Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN GANGGUAN HALUSINASI


Di Ruang VIII Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang

Disusun oleh: Torik Mustakim 1.1.10476

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG 2006

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN GANGGUAN HALUSINASI Ruang VIII Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang A. Pengkajian Dilakukan pada tanggal 14 juni 2006 di ruang VIII Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo, data diperoleh dari hasil wawancara dengan klien dan data dari catatan medik klien. I. Identitas Klien Nama Umur Pekerjaan Jenis kelamin Suku/bangsa Agama Pendidikan Alamat Penanggung Jawab Nama Jenis kelamin Suku/bangsa Agama Hub.dg klien Alamat Catatan masuk Tgl masuk No. CM : 7 juni 2006 : 039201 : Tn. R : laki-laki : Jawa/Indonesia : Islam : kakak klien : Tridonorejo, Bonang, Demak : Tn. J : 35 Tahun : wiraswasta : Laki-laki : Jawa/Indonesia : Islam : SD : Tridonorejo, Bonang, Demak

II. a. b.

Riwayat Keperawatan Alasan masuk tingkahlaku pasien aneh, suka ngomong sendiri Faktor predisposisi Klien seorang pendiam dan mengatakan jika mempunyai masalah sering di pendam sendiri.klien mengatakan bahwa klien merasa tertekan oleh istrinya. Pasien pernah di rawat di RSJD semarang sebanyak 2 kali c. Faktor presipitasi Klien gagal menjadi seorang petani yang sukses

III. Pemeriksaan fisik Tanda-tanda vital Tekanan darah : 105/ 80 mmHg Nadi Keadaan fisik Kepala : bentuk mesosepal, rambut kotor, kurang rapi Mata : sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis. Hidung : simetris, tidak ada penumpukan secret. Telinga : simetris, kotor, tidak ada penumpukan serumen Mulut Leher Kulit : bibir kering, tidak ada stomatitis, gigi kotor : tidak ada pembesran kelenjar tiroid,tidak terdapat distansi fena jugolaris : kulit kering,warna sawo matang,turgor kulit baik Ekstremitas: bersih, tidak ada oedem : 80 kali per menit

IV. 1.

Psikososial Genogram

Bagan 1 : Genogram Keterangan: : Laki-laki : Hubungan keluarga

: Klien

: tinggal serumah

: Perempuan

Klien tinggal dirumah bersama kedua orangtuanya setelah bercerai dengan istrinya. Keluarga pasien tidak ada yang sakit seperti pasien.

Konsep diri Gambaran diri Identitas diri Peran Ideal diri Harga diri 2. Hubungan sosial Orang yang berarti bagi klien adalah kakaknya, hubungan pasien dengan keluarga dan masyarakat kurang keperawatan: gangguan interaksi sosial: menarik diri. 3. Spiritual Nilai dan keyakinan: klien beragama islam. Kegiatan ibadah 4. Status mental a. b. c. d. e. Penampilan Klien nampak kotor, rambut acak-acakan Pembicaraan Selama interaksi klien berbicara kacau,kadang klien bicara sendiri Aktivitas motorik Klien kelihatan gelisah,suka mondar-mandir Alam perasaan Klien merasa putusasa karena istr selalu menekan Afek Saat pengkajian, didapatkan pasien adalah orang yang tidak kooperatif saat diajak bicara f. Interaksi selama wawancara Pada waktu intretaksi klien tidak kooperatif, kontak mata klien dengan perawat kurang : pasien tekun menjalankan ibadah : klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya. : klien adalah anak kedua dari empat bersaudara : klien adalah seorang ayah dari satu orang anak : klien ingin sembuh dan pulang ke rumah : klien tidak ada masalah degan hargadirinya

g.

Persepsi Klien sering melihat bayangan-bayangan tanpa ada wujud dan sering mendengar suara-suara tanpa ada sumber yang jelas.

h. i. j.

Isi pikir Klien tidak ada waham, Proses pikir Saat berdiskusi klien berbicara terputus-putus Tingkat kesadaran Klien tampak bingung, orientasi klien terhadap tempat dan waktu bagus, namun saat pengkajian orientasi klien pada orang kurang bagus, klien tidak bisa mengingat nama perawat yang merawatnya.

k.

Memori Klien mampu mengingat sudah berapa lama dia di rumah sakit, klien tudak mampu mengingat nama perawat yang berkenalan dengannya.

l.

Tingkat konsentrasi berhitung Saat berinteraksi dan wawancara, klien tidak berfokus pada satu topik pembicaraan

m. n.

Kemampuan penilaian Klien dapat mengambil keputusan sederhana tanpa bantuan orang lain. Daya tilik diri Daya tilik diri pasien kurang

V. a.

Kebutuhan persiapan pulang Makan Klien makan 3 kali sehari sesuai porsi yang disediakan rumah sakit. Klien mengatakan merasa senang dengan pola makannya, klien suka makan bersama teman-temannya.

b.

Eliminasi Klien mengatakan biasa BAB 1-2 kali sehari,kadang lkien BAB di sembarang tempat. Klien mangatakan biasa BAK 3-4 kali sehari.

c.

Mandi Klien mengatakan bahwa dia jarang mandi,selama di RSJ pasien belum pernah keramas dan sikat gigi.

d.

Berpakaian Klien mampu berganti pakaian secara mandiri, klien mampu memilih pakaian yang cocok untuk dirinya. Dandanan klien tampak kurang rapi.

e.

Istirahat tidur Klien mengatakan biasa tidur siang, klien mengatakan tidur malam sekitar 7-8 jam sehari,pasien tidak terbiasa menggosok gigi sebelum tidur, klien tidak terbiasa merapikan tempat tidur setelah bangun tidur.

f. g. jarang mandi h. i.

Penggunaan obat Selama di RSJ pasen mendapatkan terapi obat Pemeliharaan kesehatan Pasien kurang memperhatikan masalah kesehatannya,terbukti pasien Aktivitas di dalam rumah Klien menggantungkan semua kebuthannya di rumah kepada kakaknya Aktivitas di luar rumah Klien suka pergi ke sawah, disana pasien mencabuti rumput. klien juga jarang berkumpul dengan masyarakat sekitar.

VI.

Mekanisme koping Klien mengatakan jika ada masalah yang menimpanya, klien lebih suka memendamnya sendiri, enggan bercerita, klien selalu menyalahkan diri sendiri jika ada masalah yang menimpanya.

VII.

Aspek medis

Laboratorium Glukosa sewaktu : Ureum Creatinin Kolesterol total Trigliserid Protein total Albumin SGOT SGPT Uric acid Teraphy Trifluoperazine Trihexypenidyl : : 2x1 2x1 5mg 2mg : : : : : : : : : 87 34,6 0,82 78,0 7,6 5,6 21 14 6,3 mg/100ml mg/100ml mg/100 ml mg/100 ml mg/100 ml mg/100 ml unit/L unit/L mg/100ml

190,4 mg/100 ml

DAFTAR MASALAH No. 1 Hari/tanggal Rabu 14 juni 2006 DO: bingung DS: Klien mengatakan melihat bayangan-bayangan dan mendengar suara-suara yang tak jelas dari mana sumbernya Pasien suka ngomong sendiri Pasien kelihatan Resiko menciderai diri sendiri dan orang lain berhubungan kelihatan dengan Halusinasi Data Fokus Masalah Keperawatan

Pohon Masalah

Resiko meciderai diri, orang lain, dan lingkungan Perubahan persepsi sensori: halusinasi visual dan akustik Isolasi diri: menarik diri Diagnosa Keperawatan

akibat core problem penyebab

1. resiko menciderai diri, orang lain, dan lingkungan berubungan dengan perubahan persepsi sensori: halusinasi 2. perubahan persepsi sensori: halusinasi berhubungan dengan menarik diri

RENCANA KEPERAWATAN Nama Klien : Tn. J Ruang No. CM No. 1 : VIII : 039201 Diagnosa Keperawatan 1 Resiko menciderai diri, TUM: orang lain, dan Klien tidak menciderai orang lain dengan Klien dapat membina Ekspresi wajah Bina hubungan saling percaya prinsip klien lingkungan berhubungan penglihatan Tujuan Perencanaan Kriteria Evaluasi Intervensi TTD No. DP

halusinasi dengar dan TUK 1 hubungan saling percaya bersahabat,menunjukkan dengan mata, tangan mau berjabat a. maupun non verbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d. tujuan pertemuan Jelaskan menggunakan Sapa

rasa senang, ada kontak komunikasi terapeutik dan menyebut dengan ramah baik dengan verbal

nama, mau menjawab salam, klien mau duduk b. berdampingan perawat, mengutarakan yang dihadapi dengan mau c. masalah

e. menepati janji f. g. kepada TUK 2 Klien dapat mengenali Klien dapat: halusinasinya. Klien isi, Klien mengungkapkan perasaan terhadap b. halusinasinya Rasionalisasi : kllien

Jujur Tunjukkan

dan

sikap menerima klien apa adanya Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien.

dapat Hubungan saling percaya merupakan untuk hubungan interaksi frekuens selanjutnya. dapat a. bertahap Observasi tingkahlaku klien terkait dengan halusinasinya : bicara dan tertawa tanpa stimulus, memandang kekiri/ kekanan/ keatas/kebawah seolah ada teman bicara c. Jika menemukan Bantu mengenal halusinasinya: klien yang kien Adakan kontak sering dan singkat secara

menyebutkan waktu, dasar timbulnya halusinasi

sedang Jika

halusinasi, klien

tanyakan ada,

apakah ada suara yang didengar menjawab lanjutkan: apa yang dikatakan Katakan bahwa perawat percaya bahwa klien mendengar suara itu, namun perawat ( sendiri dengan tidak nada mendengarnya menghakimi ) Katakan bahwa klien lain juga ada seperti klien Katakan d. dengan klien : Situasi yang menimbulkan dan tidak menimbulkan halusinasi Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi. e. TUK 3 Klien dapat mengntrol halusinasinya Klien menyebutkan tindakan yang dapat Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi ( takut, marah, senang, atau sedih ) bahwa perawat akan

bersahabat tanpa menuduh dan

membantu kilen. Diskusikan

biasanya

dilakukan Rasionalisasi perilaku timbul pada saat halusinasi cara a. klien ( b. yang c. untuk halusinasi: Katakan saya tidak mau mendengar kamu ( pada saat halusinasi ) Menemui orang lain tidur, Identivikasi cara tindakan bersama yang memudahkan

untuk mengendalikan Mengenal halusinasinya Klien menyebutkan baru Kien dapat memilh cara telah di mengatasi dikusikan halusnasi seperti yang dengan klien

dapat perawat dalam melakukan intervensi

dilakukan jika terjadi halusinasi marah, menyibukkan diri ,dan lain-lain ) Jelaskan manfaat cara dilakukan klien, jika bermanfaat beri pujian Diskusikan cara baru memutus/ mengontrol

( perawat, teman, atau anggota keluarga )untk bercakap-cakap atau mengatakan halusinasi yang terdengar Membuat jadwal

kegiatan d. dan TUK 4 Klien dapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya Klien dapat membina hubungan percaya perawat Keluarga menyebutkan pengertian tanda, dan tindakan dapat saling dengan f. mengikuti kelompok, e. yang

sehari-hari Bantu klien cara

agar memili memutus

halusinasi tidak sampai muncul melatih

halusinasi secara bertahap Beri kesempatan cara telah dilatih , efaluasi halusinasinya dan beri pujian jika berhasil Anjurkan terapi orientasi klien aktivitas realita,

stimulasi persepsi

untuk Rasionalisasi Upaya untuk memutus siklus mengendalikan halusinasi sehingga halusinasi tidak halusinasi berlanjut a. membantu b. Anjurkan klien untuk keluarga Diskusikan jika dengan mengalami halusinasi kelurga ( pada saat keluarga berkunjung/ pada saat kunjungan rumah ):

Gejala halusinasi yang dialami klien Cara memutus halusinasi yang dapat

dilakukan klien dan keluarga untk TUK 5 Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik Klien dan keluarga dapat menyebutkan manfaat, dosis dan efek samping obat Klien penggunaan edngan benar Klien dapat informasi tentang efek samping Rasionalisasi obat Untuk mendapatkan bantuan keluarga mengontrol halusinasi a. Diskusikan dengan dapat obat c. follow Cara merawat anggota keluarga yang terkena halusinasi di rumah, beri kegiatan, jangan dibiarkan sendiri, makan bersama,bepergian bersama. Beri informasi waktu up atau kapan bantuan: perlumendapat

mendemonstrasikan

halusinasi tidak terkontol, dan resiko menciderai orang lain.

klien da keluarga tentang dosis, frekwensi, dan, manfaat obat b. meminta Anjurkan sendiri obat kien pada

perawat manfaatnya c.

dan

merasakan

Anjurkan klien bicara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping obat yang dirasakan

Rasionalisasi Dengan ffrekuensi, diharapkan menyebutkan dan klien manfaat dosis, obat,

melaksanakan

program pengobatan.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Nama Klien : Tn. J Ruang No. CM : VIII : 039201 No. DP 1 Implementasi Keperawatan TUK 1 Membina hubungan saling percaya a. b. Menyapa klien denga ucapan selamat pagi. Memperkenalkan diri dengan menyebut Evaluasi S : Klien menjawab salam selamat pagi, nama saya Tn. J saya suka dipanggil J saya dari Demak. Klien bisa menceritakan masalah yang dihadapi TTD

Tanggal/ Jam 14 juni 2006 09.00 WIB

nama lengkap, nama panggilan, alamat dan berjabat tangan. c. d. Menanyakan nama lengkap klien, nama panggilan klien, menananyakan asal Menjelaskan tujuan pertemuan, yaitu ingin membantu menyelesaikan masalah klien.

O : Klien menjabat tangan perawat, tersenyum, mulai ada kontak mata. Klien mau menceritaka masalah klien A : TUK 1 tercapai. P : lanjutkan TUK 2

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Nama Klien : Tn. J Ruang No. CM : VIII : 039201 No. DP 1 Implementasi Keperawatan TUK 2 a. b. Memvalidasi TUK 1 Tanyakan pada klien tentang waktu, isi, dan frekwensi terjadinya halusinasi Evaluasi S : klien menjawab pertanyaan perawat saya mendengar suara-suara saat saya melamun sendiri, suara itu menyuruh saya untuk jalan-jalan O: klien kooperatif saat interviu TTD

Tanggal/ Jam 14 juni 2006 09.30 WIB

A: TUK 2 tercapai P : lanjutkan TUK 3

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Nama Klien : Tn. J Ruang No. CM : VIII : 039201 No. DP 1 Implementasi Keperawatan TUK 3 a. b. c. Memvalidasi TUK 2. Tanyakan pada klien tentang cara yang biasa dilakukan klien saat halusinasi datang Ajarkan klien tentag cara menghardik halusinasi Evaluasi S: Klien menjawab pertanyaan perawat kalau suara itu datang saya selalu mengikutinya. Tapi setelah saya diberitahu perawat tentang cara menolaknya saya tau caranya yaitu degan mengusirnya sana pergi TTD

Tanggal/ Jam 24 Mei 2006 10.00 WIB

O : Klien mau mendengarkan intruksi dari perawat A : TUK 3 tercapai P : optimalkan TUK 3 lanjutkan TUK 4

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Nama Klien : Tn. J Ruang No. CM : VIII : 039201 No. DP 1 Implementasi Keperawatan TUK 4 a. b. c. Memvalidasi TUK 3 Bina hubungan saling percaya antara keluarga dengan perawat Ajarkan keluarga tentang tandatanda halusinasi dan cara untuk mengendalikan halusinasi Evaluasi S: Klien mengatakan sudah satu minggu belum dijenguk keluarga O : Klien kelihatan sedih saat ditanya masalah keluarga A : TUK 4 belum tercapai P : lakukan TUK 4 saat ada keluarga TTD

Tanggal/ Jam 24 Mei 2006 10.30 WIB

Beri Nilai