Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan MRI bisa di pertimbangkan menjadi pemeriksaan untuk diagnosis dan evaluasi pasien yang memiliki potensi menderita

TIA. Pemeriksaan lain juga perlu di lakukan seperti imaging pembuluh darah,evaluasi jantung dan [pemeriksaan laboratorium menurut guideline AHA. Rekomendasi Class I 1. Pasien dengan TIA sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan neuroimaging dalam 24 jam setelah onset MRI adalah pemeriksaan yang lebih di anjurkan jika tidak ada MRI ,CT scan bisa di lakukan.(class I ,level of evidence B) 2. Pemeriksaan imaging pembuluh darah cervicocephalic yang non invasif harus di lakukan secara rutin guna pemeriksaan pasien yang di curigai TIA(level evidence A) 3. Pemeriksaan intracranial vasculature non invasif di lakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya intacranial stenosis(level of evidence A) dan sangat penting untuk mengetahui adanya penyakit intacranial steno oklusif karena bisa mengganggu manajemen dari TIA. Setelah di temukan stenosis dengan non invasif harus di lakukan angiografi untuk mengkonfirmasi kelainan tersebut. 4. Pasien dengan TIA harus di evaluasi sesegera mungkin setelah terjadinya serangan (level evidence B) Rekomendasi class II 1. Assesmen untuk pembuluh darah ekstracranial di lakukan dengan CUS/CTD,MRA,atau CTA tergantung dari fasilitas yang ada dan adanya tenaga ahli ,dan karakteristik pasien.(level evidence B) 2. Jika sebelum enarterectomy pernah di lakukan dua kali pemeriksaan noninvasif maka harus di temukan 2 temuan non invasif atau pernah di lakukan kateter angiografi(level of evidence B) 3. Peran dari deteksi plaque dengan MES masih belum bisa di jelaskan(level evidence B) 4. ECG harus di lakukan sesegera mungkin setelah TIA,pemantauan jantung yang lebih lama harusdi lakukan pada pasien yang belum pasti asal kelainannya. 5. Echocardioghrapy harus di lakukan pada pasien TIA yang belum di tentukan penyebab dari kelainannya tersebut.TEE sangat efektif untuk mendeteksi PFO,atherosclerosis arcus aorta dan penyakit valvular dan sangat beralasan karena kondisi kondisi tersebut bisa mengganggu dari manajemen. 6. Tes darah rutin bisa di lakukan pada pasien yang di duga TIA. 7. Sangat beralasan jika merawat pasien di rumah sakit jika pasien datang dengan TIA dan masih dalam waktu 72 jam dari onset jika kriteria di bawah ini terpenuhi: a. Score ABCD > atau sama dengan 3 b. ABCD score 0 2 dan belum pasti jika pemeriksaan diagnosis bisa di lakukan dalam 2 hari c. Score ABCD 0 2 dan ada bukti yang mengindikasikan pasien terkena serangan karena focal ischemia.