Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS Kistoma Ovarium

Oleh : Munika Ayu Lestari H1A009016 Pembimbing : dr. I Made Putra Juliawan, Sp.OG

OUTLINE
1. PENDAHULUAN 2.TINJAUAN PUSTAKA Anatomi ovarium Kista : - Definisi - Klasifikasi - Epidemiologi - Tanda & Gejala - Diagnosis - Tatalaksana - Komplikasi - Prognosis 3. LAPORAN KASUS 4. PEMBAHASAN 5. KESIMPULAN

PENDAHULUAN

Ovarium fungsi reproduksi Gangguan kista ovarium, sindrom ovarium polikistik, dan ca ovarium. Kista ovarium jinak dan ganas Keganasan ovarium merupakan 6 kasus

kanker terbanyak dan merupakan penyebab


kematian oleh karena keganasan ginekologi.

Penanganan jenis kista

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi ovarium

Seeley, 2004. Anatomy and Physiology

Kista ovarium
Definisi : Kista adalah pertumbuhan abnormal berupa kantong (pocket, pouch) yang tumbuh di bagian tubuh tertentu. Kista ada yang berisi udara, cairan, nanah atau bahan-bahan lain. Kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan atau materi semisolid yang tumbuh pada atau di sekitar ovarium7

klasifikasi : Tumor ovarium

nonneoplastik (functional cyst)

Neoplastik

kista folikel kista korpus luteum kista lutein kista inklusi germina kista endometrium kista stein-leventhal Kistik

Tumor Jinak Solid

Tumor ganas

Kistoma ovarii simpleks

Kistadenoma ovarii serosum


Kistadenoma ovarii musinosum Kista endometroid Kista dermoid

Fibroma, leimioma, fibroadenoma, papiloma, angioma, limfangioma Tumor brenner Tumor sisa adrenal

Cont

Schorge, et al 2008. Williams Gynaecology - Peatkin J, Peattie AB and Magowan BA. (2003). Obstetrics and Gynecology: an Illustrated Colour Text

Jenis kista Kista Kistoma Ovarii Simpleks permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista tampak jernih, serous dan berwarna kuning. Adanya tangkai torsi (putaran tangkai) dengan gejala-gejala mendadak. Kistadenoma Ovarii Musinosum mungkin berasal dari suatu teratoma/berasal dari lapisan germinativum,/ mempunyai asal yang sama dengan tumor Brenner. Gambaran Klinik. Tumor lazimnya berbentuk multilokuler; oleh karena itu, permukaan berbagala (lobulated). Dapat terjadi torsi gangguan sirkulasi. Dapat menyebabkan pseudomiksoma peritonei. Dinding kista tebal, berwarna putih keabuabuan cairan lendir yg khas kental seperti gelatin, melekat, bewarna kuning sampai kecoklatan tergantung pencampurannya dg darah Keganasan ini terdapat dalam kira-kira 5-10% dari kistadenoma musinosum.

Gambar

Kistadenoma Ovarii Serosum berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal epithelium). Kista jenis ini, pada umumnya multilokular namun terkadang memiliki komponen papilar. Gambaran Klinik.. Warna kista putih keabu-abuan. Ciri khas kista ini adalah potensi pertumbuhan papiler ke dalam rongga kista sebesar 50%, dan keluar pada permukaan kista sebesar 5%. Isi kista cair, kuning, dan kadang-kadang coklat karena campuran darah. Tidak jarang kistanya sendiri kecil, tetapi permukaannya penuh dengan pertumbuhan papiler (solid papilloma). Mikroskopik ; dinding kista dilapisi epitel kubik atau epitel torak yg rendah dg sitoplasma eosinofil & inti sel yg besar & gelap. Perubahan Ganas. Apabila ditemukan pertumbuhan papilifer, proliferasi dan stratifikasi epitel, serta anaplasia dan mitosis pada sel-sel, kistadenoma serosum secara mikroskopik digolongkan kedalam kelompok tumor ganas. Sekitar 30-35% dari kistadenoma serosum yg mengalami perubahan keganasan

Jenis kista Kista Dermoid teratoma kistik yang jinak dimana struktur-struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lebih menonjol daripada elemen-elemen entoderm dan mesoderm. Gambaran Klinik. Tidak ada ciri-ciri yang khas pada kista dermoid.. Tumor mengandung elemen-elemen ektodermal, mesodermal dan entodermal. Maka dapat ditemukan kulit, rambut, kelenjar sebasea, gigi (ektodermal), tulang rawan, serat otot jaringan ikat (mesodermal), dan mukosa traktus gastrointestinalis, epitel saluran pernapasan, dan jaringan tiroid (entodermal). Bahan yang terdapat dalam rongga kista ialah produk dari kelenjar sebasea berupa massa lembek seperti lemak, bercampur dengan rambut. Rambut ini terdapat beberapa serat saja, tetapi dapat pula merupakan gelondongan seperti konde. Pada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah. Ada kemungkinan pula terjadinya sobekan dinding kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum. Ada kemungkinan pula bahwa satu elemen tumbuh lebih cepat dan menyebabkan terjadinya tumor yang khas. Termasuk di sini: 1. Struma ovarium. 2. Kistadenoma ovarii musinosum dan kistadenoma ovarii serosum 3. Koriokarsinoma Sekitar 2 % kista dermoid berpotensi menjadi maligna atau ganas pada wanita yang berusia di atas 40 tahun

Gambar

Gejala & Tanda


Banyak tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda, terutama tumor ovarium yang kecil. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik. Sebagian besar gejala dan tanda adalah akibat dari pertumbuhan, aktivitas endokrin, atau komplikasi tumortumor tersebut 8.

Akibat Pertumbuhan. Akibat Aktivitas Hormonal. Akibat Komplikasi. Putaran Tangkai, Infeksi pada Tumor dan Perubahan Keganasan.

Diagnosis
Apabila pada pemeriksaan ditemukan tumor di rongga perut bagian bawah dan atau di rongga panggul diteliti sifat-sifatnya (besarnya, lokalisasi, permukaan, konsistensi, apakah dapat digerakkan atau tidak) untuk menentukan jenis tumor Tumor ovarium biasanya uterus dapat diraba tersendiri, terpisah dari tumor. Jika tumor ovarium terletak di garis tengah dalam rongga perut bagian bawah dan tumor itu konsistensinya kistik, perlu dipikirkan adanya kehamilan atau kandung kemih penuh, sehingga pada anamnesis perlulah lebih cermat dan disertai pemeriksaan tambahan. Apabila sudah ditentukan bahwa tumor yang ditemukan ialah tumor ovarium, maka perlu diketahui apakah tumor itu bersifat neoplastik atau nonneoplastik.

Pemeriksaan penunjang
Laparoskopi Ultrasonografi : dapat ditentukan letak dan batas tumor, apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapat pula dibedakan antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak

Gambaran USG

Peattie AB and Magowan BA. (2003). Obstetrics and Gynecology: an Illustrated Colour Text

Foto Rontgen : untuk menentukan adanya hidrothoraks. Selanjutnya, pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi dalam tumor.

Berek. Berek & Novaks . 2007 Gynecology, 14th Edition. Lippincott Williams & Wilkins

Tatalaksana

Berek. Berek & Novaks . 2007 Gynecology, 14th Edition. Lippincott Williams & Wilkins

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS
Nama : Ny. J Usia : 20 tahun Pendidikan : SLTP Pekerjaan: IRT Agama : Islam Suku : Sasak Alamat : Sayang- sayang - Cakranegara MRS : 24 Mei 2013 Rekam Medik : 081619

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama Pasien mengeluhkan terdapat benjolan di perut bagian kiri bawah yang semakin lama semakin membesar sejak 4 bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien rujukan Puskesmas Karang Taliwang dengan diagnosa Susp. Kista Ovarium datang ke poliklinik RSUP-NTB dengan keluhan terdapat benjolan di perut kiri bagian bawah. Pasien mengatakan benjolan dirasakan sejak 4 bulan yang lalu, semakin lama semakin membesar namun tidak disertai rasa nyeri. Pasien mengatakan benjolan di perutnya terasa semakin membesar sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan aktivitasnya terganggu oleh benjolan di perutnya tersebut. Pasien juga tidak mengeluh nafsu makannya menurun, pusing, demam dan nyeri perut. BAK dan BAB dirasakan lancar, serta siklus menstruasi pasien juga teratur meskipun terdapat benjolan di perut kiri bagian bawah. Kronologis : Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah menderita penyakit yang membuat dirinya dirawat di RS. Pasien juga mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, hipertensi, diabetes mellitus, dan asma.

Riwayat penyakit keluarga : Pasien tidak memiliki penyakit keturunan. Menurut pasien di keluarga pasien tidak ada yang memiliki keluhan seperti pasien. Riwayat penyakit jantung, ginjal, hipertensi, diabetes mellitus, dan asma disangkal. Riwayat penyakit keganasan pada keluarga : Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keganasan. Riwayat alergi : Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap obat-obatan, makanan dan cuaca. Riwayat Kontasepsi : Pasien mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi Riwayat haid : Siklus haid : Teratur, 28 hari. Lamanya : 7 hari Menarche : 13 tahun, Hari Pertama Haid Terakhir : 06/05/2013 Riwayat Obstetri : Pasien telah menikah selama 10 bulan , dan ini merupakan pernikahan pertamanya. Pasien belum pernah hamil dan tidak pernah mengalami abortus

III. STATUS GENERALIS


Keadaan umum : Baik Kesadaran : E4V5M6 Berat badan : 48 kg Tinggi badan : 152 cm IMT : Normal Tekanan darah : 120/70 mmHg Frekuensi nadi : 82 x/menit Frekuensi napas: 24 x/menit Suhu : 36,5 C
Mata : Anemia (+/+), Ikterus (-/-)

Jantung Paru Abdomen Ekstremitas

: S1S2 tunggal, reguler, m (-), g (-) : Vesikuler (+/+), wh (-/-), rh (-/-) : luka bekas operasi (-), linea nigra (+) : edema tungkai (-/-), akral hangat (+/+)

IV. STATUS GYNECOLOGI


Abdomen : - Inspeksi : tampak perut bagian bawah membesar, tidak ada tanda peradangan, tidak ada bekas operasi - Auskultasi : Bising usus (+) normal - Palpasi : TFU tidak teraba, teraba massa dengan konsistensi padat pada perut bawah dengan ukuran 15 x 18 cm, permukaan irregular, berbatas tegas, mobile , dan tidak terdapat nyeri tekan (-). Pemeriksaan Inspekulo : Porsio ukuran normal, permukaan erosi (-), fluksus (-), livide (-), P OUE (-), fluor albus (-), perdarahan aktif (-). Dinding vagina normal. Massa (-), Peradangan (-). Pemeriksaan Dalam (VT) : Dinding vagina normal, massa (-). Portio licin, (-), nyeri goyang (-). Adneksa Parametrium kiri teraba massa, padat, tidak dapat digerakkan, nyeri (-). Adneksa Parametrium kiri Cavum Douglas dbn. Corpus Uteri antefleksi.

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemerikasaan Laboratorium : Hb :12,7 g/dL HCT : 38,4 % RBC : 4,45 WBC : 8,74 /mm3 PLT : 259 /mm3 HBsAg : SGOT : 23 U/L SGPT : 21 U/L USG : Tampak masa hip0ekoik dengan bagian kistik. Diameter 14 x 12 cm

VI. DIAGNOSIS Pre Operasi Post Operasi sinistra

: Kistoma Ovarii : Kista ovarii

dermoid

VI. RENCANA TINDAKAN Observasi KU, Vital Sign dan Perdarahan Cek laboratorium sebelum operasi: DL, HbSAg, SGOT, SGPT dan gula darah. Konsultasi ke bagian Anastesia sebelum operasi. Laparotomi (salphyngo-ooforektomi). Pemeriksaan Patologi Anatomi

VII. TEMUAN INTRAOPERATIVE


Terdapat massa kistik di ovarium sinistra dengan ukuran 20 x 15 cm, tidak ada perlengketan. Uterus : tampak uterus bikornu bicollis (sebelah kanan lebih kecil dari pada sebelah kiri). Pada saat kista di belah ; tampak cairan kuning (lemak) dan tampak adanya rambut serta gigi

Dokumentasi ; temuan intraoperative

PEMBAHASAN

1. Apakah diagnosa dan pemeriksaan pada kasus ini sudah tepat?


Pasien ini didiagnosa dengan kista ovarium dermoid sinistra anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang penemuan intraoperatif Gejala dan tanda pada pasien adalah
Benjolan di daerah perut bagian kiri bawah yang semakin membesar Keluhan buang air kecil atau besar tidak ada

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada pasien untuk menentukan diagnosis kista dalam hal ini adalah pemeriksaan abdomen, inspekulo dan vaginal toucher. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dalam kasus ini adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang menunjukkan kesan kista ovarium Diagnosis akhir pasien adalah kista ovarii dermoid sinistra

2. Apakah penatalaksanaan kasus ini sudah tepat ? Tindakan yang dilakukan pada pasien kista pada kasus ini adalah terapi bedah yaitu salphyngoooforektomi sinistra Indikasi tindakan bedah, yaitu :
Kista yang tidak menghilang dalam beberapa kali siklus menstruasi atau kista yang memiliki ukuran demikian besar Kista yang ditemukan pada wanita yang menopause Kista yang menimbulkan rasa nyeri luar biasa dan sampai timbul perdarahan. Potensi utk menjadi ganas tdk dapat dipastikan tidak dilakukan pemeriksaan PA

Pada kasus ini setelah dilakukan laparatomi, pasien dalam kondisi baik dan sudah melakukan mobilisasi sehingga sudah dapat dipulangkan pada hari ke-3 post operasi.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Kesimpulan kasus ini terdiri dari: Diagnosis pada pasien ini sudah tepat sesuai dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penemuan intraoperatif yaitu Kista ovarii dermoid sinistra. Penatalaksanaan yang dilakukan pada pasien ini sudah tepat yaitu tindakan bedah dengan melakukan pengangkatan ovarium yang disertai pengangkatan tuba (salphyngo-ooforektomi)

CATATAN PERKEMBANGAN

Daftar pustaka
Marret H. 2001. Doppler ultrasonography in the diagnosis of ovarian cyst: indication, pertinence and diagnosis criteria. Dalam: Journal of Obstetry Gynaecology Biology Reproduction Paris. Hal 20-33. Anurogo D. 2009. Kista ovarium. Available from http://www.netsains.com. (accessed: May, 27 2013) Laurvick CL, Semmens JB. 2002. Ovarian Cancer in Western Australia, 1982-1998: a Population-based Review of the Rends and Outcomes. Proceedings Simposium on Health Data Linkage. Available from http://www.publichealth.gov.au. (accessed: May, 27 2013) Howe HL. Epidemiology of Ovarian Cancer in Illinois 1988-1991. Available at http://www.idph.state.il.us Seeley, et al (2004), Anatomy and Physiology, Sixth Edition. The McGrawHill Companies Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, ed.11. EGC: Jakarta. Dorland N. Dalam: Hartanto H, Koesoemawati H, Salim IN, dkk (eds). Kamus Kedokteran Dorland, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC 2002 Winknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadhi T. 2007. Tumor Jinak pada Alat Genital. Dalam: Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal 346-361. Schorge, et al 2008. Williams Gynaecology. The McGraw-Hill Companies Peatkin J, Peattie AB and Magowan BA. (2003). Obstetrics and Gynecology: an Illustrated Colour Text. Philadelphia, USA: Churchull Livingstone. Berek. Berek & Novaks . 2007 Gynecology, 14th Edition. Lippincott Williams & Wilkins Hadibroto BR. 2005. Laparoskopi pada Kista Ovarium. Dalam: Majalah Kedokteran Nusantara Vol 38 No3. Jakarta. Hal 260-263.. William Helm, C. 2005, Ovarian Cysts, (emedicine), Available from: http://emedicine.com (Accessed: May, 27 2013).

Anda mungkin juga menyukai