BIODIVERSITAS Volume 7, Nomor 3 Halaman: 245-250

ISSN: 1412-033X Juli 2006

Pemanfaatan Tumbuhan Obat secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara
Traditonal use of medicinal herbs by local community of Wawonii island, Southeast Sulawesi
MULYATI RAHAYU♥, SITI SUNARTI, DIAH SULISTIARINI, SUHARDJONO PRAWIROATMODJO
“Herbarium Bogoriense”, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bogor 16122. Diterima: 17 April 2006. Disetujui: 22 Mei 2006.

ABSTRACT
Twice field works to Wawonii Island was carried out in 2003 and 2004, in order to collect data on utilization of medicinal plants by local people. Two villages of Wawonii, which occupied by Wawonii tribe, were selected as study sites. Based on the study of 73 plants species, which uses by local people as traditional medicine and after having child were recorded. Similar to order inland areas of Indonesia, forest clearances and process of modernization was also occurred in this study area. Consequence the effect of those activities expected will be affect in lost of local knowledge and destruction of natural resources. For that reason a study on utilizes of medicinal plant by local people is needed. © 2006 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta Keywords: traditional medicine; Wawonii tribe; Southeast Sulawesi.

PENDAHULUAN Salah satu ciri budaya masyarakat di negara berkembang adalah masih dominannya unsur-unsur tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan ini didukung oleh keanekaragaman hayati yang terhimpun dalam berbagai tipe ekosistem yang pemanfaatannya telah mengalami sejarah panjang sebagai bagian dari kebudayaan. Salah satu aktivitas tersebut adalah penggunaan tumbuhan sebagai bahan obat oleh berbagai suku bangsa atau sekelompok masyarakat yang tinggal di pedalaman. Tradisi pengobatan suatu masyarakat tidak terlepas dari kaitan budaya setempat. Persepsi mengenai konsep sakit, sehat, dan keragaman jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional terbentuk melalui suatu proses sosialisasi yang secara turun temurun dipercaya dan diyakini kebenarannya. Pengobatan tradisional adalah semua upaya pengobatan dengan cara lain di luar ilmu kedokteran berdasarkan pengetahuan yang berakar pada tradisi tertentu (Sosrokusumo, 1989). Hubungan antara manusia dengan lingkungannya ditentukan oleh kebudayaan setempat sebagai pengetahuan yang diyakini serta menjadi sumber sistem nilai (Tax, 1953). Sistem pengetahuan yang dimiliki masyarakat secara tradisi merupakan salah satu bagian dari kebudayaan suku bangsa asli dan petani pedesaan (Brush, 1994). Pulau Wawonii merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di jazirah tenggara propinsi Sulawesi Tenggara. Pulau ini dihuni oleh beberapa kelompok sosial masyarakat, dan kelompok masyarakat asli yang dikenal dengan

sebutan etnis/suku Wawonii. Sekitar tahun 1985 lahan di beberapa kawasan pulau ini dibuka untuk areal perkebunan coklat, namun setelah pembukaan hutan dan kayu hasil penebangan diangkut ke luar pulau, rencana tersebut hingga saat ini tidak direalisasikan (Kendari Express, 21/02/2000). Proses modernisasi yang masuk ke pulau ini dan munculnya beberapa masalah seperti tekanan ekonomi, pertambahan penduduk, sosial budaya dan peraturan baru, memacu terjadinya kerusakan atau hilangnya sumberdaya hayati yang belum terkaji. Keanekaragaman dan potensi sumberdaya hayati serta pengetahuan lokal masyarakat setempat belum pernah diteliti. Waluyo (1991) mengemukakan bahwa modernisasi dengan mudah telah menggeser sejumlah pengetahuan asli suku bangsa di luar pulau Jawa. Dari uraian di atas dikhawatirkan akan terjadi kerusakan atau hilangnya sumberdaya hayati maupun pengetahuan tradisional suku Wawonii, salah satu suku asli di Indonesia. Kenyataan membuktikan bahwa pengetahuan lokal telah teruji secara turun temurun dan tidak sedikit sumbangsihnya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian pemanfaatan tetumbuhan antara lain sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat lokal di pulau Wawonii perlu dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan tumbuhan obat Indonesia dan menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya seperti fitokimia, fisiologi perbanyakan dan lain-lain serta dapat memberi masukan kepada instansi terkait dalam pengelolaan lingkungan.

BAHAN DAN METODE
♥ Alamat korespondensi: Jl. Ir. H. Juanda 22, Bogor 16122. Tel.: +62-251-322035. Fax.: +62-251-336538. e-mail: herbogor@indo.net.id

Penelitian pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Wawonii dilakukan di desa Wawolaa dan Lampeapi, Kecamatan Wawonii, Kabupaten Kendari,

Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei eksloratif yaitu wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. yaitu: “wawo” yang berari di atas atau daratan. dan Wawonii Timur. Fasilitas kesehatan terdapat di kedua desa ini seperti Puskesmas di desa Lampeapi dan Puskesmas pembantu di desa Wawolaa yang ditangani oleh mantri kesehatan dan bidan. bagian yang digunakan. Pulau ini terdiri dari empat kecamatan yaitu: Wawonii. 245-250 Propinsi Sulawesi Tenggara. Nusa . Umumnya kepercayaan tentang kegunaan atau kekhasiatan suatu jenis tumbuhan obat tidak hanya diperoleh dari pengalaman. yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai obat tradisional (Tabel 1). Sulawesi Tenggara. 1995).. terdiri dari 3 dusun dan dihuni oleh 220 KK. Kata wawonii berasal dari dua kata. misalnya Lombok. Etnis ini umumnya berdiam dalam wilayah kabupaten Kendari (Konawe). Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 100-250 m dpl. jambu mete. Persepsi masyarakat Wawonii tentang sakit tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. diambil contohnya. kebun yang menetap diusahakan untuk tanaman tahunan (kelapa. oleh karena itu perlu adanya upaya pembudidayaan/konservasi untuk menanggulangi erosi sumberdaya tumbuhan berguna ini. Mata pencaharian tambahan masyarakat adalah mengambil hasil hutan berupa kayu (untuk perahu). dilanjutkan dengan kendaraan roda dua selama 30 menit (Wawolaa) dan 1 jam (Lampeapi). khususnya di pulau Wawonii yang terletak berseberangan dengan ujung tenggara jazirah Sulawesi Tenggara. terdiri dari 3 dusun dengan jumlah penduduk 743 jiwa dari 54 kepala keluarga (KK). masyarakat Wawonii juga memiliki sistem pengetahuan tentang pengelolaan keanekaragaman sumberdaya alam dan lingkungan sekitarnya. Jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam perawatan paska persalinan tergolong sedikit dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. misalnya untuk jenis-jenis benalu diberi nama susuan tomi. Dalam penelitian ini. Masyarakat setempat memberikan nama lokal tumbuhan dengan cara yang tergolong sederhana. serta masyarakat pengguna atau mengenal tumbuhan obat. Fasilitas kesehatan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat dalam memperoleh pelayanan kesehatan tanpa mengurangi peranan pengobatan tradisional setempat. dan lada). Desa Lampeapi merupakan desa tua dan pelabuhan ferri pertama sebelum Langara. Flores. Masyarakat Wawonii dan status pengetahuannya tentang tumbuhan obat Suku Wawonii merupakan salah satu etnis asli di Sulawesi Tenggara. tumbuhan obat adalah semua jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagaian ramuan obat.246 B I O D I V E R S I T A S Vol.Br. Wawancara ditujukan terhadap pemuka adat. Wawonii Selatan. sando/tabib. Dalam mengambil hasil hutan ini. Keanekaragaman jenis tumbuhan obat Fasilitas kesehatan modern terdapat di lokasi penelitian. atau gulma di pekarangan dan pada lahan pertanian. hal. Setiap tumbuhan berkhasiat obat dicatat nama lokalnya. Waworete. Juli 2006. terdiri dari 70 marga dan 43 suku. No. Oleh karena itu para sando selalu mengadalkan pengobatannya dengan senantiasa memohon pertolongan kepada Sang Pencipta.) Merr. Kabupaten Kendari. Dari 73 jenis tetumbuhan tersebut 68 jenis digunakan untuk pengobatan penyakit dan 16 jenis digunakan untuk perawatan persalinan. Desa Wawolaa merupakan hasil pemekaran dari desa Waworope dan secara resmi terbentuk pada tahun 1971. Secara umum dapat dikatakan bahwa sakit adalah keadaan yang tidak seimbang. sesuai dengan kenyataan bahwa di sepanjang tepi pantai sekeliling pulau ini didominasi tanaman kelapa. dan Jawa. dan Fibraurea tinctoria Lour. kayu cina (Leptospermum amboinense Blume). Seperti halnya masyarakat pedalaman lainnya di Indonesia. tetapi seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai religius.) R. jenis-jenis tumbuhan obat yang umum ditemukan di hutan primer antara lain kompanga (Alstonia scholaris (L. 90%) serta pendatang dari Bugis. antara lain sebagai bahan obat tradisional. Secara harfiah kata wawonii artinya daratan/pulau yang ditumbuhi pohon kelapa. Jenis-jenis tumbuhan yang belum diketahui nama ilmiahnya. dan “nii” berarti kelapa.. Tumbuhan obat ini umumnya merupakan tumbuhan liar di semak-semak belukar. Tercatat 73 jenis tumbuhan. Hal tersebut sangat terkait dengan ilmu pengetahuan seseorang. ada yang datang dari Sangia (Sang Pencipta) dan ada yang berasal dari makhluk halus/jahat. Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 10-150 m dpl. masyarakat setempat belum mengikuti peraturan pelestarian. namun sando masih berperan dalam pengobatan penyakit dan perawatan pra dan paska persalinan. Menurut sando. sehingga dapat mempengaruhi kegiatan sehari-harinya. 7. Tidak semua masyarakat Wawonii di lokasi penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang sama dalam memanfaatkan tumbuhan obat. 60%). melainkan untuk bahan bangunan/rumah. jenis tumbuhan liana berbatang kuning disebut oyong kuni. Penelitian dilakukan dalam dua kali kunjungan pada bulan April-Mei 2003 dan bulan April-Mei 2004. Sumber utama mata pencaharian penduduk kedua desa ini adalah bertani dengan sistem ladang berpindah yang ditanami palawija dan sayuran. rotan. oyong kuni (Arcangelisia flava (L. Kelompok sosial masyarakat yang menghuni desa ini terdiri dari 9 suku bangsa dan sebagian besar berasal dari suku Wawonii (etnik asli. 3. coklat. Kedua desa di atas dapat dapat dicapai dengan kapal kayu atau ferri dari kota Kendari (ibukota propinsi Sulawesi Tenggara) menuju ke Langara (ibukota kecamatan Wawonii) dengan waktu tempuh berkisar 3 jam. dibuat herbarium untuk diidentifikasi di Herbarium Bogoriense guna mengetahui nama ilmiahnya. jenis tumbuhan yang menempel pada tumbuhan/pohon lain namun bukan parasit disebut apa-apa. serta cara penggunaan dan kegunaannya.). Penyebab penyakit bermacammacam. dan madu. Di hutan primer kura eya jarang sekali ditemukan tumbuhan berkhasiat obat. baik secara tunggal maupun campuran yang dianggap dan dipercaya dapat menyembuhkan suatu penyakit atau dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan. Setiap kunjungan berlangsung selama dua minggu. tumbuhan yang berkhasiat sebagai penutup luka dengan urat putus disebut umpu iya dan lainlain. Pemukiman penduduk terkonsentrasi di sepanjang jalan utama desa. Beberapa jenis di antaranya mempunyai manfaat ganda. Besar kemungkinan jenis-jenis tumbuhan obat tersebut akan tersingkir demi peningkatan produktivitas lahan pertanian. Salah satu sistem pengetahuan tersebut adalah pemanfaatan tetumbuhan untuk pemenuhan kehidupan sehari-harinya. Penduduknya sebagaian besar etnik asli (suku Wawonii. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan umum lokasi penelitian Desa Wawolaa dan Lampeapi merupakan dua di antara delapan desa di Kcamatan Wawonii (Pulau Wawonii). Sebagian dari masyarakat ini berdiam pula di bagian utara pulau Buton (Melalatoa.

ex Maton).). 1999. 1995). Populasi jenis pertama masih banyak dijumpa di lokasi penelitian. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Latin. 1999). 1935). 2001. scholaris.). 1997. Sunarti dan Rahayu. dan demam (Burkill.).) Raeusch) merupakan salah satu gulma yang sulit dibasmi. flu. kepaya (Carica papaya L. berkhasiat sebagai antipiretik (menurunkan demam) dan antisipilis. terutama air rebusan biji. Penggunaan J. Dalam kurungan tersebut diletakkan pula abu panas yang dapat juga ditambahkan akar loiya le (Cymbopogon citratus (DC.. bahkan dapat mematikan. langsat (Lansium domesticum Correa). kemudian ditapelkan ke bagian vagina.). 1994). Tanaman ini bukan tumbuhan asli Indonesia. amboinense) dan punti bugisi (Musa sp. sedangkan air sari batangnya untuk obat disentri (Burkill. sedangkan populasi kedua jenis lain tergolong jarang dijumpai. Penanaman tumbuhan ini umumnya bersamaan dengan penanaman padi ladang. dan F.E.Br. Di lokasi penelitian seringkali dibudidayakan sebagai tanaman pagar. 1987). Caranya kulit kayu direbus dan airnya diminum.1999). ibu tersebut harus berpantang untuk minum dan makan hidangan yang panas. esculentus). yang paling sering dan umum digunakan oleh masyarakat Wawonii untuk obat penurun panas adalah C. dan sakit ginjal. Potensi jenis ini sebagai obat alami cukup besar.). Hal ini kemungkinan disebabkan cukup seringnya kunjungan (sekali dalam seminggu) dan pemberian obat dan vitamin oleh bidan. 2002. . Atas anjuran Dinas Kesehatan setempat. pemanenan pertama dilakukan setelah 3-4 bulan masa tanam. Hal ini tampaknya juga umum digunakan masyarakat lokal lain di Indonesia (Sastroamidjojo. dan senyawa racun ester yaitu diterpen 12-deoxy-16hydroxyphorbol (Susiarti dkk. triterpinoid. mimisan. 2002) atau di Ciomas. curcas sebagai obat penurun panas adalah dengan cara meminum. dan sejumlah minyak atsiri.) dan daun lewe sena (Piper betle L) digunakan dalam perawatan paska persalinan. asam stearik. Untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu yang baru melahirkan. Jonathan dan Hariadi (1999) melaporkan pemanfaatan alang-alang sebagai obat tradisional di Asia Tenggara sangat bervariasi antara lain untuk untuk obat penurun panas/demam. mual-mual.) DC. Penggunaan K. flava. radang paru-paru. jenis ini banyak ditemukan di tepi sungai atau semak-semak belukar yang agak lembab. Kulit kayu A.RAHAYU dkk. 1994).. sakit kuning.). asam linoleik. di desa Lampeapi jenis ini mulai ditanam di pekarangan rumah sebagai tumbuhan obat dan sayur. sando di desa Lampeapi mengurung ibu tersebut dalam tikar yang dilingkarkan. asma. sebagian besar digunakan sebagai obat penurun panas atau demam yaitu hoinu (A. Le (Imperata cylindrica (L. sehingga perlu ditindak lanjuti. Moelyono dan Sidik. 1935). Penggunaan daun kapupu (Crinum asiaticum L. Menurut Perry dan Metzger (1980) daunnya mengandung asam prussic. Untuk membuktikan keabsahan tradisi tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Smith) sebagai pencegah kehamilan (KB) dan perawatan paska persalinan (untuk mempercepat keluarnya darah nifas) perlu mendapat perhatian serius. kayu cina (L..) dalam perawatan paska persalinan bertujuan untuk merapatkan atau mengecilkan kembali vagina. Latif (1977) mengemukakan bahwa daun dan kulit batang K. 1980) . 1988. A. mengingat jenis ini mudah didapatkan dan merupakan tanaman budidaya yang umum dijumpai di pekarangan atau kebun. rimpang kuni (Curcuma domestica Valeton. hospita dapat secara tunggal yaitu dengan cara menyeduh air daunnya yang tua (kuning) dan telah dikeringkan seperti meminum teh.) untuk obat penyakit kulit (panu) dan batang oyong kuni (A.) Stapf) dan buah lasi daru (Amomum compactum Soland. Senyawa racun ini dapat menyebabkan iritasi yang kuat pada usus. kawu-kawu (Ceiba pentandra (L. papaya. Selama mengkonsumsi air abu ini. – Tumbuhan obat tradisional di pulau Wawonii 247 Tenggara Barat tercatat 44 jenis (Rahayu dkk. Di daerah lain di Indonesia. dalam tiga tahun terakhir. asam oleik. Di antara 9 jenis tumbuhan obat ini. diduga berasal dari Asia Tenggara (Siemonsma. namun hal ini perlu penelitian lebih lanjut. bahkan diperdagangkan sebagai bahan campuran bedak untuk menghilangkan noda-noda pada wajah (Rahayu dkk. namun akarnya berkhasiat sebagai obat darah tinggi atau penyakit dalam. domesticum digunakan juga sebagai obat malaria oleh beberapa etnis lain di Indonesia (Uji. Penggunaan daun daru (Costus speciosus (Koenig) J. Hoinu (Abelmoschus esculentus (L. 1953) dan rimpangnya untuk obat penyakit kelamin atau sipilis. Heyne. A. scholaris dan L. misalnya dosis pemakaiannya. 1992). Di India.) juga merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan dalam perawatan paska persalinan yaitu dengan cara mengkonsumsi sayuran dari daun dan buahnya.. Cara penggunaannya yaitu daun yang telah dicuci bersih. beriberi.. sedangkan daun mudanya dapat dijadikan sayur. Jawa Barat tercatat 37 jenis (Setyowati-Indarto dan Siagian. flava) untuk obat sakit kuning. air tangkai batangnya digunakan sebagai obat luar untuk radang mata (van Steenis-Kruseman.. tinctoria merupakan tiga jenis tumbuhan obat langka di Indonesia (Mogea dkk. bontu (Hibiscus tiliaceus L. Dari hasil wawancara dengan sando di desa Wawolaa diketahui ibu yang baru melahirkan dianjurkan untuk meminum air rendaman abu panas hasil pembakaran di dapur.) Gaertn. rimpangnya dimakan dan digunakan juga sebagai obat rhematik. Umbi tumbuhan ini digunakan juga oleh masyarakat Saluan (Sulawesi Tengah) sebagai penutup luka. Di Pulau Wawonii. sedang air rebusan akar berkhasiat sebagai obat malaria. sedangkan ekstrak daunnya mempunyai aktivitas sebagai anti tumor pada tikus. Diduga bibit atau biji jenis tumbuhan ini dibawa masuk oleh saudagar-saudagar dari luar ke Pulau Wawonii melalui Pulau Buton (Bau-Bau) yang merupakan pintu gerbang perdagangan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia bagian timur. 1968). hospita mengandung senyawa sianogenik yang berkhasiat sebagai pembasmi ektoparasit seperti kutu. Siagian dkk. mengingat minyak bijinya mengandung asam palmitik. dipanaskan di bara api (dilayukan). Di Indonesia tumbuhan ini dapat ditemukan hampir di seluruh daerah dan pembudidayaannya mudah dilakukan.) digunakan untuk obat diare. Penggunaannya dengan cara merebus akar dan dapat dicampur dengan daun tokule (Kleinhovia hospita L).) R. kemudian airnya diminum. namun telah beradaptasi dengan kondisi alam pulau Wawonii dan diperkirakan telah dibudidayakan oleh masyarakat setempat lebih dari 100 tahun yang lalu. Komponen aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya proses kehamilan/kontrasepsi adalah diosgenin (Lubis dkk. Pemanfaatan lain tumbuhan ini sebagai obat yaitu untuk obat penurun panas/demam dengan cara menumbuk daun tua kemudian ditapelkan di dahi. sebagaimana dilakukan juga oleh masyarakat lokal lain di Indonesia (Rahayu dkk. tanga-tanga (Jatropha curcas L). menyebar luas ke kawasan tropis lainnya (Backer dan Bakhuizen van den Brink. Dari 68 jenis tumbuhan obat. Menurut mereka air abu ini lebih berkhasiat daripada air rebusan ramuan/racikan jamu.) Moench. kompanga (Alstonia scholaris (L. Daun palan singa (Senna alata L. Cara penggunaannya dengan meminum rebusan daun tua (kuning). Daun ombu (Blumea balsamifera (L. Daun muda dan buah malaka (Psidium guajava L. batuk.).

) K. Callophyllum inophyllum L. 245-250 Tabel 1. Sida rhombifolia L.) Moench 34. EUPHORBIACEAE 18. diminum Obat pegal linu Obat penyakit dalam Obat darah tinggi Penutup luka Obat sesak nafas Obat sesak nafas Penurun panas. Elephantopus scaber L. Crotalaria incana L. 21. ASCLEPIADACEAE 7. 32. MARANTHACEAE 36. 3. sakit kepala. diminum Ditumbuk. Lannea coromandelica (Houtt. ditapel Antiseptik Direbus. Senna alata (L. + air. Schum. Donax cannaeformis (G. digosokkan Obat sakit kulit (panu) Ditumbuk. Jatropha multifida L. Carica papaya L. penurun panas. Wedelia biflora (L. 7. 8.) Merr. perawatan paska persalinan Penurun panas Tonikum Penutup luka Daun Ditumbuk. diminum Direbus. LAURACEAE 29. No. 10.) Pers. Alstonia scholaris (L. diminum Ditumbuk. FABACEAE 23. Penutup luka Obat sakit kulit (panu) Obat darah tinggi. GOODENIACEAE 27.) DC. ARECACEAE 6.) Roxb. dimakan Daun Ditumbuk. kulit kayu Kulit kayu Kulit kayu Rimpang Buah muda Daun Buah Daun Daun Daun Semua bagian Cara penggunaan Ditumbuk. diminum Diteteskan Diremas.) DC. diminum Diteteskan Direbus. Sulawesi Tenggara. 12. CLUSIACEAE 16. 24. ditapel Ditumbuk. ASTERACEAE 9. diminum Direbus. sakit Direbus. penyakit dalam. diminum Direbus. AMARYLLIDACEAE 2. BOMBACACEAE 14. APOCYNACEAE 4. Hibiscus tiliaceus L. Crescentia cujete L. Hoya sp. ditapel Direbus. diminum Kegunaan Penutup luka dengan urat terputus Perawatan paska persalinan Penutup luka Perawatan paska persalinan. ditapel Direbus. diminum Ditumbuk.Br.) Gaertn. diminum Ditumbuk. Sesbania grandiflora (L. perawatan paska persalinan Obat diabetes Penurun panas Obat malaria. diminum Batang dalam Ditumbuk. LAMIACEAE 28. ditapel .) R. luka dalam Obat malaria. diminum Direbus. 35. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat di Pulau Wawonii. ditapel Direbus. pegal-pegal ACANTHACEAE 1. perawatan paska persalinan Obat tetes mata (kena debu) Penawar keracunan makanan Obat tetes mata (bintik putih) Obat sakit gigi. Crinum asiaticum L. diminum Obat penenang Diremas. Juli 2006. 11. diminum Dimakan Ditumbuk. ARACEAE 5. Barringtonia racemosa (L. Scurrula atropurpurea (Blume) Danser MALVACEAE 33. BIGNONIACEAE 13. LORANTHACEAE 31. Acorus calamus L.248 B I O D I V E R S I T A S Vol. Abelmoschus esculentus (L. LECYTHIDACEAE 30. diminum Direbus. penurun panas Penurun panas Obat diabetes Obat sesak nafas KB Penutup luka Obat penyakit dalam. ditapel Direbus. Hyptis brevipes Poit. Manihot esculenta Crantz. Scaevola taccada (Gaertn. diminum pinggang Direbus. No Nama ilmiah Nama lokal Umpu iya Kapupu Kayu jawa Kompanga Daria Wua Apa-apa Kaapa-apa Ewo bonto Ombu Kateba Komba-komba Bagian yang digunakan Daun Daun Daun. Strobilanthes sp. Taku Kawu-kawu Kepaya Dongkala Tolike Siku-siku mata Tanga-tanga Dium Pasikela keu Campa siba bogorang Kariri Kamba mai tangkaro Palan singa Tamba dawa Bontolo Kapo podi Apokat Puta Susuan tomi Hoinu Bontu Kuku ruso Nene Kulit kayu Daun Akar. 22. ditapel Dipanaskan. ANARDIACEAE 3. Phyllanthus urinaria L. Terminalia catappa L. Dischidia sp. digosokkan Direbus.) Roxb. diminum Ditumbuk. Blumea balsamifera (Bl. diteteskan Obat tetes mata (gatal-gatal). ditapel Akar Direbus. diminum Diteteskan Diteteskan Diremas. hal. CARICACEAE 15. Persea americana Mill. 25. obat sakit telinga Obat sakit cacar. ditapel Daun muda. ditapel Direbus.) Miq. Areca catechu L. Ageratum conyzoides L. COMBRETACEAE 17.) Spreng. Ceiba pentandra (L. diminum Direbus. 26. Mimosa pudica L. ditapel Direbus. Euphorbia hirta L. 19. buah Dimasak. Dendrophthoe pentandra (L.Forst. obat panas dalam. Jatropha curcas L. daun tua Getah daun Akar Getah Getah Getah Daun Daun Daun Semua bagian Daun Daun Daun Daun Daun Daun Semua bagian Semua bagian Ditumbuk. Perawatan paska persalinan Penutup luka Obat diabetes. ditapel Direbus. 20.

Limboni MORINGACEAE 44. PLUMBAGINACEAE 53. diminum Direbus. 71. Ex MatonLasi daru 68. ribes Burm. sakit kuning Obat patah tulang Perawatan paska persalinan Obat darah tinggi. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Curcuma domestica Valeton. Pai MORACEAE 42. Tole bahu PASSIFLORACEAE 51. Kasubeo 67. Citrus aurantifolia (Christm. daun Akar Pucuk batang bagian dalam Semua bagian Daun Daun Rebung Akar Akar Akar Daun Daun Buah Buah Kulit batang bagian dalam Batang dalam Daun Daun Rimpang Buah Daun Rimpang Rimpang Batang dalam Rimpang Rimpang Cara penggunaan Dikunyah-kunyah Direbus. penyakit dalam. Gmelina elliptica J. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat di Pulau Wawonii. diteteskan Obat tetes mata (merah dan gatal) Ditumbuk. batuk Obat diare Obat sakit kuning Obat sakit kulit (panu) Penawar keracunan makanan Perawatan paska persalinan. 41. ditapel Direbus. Etlingera elatior (Jack) R. MUSACEAE 45. Tinospora crispa (L. Obat batuk diminum Diperas. Lasianthus sp. Ficus septica Burm.) Merr. & Thoms. – Tumbuhan obat tradisional di pulau Wawonii 249 Tabel 1. Passiflora foetida L. Freycinetia sp. Embelia cf.) Swingle 62. diminum Diremas-remas. Amomum compactum Soland. ditapel Direbus. f. Leptospermum amboinense Blume 48. diminum Obat penyakit dalam.M. diminum Tonikum Obat tetes mata (merah dan gatal) Obat tetes mata (merah dan gatal) Perawatan paska persalinan Perawatan paska persalinan Penurun panas Obat penyakit dalam Penurun panas. Palaquium obovatum (Griffith. diminum Direbus. diminum Dimakan Direbus. dimakan Ditumbuk. Musa sp. Fibraurea tinctoria Lour. MYRSINACEAE 46. diminum Obat sakit gigi Obat malaria. f. Arcangelisia flava (L.) Stuntz. 70.E. Kleinhovia hospita L.) Raeusch. ditapel Dimasak.E. Imperata cylindrica (L. penurun panas. perawatan paska persalinan. obat penyakit dalam Obat urut Obat sariawan Obat sesak nafas Diteteskan Diteteskan Direbus. diminum Ditumbuk. + air. 40. diminum Direbus. KB Perawatan paska persalinan. 72. RUBIACEAE 58. diminum Ditumbuk. x Citrofortunella microcarpa (Bunge) Wijnandss 61. Paku rano PANDANACEAE 50. Smith Languas galanga (L. Lunasia amara Blanco Pate-pate le Lewe sena Umpu iya Tula gadi Loiya le Le Hakawo Kaca piring Oombu Lemo sari Lemo nipi Keu wia Diperas. diminum Direbus. Polygala paniculata L. MELIACEAE 38. Cymbopogon citratus (DC. diteteskan Obat tetes mata (merah) Direbus. + air. Obat batuk Obat mual-mual Obat sakit kulit (panu) Obat kudis SAPOTACEAE 63. POLYGALACEAE 57. Piper betle L. diminum Direbus. diminum Ditumbuk. Psidium guajava L. Keu mea STERCULIACEAE 64. PIPERACEAE 52.RAHAYU dkk. Kuni Kuni tanpu Sikala Rampa Bangule . dimakan Direbus. diminum Dimasak. Costus speciosus (Koenig) J. wasir Obat luka terpotong dengan urat putus Obat diabetes. dihirup Digosokkan Digosokkan Obat sakit kuning. diminum Direbus. Plumbago zeylanica L. f. diteteskan Obat tetes mata (merah dan gatal) Dimasak. daun Daun Buah muda. Melastoma malabathricum L. Smith Daru 69. Helminthostachys zeylanica (L. diminum Direbus. RUTACEAE 60. Smith Tara ZINGIBERACEAE 66. penyakit dalam Obat cacing Mempercepat matangnya bisul Perawatan paska persalinan. POACEAE 54. Kegunaan MELASTOMATACEAE 37. Ficus miquelii King Kampu loli 43. dimakan Direbus. diminum OPHIOGLOSSACEAE 49. sakit kuning Ditumbuk. MYRTACEAE 47. digosok Direbus. Keu dawa Punti bugisi Belai laro Kayu cina Malaka Obat sakit kuning. tonikum Perawatan paska persalinan. Bambusa vulgaris Schrader 55.) Engl. Zingiber purpureum Roxb. No Nama ilmiah Nama lokal Rodu Langsat Oyong kuni Oyong kuni Bagian yang digunakan Buah Kulit kayu Batang Batang Batang Getah Getah Daun Daun Pucuk daun Kulit kayu. diminum Ditumbuk. ditapel Direbus. 73. Amomum aculateum Roxb. Lansium domesticum Correa MENISPERMACEAE 39. Moringa pterygosperma Gaertn. Obat batuk diminum Ditumbuk.) Hook. Sulawesi Tenggara (lanjutan). Tokulo VERBENACEAE 65. Gardenia jasminoides Ellis 59. digosok Direbus. sesak nafas Direbus. diminum Dicampur minyak Ditumbuk.) Hook.) Stapf 56.

foetida mengandung senyawa alkaloid (Perry dan Metzger. Dari hasil wawancara dengan sando dan masyarakat setempat diketahui jumlah jenis tumbuhan obat yang ditemukan relatif sedikit dibandingkan dengan yang mereka ketahui. In: Greaves. Perpustakaan RI. Kuntjoro. Sastroamidjojo. dan Hamzah. (editor). Groningen: Wolter-Noordhoff N.M. hal. R. Pemanfaaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh suku Saluan.250 B I O D I V E R S I T A S Vol. Bogor: PROSEA. Tiga jenis di antara tetumbuhan obat tersebut termaksud dalam daftar tumbuhan langka di Indonesia. Sulawesi Tengah. S. 1994. 12-13 Nopember 1997. 7. Flora of Java. 1994. Fakultas Kehutanan IPB. Boedihartono. A Dictionary of Economic Product of the Malay Peninsula. Sosrokusumo.A. LIPI. PERHIPBA dan Fakultas Farmasi UGM. and K. Kulit batang dan akar T.J.S. Austust 1953 Hal: 1-90. Vol.H.S. PERHIPBA dan Balitro. A non-market approach to proctecting biological research.) R.J. Medicinal and Poisonous Plant 1.J.. M. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. A. Latif. Siemonsma. Departemen Fisiologi dan Farmakologi FKH-IPB dan Fotum Penelitian Jamu Gugus Bogor. dan Hamzah. 1997. D. P. dan Z. E. Intelectual Property Right for Indigenous People. Faktor peningkatan kesehatan dari pemerintah terutama kunjungan dari dinas kesehatan dan pemberian obat dan vitamin merupakan salah satu penyebab terjadinya erosi pengetahuan tumbuhan obat tradisional.. Properties and Uses. 245-250 Pulau Wawonii dikenal juga sebagai pemasok ikan untuk kota Kendari. 1999. 24-25 Nopember 1977. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. H. Keanekaragaman pemanfaatan tumbuhan obat oleh suku Sasak di Taman Nasional Gunung Rinjani-Nusa Tenggara Barat. dan I. Rahayu. untuk menetralkan racun tersebut. 21/02/2000. Pemanfaatan tumbuhan anti malaria pada beberapa suku di Indonesia. Susiarti. Seminar Nasional Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Pembukaan semak belukar dan hutan mempengaruhi ketersediaan sumberdaya alam tumbuhan obat ini. Potensi hutan tropika Indonesia dalam pembangunan obat tradisional. Rahayu. Nasution. Arcangelisia flava (L. Moelyono. sedangkan jenis kedua banyak dibudidayakan sebagai tanaman peneduh di daerah dataran rendah. Risalah Simposium Penelitian Obat II.S. oleh karena itu perlu dilakukan penelitian jenis-jenis tumbuhan obat yang berpotensi untuk dikembangkan dan digalakkannya pelatihan/penyuluhan kepada generasi muda tentang manfaat tumbuhan obat dan pelestariannya. In: Siemonsma. 1994. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi-LIPI. sedangkan P. Seminar PERHIPBA Cabang Jakarta. R.B..S. Lokakarya tentang Penelitian Praktek Pengobatan Tradisonal.H. 15 Mei 1991. and B. Medicinal and Poisonous Plant 1. 3.. dan L. Plant Resourses of South-East Asia No. T. 1980. Juli 2006. 14-17 Desember 1988. S. Gotama (ed. Kedua jenis tumbuhan tersebut banyak ditemukan di Indonesia. IPB. Praptiwi. Leiden: Backhuys Publishers. 8 Vegetable. Wardah. 11. 24-25 Nopember 1994. 1989. 1968. Fanani. and S.A. Melalatoa. C.F.P. 1980).C. Perry.B. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jatropha L. Jr. Propinsi Sulawesi Tenggara. LIPI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. J. Apinmap. dan S. No. Yogyakarta. 1935. In: de Padua. Bogor. M. 1992. I. Plant Resources of South-East Asia No. and J. Brink. S. Rugayah. N. London: Government of the Strait Settlement and Federated States by the Crown Agents for the Colonies. Kleinhovia hospita L. Bakhuizen v. J. Setyowati-Indarto.M. Piluek (eds). Siagian. K. 1995. Yogyakarta. 1999. Ciawi.V.).H. Munawaroh. Puslitbang Biolodi-LIPI.. M. Auxiliary Plants. An Appraisal of Anthropologi Today. L. 1999.W. Organization for Scientific Research in Indonesia.. Pemanfaatan tumbuhan obat untuk perawatan sesudah persalinan di desa Sukaresmi. S. KESIMPULAN Di pulau Wawonii. Steenis-Kruseman. Tumbuhan Langka Indonesia. 23 Juli 1999. E. Kehati. Pelayanan pengobatan tradisional di bidang kesehatan jiwa. 1953. Kendari Express. Bulletin No.d. Waluyo. Plants Resources of South-East Asia No. Metzger. Bogor. 12 (1). Siagian. Chicago: University of Chicago Press. Jonathan. Fakultas Biologi-UGM dan Ikatan Pustakawan Indonesia. . L. Plants Resources of South-East Asia. 1980. Imperata Cirillo.F.. Tumbuhan Berguna Indonesia. and R. Aminah-Lubis. Prosiding Seminar dan Lokakarya Etnobotani II Buku I. 19-20 Februari 2001. Jakarta: PT Dian Rakyat.I.) dan tolike (Terminalia catappa L). Lubis. Bogor.G. Hal ini diduga terkait dengan semakin luasnya pembukaan kawasan semak belukar dan hutan untuk lahan pertanian.) Merrill. Bogor. Cambridge: The MIT Press. N. 1. Penerjemah: Badan Litbang Kehutanan.) Moench. 1995. L. Departemen Pertanian RI. Guna menanggulangi keracunan ini masyarakat Wawonii menggunakan dua jenis tumbuhan yaitu pate-pate le (Passiflora foetida L. Universitas Pancasila. 1999. dan M.J. Heyne. Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami VIII. 1988. Prosiding Seminar dan Lokakarya Etnobotani I. Sastrapradja. and R. Medicinal Plants of East and Southeast Asia: Attributed.H. Wiriadinata.S. I. Lemmens (eds). yaitu: Alstonia scholaris (L. 2001..J. M. Prosiding Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropika Indonesia. Horsten. M. Abelmoschus esculentus (L. 1987. Bogor. Sunarti. Pemanfaatan tumbuhan untuk perawatan sebelum dan sesudah persalinan oleh suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur. T. 12 (1). Analisis komponen kimia tumbuhan obat tersebut perlu diintensifkan untuk mengetahui peranannya dalam proses penyembuhan. Cisarua-Bogor. Brush. Tax.M. 24-25 Januari 1995. Bunyapraphatsara. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. and R. Prosiding Simposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik. 1991. Costus.S. dan Sidik. tercatat 73 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan obat tradisional dan perawatan paska persalinan. dan Fibraurea tinctoria Loureiro. dan M. Gandawidjaja. J. Depok. 1997. 8-10 Agustus 2001. Deparetem Kesehatan Republik Indonesia. Perkembangan pemanfaatan tumbuhan obat di luar pulau Jawa. Rahayu. Hariadi. Komponen aktif yang terdapat dalam kedua senyawa tersebut diduga berperan sebagai penetral racun ikan. Bogor.P. Z. Jenis pertama merupakan tumbuhan liar di daerah pegunungan atau pada daerah yang berudara sejuk dan lembab. van der Maesen (eds). Burkill. S. Beberapa jenis tumbuhan perangsang persalinan di Ciomas. Pakan. Bogor: PROSEA. beserta pengetahuan tradisional masyarakat akan kegunaannya. In: de Padua. Unesco dan JICA. In: Hanum. Lemmens (eds). Obat Asli Indonesia.E. I.H. Bogor. M. P. Pembersihan dan cara pengolahan yang kurang sempurna seringkali menyebabkan ikan kurang layak dikonsumsi karena dapat menyebabkan keracunan bahkan mematikan bagi konsumen. J. Rahayu. A.Br. dan Irawati. M. 2002. Dalam: Salan. Leiden: Backhuys Publishers. 18. Yogyakarta. N. 29 April 1999 Mogea. van. Uji.H. Bunyapraphatsara. Dari hasil pengamatan diketahui pewarisan pengetahuan lokal ini ke generasi muda tidak berlangsung baik terutama pengetahuan tumbuhan obat tradisional. sumber nabati baru untuk bahan kontrasepsi. 1953. .F.J. No. Select Indonesia Medicinal Plants. catappa kaya akan kandungan tannin. Pembukaan Hutan Alam Untuk Pembangunan Perkebunan di Pulau-pulau Kecil: Studi Kasus di Pulau Wawonii..B.. Oklahoma City: Society for Applied Anthropology. DAFTAR PUSTAKA Backer. Simposium Nasional Penelitian Bahan Obat Alami IX.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful