Anda di halaman 1dari 3

Dewi Lestari Natalia / 1006704530 / Kelompok 6

Semi Solid Casting


Proses pengecoran logam adalah proses pembentukan logam dengan cara memasukan logam cair kedalam cetakan berongga dan dilanjutkan dengan proses pembekuan logam tersebut. Salah satu jenis pengecoran logam adalah semi solid casting. Proses semi solid casting adalah proses di mana logam sebagian dipadatkan pada saat injeksi. Teknik proses pengecoran semi solid pertama kali ditemukan oleh spencer dan Fleming pada awal 1970. Proses semi solid casting dikembangkan pada era 1970-an oleh ilmuan dari MIT serta memasuki tahap komersialisasi diawal 1990an. Mereka memperkenalkan mekanisme geser selama proses pembekuan paduan dan menemukan bahwa viskositas dari slurry solid-liquid dapat berubah secara dramatis. Slab semi solid dengan fraksi volume solid yang tinggi dapat diperlakukan seperti halnya benda solid. Dan tidak hanya itu dapat dipotong-potong dengan menggunakan pisau. Pada kondisi ini viskositas material cenderung rendah, porositas dan kekosongan (vacancies) lebih sedikit dibanding dengan proses pembekuan konvensional.

Gambar 1. Ilustrasi Paduan Aluminium semi solid dengan diameter 3 inch yang dipotong dengan pisau pada kondisi 50% solid-50% liquid.

Dalam proses ini campuran terdiri dari sebagian cairan (liquid) dan sebagian padatan (solid) dengan rasio 40 60% yang kemudian dimasukkan ke dalam cetakan. Manfaat dari proses semi solid casting adalah: 1. Melalui proses semi solid casting ini turbulensi cairan logam dapat dihindari. 2. Meminimalkan terperangkapnya gas. 3. Penyusutan akibat pembekuan (solidification shrinkage) dapat dikurangi, sebab sebagian besar dari logam yang diinjeksikan kedalam cetakan sudah berbentuk padat (solid).

Paper Tambahan Praktikum Pengecoran

Page 1

Dewi Lestari Natalia / 1006704530 / Kelompok 6


4. Terbentuk mikrostruktur yang unik (berbentuk spheroidal), bukan dendritik seperti yang dihasilkan pada konvensional die casting.

Gambar 2. Skema evolusi butir dalam semi solid casting

5. Sifat mekanik jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk metode die casting yang konvensional. Ada dua jenis proses semi solid casting, yaitu rehocasting dan thixocasting. Skema kerja dari kedua proses ini dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Skematik proses rheocasting dan thixocasting

Perbandingan proses rheocasting, thixocasting, dan proses pengecoran lainnya dapat dilihat pada gambar 4. Beda perlakuan akan menghasilkan mikrostruktur yang berbeda pula.

Paper Tambahan Praktikum Pengecoran

Page 2

Dewi Lestari Natalia / 1006704530 / Kelompok 6

Gambar 4. Mikrostruktur hasil rheocasting, thixocasting, dan pengecoran lainnya

Berbagai logam dapat diproses melalui teknik pengecoran semi solid, seperti aluminum, magnesium, zinc, titanium, copper, dan numerous ferrous alloys. Namun yang terbanyak adalah paduan aluminium dan paduan magnesium.

Referensi: Suharno, Bambang. 2013. Special Casting & Future Development of Metal Casting Technology. Depok: DTMM FTUI. http://blog.unsri.ac.id/amir/pengecoran-/semi-solid-metal-casting-pengecoransemisolid/mrdetail/11363/ (diakses pada tanggal 21 April 2013 pukul 10.38 WIB) http://www.chemtrend.com/process/semi_solid_casting (diakses pada tanggal 21 April 2013 pukul 10.00 WIB)

Paper Tambahan Praktikum Pengecoran

Page 3