Anda di halaman 1dari 18

Rencana Bisnis

Brilliant Utama
Industri dan Perdagangan

Bandung, 15 Mei 2012


disusun oleh: Bryan : Manager Dini : Administrasi Hadi : Pemasaran Rafli : Produksi Siti : Produksi Taqiyyah : Pemasaran

Jl. Soekarno-Hatta Km. 10 Bandung No. Telepon (022)78060395 No. Fax (022)78060395 Alamat E-mail briliantutama@yahoo.com Twitter @briliantutama facebook Briliant Utama Official

1. PENDAHULUAN 1.1 DATA PERUSAHAAN


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Nama Perusahaan Bidang Usaha Jenis Produk Alamat Perusahaan Nomor Telepon/Fax Alamat E-mail Modal Usaha Mulai Berdiri

Briliant Utama Industri dan Perdagangan Makanan Jl.Soekarno-Hatta Km.10 Bandung


(022)78060395

briliantutama@yahoo.com Modal bersama dari seluruh anggota 06 Maret 2012

1.2 BIODATA PEMILIK


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Nama Jabatan Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Nomor Telepon Nomor Fax Alamat E-mail Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja

Bryan Ferdyansyah Manager Bandung, 16 April 1995 Komplek Ranca Indah 1 blok C.6 08990799513 kaiba_ryo@yahoo.com SMP Ketua Ekskul Pramuka

1.3 BIODATA PENANGGUNG JAWAB


10. Nama 11. Jabatan 12. Tempat dan Tanggal Lahir 13. Alamat Rumah 14. Nomor Telepon / Hp 15. Nomor Fax 16. Alamat E-mail 17. Pendidikan Terakhir 18. Pengalaman Rafli Rachmawandi Produksi Cianjur, 06 Maret 1995 Cipicung kulon RT 01/RW 01 Ujungberung, Bandung 085721610057 Rafli_tzie@yahoo.com SMP Penanggung jawab porak

1.4 Informasi Usaha


Usaha yang kami jalankan adalah usaha di bidang Industri dan Perdagangan. Kami membuat produk kami sendiri, produk kami adalah makanan yang sudah dikenal banyak orang, yaitu donat. Kami memproduksi sendiri dan kami memasarkannya sendiri. Donat sudah sejak lama dikenal masyarakat sebagai jajanan yang cukup mengenyangkan. Selain untuk makanan selingan, donat juga sering menggantikan menu sarapan pagi dan bekal sekolah anak. Saat ini, donat termasuk salah satu kue yang sedang tren dan favorit bagi kanak kanak hingga orangtua. Tampilan donat pun lebih bervariasi. Jika dulu, donat tampil dengan bentuknya yang khas, yaitu bulat dengan lubang ditengah, kini donat hadir dengan bentuk bermacam macam. Ada donat dengan bulat tanpa lubang dengan isi manis segar di bagian dalamnya, yang populer dengan nama berliner. Ada yg berbentuk persegi empat panjang dengan olesan di bagian tengah dan taburan di permukaannya, yang dikenal dengan nama long john. Ada yang berbentuk persegi empat panjang tanpa isi (roti bantal) atau dengan isi asin (roti goreng). Donat juga tidak hanya bertabur gula halus, tetapi hadir dengan aneka taburan, olesan, atau lapisan. Seiring dengan itu, tempat penjualannya juga sangat beragam. Mulai dari warung hingga toko bakeri berkelas yang di lengkapi sarana mewah dan media internet yang dapat menarik pelanggan. Rupanya peluang donat ini semakin meningkat. Itu berarti bukan tidak mungkin anda menjadikan snack yang populer dan nge-tren ini menjadi salah satu pilihan usaha.

Membuat donat atau roti goreng ini relatif mudah. Pemula pun dapat belajar dalam waktu yang relatif singkat. Cukup mengikuti resep dan teknik pembuatan yang tepat, anda langsung bisa menguasai pembuatan donat ini. Yang penting, ada kemampuan dan keinginan kuat untuk berusaha. Bahan-bahannya juga mudah didapat di sekeliling Anda, dan bisa dibuat dengan peralatan yang ada di dapur keluarga. Tak seperti jajanan atau kue tradisional yang rata-rata hanya mampu bertahan sehari dan kemudian menjadi basi, donat bisa bertahan 2 sampai 3 hari tanpa bahan pengawet. Jadi, tingkat kerugian bisnis ini sangat kecil. Selain itu, modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar. Menjual donat bisa dimulai dengan menawarkannya pada tetangga, saudara, atau kerabat. Tak hanya itu, Anda juga bisa menyajikan donat buatan sendiri pada berbagai kesempatan, seperti acara keluarga, ulang tahun dan acara penting lainnya. Itu berarti Anda mulai mengenalkan dan mempromosikan donat buatan Anda sendiri. Dengan demikian, pesanan donat akan mengalir dari saudara dekat atau kerabat dan lingkungan sekitar. Anda juga dapat menjual donat dengan sistem titip-jual ke toko-toko kue , jual keliling, atau berjualan di bursa kue shubuh.

2. DESKRIPSI ASPEK ASPEK USAHA 2.1 Deskripsi Umum Usaha 2.2 Latar Belakang Industri
Siapa yang tak kenal donat (doughnut)? Makanan ini merupakan salah satu kue yang cukup populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Donat sebagai jajanan selingan yang cukup mengenyangkan dan disukai masyarakat luas, mulai dari kanak kanak, remaja, hingga dewasa. Kue ini bisa didapatkan di pasar tradisional maupun di toko toko kue ternama, bahkan beberapa merek donat sudah di waralabakan. Donat dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang murah meriah hingga harga yang ekslusif. Melihat kondisi tersebut, peluang membuka bisnis donat masih terbuka lebar dan menjanjikan. Memulai usaha donat bisa dari skala rumah tangga atau home industry. Investasinya tak rumit dan ridak mengelluarkan dana yang besar, hanya memerlukan peralatan dapur keluarga. Bahan bahannya mudah didapat disekeliling anda dengan harga yang terjangkau. Cara membuat donat juga relatif mudah. Cukup dipandu resep dengan takaran yang akurat. Jadi, hanya dengan memanfaatkan ruang kosong di rumah, dapur, ataupun garasi.

2.3 Sejarah dan Latar Belakang Perusahaan


Enam orang siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang ingin berwirausaha untuk memproduksi sebuah produk yang sudah ada sebelumnya (donat) dengan cara yang baru (berpikir inovatif) dan ingin memasarkannya dengan pelayanan prima, dan seni menjual. Juga ingin meringankan beban orangtua dengan cara membuat usaha sendiri, tetapi jika dilakukan perorangan usaha ini sulit dijalankan. Maka, kami memutuskan untuk berwirausaha bersama sebanyak enam orang (ukuran yang cukup untuk usaha kami ini). Modal kami pun didapat dari patungan anggota perusahaan. Keuntungan yang didapat atau kerugian yang dialami akan ditanggung bersama. Pemilihan anggota perusahaan ini didasarkan pada pengalaman pengalaman para anggotanya. Sehingga cukup efektif untuk mengerjakan bagian bagian tugasnya. Sehingga setiap anggota memiliki tanggung jawab masing masing sesuai pengalamannya.

2.4 Tujuan dan Pembagian Waktu


Tujuan usaha kami adalah memperkenalkan donat dengan cita rasa yang baru kepada konsumen kami, yaitu warga sekolah kami (SMKN 13 Bandung). Juga memberikan variasi makanan ringan yang cukup mengenyangkan yang belum pernah ada sebelumnya.

Pembagian waktu : Jadwal bukanya toko : jam 6 S/d jam 4 sore a. Manager mengadakan meeting untuk seluruh anggota setiap hari minggu selama 4 5 jam untuk membahas bagian apa saja yang harus dievaluasi dan dikembangkan lagi. b. Anggota bagian produksi membuat donat setiap jam 3 shubuh. c. Anggota bagian administrasi datang jam 6 sampai jam 4 sore (sesuai jadwal buka toko)

2.5 Pelayanan
Kami akan melakukan pelayanan prima terhadap konsumen kami dengan cara : a. Penampilan serasi dengan cara berbusana seragam & dengan expresi wajah b. Melayani pembeli secara terhormat (menganggap pembeli sebagai raja) c. Melayani pelanggan dengan sikap menghargai (ramah, senyum, sopan, mendengar kritik, saran dari pelanggan dengan cara menyediakan kotak saran di dekat pintu keluar toko) d. Mencatat dengan cermat apa yang dibutuhkan pembeli (menggunakan note) e. Menjelaskan kembali setiap pesanan f. Selalu mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang sudah datang g. Melakukan pelayanan dengan cepat h. Pemberian potongan harga pada waktu waktu tertentu i. Pemberian hadiah pada waktu waktu tertentu j. Berikap konsisten dalam melayani pembeli k. Delivery service via internet dan via text message (no.Hp 085721610057)

3. ASPEK PEMASARAN 3.1 Penelitian dan Analisis 3.1.1 Target Pasar atau Konsumen
Pembeli kami individu, bukan industri. Konsumen kami adalah warga sekolah di tempat kami berjualan (SMKN 13 Bandung), khususnya ke kalangan remaja yang sering makan makanan ringan yang cukup mengenyangkan. Daya beli dari konsumen kami cukup tinggi, apalagi untuk makanan. Karena di sekolah ini kegiatannya cukup padat, dari pagi hari sampai sore hari menyebabkan warga sekolah khususnya siswa sangat tinggi daya belinya terhadap makanan.

3.1.2 Ukuran dan Tren Pasar


Perkiraan jumlah dan rata rata permintaan produk per bulan 750 buah produk.

3.1.3 Situasi Persaingan


PESAING 1. PT.Soft Drink 2. 3. KEUNGGULAN Menjual minuman yang menyegarkan Produk lengkap dengan berbagai merk Pada cuaca panas, konsumen akan lebih memilih untuk membeli minuman dibandingkan membeli makanan. 1. PT.Food Menjual berbagai makanan yang mengenyangkan 2. 1. Produknya tidak bisa menjadi makanan ringan Harga produk mahal 1. 2. KELEMAHAN Harga produk mahal Pelayanan kurang ramah

3.1.4 Perkiraan Pasar Ramalan produk yang akan dihasilkan


Produk : donat. Donat yang kami buat variasinya dengan berbagai macam isi dan topping. Komponen yang menambah nilai produk kami adalah topping, meises, dan buah buahan yang kami taruh diatasnya.

KEUNGGULAN PRODUK YANG DIMILIKI


1. Isi dari donat yang kami buat itu bermacam macam, dan kebanyakan kami isi dengan esen buah - buahan. 2. Bahan dasar dari donat yang kami buat kebanyakan adalah sayuran seperti donat ubi manis, donat jagung, donat ketan hitam, dan donat kentang. 3. 4. Gizi dari donat yang kami buat memenuhi nilai gizi makanan berat. Topping yang kami gunakan juga berbahan dasar buah buahan.

3.2 Rencana Pemasaran 3.2.1 Strategi Pasar


Produk yang kami pasarkan higienis, bergizi tinggi, tanpa pengawet, tidak menggunakan gula biang, tidak menggunakan campuran bahan kimia, dan dibuat baru pada hari pemesana, dan harga terjangkau. Sehingga, kami menentukan harga jual yang dapat bersaing dengan produk sejenis. Kami juga menjaga kualitas produk, jangan sampai kadaluwarsa, apalagi apek. Kami mencantumkan tanggal pembuatan dan tanggal kadaluwarsa agar pelanggan yakin dan selalu mendapatkan donat yang layak dikonsumsi. Ini lah strategi pasar yang kami lakukan agar produk kami lebih diminati oleh konsumen. Kami menyediakan kotak saran untuk kritik, saran, komplain dari pelanggan agar usaha kami lebih maju. Kami juga menerima pesanan lewat sms, telepon, untuk mempermudah konsumen mendapat produk yang diinginkan. Distribusi yang kami lakukan adalah distribusi langsung, yaitu dari produsen ke konsumen tanpa melalui perantara.

3.2.2 Masalah Penetapan Harga


Metode penetapan harga dalam usaha kami adalah customary price, yaitu dalam jangka panjang, harga suatu produk tetap stabil dan tidak ada perubahan. Apabila harga bahan baku meningkat, maka harga pokok produknya juga akan meningkat. Metode penetapan harga biaya plus (cost plus pricing) : Biaya produksi setiap harinya adalah satu adonan donat dengan hasil 40 buah. Asumsinya tenaga yang membantu dalam semua proses usaha tidak dibayar, karena nanti keuntungannya juga akan dibagi bersama untuk enam anggotanya. Biaya untuk keuntungan 25% adalah : Bahan baku Lain lain (penyusutan peralatan, transportasi) Jumlah : Rp 60.000,: Rp 60.000,: Rp 120.000,-

Keuntungan yang diinginkan 25% dari total biaya. Sehingga harga keseluruhannya : Rp 120.000,- + (25% x Rp 120.000,-) = Rp 120.000,- + Rp 30.000,- = Rp 150.000,Harga satuan : Rp 150.000,- = Rp 3.750,- Rp 4.000,40 Harga satuan tanpa keuntungan = Rp 120.000,- = Rp 3.000,- tiap buah. 40 Keuntungan yang didapat = Rp 4.000,- - Rp 3.000,- = Rp 1.000,- tiap buah.

3.2.3 Periklanan dan Promosi


Kami memanfaatkan perkembangan ilmu teknologi dan informasi. Kami menggunakan website, blog, mailing list, twitter, facebook untuk mempromosikan produk kami. Melalui iklan dunia maya ini, kami bisa mempromosikan secar lebih detail tentang produk kami. Donat juga dilengkapi dengan cara pemesanan via text message dan hanya untuk lingkungan sekolah kami saja. Kami juga akan melakukan promosi dengan cara berikut : a. Metode sales promotion yaitu dengan menggunakan sampel atau contoh yang diberikan secara gratis pada konsumen saat usaha kami baru dibuka selama 1 hari full, dengan harapan konsumen dapat menyukainya. b. Menetapkan paket harga, yaitu produk yang memuat harga lebih rendah daripada harga biasa. c. Mengikuti pameran dagang (bazar) dengan harapan produk kami akan lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya ditempat kami berjualan. d. Memberikan kupon berhadiah (untuk pembelian minimal Rp 15.000,- akan mendapatkan kupon, dan 10 kupon dapat ditukarkan dengan satu buah donat sesuai pilihan.

3.2.4 Teknik Menjual


Teknik menjual dalam usaha kami adalah : a. Menerapkan konsep 3S (Senyum Salam Sapa) b. Memakai pakaian yang rapih terutama bagian pemasaran c. Berbicara dengan sopan dengan bahasa yang santun d. Menciptakan suasana yang nyaman untuk pelanggan e. Menjelaskan kepada pembeli, tentang keuntungan bila membeli produk kami dan efek samping dari produk yang ditawarkan.

3.2.5 Seni Menjual


Seni menjual dalam usaha kami adalah : a. Bagian pemasaran : Berpenampilan menarik, dan mengetahui seluk beluk tentang produk yang dipasarkan. Memiliki kemampuan menjual yang memuaskan pembeli. Mau belajar untuk menambah pengetahuan dalam memasarkan produk Memiliki standar ekstra yang tinggi dalam memasarkan produk Tidak menyalahi janji jika memasarkan produk (jujur) Memahami bahwa pekerjaan memasarkan berarti melayani Menjaga keutuhan pribadinya dan kemerdekaannya dalam memasarkan

b. Untuk semua anggota : Mampu berkomunikasi dengan baik Penuh inisiatif Berpikir kreatif Penuh perhatian Tidak mudah putus asa Menarik, mudah bergaul, dan selalu gembira Sopan santun, lurus hati, dan disiplin Ketajaman daya ingat, dan bijaksana

4. MODEL, DAN PENGEMASAN 4.1 Pengemasan dan Rencana Desain


Pengemasan berfungsi untuk menjaga kualitas produk agar tetap baik, mencegah kerusakan atau kontaminasi mikroorganisme, dan memudahkan penyimpanan, serta menarik minat konsumen untuk membeli. Oleh karena itu, kemasan harus di desain semenarik mungkin, baik dari bahan, warna, bentuk, gambar, logo, maupun huruf. Kami mengusahakan semua informasi terdapat dalam kemasan, seperti merek dagang, nama produk, jumlah isi, komposisi bahan, berat bersih, tanggal kadaluwarsa, nomor pendaftaran, alamat perusahaan, dan kode produksi. Wadah wadah yang kami sediakan antara lain : a. Untuk jumlah satu hingga empat buah donat disediakan kantong kantong kertas b. Untuk donat dengan olesan atau taburan (topping) kami sediakan kardus bertutup transparan yang terbuat dari mika, hingga tampilan donat tampak dari luar tanpa harus membuka tutup kardusnya. c. Untuk suvenir acara pesta, kami menggunakan kotak kardus berkaca plastik dan kemasan bertali pita kecil dengan isi beberapa kue donat

Proses pengemasan dimulai dengan menyusun donat sesuai tempatnya, jika di kardus donat harus ditempatkan tidak terlalu longgar, agar donat tidak bergerak gerak untuk meminimalisir rusaknya produk. Untuk donat dengan topping, kami tidak menyusun donat dengan cara ditumpuk, agar bentuknya tetap terjaga, karena lapisan atas donat yang mempercantik tampilan donat dapat menempel ke lapisan donat yang lain.

5. ASPEK PABRIK 5.1 Analisis lokasi


Lokasi yang kami pilih adalah salah satu tempat di kantin sekolah kami (SMKN 13 Bandung) dengan membayar sewa kepada sekolah. Kami memilih tempat ini dengan alasan : a. Kami masih siswa dari sekolah ini, sehingga pilihan untuk tempat usaha kami adalah di kantin sekolah agar saat ada pengumuman atau ada informasi lain tentang sekolah, akan mudah kami dapatkan. b. Warga sekolah di sekolah kami daya beli terhadap makanannya cukup tinggi, jadi merupakan suatu peluang usaha yang cukup baik untuk usaha kami. c. Untuk perizinan usaha pun akan lebih mudah.

5.2 Kebutuhan Produksi (Fasilitas dan Peralatan)


Berikut ini adalah alat yang diperlukan untuk membuat donat: 1. Baskom Baskom merupakan wadah untuk mencampur adonan. Selain baskom juga diperlukan wadah-wadah kecil, seperti mangkuk untuk wadah margarin dan telur serta bahan lainnya.

2. Mixer Berfungsi untuk mempermudah pengadukan adonan. 3. Cetakan donat Digunakan untuk membentuk adonan donat setelah donat dikempiskan, digiling memanjang dengan tebal 1,5 cm, lalu tekan cetakan donat pada adonan, dan angkat hasil cetakan. Pindahkan cetakan ke atas Loyang yang sudah dioles margarin tipis - tipis untuk proses pengembangan. Cetakan donat ada yang berlubang, Berliner (cetakan donat bulat tidak berlubang), dan long john (cetakan bentuk memanjang). 4. Loyang-loyang tipis (nampan) Berguna sebagai tempat sementara adonan yang sudah dibentuk untuk proses fermentasi terakhir dan siap dimatangkan dengan digoreng. 5. Ayakan Untuk mengayak bahan kering yang sifatnya mudah menggumpal 6. Timbangan dan takaran Untuk menakar bahan bahan yang diperlukan dan adonan. Kami memilih timbangan sesuai kebutuhan. Selain timbangan, diperlukan juga sendok sendok takar, untuk menakar bahan bahan yang jumlahnya sedikit, misalnya vanili, bread improver. Untuk bahan cair, diperlukan gelas takaran. 7. Kompor Untuk penggunaan kompor itu bebas, yang penting nyala api biru untuk menghantarkan panas dengan baik dan merata.

8. Wajan Kami memilih wajan yang cekung dasarnya hingga donat matang merata. Jika memungkinkan, kami menggunakan wajan anti lengket, sehingga memudahkan proses penggorengan. 9. Sumpit Digunakan saat proses penggorengan donat. Kami menggunakan sumpit panjang dan masukkan ke lubang donat. Putarab sumpit akan membuat lubang donat dan tidak akan menutup sewaktu proses penggorengan. 10. Spatula Berfungsi memotong adonan untuk ditimbang. 11. Etalase Untuk menyimpan produk produk yang jadi dan siap untuk dipasarkan.

5.3 Data biaya


Biaya tidak tetap : Tepung terigu (khusus donat) Ragi instan Gula Pasir Gula Halus Garam Susu bubuk (dicairkan) Telur Ayam Margarin tawar Pembuatan topping Minyak Goreng Total biaya Biaya tetap : Bahan bakar & listrik Transportasi Sewa Tempat Pemeliharaan alat Total Biaya Total biaya keseluruhan : Biaya tidak tetap + biaya tetap = Rp 60.000,- + Rp 60.000,= Rp 120.000,Rp 8.000,Rp 2.000,Rp 1.000,Rp 2.000,Rp 500,Rp 2.500,Rp 3.000,Rp 1.000,Rp 30.000,Rp 10.000,Rp 60.000,-

Rp 10.000,Rp 10.000,Rp 30.000,Rp 10.000,Rp 60.000,-

6. ASPEK MANAJEMEN 6.1 Tim Manajemen


Manager Administrasi Produksi Pemasaran : Bryan Ferdyansyah : Dini Nur Utami : Rafli Rachmawandi & Siti Nurjanah : Hadi Wibowo & Taqiyyah Syarah Pradini

6.2 Struktural Legal


Perjanjian sewa tempat kepada pihak sekolah (SMKN 13 Bandung) selama 6 bulan (jika usaha memang menguntungkan, akan diperpanjang lagi).

6.3 Susunan Organisasi

Direktur
Bryan F

Administrasi Dini N U

Produksi Rafli R

Pemasaran Hadi Wibowo

Siti N

Taqiyyah Syarah P

7. ASPEK MASALAH 7.1 Masalah Masalah yang Potensial


Perizinan dari pihak sekolah yang belum tentu memberikan izin untuk usaha kami ini.

7.2 Risiko dan Hambatan


Hambatan dalam usaha kami ini adalah jam untuk produksinya. Kami masih siswa SMK yang mempunyai kewajiban belajar, tapi untuk bagian produksi harus datang lebih dulu yaitu pukul 4 shubuh untuk membuat adonan. Risikonya untuk donat yang toppingnya dari buah buahan jika tidak ada yang membeli, akan cepat membusuk, juga untuk donat yang berbahan dasar sayuran, seperti donat kentang dan donat ubi.

7.3 Tindakan Alternatif


Tindakan alternatif kami jika risiko ini terjadi, akan menurunkan harga untuk produk yang sudah mendekati tanggal kadaluwarsanya, jadi produk kami tetap dibeli sebelum tanggal kadaluwarsa. Tindakan alternatif kami jika hambatan ini terjadi, bagian produksi hanya harus datang dan membuat adonan pada pukul 4 sampai 7 pagi. Sehingga jika ada tugas sekolah yang perlu dikerjakan, bisa dikerjakan diluar pembagian jam.

8. ASPEK FINANSIAL 8.1 Perkiraan Finansial 8.1.1 Keuntungan dan Kerugian


Keuntungan yang akan kami peroleh Rp 40.000,- per satu hari Kerugian yang akan didapat apabila tidak terjual dalam dua hari adalah Rp. 160.000,-

8.1.2 Arus Kas

Uraian I. II. Saldo kas Perkiraan Penerimaan Kas 1. Hasil Penjualan tunai 2. Penagihan piutang 3. Penerimaan lain Jumlah penerimaan III. Perkiraan Pengeluaran 1. Pembelian mentah bahan

Maret

2. Pembayaran dan upah 3. Biaya administrasi & umum 4. Biaya Penjualan

Jumlah pengeluaran

Surplus (defisit)

8.1.3 Analisis Break Even Point


Perhitungan BEP atas dasar kuantitatif (unit) BEP (Q) = biaya tetap/(harga jual per unit - biaya variabel) Biaya tetap = Rp.---------Biaya variabel =Rp.--------Harga jual per unit = Rp.----------BEP(Q) = RP------------- / (RP----------- - RP ------------)

BEP(R) =

8.1.4 Biaya

9. APENDIKS DAN BIBLIOGRAFI 9.1 Surat-surat 9.2 Data penelitian pasar 9.3 Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya 9.4 Daftar harga dari pemasok barang