Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY A GIP00000 UK 12 MINGGU IBU HAMIL DENGAN RUBELLA

OLEH: Nisrina K.S Novita Sandra.D Nurul Hikmah Nurul Uyunul (250011127) (250011129) (250011131) (250011132)

PRODI D3 KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA 2011-2012

BAB I PENDAHULUAN

Rubella dan Kehamilan Di Indonesia, akhir-akhir ini mulai merebak kembali penyakit yang namanya Rubella. Dulu, dikatakan bahwa penyakit ini sudah semakin menurun angka kejadiannya di Indonesia. Namun, di Bogor bulan Juni 2008 ditemukan 108 anak positif terkena Rubella dan telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Rubella atau yang sering disebut Campak Jerman ini adalah penyakit virus akut yang menyerang baik anak-anak maupun dewasa dengan gejala umum yang meliputi bercak kemerahan pada kulit, demam serta pembesaran kelenjar getah bening (lymphadenopathy). Gejala Bercak merah yang ditimbulkan biasanya mulai dari wajah lalu menyebar ke batang tubuh. Sedangkan kelenjar getah bening yang terlibat dan membesar biasanya kelenjar getah bening yang terletak di belakang telinga (postauricular), tengkuk (suboccipital) serta leher (cervical). Dibanding anak-anak, jika virus ini menyerang orang dewasa biasanya mengalami gejala yang lebih berat. Mungkin disertai radang selaput mata (conjunctivitis), pilek yang berat (coryza) dan juga radang sendi (arthritis). Radang sendi ini lebih sering terjadi pada wanita. Namun umumnya infeksi penyakit ini biasanya tidak menunjukan gejala klinis yang berarti. Gejala yang muncul hanya seperti lemas, tidak nafsu makan, demam sedikit. Virus ini menyebar lewat hubungan yang dekat (close contact) antar individu misalnya dengan orang yang tinggal serumah. Batuk dan bersin juga dapat membantu penyebaran virus ini jika orang tersebut sudah terjangkit. Cegah sebelum hamil. Bagi ibu-ibu yang merencanakan kehamilan ada baiknya memeriksakan diri ke ahli kesehatan berkaitan dengan penyakit ini. Tes darah yang dapat menjadi petunjuk apakah Anda sudah kebal (imun) terhadap Rubella atau tidak. Jika dahulu pernah terjangkit virus ini atau pernah divaksin yang mengandung komponen virus ini, maka tubuh akan memberi respon dengan membentuk zat antibody untuk menghabisi virus tersebut. Zat antibody ini lah yang dapat menjadi patokan apakah tubuh Anda cukup poten untuk kebal terhadap virus Rubella. Biasanya, antibody dalam tubuh Anda akan dites beberapa kali. Jika jumlah antibody Anda tetap dalam beberapa kali tes tersebut, menunjukan infeksi terjadi sudah lama terjadi dan Anda boleh bernafas lega untuk melanjutkan ke tahap

kehamilan. Namun jika terjadi perubahan, mungkin Anda masih dalam keadaan terinfeksi.Anda dianjurkan melaksanakan pengobatan dahulu sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Rubella yang sering disebut orang dengan Campak Jerman merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Rubella dapat menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Bisa menyerang orang tua, remaja, anak anak, bahkan bayi sekalipun. Sebenarnya Rubella ditemukan oleh Sir Norman Greg dari Eropa sejak tahun 1941, namun baru dapat disosialisasikan pada tahun 1962. Walaupun penderita Rubella tidak menampakkan gejala klinis 14-21 hari, namun virus ini sebetulnya telah berada di beberapa tempat misalnya tenggorokan, bulu hidung, air seni, dan kotoran manusia. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan beresiko cacat. Sering dijumpai apabila infeksi dijumpai pada kehamilan trimester I (30-50%). Anggota tubuh anak yang bisa menderita karena rubella: 1. Mata (katarak, glaucoma, mikroftalmia) 2. Jantung (Duktus arteriosus persisten, stenosis pulmonalis, septum terbuka) 3. Alat pendengaran (tuli) 4. Susunan syaraf pusat (meningoensefalitis, kebodohan) Dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan intra uterin, kelainan hematologik (termasuk trombositopenia dan anemia), hepatosplenomegalia dan ikterus, pneumonitis interstisialis kronika difusa, dan kelainan kromosom. Selain itu bayi dengan rubella bawaan selama beberapa bulan merupakan sumber infeksi bagi anak-anak dan orang dewasa lain. Waktu inkubasi Virus Rubela memiliki waktu inkubasi 2 sampai dengan 3 minggu. B. Diagnosis Diagnosis rubella tidak selalu mudah karena gejala-gejala kliniknya hampir sama dengan penyakit lain, kadang tidak jelas atau tidak ada sama sekali. Virus pada rubella sering

mencapai dan merusak embrio dan fetus. Diagnosis pasti dapat dibuat dengan isolasi virus atau dengan ditemukannya kenaikan titer anti rubella dalam serum. Nilai titer antibody

Imunitas 1:10 atau lebih Imunitas rendah < 1:10 Indikasi adanya infeksi saat ini > 1:64

Apabila wanita hamil dalam trimester I menderita viremia, maka abortus buatan perlu dipertimbangkan. Setelah trimester I, kemungkinan cacat bawaan menjadi kurang yaitu 6,8% dalam trimester II dan 5,3% dalam trimester III. C. Gejala

Pembengkakan pada kelenjar getah bening. Demam diatas 38 derajat Celsius. Mata terasa nyeri. Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh. Kulit kering. Sakit pada persendian. Sakit kepala. Hilang nafsu makan.

D. Pencegahan Imunisasi MMR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin MMR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan. Vaksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.

BAB III TINJAUAN KASUS

MASUK BPS TANGGAL JAM

: 05-07-2012 : 09.00 WIB

I. A.

PENGKAJIAN DATA Data Subyektif Nama Istri Umur Agama : Ny. A : 24 tahun : Islam Nama Suami Umur Agama :Tn.S : 28 tahun : Islam

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Pekerjaan Pendidikan Alamat : IRT : SMA : Ketintang,Surabaya

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Pekerjaan Pendidikan Alamat : Swasta : SMA : Ketintang,Surabaya

1. Status Perkawinan Kawin ke :1 Umur Kawin : 23 tahun Lama Kawin : 1 tahun 2. Keluhan Utama Ibu mengeluh demam menggigil, berkeringat, sakit kepala, hilang nafsu makan, sakit pada persendian 3. Riwayat Kebidanan Menarche Siklus Lama Bau/warna Banyaknya Fluor Albus Disminorea HPHT : 12 tahun : 28 hari : 7 hari : Anyir/merah : hari 1-3 ganti kotex 2-3 kali/hari. hari 4-7 ganti kotex 1-2 kali : Tidak Ada : Tidak Pernah : 05-04-2012 Kawin ke :1 Umur Kawin : 27 tahun Lama Kawin : 1 tahun

TP

: 08-01-2013

4. Riwayat Kehamilan Sekarang Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama dengan UK 3 bulan,Ibu mendapat suntik TT 5x. ANC 3x, Di BPS, TM I : 2x, dengan keluhan sakit tenggorokan,batuk,sakit persendian. 5. Riwayat Kesehatan yang lalu Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti (hepatitis,TBC,AIDS) menurun seperti (DM,Hipertensi) dan menahun seperti seperti (Jantung,TBC,Hipertensi) 6. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti (hepatitis,TBC,AIDS) menurun seperti (DM,hipertensi) dan menahun seperti (jantung,TBC,hipertensi) serta tidak mempunyai penyakit infeksi menular seksual 7. Pola Kebiasaan Sehari-hari a)Pola Nutrisi Sebelum hamil : makan 3x/hr, 1 piring habis (nasi, lauk, sayur, buah) minum 8 gelas/hr (air putih,susu) Selama hamil : makan 1x saat akan berangkat, 1 piring habis minum 1 gelas (air putih) b)Pola Eliminasi Sebelum hamil : BAK 6-7x/hari(kuning,jernih,bau khas) BAB 1x/hari (kuning,konsistensi lembek) Selama hamil : BAK 1x saat akan berangkat BAB belum c)Pola Aktifitas Sebelum hamil :Ibu melakukan pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga seperti menyapu, memasak, mencuci Selama hamil :Ibu hanya berbaring di tempat tidur dan miring kiri miring kanan d)Pola Istirahat Sebelum hamil : Siang 2 jam/hari (14.00-16.00) Malam 7 jam/hari (22.00-05.00) Selama hamil : Ibu tidak bisa istirahat karena kenceng-kenceng semakin sering

8. Riawayat Psikologi dan Spiritual Ibu mengatakan hubungan ibu dengan suami dan keluarga baik. Ibu merasa senang akan segera melahirkan anak ketiganya. Keluarga berharap ibu dapat melahirkan secara normal tanpa ada komplikasi, ibu dan keluarga selalu berdoa menjelang proses persalinan dan selama proses persalinan berlangsung. 9. Data Sosial dan Budaya Ibu dan suami dari Jawa. Selama hamil ibu tidak pernah minum jamu-jamuan, tidak pantang makanan.

B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Lemah Kesadaran Postur Tubuh Cara Berjalan TB : Composmentis : Lordosis : Normal : 155 cm

BB sebelum hamil : 57 kg BB sekarang Kenaikan : 59 kg : 2 kg

2. TTV

:T N

: 130/90 mmHg : 84x/menit

RR S

: 20x/menit : 38,7C

3. Pemeriksaan Fisik a) Inspeksi Kepala Muka Mata Hidung Mulut Telinga Dada : Kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, warna rambut hitam, tidak rontok : pucat, tidak odem, tidak ada cloasma gravidarum : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus, palpebra tidak odem : Lubang hidung simetris, tidak ada PCH, tidak ada polip, bersih : Mukosa kering, pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries : Simetris, tidak ada serumen, tidak ada purulen, pendengaran baik : Simetris, tidak ada retraksi intercostae, putting susu menonjol, terdapat hyperpigmentasi areola mamae, pembesaran kelenjar monstgomery Abdomen : Pembesaran sesuai UK, tidak terdapat bekas luka oprasi, terdapat hyperpigmentasi linea alba dan nigra serta strie albican Kulit : kulit kering dan terdapat bintik-bintik merah

Genitalia

: Bersih, tidak ada varises, tidak ada condiloma akuminata, tidak ada condiloma talata, terdapat lender bercampur darah, perineum menonjol, vulva membuka, tidak ada pembesaran kelenjar skene dan tidak ada pembesaran kelenjar bartholin.

Anus

: Tidak ada hemoroid

Eks. Atas : simetris, pergerakan baik Eks. Bawah : simetris, tidak ada varises, pergerakan baik

b) Palpasi Kepala Leher Ketiak : Tidak ada benjolan massa : Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid : terdapat pembesaran kelenjar limfe

Mammae : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan massa, konsistensi kenyal. Abdomen : Leopold I : TFU 1-2 jari diatas sympisis,teraba ballottement (+)

c) Auskultasi Dada : tidak terdengar wheezing dan tidak terdengar ronchi

Kesimpulan GIP00000 UK 12 minggu, intra uterine, K/U ibu lemah.

II. Dx Ds Do

IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH dan KEBUTUHAN : GIP00000 UK 12 minggu,intra uterine. : Ibu mengatakan hamil anak pertama dengan UK 3 bulan : - K/U lemah - Kesadaran : composmentis -TP - TTV : T N : 08-01-2013 : 130/90 mmHg : 84x/menit RR S : 20x/menit : 38,7C

- Palpasi : TFU 1-2 jari diatas sympisis,teraba ballottement (+) Masalah : Demam,nyeri tenggorokan,tidak mau makan dan kulit gatal.

Kebutuhan

: Informasi, konseling tentang gizi, konseling cara menurunkan demam dan sakit tenggorokannya, rujukan dengan dokter kandungan.

III.

ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL Cacat bawaan pada bayi

IV.

DENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Kolaborasi dengan dokter Kandungan

V. Dx Tujuan

INTERVENSI : GIP00000 UK 12 minggu, dengan dicurigai terinfeksi virus rubella. : Setelah diberikan asuhan kebidanan selama 1 jam diharapkan ibu dapat mengerti dan menerima keadaanya.

Kriteria

: - Keadaan umum ibu baik - TTV dalam batas normal yaitu : T N S RR : 100/60 130/90 mmHg : 60-100x/menit : (36,5-37,5)C : 16-20x/menit

Intervensi : 1. Beri tahu hasil pemeriksaan pada ibu R/ dengan memberi tahu hasil pemeriksaan, ibu merasa lega dan bisa menerima keadaannya. 2. Beri tahu ibu tentang tanda dan infeksi Rubella R/ menambah pengetahuan dan dapat segera menghubungi petugas kesehatan 3. Beri tahu ibu agar mengurangi makanan yang banyak mengandung minyak dan minuman dingin R/ dengan memberitahu ibu, maka ibu dapat berhati-hati dengan kondisinya saat ini 4. Beri tahu ibu untuk tidak terlalu banyak berjalan-jalan R/ ibu dapat berhati-hati dengan komplikasi yang mungkin saja terjadi 5. Anjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi

R/ dengan makanan yang bergizi dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin 6. Beri tahu ibu untuk istirahat yang cukup R/ istirahat yang cukup dapat memulihkan kondisi ibu menjadi lebih baik 7. Beri tahu ibu agar tidak menggaruk tubuhnya apabila terasa gatal R/ meminimalisir penyebaran rubella dan mencegah terjadinya infeksi 8. Buat Informed consent R/ bukti persetujuan tertulis atas tindakan yang akan dilakukan 9. Rujuk R/ mendapatkan pelayanan yang lebih optimal sesuai dengan kebutuhan pasien. 10. Dokumentasi R/ sebagai bukti tertulis atas tindakan yang telah di lakukan

VI. IMPLEMENTASI Tanggal Dx : 05-07-2012 : GIP00000 UK 12 minggu, dengan dicurigai terinfeksi virus rubella.

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan fisik ibu sekarang ini terlihat tidak baik untuk melanjutkan kehamilannya, karena ibu dideteksi terinfeksi virus rubella. Dan ini akan menular kepada bayinya, TD: 130/90 mmHg, RR: 20x/menit, Nadi: 84x/menit, S: 38,7C. 2. Memberitahu ibu tentang tanda dan infeksi rubella, seperti, sakit tenggorokan, nafsu makan berkurang, merasa demam, batuk, sakit kepala, sakit persendian, mata terasa sakit, dan timbul bintik-bintik merah diseluruh tubuh 3. Memberitahu ibu agar mengurangi makanan yang banyak mengandung minyak serta makanan atau minuman dingin agar bisa mengurangi batuk dan rasa sakit pada tenggorokan. 4. Memberitahu ibu untuk tidak terlalu banyak berjalan-jalan agar ibu tidak merasa sakit pada persendian.

5. Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi agar ibu tidak kekurangan gizi dan tidak merasa lemas. 6. Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup apabila ibu merasa sakit kepala sebaiknya ibu untuk berbaring atau tiduran serta berikan ibu obat untuk mengurangi rasa sakit kepala. 7. Memeberitahu ibu untuk tidak menggaruk tubuhnya apabila terasa gatal. Karena ini akan membuat lecet dan akan menyebar ke tempat lain. 8. Buat informed consent untuk dilakukan abortus buatan untuk menyelamatkan ibunya dari infeksi rubella. 9. Merujuk ibu tersebut ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi atau dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan abortus buatan. 10. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan.

VI. EVALUASI Tanggal : 05-07-2012 Dx S : GIP00000 UK 12 minggu, dengan dicurigai terinfeksi virus rubella. : Ibu memahami kondisi yang di alaminya dan dapat menerima anjuran dari petugas kesehatan O : - k/u ibu lemah -TTV: T N : 130/90 mmHg : 84x/menit RR S : 20x/menit : 38,7C

- Palpasi : TFU 1-2 jari diatas sympisis,teraba ballottement (+) A P : Ny.A GIP00000 UK 12 minggu, dengan dicurigai terinfeksi virus rubella : - Berikan HE pada ibu : Memberitahu ibu agar mengurangi makanan yang banyak mengandung minyak serta makanan atau minuman dingin agar bisa mengurangi batuk dan rasa sakit pada tenggorokan. Memberitahu ibu untuk tidak terlalu banyak berjalan-jalan agar ibu tidak merasa sakit pada persendian. Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi agar ibu tidak kekurangan gizi dan tidak merasa lemas.

Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup apabila ibu merasa sakit kepala sebaiknya ibu untuk berbaring atau tiduran serta berikan ibu obat untuk mengurangi rasa sakit kepala.

Memeberitahu ibu untuk tidak menggaruk tubuhnya apabila terasa gatal. Karena ini akan membuat lecet dan akan menyebar ke tempat lain.