Anda di halaman 1dari 109

2009

Emisi
Gas Rumah Kaca
Dalam Angka

KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP


REPUBLIK INDONESIA

EMISI GAS RUMAH KACA


DALAM ANGKA
Pengarah :
Sudariyono
Penanggung Jawab :
Nursiwan Taqim
Penyusun :
1. Maulyani Djajadilaga
2. Aksa Tejalaksana
3. Heru Harnowo
4. Agnes Swastikarina Gusthi
5. Sudarmanto
Pengolah Data :
1. Abdul Aziz Sitepu
2. Wiyoga
3. Sishatantri Dombot Sunaryedi
4. Ikhsan Mulyawan
Editor :
Maulyani Djajadilaga
Diterbitkan oleh :
Asisten Deputi Urusan Data dan Informasi Lingkungan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Gambar Sampul :
Microsoft Clip Art

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Kata Pengantar

Pada tahun 1992 KTT Bumi di Rio de Janeiro, Brazil, telah menghasilkan komitmen
internasional dengan ditandatanganinya United Nations Framework Convention on Climate
Change oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kemudian pada tahun 1994 pemerintah
Republik Indonesia meratifikasi konvensi tersebut melalui Undang Undang Nomor 6 Tahun
1994 tentang Pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change. Di
samping itu, sebagai salah satu penandatangan Deklarasi Millenium pada KTT Millenium
yang diadakan oleh PBB pada tahun 2000, Pemerintah Indonesia berkewajiban
melaksanakan dan memantau perkembangan pencapaian indikator Millenium Development
Goals (MDGs) pada tingkat nasional, khususnya untuk tujuan menjamin kelestarian
lingkungan hidup dengan salah satu indikatornya adalah emisi CO2 (karbon dioksida) per
kapita dan konsumsi bahan perusak ozon (CFC) .
Pada tahun 2007 Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan The United Nations
Children's Fund (UNICEF) dan sektor terkait, termasuk Kementerian Negara Lingkungan
Hidup (KNLH), melakukan studi Alur Data Sektoral Indikator MDGs Tingkat Kecamatan dan
Kabupaten/Kota dengan lokasi studi di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Sebagai tindak lanjut dari studi tersebut, sejak tahun 2008 Asisten Deputi Urusan Data dan
Informasi Lingkungan mencoba untuk mengumpulkan data sumber-sumber emisi CO2 pada
tingkat provinsi yang hasilnya kemudian dipublikasikan melalui buku Emisi Gas Rumah
Kaca Dalam Angka.
Dalam buku edisi tahun 2009 ini kami mendapatkan data dari berbagai institusi pemerintah
dan swasta baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami
mengucapkan terima kasih terutama kepada Badan Pusat Statistik, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika, Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, Departemen
Perhubungan, Departemen Kesehatan, serta Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,
atas kesediaannya untuk berbagi data. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus
berlanjut di masa mendatang.
Akhirnya, kami berharap agar buku ini dapat menjadi bahan masukan bagi para pemangku
kepentingan dalam menetapkan kebijakan dalam pengendalian emisi gas rumah kaca.
Jakarta,

Nopember 2009

Deputi MENLH Bidang


Pembinaan Sarana Teknis dan
Peningkatan Kapasitas

Sudariyono
EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Daftar Isi
Kata Pengantar

Daftar Isi

ii

Daftar Tabel

iii

Daftar Gambar

Bab I Pendahuluan

A.

Latar Belakang

B.

Tujuan

C.

Ruang Lingkup

Bab II Metodologi
Pengumpulan Data

B.

Pengolahan Data

C.

Penyajian Data

D.

Penghitungan Emisi GRK

Bab III Energi

11

A.

Rumah Tangga

11

B.

Industri

13

C.

Transportasi

16

Bab IV Industri

49

A.

Kelompok Industri Mineral

49

B.

Kelompok Industri Kimia

52

C.

Kelompok Industri Logam Dasar

53

Bab V Pertanian

61

A.

Lahan Sawah

61

B.

Peternakan

63

C.

Penggunaan Pupuk Urea

65

Bab VI Sampah

81

A.

Timbulan Sampah

81

B.

Emisi CO2 dan CH4

82

Bab VII Efek Rumah Kaca

89

A.

Dampak terhadap Iklim

89

B.

Dampak terhadap Kesehatan

91

Daftar Pustaka
ii

A.

100
EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Daftar Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel
Tabel

1. Rumus Penghitungan Emisi CO2 dan CH4


2. Faktor Emisi Produk Bahan Bakar
3. Faktor Emisi Industri Kapur
4. Faktor Emisi Industri Semen
5. Faktor Emisi Industri Kimia
6. Faktor Emisi Industri Logam
7. Faktor Emisi Pengelolaan Lahan
8. Faktor Emisi dari Sampah
9. Komposisi Sampah
10. Konversi Satuan Energi
11. Rata-Rata Konsumsi BBM menurut Jenis Kendaraan
12. Kosumsi Energi Rumah Tangga menurut Jenis Bahan Bakar (SBM),
2000 - 2007
13. Jumlah Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar untuk
Memasak, Tahun 2001, 2004, dan 2007
14. Perkiraan Konsumsi Energi Rumah Tangga (SBM) menurut Provinsi dan
Jenis Bahan Bakar untuk Memasak, Tahun 2001, 2004, dan 2007
15. Perkiraan Emisi CO2 (Ton) dari Rumah Tangga menurut Provinsi dan
Jenis Bahan Bakar untuk Memasak, Tahun 2001, 2004 dan 2007
16. Konsumsi Energi Industri (ribu SBM) menurut Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
17. Konsumsi Energi Industri (ribu SBM) menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar,
2003 - 2005
18. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Kosumsi Energi Industri menurut Provinsi
dan Jenis Bahan Bakar, 2003 - 2005
19. Konsumsi Energi Transportasi (ribu SBM) menurut Jenis Bahan Bakar,
2000 - 2007
20. Jumlah Kendaraan Bermotor menurut Jenis Kendaraan, 2000 - 2007
21. Perkiraan Konsumsi Energi dari Kendaraan Bermotor (SBM) menurut Provinsi
dan Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
22. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Kendaraan Bermotor menurut Provinsi,
2000 - 2007
23. Produksi Kapur (ton) menurut Provinsi, 2002 - 2006
24. Perkiraan Emisi CO2 (ton) dari Industri Kapur menurut Provinsi, 2002 - 2006
25. Produksi Semen dan Clinker (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
26. Perkiraan Emisi CO2 (ton) dari Industri Semen, 2004 - 2008
27. Produksi Amoniak (juta ton) menurut Provinsi, 2001 - 2008
28. Perkiraan Emisi CO2 (juta ton) dari Industri Amoniak, 2001 - 2008
29. Produksi Besi Baja (ton) menurut Provinsi, 2002 - 2005
30. Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Besi Baja (ton) menurut Provinsi,
2002 - 2005
31. Produksi Logam Non Baja (ribu ton) menurut Provinsi, 2001 - 2005
32. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Industri Logam Non Baja, 2001 - 2005
33. Luas Panen Padi (hektar) menurut Provinsi, 2003 - 2008
34. Perkiraan Emisi CH4 (ton) dari Lahan Sawah menurut Provinsi, 2003 - 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

5
6
6
7
7
7
7
8
8
8
9
19
19
22
25
28
29
32
35
35
41
48
57
57
57
58
58
58
59
59
59
59
67
68
iii

Tabel 35. Populasi Hewan Ternak (ribu ekor) menurut Provinsi dan Jenis Ternak,
2004 - 2007
Tabel 36. Populasi Hewan Unggas (ekor) menurut Provinsi dan Jenis Unggas,
2005 - 2007
Tabel 37. Perkiraan Emisi CH4 (Ton) dari Hewan Ternak menurut Provinsi, 2004 -2007
Tabel 38. Perkiraan Emisi CH4 dari Unggas menurut Provinsi, 2005 - 2007
Tabel 39. Konsumsi Pupuk Urea (ribu ton) menurut Provinsi, 2003 - 2007
Tabel 40. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Konsumsi Pupuk Urea menurut Provinsi,
2003 - 2007
Tabel 41. Perkiraan Timbulan Sampah (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
Tabel 42. Perkiraan Jumlah Sampah di TPA (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
Tabel 43. Perkiraan Emisi CO2 (gigagram) dari Sampah Dibakar menurut Provinsi,
2004 - 2008
Tabel 44. Perkiraan Emisi CH4 (gigagram) dari Sampah di TPA menurut Provinsi,
2004 - 2008
Tabel 45. Timbulan Sampah dan Sampah Terangkut (m3/tahun) di 170 Kota/Kabupaten
menurut Provinsi, 2007
Tabel 46. Suhu Udara Maksimum (oC) menurut Provinsi, 2000 -2007
Tabel 47. Suhu Udara Minimum (oC) menurut Provinsi, 2000 - 2007
Tabel 48. Curah Hujan Maksimum menurut Provinsi, 2000 - 2007
Tabel 49. Persentase Kabupaten/Kota Terjangkit Demam Berdarah menurut Provinsi,
2001 - 2007
Tabel 50. Jumlah Penderita Demam Berdarah menurut Provinsi, 2003 - 2007
Tabel 51. Angka Kesakitan Malaria per 1000 penduduk menurut Provinsi, 2002 - 2007

iv

69
73
76
77
78
79
84
85
86
87
88
94
95
96
97
98
99

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Daftar Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

1.
2.
3.
4.

Gambar 5.
Gambar 6.
Gambar 7.
Gambar 8.
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.

Konsumsi Energi Nasional selain Listrik menurut Sektor, 2000 - 2007


Konsumsi Energi Rumah Tangga menurut Jenis Bahan Bakar, Tahun 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi Rumah Tangga, 2000 - 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi LPG, Minyak Tanah, dan Kayu Bakar
untuk Rumah Tangga menurut Pulau, Tahun 2001, 2004, dan 2007
Konsumsi Energi Industri menurut Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi Sektor Industri menurut
Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi (Solar, Minyak Tanah dan
Batubara) Sektor Industri, menurut Pulau, 2003 - 2005
Perkiraan Emisi CO2 dari Pembangkit Tenaga Listrik PLN menurut Pulau,
2000 - 2004
Konsumsi Energi Sektor Transportasi, 2000 - 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Sektor Transportasi, 2000 - 2007
Perkiraan Emisi CO2 dari Kendaraan Bermotor menurut Pulau, 2000 - 2007
Produksi Kapur menurut Provinsi, 2002 - 2006
Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Kapur, 2002 - 2006
Produksi Semen dan Clinker menurut Provinsi, 2004 - 2008
Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Semen, 2004 - 2008
Produksi Amoniak menurut Provinsi, 2001 - 2008
Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Amoniak, 2001 - 2008
Produksi Besi Baja menurut Provinsi, 2002 - 2005
Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Besi Baja, 2002 - 2005
Produksi Logam Non Baja menurut Provinsi, 2001 - 2005
Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Logam Non Baja, 2001 - 2005
Luas Panen Padi menurut Pulau, 2003 - 2008
Perkiraan Emisi CH4 dari Lahan Sawah, 2003 - 2008
Perkiraan Distribusi Emisi CH4 dari Lahan Sawah menurut Pulau, 2008
Persentase Populasi Ternak menurut Jenis Ternak, 2007
Perkiraan Total Emisi CH4 dari Hewan Ternak menurut Pulau, 2004 - 2007
Persentase Populasi Unggas menurut Jenis Unggas, 2007
Perkiraan Emisi CH4 dari Unggas menurut Pulau, 2005 - 2007
Konsumsi Pupuk Urea menurut Pulau, 2003 - 2007
Perkiraan Total Emisi CO2 dari Penggunaan Pupuk Urea, 2003 - 2007
Perkiraan Timbulan Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008
Komposisi Sampah di Indonesia, 2001
Perkiraan Total Emisi CO2 dari Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008
Perkiraan Total Emisi CH4 dari Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008
Suhu Udara Maksimum dan Minimum ( oC) di Indonesia, 2000 - 2007
Suhu Udara Maksimum menurut Pulau, 2000 - 2007
Suhu Udara Minimum menurut Pulau, 2000 - 2007
Curah Hujan Maksimum yang tercatat pada 33 stasiun menurut Pulau,
2003 - 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

11
12
12
13
14
14
15
16
17
17
18
49
50
51
51
52
53
54
54
55
56
61
62
62
63
63
64
64
65
66
81
82
82
83
89
90
90
91

Gambar 39. Persentase Kabupaten/Kota terjangkit Demam Berdarah menurut Pulau,


2001 - 2007
Gambar 40. Persentase Desa terjangkit Demam Berdarah menurut Pulau,
2005 dan 2008
Gambar 41. Angka Kesakitan Malaria, 2002 - 2007

vi

92
92
93

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Bab I
Pendahuluan
A.

Latar Belakang

Pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebuah fenomena meningkatnya konsentrasi
Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer akibat berbagai aktifitas manusia, seperti penggunaan
bahan bakar fosil, perubahan tata guna lahan dan hutan, serta kegiatan pertanian dan
peternakan. Salah satu GRK yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pemanasan
global dan perubahan iklim adalah CO2.
Sejak tahun 1995, dunia internasional melakukan pertemuan rutin setiap tahun untuk
membahas berbagai hal yang berkaitan dengan perubahan iklim, termasuk solusi yang harus
dilakukan. Akhirnya, pada tanggal 11 Desember 1997 Protokol Kyoto diadopsi dalam
konferensi ketiga para pihak (COP3) UNFCCC (United Nations Framework Convention on
Climate Change) di Kyoto, Jepang. Protokol tersebut resmi berkekuatan hukum secara
internasional pada tanggal 16 Februari 2005 setelah diratifikasi oleh 141 negara yang
mewakili 61% dari seluruh emisi. Indonesia sendiri telah meratifikasi protokol tersebut pada
tanggal 3 Desember 2004 melalui Undang-undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang
Pengesahan Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate
Change.
Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada
tahun 2000, sebanyak 189 negara anggota PBB sepakat untuk mengadopsi Deklarasi
Milenium. Deklarasi ini menghimpun komitmen para pemimpin dunia untuk menangani isu
perdamaian, keamanan, pembangunan, hak asasi dan kebebasan fundamental. Komitmen
tersebut kemudian diterjemahkan menjadi Millennium Development Goals (MDGs) yang
mempunyai delapan tujuan. Salah satu tujuan dari MDGs adalah menjamin kelestarian
lingkungan hidup dengan target sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
No.
1.

2.

3.

Target
Memadukan prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan dengan kebijakan dan program
nasional serta mengembalikan sumber daya
lingkungan yang hilang

Indikator
1.

Proporsi lahan yang tertutup hutan

2.

Rasio luas kawasan lindung terhadap luas


wilayah

3.

Konsumsi energi per unit PDB

4.

Emisi CO2 per kapita dan konsumsi bahan


perusak ozon (CFC)

5.

Proporsi penduduk atau rumah tangga


menggunakan bahan bakar padat untuk
memasak

Menurunkan separuh proporsi penduduk tanpa


akses terhadap sumber air minum yang aman dan
berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada
tahun 2015

6.

Proporsi penduduk atau rumah tangga dengan


akses terhadap sumber air minum yang
terlindungi dan berkelanjutan

7.

Proporsi penduduk atau rumah tangga dengan


akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak

Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan


penduduk miskin di permukiman kumuh pada
tahun 2020

8.

Proporsi penduduk atau rumah tangga dengan


status rumah tetap dan terjamin

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Indikator pertama sampai dengan kelima berkaitan dengan pemanasan global dan
perubahan iklim. Sementara indikator keenam dan ketujuh berkaitan dengan kualitas air dan
permukiman yang keduanya tidak dibahas dalam buku ini.
Upaya pemerintah Indonesia dalam mencapai target-target yang tercantum dalam
Millennium Development Goals perlu didukung oleh data sehingga hasilnya lebih terukur.
Oleh karena itu pada tahun 2007 BPS bekerjasama dengan UNICEF dan sektor-sektor terkait
seperti KNLH dan Departemen Kehutanan melakukan studi Alur Data Sektoral untuk
Indikator MDGs Tingkat Kecamatan dan Kabupaten/Kota. Berdasarkan hasil studi ini
kemudian diketahui bahwa sebagian besar data untuk menghitung emisi CO2 dan GRK
lainnya tersedia di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Pada Annex A Protokol Kyoto disebutkan sumber-sumber emisi GRK, antara lain dari sektor
energi, sektor atau proses industri, sektor pertanian (termasuk lahan), dan limbah (sampah).
Sumber-sumber emisi GRK dari sektor energi seperti penggunaan energi oleh industri,
rumah tangga dan transportasi diperkirakan memberikan kontribusi terbesar pada emisi
GRK, khususnya CO2. Data yang ada menunjukkan bahwa ternyata penyumbang terbesar
CO2 dari konsumsi energi ini adalah rumah tangga. Penjelasan rinci mengenai konsumsi
energi ini dibahas pada Bab III.
Selanjutnya pada Bab IV dijelaskan beberapa jenis industri yang menghasilkan emisi GRK
dari proses produksinya. Adanya perbedaan penggunaan satuan (unit) produksi dengan
satuan yang digunakan pada pedoman IPCC menyebabkan tidak semua jenis industri dapat
ditampilkan meskipun datanya tersedia. Selain itu, perbedaan penggunaan satuan ini juga
menyebabkan banyak data produksi dari suatu jenis industri yang tidak dimasukkan dalam
perhitungan sehingga total produksi yang dihasilkan tidak menggambarkan kondisi yang
sebenarnya.
Pada Bab V dijelaskan mengenai sumber-sumber emisi GRK yang berasal dari kegiatan
pertanian seperti dari lahan penanaman padi (sawah), peternakan, dan penggunaan pupuk
urea. Emisi GRK yang disebabkan oleh perubahan lahan dan hutan (LULUCF) tidak disajikan
karena keterbatasan data.
Selanjutnya pada Bab VI dijelaskan perkiraan produksi sampah di Indonesia berdasarkan
populasi penduduk dan perkiraan emisi CO2 dan CH4 yang dihasilkan. Digunakannya angka
prediksi produksi sampah ini disebabkan terbatasnya ketersediaan data. Data produksi
sampah yang berasal dari program Adipura baru tersedia untuk 170 kabupaten/kota,
sebagian besar berada di pulau Jawa, sehingga tidak dapat digambarkan secara nasional.
Kemungkinan adanya dampak emisi GRK terhadap perubahan iklim seperti kenaikan suhu
udara, dan perubahan pola curah hujan serta dampak terhadap kesehatan seperti penyakit
malaria dan demam berdarah disajikan pada bab terakhir, yaitu Bab VII.
B.

Tujuan

Tujuan dari penerbitan publikasi ini adalah :


1. Menyajikan data konsumsi dan atau produksi suatu bahan yang merupakan sumber
emisi gas rumah kaca.
2. Menyajikan perkiraan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan yang
tercantum dalam Annex A Protokol Kyoto.
2

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

3. Menyajikan data mengenai dampak dari emisi gas rumah kaca terhadap perubahan
iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan, dan terhadap kesehatan.
C.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup penyajian data pada buku ini adalah :


1. Data bersumber dari instansi pemerintah, lembaga-lembaga penelitian, dan perusahaan
swasta yang telah dipublikasikan.
2. Data yang disajikan adalah data sumber emisi CO2 dan CH4.
3. Cakupan data dari tahun 2000 2007 atau 2008, tergantung pada publikasi terakhir dari
instansi terkait.
4. Penyajian data dalam skala nasional dan provinsi.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Bab II
Metodologi
A.

Pengumpulan Data

Data yang disajikan dalam publikasi ini sebagian besar merupakan data sekunder yang
berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,
Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, dan Badan
Meteorologi dan Geofisika. Data sekunder lainnya berasal dari situs PT. Pusri
(www.pusri.co.id) untuk produksi amoniak dan pupuk urea, dan BPH Migas
(www.bphmigas.go.id) untuk data konsumsi BBM bersubsidi rata-rata per hari per jenis
kendaraan. Langkah-langkah pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. Menyusun daftar sumber data yang diperkirakan memproduksi atau mempumyai data
sumber-sumber emisi GRK yang tercantum dalam Protokol Kyoto.
2. Melakukan survei pendahuluan ke sumber-sumber data untuk mengetahui jenis data
yang dihasilkan.
3. Menyusun formulir berdasarkan format yang ada pada pedoman inventarisasi GRK yang
dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2006.
4. Membandingkan formulir dengan format data yang ada pada publikasi-publikasi yang
telah dikeluarkan oleh sumber data;
5. Melakukan pertemuan teknis dengan sumber-sumber data untuk mendapatkan data
terbaru dan untuk klarifikasi jika ada perbedaan format data.
6. Data yang sudah ada dan sesuai formatnya langsung diinput ke dalam basis data.
B.

Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan cara sebagai berikut :


1. Untuk data sekunder yang satuannya sudah sesuai dan disajikan per Provinsi, maka data
tersebut langsung dikalikan dengan faktor emisi yang sudah ditentukan oleh IPCC.
2. Data yang berbeda satuannya dengan satuan yang digunakan dalam pedoman tidak
dimasukkan dalam perhitungan. Perbedaan satuan dimaksud misalnya pedoman
menetapkan satuannya dalam berat (kg, ton, dll) sementara data yang tersedia dalam
satuan volume atau luas.
3. Untuk data per Provinsi yang dinyatakan dalam persentase, diolah terlebih dahulu
sehingga didapatkan angka absolutnya.
4. Data yang belum atau yang tidak tersedia per Provinsi diolah terlebih dahulu dengan
data lain yang mempunyai keterkaitan sehingga didapatkan angka rata-rata per Provinsi.
C.

Penyajian Data

Penyajian data dilakukan dengan cara sebagai berikut :


1. Data sumber-sumber emisi GRK yang sudah diolah disajikan sesuai dengan sektor atau
kegiatan penghasil emisi GRK yaitu energi, industri, pertanian, dan sampah.
2. Data efek rumah kaca sebagai dampak dari GRK disajikan pada bab terakhir.
4

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

3. Data yang disajikan adalah data produksi atau konsumsi atau luas (untuk lahan) sumber
emisi, dan data perkiraan emisi dari masing-masing sumber tersebut.
4. Penyajian tabel-tabel per provinsi dan per sektor sumber emisi didahului dengan ulasan
singkat yang dilengkapi dengan gambar (grafik).
D.

Penghitungan Emisi GRK

Pada dasarnya penghitungan emisi GRK menggunakan rumus dasar sebagai berikut :
Emisi

GRK

Ai x EFi

Dimana :
Emisi

GRK

= Emisi suatu gas rumah kaca (CO2, CH4, N2O)

Ai

= Konsumsi bahan jenis i atau jumlah produk i

EFi

= Faktor Emisi dari bahan jenis i atau produk i

Faktor emisi ditentukan berdasarkan penelitian dan sangat spesifik untuk setiap bahan atau
produk. Oleh karena belum ada faktor emisi yang spesifik untuk Indonesia, maka digunakan
faktor emisi yang sudah ditentukan oleh IPCC. Rumus yang digunakan untuk menghitung
emisi CO2 dan CH4 dari beberapa sumber emisi dapat dilihat pada Tabel 1. Sedangkan
faktor emisi disajikan pada Tabel 2 sampai dengan Tabel 8.
Tabel 1. Rumus Penghitungan Emisi CO2 dan CH4
Sumber Emisi
Konsumsi Energi

Rumus
EmisiCO2 = Ci x EFi

Industri Semen

EmisiCO2 = Psemen x Fclinker x EFclinker

Keterangan
Ci = konsumsi bahan bakar jenis i
EFi = faktor emisi CO2 bahan bakar jenis i
Psemen = jumlah produksi semen (ton)
Fclinker = fraksi clinker dalam semen
EFclinker = faktor emisi CO2 clinker

Industri Kapur

EmisiCO2 = Pkapur x EFkapur

Industri Amoniak

EmisiCO2 = Pamoniak x EFamoniak

Pkapur = jumlah produksi kapur (ton)


EFkapur = faktor emisi CO2 kapur
Pamoniak = jumlah produksi amoniak (ton)
EFamoniak = faktor emisi CO2 amoniak

Industri Metanol

EmisiCO2 = Pmetanol x EFCO2-metanol

Pmetanol = jumlah produksi metanol

EmisiCH4 = Pmetanol x EFCH4-metanol

EFCO2-metanol = faktor emisi CO2 metanol


EFCH4-metanol = faktor emisi CH4 metanol

Industri Besi Baja

EmisiCO2 = Pbesi-baja x EFbesi-baja

Industri Besi

EmisiCO2 = Pbesi x EFbesi

Pbesi-baja = jumlah produksi besi baja (ton)


EFbesibaja = faktor emisi CO2 besi baja
Pbesi = jumlah produksi besi (ton)
EFbesi = faktor emisi besi

Lahan Sawah

EmisiCH4 = LT x HT x EFsawah

LT = luas penanaman padi (Ha)


HT = lamanya penanaman (hari)
EFsawah = faktor emisi sawah

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Sumber Emisi
Hewan Ternak (Fermentasi)

Rumus
EmisiCH4 = JHT x EFfermentasi

Keterangan
JHT = jumlah hewan ternak

Hewan Ternak (Pupuk)

EmisiCH4 = JHT x EFppk-ternak

EFfermentasi = faktor emisi fermentasi

Hewan Unggas (Pupuk)

EmisiCH4 = JHU x EFppk-unggas

EFppk-ternak = faktor emisi pupuk ternak


JHU = jumlah hewan unggas
EFppk-unggas = faktor emisi pupuk unggas
Konsumsi Pupuk Urea

EmisiCO2 = Kurea x EFurea

Kurea = konsumsi pupuk urea

Sampah (pembakaran)

EmisiCO2 = JSB x FSi x EFCO2-i

JSB = jumlah sampah dibakar (ton)

EmisiCH4 = JSB x EFCH4

FSi = fraksi sampah jenis i (%)

EFurea = faktor emisi pupuk urea

EFCO2-i = faktor emisi CO2 sampah jenis i


i = makanan, kertas, tekstil, karet, kayu
EFCH4 = faktor emisi CH4 dari sampah
Sampah (kompos)

EmisiCH4 = JSK x EFCH4

JSK = jumlah sampah yang dikompos


EFCH4 = faktor emisi CH4 dari kompos

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 2. Faktor Emisi Produk Bahan Bakar
Faktor Emisi CO2

Satuan

1.

No.
Bensin

Produk

69.300

Kg/TJ

2.

Solar

74.100

Kg/TJ

3.

Minyak Tanah

71.900

Kg/TJ

4.

Batubara

94.600

Kg/TJ

5.

LPG

63.100

Kg/TJ

6.

Briket Batubara

97.500

Kg/TJ

7.

Arang Kayu

112.000

Kg/TJ

8.

Kayu Bakar

112.000

Kg/TJ

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 3. Faktor Emisi Industri Kapur

Tipe Kapur

Kapur Kalsium Tinggi

Rasio
Stoikiometri
[ton CO2 per
ton CaO atau
CaOMgO]
0.785

Kisaran
Kandungan
CaO
[%]

Kisaran
Kandungan
MgO
[%]

93-98

0.3-2.5

Nilai
Kandungan
CaO atau
CaOMgO
[Fraksi]
0.95

Faktor Emisi
[ton CO2 per
ton kapur]
0.75

Kapur Dolomit

0.913

55-57

38-41

0.95 or 0.85

0.86 atau 0.77

Kapur Hidraulik

0.785

65-92

NA

0.75

0.59

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 4. Faktor Emisi Industri Semen


Faktor Emisi (EF)
(ton CO2/ton clinker)

Fraksi Clinker

Tipe Semen
Portland

90%

Lainnya

75%

0,52

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 5. Faktor Emisi Industri Kimia
No.

Produk

Faktor Emisi CO2

Satuan

1.

Amoniak

3,273

ton CO2/ton amoniak

2.

Karbit

11,60

ton CO2/ton karbit

3.

Metanol

0,67

ton CO2/ton metanol

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 6. Faktor Emisi Industri Logam
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Produk
Besi baja (billet)
Besi baja (lainnya)
Alumunium
Seng
Timah Hitam

Faktor Emisi CO2


0,03
1,06
1,70
1,72
0,52

Satuan
ton CO2/ton besi baja
ton CO2/ton besi baja
ton CO2/ton alumunium
Ton CO2/ton seng
ton CO2/ton timah hitam

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 7. Faktor Emisi Pengelolaan Lahan
No.
1.
2.
3.

4.

5.

Produk
Lahan Sawah
Konsumsi Pupuk Urea
Hewan Ternak (Fermentasi Pencernaan)
Sapi perah
Sapi potong
Kerbau
Kuda
Kambing
Domba
Babi
Hewan Ternak (Pupuk Kandang)
Sapi perah
Sapi potong
Kerbau
Kuda
Kambing
Domba
Babi
Hewan Unggas (Pupuk Kandang)
Ayam pedaging
Ayam petelur
Itik

Faktor Emisi CH4


1,30
0,20 *)

Satuan
ton CH4/ha lahan sawah
ton CO2/ton konsumsi pupuk

61
47
55
18
5
5
1

kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor

31
1
2
2,19
0,2
0,22
7

kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor

0,02
0,03
0,03

kg/ekor
kg/ekor
kg/ekor

Keterangan : *) Faktor emisi CO2


Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 8. Faktor Emisi dari Sampah


No.
1.

Faktor Emisi CO2


(Kg/Gg sampah)

Produk

Faktor Emisi CH4


(Kg/Gg sampah)
6500

Sampah (dibakar)

2.

Makanan

0,323

Kertas

0,009

Plastik

1,595

Kayu

0,904

Tekstil

1,595

Karet

0,239

Lainnya

0,239

Sampah (dikompos)

--

10

Sumber : Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca, IPCC, 2006


Tabel 9. Komposisi Sampah
No.

Jenis Sampah

Persentase

Bahan organik

65%

Kertas

13%

Kayu/bambu

3%

Kain

1%

Karet/kulit

1%

Plastik

11%

Logam

1%

Gelas

1%

Lainnya

4%

Sumber : BPS, 2001


Tabel 10. Konversi Satuan Energi
No.

Produk Energi

Satuan

Konversi (SBM)

1.

Bensin

Kiloliter

5,8275

2.

Solar (ADO)

Kiloliter

6,4871

3.

Minyak Tanah

Kiloliter

5,9274

4.

Minyak Diesel (IDO)

Kiloliter

6,6078

5.

Minyak Bakar (FO)

Kiloliter

6,9612

6.

Batubara

Ton

4,2000

7.

LPG

Ton

8,5246

8.

Briket Batubara

Ton

3,5638

9.

Listrik

MWh

0,6130

10.

Arang Kayu

Ton

4,9713

11.

Kayu Bakar

Ton

2,2979

12.

Oli (pelumas)

Kiloliter

6,4156

Sumber : Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, 2007, ESDM

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 11. Rata-Rata Konsumsi BBM menurut Jenis Kendaraan


No.

Jenis Kendaraan

Premium (liter/hari)

Solar (liter/hari)

11,85

17,45

Penumpang pribadi

9,90

11,96

Penumpang umum

24,74

28,68

Bus besar pribadi

--

34,68

Bus besar umum

--

84,29

Bus kecil pribadi

--

17,77

Bus kecil umum

--

45,52

Truk besar

--

61,54

Truk kecil

--

20,74

10

Roda tiga

10,16

--

11

Roda dua

1,85

--

Beban

2
3
4

Sumber : Survei Perilaku Penggunaan BBM bersubsidi, BPH Migas, 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Bab III
Energi
Dibandingkan dengan sumber lainnya, sektor energi merupakan penyumbang terbesar gas
rumah kaca (GRK) khususnya CO2. Konsumsi energi dapat dibagi atas 4 sektor pengguna
yaitu transportasi, industri, komersial, dan rumah tangga. Gambar 1 menunjukkan kontribusi
konsumsi energi selain listrik dari 4 sektor tersebut.
Gambar 1. Konsumsi Energi Nasional selain Listrik menurut Sektor, 2000 - 2007

A.

Rumah Tangga

Menurut jenis bahan bakar yang digunakan, pada tahun 2007 biomasa paling banyak
digunakan oleh rumah tangga yaitu sekitar 79%, dan pada urutan berikutnya adalah minyak
tanah dan LPG masing-masing sebesar 17% dan 3%. Dibandingkan dengan tahun 2006,
konsumsi minyak tanah cenderung menurun dan konsumsi gas/LPG cenderung meningkat.
Emisi CO2 yang dihasilkan dari konsumsi energi sektor rumah tangga ini diperkirakan ratarata mencapai 178 juta ton per tahun dan kontribusi terbesar berasal dari penggunaan
biomasa.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

11

Gambar 2. Konsumsi Energi Rumah Tangga menurut Jenis Bahan Bakar, Tahun 2007

Gambar 3. Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi Rumah Tangga, 2000 - 2007

12

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Berdasarkan wilayah kepulauan, maka rumah tangga di Pulau Jawa memberikan kontribusi
terbesar emisi CO2 yang bersumber dari penggunaan energi yaitu lebih dari 100 juta ton per
tahun.
Gambar 4. Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi LPG, Minyak Tanah, dan Kayu Bakar untuk Rumah
Tangga menurut Pulau, Tahun 2001, 2004, dan 2007

B.

Industri

Sektor industri merupakan pengguna energi terbesar kedua setelah sektor rumah tangga.
Jenis bahan bakar utama yang digunakan sektor industri ini adalah biomasa, batubara, dan
gas. Semakin mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan konsumsi batubara
untuk industri meningkat tajam sejak tahun 2004. Pada tahun 2007 konsumsi batubara
untuk industri tercatat mencapai 120 juta SBM.
Dalam periode tahun 2000 2003, emisi CO2 dari konsumsi energi sektor industri menurun
dari 130 juta ton menjadi 119 juta ton. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya
konsumsi biomasa, minyak diesel, dan minyak bakar. Mulai tahun 2004 emisi CO2 kembali
meningkat hingga mencapai 154 juta ton pada tahun 2007. Peningkatan emisi CO2 ini
disebabkan oleh meningkatnya konsumsi batubara.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

13

Gambar 5. Konsumsi Energi Industri menurut Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007

Gambar 6. Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi Sektor Industri menurut Jenis Bahan Bakar,
2000 - 2007

Data hasil survei industri yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan
bahwa pada tahun 2003 2005 terdapat sekitar 20 ribu industri di Indonesia yang
14

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

menggunakan bahan bakar solar, minyak tanah, dan batubara. Penggunaan bahan bakar
tersebut menyebabkan emisi CO2 di pulau Jawa menempati urutan tertinggi, diikuti
Sulawesi, Kalimantan, Maluku Papua, dan Bali Nusa Tenggara. Di pulau Jawa emisi CO2
dari industri yang menggunakan ketiga bahan bakar tersebut terus meningkat dari sekitar 13
juta ton pada tahun 2003 menjadi 24 juta ton pada tahun 2005.
Gambar 7. Perkiraan Emisi CO2 dari Konsumsi Energi (Solar, Minyak Tanah dan Batubara) Sektor
Industri, menurut Pulau, 2003 - 2005

Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) sebagai industri penghasil energi juga menggunakan
bahan bakar minyak untuk mesin-mesin pembangkit tenaga listriknya. Bahan bakar yang
digunakan adalah solar, minyak diesel, residu, gas alam, batubara dan panas bumi. Pada
tahun 2004 total emisi CO2 yang dikeluarkan dari penggunaan berbagai jenis bahan bakar
tersebut diperkirakan mencapai 55 juta ton dengan emisi terbesar berasal dari pembangkit
tenaga listrik di pulau Jawa dan Sumatera.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

15

Gambar 8. Perkiraan Emisi CO2 dari Pembangkit Tenaga Listrik PLN menurut Pulau, 2000 - 2004

C.

Transportasi

Sektor transportasi merupakan pengguna energi terbesar ketiga setelah sektor rumah
tangga dan industri. Data dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
menunjukkan bahwa total konsumsi energi di sektor ini terus meningkat dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2000 konsumsi energi untuk transportasi sebesar 140 juta sbm, dan pada
tahun 2007 meningkat menjadi 179 juta sbm. Meskipun demikian dibandingkan dengan
tahun 2005, konsumsi energi sektor transportasi menurun sebesar 4 persen pada tahun
2006. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh kenaikan harga bahan minyak (BBM)
pada tahun tersebut.
Secara nasional, emisi CO2 yang dihasilkan dari sektor transportasi juga meningkat yaitu
dari 58 juta ton pada tahun 2000 menjadi 73 juta ton pada tahun 2007. Kontribusi emisi
CO2 terbesar berasal dari konsumsi premium dan turunannya (pertamax, pertamax plus dan
super TT), dan solar.

16

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Gambar 9. Konsumsi Energi Sektor Transportasi, 2000 - 2007

Gambar 10. Perkiraan Emisi CO2 dari Sektor Transportasi, 2000 - 2007

Perhitungan emisi CO2 menurut provinsi dilakukan berdasarkan jumlah kendaraan per
provinsi dan rata-rata konsumsi BBM nasional pada tahun bersangkutan. Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa pulau Jawa dan Sumatera merupakan penyumbang emisi CO2
EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

17

tertinggi. Pada tahun 2007 emisi CO2 dari kendaraan bermotor di pulau Jawa dan Sumatera
masing-masing diperkirakan mencapai 40 juta ton dan 14 juta ton.
Gambar 11. Perkiraan Emisi CO2 dari Kendaraan Bermotor menurut Pulau, 2000 - 2007

Perkiraan emisi CO2 dari kendaraan bermotor pada tahun 2007 menunjukkan pula bahwa
provinsi DKI Jakarta merupakan penyumbang emisi terbesar, yaitu 16 juta ton. Provinsi
lainnya yang perkiraan emisinya lebih dari 5 juta ton adalah provinsi Jawa Tengah dan Jawa
Timur. Sedangkan provnsi dengan perkiraan emisi CO2 terkecil adalah Maluku Utara yaitu
sebesar 2 ribu ton.

18

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 12. Kosumsi Energi Rumah Tangga menurut Jenis Bahan Bakar (SBM), 2000 - 2007
Tahun

Industri

Transportasi

Rumah Tangga

Komersil

Lainnya

2000

258.020.370

139.151.571

277.840.029

11.725.193

29.213.883

2001

253.167.740

148.229.565

280.912.234

11.900.098

30.585.603

2002

248.389.416

151.466.260

282.198.292

11.781.378

29.998.549

2003

230.847.791

156.200.454

287.133.102

11.246.346

28.445.439

2004

263.249.954

178.340.975

290.463.757

12.424.641

31.689.808

2005

261.420.944

178.418.926

289.579.277

11.888.031

29.102.164

2006

277.332.331

170.077.559

285.893.152

10.725.105

25.936.875

2007

297.449.186

179.083.756

289.567.878

10.660.507

24.912.049

Sumber : Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, 2007, ESDM


Tabel 13. Jumlah Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar untuk Memasak, Tahun
2001, 2004, dan 2007
No.
1

Propinsi
N. Aceh Darussalam

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

111.117

933.966

485.095

2007

108.449

339.469

468.441

2001

137.286

1.210.779

1.151.532

2004

191.849

2.564.168

1.047.117

2007

260.735

1.347.961

1.213.634

2001

85.578

343.128

554.880

2004

108.278

987.998

621.180

2007

129.308

321.639

637.877

2001

73.202

601.962

451.712

2004

144.175

1.289.798

466.488

2007

143.331

529.981

411.825

2001

42.174

205.583

321.295

2004

68.200

609.224

402.178

2007

82.720

177.296

354.793

2001

124.085

535.061

801.918

2004

187.153

1.464.718

873.382

2007

199.746

577.702

808.684

2001

18.007

131.565

197.867

2004

35.472

362.966

246.143

2007

39.720

92.349

256.075

19

No.
8

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Propinsi
Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

B al i

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

79.690

348.482

1.144.733

2004

126.243

1.595.269

1.246.462

2007

132.713

310.380

1.311.549

2001

17.698

110.467

79.223

2004

47.239

227.934

116.543

2007

66.478

113.472

85.909

2001

2004

2007

56.480

264.886

46.493

2001

640.807

1.359.734

6.250

2004

752.985

1.603.240

6.456

2007

775.348

1.312.651

6.121

2001

748.626

5.843.683

2.530.797

2004

1.091.992

9.113.185

2.906.880

2007

1.220.297

5.145.092

3.869.903

2001

504.810

2.768.160

4.360.010

2004

723.283

7.074.979

5.101.402

2007

755.379

2.227.943

5.290.196

2001

109.376

288.622

433.533

2004

174.336

697.248

497.280

2007

173.313

241.289

519.523

2001

543.400

4.102.100

4.391.850

2004

751.361

8.905.721

5.248.566

2007

687.672

3.431.311

5.681.598

2001

290.891

1.150.950

490.890

2004

367.766

1.898.562

645.498

2007

371.221

1.021.532

772.328

2001

179.440

221.360

362.720

2004

255.245

526.096

411.738

2007

195.474

209.639

437.958

2001

30.031

462.336

511.356

2004

19.486

1.011.980

624.386

2007

18.102

376.229

702.398

2001

3.335

128.390

647.189

2004

1.233

849.460

745.414

2007

5.049

118.503

812.092

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.
20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

Propinsi
Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

32.526

310.395

530.419

2004

61.789

869.232

599.508

2007

78.903

259.788

577.650

2001

6.603

224.660

237.192

2004

10.685

466.411

254.241

2007

12.332

191.697

288.047

2001

32.578

397.289

337.786

2004

34.444

801.891

398.402

2007

54.246

375.493

446.651

2001

82.878

313.182

180.529

2004

148.999

617.606

156.408

2007

141.908

384.660

174.846

2001

3.761

275.552

246.831

2004

2.209

555.329

327.275

2007

5.581

258.607

305.061

2001

6.149

112.039

362.275

2004

17.952

522.086

409.939

2007

13.928

126.432

381.523

2001

343.587

482.511

908.726

2004

531.638

1.794.374

1.213.250

2007

250.139

489.715

927.150

2001

6.626

136.811

252.885

2004

38.318

425.650

307.886

2007

13.514

122.309

293.278

2001

2004

575

226.596

159.712

2007

2.204

75.527

162.148

2001

tad

tad

tad

2004

tad

tad

tad

2007

13.758

31.804

177.478

2001

tad

tad

tad

2004

1.024

251.802

156.262

2007

3.316

89.976

182.060

2001

2004

419

178.760

145.800

2007

1.553

50.788

146.333

21

No.
32

33

Propinsi
Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

2007

4.656

66.429

98.344

2001

4.802

179.952

349.637

2004

2.947

445.421

402.221

2007

4.026

157.334

315.638

2001

4.147.945

22.244.752

21.844.032

2004

6.008.411

48.871.670

26.223.111

2007

6.021.599

20.839.881

28.163.603

Sumber : Diolah dari Statistik Indonesia 2008 dan Statistik Lingkungan Hidup 2008, BPS
Tabel 14. Perkiraan Konsumsi Energi Rumah Tangga (SBM) menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar
untuk Memasak, Tahun 2001, 2004, dan 2007
No.

Propinsi

N. Aceh Darussalam

22

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

123.139

1.162.558

4.135.532

2007

150.304

818.201

3.839.871

2001

204.271

3.392.576

12.170.080

2004

212.606

3.191.759

8.926.894

2007

361.363

3.248.909

9.948.320

2001

127.333

961.437

5.864.304

2004

119.994

1.229.814

5.295.689

2007

179.214

775.228

5.228.761

2001

108.918

1.686.683

4.773.959

2004

159.774

1.605.482

3.976.908

2007

198.649

1.277.382

3.375.785

2001

62.752

576.040

3.395.634

2004

75.579

758.334

3.428.652

2007

114.645

427.326

2.908.286

2001

184.629

1.499.228

8.475.150

2004

207.403

1.823.213

7.445.761

2007

276.836

1.392.399

6.628.888

2001

26.794

368.642

2.091.173

2004

39.310

451.804

2.098.418

2007

55.050

222.583

2.099.080

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

Propinsi

Tahun

Lampung

2001

118.573

976.439

12.098.224

2004

139.902

1.985.717

10.626.345

2007

183.933

748.091

10.750.945

2001

26.333

309.526

837.274

2004

52.350

283.722

993.552

2007

92.135

273.494

704.207

2001

2004

2007

78.278

638.438

381.110

2001

953.470

3.809.945

66.050

2004

834.456

1.995.639

55.039

2007

1.074.587

3.163.803

50.176

2001

1.113.896

16.373.870

26.746.976

2004

1.210.143

11.343.673

24.781.756

2007

1.691.260

12.400.904

31.722.112

2001

751.117

7.756.322

46.079.198

2004

801.541

8.806.609

43.490.515

2007

1.046.911

5.369.875

43.364.448

2001

162.742

808.713

4.581.838

2004

193.199

867.902

4.239.416

2007

240.201

581.563

4.258.597

2001

808.536

11.493.992

46.415.702

2004

832.657

11.085.431

44.745.118

2007

953.073

8.270.281

46.572.820

2001

432.822

3.224.936

5.188.024

2004

407.558

2.363.243

5.503.005

2007

514.490

2.462.136

6.330.878

2001

266.992

620.246

3.833.442

2004

282.862

654.860

3.510.155

2007

270.916

505.280

3.590.000

2001

44.684

1.295.455

5.404.317

2004

21.594

1.259.667

5.323.025

2007

25.088

906.801

5.757.647

10

11

12

13

14

15

16

17

18

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

B al i

Nusa Tenggara Barat

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

23

No.

Propinsi

19

Nusa Tenggara Timur

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

24

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

4.962

359.745

6.839.885

2004

1.367

1.057.369

6.354.811

2007

6.997

285.622

6.656.823

2001

48.396

869.718

5.605.783

2004

68.474

1.081.980

5.110.931

2007

109.354

626.150

4.735.072

2001

9.825

629.493

2.506.789

2004

11.841

580.566

2.167.458

2007

17.091

462.036

2.361.160

2001

48.473

1.113.193

3.569.920

2004

38.171

998.157

3.396.459

2007

75.182

905.028

3.661.261

2001

123.315

877.528

1.907.933

2004

165.121

768.767

1.333.411

2007

196.676

927.123

1.433.232

2001

5.595

772.091

2.608.653

2004

2.448

691.248

2.790.091

2007

7.736

623.304

2.500.622

2001

9.149

313.931

3.828.741

2004

19.894

649.869

3.494.817

2007

19.303

304.732

3.127.393

2001

511.230

1.351.986

9.603.965

2004

589.161

2.233.555

10.343.213

2007

346.678

1.180.332

7.599.973

2001

9.859

383.340

2.672.637

2004

42.464

529.829

2.624.796

2007

18.730

294.794

2.404.043

2001

2004

637

282.056

1.361.578

2007

3.055

182.039

1.329.151

2001

2004

2007

19.068

76.655

1.454.813

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

Propinsi

30

Maluku

31

32

33

Tahun

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

1.135

313.431

1.332.170

2007

4.596

216.864

1.492.369

2001

2004

464

222.513

1.242.977

2007

2.152

122.411

1.199.514

2001

2004

2007

6.454

160.110

806.140

2001

7.146

504.221

3.695.171

2004

3.266

554.439

3.429.014

2007

5.579

379.213

2.587.327

2001

6.171.810

62.329.296

230.860.821

2004

6.658.509

60.833.207

223.557.504

2007

8.345.583

50.229.108

230.860.821

Sumber : Dihitung berdasarkan rata-rata penggunaan energi untuk memasak per rumah tangga
Tabel 15. Perkiraan Emisi CO2 (Ton) dari Rumah Tangga menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar
untuk Memasak, Tahun 2001, 2004 dan 2007
No.
1

Propinsi
N. Aceh Darussalam

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

47.397

509.886

2.825.395

2007

57.854

358.855

2.623.400

2001

78.626

1.487.950

8.314.599

2004

81.834

1.399.874

6.098.854

2007

139.092

1.424.939

6.796.692

2001

49.012

421.677

4.006.493

2004

46.187

539.384

3.618.015

2007

68.981

340.007

3.572.289

2001

41.924

739.762

3.261.569

2004

61.499

704.148

2.717.023

2007

76.462

560.247

2.306.336

2001

24.154

252.645

2.319.897

2004

29.091

332.598

2.342.455

2007

44.128

187.421

1.986.941

25

No.
6

10

11

12

13

14

15

16

26

Propinsi
Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

71.065

657.546

5.790.222

2004

79.831

799.643

5.086.944

2007

106.557

610.692

4.528.856

2001

10.313

161.683

1.428.689

2004

15.131

198.157

1.433.639

2007

21.189

97.623

1.434.091

2001

45.640

428.257

8.265.507

2004

53.850

870.916

7.259.919

2007

70.797

328.105

7.345.046

2001

10.136

135.755

572.026

2004

20.150

124.438

678.795

2007

35.464

119.952

481.114

2001

2004

2007

30.130

280.012

260.374

2001

367.000

1.671.004

45.125

2004

321.191

875.267

37.602

2007

413.619

1.387.612

34.280

2001

428.750

7.181.415

18.273.534

2004

465.796

4.975.222

16.930.896

2007

650.983

5.438.913

21.672.547

2001

289.112

3.401.845

31.481.308

2004

308.521

3.862.490

29.712.720

2007

402.966

2.355.174

29.626.591

2001

62.641

354.693

3.130.311

2004

74.364

380.653

2.896.369

2007

92.456

255.068

2.909.473

2001

311.213

5.041.150

31.711.208

2004

320.498

4.861.959

30.569.865

2007

366.847

3.627.263

31.818.550

2001

166.597

1.414.424

3.544.458

2004

156.873

1.036.495

3.759.653

2007

198.033

1.079.868

4.325.256

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.
17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

Propinsi
B al i

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

102.768

272.034

2.619.008

2004

108.876

287.215

2.398.138

2007

104.278

221.611

2.452.688

2001

17.199

568.174

3.692.229

2004

8.312

552.477

3.636.690

2007

9.657

397.714

3.933.625

2001

1.910

157.781

4.673.010

2004

526

463.751

4.341.607

2007

2.693

125.271

4.547.941

2001

18.628

381.450

3.829.871

2004

26.356

474.546

3.491.788

2007

42.092

274.623

3.235.001

2001

3.782

276.089

1.712.638

2004

4.558

254.631

1.480.807

2007

6.579

202.644

1.613.144

2001

18.658

488.236

2.438.969

2004

14.692

437.782

2.320.461

2007

28.938

396.936

2.501.374

2001

47.465

384.875

1.303.500

2004

63.557

337.174

910.986

2007

75.703

406.627

979.184

2001

2.154

338.631

1.782.231

2004

942

303.175

1.906.190

2007

2.977

273.375

1.708.425

2001

3.522

137.687

2.615.796

2004

7.658

285.026

2.387.659

2007

7.430

133.652

2.136.635

2001

196.778

592.967

6.561.429

2004

226.774

979.615

7.066.483

2007

133.440

517.682

5.192.301

2001

3.795

168.129

1.825.946

2004

16.345

232.378

1.793.261

2007

7.209

129.294

1.642.442

27

No.
28

29

30

31

32

33

Propinsi

Tahun

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Gas/LPG

Kerosene

Kayu Bakar

2001

2004

245

123.707

930.230

2007

1.176

79.840

908.076

2001

2004

2007

7.339

33.620

993.928

2001

2004

437

137.468

910.138

2007

1.769

95.114

1.019.587

2001

2004

179

97.592

849.202

2007

829

53.688

819.508

2001

2004

2007

2.484

70.223

550.755

2001

2.750

221.146

2.524.541

2004

1.257

243.172

2.342.702

2007

2.147

166.319

1.767.662

2001

2.375.592

27.337.006

157.724.113

2004

2.562.927

26.680.836

152.734.486

2007

3.212.299

22.029.984

157.724.113

Sumber : Dihitung berdasarkan faktor emisi (default emission factor) yang ditetapkan oleh IPCC, 2006
Tabel 16. Konsumsi Energi Industri (ribu SBM) menurut Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
Bahan Bakar

2000

2002

2003

2005

2006

Biomasa

58.980

55.186

52.305

50.168

46.916

43.920

46.677

42.109

Batubara

36.061

37.023

38.699

32.075

55.343

65.743

89.044

121.800

101

92

97

92

97

109

113

155

86.825

81.861

80.508

79.210

85.076

86.277

82.845

79.722

4.219

4.160

3.955

3.980

4.012

3.851

3.394

3.352

ADO

37.171

39.458

38.828

37.398

42.986

39.929

35.027

33.787

IDO

8.008

7.735

7.311

6.358

5.862

4.843

2.627

1.422

FO

25.581

26.680

25.596

20.756

21.859

15.617

16.154

13.856

LPG

1.074

972

1.091

810

1.100

1.134

1.449

1.245

258.020

253.168

248.389

230.848

263.250

261.421

277.332

297.449

Briket
Gas
Kerosene

Total

2001

2004

2007

Sumber : Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, 2008, ESDM

28

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 17. Konsumsi Energi Industri (ribu SBM) menurut Provinsi dan Jenis Bahan Bakar, 2003 - 2005
No.

10

11

Provinsi

NAD

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

364,42

0,61

2004

792,91

0,02

0,41

2005

80,29

0,03

0,18

2003

1.437,20

22,27

0,16

2004

2.356,14

288,76

37,71

2005

1.727,55

192,49

9,32

2003

290,03

1,75

2.795,64

2004

416,30

2,15

337,77

2005

300,53

2,15

3.122,16

2003

4.831,57

0,23

2004

2.286,07

0,72

1.551,57

2005

2.021,16

2,40

1.591,50

2003

2.405,80

1,44

0,02

2004

2.061,72

37,85

0,08

2005

2.489,94

0,79

0,11

2003

925,30

12,79

13,94

2004

959,51

2,00

0,00

2005

2.299,50

4,96

607,65

2003

709,83

0,37

2004

42,55

0,35

2005

25,23

0,47

2003

796,79

12,02

42,54

2004

1.148,77

12,89

18,82

2005

2.096,77

24,11

21,70

2003

182,65

0,15

2004

82,98

0,51

0,00

2005

76,33

4,36

6,32

2003

2004

518,26

9,03

0,78

2005

456,41

4,61

35,47

2003

1.697,08

28,77

34,48

2004

2.557,84

38,68

10,61

2005

2.986,94

32,23

9,31

29

No.

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

30

Provinsi

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI. Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

9.477,61

237,92

1.267,22

2004

13.190,69

167,78

487,67

2005

17.789,47

249,52

1.152,10

2003

2.956,67

68,13

821,71

2004

3.738,96

116,88

962,68

2005

2.352,27

104,52

2.370,29

2003

114,82

10,48

4,36

2004

117,06

35,30

13,28

2005

98,54

18,66

3,53

2003

4.132,29

92,84

616,98

2004

4.068,32

121,88

3.354,37

2005

4.559,11

199,55

5.112,95

2003

5.729,86

26,57

47,13

2004

14.848,51

57,47

270,35

2005

11.884,84

33,76

550,18

2003

43,25

0,82

0,00

2004

38,96

1,16

2005

32,38

1,71

0,76

2003

5,52

1,06

2004

5,89

0,86

2005

5,67

14,88

0,12

2003

4,66

0,61

55,52

2004

37,66

1,47

79,90

2005

26,97

1,23

130,29

2003

448,06

0,47

2004

690,02

0,59

2005

613,17

2,63

20,08

2003

82,20

0,01

2004

103,67

0,16

2005

113,13

0,21

0,00

2003

464,14

3,49

0,01

2004

506,09

1,50

338,01

2005

371,63

1,03

653,49

2003

560,64

2,34

2004

617,83

4,73

0,26

2005

676,18

2,18

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

Provinsi

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

131,15

2,21

2004

237,60

2,37

2005

177,18

3,43

2003

46,27

0,52

2004

33,71

0,54

2005

22,04

2,90

2003

224,28

6,79

2004

424,55

7,93

2.801,44

2005

312,62

6,02

4.255,55

2003

99,24

6,00

736,04

2004

39,47

59,77

2005

33,55

4,35

124,87

2003

27,86

1,15

2004

47,25

1,42

0,00

2005

28,55

2,42

2003

2004

2005

2003

343,81

2,11

67,06

2004

384,53

1,34

42,25

2005

334,49

1,22

0,00

2003

70,15

2004

125,33

2005

2003

214,97

1,26

2004

371,93

3,21

0,00

2005

455,59

4,45

0,00

2003

157,42

0,58

2004

336,24

1,28

2005

256,81

0,94

2003

38.975,54

545,14

6.503,42

2004

53.187,34

980,58

10.307,98

2005

54.704,85

924,21

19.777,91

Sumber : Diolah dari Statistik Industri Besar dan Sedang, 2005, BPS

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

31

Tabel 18. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Kosumsi Energi Industri menurut Provinsi dan Jenis
Bahan Bakar, 2003 - 2005
No.
1

10

11

32

Provinsi
NAD

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

164,72

0,35

2004

358,41

0,01

0,24

2005

36,29

0,01

0,10

2003

649,63

9,77

0,09

2004

1.065,00

126,65

21,76

2005

780,87

84,42

5,38

2003

131,10

0,77

1.613,25

2004

188,17

0,94

194,92

2005

135,84

0,94

1.801,67

2003

2.183,92

0,10

2004

1.033,32

0,32

895,35

2005

913,58

1,05

918,39

2003

1.087,45

0,63

0,01

2004

931,92

16,60

0,05

2005

1.125,48

0,35

0,07

2003

418,24

5,61

8,04

2004

433,71

0,88

0,00

2005

1.039,40

2,18

350,65

2003

320,85

0,16

2004

19,23

0,15

2005

11,40

0,21

2003

360,15

5,27

24,55

2004

519,26

5,66

10,86

2005

947,76

10,57

12,52

2003

82,56

0,07

2004

37,51

0,22

0,00

2005

34,50

1,91

3,65

2003

2004

234,26

3,96

0,45

2005

206,30

2,02

20,47

2003

767,10

12,62

19,90

2004

1.156,17

16,97

6,12

2005

1.350,13

14,13

5,37

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.
12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

Provinsi
Jawa Barat

Jawa Tengah

DI. Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

4.283,97

104,35

731,26

2004

5.962,32

73,59

281,42

2005

8.041,02

109,44

664,83

2003

1.336,44

29,88

474,17

2004

1.690,05

51,26

555,52

2005

1.063,25

45,84

1.367,80

2003

51,90

4,60

2,52

2004

52,91

15,48

7,66

2005

44,54

8,19

2,04

2003

1.867,84

40,72

356,04

2004

1.838,92

53,45

1.935,67

2005

2.060,76

87,52

2.950,48

2003

2.589,95

11,65

27,20

2004

6.711,68

25,20

156,01

2005

5.372,07

14,81

317,49

2003

19,55

0,36

0,00

2004

17,61

0,51

2005

14,64

0,75

0,44

2003

2,50

0,46

2004

2,66

0,38

2005

2,56

6,53

0,07

2003

2,11

0,27

32,04

2004

17,02

0,64

46,11

2005

12,19

0,54

75,18

2003

202,53

0,20

2004

311,90

0,26

2005

277,16

1,15

11,59

2003

37,15

0,00

2004

46,86

0,07

2005

51,13

0,09

0,00

2003

209,80

1,53

0,00

2004

228,76

0,66

195,05

2005

167,98

0,45

377,10

2003

253,41

1,03

2004

279,27

2,08

0,15

2005

305,64

0,95

33

No.
24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

Provinsi
Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Tahun

Jenis Bahan Bakar


Solar

Minyak Tanah

Batubara

2003

59,28

0,97

2004

107,40

1,04

2005

80,09

1,51

2003

20,92

0,23

2004

15,24

0,24

2005

9,96

1,27

2003

101,38

2,98

2004

191,90

3,48

1.616,60

2005

141,31

2,64

2.455,71

2003

44,86

2,63

424,74

2004

17,84

26,21

2005

15,16

1,91

72,05

2003

12,59

0,50

2004

21,36

0,62

0,00

2005

12,91

1,06

2003

2004

2005

2003

155,40

0,93

38,70

2004

173,81

0,59

24,38

2005

151,19

0,54

0,00

2003

31,71

2004

56,65

2005

2003

97,17

0,55

2004

168,12

1,41

0,00

2005

205,93

1,95

0,00

2003

71,15

0,26

2004

151,98

0,56

2005

116,08

0,41

2003

17.617,33

239,09

3.752,86

2004

24.041,21

430,07

5.948,33

2005

24.727,14

405,35

11.413,04

Sumber : Dihitung berdasarkan faktor emisi (default emission factor) yang ditetapkan oleh IPCC, 2006

34

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 19. Konsumsi Energi Transportasi (ribu SBM) menurut Jenis Bahan Bakar, 2000 - 2007
Bahan Bakar

2000

Gas

2001

174

2002

139

2003

117

2004

108

2005

85

2006

43

2007

42

49

Avgas

20

19

19

20

19

17

19

12

Avtur

7.085

8.680

9.409

11.365

14.361

13.682

14.303

14.845

Premium

70.274

74.043

77.642

80.109

89.380

96.863

92.901

98.847

Bio Premium

326

Pertamax

2.163

2.841

1.450

2.947

2.752

Bio Pertamax

58

Pertamax Plus

626

710

579

748

921

Dex

8
5.692

Bio Solar

1.408

Kerosene

28

28

26

26

27

25

22

22

ADO

60.754

64.493

63.463

61.126

70.259

65.262

57.250

55.224

IDO

320

309

292

254

234

193

105

57

Fuel Oil
Total

498

519

498

404

425

304

314

269

139.152

148.230

151.466

156.200

178.341

178.419

170.078

179.084

Sumber : Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, 2008, ESDM


Tabel 20. Jumlah Kendaraan Bermotor menurut Jenis Kendaraan, 2000 - 2007
No.

Provinsi

N. Aceh Darussalam

Sumatera Utara

Sumatera Barat

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2000

41.121

16.280

46.144

455.146

2001

27.722

11.109

32.324

332.171

2002

38.839

18.997

39.455

405.071

2003

44.069

19.555

42.240

493.970

2004

57.352

28.872

51.517

592.810

2005

63.254

33.884

54.371

634.188

2006

68.984

39.656

57.563

696.874

2007

86.801

51.812

87.856

1.235.894

2000

159.741

25.679

123.307

873.452

2001

169.761

26.035

128.985

952.361

2002

182.333

26.301

134.502

1.025.187

2003

285.314

26.570

140.255

1.300.995

2004

326.015

27.011

146.703

1.461.760

2005

367.452

32.340

157.031

1.729.262

2006

406.101

37.420

166.879

2.014.975

2007

422.533

54.311

175.672

2.389.981

2000

24.120

34.118

42.107

208.403

2001

72.160

38.323

45.109

234.508

2002

26.519

42.905

48.140

260.363

2003

27.857

48.035

52.340

289.067

2004

33.354

61.518

59.441

366.445

2005

35.765

69.245

75.520

501.920

35

No.

36

Provinsi

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Tahun

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2006

39.975

73.116

75.520

653.487

2007

44.689

77.809

123.645

887.982

2000

58.660

25.195

44.508

392.154

2001

51.621

28.993

47.575

449.652

2002

86.098

32.904

51.727

518.262

2003

94.885

37.343

58.892

606.523

2004

139.689

41.029

69.520

704.423

2005

208.877

42.297

90.147

950.473

2006

292.082

43.399

111.523

950.473

2007

367.136

44.519

138.281

1.082.962

2000

22.213

9.224

17.383

172.091

2001

23.711

9.301

18.932

198.999

2002

25.169

9.364

20.420

224.033

2003

28.922

9.427

22.240

252.216

2004

34.280

9.678

30.394

344.585

2005

45.829

14.419

49.022

516.671

2006

57.989

19.851

72.047

719.461

2007

77.461

26.238

129.921

1.201.362

2000

61.409

12.283

64.830

313.996

2001

69.515

14.616

65.519

392.755

2002

73.913

15.589

66.644

325.757

2003

79.721

16.627

67.788

334.395

2004

94.866

19.747

69.120

364.998

2005

150.733

28.477

76.599

508.150

2006

218.782

38.223

83.312

663.154

2007

301.955

63.891

99.861

850.639

2000

11.358

633

9.352

51.558

2001

11.363

797

10.567

55.052

2002

11.439

914

11.327

59.166

2003

12.591

1.048

12.799

75.428

2004

13.554

1.141

15.381

98.014

2005

16.609

1.248

20.810

146.943

2006

19.891

2.265

26.940

203.289

2007

28.672

3.764

39.372

398.511

2000

39.367

3.108

38.933

204.230

2001

42.165

3.298

41.244

227.865

2002

45.027

3.392

42.916

250.586

2003

49.397

3.489

49.446

328.944

2004

54.411

3.961

52.366

415.449

2005

61.501

6.356

56.477

549.514

2006

68.055

9.943

60.610

687.563

2007

73.272

14.782

66.396

921.521

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

Provinsi

Bangka Belitung

10

11

12

13

14

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI Yogyakarta

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2000

2001

2002

2003

2004

8.127

14.833

13.777

190.535

2005

8.432

16.951

14.312

199.813

2006

8.623

18.144

14.312

204.712

2007

8.961

17.231

31.170

311.712

2000

2001

2002

2003

2004

2005

38.360

8.065

18.439

313.307

2006

75.199

11.976

25.591

344.578

2007

75.465

6.252

25.699

378.691

2000

1.237.778

311.627

397.076

2.212.961

2001

1.345.056

312.322

415.970

2.446.471

2002

1.470.516

312.606

435.010

2.645.597

2003

1.596.298

367.215

455.709

3.516.900

2004

1.747.921

389.311

495.464

3.894.457

2005

1.937.396

490.532

644.054

5.343.211

2006

2.127.535

590.384

802.198

5.359.956

2007

3.592.132

788.996

1.247.734

5.972.862

2000

344.359

90.369

202.477

1.151.817

2001

352.824

90.817

205.493

1.174.179

2002

377.644

94.431

221.734

1.237.775

2003

389.339

98.189

239.259

1.285.648

2004

411.250

103.385

264.767

1.343.902

2005

43.831

117.177

319.494

1.415.801

2006

466.117

129.547

373.703

1.481.789

2007

495.295

150.242

451.372

1.991.862

2000

181.074

28.757

183.206

1.807.183

2001

226.221

29.917

216.108

2.418.534

2002

112.061

30.445

223.967

2.984.637

2003

146.266

30.982

264.189

3.516.900

2004

153.550

31.761

284.313

4.091.542

2005

205.404

37.751

330.628

5.069.421

2006

259.422

43.388

375.750

6.022.584

2007

309.235

63.941

399.273

6.785.135

2000

64.327

5.977

26.634

490.633

2001

67.309

6.591

22.083

539.448

37

No.

15

16

17

18

19

38

Provinsi

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Tahun

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2002

71.791

7.096

27.498

590.872

2003

74.728

8.039

33.520

666.941

2004

80.960

9.785

37.447

762.517

2005

104.584

14.505

50.059

949.715

2006

128.702

19.991

65.462

1.132.314

2007

194.272

36.921

84.572

1.901.862

2000

418.960

11.118

228.191

2.702.555

2001

319.365

10.966

222.714

3.113.600

2002

460.851

10.904

223.170

3.394.448

2003

508.611

13.201

267.742

3.944.098

2004

556.595

14.010

284.915

4.326.336

2005

721.013

17.084

330.929

4.729.983

2006

887.000

20.098

373.647

5.183.133

2007

899.997

25.618

409.371

7.592.152

2000

2001

2002

2003

2004

25.146

15.516

17.988

187.705

2005

25.452

15.670

17.420

282.193

2006

26.364

17.044

17.420

357.867

2007

51.369

18.562

26.897

512.632

2000

107.078

7.077

44.708

660.188

2001

115.989

7.190

48.652

767.135

2002

126.039

7.871

53.181

871.790

2003

177.571

8.617

54.868

902.465

2004

239.587

10.307

69.580

1.018.230

2005

340.333

13.216

99.729

1.117.609

2006

451.782

16.164

133.344

1.245.717

2007

479.721

19.865

208.981

1.561.844

2000

13.996

3.541

15.735

141.594

2001

14.498

3.774

16.345

161.072

2002

15.035

3.888

16.896

180.854

2003

15.636

4.005

17.551

203.066

2004

19.366

5.516

19.469

245.606

2005

30.538

10.407

26.034

305.804

2006

43.987

18.059

33.282

407.142

2007

59.994

28.861

55.981

533.741

2000

9.805

7.928

10.540

55.970

2001

9.106

7.902

6.682

58.190

2002

9.126

8.366

7.452

59.013

2003

11.130

8.857

7.626

59.848

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

20

21

22

23

24

Provinsi

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Penumpang

Bis

2004

19.348

11.989

2005

34.260

2006

54.453

2007

Truk

Sepeda Motor

6.528

71.169

18.794

9.878

110.511

26.948

13.802

157.192

95.701

47.998

18.379

216.403

2000

22.824

3.415

17.996

231.379

2001

24.017

3.582

19.286

26.411

2002

25.420

3.712

20.595

292.625

2003

26.905

3.847

22.071

334.401

2004

43.563

4.856

28.735

410.041

2005

82.704

8.253

44.370

535.309

2006

138.549

12.644

63.270

664.921

2007

218.351

30.382

113.992

799.792

2000

6.320

3.534

6.792

106.872

2001

6.628

3.810

7.015

111.566

2002

7.008

4.222

7.703

119.246

2003

14.435

4.679

8.458

152.731

2004

29.111

7.507

13.534

183.244

2005

52.979

8.894

23.812

234.882

2006

87.757

21.317

37.471

286.974

2007

134.807

44.819

67.861

399.982

2000

32.700

6.862

29.831

296.469

2001

33.443

7.399

32.085

331.931

2002

35.191

8.130

34.128

367.419

2003

46.773

8.933

36.707

406.701

2004

57.728

16.552

44.272

476.203

2005

79.930

20.243

63.539

586.206

2006

104.387

38.278

85.179

692.724

2007

130.773

65.411

144.592

898.861

2000

36.062

7.503

33.106

248.015

2001

42.276

3.352

38.635

298.988

2002

46.960

8.617

43.341

343.655

2003

49.997

9.331

50.579

394.995

2004

62.998

11.776

73.846

489.981

2005

89.489

21.770

114.255

642.953

2006

118.986

48.229

162.645

800.908

2007

176.995

73.477

226.152

991.512

2000

28.611

8.892

19.854

60.699

2001

23.625

15.256

21.243

66.729

2002

25.625

17.298

21.080

71.818

2003

27.032

19.613

22.555

78.953

2004

27.540

21.825

23.073

103.746

2005

33.599

24.527

26.739

162.113

39

No.

25

26

27

28

29

40

Provinsi

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Maluku

Tahun

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2006

39.738

42.958

30.192

231.795

2007

54.981

69.179

39.181

324.477

2000

18.981

9.145

27.763

203.888

2001

19.479

9.424

28.049

207.440

2002

22.342

9.641

30.899

232.437

2003

36.815

9.863

31.217

260.446

2004

58.547

15.466

38.292

321.824

2005

85.678

22.228

49.561

398.418

2006

118.684

30.032

63.981

512.835

2007

120.564

42.921

100.742

669.999

2000

62.186

15.737

46.116

351.108

2001

17.138

20.257

34.741

340.722

2002

69.625

17.092

51.185

328.173

2003

98.595

17.729

53.779

326.535

2004

123.609

26.778

66.191

311.514

2005

175.055

46.974

108.143

364.471

2006

231.979

73.668

160.874

413.297

2007

231.987

108.005

256.982

465.594

2000

2.706

6.930

6.465

41.316

2001

2.885

7.697

6.948

47.681

2002

3.148

8.279

7.454

54.617

2003

4.657

8.905

7.951

62.562

2004

5.246

14.652

9.917

66.632

2005

7.575

26.522

14.893

72.449

2006

10.260

42.765

20.724

72.449

2007

13.372

84.001

36.367

107.543

2000

2001

2002

2003

2004

320

22

633

5.676

2005

4.492

652

4.904

55.141

2006

4.892

6.576

5.201

55.141

2007

25.777

11.216

5.300

70.251

2000

22.487

3.254

14.102

56.691

2001

23.658

3.267

14.574

59.008

2002

24.292

3.274

14.837

60.275

2003

26.015

3.281

15.585

69.441

2004

27.102

3.316

15.590

77.835

2005

28.072

4.141

15.855

101.870

2006

28.983

4.141

15.855

126.595

2007

29.824

8.228

15.855

178.612

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

Provinsi

30

Maluku Utara

31

Tahun

Papua

Indonesia

Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

2000

2001

2002

2003

2004

69

17

129

538

2005

75

21

136

553

2006

88

26

208

648

2007

161

138

239

996

2000

10.670

8.094

9.978

72.649

2001

11.180

8.334

10.152

86.404

2002

11.422

7.984

10.137

98.464

2003

11.669

10.699

11.656

112.207

2004

13.077

11.059

12.879

128.115

2005

20.285

12.275

13.668

149.292

2006

29.760

14.879

15.295

177.961

2007

42.708

21.972

18.241

299.881

2000

3.038.913

666.280

1.707.134

13.563.017

2001

3.122.715

684.329

1.757.030

15.098.872

2002

3.403.433

714.222

1.865.398

17.002.140

2003

3.885.228

798.079

2.047.022

19.976.376

2004

4.464.281

933.196

2.315.781

23.055.832

2005

5.099.556

1.184.918

2.920.828

28.678.146

2006

6.615.106

1.511.129

3.543.800

32.522.508

2007

8.844.961

2.101.362

4.845.937

41.935.248

Sumber : Statistik Perhubungan, BPS, 2008


Tabel 21. Perkiraan Konsumsi Energi dari Kendaraan Bermotor (SBM) menurut Provinsi dan Jenis
Bahan Bakar, 2000 - 2007
No.
1

Provinsi
N. Aceh Darussalam

Sumatera Utara

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Premium

Solar

2000

2.100.639

1.597.918

2001

1.462.425

1.147.367

2002

1.689.042

1.438.017

2003

1.869.223

1.327.636

2004

2.195.507

1.738.413

2005

2.041.932

1.402.844

2006

1.890.406

1.128.313

2007

2.680.407

1.224.826

2000

4.373.382

3.813.716

2001

4.559.742

4.095.156

2002

4.594.516

3.956.024

2003

5.511.059

3.584.155

2004

6.037.070

3.756.566

41

No.

42

Provinsi

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Tahun

Premium

Solar

2005

6.138.643

3.010.119

2006

5.976.065

2.371.073

2007

5.699.487

2.016.848

2000

984.242

1.951.193

2001

1.246.145

2.204.019

2002

1.091.563

2.239.860

2003

1.101.038

2.156.508

2004

1.350.066

2.615.739

2005

1.574.204

2.301.091

2006

1.711.707

1.725.054

2007

1.890.034

1.766.662

2000

1.908.241

1.784.244

2001

2.036.922

2.022.693

2002

2.299.541

2.082.065

2003

2.436.789

2.067.562

2004

2.850.450

2.390.623

2005

3.394.280

2.105.244

2006

3.067.062

1.798.008

2007

2.938.586

1.603.075

2000

822.465

681.081

2001

904.982

745.830

2002

948.193

732.736

2003

976.713

680.350

2004

1.279.375

866.557

2005

1.646.856

1.008.417

2006

1.919.019

1.066.558

2007

2.591.502

1.369.445

2000

1.589.044

1.973.924

2001

1.878.434

2.116.922

2002

1.520.712

2.023.070

2003

1.438.697

1.813.616

2004

1.552.897

1.921.749

2005

1.929.041

1.670.220

2006

2.176.927

1.410.522

2007

2.335.702

1.436.032

2000

266.316

255.594

2001

269.877

300.202

2002

268.646

301.149

2003

305.790

297.496

2004

376.750

357.288

2005

478.838

350.620

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

Provinsi

Tahun
2006

10

11

12

Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Premium

Solar

550.887

338.950

2007

865.675

378.283

2000

1.031.117

1.076.158

2001

1.097.267

1.176.664

2002

1.124.784

1.139.255

2003

1.314.410

1.137.283

2004

1.586.652

1.218.072

2005

1.788.896

998.753

2006

1.865.130

818.831

2007

2.015.922

711.895

2000

2001

2002

2003

2004

670.854

618.691

2005

609.688

496.936

2006

526.586

376.681

2007

649.836

424.455

2000

2001

2002

2003

2004

2005

1.029.591

421.290

2006

1.036.157

435.999

2007

920.335

280.196

2000

14.606.563

18.141.247

2001

15.406.867

19.239.255

2002

15.661.477

18.392.610

2003

17.763.965

17.680.125

2004

19.053.532

19.133.264

2005

21.315.756

18.034.643

2006

18.481.754

16.162.159

2007

19.383.213

17.861.214

2000

6.333.133

7.496.217

2001

6.204.976

7.827.607

2002

6.146.539

7.778.190

2003

5.819.139

7.249.907

2004

5.926.906

7.961.289

2005

4.273.429

6.941.039

2006

4.808.115

5.840.666

2007

5.040.159

5.275.887

43

No.
13

14

15

16

17

18

44

Provinsi
Jawa Tengah

DI Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tenggara Barat

Tahun

Premium

Solar

2000

8.416.053

5.425.789

2001

10.746.960

6.499.231

2002

11.782.685

6.258.963

2003

12.726.351

6.341.606

2004

14.335.090

6.835.102

2005

15.443.339

5.855.514

2006

15.506.194

4.864.471

2007

14.376.557

4.062.180

2000

2.349.079

834.770

2001

2.465.557

757.480

2002

2.521.379

851.071

2003

2.576.662

892.875

2004

2.848.306

1.021.392

2005

3.086.718

1.026.267

2006

3.112.630

991.758

2007

4.247.761

1.065.439

2000

13.212.998

6.125.787

2001

13.949.851

6.173.113

2002

14.669.101

5.758.614

2003

15.469.333

6.035.925

2004

16.488.985

6.464.255

2005

15.959.123

5.531.789

2006

14.983.217

4.569.763

2007

17.209.120

3.814.660

2000

2001

2002

2003

2004

718.768

724.524

2005

900.706

525.977

2006

948.417

399.986

2007

1.142.933

398.655

2000

3.247.745

1.325.583

2001

3.588.574

1.475.175

2002

3.796.659

1.501.982

2003

3.752.196

1.363.945

2004

4.247.475

1.727.557

2005

4.268.481

1.795.300

2006

4.190.023

1.735.174

2007

4.137.179

2.006.877

2000

658.594

493.423

2001

713.429

531.483

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

19

20

21

22

23

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tahun

Premium

Solar

2002

745.342

511.321

2003

759.801

463.120

2004

894.774

540.301

2005

984.723

579.243

2006

1.113.545

595.858

2007

1.203.189

744.027

2000

278.418

472.740

2001

273.457

385.265

2002

259.263

389.149

2003

246.587

354.129

2004

305.663

400.430

2005

423.852

455.752

2006

522.414

472.940

2007

632.471

582.097

2000

1.076.011

548.075

2001

204.914

604.103

2002

1.210.135

597.993

2003

1.255.228

556.836

2004

1.531.758

726.406

2005

1.809.384

836.461

2006

1.983.246

881.050

2007

2.063.240

1.266.096

2000

479.128

264.323

2001

480.281

285.964

2002

480.386

293.375

2003

580.758

282.242

2004

717.094

455.012

2005

842.783

519.873

2006

924.968

682.287

2007

1.083.736

988.153

2000

1.393.333

939.261

2001

1.484.697

1.043.047

2002

1.531.898

1.039.618

2003

1.575.432

980.553

2004

1.803.011

1.315.319

2005

1.950.276

1.331.744

2006

1.967.550

1.432.829

2007

2.086.527

1.841.633

2000

1.202.464

1.039.502

2001

1.386.726

1.109.169

2002

1.486.258

1.278.254

2003

1.545.964

1.287.137

45

No.

24

25

26

27

28

46

Provinsi

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Tahun

Premium

Solar

2004

1.867.334

1.851.576

2005

2.144.403

2.162.165

2006

2.270.621

2.447.381

2007

2.367.949

2.627.613

2000

378.038

735.835

2001

367.153

964.192

2002

370.763

944.163

2003

368.207

905.959

2004

443.335

970.920

2005

572.995

814.891

2006

670.239

848.971

2007

768.962

950.269

2000

943.378

944.764

2001

922.085

989.922

2002

969.413

997.352

2003

1.032.726

882.584

2004

1.284.460

1.162.517

2005

1.417.309

1.141.111

2006

1.558.810

1.091.105

2007

1.602.055

1.259.860

2000

1.749.424

1.583.302

2001

1.454.164

1.452.880

2002

1.513.589

1.679.729

2003

1.476.961

1.536.315

2004

1.469.350

2.010.455

2005

1.579.594

2.465.639

2006

1.592.767

2.722.070

2007

1.413.630

3.200.773

2000

186.340

342.883

2001

205.475

386.876

2002

219.791

387.058

2003

233.528

362.143

2004

242.722

531.305

2005

234.290

658.306

2006

204.155

736.847

2007

245.031

1.055.574

2000

2001

2002

2003

2004

20.248

14.164

2005

174.590

88.315

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

29

30

31

Provinsi

Maluku

Maluku Utara

Papua

Indonesia

Tahun

Premium

Solar

2006

148.182

136.683

2007

194.598

144.838

2000

335.151

444.276

2001

335.913

471.305

2002

321.771

445.561

2003

331.627

405.327

2004

354.358

408.842

2005

380.437

317.843

2006

384.021

232.071

2007

422.390

211.197

2000

2001

2002

2003

2004

2.050

3.157

2005

1.839

2.496

2006

1.817

2.716

2007

2.345

3.306

2000

352.679

462.604

2001

396.533

488.344

2002

418.107

445.807

2003

430.363

480.286

2004

476.786

517.659

2005

496.478

412.373

2006

512.728

350.196

2007

694.248

352.650

2000

70.273.974

60.754.208

2001

74.043.405

64.493.263

2002

77.641.554

63.462.988

2003

82.898.548

61.125.621

2004

92.931.626

70.259.146

2005

98.892.477

65.262.276

2006

96.605.358

58.666.971

2007

102.904.781

60.924.715

Sumber : Dihitung berdasarkan jumlah kendaraan per provinsi dikalikan rata-rata konsumsi premium dan solar pada
tahun bersangkutan

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

47

Tabel 22. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Kendaraan Bermotor menurut Provinsi, 2000 - 2007
No.

Provinsi

2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

N. Aceh Darussalam

1.610

1.137

1.364

1.390

1.714

1.497

1.309

1.687

Sumatera Utara

3.573

3.779

3.730

3.950

4.250

3.956

3.598

3.321

Sumatera Barat

1.298

1.523

1.474

1.440

1.753

1.706

1.503

1.598

Riau

1.613

1.775

1.913

1.965

2.286

2.386

2.109

1.967

Jambi

Sumatera Selatan

656

720

732

720

933

1.152

1.293

1.715

1.564

1.751

1.557

1.428

1.525

1.570

1.558

1.636

Bengkulu

228

250

250

264

321

361

386

537

Lampung

922

996

990

1.070

1.221

1.208

1.159

1.174

Bangka Belitung

563

482

393

467

10

Kepulauan Riau

626

635

516

11

DKI Jakarta

14.375

15.209

14.934

15.501

16.703

17.163

15.118

16.267

12

Jawa Barat

6.066

6.161

6.114

5.737

6.104

4.944

4.673

4.515

13

Jawa Tengah

6.010

7.481

7.810

8.246

9.149

9.175

8.754

7.914

14

DI Yogyakarta

1.370

1.385

1.451

1.493

1.666

1.769

1.764

2.277

15

Jawa Timur

8.354

8.687

8.804

9.268

9.892

9.247

8.399

8.999

16

Banten

631

619

582

663

17

Bali

1.972

2.184

2.284

2.203

2.576

2.616

2.556

2.656

18

Nusa Tenggara Barat

501

542

546

531

622

678

740

845

19

Nusa Tenggara Timur

331

290

285

264

310

385

435

530

20

Kalimantan Barat

703

360

782

782

976

1.143

1.237

1.444

21

Kalimantan Tengah

322

332

336

373

509

591

699

905

22

Kalimantan Selatan

1.014

1.099

1.117

1.109

1.357

1.426

1.479

1.714

23

Kalimantan Timur

978

1.088

1.206

1.235

1.626

1.884

2.066

2.189

24

Sulawesi Utara

492

591

584

565

626

611

667

755

25

Sulawesi Tengah

826

837

861

836

1.068

1.115

1.152

1.247

26

Sulawesi Selatan

1.455

1.271

1.399

1.319

1.530

1.782

1.904

2.044

27

Sulawesi Tenggara

234

262

268

262

343

397

419

581

28

Gorontalo

15

114

124

148

29

Maluku

342

355

337

323

335

304

267

274

30

Maluku Utara

31

Papua

358

388

378

399

436

396

375

453

Total

57.168

60.452

61.507

62.673

71.043

71.304

67.356

71.040

Sumber : Dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi premium dan solar per provinsi dikalikan dengan faktor emisi

48

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Bab IV
Industri
Selain karena penggunaan energi, beberapa jenis industri juga mengeluarkan emisi CO2 dari
proses produksi. Industri-industri tersebut antara lain dari kelompok industri mineral
misalnya pabrik semen, kapur dan kaca, dari kelompok industri kimia misalnya pabrik
amoniak atau urea, karbida, dan petrokimia, serta dari kelompok industri logam seperti
pabrik besi dan baja.
A.

Kelompok Industri Mineral

Dari kelompok industri mineral hanya dapat disajikan data emisi dari industri kapur dan
semen. Sementara untuk industri kaca tidak disajikan karena penggunaan satuan yang tidak
sesuai dengan pedoman.
Industri Kapur Tohor (Quicklime)
Industri kapur tohor di Indonesia terdapat di provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat,
Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan
Sulawesi Selatan. Total produksi industri kapur relatif tidak berubah dalam periode tahun
2002 2006 yaitu sekitar 2,8 juta ton per tahun. Produksi kapur terbesar dihasilkan dari
Kalimantan Selatan yaitu sebesar 2,6 juta ton per tahun dan produk kapur terkecil dihasilkan
dari provinsi Lampung yaitu sebesar 1.000 ton per tahun.
Gambar 12. Produksi Kapur menurut Provinsi, 2002 - 2006

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

49

Emisi CO2 yang dihasilkan oleh industri kapur diperkirakan lebih dari 2 juta ton per tahun
dengan kontribusi terbesar berasal dari industri kapur yang ada di provinsi Kalimantan
Selatan.
Gambar 13. Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Kapur, 2002 - 2006

Industri Semen
Industri semen utama
Tengah, Jawa Timur,
produksi semen dan
meningkat menjadi 50

atau terbesar terdapat di provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa


Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2004 total
clinker dari produsen utama tersebut sebesar 42 juta ton dan
juta ton pada tahun 2006.

Emisi CO2 yang dihasilkan oleh industri semen sangat tergantung pada besaran produksi
semen dan clinker. Perkiraan total emisi CO2 dari industri semen ini mencapai 24 juta ton
pada tahun 2005 dengan kontribusi terbesar berasal dari pabrik-pabrik semen di Jawa Barat.
Dibandingkan dengan keadaan pada tahun 1999 emisi CO2 dari industri semen ini
meningkat sekitar 90%.

50

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Gambar 14. Produksi Semen dan Clinker menurut Provinsi, 2004 - 2008

Gambar 15. Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Semen, 2004 - 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

51

B.

Kelompok Industri Kimia

Berdasarkan data yang tersedia, hanya industri amoniak yang dapat disajikan. Industri
lainnya yang menghasilkan emisi CO2 dan CH4 seperti industri metanol, ethylene dan
carbon black tidak disajikan karena tahun data yang tidak konsisten.
Industri Amoniak
Amoniak digunakan sebagai bahan baku pupuk urea. Produsen pupuk urea terbesar di
Indonesia terdapat di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Jawa Barat,
Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Total produksi amoniak yang dihasilkan oleh pabrik
pupuk urea tersebut 4,2 juta ton pada tahun 2008 atau meningkat 15% dibandingkan
dengan total produksi pada tahun 2001. Lebih dari 70% produk amoniak di Indonesia
dihasilkan dari provinsi Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.
Emisi CO2 dari produksi amoniak diperkirakan mencapai 13,6 juta ton pada tahun 2008.
Naik sekitar 15% dibandingkan dengan total emisi CO2 pada tahun 2001, namun menurun
18% dibandingkan dengan total emisi CO2 pada tahun 2006. Penurunan emisi CO2 pada
tahun 2007 terutama disebabkan oleh menurunnya produksi amoniak di provinsi Jawa
Timur.
Gambar 16. Produksi Amoniak menurut Provinsi, 2001 - 2008

52

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Gambar 17. Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Amoniak, 2001 - 2008

C.

Kelompok Industri Logam Dasar

Industri Besi Baja


Produsen besi baja terutama terdapat di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Dari
ketiga provinsi tersebut, produksi besi baja terbesar berasal dari provinsi Banten. Total
produksi besi baja dari ketiga provinsi tersebut mencapai 2,9 juta ton pada tahun 2005,
sedikit meningkat dari produksi tahun 2004 namun masih lebih rendah dibandingkan dengan
produksi tahun 2002 yang mencapai 3,5 juta ton. Penurunan produksi besi baja pada tahun
2003 terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi pabrik besi baja yang berada di
provinsi Banten. Sementara produksi besi baja dari dua provinsi lainnya relatif tetap.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

53

Gambar 18. Produksi Besi Baja menurut Provinsi, 2002 - 2005

Gambar 19. Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Besi Baja, 2002 - 2005

54

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Total emisi CO2 dari industri besi baja tersebut diperkirakan mencapai 2,1 juta ton pada
tahun 2005. Kondisi ini masih lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan emisi CO2 pada
tahun 2003 yang mencapai 2,7 juta ton.
Industri Logam Non Baja
Industri penghasil logam non baja seperti aluminium, timah hitam, dan seng terdapat di
provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Total produksi dari industri ini mencapai 462 ribu ton pada tahun 2005 atau meningkat 42%
dibandingkan total produksi pada tahun 2001. Provinsi Sumatera Utara merupakan penghasil
terbesar produk logam non baja yaitu lebih dari 50%, diikuti oleh provinsi Banten sebesar
35% dan Jawa Timur sekitar 9%.
Perkiraan emisi CO2 dari produksi logam non baja terus meningkat dan mencapai 770 ribu
ton pada tahun 2005 atau meningkat sekitar 43% dibandingkan dengan total emisi pada
tahun 2001. Emisi CO2 terbesar dihasilkan oleh provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh provinsi
Banten dan Jawa Timur.
Gambar 20. Produksi Logam Non Baja menurut Provinsi, 2001 - 2005

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

55

Gambar 21. Perkiraan Total Emisi CO2 dari Industri Logam Non Baja, 2001 - 2005

56

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 23. Produksi Kapur (ton) menurut Provinsi, 2002 - 2006


No.

Provinsi

Tahun
2002

2003

2004

2005

2006

Sumatera Utara

5.303

5.850

9.360

9.350

15.800

Sumatera Barat

4.169

4.169

5.860

6.376

6.376

Lampung

1.024

1.024

1.024

1.024

1.024

Jawa Barat

4.316

1.715

9.360

9.360

9.360

Jawa Tengah

38.886

25.768

17.100

10.665

27.325

DI. Yogyakarta

87.421

140.550

126.253

101.865

5.529

Jawa Timur

Kalimantan Selatan

Sulawesi Selatan
Indonesia

22.401

27.416

30.005

36.602

106.117

2.609.048

2.609.048

2.609.048

2.609.048

2.609.048

1.700

1.850

12.000

12.000

40.084

2.774.268

2.817.391

2.820.011

2.796.290

2.820.663

Sumber : Diolah dari Statistik Industri Besar dan Sedang, 2006, BPS
Tabel 24. Perkiraan Emisi CO2 (ton) dari Industri Kapur menurut Provinsi, 2002 - 2006
No.

Provinsi

Tahun
2002

2003

2004

2005

2006

Sumatera Utara

3.977

4.388

7.020

7.013

11.850

Sumatera Barat

3.127

3.127

4.395

4.782

4.782

Lampung

768

768

768

768

768

Jawa Barat

3.237

1.286

7.020

7.020

7.020

Jawa Tengah

29.165

19.326

12.825

7.999

20.493

DI. Yogyakarta

65.566

105.413

94.690

76.398

4.147

Jawa Timur

Kalimantan Selatan

Sulawesi Selatan

Indonesia

16.801

20.562

22.504

27.452

79.588

1.956.786

1.956.786

1.956.786

1.956.786

1.956.786

1.275

1.388

9.000

9.000

30.063

2.080.701

2.113.043

2.115.008

2.097.217

2.115.497

Sumber : Diolah dari Statistik Industri Besar dan Sedang, 2006, BPS
Tabel 25. Produksi Semen dan Clinker (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
No.

Provinsi

Sumatera Barat

Jawa Barat

Tahun
2004

2005

2006

2007

2008

4.502.799

5.112.443

5.312.823

5.473.573

5.840.189

21.797.571

22.454.513

22.121.149

24.274.567

25.383.423

Jawa Tengah

2.896.115

2.896.115

2.896.115

2.896.115

2.896.115

Jawa Timur

7.193.419

7.942.594

8.021.556

8.136.794

8.875.240

Kalimantan Selatan

3.313.957

3.072.489

3.376.354

3.780.735

3.996.656

Sulawesi Selatan

2.419.347

2.697.544

2.942.945

3.175.904

3.456.130

42.123.208

44.175.698

44.670.942

47.737.688

50.447.753

Indonesia

Sumber : Laporan Tahunan PT. Semen Gresik, PT. Holcim, dan PT. Indocement, 2004 - 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

57

Tabel 26. Perkiraan Emisi CO2 (ton) dari Industri Semen, 2004 - 2008
No.

Tahun

Provinsi

Sumatera Barat

Jawa Barat

2004

2005

2006

2007

2008

2.224.383

2.525.547

2.624.535

2.703.945

2.885.053

11.009.399

11.331.080

11.179.967

12.263.636

12.812.782

Jawa Tengah

1.430.681

1.430.681

1.430.681

1.430.681

1.430.681

Jawa Timur

3.553.549

3.923.641

3.962.649

4.019.576

4.384.369

Kalimantan Selatan

1.050.010

926.076

1.061.949

1.160.974

1.174.410

Sulawesi Selatan

1.195.157

1.332.587

1.453.815

1.568.897

1.707.328

20.463.178

21.469.612

21.713.595

23.147.708

24.394.623

Indonesia

Sumber : Berdasarkan produksi semen dan clinker dikalikan dengan faktor emisi dari Pedoman IPCC 2006
Tabel 27. Produksi Amoniak (juta ton) menurut Provinsi, 2001 - 2008
No.

Provinsi

Tahun
2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

NAD

0,14

0,36

0,32

0,27

0,08

0,15

0,15

0,16

Sumatera Selatan

1,30

1,33

1,33

1,44

1,33

1,35

1,38

1,30

Jawa Barat

0,38

0,35

0,40

0,35

0,35

0,54

0,55

0,65

Jawa Timur

0,29

0,33

0,36

0,31

0,38

1,33

0,36

0,38

Kalimantan Timur

1,43

1,30

1,50

1,75

1,87

1,62

1,62

1,68

Indonesia

3,54

3,67

3,90

4,12

4,01

4,98

4,07

4,17

Sumber : Laporan Tahunan PT. Pusri, 2001 - 2008


Tabel 28. Perkiraan Emisi CO2 (juta ton) dari Industri Amoniak, 2001 - 2008
No.

Provinsi

Tahun
2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

NAD

0,45

1,17

1,04

0,89

0,25

0,48

0,51

0,52

Sumatera Selatan

4,26

4,37

4,36

4,71

4,36

4,42

4,52

4,26

Jawa Barat

1,23

1,16

1,30

1,14

1,16

1,77

1,79

2,14

Jawa Timur

0,96

1,07

1,16

1,03

1,26

4,35

1,19

1,24

Kalimantan Timur

4,67

4,24

4,90

5,72

6,11

5,30

5,31

5,48

11,58

12,01

12,77

13,49

13,13

16,31

13,32

13,65

Indonesia

Sumber : Dihitung berdasarkan produksi amoniak dikalikan dengan faktor emisi dari Pedoman IPCC 2006

58

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 29. Produksi Besi Baja (ton) menurut Provinsi, 2002 - 2005
No.

Provinsi

Tahun
2002

2003

2004

2005

Jawa Barat

729.676,88

729.676,88

684.582,16

Jawa Timur

631.878,21

591.293,62

572.509,90

571.849,75

Banten

2.190.024,71

1.347.727,43

1.622.922,00

1.665.082,61

3.551.579,80

2.668.697,93

2 .880.014,06

2.961.972,14

Indonesia

725.039,78

Sumber : Diolah dari Statistik Industri Besar dan Sedang, 2005, BPS
Tabel 30. Perkiraan Emisi CO2 dari Industri Besi Baja (ton) menurut Provinsi, 2002 - 2005
No.

Provinsi

Tahun
2002

2003

2004

2005

Jawa Barat

706.077,67

706.077,67

704.724,82

Jawa Timur

115.448,25

72.046,95

42.299,07

41.554,20

Banten

1.883.152,12

1.086.700,29

1.291.239,69

1.373.125,29

2.704.678,04

1.864.824,90

2.038.263,59

2.120.618,04

Indonesia

705.938,55

Sumber : Dihitung berdasarkan produksi besi baja dikalikan dengan faktor emisi dari Pedoman IPCC 2006
Tabel 31. Produksi Logam Non Baja (ribu ton) menurut Provinsi, 2001 - 2005
No.

Provinsi

Sumatera Utara

Tahun
2001

2002

2003

2004

2005

219,66

236,04

199,01

242,82

253,70

DKI Jakarta

0,99

0,84

1,01

0,77

1,28

Jawa Barat

3,02

3,85

5,07

5,07

4,08

Jawa Tengah

0,47

0,12

0,63

0,63

0,55

Jawa Timur

33,27

31,38

32,01

30,35

41,76

Banten

68,96

200,90

153,04

152,55

161,12

326,36

473,12

390,78

432,20

462,48

Indonesia

Sumber : Diolah dari Statistik Industri Besar dan Sedang, 2005, BPS
Tabel 32. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Industri Logam Non Baja, 2001 - 2005
No.

Provinsi

Sumatera Utara

Tahun
2001

2002

2003

2004

2005

373,42

501,26

338,32

412,79

431,28

DKI Jakarta

1,68

1,43

1,72

1,31

2,18

Jawa Barat

4,26

5,38

7,45

7,45

6,94

Jawa Tengah

0,25

0,06

0,33

0,03

0,28

Jawa Timur

42,12

43,94

45,71

42,72

71,02

Banten

117,22

341,52

260,16

259,34

258,33

538,95

893,59

653,70

723,65

770,03

Indonesia

Sumber : Dihitung berdasarkan produksi logam non baja dikalikan dengan faktor emisi dari Pedoman IPCC 2006

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

59

Bab V
Pertanian
A.

Lahan Sawah

Luas panen padi di Indonesia pada tahun 2008 tercatat sebesar 12,3 juta hektar yang
tersebar di 29 provinsi. Berdasarkan wilayah kepulauan, luas panen terbesar berada di pulau
Jawa yaitu sekitar 5,7 juta hektar, diikuti pulau Sumatera sebesar 3,1 juta hektar.
Sementara luas panen di pulau Kalimantan dan Sulawesi masing-masing sekitar 1,3 juta
hektar. Pulau Bali dan Nusa Tenggara mempunyai luas panen terkecil yaitu sekitar 692 ribu
hektar. Berdasarkan luas panen sawah per provinsi, maka provinsi Jawa Barat mempunyai
luas panen terbesar yaitu sekitar 1,8 juta hektar, dan provinsi Kepulauan Riau mempunyai
luas panen terkecil yaitu 134 hektar.
Gambar 22. Luas Panen Padi menurut Pulau, 2003 - 2008

Besarnya emisi gas metan (CH4) dari lahan sawah ini tergantung pada frekuensi penanaman
atau luas panen dalam setahun. Dengan asumsi bahwa satu kali masa tanam padi adalah 90
hari, maka dapat diperkirakan total emisi CH4 dari lahan sawah dalam setahun. Sejak tahun
2006 total emisi CH4 dari lahan sawah meningkat tajam dari rata-rata 1,5 juta ton per tahun
menjadi sekitar 1,8 juta per tahun. Hal ini terjadi seiring dengan target swasembada beras
yang ingin dicapai pemerintah.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

61

Gambar 23. Perkiraan Emisi CH4 dari Lahan Sawah, 2003 - 2008

Gambar 24. Perkiraan Distribusi Emisi CH4 dari Lahan Sawah menurut Pulau, 2008

62

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

B.

Peternakan

Proses fermentasi yang berlangsung di dalam lambung ternak seperti sapi, kerbau, kuda,
kambing, dan domba akan menghasilkan gas metan (CH4). Gas metan juga akan dihasilkan
melalui proses dekomposisi kotoran ternak yang berlangsung secara anaerobik atau ketika
proses perabukan dengan menggunakan pupuk kandang.
Gambar 25. Persentase Populasi Ternak menurut Jenis Ternak, 2007

Gambar 26. Perkiraan Total Emisi CH4 dari Hewan Ternak menurut Pulau, 2004 - 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

63

Pada tahun 2007 populasi ternak di Indonesia yang masuk dalam kategori penghasil gas
metan terdiri dari kambing (32%), sapi potong (25%), domba (21%), babi (15%), kerbau
(5%), kuda (1%), dan sapi perah (1%). Pada tahun tersebut emisi CH4 yang dihasilkan dari
kegiatan peternakan ini diperkirakan mencapai 897 ribu ton.
Gambar 27. Persentase Populasi Unggas menurut Jenis Unggas, 2007

Gambar 28. Perkiraan Emisi CH4 dari Unggas menurut Pulau, 2005 - 2007

64

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Pada golongan unggas, emisi gas metan hanya dihasilkan pada proses dekomposisi kotoran
ternak menjadi pupuk kandang. Jumlah unggas di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 1,4
milyar ekor yang terdiri dari 23% ayam kampung, 8% ayam petelur, 67% ayam pedaging,
dan 2% itik. Sebagian besar unggas tersebut atau sekitar 65% berada di Pulau Jawa.
Total emisi CH4 yang dihasilkan dari unggas ini diperkirakan mencapai 29 ribu ton pada
tahun 2007 atau meningkat sekitar 15% dibandingkan dengan perkiraan total emisi CH4
pada tahun 2005. Sebagian besar emisi CH4 tersebut berasal dari Pulau Jawa.
C.

Penggunaan Pupuk Urea

Pupuk urea terutama digunakan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian. Konsumsi
pupuk urea di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 4,2 juta ton atau meningkat sebesar
9% dibandingkan dengan konsumsi pada tahun 2003. Distribusi penggunaan pupuk urea
60% berada di pulau Jawa, 20% di pulau Sumatera, 7% di pulau Sulawesi, dan sisanya di
Kalimantan, Maluku dan Papua. Provinsi yang palng banyak menggunakan pupuk urea
adalah Jawa Timur yaitu rata-rata 1 juta ton per tahun dan yang terkecil adalah provinsi
Kepulauan Riau yaitu 697 ton per tahun.
Emisi CO2 yang dihasilkan oleh penggunaan pupuk urea ini meningkat setiap tahunnya
seiring dengan meningkatnya luas lahan pertanian. Pada tahun 2007 emisi CO2 dari
pemanfaatan pupuk urea untuk pertanian diperkirakan mencapai 850 ribu ton. Terjadi
kenaikan sebesar 7% dibandingkan dengan perkiraan emisi pada tahun 2006.
Gambar 29. Konsumsi Pupuk Urea menurut Pulau, 2003 - 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

65

Gambar 30. Perkiraan Total Emisi CO2 dari Penggunaan Pupuk Urea, 2003 - 2007

66

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 33. Luas Panen Padi (hektar) menurut Provinsi, 2003 - 2008
No.

Provinsi

Tahun
2003

2004

2005

2006

2007

2008

NAD

524.945

426.972

367.083

320.789

360.717

329.109

Sumatera Utara

550.414

557.673

575.249

705.023

750.232

748.540

Sumatera Barat

233.194

241.992

237.862

417.846

423.655

421.902

Riau

111.935

132.646

119.555

136.177

147.167

147.796

Jambi

124.151

125.316

161.213

140.613

149.888

143.034

Sumatera Selatan

512.510

474.429

484.207

646.927

691.467

718.797

Bengkulu

98.361

85.641

77.353

100.991

123.853

127.506

Lampung

312.017

316.575

313.317

494.102

524.955

506.547

Bangka Belitung

3.186

3.773

4.111

5.741

9.010

6.266

10

Kep. Riau

692

116

117

134

11

DKI Jakarta

5.321

3.180

2.244

1.323

1.544

1.640

12

Jawa Barat

944.042

773.149

917.725

1.798.260

1.829.085

1.803.628

13

Jawa Tengah

972.948

970.686

967.808

1.672.315

1.614.098

1.659.314

14

DI. Yogyakarta

15

Jawa Timur

16

57.612

56.982

57.188

132.374

133.369

140.167

1.107.766

1.068.926

1.096.077

1.750.903

1.736.048

1.774.884

Banten

246.938

193.688

194.504

348.414

356.803

362.637

17

BaIi

81.901

76.847

80.211

150.567

145.030

144.039

18

Nusa Tenggara Barat

245.632

220.111

225.708

341.418

331.916

359.714

19

Nusa Tenggara Timur

105.914

125.711

115.596

173.208

166.753

187.907

20

Kalimantan Barat

339.466

305.432

274.662

378.042

399.832

423.601

21

Kalimantan Tengah

194.895

173.576

163.501

202.664

229.665

205.684

22

Kalimantan Selatan

420.086

423.884

433.864

462.672

505.846

507.319

23

Kalimantan Timur

119.946

115.910

123.892

150.549

155.484

157.341

24

Sulawesi Utara

64.605

59.393

57.969

94.717

103.189

110.351

25

Sulawesi Tengah

241.661

122.142

117.715

179.078

204.342

211.876

26

Sulawesi Selatan

688.150

547.975

568.748

719.846

770.733

836.298

27

Sulawesi Tenggara

66.939

69.432

73.312

93.826

110.498

102.520

28

Gorontalo

25.495

31.060

27.098

43.953

44.548

46.942

29

Sulawesi Barat

47.414

64.462

66.630

72.471

Indonesia

8.400.030

7.703.101

7.885.878

11.726.916

12.086.474

12.257.964

Sumber : Survei Pertanian 2003 2005 dan Statistik Tanaman Pangan 2006 - 2008, BPS

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

67

Tabel 34. Perkiraan Emisi CH4 (ton) dari Lahan Sawah menurut Provinsi, 2003 - 2008
No.

Provinsi

NAD

Tahun
2003

2004

2005

2006

2007

2008

91.542

73.871

63.048

50.043

56.272

51.341

Sumatera Utara

108.448

106.648

113.099

109.984

117.036

116.772

Sumatera Barat

47.822

49.286

48.412

65.184

66.090

65.817

Riau

17.006

16.751

14.937

21.244

22.958

23.056

Jambi

17.598

17.506

21.662

21.936

23.383

22.313

Sumatera Selatan

73.234

71.113

68.005

100.921

107.869

112.132

Bengkulu

17.525

14.460

13.594

15.755

19.321

19.891

Lampung

57.812

58.454

56.766

77.080

81.893

79.021

Bangka Belitung

386

462

501

896

1.406

977

10

Kep. Riau

87

18

18

21

11

DKI Jakarta

1.173

681

489

206

241

256

12

Jawa Barat

200.729

165.318

198.139

280.529

285.337

281.366

13

Jawa Tengah

195.446

192.859

195.276

260.881

251.799

258.853

14

DI. Yogyakarta

15

Jawa Timur

16

12.179

12.136

12.267

20.650

20.806

21.866

203.675

197.514

203.331

273.141

270.823

276.882

Banten

49.937

40.388

41.176

54.353

55.661

56.571

17

BaIi

17.429

16.476

16.927

23.488

22.625

22.470

18

Nusa Tenggara Barat

43.690

37.073

37.005

53.261

51.779

56.115

19

Nusa Tenggara Timur

16.819

20.050

18.228

27.020

26.013

29.313

20

Kalimantan Barat

48.334

42.176

37.385

58.975

62.374

66.082

21

Kalimantan Tengah

28.988

25.087

23.029

31.616

35.828

32.087

22

Kalimantan Selatan

54.251

55.291

54.676

72.177

78.912

79.142

23

Kalimantan Timur

18.798

18.330

19.513

23.486

24.256

24.545

24

Sulawesi Utara

13.279

12.295

12.011

14.776

16.097

17.215

25

Sulawesi Tengah

51.796

26.129

25.709

27.936

31.877

33.053

26

Sulawesi Selatan

126.202

95.575

102.057

112.296

120.234

130.462

27

Sulawesi Tenggara

13.313

13.784

14.954

14.637

17.238

15.993

28

Gorontalo

4.921

6.573

5.692

6.857

6.949

7.323

29

Sulawesi Barat

7.811

10.056

10.394

11.305

Indonesia

1.532.332 1.386.288 1.425.785 1.829.399 1.885.490 1.912.242

Sumber : Dihitung berdasarkan luas lahan sawah dikalikan dengan faktor emisi

68

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 35. Populasi Hewan Ternak (ribu ekor) menurut Provinsi dan Jenis Ternak, 2004 - 2007
No.
1

Propinsi
NAD

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Tahun Sapi Perah Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba

Babi

2004

0,1

655,8

409,1

4,8

647,1

137,0

2005

625,1

338,3

2,7

565,8

124,2

2006

626,4

34-

2,8

572,9

125,3

2007

763,9

386,0

4,4

894,2

175,3

2004

6,8

249,0

263,4

5,7

717,2

250,9

87,1

2005

6,5

288,9

259,7

4,4

640,5

271,3

809,7

2006

6,8

289,3

261,3

4,4

644,7

293,0

830,4

2007

6,8

267,3

263,4

4,9

712,8

281,4

1.017,8

2004

0,6

597,3

322,7

4,8

195,2

5,1

29,2

2005

0,7

419,4

201,4

4,6

210,5

6,1

29,8

2006

0,8

428,2

211,0

4,7

250,1

7,1

30,5

2007

0,6

463,0

220,2

4,3

259,1

8,8

17,8

2004

108,0

48,4

204,0

1,7

47,2

2005

102,4

47,8

256,3

2,5

46,4

2006

109,1

252,2

266,6

3,7

62,9

2007

12-

57,3

250,5

3,0

65,9

2004

147,9

68,2

0,6

132,4

45,9

12,7

2005

113,7

72,9

0,5

125,0

45,3

13,6

2006

124,6

83,9

0,5

140,7

51,0

21,0

2007

126,5

107,3

155,2

51,4

14,3

2004

0,3

438,7

86,5

1,4

425,5

58,3

33,3

2005

0,3

449,5

90,3

1,5

462,5

60,2

34,7

2006

0,4

556,8

103,6

1,7

558,9

67,2

41,7

2007

0,4

584,0

79,2

1,7

582,5

69,3

43,3

2004

0,2

80,4

49,0

0,1

108,6

6,3

1,7

2005

0,1

83,2

48,5

0,1

106,4

6,7

2,2

2006

0,2

84,9

49,0

0,1

110,6

6,7

2,2

2007

0,2

87,2

36,8

0,1

107,0

6,5

2,3

2004

0,1

391,8

52,2

0,2

824,2

67,9

81,6

2005

0,1

417,1

49,2

0,2

927,7

75,6

64,3

2006

0,1

418,2

49,3

0,2

930,1

75,7

64,5

2007

0,2

412,2

0,8

0,2

846,1

72,4

58,5

2004

3,2

0,7

2,5

0,1

17,3

2005

4,6

0,8

4,7

0,2

23,1

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

69

No.

10

11

12

13

14

15

16

17

18

70

Propinsi

Kepulauan Riau

DKI Jakarta

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI. Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tenggara Barat

Tahun Sapi Perah Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba

Babi

2006

5,9

0,9

7,0

0,3

28,8

2007

5,6

3,8

0,1

20,3

2004

2005

1-

0,3

21,6

707,9

2006

10,2

0,3

22,6

722,0

2007

7,3

20,6

182,4

2004

3,4

0,2

0,1

7,0

1,6

2005

3,3

0,2

0,2

5,9

1,6

2006

3,2

0,2

0,2

5,5

1,5

2007

3,4

0,1

0,2

10,4

1,7

2004

99,0

232,9

15-

14,2

1.144,1

3.529,5

8,1

2005

92,8

234,8

148,0

12,5

1.138,7

3.735,9

9,1

2006

109,6

267,4

156,6

16,2

1.335,2

3.860,9

8,4

2007

102,7

277,9

152,9

16,5

1.393,2

4.955,3

17,9

2004

112,2

1.357,1

122,5

15,0

3.007,6

1.948,1

154,6

2005

114,1

1.390,4

123,8

14,2

3.224,1

1.944,4

167,2

2006

116,5

1.391,4

123,8

14,3

3.245,9

1.946,2

174,1

2007

115,4

1.401,8

115,4

14,7

3.193,8

2.063,3

167,1

2004

7,8

236,7

5,6

0,8

259,0

97,3

7,1

2005

8,2

247,0

5,3

0,8

264,7

106,1

10,2

2006

8,6

249,5

5,3

0,8

267,3

107,2

10,3

2007

7,3

253,8

5,0

0,9

283,0

109,0

7,9

2004

132,8

2.519,0

110,7

25,7

2.383,0

1.380,4

36,8

2005

134,0

2.524,5

54,7

18,3

2.385,0

1.399,1

36,2

2006

135,1

2.524,6

54,7

18,3

2.418,7

1.415,1

36,8

2007

139,0

2.646,1

54,2

18,2

2.457,1

1.444,2

34,7

2004

22,9

139,7

0,2

564,5

440,9

2-

2005

18,8

135,0

0,2

572,8

444,9

18,6

2006

25,3

145,4

0,2

685,2

477,1

7,5

2007

21,6

154,1

0,2

817,7

505,0

19,5

2004

576,6

7,1

0,7

44,4

0,2

818,3

2005

0,1

590,9

7,1

0,6

68,8

854,9

2006

0,1

596,1

7,1

0,6

68,8

861,1

2007

0,1

618,6

6,8

0,5

70,8

0,1

864,5

2004

426,0

156,8

76,0

315,3

17,0

33,2

2005

451,2

154,9

76,4

338,4

18,7

38,0

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.

19

20

21

22

23

24

25

26

27

Propinsi

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Tahun Sapi Perah Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba

Babi

2006

460,2

156,5

77,2

355,3

19,7

41,8

2007

491,0

156,7

78,1

394,9

26,3

38,9

2004

522,9

136,9

96,4

490,7

56,5

1.276,2

2005

533,7

139,6

98,0

479,9

57,2

1.319,2

2006

544,1

141,2

99,5

498,3

57,8

1.363,8

2007

555,3

145,0

101,6

509,2

59,0

1.459,3

2004

156,6

5,4

105,0

0,1

364,9

2005

158,8

4,2

106,8

372,2

2006

164,1

5,8

114,4

372,9

2007

176,7

4,5

118,5

0,1

419,1

2004

55,6

14,9

37,4

4,2

241,9

2005

61,3

16,2

39,8

4,2

269,1

2006

63,3

16,6

41,0

4,3

320,1

2007

66,5

17,4

43,1

4,5

331,5

2004

0,1

173,6

38,5

0,8

96,5

3,4

6,5

2005

0,1

182,6

40,2

0,7

99,3

3,4

6,3

2006

0,1

191,8

40,6

0,7

102,8

3,5

6,3

2007

0,1

202,5

41,9

0,8

111,7

3,5

7,5

2004

60,8

14,9

0,1

73,5

0,8

139,1

2005

69,0

13,6

0,1

59,7

0,9

1.103,5

2006

70,4

13,8

0,1

60,9

0,9

105,5

2007

75,4

9,0

0,1

54,2

1,0

70,2

2004

98,7

9,0

44,4

234,6

2005

118,9

8,5

41,7

254,8

2006

120,7

8,5

42,3

265,0

2007

116,5

8,1

43,4

273,7

2004

197,7

4,6

3,8

163,9

5,4

169,1

2005

187,5

4,5

3,3

178,4

2,2

173,5

2006

188,5

4,8

3,3

178,9

2,2

218,1

2007

197,8

6,6

2,8

171,7

1,9

208,2

2004

0,7

628,0

161,5

114,8

511,9

1,4

393,2

2005

0,8

594,3

124,8

106,4

407,2

2,0

664,7

2006

0,8

612,1

128,5

109,6

419,5

2,0

684,6

2007

1,4

646,8

131,9

117,2

543,7

1,6

539,4

2004

208,7

7,9

4,6

90,1

0,2

25,0

2005

213,8

7,9

4,7

86,3

0,2

26,8

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

71

No.

28

29

30

31

32

33

Propinsi

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Papua

Indonesia

Tahun Sapi Perah Sapi Potong Kerbau Kuda Kambing Domba

Babi

2006

216,0

8,0

4,7

88,7

0,2

30,1

2007

247,1

7,8

4,7

102,6

0,4

34,2

2004

201,7

6,9

131,6

1-

2005

206,0

6,4

86,5

7,7

2006

214,0

7,8

92,9

1-

2007

235,8

8,5

111,1

8,4

2004

2005

86,2

15,4

10,8

209,7

12,5

2006

90,5

16,2

11,3

220,2

13,1

2007

95,1

17,0

11,9

254,3

13,8

2004

76,9

24,3

8,6

171,8

13,1

132,2

2005

66,6

22,6

8,8

146,2

13,3

109,9

2006

68,0

22,9

8,9

149,1

13,5

114,3

2007

7-

23,5

9,0

152,4

13,7

120,3

2004

0,1

74,2

9,3

2005

40,5

0,1

10-

41,2

2006

42,6

0,1

105,0

43,3

2007

42,8

149,8

107,8

2004

2005

30,1

12,9

27,0

2006

31,4

14,1

28,9

2007

33,9

13,2

517,3

2004

0,1

74,3

1,5

1,8

57,1

1,8

806,1

2005

0,1

48,3

1,3

2,1

35,6

1,0

546,5

2006

0,1

5-

1,3

2,3

36,9

1,1

566,9

2007

0,1

56,0

1,4

2,5

41,8

1,0

72,8

2004

364,2

10.498,8 2.403,3 397,1 13.029,7 8.075,1 5.196,3

2005

361,2

10.569,1 2.128,6 387,0 13.409,4 8.327,2 7.800,8

2006

382,4

10.835,6 2.400,9 398,9 14.051,1 8.543,2 7.086,9

2007

377,7

11.366,0 2.202,2 412,1 14.873,4 9.859,8 6.756,6

Sumber : Statistik Indonesia 2005 - 2008, BPS

72

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 36. Populasi Hewan Unggas (ekor) menurut Provinsi dan Jenis Unggas, 2005 - 2007
No.
1

10

11

Provinsi
NAD

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Balitung

Kep. Riau

DKI Jakarta

Tahun

Ayam Kampung Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik/Itik Manila

2005

18.720.100

94.200

1.057.400

2.910.400

2006

15.643.800

170.000

1.538.300

2.909.200

2007

14.799.100

210.800

1.784.700

2.917.900

2005

21.280.400

6.190.200

35.568.200

1.994.800

2006

20.175.300

8.080.500

42.763.500

1.840.400

2007

24.109.400

9.939.000

51.615.600

2.079.700

2005

5.725.500

5.608.500

11.357.800

985.400

2006

5.266.200

6.177.300

12.749.000

1.041.000

2007

5.713.600

6.584.600

12.863.700

1.320.800

2005

5.738.800

236.300

27.441.000

339.300

2006

6.181.600

404.300

20.965.800

385.600

2007

6.424.000

426.400

26.253.400

387.800

2005

3.477.900

460.300

9.694.400

468.900

2006

3.646.300

509.600

11.539.200

495.600

2007

4.419.800

540.400

14.364.700

496.200

2005

12.728.000

4.860.000

14.920.000

2.029.000

2006

11.875.000

5.134.000

15.842.000

1.843.000

2007

24.181.000

7.176.000

19.937.000

2.761.000

2005

2.543.500

32.200

1.591.300

160.600

2006

2.676.100

102.500

1.833.000

154.900

2007

2.943.700

125.100

2.236.600

174.300

2005

13.941.000

1.661.200

21.747.200

628.900

2006

12.240.900

2.426.900

21.094.600

439.600

2007

12.542.900

2.596.100

22.927.700

457.300

2005

903.700

262.700

4.639.700

35.400

2006

2.743.900

386.900

5.287.400

20.400

2007

2.835.200

464.300

6.344.900

23.500

2005

922.600

212.600

469.600

60.800

2006

479.700

431.900

6.284.700

66.400

2007

489.300

440.500

6.410.400

67.700

2005

55.100

182.000

58.800

2006

54.200

124.300

52.400

2007

17.000

100.000

48.000

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

73

No.
12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

74

Provinsi
Jawa Barat

Jawa Tengah

DI. Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

NTB

NTT

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Tahun

Ayam Kampung Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik/Itik Manila

2005

30.989.800

10.169.300

352.434.300

5.305.500

2006

29.319.200

10.351.100

343.954.100

5.296.800

2007

31.354.400

10.375.300

369.121.200

5.442.500

2005

35.928.900

12.660.200

62.043.400

4.917.800

2006

33.158.100

13.160.600

61.258.100

4.614.500

2007

34.487.700

13.329.000

65.319.500

4.764.400

2005

4.559.200

2.391.400

20.971.700

377.000

2006

23.824.000

2.471.700

25.360.300

419.700

2007

24.062.300

2.496.400

25.613.900

423.900

2005

39.331.900

21.570.800

142.602.400

2.402.100

2006

40.058.300

30.364.200

119.525.100

2.430.800

2007

40.520.700

31.123.300

182.375.100

2.474.700

2005

7.094.900

4.638.900

6.475.800

723.600

2006

7.909.800

4.720.400

7.684.700

953.200

2007

8.240.900

4.966.900

7.862.300

991.600

2005

4.664.600

3.796.600

5.363.100

687.600

2006

4.508.300

3.680.500

5.317.200

653.900

2007

4.521.000

3.693.400

5.335.800

656.200

2005

4.137.700

93.000

8.848.500

525.300

2006

4.176.400

70.900

9.804.900

589.300

2007

4.594.100

78.000

10.785.300

618.700

2005

9.499.700

86.000

625.000

242.500

2006

9.732.300

91.300

45.800

249.600

2007

9.836.700

91.400

43.400

247.900

2005

4.420.100

2.520.900

15.139.400

341.200

2006

4.589.300

2.793.400

14.889.700

351.100

2007

5.048.200

3.045.000

16.378.700

386.200

2005

6.438.900

32.000

2.436.300

215.000

2006

5.740.900

39.400

3.200.400

232.300

2007

6.027.900

41.400

3.360.400

242.600

2005

8.697.900

1.182.600

19.964.600

3.041.700

2006

9.984.000

1.983.300

20.624.100

3.487.000

2007

10.546.100

2.038.300

21.680.100

3.677.700

2005

2.739.200

733.800

25.828.600

190.900

2006

2.874.000

663.800

26.292.200

172.700

2007

2.931.500

677.100

26.818.000

176.200

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

No.
24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

Provinsi
Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Papua Barat

Papua

Indonesia

Tahun

Ayam Kampung Ayam Petelur Ayam Pedaging Itik/Itik Manila

2005

1.827.300

618.900

1.459.400

71.500

2006

1.875.300

613.700

1.406.900

76.800

2007

1.950.300

644.300

1.477.200

78.500

2005

2.008.500

376.200

2.238.400

210.800

2006

2.120.300

376.700

2.358.000

207.300

2007

2.358.900

472.200

2.620.000

106.000

2005

13.604.900

3.751.600

12.765.500

2.485.000

2006

13.960.300

4.324.500

12.326.000

2.423.200

2007

14.130.300

4.481.600

13.203.600

1.889.600

2005

7.936.300

65.700

820.100

280.900

2006

6.815.600

60.600

896.000

268.600

2007

7.249.600

93.200

953.300

279.100

2005

983.100

112.100

379.500

40.300

2006

1.124.300

120.800

384.200

58.700

2007

1.319.400

147.300

401.900

71.000

2005

3.723.200

189.400

451.000

209.700

2006

3.909.300

273.600

473.600

240.900

2007

4.104.800

395.200

497.200

276.700

2005

1.829.800

8.300

80.900

232.400

2006

2.048.000

8.900

111.200

235.900

2007

2.891.700

9.700

131.200

239.500

2005

600.200

6.300

84.300

17.600

2006

533.700

13.200

269.900

46.500

2007

640.400

15.400

269.900

53.500

2005

414.800

45.100

774.800

23.400

2006

406.000

66.200

342.100

11.900

2007

456.600

82.600

867.700

13.700

2005

1.486.100

123.200

733.000

191.200

2006

1.435.000

128.700

981.200

211.600

2007

1.671.600

141.600

897.100

248.900

2005

278.953.600

84.790.500

811.188.600

32.405.300

2006

291.085.400

100.201.400

797.527.500

32.480.800

2007

317.420.100

106.941.800

920.851.500

34.093.300

Sumber : Statistik Indonesia Tahun 2005/2006 dan 2007, BPS

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

75

Tabel 37. Perkiraan Emisi CH4 (Ton) dari Hewan Ternak menurut Provinsi, 2004 -2007
No.

Provinsi

Tahun
2004

2005

2006

2007

NAD

58.983

52.933

53.137

64.323

Sumatera Utara

33.442

40.581

41.020

41.885

Sumatera Barat

48.492

33.133

34.331

36.453

Riau

9.390

9.357

21.521

10.872

Jambi

12.028

10.618

11.939

13.378

Sumatera Selatan

28.827

29.778

36.293

36.355

Bengkulu

7.284

7.375

7.516

6.912

Lampung

27.088

28.572

28.645

25.099

Bangka Belitung

345

477

603

451

10

Kepulauan Riau

6.273

6.400

1.917

11

DKI Jakarta

371

358

346

385

12

Jawa Barat

53.562

53.992

59.336

65.091

13

Jawa Tengah

109.794

112.832

113.281

113.493

14

DI. Yogyakarta

15

Jawa Timur

16

14.326

14.941

15.117

15.261

159.850

156.986

157.356

163.851

Banten

14.463

14.051

15.620

16.869

17

Bali

34.874

35.986

36.285

37.384

18

Nusa Tenggara Barat

32.914

34.191

34.854

36.579

19

Nusa Tenggara Timur

47.905

48.901

49.977

51.601

20

Kalimantan Barat

11.290

11.395

11.785

12.707

21

Kalimantan Tengah

5.670

6.247

6.781

7.083

22

Kalimantan Selatan

11.124

11.664

12.147

12.793

23

Kalimantan Timur

5.269

13.232

5.333

4.983

24

Sulawesi Utara

7.027

8.134

8.305

8.171

25

Sulawesi Tengah

12.062

11.650

12.075

12.495

26

Sulawesi Selatan

47.547

45.307

46.660

48.211

27

Sulawesi Tenggara

11.230

11.472

11.622

13.210

28

Gorontalo

10.585

10.529

10.993

12.135

29

Sulawesi Barat

6.424

6.745

7.207

30

Maluku

7.269

6.372

6.509

6.708

31

Maluku Utara

468

2.799

2.943

3.696

32

Irian Jaya Barat

1.728

1.812

5.834

33

Papua
Indonesia

10.453

7.006

7.263

3.632

833.933

845.294

874.551

897.022

Sumber : Dihitung berdasarkan jumlah hewan ternak dan unggas dikalikan dengan faktor emisi

76

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 38. Perkiraan Emisi CH4 dari Unggas menurut Provinsi, 2005 - 2007
No.

Provinsi

Tahun
2005

2006

2007

NAD

486

436

426

Sumatera Utara

1.383

1.556

1.875

Sumatera Barat

539

577

609

Riau

681

567

678

Jambi

291

334

407

Sumatera Selatan

760

764

1.180

Bengkulu

88

98

113

Lampung

782

753

801

Bangka Belitung

120

173

198

10

Kepulauan Riau

36

150

153

11

DKI Jakarta

12

Jawa Barat

8.133

7.935

8.484

13

Jawa Tengah

2.487

2.422

2.539

14

DI. Yogyakarta

15

Jawa Timur

16

594

1.070

1.081

4.358

4.176

5.466

Banten

432

482

501

17

Bali

335

327

328

18

Nusa Tenggara Barat

278

299

328

19

Nusa Tenggara Timur

212

206

208

20

Kalimantan Barat

477

484

531

21

Kalimantan Tengah

185

187

196

22

Kalimantan Selatan

700

776

816

23

Kalimantan Timur

599

608

621

24

Sulawesi Utara

86

86

90

25

Sulawesi Tengah

103

107

117

26

Sulawesi Selatan

715

728

738

27

Sulawesi Tenggara

186

164

175

28

Gorontalo

32

36

41

29

Sulawesi Barat

95

103

112

30

Maluku

45

51

68

31

Maluku Utara

14

18

20

32

Irian Jaya Barat

26

17

29

33

Papua
Indonesia

54

59

63

25.319

25.753

28.996

Sumber : Dihitung berdasarkan jumlah unggas dikalikan dengan faktor emisi

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

77

Tabel 39. Konsumsi Pupuk Urea (ribu ton) menurut Provinsi, 2003 - 2007
No.

Provinsi

NAD

2
3
4

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

10

Kep. Riau

11

Tahun
2003

2004

2005

2006

2007

90,58

65,79

42,92

51,92

59,30

Sumatera Utara

36-0

352,00

178,72

146,98

175,94

Sumatera Barat

88,93

98,98

72,58

64,59

77,93

1,03

52,43

45,79

65,52

55,67

15,23

49,94

36,64

35,86

40,88

103,09

143,18

138,34

131,97

165,65

13,68

20,43

19,54

14,07

22,05

198,30

204,21

218,18

237,48

251,86

21,60

11,00

18,00

13,92

15,53

0,69

0,70

DKI Jakarta

0,60

0,78

0,80

0,65

0,76

12

Jawa Barat

782,85

74-9

677,14

709,31

700,35

13

Jawa Tengah

690,11

735,16

759,11

742,60

817,03

14

DI. Yogyakarta

44,00

79,10

58,31

67,18

66,54

15

Jawa Timur

917,61

982,49

1.084,16

1.061,92

1.085,44

16

Banten

6-0

68,14

69,50

67,49

66,22

17

Bali

49,42

52,69

51,92

49,72

48,82

18

Nusa Tenggara Barat

89,31

89,66

98,22

92,52

115,83

19

Nusa Tenggara Timur

8,93

8,55

12,37

15,59

18,34

20

Kalimantan Barat

15,71

37,94

19,45

29,37

36,82

21

Kalimantan Tengah

36,25

26,89

13,49

11,30

12,12

22

Kalimantan Selatan

28,73

36,82

35,71

32,97

40,76

23

Kalimantan Timur

18,90

18,34

15,66

12,36

13,89

24

Sulawesi Utara

22,71

19,47

18,01

19,31

20,56

25

Sulawesi Tengah

24,62

32,73

40,70

34,93

39,24

26

Sulawesi Selatan

201,70

239,15

238,12

212,89

252,88

27

Sulawesi Tenggara

7,09

20,58

15,51

18,00

2-0

28

Gorontalo

11,00

14,72

7,71

10,15

12,10

29

Sulawesi Barat

1,58

7,41

30

Maluku

5,24

3,99

1,87

2,32

2,64

31

Maluku Utara

1,11

1,71

0,45

0,98

0,92

32

Irian Jaya Barat

1,50

1,12

33

Papua

2,97

3,65

3,79

4,76

4,13

3.911,26

4.210,59

3.992,69

3.962,41

4.249,41

Indonesia

Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, 2007

78

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 40. Perkiraan Emisi CO2 (ribu ton) dari Konsumsi Pupuk Urea menurut Provinsi, 2003 - 2007
No.

Provinsi

Tahun
2003

2004

2005

2006

2007

NAD

18,12

13,16

8,58

10,38

11,86

Sumatera Utara

72,00

70,40

35,74

29,40

35,19

Sumatera Barat

17,79

19,80

14,52

12,92

15,59

Riau

0,21

10,49

9,16

13,10

11,13

Jambi

3,05

9,99

7,33

7,17

8,18

Sumatera Selatan

20,62

28,64

27,67

26,39

33,13

Bengkulu

2,74

4,09

3,91

2,81

4,41

Lampung

39,66

40,84

43,64

47,50

50,37

Bangka Belitung

4,32

2,20

3,60

2,78

3,11

10

Kep. Riau

0,14

0,14

11

DKI Jakarta

0,12

0,16

0,16

0,13

0,15

12

Jawa Barat

156,57

148,02

135,43

141,86

14-7

13

Jawa Tengah

138,02

147,03

151,82

148,52

163,41

14

DI. Yogyakarta

15

Jawa Timur

16

Banten

17

Bali

18

Nusa Tenggara Barat

19

Nusa Tenggara Timur

20
21

8,80

15,82

11,66

13,44

13,31

183,52

196,50

216,83

212,38

217,09

12,00

13,63

13,90

13,50

13,24

9,88

10,54

10,38

9,94

9,76

17,86

17,93

19,64

18,50

23,17

1,79

1,71

2,47

3,12

3,67

Kalimantan Barat

3,14

7,59

3,89

5,87

7,36

Kalimantan Tengah

7,25

5,38

2,70

2,26

2,42

22

Kalimantan Selatan

5,75

7,36

7,14

6,59

8,15

23

Kalimantan Timur

3,78

3,67

3,13

2,47

2,78

24

Sulawesi Utara

4,54

3,89

3,60

3,86

4,11

25

Sulawesi Tengah

4,92

6,55

8,14

6,99

7,85

26

Sulawesi Selatan

40,34

47,83

47,62

42,58

50,58

27

Sulawesi Tenggara

1,42

4,12

3,10

3,60

4,00

28

Gorontalo

2,20

2,94

1,54

2,03

2,42

29

Sulawesi Barat

0,32

1,48

30

Maluku

1,05

0,80

0,37

0,46

0,53

31

Maluku Utara

0,22

0,34

-9

0,20

0,18

32

Irian Jaya Barat

0,30

0,22

33

Papua
Indonesia

0,59

0,73

0,76

0,95

0,83

782,25

842,12

798,54

792,48

849,88

Sumber : Dihitung berdasarkan konsumsi pupuk urea dikalikan dengan faktor emisi

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

79

Bab VI
Sampah
A.

Timbulan Sampah

Pada tahun 2007 total timbulan sampah dari 170 kota yang mengikuti program Adipura
mencapai 45,4 juta meter kubik. Dari jumlah tersebut, sekitar 71% atau sebanyak 32,5 juta
meter kubik terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Timbulan sampah di Indonesia adalah sebesar 0,23 ton per kapita per tahun. Dengan
menggunakan asumsi tersebut dan proyeksi jumlah penduduk tahun 2004 2008, timbulan
sampah pada tahun 2008 diperkirakan mencapai 52 juta ton dimana 58% diantaranya
berasal dari pulau Jawa. Hal ini sesuai dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk di pulau
Jawa yang lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau besar lainnya di Indonesia.
Gambar 31. Perkiraan Timbulan Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008

Dari timbulan sampah tersebut, sekitar 69% diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA)
sampah, 10% ditimbun, 7% diolah (kompos), 5% dibakar, 3% dibuang ke sungai, dan 6%
sisanya tidak tertangani. Dilihat dari komposisinya, sampah di Indonesia didominasi oleh
bahan organik sebesar 65%, kertas sebesar 13%, plastik sebesar 11%, dan kayu sebesar
3%. Sisanya adalah tekstil, karet, logam, gelas, dan keramik masing-masing sebesar 1%.

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

81

Gambar 32. Komposisi Sampah di Indonesia, 2001

B.

Emisi CO2 dan CH4

Dengan asumsi bahwa tidak ada sampah yang terbakar di TPA, maka pada tahun 2008 emisi
CO2 dari sampah diperkirakan mencapai 1000 gigagram. Sedangkan emisi CH4 diperkirakan
mencapai 16 ribu gigagram.
Gambar 33. Perkiraan Total Emisi CO2 dari Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008

82

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Gambar 34. Perkiraan Total Emisi CH4 dari Sampah menurut Pulau, 2004 - 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

83

Tabel 41. Perkiraan Timbulan Sampah (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
No.

Provinsi

Nanggroe Aceh Darussalam

2004

2005

2006

2007

2008

924.209

928.717

932.351

936.146

939.504

Sumatera Utara

2.827.528

2.864.144

2.899.311

2.934.961

2.970.358

Sumatera Barat

1.005.606

1.012.483

1.018.440

1.024.351

1.030.561

Riau

1.347.938

1.404.932

1.465.008

1.526.602

1.588.817

Jambi

599.633

611.179

622.656

634.340

646.070

Sumatera Selatan

1.528.764

1.553.857

1.579.847

1.604.503

1.630.148

Bengkulu

364.780

372.002

379.270

387.136

395.048

Lampung

1.651.331

1.676.999

1.702.253

1.727.714

1.753.336

Kep. Bangka Belitung

220.156

223.445

226.849

230.230

233.611

10

DKI Jakarta

1.986.303

2.000.908

2.013.811

2.027.220

2.040.767

11

Jawa Barat

8.828.136

8.985.341

9.142.661

9.302.465

9.463.511

12

Jawa Tengah

7.304.754

7.334.056

7.360.575

7.387.462

7.413.958

13

DI Yogyakarta

747.155

754.446

761.576

768.959

776.388

14

Jawa Timur

8.141.126

8.176.592

8.209.850

8.243.936

8.277.677

15

Banten

2.082.650

2.141.070

2.201.192

2.262.303

2.324.518

16

Bali

766.751

777.055

787.198

797.364

807.346

17

Nusa Tenggara Barat

985.780

1.001.765

1.017.520

1.033.344

1.049.260

18

Nusa Tenggara Timur

935.525

949.279

962.596

976.097

989.414

19

Kalimantan Barat

993.140

1.010.689

1.027.893

1.045.350

1.062.669

20

Kalimantan Tengah

478.354

491.717

505.402

519.110

533.071

21

Kalimantan Selatan

733.332

745.223

757.206

769.189

781.241

22

Kalimantan Timur

629.602

646.507

663.734

680.984

698.510

23

Sulawesi Utara

486.197

492.637

498.962

505.241

511.359

24

Sulawesi Tengah

542.225

552.920

563.569

574.517

585.281

25

Sulawesi Selatan

1.937.244

1.953.551

1.979.771

2.000.724

2.022.022

26

Sulawesi Tenggara

467.291

479.757

492.499

505.011

517.822

27

Gorontalo

198.950

200.606

202.170

203.895

205.413

28

Maluku

286.051

291.226

296.240

299.782

305.394

29

Maluku Utara

201.986

204.746

208.288

212.106

215.234

30

Papua

565.271

579.232

593.101

607.085

620.885

49.767.768

50.417.081

51.071.799

51.728.127

52.389.193

Indonesia

Sumber : Diolah berdasarkan proyeksi jumlah penduduk (BPS) dan timbulan sampah per kapita per tahun dari
Statistik Persampahan Indonesia, 2008

84

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 42. Perkiraan Jumlah Sampah di TPA (ton) menurut Provinsi, 2004 - 2008
No.

Provinsi

Nanggroe Aceh Darussalam

2
3

2004

2005

2006

2007

2008

637.704

640.815

643.322

645.941

648.258

Sumatera Utara

1.950.994

1.976.259

2.000.525

2.025.123

2.049.547

Sumatera Barat

693.868

698.613

702.724

706.802

711.087

Riau

930.077

969.403

1.010.856

1.053.355

1.096.284

Jambi

413.747

421.714

429.633

437.695

445.788

Sumatera Selatan

1.054.847

1.072.161

1.090.094

1.107.107

1.124.802

Bengkulu

251.698

256.681

261.696

267.124

272.583

Lampung

1.139.418

1.157.129

1.174.555

1.192.123

1.209.802

Kep. Bangka Belitung

151.908

154.177

156.526

158.859

161.192

10

DKI Jakarta

1.370.549

1.380.627

1.389.530

1.398.782

1.408.129

11

Jawa Barat

6.091.414

6.199.885

6.308.436

6.418.701

6.529.823

12

Jawa Tengah

5.040.280

5.060.499

5.078.797

5.097.349

5.115.631

13

DI Yogyakarta

515.537

520.568

525.487

530.582

535.708

14

Jawa Timur

5.617.377

5.641.848

5.664.797

5.688.316

5.711.597

15

Banten

1.437.029

1.477.338

1.518.822

1.560.989

1.603.917

16

Bali

529.058

536.168

543.167

550.181

557.069

17

Nusa Tenggara Barat

680.188

691.218

702.089

713.007

723.989

18

Nusa Tenggara Timur

645.512

655.003

664.191

673.507

682.696

19

Kalimantan Barat

685.267

697.375

709.246

721.292

733.242

20

Kalimantan Tengah

330.064

339.285

348.727

358.186

367.819

21

Kalimantan Selatan

505.999

514.204

522.472

530.740

539.056

22

Kalimantan Timur

434.425

446.090

457.976

469.879

481.972

23

Sulawesi Utara

335.476

339.920

344.284

348.616

352.838

24

Sulawesi Tengah

374.135

381.515

388.863

396.417

403.844

25

Sulawesi Selatan

1.336.698

1.347.950

1.366.042

1.380.500

1.395.195

26

Sulawesi Tenggara

322.431

331.032

339.824

348.458

357.297

27

Gorontalo

137.276

138.418

139.497

140.688

141.735

28

Maluku

197.375

200.946

204.406

206.850

210.722

29

Maluku Utara

139.370

141.275

143.719

146.353

148.511

30

Papua

390.037

399.670

409.240

418.889

428.411

34.339.760

34.787.786

35.239.541

35.692.408

36.148.543

Indonesia

Sumber : Statistik Persampahan Indonesia, 2008

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

85

Tabel 43. Perkiraan Emisi CO2 (gigagram) dari Sampah Dibakar menurut Provinsi, 2004 - 2008
No.

Provinsi

2004

2005

2006

2007

2008

Nanggroe Aceh Darussalam

19,42

19,51

19,59

19,67

19,74

Sumatera Utara

59,41

60,18

60,92

61,67

62,41

Sumatera Barat

21,13

21,27

21,40

21,52

21,65

Riau

28,32

29,52

30,78

32,08

33,38

Jambi

12,60

12,84

13,08

13,33

13,57

Sumatera Selatan

32,12

32,65

33,19

33,71

34,25

Bengkulu

7,66

7,82

7,97

8,13

8,30

Lampung

34,70

35,24

35,77

36,30

36,84

Kep. Bangka Belitung

4,63

4,69

4,77

4,84

4,91

10

DKI Jakarta

41,73

42,04

42,31

42,59

42,88

11

Jawa Barat

185,49

188,79

192,09

195,45

198,84

12

Jawa Tengah

153,48

154,09

154,65

155,22

155,77

13

DI Yogyakarta

15,70

15,85

16,00

16,16

16,31

14

Jawa Timur

171,05

171,80

172,50

173,21

173,92

15

Banten

43,76

44,99

46,25

47,53

48,84

16

Bali

16,11

16,33

16,54

16,75

16,96

17

Nusa Tenggara Barat

20,71

21,05

21,38

21,71

22,05

18

Nusa Tenggara Timur

19,66

19,95

20,22

20,51

20,79

19

Kalimantan Barat

20,87

21,24

21,60

21,96

22,33

20

Kalimantan Tengah

10,05

10,33

10,62

10,91

11,20

21

Kalimantan Selatan

15,41

15,66

15,91

16,16

16,41

22

Kalimantan Timur

13,23

13,58

13,95

14,31

14,68

23

Sulawesi Utara

10,22

10,35

10,48

10,62

10,74

24

Sulawesi Tengah

11,39

11,62

11,84

12,07

12,30

25

Sulawesi Selatan

40,70

41,05

41,60

42,04

42,48

26

Sulawesi Tenggara

9,82

10,08

10,35

10,61

10,88

27

Gorontalo

4,18

4,21

4,25

4,28

4,32

28

Maluku

6,01

6,12

6,22

6,30

6,42

29

Maluku Utara

4,24

4,30

4,38

4,46

4,52

30

Papua

11,88

12,17

12,46

12,76

13,05

1.045,66

1.059,30

1.073,06

1.086,85

1.100,74

Indonesia

Sumber : Diolah berdasarkan jumlah sampah yang dibakar dan faktor emisi CO2 yang ditentukan IPCC

86

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 44. Perkiraan Emisi CH4 (gigagram) dari Sampah di TPA menurut Provinsi, 2004 - 2008
No.

Provinsi

2004

2005

2006

2007

2008

Nanggroe Aceh Darussalam

28,91

29,05

29,16

29,28

29,39

Sumatera Utara

88,45

89,59

90,69

91,81

92,91

Sumatera Barat

31,46

31,67

31,86

32,04

32,24

Riau

42,16

43,95

45,83

47,75

49,70

Jambi

18,76

19,12

19,48

19,84

20,21

Sumatera Selatan

47,82

48,60

49,42

50,19

50,99

Bengkulu

11,41

11,64

11,86

12,11

12,36

Lampung

51,65

52,46

53,25

54,04

54,84

Kep. Bangka Belitung

6,89

6,99

7,10

7,20

7,31

10

DKI Jakarta

62,13

62,59

62,99

63,41

63,84

11

Jawa Barat

276,14

281,06

285,98

290,98

296,02

12

Jawa Tengah

228,49

229,41

230,24

231,08

231,91

13

DI Yogyakarta

23,37

23,60

23,82

24,05

24,29

14

Jawa Timur

254,65

255,76

256,80

257,87

258,93

15

Banten

65,15

66,97

68,85

70,76

72,71

16

Bali

23,98

24,31

24,62

24,94

25,25

17

Nusa Tenggara Barat

30,84

31,34

31,83

32,32

32,82

18

Nusa Tenggara Timur

29,26

29,69

30,11

30,53

30,95

19

Kalimantan Barat

31,07

31,61

32,15

32,70

33,24

20

Kalimantan Tengah

14,96

15,38

15,81

16,24

16,67

21

Kalimantan Selatan

22,94

23,31

23,69

24,06

24,44

22

Kalimantan Timur

19,69

20,22

20,76

21,30

21,85

23

Sulawesi Utara

15,21

15,41

15,61

15,80

16,00

24

Sulawesi Tengah

16,96

17,30

17,63

17,97

18,31

25

Sulawesi Selatan

60,60

61,11

61,93

62,58

63,25

26

Sulawesi Tenggara

14,62

15,01

15,41

15,80

16,20

27

Gorontalo

6,22

6,27

6,32

6,38

6,43

28

Maluku

8,95

9,11

9,27

9,38

9,55

29

Maluku Utara

6,32

6,40

6,52

6,63

6,73

30

Papua

17,68

18,12

18,55

18,99

19,42

1.556,74

1.577,05

1.597,53

1.618,06

1.638,73

Indonesia

Sumber : Diolah berdasarkan jumlah sampah di TPA dan faktor emisi CH4 yang ditentukan IPCC

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

87

Tabel 45. Timbulan Sampah dan Sampah Terangkut (m3/tahun) di 170 Kota/Kabupaten menurut
Provinsi, 2007
No.

Provinsi

Jumlah
Kabupaten/Kota
4

Timbulan

Terangkut

NAD

269.005

209.028

Sumatera Utara

2.567.594

1.953.492

Sumatera Barat

639.489

562.167

Riau

674.155

451.140

Jambi

225.285

28.105

Sumatera Selatan

1.961.419

1.194.554

Bengkulu

125.925

111.325

Lampung

495.520

363.540

Bangka Belitung

175.930

133.134

10

Kepulauan Riau

273.943

173.882

11

DKI Jakarta

10.291.796

10.028.802

12

Jawa Barat

13

7.223.938

3.642.105

13

Jawa Tengah

19

3.845.344

2.723.232

14

DI Yogyakarta

439.460

51.100

15

Jawa Timur

31

6.250.477

3.176.472

16

Banten

2.393.502

1.559.028

17

Bali

1.633.393

1.489.189

18

NTB

943.091

1.132.478

19

NTT

11

243.057

209.236

20

Kalimantan Barat

564.071

454.243

21

Kalimantan Tengah

335.720

275.312

22

Kalimantan Selatan

606.685

426.557

23

Kalimantan Timur

1.483.382

608.134

24

Sulawesi Tengah

13.870

13.505

25

Sulawesi Selatan

1.564.536

1.373.316

26

Sulawesi Tenggara

111.690

59.130

27

Sulawesi Barat

84.571

78.220

170

45.436.846

32.480.427

Total

Sumber : Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi II MENLH

88

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Bab VII
Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca sebenarnya merupakan proses alam dimana atmosfir memantulkan kembali
sebagian radiasi panas yang berasal dari permukaan bumi sehingga bumi menjadi terasa
hangat. Fungsi memantulkan radiasi panas tersebut dilakukan oleh gas rumah kaca seperti
CO2 dan CH4. Masalahnya adalah pada saat ini konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir
sudah melebihi keadaan normalnya sehingga radiasi panas yang dipantulkan ke permukaan
bumi menjadi lebih banyak dan akibatnya adalah meningkatnya suhu bumi. Pengaruh dari
meningkatnya suhu udara ini antara lain adalah meningkatnya penyakit malaria dan demam
berdarah yang disebabkan oleh nyamuk.
A.

Dampak terhadap Iklim

Suhu Udara
Hasil pengukuran suhu udara yang dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
menunjukkan bahwa pada periode tahun 2000 2007 suhu udara maksimum di wilayah
Indonesia cenderung meningkat pada tahun 2000 2003 dan cenderung menurun pada
tahun 2004 2006. Pada tahun 2007 suhu maksimum meningkat hingga mencapai 50 oC
yaitu di Kalimantan. Suhu udara minimum cenderung menurun pada tahun 2003 2007
setelah meningkat pada periode 2000 2002. Peningkatan suhu udara minimum pada tahun
2000 2002 terjadi di Pulau Bali.
Gambar 35. Suhu Udara Maksimum dan Minimum (oC) di Indonesia, 2000 - 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

89

Perbandingan menurut pulau menunjukkan bahwa suhu udara maksimum di pulau


Sumatera, Kalimantan dan Maluku cenderung meningkat dalam periode tahun 2000 2007
dan cenderung menurun di pulau Sulawesi dan Papua. Sementara suhu udara minimum
cenderung menurun kecuali di pulau Bali dan Maluku.
Gambar 36. Suhu Udara Maksimum menurut Pulau, 2000 - 2007

Gambar 37. Suhu Udara Minimum menurut Pulau, 2000 - 2007

90

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Curah Hujan
Hasil pengukuran curah hujan secara kontinu pada 33 stasiun BMG menunjukkan bahwa
pada tahun 2007 curah hujan di stasiun bandara Supadio, provinsi Kalimantan Barat,
mencapai 4065 mm atau tertinggi dibandingkan dengan curah hujan di stasiun lainnya.
Sementara curah hujan terendah tercatat di stasiun Bima, provinsi Nusa Tenggara Barat,
yaitu sebesar 468 mm. Curah hujan maksimum cenderung meningkat pada stasiun-stasiun
pengamatan di pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, dan cenderung menurun di pulau
Sumatera, Bali Nusa Tenggara, dan Maluku Papua.
Gambar 38. Curah Hujan Maksimum yang tercatat pada 33 stasiun menurut Pulau, 2003 - 2007

B.

Dampak terhadap Kesehatan

World Health Organization (WHO) pada bulan April 2008 menyatakan bahwa meningkatnya
angka kesakitan malaria dan demam berdarah, khususnya di kawasan Asia Pasifik, dicurigai
terjadi karena perubahan iklim sebagai akibat dari pemanasan global. Nyamuk sebagai
vektor kedua penyakit tersebut diduga telah menyebar ke wilayah-wilayah yang sebelumnya
bukan merupakan habitatnya. Indikasi tersebut, meskipun perlu penelitian lebih lanjut,
terjadi di Indonesia dimana jumlah kabupaten dan kota yang terjangkit demam berdarah
cenderung meningkat pada tahun 2001 2005.
Pada tahun 2001 tercatat 63% kabupaten/kota yang terjangkit demam berdarah, kemudian
meningkat menjadi 78% kabupaten/kota pada tahun 2007. Jumlah pasien penderita demam
berdarah pada tahun 2003 tercatat sebanyak 51 ribu orang dan meningkat menjadi 158 ribu
orang pada tahun 2007. Demikian pula halnya dengan jumlah desa yang terjangkit demam
EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

91

berdarah yang meningkat dari 4,4% pada tahun 2005 menjadi 14,5% pada tahun 2008,
dimana peningkatan terbesar terjadi di pulau Jawa.
Gambar 39. Persentase Kabupaten/Kota terjangkit Demam Berdarah menurut Pulau, 2001 - 2007

Gambar 40. Persentase Desa terjangkit Demam Berdarah menurut Pulau, 2005 dan 2008

92

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Hal sebaliknya terjadi pada angka kesakitan malaria yang cenderung menurun pada tahun
2002 2007. Pada tahun 2007 angka kesakitan malaria di pulau Jawa dan Bali (annual
parasite incident API) tercatat sebesar 0,16 per 1000 penduduk, menurun dibandingkan
dengan angka kesakitan tahun 2002 yang mencapai 0,47 per 1000 penduduk. Hal yang
sama terjadi di pulau-pulau lain di luar pulau Jawa dan Bali dimana pada tahun 2002 2007
angka kesakitan malaria (annual malaria incident AMI) menurun dari 22,3 menjadi 16,44
per 1000 penduduk.
Gambar 41. Angka Kesakitan Malaria, 2002 - 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

93

Tabel 46. Suhu Udara Maksimum (oC) menurut Provinsi, 2000 -2007
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

No.
NAD

Provinsi

Blangbintang

Stasiun

35,8

36,0

35,2

35,0

35,6

35,0

36,0

35,6

Sumatera Utara

Japura

34,4

34,4

34,2

35,2

34,8

34,6

34,4

34,8

Sumatera Barat

Tabing

34,0

33,0

34,6

34,0

33,7

34,0

32,7

33,6

Riau

Simpang Tiga

35,8

36,0

36,1

35,4

35,6

35,6

35,6

34,8

Jambi

Paalmerah

35,7

33,2

38,4

34,6

35,0

34,4

34,2

33,8

Sumatera Selatan

Talang Betutu

33,9

34,0

35,1

34,0

35,0

34,0

37,1

35,0

Bengkulu

Pd. Kemiling

32,8

33,5

34,0

33,8

34,0

34,1

33,2

33,8

Lampung

Beranti

34,6

34,2

37,6

34,4

35,6

34,0

36,2

35,2

Bangka Belitung

Pangkal Pinang

32,9

32,9

39,0

36,2

35,2

35,2

33,7

33,2

10

Kepulauan Riau

Kijang

33,2

33,0

35,2

34,4

35,4

33,4

33,0

33,2

11

DKI Jakarta

Tanjung Priok

36,0

37,6

36,0

36,0

43,0

42,0

38,9

41,4

12

Jawa Barat

Bandung

50,0

31,6

34,6

31,4

35,4

29,6

29,8

28,8

13

Jawa Tengah

Ahmad Yani

35,4

36,0

38,2

35,0

38,2

35,4

36,6

36,4

14

DI. Yogyakarta

Adisucipto

34,2

33,4

36,6

34,0

36,2

34,4

36,4

37,0

15

Jawa Timur

Perak

36,4

38,8

37,4

38,3

37,0

36,4

36,6

36,4

16

Banten

Curug

46,2

35,5

36,2

34,2

34,9

39,2

36,2

35,3

17

Bali

Ngurah Rai

38,8

32,8

33,2

35,4

32,6

32,6

33,0

34,2

18

NTB

Bima

36,0

37,0

38,4

36,4

38,2

38,1

37,8

36,0

19

NTT

Larantuka

34,8

35,4

39,8

35,2

35,8

38,7

35,4

36,2

20

Kalimantan Barat

Supadio

35,0

34,4

34,5

35,4

38,2

34,4

34,8

36,6

21

Kalimantan Tengah

Panarung

34,6

34,4

36,7

34,9

34,8

35,0

36,0

34,5

22

Kalimantan Selatan

S. Noor

37,4

35,4

37,0

35,2

36,6

36,1

39,5

35,7

23

Kalimantan Timur

Sepinggan

38,9

34,9

39,0

38,3

38,7

36,6

39,7

37,0

24

Sulawesi Utara

Samratulangi

33,6

34,2

34,3

33,6

39,9

33,9

34,2

34,4

25

Sulawesi Tengah

Lalos

36,0

39,2

33,1

34,4

33,5

33,5

34,6

39,8

26

Sulawesi Selatan

Masamba

34,2

35,0

35,0

40,3

35,4

34,4

35,4

34,3

27

Sulawesi Tenggara

Pomalaa

35,0

36,0

36,2

34,9

36,1

34,0

35,6

39,8

28

Gorontalo

Jalaluddin

33,5

34,5

35,4

39,4

35,8

34,4

35,1

34,8

29

Sulawesi Barat

Majene

33,4

37,6

36,4

35,4

34,2

35,2

34,4

33,8

30

Maluku

Namlea

--

--

32,5

32,8

32,6

32,9

33,2

38,5

31

Maluku Utara

Babullah

--

--

33,4

39,6

33,1

32,4

39,4

33,8

32

Irian Jaya Barat

Biak Mokmer

--

--

31,0

32,4

31,2

38,6

35,6

32,8

33

Papua

Jayapura

--

--

34,2

34,6

33,6

34,4

34,6

36,0

Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika, 2007

94

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 47. Suhu Udara Minimum (oC) menurut Provinsi, 2000 - 2007
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

No.
NAD

Provinsi

Blangbintang

Stasiun

20,0

19,6

11,8

20,8

6,6

21,0

11,8

11,8

Sumatera Utara

Japura

20,4

10,3

20,4

10,0

11,8

7,8

12,2

21,2

Sumatera Barat

Tabing

19,4

12,4

11,2

10,3

10,4

10,8

19,9

14,2

Riau

Simpang Tiga

16,4

20,6

8,5

6,1

14,5

10,7

21,8

10,3

Jambi

Paalmerah

10,5

13,2

21,8

12,2

14,2

13,6

6,6

12,4

Sumatera Selatan

Talang Betutu

7,4

21,4

10,6

12,8

12,8

8,0

5,0

15,0

Bengkulu

Pd. Kemiling

20,0

11,8

20,4

21,6

20,5

20,9

6,2

9,0

Lampung

Beranti

5,0

18,8

17,0

20,0

13,4

10,1

9,1

19,6

Bangka Belitung

Pangkal Pinang

20,4

20,5

14,6

20,1

12,9

13,2

10,1

12,7

10

Kepulauan Riau

Kijang

11

DKI Jakarta

Tanjung Priok

12

Jawa Barat

Bandung

13

Jawa Tengah

14

DI. Yogyakarta

15

8,1

20,2

15,0

9,0

13,2

11,4

22,2

11,3

11,9

21,5

13,5

20,8

21,8

13,6

23,4

18,7

9,2

17,0

18,4

14,4

14,5

17,0

16,4

12,2

Ahmad Yani

10,2

19,6

21,8

10,1

19,1

15,4

16,6

14,3

Adisucipto

20,0

19,2

19,8

12,6

20,0

10,0

18,6

12,6

Jawa Timur

Perak

12,8

12,0

10,1

16,5

22,0

12,4

18,6

21,0

16

Banten

Curug

19,4

5,2

13,5

18,2

15,2

21,2

11,2

13,8

17

Bali

Ngurah Rai

19,4

20,8

20,4

8,4

20,2

10,1

18,7

6,0

18

NTB

Bima

18,6

10,1

14,8

11,3

14,5

10,9

15,4

13,2

19

NTT

Larantuka

21,2

18,8

22,7

22,0

11,2

9,1

11,4

10,1

20

Kalimantan Barat

Supadio

15,4

11,0

10,6

10,6

13,8

22,0

5,8

8,9

21

Kalimantan Tengah

Panarung

15,0

10,8

21,4

11,3

12,0

12,1

13,9

12,0

22

Kalimantan Selatan

S. Noor

7,2

18,1

21,2

6,4

20,8

10,6

8,5

20,8

23

Kalimantan Timur

Sepinggan

21,2

14,8

11,2

10,2

20,2

10,1

12,2

8,3

24

Sulawesi Utara

Samratulangi

20,6

14,1

11,6

10,2

9,7

20,4

10,9

19,6

25

Sulawesi Tengah

Lalos

21,4

21,3

20,0

20,8

20,1

11,1

21,6

15,8

26

Sulawesi Selatan

Masamba

15,2

17,6

20,4

20,2

15,2

20,4

17,4

20,5

27

Sulawesi Tenggara

Pomalaa

16,0

22,1

22,5

11,8

22,4

23,6

22,1

10,8

28

Gorontalo

Jalaluddin

21,4

14,0

17,8

20,0

19,4

11,8

17,3

17,8

29

Sulawesi Barat

Majene

19,2

21,2

11,6

21,4

13,2

13,5

20,4

10,8

30

Maluku

Namlea

--

--

24,6

21,3

21,0

20,2

21,7

16,0

31

Maluku Utara

Babullah

--

--

22,4

21,6

7,3

21,7

21,2

7,3

32

Irian Jaya Barat

Biak Mokmer

--

--

24,4

23,0

22,2

15,0

17,8

23,0

33

Papua

Jayapura

--

--

21,6

10,1

8,0

8,0

21,4

10,1

Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika, 2007

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

95

Tabel 48. Curah Hujan Maksimum menurut Provinsi, 2000 - 2007


Stasiun

2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

No.
NAD

Provinsi

Blangbintang

1,00

1,36

0,89

1,43

1,17

1,00

1,26

0,94

Sumatera Utara

Japura

1,95

2,53

1,49

2,39

1,94

1,58

2,32

1,79

Sumatera Barat

Tabing

2,42

2,58

3,27

4,17

2,57

3,31

2,02

2,80

Riau

Simpang Tiga

1,60

2,03

2,09

3,46

2,25

2,36

2,33

2,84

Jambi

Paalmerah

1,77

1,31

0,84

1,72

1,78

1,59

2,22

1,99

Sumatera Selatan

Talang Betutu

2,00

2,19

1,74

2,71

1,48

2,40

2,18

2,01

Bengkulu

Pd. Kemiling

2,36

2,01

1,52

1,88

1,58

2,72

2,39

2,84

Lampung

Beranti

1,33

1,32

0,89

0,78

1,27

1,21

1,26

1,38

Bangka Belitung

Pangkal Pinang

2,33

1,75

1,24

2,15

1,37

1,51

1,79

2,14

10

Kepulauan Riau

Kijang

1,20

1,65

1,61

2,94

2,10

1,49

2,11

2,63

11

DKI Jakarta

Tanjung Priok

--

--

--

1,10

1,01

1,08

1,36

1,31

12

Jawa Barat

Bandung

0,83

1,06

0,43

0,66

0,78

1,69

1,50

2,15

13

Jawa Tengah

Ahmad Yani

0,97

2,15

0,78

3,11

1,48

1,71

2,02

1,26

14

DI Yogyakarta

Adisucipto

0,46

1,56

0,94

0,85

0,84

1,58

1,63

1,56

15

Jawa Timur

Perak

0,41

1,56

0,78

1,33

1,16

0,98

1,05

0,98

16

Banten

Curug

0,69

1,38

1,64

1,33

1,07

1,58

1,15

1,71

17

Bali

Ngurah Rai

0,68

1,45

0,93

1,86

1,28

1,22

1,46

1,39

18

NTB

Bima

0,36

0,72

0,87

0,98

0,68

0,47

1,04

0,54

19

NTT

Larantuka

0,17

0,43

0,57

0,92

0,67

0,57

1,08

0,77

20

Kalimantan Barat

Supadio

2,67

2,68

1,90

2,40

2,28

2,00

2,41

4,07

21

Kalimantan Tengah

Panarung

1,54

1,78

1,22

2,09

2,15

2,09

2,05

3,16

22

Kalimantan Selatan

S. Noor

1,55

1,66

1,26

2,38

2,01

1,46

2,17

2,70

23

Kalimantan Timur

Sepinggan

1,65

1,16

1,16

3,12

1,73

2,25

2,59

2,36

24

Sulawesi Utara

Samratulangi

1,89

3,25

2,03

2,79

2,52

3,25

2,77

3,09

25

Sulawesi Tengah

Lalos

1,49

1,71

1,25

2,44

2,86

1,81

1,66

2,34

26

Sulawesi Selatan

Masamba

2,36

3,11

2,28

3,17

2,39

3,60

3,66

3,21

27

Sulawesi Tenggara

Pomalaa

1,28

1,25

1,49

1,93

0,84

1,51

1,47

2,34

28

Gorontalo

Jalaluddin

0,77

1,41

0,75

1,40

0,55

1,01

1,08

1,39

29

Sulawesi Barat

Majene

0,75

1,04

0,93

1,26

0,76

1,08

0,90

1,17

30

Maluku

Namlea

1,16

1,09

0,81

1,21

0,99

1,82

1,00

1,29

31

Maluku Utara

Babullah

2,87

2,78

3,54

1,84

1,34

2,44

1,87

1,80

32

Irian Jaya Barat

Biak Mokmer

3,30

3,44

2,34

2,99

2,21

2,89

2,25

2,23

33

Papua

Jayapura

1,75

1,72

1,42

1,45

1,18

1,41

2,16

--

Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika, 2007

96

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 49. Persentase Kabupaten/Kota terjangkit Demam Berdarah menurut Provinsi, 2001 - 2007
No.

Provinsi

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

N. Aceh Darussalam

35

45

40

80

57

71

65

Sumatera Utara

57

65

61

65

68

76

71

Sumatera Barat

38

25

19

56

53

63

79

Riau

63

81

75

88

100

100

100

Jambi

70

70

40

70

70

100

80

Sumatera Selatan

64

82

64

100

64

64

80

Bengkulu

57

57

14

71

33

78

100

Lampung

90

90

80

100

100

100

91

Bangka Belitung

43

29

43

71

86

71

100

10

Kep Riau

83

50

67

11

DKI Jakarta

83

83

83

83

83

83

100

12

Jawa Barat

88

96

96

100

100

100

96

13

Jawa Tengah

94

100

97

100

100

100

100

14

DI Yogyakarta

100

100

100

100

100

100

100

15

Jawa Timur

100

16

Banten

17

97

100

100

100

100

100

100

100

50

100

100

100

86

Bali

89

100

89

100

100

100

100

18

Nusa Tenggara Barat

75

88

75

100

100

89

89

19

Nusa Tenggara Timur

19

19

63

44

25

20

Kalimantan Barat

80

80

80

90

58

83

71

21

Kalimantan Tengah

43

43

36

79

43

43

86

22

Kalimantan Selatan

69

38

62

100

100

92

100

23

Kalimantan Timur

77

77

92

100

92

100

93

24

Sulawesi Utara

63

50

50

88

100

100

69

25

Sulawesi Tengah

22

22

56

56

100

70

90

26

Sulawesi Selatan

71

61

64

82

91

87

91

27

Sulawesi Tenggara

29

43

43

14

60

50

58

28

Gorontalo

60

40

40

40

100

100

83

29

Sulawesi Barat

20

40

20

30

Maluku

31

Maluku Utara

25

25

25

38

38

38

75

32

Papua

18

11

14

21

44

22

33

33

Irian Jaya Barat

20

15

19

63

63

62

78

75

75

78

Indonesia

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2002 2008, Departemen Kesehatan

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

97

Tabel 50. Jumlah Penderita Demam Berdarah menurut Provinsi, 2003 - 2007
No.

Provinsi

2003

2004

2005

2006

2007

N. Aceh Darussalam

128

252

629

758

1.569

Sumatera Utara

878

1.093

3.657

2.125

3.990

Sumatera Barat

292

514

1.154

1.067

2.189

Riau

715

1.050

1.850

948

795

Jambi

80

275

353

365

309

Sumatera Selatan

1.403

1.270

1.621

2.272

3.480

Bengkulu

204

61

129

274

Lampung

624

908

736

1.402

4.470

Bangka Belitung

241

53

46

58

145

10

Kep. Riau

746

969

950

11

DKI Jakarta

14.071

20.510

23.466

24.932

31.836

12

Jawa Barat

8.683

19.014

18.590

25.851

30.536

13

Jawa Tengah

8.490

9.047

6.583

10.924

20.391

14

DI Yogyakarta

1.553

2.206

971

2.184

2.462

15

Jawa Timur

4.216

8.287

15.251

20.374

25.950

16

Banten

17

Bali

18

700

2.577

2.045

2.306

5.587

2.364

1.935

3.598

5.629

6.375

Nusa Tenggara Barat

196

805

1.062

623

720

19

Nusa Tenggara Timur

260

1.381

735

251

518

20

Kalimantan Barat

349

212

1.220

2.659

508

21

Kalimantan Tengah

300

453

491

513

696

22

Kalimantan Selatan

178

378

341

455

1.321

23

Kalimantan Timur

1.926

2.276

3.165

2.714

5.341

24

Sulawesi Utara

369

225

1.926

1.290

1.865

25

Sulawesi Tengah

184

293

780

492

1.338

26

Sulawesi Selatan

2.636

3.500

2.822

2.612

2.732

27

Sulawesi Tenggara

43

266

758

95

944

28

Gorontalo

30

14

206

302

236

29

Sulawesi Barat

31

30

Maluku

31

Maluku Utara

74

24

138

275

32

Irian Jaya Barat

184

128

208

33

Papua

603

390

183

60

103

51.516

79.462

95.254

114.656

158.115

Indonesia

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2003 2007, Departemen Kesehatan

98

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

Tabel 51. Angka Kesakitan Malaria per 1000 Penduduk menurut Provinsi, 2002 - 2007
No.

Provinsi

Angka Kesakitan (AMI)


2002

2003

2004

2005

2006

2007

N. Aceh Darussalam

4,29

4,94

2,17

7,11

6,32

12,57

Sumatera Utara

3,07

7,23

5,43

7,24

16,93

3,75

Sumatera Barat

1,78

2,21

1,1

0,71

0,90

0,54

Riau

8,73

6,06

3,68

3,96

5,22

4,00

Jambi

15,43

24,4

24,4

13,55

20,96

6,86

Sumatera Selatan

13,96

7,40

8,04

5,95

11,00

0,40

Bengkulu

19,96

25,63

56,91

0,00

6,29

9,21

Lampung

8,70

8,39

38,52

5,70

5,14

3,34

Bangka Belitung

45,86

39,88

18,68

11,18

43,05

29,30

10

Kep. Riau

4,93

11,54

11

DKI Jakarta *)

0,01

12

Jawa Barat *)

0,02

0,16

1,11

0,96

0,52

0,37

13

Jawa Tengah *)

1,46

0,51

0,15

0,06

0,13

0,12

14

DI Yogyakarta *)

10,43

0,97

0,13

0,06

0,10

0,05

15

Jawa Timur *)

0,12

0,08

0,28

0,47

0,18

0,18

16

Banten *)

0,04

0,01

0,00

0,02

0,05

17

B a l i *)

0,08

0,03

0,02

0,55

0,42

18

Nusa Tenggara Barat

25,94

25,17

20,51

20,51

19,25

12,51

19

Nusa Tenggara Timur

146,54

177,61

172,77

100,49

105,66

81,32

20

Kalimantan Barat

26,96

26,26

0,99

0,00

0,90

11,89

21

Kalimantan Tengah

15,36

7,78

12,16

11,9

14,84

18,08

22

Kalimantan Selatan

5,52

5,35

2,78

2,14

3,51

2,50

23

Kalimantan Timur

3,29

3,83

8,83

1,12

5,01

8,44

24

Sulawesi Utara

37,24

21,01

14,93

11,53

20,29

9,30

25

Sulawesi Tengah

25,88

21,63

27,28

23,05

25,71

19,87

26

Sulawesi Selatan

10,75

2,40

2,40

0,52

1,53

0,34

27

Sulawesi Tenggara

25,28

21,11

21,11

6,92

14,95

9,21

28

Gorontalo

18,45

19,04

14,85

11,85

15,40

11,53

29

Sulawesi Barat

0,87

13,59

30

Maluku

45,92

46,43

66,16

15,35

28,51

31

Maluku Utara

1,40

80,03

72,44

67,24

58,58

92,04

32

Irian Jaya Barat

198,02

346,04

33

Papua

105. 42

72,6

73,69

208,82

164,75

176,84

22,30

21,80

21,20

18,94

19,60

16,44

Indonesia
*) Annual Paracite Incidence (API)

Sumber : Profil Kesehatan Indonesia 2002 2007, Departemen Kesehatan

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

99

Daftar Pustaka
1. Badan Pusat Statistik, 2001. Satistik Lingkungan Hidup Indonesia 2001, Jakarta
2. Badan Pusat Statistik, 2002. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2002, Jakarta
3. Badan Pusat Statistik, 2004. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2004, Jakarta
4. Badan Pusat Statistik, 2005. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2005, Jakarta
5. Badan Pusat Statistik, 2007. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2006/2007, Jakarta
6. Badan Pusat Statistik, 2005. Statistik Potensi Desa Indonesia 2005, Jakarta
7. Badan Pusat Statistik, 2008. Statistik Potensi Desa Indonesia 2008, Jakarta
8. Badan Pusat Statistik, 2005. Survei Pertanian Luas Lahan Menurut Penggunaannya di
Indonesia 2005, Jakarta
9. Badan Pusat Statistik, 2006. Neraca Energi Indonesia 2000 - 2004, Jakarta
10. Badan Pusat Statistik, 2006. Pengeluaran Untuk konsumsi Penduduk Indonesia 2006,
Jakarta
11. Badan Pusat Statistik, 2006. Survei Pertanian Produksi Tanaman Padi dan Palawija di
Indonesia 2006, Jakarta
12. Badan Pusat Statistik, 2007. Survei Pertanian Produksi Tanaman Padi dan Palawija di
Indonesia 2007, Jakarta
13. Badan Pusat Statistik, 2007. Statistik Perhubungan 2007, Jakarta
14. Badan Pusat Statistik, 2008. Produksi Tanaman Pangan 2008, Jakarta
15. Badan Pusat Statistik, 2008. Statistik Indonesia 2008, Jakarta
16. Badan Pusat Statistik, 2008. Statistik Listrik PLN 2003 - 2007, Jakarta
17. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Data dan Informasi Sumber Daya
Mineral dan Energi, 2008. Handbook of Energy & Economic Statistic of Indonesia ,
Jakarta
18. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Profil Kesehatan Indonesia 2002,
Jakarta
19. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Profil Kesehatan Indonesia 2003,
Jakarta
20. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2004. Profil Kesehatan Indonesia 2004,
Jakarta
21. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Profil Kesehatan Indonesia 2005,
Jakarta
22. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Profil Kesehatan Indonesia 2006,
Jakarta
23. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Profil Kesehatan Indonesia 2007,
Jakarta
24. Intergovernmental Panel on Climate Change, 2006 IPCC Guidelines for National

Greenhouse Gas Inventories

100

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

25. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2008. Emisi Gas Rumah Kaca dalam Angka
2008, Jakarta
26. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran
Lingkungan, 2008. Statistik Persampahan Indonesia Tahun 2008, Jakarta

EMISI GAS RUMAH KACA DALAM ANGKA

101