Anda di halaman 1dari 16

Solvents (Pelarut)

Kelompok 2 :

Aftri Nur Maulida Deffi Lestari B.N Amir Setiadi

(4311410001)

(4311410013)

(4311410048)

Pendahuluan

Air adalah pelarut yang paling umum digunakan karena harganya murah, dan dapat melarutkan banyak senyawa.

Pelarut adalah benda cair atau gas yang melarutkan benda padat, cair atau gas, yang menghasilkan sebuah larutan.

Pelarut paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang juga umum digunakan adalah bahan kimia organik (mengandung karbon) yang juga disebut pelarut organik. Pelarut biasanya memiliki titik didih rendah dan lebih mudah menguap, meninggalkan substansi terlarut yang didapatkan. Untuk membedakan antara pelarut dengan zat yang dilarutkan, pelarut biasanya terdapat dalam jumlah yang lebih besar.

Lanjutan

Beberapa alasan yang mendasari untuk melakukan reaksi dalam pelarut, antara lain:

1. Reaksi yang keras tanpa adanya pelarut dapat dilakukan pada tingkat yang terkendali dalam pelarut

  • 2. Dimungkinkan untuk memisahkan suatu produk dengan

memanfaatkan perbedaan kelarutan

  • 3. Banyak reagen lebih mudah ditangani ketika dalam larutan daripada ketika dalam keadaan murni

  • 4. Lebih mudah untuk mengukur volume tertentu dari solusi

daripada mengukur berat tertentu bahan.

Pelarut Nonpolar

       

Solvent

CH 3 -CH 2 - CH 2 -CH 2 - CH 2 -CH 3

69

°C

 
  • 2.0 g/ml

0.655

 

C

6 H 6

80

°C

 
  • 2.3 g/ml

0.879

C

6 H 5 -CH 3

111 °C

 
  • 2.4 g/ml

0.867

CH 3 CH 2 -O- CH 2 -CH 3

35

°C

 
  • 4.3 g/ml

0.713

 

CHCl 3

61

°C

 
  • 4.8 g/ml

1.498

CH 3 -C(=O)- O-CH 2 -CH 3

77

°C

 
  • 6.0 g/ml

0.894

Pelarut Protonic

Dalam pelarut, konsep protonat asam dan basa cukup berlaku. Sebagai contoh, amonia cair pelarut mengalami self-

ionisasi sebagai berikut:

2 NH 3 -> NH 4 + + NH 2 -

k -33 ≈ 10-30

Jika kita melihat pada ion amonium sebagai spesies asam dan

ion amida sebagai spesies dasar, kita dapat mendefinisikan

suatu asam karena setiap spesies yang bila dilarutkan dalam

amonia, meningkatkan konsentrasi ion amida.

Sifat Fisik Pelarut

Protonic

pelarut

m.P

b.P

Konstanta

Konduktivitas

( 0 C)

( 0 C)

dielektrik (25 0 )

elektrik

HSO 3 F

-89.0

162.7

~120

1.1x10 -4 (25 0 )

H 2 SO 4

10.37

330

100

1.04x10 -2 (20 0 )

HNO 3

-41.6

86

 

8.9x10 -3 (0 0 )

H 3 PO 4

42.35

 

~61

4.6x10 -2 (25 0 )

HF

-89.4

19.51

60(19’)

1.4x10 -3 (-15 0 )

Asam sulfat anhidrat dapat menfgionisasi dalam dua cara:

  • 1. Dengan "dehidrasi ion " 2H SO mole 2 kg -1

2

4

---> H 3 O + + HS 2 O 2 -

  • 2. Dengan "autoprotolysis" H 2 SO

4

---> H + + HSO 4

-

Atau

2H SO mole 2 kg -1

2

4

---> H 2 SO 4 - + HSO 4

K id = 5,1 x 10 -5

K ap = 2,7 x 10 -4

Jika kita mempertimbangkan proton terlarut menjadi spesies asam dalam asam sulfat, maka ion bisulfat HSO 4 - adalah spesies dasar.

H O + H 2 SO 4 ---> H 3 O + + HSO 4 - mol kg -1

2

K = 1

Oleh karena itu air adalah basis yang cukup kuat dalam asam sulfat.

Pelarut Polar Protonic

       

Solvent

CH 3 - C(=O)OH

  • 118 °C

6.2

1.049

g/ml

CH 3 -CH 2 - CH 2 -CH 2 -OH

  • 118 °C

18

0.810

g/ml

CH 3 -CH(-

  • 82 °C

18

0.785

g/ml

(IPA)

OH)-CH 3

CH 3 -CH 2 - CH 2 -OH

  • 97 °C

20

0.803

g/ml

CH 3 -CH 2 -OH

  • 79 °C

30

0.789

g/ml

CH 3 -OH

  • 65 °C

33

0.791

g/ml

H-C(=O)OH

  • 100 °C

58

1.21 g/ml

Air

H-O-H

  • 100 °C

80

1.000 g/ml

Pelarut aprotic

Konsep protonic Bronsted, asam dan

basa tidak dapat diidentifikasi reaksi asam-basa seperti

pelarut.

Dalam pelarut, biasanya

mempertimbangkan pembentukan kation dalam ionisasi yaitu asam dan pembentukan anion dalam ionisasi yaitu

basa. Ini konsep asam

basa pelarut.

Lanjutan

Pelarut ini tidak menerima maupun memberi proton dan dalam keadaan ini bersifat netral, tidak bereaksi, tetapan dielektriknya

rendah, tidak terurai menjadi ion-ion dalam sistem pelarut, hingga ia tidak bereaksi baik dengan asam maupun basa. Contohnya : kloroform, toluen, CCl 4 , hidrokarbon. Pelarut aprotik berguna unutuk mempelajari reaksi asam dan basa yang bebas dari pengaruh pelarut.

Larutan brom trifluorida murni cukup tinggi konduktivitas elektrik. Konduktivitas mengikuti penerapan self-ionization sebagai berikut :

2 BrF 3  BrF 2 - + BrF 4 Elektrolisis brom trifluorida dalam pembentukan BrF pada katoda

-

dan pembentukan BrF 5 pada anoda. 2e - + BrF 3 + BrF 2 -  BrF 4 - + BrF

(katoda)

BrF 3 + BrF 4 -  BrF 2 - + BrF 5 +2e -

(anoda)

Contoh ini memperlihatkan penggunaan aplikasi konsep pelarut

asam-basa. Sisi lain konsep pelarut dapat menjadi sulit dalam

interpretasi perlakuan asam halida logam melarut dalam halida nonlogam seperti POCl 3 Menurut konsep, ionisasi POCl3 sebagai berikut :

POCl 3  POCl 2 + + Cl -

( Asam)

(basa)

Pelarut Polar Aprotic

       

Solvent

/-CH 2 -CH 2 -O-

CH 2 -CH 2 -O-\

101

°C

 
  • 2.3 g/ml

1.033

(THF)

/-CH 2 -CH 2 -O-

CH 2 -CH 2 -\

  • 66 °C

 
  • 7.5 g/ml

0.886

(DCM)

 

CH 2 Cl 2

 
  • 40 °C

 
  • 9.1 g/ml

1.326

CH 3 -C(=O)- CH 3

  • 56 °C

 
  • 21 g/ml

0.786

(MeCN)

CH 3 -C≡N

 
  • 82 °C

 
  • 37 g/ml

0.786

(DMF)

H-

C(=O)N(CH 3 ) 2

  • 153 °C

 
  • 38 g/ml

0.944

(DMSO)

CH 3 -S(=O)- CH 3

  • 189 °C

 
  • 47 g/ml

1.092

Pelarut Protofilik

Pelarut yang bersifat dapat menerima proton dari zat terlarut, disebut juga pelarut basa , dengan reaksi sebagai berikut:

HB

+

pelarut

pelarut

H +

+

B -

Contohnya : NH 4 OH, amine, ketone, aseton, dan eter. Asam lemah bila dilarutkan dalam pelarut protofilik maka keasamannya akan meningkat yang disebut efek levelling”.

Pelarut Protogenik

Pelarut yang bersifat memberi proton (donor proton). Jika basa lemah dilarutkan dalam pelarut protogenik maka kebasaannya

akan meningkat.

Contohnya : HF, Asam Sulfat, asam acetat, asam format, dan HCl.

Pelarut Amfiprotik

Pelarut ini bekerja sebagai penerima proton, dan pemberi

proton. Contoh untuk pelarut ini adalah golongan alkohol, air,

asam acetat glasial. Asam acetat bisa bersifat asam dengan reaksi :

CH 3 COOH

CH 3 COO - + H +

Tetapi bila asam asetat dilarutkan dalam asam yang lebih kuat misalnya HCLO4, asam asetat bersifat basa dengan reaksi :

CH 3 COOH + HClO 4

CH 3 COOH 2 + + ClO 4

-

Ion CH 3 COOH 2 + dapat bereaksi dengan basa dengan cara memberikan proton. Maka zat yang bersifat basa lemah akan

berubah sifatnya menjadi basa yang lebih kuat, sehingga titrasi antara basa lemah oleh HClO 4 dapat dilangsungkan bila zat tersebut dilarutkan dalam asam asetat glasial.

pertanyaan

Arifin :

Syaiful :