Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan dewasa ini telah berkembang demikian pesatnya seiring dengan meningkatnya tuntutan jaman. Pendidikan dirasa sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa dan negara dalam menyongsong era globalisasi. Untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara, dunia pendidikan dituntut lebih meningkatkan mutu pendidikan sehingga nantinya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan perannya. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional terusmenerus dilakukan, antara lain: penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku ajar dan buku referensi lainnya, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai kualifikasi pendidikan mereka, peningkatan manajemen pendidikan, serta pengadaan fasilitas lainnya.. Pada pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, sebagian besar aktivitas dilakukan oleh guru sedangkan siswa bersifat pasif menerima informasi. Keadaan seperti di atas tidak membiasakan siswa untuk mengembangkan ketrampilan berfikir tingkat tinggi dan berfikir kritis karena siswa belum dilibatkan dalam proses pembelajaran yang maksimal. Pembelajaran sebagaimana disebutkan diatas menyebabkan siswa

mengasumsikan perannya dikelas hanya sebagai penonton. Siswa merasa bahwa

guru akan memberikan pengetahuan hanya jika mereka hadir di dalam kelas. Keadaan seperti itu untuk masa sekarang dipandang kurang efektif karena kurang melibatkan pengembangan kemampuan berfikir dan bertindak secara kritis, kurang dapat mengembangkan kemampuan bekerjasama dalam proses belajar, siswa kurang termotivasi dan kurang bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka. Dan berdasarkan hasil observasi di SMK PGRI Pakisaji, pada umumnya pembelajaran masih bersifat verbalis dan berpusat pada guru. Pembelajaran yang terkesan konvensional tersebut selain kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan siswa juga terasa membosankan, sehingga dapat mengakibatkan siswa merasa sukar dalam memahami materi yang diberikan guru. Terutama untuk materi akuntansi yang bukan hanya merupakan pelajaran hafalan dengan muatanmuatan teori, tetapi juga memerlukan banyak latihan dan keterampilan. Agar siswa dapat memahami pelajaran akuntansi dengan baik, maka guru selain menguasai materi juga harus memiliki bahan pembelajaran yang bersifat mandiri. Dalam hal ini bahan pembelajaran yang di ajukan penulis adalah modul, namun modul yang tersedia pun tidak cukup membuat para siswa untuk tertarik. Karena tampilan modul biasa yang biasanya cukup tebal untuk satu materi pembelajaran mambuat siswa sudah malas unutuk mambaca apalagi untuk menyelesaikan materi dalam modul tersebut. Karena itulah perlu digunakan terobosan baru agar siswa dapat tertarik untuk memasuki system pembalajaran dalam modul tersebut. Sehingga siswa merasa tertarik, tertantang, dan tidak merasa bosan dalam belajar dengan mandiri mengikuti system pembelajaran yang dinstruksikan dalam modul.

Berdasarkan uraian di atas jika seorang guru menerapkan pembelajaran dengan menggunakan modul digital, maka hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mengelola Kas Kecil. Dari pernyataan di atas penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Pengaruh Penggunaan Modul Digital Kas Kecil Terhadap Hasi Belajar Siswa SMK PGRI Pekisaji.

A. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah: 1. Apakah ada pengaruh penggunaan Modul Digital Kas Kecil terhadap hasil belajar akuntansi di SMK PGRI Pakisaji? 2. Bagaimana sikap siswa terhadap media pembelajaran LKS Digital?

B. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pengaruh penggunaan Modul Digital Kas Kecil terhadap hasil belajar akuntansi di SMK PGRI Pakisaji. 2. Sikap siswa terhadap media pembelajaran Modul Digital Kas Kecil.

C. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman yang menyimpang dari judul penelitian ini, dengan permasalahan yang

terbatas pada materi yang dibahas. Materi yang dibahas dalam penelitian ini adalah Kas Kecil.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk menguji keberlakuan dari teori tentang penggunaan media pembelajaran terutama media terhadap hasil belajar. Hamalik (2004:200) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan minat dan motivasi siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik, memudahkan penafsiran dan memadatkan informasi. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang cukup berarti bagi beberapa pihak, antara lain: a. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang media pembelajaran dan pengaruhnya terhadap hasil belajar akuntansi, sehingga dapat diaplikasikan nanti saat peneliti sudah menjadi seorang guru. b. Bagi Siswa

Sebagai masukan bagi siswa untuk mengetahui potensi dirinya agar bisa lebih berprestasi. c. Bagi Guru Memberikan sumbangan positif tentang salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar akuntansi bagi siswa kelas XI IPS SMK PGRI Pakisaji terutama dalam penggunaan modul digital Kas Kecil.

d. Bagi Masyrakat dan Pemerintah Memberikan sumbangan positif tentang media pembelajaran khususnya penggunaan Modul Digital bagi peningkatan hasil belajar siswa sehingga diharapkan pemerintah dapat lebih meningkatkan sarana pendidikan terutama media pembelajaran.