPTK

Surat Pemeriksaan Barang

Apabila transaksinya merupakan transaksi yang terkena Potongan Pajak,

maka wajib melampirkan bukti pembayaran / SSP PPh pasal 22/23/4 ayat (1) dan PPN

Apabila transaksinya terkena Potongan PPN, wajib melampirkan Faktur Pajak Standar

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

Jumlah belanja pengadaan barang/Jasa Lampiran Kelengkapan :

> 50 Juta

Seluruh Dokumen Pengadaan Barang / Jasa s.d Penunjukan Rekanan

Surat Perintah Kerja / Kontrak Pengadaan Barang / Jasa

Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan

Berita Acara Serah Terima Pekerjaan

Laporan mingguan bobot fisik kegiatan

Berita Acara Pembayaran

Kuitansi A.n. “Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan Meterai sesuai ketentuan yang berlaku

Invoice/Faktur.

SSP PPh Pasal 22/23/4 ayat(1) dan PPN yang BELUM disetor Faktur Pajak Standar.

Lampiran KelengkapanDokumen

Bukti Pengeluaran Kas

HONORARIUM

Lampiran Kelengkapan :

Daftar Nominatif Honor yang telah ditandatangani Penerima,

Daftar Nominatif Honor dalam keadaan kosong/tidak ditandatangani

Surat Keputusan Penunjukan Tim, SSP PPh Pasal 21

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

MAKAN DAN MINUM :

Makan dan Minum Harian/Lembur

Kelengkapan Dokumen :

  • - Bukti Kuitansi atau Nota Makan

Makan dan Minum Rapat Kelengkapan Dokumen :

Bukti Kuitansi atau Nota Makan Notulen rapat Daftar hadir peserta rapat

Makan dan Minum Tamu

Kelengkapan Dokumen :

  • - Bukti Kuitansi atau Noto Makan

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

BELANJA PHOTO COPY

Kelengkapan dokumen :

Bukti kuitansi dan atau Bon/Nota/Faktur toko

Lampiran KelengkapanDokumen

Bukti Pengeluaran Kas

BELANJA BBM

BBM atas beban operational Lampiran Kelengkapan dokumen :

Bukti Faktur/Nota pembelian SPBU SPT

BBM atas beban tetap Lampiran Kelengkapan dokumen :

Daftar Perhitungan Pemberian BBM harian dalam kota.

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

UANG SAKU PESERTA

Lampiran Kelengkapan :

Daftar Nominatif Uang Saku yang telah ditandatangani oleh Penerima,

Daftar Nominatif Uang Saku dalam keadaan kosong/tidak ditandatangani oleh penerima

SK Penetapan Besaran Uang Saku SSP PPh Pasal 21

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Pengeluaran Kas

PERJALAN DINAS

Lampiran Kelengkapan :

Surat Tugas SPPD Rampung (yang sudah ditandatangani) Tiket lengkap dengan Boarding Pass dan Airport Tax Rincian SPPD Laporan Staf / Tanda Terima Surat/Laporan dari daerah tujuan.

Lampiran I : PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR SELATAN No. BKU : ……………………………(1) Tahun Anggaran : …………………………(2) Dinas/Lembaga
Lampiran I :
PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR SELATAN
No. BKU : ……………………………(1)
Tahun Anggaran
:
…………………………(2)
Dinas/Lembaga
:
………………………………………………………………………………………(3)
BUKTI PENGELUARAN KAS
Nomor BKP : ……………………….(4)
(…………………………………………………………………………………………
Dibayarkan uang sejumlah
:
Rp. …………………………(5)
)( 6)
Atas pekerjaan / Kegiatan
:
…………………………………………………………………………………………………………………………. (7)
Kepada
:
………………………………………………. (8)
Untuk Belanja : (9)
No
Uraian (11)
Kode Rek (12)
Jumlah (13)
Rp
-
Rp
-
Rp
-
Rp
-
Jumlah Kotor (14)
Rp
-
Barang-barang tersebut
diajukan
Potongan (16)
Rp
-
telah dibukukan ke buku
PPTK
Dibayarkan (17)
Rp
-
persediaan/inventaris
Rincian potongan (18)
pada tgl. : (15)
1.
PPN
Rp
-
2.
PPh 21
Rp
-
.
3.
PPh
22 / 23
NIP. …………………………
4.
PPh psl
4 ayat (2)
Rp
-
Telah diverifikasi (21)
Setuju dibayarkan
Bendahara Pengeluaran
Painan,
2013 (19)
Kasubag. Keuangan
PA/KPA
Yang menerima / berhak (20)
selaku PPK-SKPD
Nama
:
………………………………….
.
………………………………
Alamat :
NIP. ………………………………
NIP. …………………………… ..
NIP. ………………………… ..
Ctt : Kwitansi / Nota dari Toko /Tbs. Terlampir.

NO.

U R A I A N

I S I A N

(1)

Diisi sesuai dengan nomor Bukti Kas Umum

(2)

Diisi dengan tahun anggaran berkenaan

(3)

Diisi dengan nama badan dinas dan kantor sesuai SKPD

(4)

Diisi dengan nomor urut Bukti Pengeluaran Kas

(5)

Diisi dengan angka sesuai dengan besaran jumlah belanja kotor yang bayarkan.

(6)

Diisi dengan huruf (terbilang) sesuai dengan besaran jumlah belanja kotor yang bayarkan.

(7)

Diisi dengan nama pekerjaan dan kegiatan yang dibayarkan

(8)

Diisi dengan nama orang/toko/pihak ketiga

(9)

Pada table untuk belanja :

Dapat / bisa dilakukan lebih dari satu objek belanja belanja apabila :

  • - Pengeluaran belanja berada pada kegiatan yang sama

  • - Penyedia barang/jasa yang sama

  • - Pada satu kontrak kerja yang sama

(10)

Pada kolom “nomor” diisikan nomor urut pembayaran

(11)

Pada kolom “uraian” diisikan kejelasan pembayaran belanja

(12)

Pada kolom “kode rekening” diisikan sesuai dengan kode rekening belanja

(13)

Pada kolom “jumlah” diisikan jumlah uang yang dibayarkan

(14)

“Jumlah kotor” adalah merupakan total pembayaran

(15)

Pembukuan dalam daftar investaris bersamaan dengan tanggal pembayaran

(16)

“Potongan” adalah merupakan total dari pemotongan pajak

(17)

“Dibayarkan” merukan hasil peritungan jumlah kotor dengan jumlah potongan

(18)

“Rincian potongan” diisi sesuai dengan jumlah potongan masing-masing pajak

(19)

“Tanggal” diisikan sesuai dengan tanggal pembukuan pada BKU

(20)

“Yang menerima / berhak” ditanda tangani sesuai yang menerima atau yang berhak.

Terhadap pengadaan barang dan jasa :

  • - Pengadaan barang dan jasa sampai satu juta rupiah dapat ditanda tangani oleh PPTK atau yang melakukan pembelian.

  • - Pengadaan lebih dari satu juta ditandatangani oleh penyedia barang/jasa

  • - Untuk Pekerjaan pakai Pihak Ketiga/Kontrak Kerja pakai cap

(21)

Tanggal verifikasi sama dengan tanggal pembayaran atau BKU

Lampiran II : DAFTAR PERHITUNGAN PEMBAYARAN HONORARIUM KEGIATAN ……………………………………. …. Jatatan dalam Besaran Honor Potongan Jumlah
Lampiran II :
DAFTAR PERHITUNGAN PEMBAYARAN HONORARIUM
KEGIATAN ……………………………………. ….
Jatatan dalam
Besaran Honor
Potongan
Jumlah
No
Nama
Tanda Tangan
Honor/Tim
Vol
Tarif
Jlh Kotor
Pajak
diterima
JUMLAH
Disetujui KPA
Dihitung PPTK
Painan, …………………
Benmdahara Pengeluaran
…………………….
……………………….
………………………………………
Lampiran III : DAFTAR PERHITUNGAN PEMBAYARAN BBM BEBAN TETAP Bulan : ……………………………………. Tahun ……………. Jenis Nama
Lampiran III :
DAFTAR PERHITUNGAN PEMBAYARAN BBM BEBAN TETAP
Bulan : ……………………………………. Tahun …………….
Jenis
Nama
Perhitungan Jmh hari
Harga per
Tanda
No.
No. Pol.
Jlh Liter
Jumlah
Kendaraan
Pemakai
Hr Kj
Hr DL
Jml Hr
liter
Tangan
Total
Painan, …………………
Menyetujui KPA
Yang melakukan Perhitungan
Yang membayarkan
PPTK
Bendahara
………………………….
………………………..
…………………

Lampiran IV :

 

DAFTAR PERHITUNGAN BIAYA SPPD RAMPUNG

 
           

Nama

:

       

Golongan

:

       

Daerah Tujuan

:

       

Beban Kegiatan

:

       
           

No.

 

Uraian

Tarif

Jml Hr

Jumlah

         

1.

Uang Saku

     

2.

Penginapan

     

3.

Tiket Pesawat PP

       

4.

Transfortasi ke/dari bandara

     

5.

BBM

     

6.

Rental Kendaraan

       
   

Jumlah Kotor

 

Potongan

 

PPh Psl 23

 
 

Jumlah yang diterima

 
     
 

Disetujui KPA

Dihitung PPTK

Painan, …………… ..

   

Dibayarkan Bendahara

     
     
     

……………………….

………………………………

………………………….

ctt. : Uraian beban dan besaran tarif dihitung sesuai ketentuan protap

Lampiran VI :

BERITA ACARA PEMERIKSAAN BARANG

Nomor : ………………………… ..

(Format untuk Pengadaan Peralatan/Perlengkapan Kantor/ pembagunan fisik dibawah 50jt)

PEKERJAAN :

UNIT KERJA :

Pada

hari

ini ………

..

tanggal …………. bulan ……………

tahun …………………,

kami yang

bertanda

tangan

dibawah

ini Pemeriksa

Barang

pekerjaan

tersebut

diatas

berdasarkkan

surat

keputusan

Kepala

………………………

Kabupaten

Pesisir

Selatan

Nomor ………………………. tanggal ………

Februari …………. Telah mengadakan rapat

Pemeriksaan Barang dengan mengambil tempat pada kantor ………………… Kabupaten

Pesisir Selatan, dengan ini menerangkan dan menyatakan bahwa :

Berdasarkan Nota/Faktur/Surat Perintah Kerja*)

Nomor

…………. tanggal

….bulan …… ..

tahun ……… dari Sdr./Toko selaku Penyedia barang/Jasa dengan rincian sbb :

Keterangan volume Jumlah Jenis Barang/Jasa No 1
Keterangan volume Jumlah Jenis Barang/Jasa No 1
Keterangan volume Jumlah
Keterangan
volume
Jumlah
Jenis Barang/Jasa No 1
Jenis Barang/Jasa
No
1

Barang/Jasa yang dibeli telah sesuai dengan spesifikasi barang/RAB dalam perencanaan.

Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.

  • 2 Anggota

  • 3 Anggota

  • 1 Ketua Merangkap anggota

2 Anggota 3 Anggota 1 Ketua Merangkap anggota
2 Anggota 3 Anggota 1 Ketua Merangkap anggota
2 Anggota 3 Anggota 1 Ketua Merangkap anggota
N a m a No
N a m a
No
2 Anggota 3 Anggota 1 Ketua Merangkap anggota N a m a No Tim 1…………… Tanda
2 Anggota 3 Anggota 1 Ketua Merangkap anggota N a m a No Tim 1…………… Tanda
Tim
Tim
1…………… Tanda tangan 2. ………. 3. ………….
1……………
Tanda tangan
2. ……….
3. ………….

*)Pilih salah satu

Lampiran V :

BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG/JASA

Nomor : ……………………………………….

(Format untuk Pengadaan Peralatan/Perlengkapan Kantor/ pembagunan fisik dibawah 50jt)

 

Pada hari ini …………. tanggal …………. bulan …………… Tahun ……………

,

kami

yang bertanda tangan dibawah ini :

 

I. Nama

 

:

………………………………….

 
 

Jabatan

:

PPTK …………………………………………….

 

Alamat

: ………………………………… ..

 

selanjutnya

disebut PIHAK PERTAMA (Penerima Barang/Jasa)

 

II. Nama

 

:

 

Jabatan

:

Nama Toko / Usaha

:

Alamat

: ……………………………………………………….

 

Selanjutnya disebut

: PIHAK KEDUA (Penyedia Barang/Jasa)

Dengan ini menyepakati bahwa :

 

1.

PIHAK

PERTAMA

telah

menerima

dari

PIHAK

KEDUA

dan

PIHAK

KEDUA

telah

menyerahkan barang/Jasa KPIHAK PERTMA yaitu Barang /Jasa dengan rincian sebagai

berikut :

Keterangan Jumlah Jenis Barang/Jasa No 1
Keterangan Jumlah Jenis Barang/Jasa No 1
Keterangan Jumlah
Keterangan
Jumlah
Jenis Barang/Jasa No 1
Jenis Barang/Jasa
No
1

2.

Rincian

barang/jasa

telah

sesuai

dengan

Nota/Faktur/Berita

Acara

Penyelesaian

Pekerjaan *) Nomor ……………. tanggal …

..

bulan ………. Tahun ……, dan PIHAK

KEDUA

dinyatakan

telah

menyerahkan

hasil

pengadaan

barang/Jasa

dan

dapat

dibayarkan

kepada

penyedia

sebesar

100

%

sebesar

harga

Faktur/Nota

Pembelian/Surat Perintah Kerja*)

 

Demikian

Berita

Acara

Serah

Terima

ini

dibuat

untuk

dapat

dipergunakan

sebagaimana mestinya.

PENYEDIA (PIHAK KEDUA)

Painan, Tgl. tersebut diatas,

PENERIMA (PIHAK PERTAMA)

PPTK

…………………………….

DISETUJUI OLEH :

…………………………

NIP. ………………….

KUASA PENGGUNA ANGGARAN

…………………………

NIP………………………………

Lampiran VII : Bentuk Kuitansi

NPWP: 00.537.005.9.821.000

Jl. H. Agus Salim - Painan

PT HAMON JAYA LESTARI

General Trading:

Pembelian Alat Tulis Kantor Kegiatan Penyediaan Peralatan Kantor,

KUITANSI

Nomor: ……….

Telah terima dari

:

Kuasa Pengguna Anggaran .............

Uang sebesar

:

Untuk keperluan

:

Tiga juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah

Tahun Anggaran 2013

Painan, 7 Februari 2013

Terbilang :

Rp 3.960.000,-

Td. Tangan & Cap Perusahaan

Materei Rp 6.000,-

Albert Mokoginta

Direktur

Ctt : pada lembar Kuitansi Pembayaran harus disetujui oleh KPA

Lamiran VIII : Bentuk Faktur Pembelian

NPWP: 00.537.005.9.821.000

Jl. Pagaruyung Painan

PT HAMON JAYA LESTARI

General Trading:

FAKTUR PEMBELIAN

Direktur

Albert Mokoginta

Materei Rp 6.000,-

Td. Tangan & Cap Perusahaan

Malang, 7 Februari 2013

No.
No.

Map Merk Diamond

Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr

Sub Total

2.000.000

PPN

Total Harga

Toner Printer HP Laser Jet

4 buah

Rp500.000

Kertas A4 Merk Bola Dunia 80gr

20 rim Rp 25.000 500.000 20 rim 10 box Rp 50.000 Rp 30.000 600.000 Rp 3.960.000
20 rim
Rp 25.000
500.000
20 rim
10 box
Rp 50.000
Rp 30.000
600.000
Rp 3.960.000
360.000
500.000
3.600.000
Jumlah Nama Barang Barang Harga Satuan Jumlah Harga
Jumlah
Nama Barang
Barang
Harga
Satuan
Jumlah
Harga
4. 3. 1. 2.
4.
3.
1.
2.
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga
No. Map Merk Diamond Kertas F4 Merk Bola Dunia 80gr Sub Total 2.000.000 PPN Total Harga

Ctt : pada lembar Faktur harus disetujui oleh KPA

Lamiran IX : Bentuk Invoice

Graha Cempaka Mas Blok A14 Lt. 3 Jl. Letjend. Suprapto Jakarta

PT. YURINDO UTAMA

TOTAL

Muka

Uang

atas

Pembangunan

Gedung

Ruang

Belajar Kontrak Nomor …………. Tangal …….

30% x Rp. ……………………

Pembayaran

Uraian Pembayaran dan Nama Barang

Harga
Harga
Rp………….,- Rp.--------------
Rp………….,-
Rp.--------------
TOTAL Muka Uang atas Pembangunan Gedung Ruang Belajar Kontrak Nomor …………. Tangal ……. 30% x Rp.
TOTAL Muka Uang atas Pembangunan Gedung Ruang Belajar Kontrak Nomor …………. Tangal ……. 30% x Rp.

Harga sudah termasuk pajak-pajak yang berlaku

Jakarta, 15 Juli 2013

...........................................

Direktur

................................

:

Nomor

INVOICE

2. TRANSAKSI NON KAS

Transaksi Non Kas

Transaksi Non Kas adalah merupakan suatu kejadian peristiwa

keuangan yang tidak berhubungan dengan Kas tapi mempengaruhi

terhadap Asset, Hutang dan Equitas

Transaksi non kas pada SKPD berupa :

  • a. pegesera pertangunggjawaban (pengesahanSPJ)

  • b. koreksi kesalahan pencatatan

  • c. penerimaan/pengeluaran hibah selain kas

  • d. pembelian secara kredit

  • e. retur pembelian kredit

  • f. pemindatanganan atas aset tetap/barang milik daerah tanpa kensekuensi kas

  • g. penerimaan aset tetap/barang milik daerah tanpa konsekuensi kas

Media yang digunakan.

Diatur pada pasal 263 permendagri 13/2006

Untuk mencatat transaksi ini kita mengunakan jurnal memorial yang dilakukan pada proses pertanggungjawaban atau akuntansi.

Buku :

Adapun buku yang digunakan adalah buku jurnal umum, buku besar dan bukun besar pembantu.

Format Dokumen :

Bentuk dokumen bukti pertangungjawaban mengunakan Format dokumen Bukti Momorial.

Bukti Memorial sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai tanggal transaksi/kejadian, kode rekening, uraian transaksi/kejadian dan jumlah rupaih.

Lampiran Kelengkapan Dokumen

Bukti Memorial

Lampiran bukti momorial dapat berupa :

  • 1. pegeseran pertanggungjawaban (pengesahan

SPJ)

  • 2. serita acara penerimaan barang

  • 3. surat keputusan penghapusan barang

  • 4. surat pengiriman barang

  • 5. surat keputusan mutasi barang

  • 6. berita acara pemusnahan barang

  • 7. berita acara serah terima barang

  • 8. berita acara penilaian barang

l

a i

-

Rp

-

Rp

Painan, ……………………… 2008

Diperiksa Oleh

Kasubag. Keuangan

N i

Disetujui Oleh

Tahun Anggaran

:

:

Berdasarkan :

BAST/BAP Barang/Pek. No.

:

atas pekerjaan / pengadaan

:

pada Kegiatan

:

SKPD

:

maka dengan ini ditetapkan pengukuhan menjadi Aktiva Tetap sebagai Berikut :

Jumlah

Dibukukan Oleh

Disiapkan Oleh

Kepala DPKD

Pembukuaan

Bendahara Barang

BUKTI MEMORIAL

Nomor : …………………

U r a i a n

Nama Barang/Nama Perkiraaan

Nomor Rek

Kode Rekening yang di Kredit

Lembar ke 1 untuk Pembukuan

Lembar ke 2 untuk Pemegang Barang

Lembar ke 3 untuk Pengelolaan Asset Daerah

Lembar ke 4 Arsip

Lampiran Kelengkapan

Dokumen Bukti Memorial

  • 1. Kelengakapan Lampiran Dokumen Pendukung terhadap Bukti Momorial Pengakuan Asset :

    • berita bcara penerimaan barang

    • berita acara serah teriman barang

    • berita acara penyelesaian pekerjaan

  • 2. Kelengakapan

  • Lampiran

    Dokumen

    Pengakuan transasksi non kas :

    Pendukung

    terhadap

    Bukti

    Momorial

    • pegeseran pertanggungjawaban (pengesahan SPJ)

    • serita acara penerimaan barang

    • surat keputusan penghapusan barang

    • surat pengiriman barang

    • surat keputusan mutasi barang

    • berita acara pemusnahan barang

    • berita acara serah terima barang

    • berita acara penilaian barang

    SEKIAN

    TERIMA KASIH