Anda di halaman 1dari 3

RANGKUMAN NEUROPATOLOGI Bahasan: (........ mungkin yg paling membantu u/ dbaca yg tulisany miring..... mav rangkumany blm selese)......

Berbicara ttg neuropatologi, qt harus inget sel or jaringan apa aja yg berperan di sistem saraf, berdasar slide ntu kan ada: 1. Neuron sebagai pemerany yg menghantar impuls... 2. Sel Glia menyediakan lingkungan yang cocok agar neuron bisa bekerja 3. Pembuluh darah menyediakan nutrisi dan oksigen, selain ntu bisa jg sbg proteksi dengan membentuk sawar darah otak (dgn bantuan astrosit) 4. Meningan proteksi (begitu pula dengan tulang tengkorak) Truz.. .. apapun mekanisme jejasy, spt: kongenital (bawaan sejak lahir), kelainan vaskular, trauma, infeksi, degenerasi (penuaan?), neoplasma, maupun metabolik dapat menyebabkan: Kerusakan sel saraf: neuron maupun glia Kerusakan sawa Nah ini dibahas perubahan patologi yang terjadi.... 1. Perubahan pada sel neuron Perubahan sel neuron yang terjadi bisa: a. Akut Spheroid (neuron membesar/membengkak Sitoplasme badan sel bervakuola (perokarion vakuolisasi) Hancurnya badab nissl/substansi tigroid/RE kasar (chromatolysis) Nukleus menciut (piknotik). Kan tadi, dia bervakuol, vakuola itu ngambil tempat di sitoplasme sehingga nukleusy mengecil .... b. Kronik Atrofi (yg tadiy spheroid pas akut jadi atrofi pas kronik) Badan sel menciut Dendrit berbentuk seolah pembuka tutup botol (corckscrew-like) Nukleus semakin gelap (basofilik) Penumpukan (akumulaso lipofuksin) menimbulkan warna coklat emas kecil pada badan sel terjadi terutama pada proses penuaan

Selian akut kronik ada juga perubahan-perubahan spt: c. Perubahan Akson (Axonal or Retrograde Neuronal Change) Badan sel membengkak/membulat

Retraksi dendrit (pemendekan dendrit) Chromatolysis (badan nissl hancur/larut) d. Neuron Merah (Hypoxic-Ischemic Changes/Red Neurons) terbentuk terutama krn hipoksia, ischemik Badan sel menciut (pastinya... kan dia gk dpt suplai makanan) Eosinofilik (berwarna merah) Homogen (... qt kurang ngerti maksudy apa) Nukleus berbentuk segitiga dan memerah (eosinofilik) e. Badan Inklusi: yaitu badan-badan yang terbentuk sbg respon terhadap infeksi virus (kalo di kumar robins bilangy: partikel2 virus tertentu bakal beragragasi *berkumpul+ dan membentuk suatu badan yang spesifik dan bisa diliat di bawah mikroskop). Ada beberapa contoh badan inklusi: Pada Alzheimer ada neurofibril tangles (sel-sel neuron yang berkelompok terus bergelung2) Pada Parkinson ada bentuk khas yang disebut lewy body Pada Infeksi Virus i. Herpes cowdry body badan inklusiy ada di nukleus (intranuclear inclusion) ii. Rabies Negri body, adanya di sitoplasma (cytoplasmic inclusion) iii. Cytomegalovirus adanya di nukleus dan sitoplasma f. Degenerasi Wallerian Degenerasi Wallerian = putusy akson karena berbagai macam jejas spt infark, perdarahan, tumor maupun trauma. Nah, kan akson putus... terbagi jadi yang bagian proksimal (yg melekat pd soma) dan bagian distal. Pada bagian proksimal, soma akan memiliki ciri-ciri sbg berikut: Sitoplasmay membengkak Dendrit retraksi (memendek) Nuklues akan ke perifer (menepi) Kromatolisis Kalo pada bagian distal, akan terjadi reaksi inflamasi makrofag akan bekerja selama 2 minggu pertama.... Truz pada perbaikan jaringan ada kemungkinan timbul jaringan parut (oleh astrosit). Nah, kalo di SSP, adanya jaringan parut ini, menyulitkan untuk regenerasi karena neurony sulit menembus jaringan parut tersebut. Berbeda dengan SST, Sel schwann mampu memperbanyak diri dan membuat selubung mielin sebagai jalan si akson proksimal untuk mencari potongan akson distal. Pada akson yang putus ada sinyal-sinyal yang menyuruh untuk memperbaiki diri dan mencari pasangan aksony yang putus. Pada saat proses ini, kalau neurony motorik maka ototy bisa atrofi, Tapi kalau sudah tersambung, otot;y akan kembali spt semula. Apabila ada kelainan pembentuk selubung mielin oleh sel schwann (yang disebut neuroma traumatik) maka akson tidak akan tersambung kembali dan akson di proksimal akan bergelung saja. Akson di bagian distal akan hancur menjadi fragmen argirofilik sedangkan selubung mieliny hancur menjadi globul lipid.

g. Kematian Neuron (kalo jejasy berlangsung terus menerus or jejasy sangat besar, maka neurony bisa mati) Apoptosis Kalo apoptosis kan memang proses fisiologis.. i. terjadi karena proses degenerasi (penuaan), ii. tampak bulat, padat dan merah (mm... ntah apay yg berwarna gitu, pa neurony mungkin or somay doang) iii. terjadi secara cepat pada satu neuron saja, n tdk terjadi inflamasi Nekrosis Kan yg ini baru patologis i. Nukleus piknotik (mengecil), fragmentasi (berfragmen-fragmen) truz lisis ii. Sitoplasme kehilangan organel truz smakin merah (eosinofilik) iii. Terjadi reaksi inflamasi 2. Perubahan pada sel Glia a. Astrosit i. Bisa swelling (membengkak), biasa terjadi pada perubahan akut akibat hipoksia, hipoglikemi, ama jejas toxic ii. Hipertropi-hiperplasia (membesar dan membanyak), iii. Fibrilary gliosos (ni istilah khusus buat pembentukan jaringan parut di sistem saraf, jadi astrosit bertanggung jawab dl mpembentukn jar parut pada pemulihan jaringan di sistem saraf) cara membentuk jar paruty ntu dengan astrosit melakukan hipertropi n hiperplase ntu.... iv. Rosenthal fiber (mm... kurang ngerti yg ini, tp pada intiy di slide bilang: merupakan agregasi protein (pembentukan/pengumpulan protein) pada gliosis yg kronik, struktury tebal, memanjang dan eosinofilik (struktur kaya gitu jelas kok di gambar slidey)........ v. b. Oligodendrosit c. Ependim d. Mikroglia