P. 1
Malaria Kehamilan

Malaria Kehamilan

|Views: 16|Likes:
Dipublikasikan oleh geralders
jnjnojeoqojqoueqw
jnjnojeoqojqoueqw

More info:

Published by: geralders on Jul 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2014

pdf

text

original

MALARIA DALAM KEHAMILAN

malariae dan falsiparum  Wanita hamil  kelompok usia dewasa yang paling tinggi risikonya. demam. sepsis puerperalis bahkan sampai kematian. edema paru. . hipoglikemi. ovale.  Komplikasi berupa anemia. Di daerah endemik malaria sekitar 20 – 40% bayi yang dilahirkan mengalami berat lahir rendah.  Terdapat empat spesies Plasmodium yang menyebabkan malaria pada manusia yaitu vivax. malaria serebral.Pendahuluan  Malaria adalah penyakit yang disebabkan protozoa dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Penyakit malaria dalam kehamilan.  Wanita dewasa yang belum pernah terkena parasit dalam jumlah banyak  Ibu hamil yang tinggal didaerah dengan transmisi rendah mempunyai risiko 2 sampai 3 kali lipat  Kematian  penyakit malarianya sendiri atau akibat langsung anemia yang berat. Daerah epidemik atau transmisi malaria rendah. 1. .

 Kebanyakan ibu hamil telah mempunyai kekebalan yang cukup  Gejala biasanya tidak khas untuk penyakit malaria  Janin biasanya mengalami gangguan pertumbuhan . Daerah dengan transmisi malaria sedang sampai tinggi.2.

 Demam  demam tidak terlalu tinggi yang terus menerus hingga ke hiperpireksia  Anemia  karena malnutrisi dan penyakit cacing  merupakan gejala yang paling sering ditemukan selama kehamilan  Splenomegali  keadaan ini akan menghilangpada trimester kedua kehamilan  splenomegali yang menetap pada keadaan sebelum hamil bisa mengecil selama kehamilan .Gejala klinis.

Anemia  Penyakit malaria dapat menyebabkan anemia dan juga dapat memperburuk keadaan anemia yang sudah ada  lebih berat pada usia kehamilan antara 16 – 29 minggu  Anemia yang signifikan ( Hb < 7 – 8 gr%) Hal ini disebabkan hal berikut :  Hemolisis eritrosit yang diserang oleh parasit  Peningkatan kebutuhan Fe selama hamil  Hemolisis berat dapat menyebabkan defisiensi asam folat .Komplikasi.

.Edema paru akut  lebih sering pada trimester 2 dan 3  Edema paru akut akan bertambah berat karena ada anemia sebelumnya Hipoglikemia Faktor-faktor yang mendukung terjadinya hipoglikemia adalah sebagai berikut:  Meningkatnya kebutuhan glukosa karena keadaan hiperkatabolik dan infeksi parasit  Sebagai respon terhadap starvasi/kelaparan  Peningkatkan respon pulau-pulau pankreas terhadap stimulus sekresi (misalnya guinine) menyebabkan terjadinya hiperinsulinemia dan hipoglikemia.

Imunosupresi  imunosupresi  infeksi malaria yang terjadi menjadi lebih sering dan lebih berat  infeksi malaria sendiri dapat menekan respon imun.  Pasien juga lebih sering mengalami demam paroksismal.  Penurunan fungsi sistem retikuloendotelial  imunosupresi dalam kehamilan. Infeksi sekunder berupa infeksi saluran kencing dan pneumonia serta syok septikemia. .

kematian janin dalam rahim. falciparum lebih serius karena dilaporkan insidensi mortalitasnya tinggi  abortus spontan. insufisiensi plasenta. persalinan prematur. anemia dan komplikasi-komplikasi lain dapat menimbulkan efek buruk terhadap janin. gangguan pertumbuhan janin (kronik/temporer). hipoglikemia. berat badan lahir rendah dan gawat janin  transplasental  malaria kongenital . insufisiensi plasenta.Risiko Terhadap Janin  Tingginya demam.  P.

yaitu:  Pencegahan transmisi  Pengobatan malaria  Penanganan komplikasi  Penanganan proses persalinan .Penatalaksanaan Malaria dalam Kehamilan Ada 4 aspek yang sama pentingnya untuk menangani malaria dalam kehamilan.

Pencegahan Transmisi  Pemberian obat malaria profilaksis  klorokuin basa 5 mg/kgBB (2 tablet) sekali seminggu  tetapi untuk daerah yang resisten. klorokuin tidak dianjurkan pada kehamilan dini namun setelah itu dapat diganti dengan meflokuin  profilaksis pada ibu hamil diatas 20 minggu dapat mengurangi malaria falsiparum sampai 85% dan malaria vivax sampai 100%  Pemakaian kelambu .

tetracycline.Terapi Malaria  Obat-obat antimalaria yang sering digunakan tidak merupakan kontraindikasi bagi wanita hamil Obat antimalaria dalam kehamilan  Semua trimester : Quinine. halofantrine . pyrimethamine/sulfadoxine  Trimester tiga : sama dengan trimester 2  Kontraindikasi : primaquine. doxycycline. Artesunate/artemether/arteether  Trimester dua : mefloquine.

tidur dengan posisi setengah duduk. pemberian oksigen. diuretik dan pemasangan ventilator bila diperlukan. dan lain-lain. kekakuan leher. .Komplikasi Malaria  Malaria serebral  unrousable coma pada malaria falsifarum perubahan sensorium yaitu manifestasi tingkah laku abnormal pada seorang penderita dari yang paling ringan sampai koma yang dalam. pandangan divergen.  Berbagai tingkatan penurunan kesadaran  kejang. plantar ekstensi/fleksi.  Penanganan pasien koma  penanganan yang komprehensif.  Edema paru akut  pemberian cairan yang dimonitor dengan ketat.  prinsip  pemberian antimalaria.

v.  Anemia  Harus di berikan transfusi bila kadar hemoglobin < 8.  . diuretik dan dialisa bila diperlukan.  Glukosa darah harus dimonitor setiap 4-6 jam untuk mencegah rekurensi hipoglikemia. Hipoglikemia  Pemberian dekstrosa 25-50%.0 g%.. dilanjutkan infus dekstrosa 10%.  Penanganannya meliputi pemberian cairan yang seksama.  Gagal Ginjal  pre prenal karena dehidrasi yang tidak terdeteksi atau renal karena parasitemia berat. 50-100 cc i.

. pneumonia dll. pemberian cairan.  Pemberian vitamin K 10 mg intravena bila waktu protrombin atau waktu tromboplastin parsial memanjang.hipotensi. yang disebut ’algid malaria’  Penanganannya  cephalosporin generasi ketiga. perdarahan gusi dan hidung serta saluran pencernaan. purpura. sering menyertai kehamilan dengan malaria. algid malaria  Infeksi bakterial sekunder seperti infeksi saluran kemih. monitoring tanda-tanda vital dan keluar masuk cairan.  syok septikemia. hematoma. Syok septikemia.  Koagulopati  petekie.

 Ikterus  Tidak ada terapi spesifik untuk ikterus.  Bila ditemukan hemolisis berat dan HB sangat rendah beri transfusi darah  Transfusi ganti  diindikasikan pada kasus malaria falsiparum berat untuk menurunkan jumlah parasit  Darah pasien dikeluarkan dan diganti dengan packed sel .

Penanganan saat persalinan  Anemia.  Gawat janin sering terjadi dan seringkali tidak terdeteksi. . edema paru dan infeksi sekunder akibat malaria pada kehamilan aterm dapat menimbulkan masalah baik bagi ibu maupun janin  Malaria falciparum berat pada kehamilan aterm menimbulkan risiko mortalitas yang tinggi  Distres maternal dan fetal dapat terjadi tanpa terdeteksi  Malaria falciparum merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan persalinan prematur. Frekuensi dan intensitas kontraksi tampaknya berhubungan dengan tingginya demam. hipoglikemia.

.  Seksio sesarea dilakukan berdasarkan indikasi obstetrik.  dipertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan. Kala II harus dipercepat dengan persalinan buatan bila terdapat indikasi pada ibu atau janin. Pemberian cairan  dehidrasi maupun overhidrasi harus dicegah karena kedua keadaan tadi dapat membahayakan baik bagi ibu maupun janin  Pada kasus parasitemia berat. harus dipertimbangkan tindakan transfusi ganti.

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->