BIODIVERSITAS Volume 7, Nomor 3 Halaman: 245-250

ISSN: 1412-033X Juli 2006

Pemanfaatan Tumbuhan Obat secara Tradisional oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara
Traditonal use of medicinal herbs by local community of Wawonii island, Southeast Sulawesi
MULYATI RAHAYU♥, SITI SUNARTI, DIAH SULISTIARINI, SUHARDJONO PRAWIROATMODJO
“Herbarium Bogoriense”, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bogor 16122. Diterima: 17 April 2006. Disetujui: 22 Mei 2006.

ABSTRACT
Twice field works to Wawonii Island was carried out in 2003 and 2004, in order to collect data on utilization of medicinal plants by local people. Two villages of Wawonii, which occupied by Wawonii tribe, were selected as study sites. Based on the study of 73 plants species, which uses by local people as traditional medicine and after having child were recorded. Similar to order inland areas of Indonesia, forest clearances and process of modernization was also occurred in this study area. Consequence the effect of those activities expected will be affect in lost of local knowledge and destruction of natural resources. For that reason a study on utilizes of medicinal plant by local people is needed. © 2006 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta Keywords: traditional medicine; Wawonii tribe; Southeast Sulawesi.

PENDAHULUAN Salah satu ciri budaya masyarakat di negara berkembang adalah masih dominannya unsur-unsur tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan ini didukung oleh keanekaragaman hayati yang terhimpun dalam berbagai tipe ekosistem yang pemanfaatannya telah mengalami sejarah panjang sebagai bagian dari kebudayaan. Salah satu aktivitas tersebut adalah penggunaan tumbuhan sebagai bahan obat oleh berbagai suku bangsa atau sekelompok masyarakat yang tinggal di pedalaman. Tradisi pengobatan suatu masyarakat tidak terlepas dari kaitan budaya setempat. Persepsi mengenai konsep sakit, sehat, dan keragaman jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional terbentuk melalui suatu proses sosialisasi yang secara turun temurun dipercaya dan diyakini kebenarannya. Pengobatan tradisional adalah semua upaya pengobatan dengan cara lain di luar ilmu kedokteran berdasarkan pengetahuan yang berakar pada tradisi tertentu (Sosrokusumo, 1989). Hubungan antara manusia dengan lingkungannya ditentukan oleh kebudayaan setempat sebagai pengetahuan yang diyakini serta menjadi sumber sistem nilai (Tax, 1953). Sistem pengetahuan yang dimiliki masyarakat secara tradisi merupakan salah satu bagian dari kebudayaan suku bangsa asli dan petani pedesaan (Brush, 1994). Pulau Wawonii merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di jazirah tenggara propinsi Sulawesi Tenggara. Pulau ini dihuni oleh beberapa kelompok sosial masyarakat, dan kelompok masyarakat asli yang dikenal dengan

sebutan etnis/suku Wawonii. Sekitar tahun 1985 lahan di beberapa kawasan pulau ini dibuka untuk areal perkebunan coklat, namun setelah pembukaan hutan dan kayu hasil penebangan diangkut ke luar pulau, rencana tersebut hingga saat ini tidak direalisasikan (Kendari Express, 21/02/2000). Proses modernisasi yang masuk ke pulau ini dan munculnya beberapa masalah seperti tekanan ekonomi, pertambahan penduduk, sosial budaya dan peraturan baru, memacu terjadinya kerusakan atau hilangnya sumberdaya hayati yang belum terkaji. Keanekaragaman dan potensi sumberdaya hayati serta pengetahuan lokal masyarakat setempat belum pernah diteliti. Waluyo (1991) mengemukakan bahwa modernisasi dengan mudah telah menggeser sejumlah pengetahuan asli suku bangsa di luar pulau Jawa. Dari uraian di atas dikhawatirkan akan terjadi kerusakan atau hilangnya sumberdaya hayati maupun pengetahuan tradisional suku Wawonii, salah satu suku asli di Indonesia. Kenyataan membuktikan bahwa pengetahuan lokal telah teruji secara turun temurun dan tidak sedikit sumbangsihnya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian pemanfaatan tetumbuhan antara lain sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat lokal di pulau Wawonii perlu dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan tumbuhan obat Indonesia dan menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya seperti fitokimia, fisiologi perbanyakan dan lain-lain serta dapat memberi masukan kepada instansi terkait dalam pengelolaan lingkungan.

BAHAN DAN METODE
♥ Alamat korespondensi: Jl. Ir. H. Juanda 22, Bogor 16122. Tel.: +62-251-322035. Fax.: +62-251-336538. e-mail: herbogor@indo.net.id

Penelitian pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Wawonii dilakukan di desa Wawolaa dan Lampeapi, Kecamatan Wawonii, Kabupaten Kendari,

Wawonii Selatan. Menurut sando. Di hutan primer kura eya jarang sekali ditemukan tumbuhan berkhasiat obat. 3. Tumbuhan obat ini umumnya merupakan tumbuhan liar di semak-semak belukar. dan lada). sesuai dengan kenyataan bahwa di sepanjang tepi pantai sekeliling pulau ini didominasi tanaman kelapa. Beberapa jenis di antaranya mempunyai manfaat ganda. Umumnya kepercayaan tentang kegunaan atau kekhasiatan suatu jenis tumbuhan obat tidak hanya diperoleh dari pengalaman. Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 10-150 m dpl. dan madu. tetapi seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai religius. Nusa . antara lain sebagai bahan obat tradisional.246 B I O D I V E R S I T A S Vol. coklat. atau gulma di pekarangan dan pada lahan pertanian. Jenis-jenis tumbuhan yang belum diketahui nama ilmiahnya. ada yang datang dari Sangia (Sang Pencipta) dan ada yang berasal dari makhluk halus/jahat. jenis tumbuhan yang menempel pada tumbuhan/pohon lain namun bukan parasit disebut apa-apa. Pulau ini terdiri dari empat kecamatan yaitu: Wawonii. Desa Wawolaa merupakan hasil pemekaran dari desa Waworope dan secara resmi terbentuk pada tahun 1971. 245-250 Propinsi Sulawesi Tenggara. misalnya untuk jenis-jenis benalu diberi nama susuan tomi. Kata wawonii berasal dari dua kata. Hal tersebut sangat terkait dengan ilmu pengetahuan seseorang. Penyebab penyakit bermacammacam. Salah satu sistem pengetahuan tersebut adalah pemanfaatan tetumbuhan untuk pemenuhan kehidupan sehari-harinya. tumbuhan obat adalah semua jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagaian ramuan obat. Setiap kunjungan berlangsung selama dua minggu. baik secara tunggal maupun campuran yang dianggap dan dipercaya dapat menyembuhkan suatu penyakit atau dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan. dan Jawa. serta masyarakat pengguna atau mengenal tumbuhan obat. Pemukiman penduduk terkonsentrasi di sepanjang jalan utama desa. Kabupaten Kendari. diambil contohnya. terdiri dari 3 dusun dengan jumlah penduduk 743 jiwa dari 54 kepala keluarga (KK). jambu mete.Br. oyong kuni (Arcangelisia flava (L. Persepsi masyarakat Wawonii tentang sakit tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. No. Wawancara ditujukan terhadap pemuka adat. Oleh karena itu para sando selalu mengadalkan pengobatannya dengan senantiasa memohon pertolongan kepada Sang Pencipta. sando/tabib.) R. Etnis ini umumnya berdiam dalam wilayah kabupaten Kendari (Konawe). Setiap tumbuhan berkhasiat obat dicatat nama lokalnya. Desa Lampeapi merupakan desa tua dan pelabuhan ferri pertama sebelum Langara. oleh karena itu perlu adanya upaya pembudidayaan/konservasi untuk menanggulangi erosi sumberdaya tumbuhan berguna ini. kebun yang menetap diusahakan untuk tanaman tahunan (kelapa. misalnya Lombok. Jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam perawatan paska persalinan tergolong sedikit dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. khususnya di pulau Wawonii yang terletak berseberangan dengan ujung tenggara jazirah Sulawesi Tenggara. tumbuhan yang berkhasiat sebagai penutup luka dengan urat putus disebut umpu iya dan lainlain. Masyarakat setempat memberikan nama lokal tumbuhan dengan cara yang tergolong sederhana. dan Fibraurea tinctoria Lour.. kayu cina (Leptospermum amboinense Blume). 1995). terdiri dari 3 dusun dan dihuni oleh 220 KK. Dalam mengambil hasil hutan ini. Kedua desa di atas dapat dapat dicapai dengan kapal kayu atau ferri dari kota Kendari (ibukota propinsi Sulawesi Tenggara) menuju ke Langara (ibukota kecamatan Wawonii) dengan waktu tempuh berkisar 3 jam. yaitu: “wawo” yang berari di atas atau daratan. Penduduknya sebagaian besar etnik asli (suku Wawonii. 7. Juli 2006.) Merr. Masyarakat Wawonii dan status pengetahuannya tentang tumbuhan obat Suku Wawonii merupakan salah satu etnis asli di Sulawesi Tenggara. Secara umum dapat dikatakan bahwa sakit adalah keadaan yang tidak seimbang. masyarakat Wawonii juga memiliki sistem pengetahuan tentang pengelolaan keanekaragaman sumberdaya alam dan lingkungan sekitarnya. Flores. Waworete. namun sando masih berperan dalam pengobatan penyakit dan perawatan pra dan paska persalinan. 60%). Sebagian dari masyarakat ini berdiam pula di bagian utara pulau Buton (Melalatoa. hal. Fasilitas kesehatan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat dalam memperoleh pelayanan kesehatan tanpa mengurangi peranan pengobatan tradisional setempat. Sulawesi Tenggara. serta cara penggunaan dan kegunaannya. Seperti halnya masyarakat pedalaman lainnya di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei eksloratif yaitu wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. jenis-jenis tumbuhan obat yang umum ditemukan di hutan primer antara lain kompanga (Alstonia scholaris (L. bagian yang digunakan.. Sumber utama mata pencaharian penduduk kedua desa ini adalah bertani dengan sistem ladang berpindah yang ditanami palawija dan sayuran. 90%) serta pendatang dari Bugis. terdiri dari 70 marga dan 43 suku. jenis tumbuhan liana berbatang kuning disebut oyong kuni. Kelompok sosial masyarakat yang menghuni desa ini terdiri dari 9 suku bangsa dan sebagian besar berasal dari suku Wawonii (etnik asli. Tercatat 73 jenis tumbuhan. Dalam penelitian ini. rotan. Secara harfiah kata wawonii artinya daratan/pulau yang ditumbuhi pohon kelapa. Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 100-250 m dpl. Tidak semua masyarakat Wawonii di lokasi penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang sama dalam memanfaatkan tumbuhan obat. dan Wawonii Timur. Keanekaragaman jenis tumbuhan obat Fasilitas kesehatan modern terdapat di lokasi penelitian. sehingga dapat mempengaruhi kegiatan sehari-harinya. Besar kemungkinan jenis-jenis tumbuhan obat tersebut akan tersingkir demi peningkatan produktivitas lahan pertanian. Mata pencaharian tambahan masyarakat adalah mengambil hasil hutan berupa kayu (untuk perahu). masyarakat setempat belum mengikuti peraturan pelestarian. yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai obat tradisional (Tabel 1). Penelitian dilakukan dalam dua kali kunjungan pada bulan April-Mei 2003 dan bulan April-Mei 2004. melainkan untuk bahan bangunan/rumah. Dari 73 jenis tetumbuhan tersebut 68 jenis digunakan untuk pengobatan penyakit dan 16 jenis digunakan untuk perawatan persalinan. dilanjutkan dengan kendaraan roda dua selama 30 menit (Wawolaa) dan 1 jam (Lampeapi). dibuat herbarium untuk diidentifikasi di Herbarium Bogoriense guna mengetahui nama ilmiahnya.). dan “nii” berarti kelapa. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan umum lokasi penelitian Desa Wawolaa dan Lampeapi merupakan dua di antara delapan desa di Kcamatan Wawonii (Pulau Wawonii). Fasilitas kesehatan terdapat di kedua desa ini seperti Puskesmas di desa Lampeapi dan Puskesmas pembantu di desa Wawolaa yang ditangani oleh mantri kesehatan dan bidan.

. Cara penggunaannya yaitu daun yang telah dicuci bersih. Pemanfaatan lain tumbuhan ini sebagai obat yaitu untuk obat penurun panas/demam dengan cara menumbuk daun tua kemudian ditapelkan di dahi. 1994). kemudian airnya diminum. sebagaimana dilakukan juga oleh masyarakat lokal lain di Indonesia (Rahayu dkk. sebagian besar digunakan sebagai obat penurun panas atau demam yaitu hoinu (A. Sunarti dan Rahayu. Smith) sebagai pencegah kehamilan (KB) dan perawatan paska persalinan (untuk mempercepat keluarnya darah nifas) perlu mendapat perhatian serius.. berkhasiat sebagai antipiretik (menurunkan demam) dan antisipilis. 1994).1999). Tumbuhan ini berasal dari Amerika Latin. tanga-tanga (Jatropha curcas L). Jawa Barat tercatat 37 jenis (Setyowati-Indarto dan Siagian. Hal ini kemungkinan disebabkan cukup seringnya kunjungan (sekali dalam seminggu) dan pemberian obat dan vitamin oleh bidan. kemudian ditapelkan ke bagian vagina. scholaris dan L.). dipanaskan di bara api (dilayukan). Di India. 2002) atau di Ciomas.) DC. Untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu yang baru melahirkan.) Stapf) dan buah lasi daru (Amomum compactum Soland. sedangkan air sari batangnya untuk obat disentri (Burkill. 2001. Menurut Perry dan Metzger (1980) daunnya mengandung asam prussic. sedangkan ekstrak daunnya mempunyai aktivitas sebagai anti tumor pada tikus. 1980) . – Tumbuhan obat tradisional di pulau Wawonii 247 Tenggara Barat tercatat 44 jenis (Rahayu dkk. Untuk membuktikan keabsahan tradisi tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. asam linoleik. kawu-kawu (Ceiba pentandra (L. mimisan. . sando di desa Lampeapi mengurung ibu tersebut dalam tikar yang dilingkarkan.) digunakan untuk obat diare. Penggunaan J. Di lokasi penelitian seringkali dibudidayakan sebagai tanaman pagar.). Dari hasil wawancara dengan sando di desa Wawolaa diketahui ibu yang baru melahirkan dianjurkan untuk meminum air rendaman abu panas hasil pembakaran di dapur. sedangkan populasi kedua jenis lain tergolong jarang dijumpai. mengingat jenis ini mudah didapatkan dan merupakan tanaman budidaya yang umum dijumpai di pekarangan atau kebun.) R. tinctoria merupakan tiga jenis tumbuhan obat langka di Indonesia (Mogea dkk. 2002. Senyawa racun ini dapat menyebabkan iritasi yang kuat pada usus. dan sakit ginjal.. di desa Lampeapi jenis ini mulai ditanam di pekarangan rumah sebagai tumbuhan obat dan sayur. sedangkan daun mudanya dapat dijadikan sayur. 1999. jenis ini banyak ditemukan di tepi sungai atau semak-semak belukar yang agak lembab. dan F. amboinense) dan punti bugisi (Musa sp.) Gaertn. flu. Populasi jenis pertama masih banyak dijumpa di lokasi penelitian. yang paling sering dan umum digunakan oleh masyarakat Wawonii untuk obat penurun panas adalah C. Di antara 9 jenis tumbuhan obat ini. Cara penggunaannya dengan meminum rebusan daun tua (kuning). Komponen aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya proses kehamilan/kontrasepsi adalah diosgenin (Lubis dkk. bontu (Hibiscus tiliaceus L. mengingat minyak bijinya mengandung asam palmitik. 1953) dan rimpangnya untuk obat penyakit kelamin atau sipilis. rimpangnya dimakan dan digunakan juga sebagai obat rhematik. 1988.E. 1935).). A. langsat (Lansium domesticum Correa). diduga berasal dari Asia Tenggara (Siemonsma. namun akarnya berkhasiat sebagai obat darah tinggi atau penyakit dalam. ibu tersebut harus berpantang untuk minum dan makan hidangan yang panas. triterpinoid. air tangkai batangnya digunakan sebagai obat luar untuk radang mata (van Steenis-Kruseman. 1992). 1999).RAHAYU dkk. flava) untuk obat sakit kuning. Daun ombu (Blumea balsamifera (L. misalnya dosis pemakaiannya. menyebar luas ke kawasan tropis lainnya (Backer dan Bakhuizen van den Brink. bahkan dapat mematikan. Hoinu (Abelmoschus esculentus (L. Daun palan singa (Senna alata L. Kulit kayu A. Penggunaan daun daru (Costus speciosus (Koenig) J. Hal ini tampaknya juga umum digunakan masyarakat lokal lain di Indonesia (Sastroamidjojo. batuk. Penggunaannya dengan cara merebus akar dan dapat dicampur dengan daun tokule (Kleinhovia hospita L). kepaya (Carica papaya L.) dalam perawatan paska persalinan bertujuan untuk merapatkan atau mengecilkan kembali vagina. Tanaman ini bukan tumbuhan asli Indonesia..Br. Daun muda dan buah malaka (Psidium guajava L. Penggunaan K.). Di Pulau Wawonii. Potensi jenis ini sebagai obat alami cukup besar. Penanaman tumbuhan ini umumnya bersamaan dengan penanaman padi ladang. pemanenan pertama dilakukan setelah 3-4 bulan masa tanam. Moelyono dan Sidik. Latif (1977) mengemukakan bahwa daun dan kulit batang K. 1935). mual-mual. 1997.). asam oleik. beriberi. Caranya kulit kayu direbus dan airnya diminum. sedang air rebusan akar berkhasiat sebagai obat malaria. Heyne.). Diduga bibit atau biji jenis tumbuhan ini dibawa masuk oleh saudagar-saudagar dari luar ke Pulau Wawonii melalui Pulau Buton (Bau-Bau) yang merupakan pintu gerbang perdagangan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia bagian timur. 1968).. kayu cina (L. dalam tiga tahun terakhir. sehingga perlu ditindak lanjuti.) dan daun lewe sena (Piper betle L) digunakan dalam perawatan paska persalinan. Menurut mereka air abu ini lebih berkhasiat daripada air rebusan ramuan/racikan jamu. Penggunaan daun kapupu (Crinum asiaticum L. flava. hospita dapat secara tunggal yaitu dengan cara menyeduh air daunnya yang tua (kuning) dan telah dikeringkan seperti meminum teh. hospita mengandung senyawa sianogenik yang berkhasiat sebagai pembasmi ektoparasit seperti kutu. dan sejumlah minyak atsiri. 1987). Selama mengkonsumsi air abu ini. papaya. sakit kuning. dan demam (Burkill.. bahkan diperdagangkan sebagai bahan campuran bedak untuk menghilangkan noda-noda pada wajah (Rahayu dkk.) juga merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan dalam perawatan paska persalinan yaitu dengan cara mengkonsumsi sayuran dari daun dan buahnya.) Raeusch) merupakan salah satu gulma yang sulit dibasmi.) Moench. Umbi tumbuhan ini digunakan juga oleh masyarakat Saluan (Sulawesi Tengah) sebagai penutup luka. Di Indonesia tumbuhan ini dapat ditemukan hampir di seluruh daerah dan pembudidayaannya mudah dilakukan. dan senyawa racun ester yaitu diterpen 12-deoxy-16hydroxyphorbol (Susiarti dkk. Dalam kurungan tersebut diletakkan pula abu panas yang dapat juga ditambahkan akar loiya le (Cymbopogon citratus (DC. rimpang kuni (Curcuma domestica Valeton.) untuk obat penyakit kulit (panu) dan batang oyong kuni (A. terutama air rebusan biji. ex Maton). Le (Imperata cylindrica (L. domesticum digunakan juga sebagai obat malaria oleh beberapa etnis lain di Indonesia (Uji. 1995). namun telah beradaptasi dengan kondisi alam pulau Wawonii dan diperkirakan telah dibudidayakan oleh masyarakat setempat lebih dari 100 tahun yang lalu. namun hal ini perlu penelitian lebih lanjut. A. curcas sebagai obat penurun panas adalah dengan cara meminum. kompanga (Alstonia scholaris (L. radang paru-paru. Siagian dkk. Di daerah lain di Indonesia. asma. scholaris. Jonathan dan Hariadi (1999) melaporkan pemanfaatan alang-alang sebagai obat tradisional di Asia Tenggara sangat bervariasi antara lain untuk untuk obat penurun panas/demam. Dari 68 jenis tumbuhan obat. Atas anjuran Dinas Kesehatan setempat. esculentus).). asam stearik.

ditapel Dipanaskan. diminum Direbus.) Roxb. daun tua Getah daun Akar Getah Getah Getah Daun Daun Daun Semua bagian Daun Daun Daun Daun Daun Daun Semua bagian Semua bagian Ditumbuk. Scurrula atropurpurea (Blume) Danser MALVACEAE 33.248 B I O D I V E R S I T A S Vol. LAMIACEAE 28. Dischidia sp. Alstonia scholaris (L. diminum Diteteskan Direbus. + air. ditapel Akar Direbus. diteteskan Obat tetes mata (gatal-gatal). Schum. ditapel Direbus. 21. diminum Ditumbuk. perawatan paska persalinan Obat tetes mata (kena debu) Penawar keracunan makanan Obat tetes mata (bintik putih) Obat sakit gigi. diminum Ditumbuk. 7. ditapel Direbus. Terminalia catappa L. ditapel Antiseptik Direbus. diminum Direbus. LAURACEAE 29. Wedelia biflora (L. ditapel Direbus. COMBRETACEAE 17. Jatropha multifida L. Crinum asiaticum L. diminum Diteteskan Diremas. Penutup luka Obat sakit kulit (panu) Obat darah tinggi. pegal-pegal ACANTHACEAE 1.) R.) DC. luka dalam Obat malaria.) DC. 12.Forst. perawatan paska persalinan Obat diabetes Penurun panas Obat malaria.) Spreng. Ceiba pentandra (L. ditapel Direbus. LECYTHIDACEAE 30. APOCYNACEAE 4. ARACEAE 5.) Gaertn. 32. Hibiscus tiliaceus L. ARECACEAE 6. Blumea balsamifera (Bl. Taku Kawu-kawu Kepaya Dongkala Tolike Siku-siku mata Tanga-tanga Dium Pasikela keu Campa siba bogorang Kariri Kamba mai tangkaro Palan singa Tamba dawa Bontolo Kapo podi Apokat Puta Susuan tomi Hoinu Bontu Kuku ruso Nene Kulit kayu Daun Akar. obat sakit telinga Obat sakit cacar. Perawatan paska persalinan Penutup luka Obat diabetes. penurun panas. diminum Direbus. Ageratum conyzoides L. BOMBACACEAE 14. Euphorbia hirta L. CARICACEAE 15. digosokkan Direbus.) K. ditapel Direbus. dimakan Daun Ditumbuk. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat di Pulau Wawonii. 35. diminum Kegunaan Penutup luka dengan urat terputus Perawatan paska persalinan Penutup luka Perawatan paska persalinan. Carica papaya L. 19. 25. AMARYLLIDACEAE 2. Donax cannaeformis (G. Senna alata (L. GOODENIACEAE 27. diminum Direbus. obat panas dalam. 8. CLUSIACEAE 16. Mimosa pudica L. 10. 20. 11. Dendrophthoe pentandra (L. Hyptis brevipes Poit.) Miq. diminum Direbus. Jatropha curcas L. diminum Ditumbuk. penyakit dalam. penurun panas Penurun panas Obat diabetes Obat sesak nafas KB Penutup luka Obat penyakit dalam. 22. diminum Direbus. FABACEAE 23. kulit kayu Kulit kayu Kulit kayu Rimpang Buah muda Daun Buah Daun Daun Daun Semua bagian Cara penggunaan Ditumbuk. ANARDIACEAE 3. Hoya sp. Callophyllum inophyllum L. Areca catechu L. ASTERACEAE 9. Manihot esculenta Crantz. Crescentia cujete L. ditapel Direbus. digosokkan Obat sakit kulit (panu) Ditumbuk. ditapel Ditumbuk. buah Dimasak. 3. Crotalaria incana L. No Nama ilmiah Nama lokal Umpu iya Kapupu Kayu jawa Kompanga Daria Wua Apa-apa Kaapa-apa Ewo bonto Ombu Kateba Komba-komba Bagian yang digunakan Daun Daun Daun. sakit Direbus.) Merr. 24. ditapel . Persea americana Mill. diminum Dimakan Ditumbuk. diminum pinggang Direbus. 245-250 Tabel 1. No.Br. Scaevola taccada (Gaertn.) Pers. ditapel Direbus. diminum Ditumbuk. BIGNONIACEAE 13. EUPHORBIACEAE 18. Sulawesi Tenggara. Sesbania grandiflora (L. Sida rhombifolia L. ASCLEPIADACEAE 7. Barringtonia racemosa (L.) Moench 34. Elephantopus scaber L. Strobilanthes sp. Lannea coromandelica (Houtt. diminum Batang dalam Ditumbuk. Acorus calamus L.) Roxb. Phyllanthus urinaria L. diminum Obat penenang Diremas. diminum Obat pegal linu Obat penyakit dalam Obat darah tinggi Penutup luka Obat sesak nafas Obat sesak nafas Penurun panas. Juli 2006. 26. ditapel Daun muda. diminum Diteteskan Diteteskan Diremas. LORANTHACEAE 31. hal. sakit kepala. diminum Ditumbuk. MARANTHACEAE 36. perawatan paska persalinan Penurun panas Tonikum Penutup luka Daun Ditumbuk. Abelmoschus esculentus (L.

) Swingle 62. Obat batuk Obat mual-mual Obat sakit kulit (panu) Obat kudis SAPOTACEAE 63. tonikum Perawatan paska persalinan. Paku rano PANDANACEAE 50. RUBIACEAE 58. Citrus aurantifolia (Christm. diminum Ditumbuk. dihirup Digosokkan Digosokkan Obat sakit kuning. diminum Tonikum Obat tetes mata (merah dan gatal) Obat tetes mata (merah dan gatal) Perawatan paska persalinan Perawatan paska persalinan Penurun panas Obat penyakit dalam Penurun panas. x Citrofortunella microcarpa (Bunge) Wijnandss 61. + air. 70. ditapel Dimasak. daun Daun Buah muda.E. perawatan paska persalinan. diminum Dicampur minyak Ditumbuk. Curcuma domestica Valeton. Moringa pterygosperma Gaertn. Pai MORACEAE 42. diminum Direbus.M. diminum Ditumbuk. Kasubeo 67. diminum Diremas-remas.) Hook. Ficus miquelii King Kampu loli 43. ditapel Direbus. ribes Burm.) Stapf 56. Tokulo VERBENACEAE 65. MUSACEAE 45. 40. 41. Smith Daru 69. digosok Direbus. 72. Helminthostachys zeylanica (L. dimakan Direbus. PLUMBAGINACEAE 53. diminum Ditumbuk. Amomum compactum Soland. Plumbago zeylanica L. diminum Dimasak. Fibraurea tinctoria Lour. Lansium domesticum Correa MENISPERMACEAE 39. Sulawesi Tenggara (lanjutan). Freycinetia sp. Piper betle L. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat di Pulau Wawonii. ditapel Direbus. Obat batuk diminum Ditumbuk. diminum Direbus. Amomum aculateum Roxb. Keu dawa Punti bugisi Belai laro Kayu cina Malaka Obat sakit kuning. Lasianthus sp. – Tumbuhan obat tradisional di pulau Wawonii 249 Tabel 1. 71. diminum Obat sakit gigi Obat malaria. Obat batuk diminum Diperas. Imperata cylindrica (L. batuk Obat diare Obat sakit kuning Obat sakit kulit (panu) Penawar keracunan makanan Perawatan paska persalinan. Leptospermum amboinense Blume 48. MYRTACEAE 47. Ex MatonLasi daru 68. Melastoma malabathricum L. sakit kuning Obat patah tulang Perawatan paska persalinan Obat darah tinggi. f. f. sesak nafas Direbus. Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Stuntz.) Raeusch. Smith Languas galanga (L. Cymbopogon citratus (DC. & Thoms. Ficus septica Burm. MELIACEAE 38. Psidium guajava L. Kegunaan MELASTOMATACEAE 37. Passiflora foetida L. digosok Direbus.E. diteteskan Obat tetes mata (merah dan gatal) Ditumbuk.) Hook. diteteskan Obat tetes mata (merah dan gatal) Dimasak. diminum Direbus. Tinospora crispa (L. + air. Gardenia jasminoides Ellis 59. dimakan Direbus. Musa sp. ditapel Direbus. Tole bahu PASSIFLORACEAE 51. RUTACEAE 60. No Nama ilmiah Nama lokal Rodu Langsat Oyong kuni Oyong kuni Bagian yang digunakan Buah Kulit kayu Batang Batang Batang Getah Getah Daun Daun Pucuk daun Kulit kayu. diminum Dimakan Direbus. MYRSINACEAE 46. Keu mea STERCULIACEAE 64. wasir Obat luka terpotong dengan urat putus Obat diabetes. diminum Ditumbuk. diteteskan Obat tetes mata (merah) Direbus.) Merr. Palaquium obovatum (Griffith. Lunasia amara Blanco Pate-pate le Lewe sena Umpu iya Tula gadi Loiya le Le Hakawo Kaca piring Oombu Lemo sari Lemo nipi Keu wia Diperas. Etlingera elatior (Jack) R. diminum Direbus. Limboni MORINGACEAE 44. obat penyakit dalam Obat urut Obat sariawan Obat sesak nafas Diteteskan Diteteskan Direbus. POACEAE 54. Zingiber purpureum Roxb. Polygala paniculata L. penurun panas. daun Akar Pucuk batang bagian dalam Semua bagian Daun Daun Rebung Akar Akar Akar Daun Daun Buah Buah Kulit batang bagian dalam Batang dalam Daun Daun Rimpang Buah Daun Rimpang Rimpang Batang dalam Rimpang Rimpang Cara penggunaan Dikunyah-kunyah Direbus.RAHAYU dkk. Kleinhovia hospita L. penyakit dalam. Arcangelisia flava (L. diminum OPHIOGLOSSACEAE 49. Costus speciosus (Koenig) J. f. 73. KB Perawatan paska persalinan. PIPERACEAE 52. penyakit dalam Obat cacing Mempercepat matangnya bisul Perawatan paska persalinan. POLYGALACEAE 57. Gmelina elliptica J. Kuni Kuni tanpu Sikala Rampa Bangule . sakit kuning Ditumbuk. Embelia cf.) Engl. diminum Direbus. diminum Direbus. dimakan Ditumbuk. Bambusa vulgaris Schrader 55. diminum Obat penyakit dalam. Smith Tara ZINGIBERACEAE 66. diminum Direbus.

Steenis-Kruseman.. Praptiwi. Jenis pertama merupakan tumbuhan liar di daerah pegunungan atau pada daerah yang berudara sejuk dan lembab. dan I. Bogor. 18. Sunarti.M.. Wardah. Cisarua-Bogor. S. Munawaroh. Sastrapradja. J. Pembersihan dan cara pengolahan yang kurang sempurna seringkali menyebabkan ikan kurang layak dikonsumsi karena dapat menyebabkan keracunan bahkan mematikan bagi konsumen. Fakultas Kehutanan IPB. 2002. PERHIPBA dan Fakultas Farmasi UGM. and S. E. untuk menetralkan racun tersebut. Risalah Simposium Penelitian Obat II. Departemen Pertanian RI.B. A. Jonathan.H. T.E. Kulit batang dan akar T. 1994.S. 1980. 1968. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. 1. 1935. dan Sidik. 1980).S. A Dictionary of Economic Product of the Malay Peninsula.M. hal. Kleinhovia hospita L. Siemonsma. An Appraisal of Anthropologi Today. (editor). Analisis komponen kimia tumbuhan obat tersebut perlu diintensifkan untuk mengetahui peranannya dalam proses penyembuhan.) Merrill. Plants Resources of South-East Asia.. Melalatoa. Bogor. E. and K. beserta pengetahuan tradisional masyarakat akan kegunaannya.) R. Bakhuizen v. Abelmoschus esculentus (L. Leiden: Backhuys Publishers. Beberapa jenis tumbuhan perangsang persalinan di Ciomas. 24-25 Januari 1995. Puslitbang Biolodi-LIPI. sedangkan jenis kedua banyak dibudidayakan sebagai tanaman peneduh di daerah dataran rendah. Siagian. Rahayu. Potensi hutan tropika Indonesia dalam pembangunan obat tradisional. Lemmens (eds).. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. L. I. sedangkan P. Yogyakarta. Pelayanan pengobatan tradisional di bidang kesehatan jiwa. Piluek (eds). Wiriadinata. DAFTAR PUSTAKA Backer. . Seminar Nasional Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Z. 24-25 Nopember 1994. 14-17 Desember 1988. Oklahoma City: Society for Applied Anthropology. Horsten. In: Siemonsma. Groningen: Wolter-Noordhoff N. Guna menanggulangi keracunan ini masyarakat Wawonii menggunakan dua jenis tumbuhan yaitu pate-pate le (Passiflora foetida L. Intelectual Property Right for Indigenous People.B. S. Lemmens (eds). Jakarta: PT Dian Rakyat. J. T. 12 (1). D. Sastroamidjojo.J. catappa kaya akan kandungan tannin. Fanani. Medicinal Plants of East and Southeast Asia: Attributed. Cambridge: The MIT Press. Latif. In: de Padua. dan M.. S. 1997. Moelyono. Gotama (ed. Dalam: Salan. R. Bogor. 21/02/2000. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami VIII. 1997. Pembukaan semak belukar dan hutan mempengaruhi ketersediaan sumberdaya alam tumbuhan obat ini. Heyne.F. 245-250 Pulau Wawonii dikenal juga sebagai pemasok ikan untuk kota Kendari. Ciawi. Apinmap. 1994. Penerjemah: Badan Litbang Kehutanan.) Moench.J.) dan tolike (Terminalia catappa L). dan Hamzah. oleh karena itu perlu dilakukan penelitian jenis-jenis tumbuhan obat yang berpotensi untuk dikembangkan dan digalakkannya pelatihan/penyuluhan kepada generasi muda tentang manfaat tumbuhan obat dan pelestariannya. 1989. Bogor: PROSEA. Medicinal and Poisonous Plant 1. dan S. van der Maesen (eds). Deparetem Kesehatan Republik Indonesia. No. Metzger.250 B I O D I V E R S I T A S Vol. H. Tumbuhan Berguna Indonesia.P. J.V. Plant Resourses of South-East Asia No. Depok. Susiarti... M. 1953. Pemanfaatan tumbuhan anti malaria pada beberapa suku di Indonesia. Pakan. and R. M. 11. Pemanfaatan tumbuhan untuk perawatan sebelum dan sesudah persalinan oleh suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur. Leiden: Backhuys Publishers.H. dan Hamzah. Tumbuhan Langka Indonesia. Tax. . Sulawesi Tengah. P. Properties and Uses.. C. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi-LIPI. Waluyo. Prosiding Simposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik. Unesco dan JICA. Brush. PERHIPBA dan Balitro. Rahayu. Prosiding Seminar dan Lokakarya Etnobotani I. 2001. Perpustakaan RI. dan L. I. sumber nabati baru untuk bahan kontrasepsi.A. Flora of Java. M.S.I. and B. N. 12 (1). Obat Asli Indonesia. Rahayu.S. Hariadi.B. dan Z. Austust 1953 Hal: 1-90. Pembukaan Hutan Alam Untuk Pembangunan Perkebunan di Pulau-pulau Kecil: Studi Kasus di Pulau Wawonii. 24-25 Nopember 1977. Yogyakarta. Bogor: PROSEA. In: Greaves. 3. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. Kendari Express.A. 29 April 1999 Mogea. 7. Fakultas Biologi-UGM dan Ikatan Pustakawan Indonesia. Medicinal and Poisonous Plant 1. Nasution. Dari hasil pengamatan diketahui pewarisan pengetahuan lokal ini ke generasi muda tidak berlangsung baik terutama pengetahuan tumbuhan obat tradisional. and J.C. IPB.J.J. M. S. A. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.J. Boedihartono. L. Bogor. Simposium Nasional Penelitian Bahan Obat Alami IX.. 8 Vegetable. Keanekaragaman pemanfaatan tumbuhan obat oleh suku Sasak di Taman Nasional Gunung Rinjani-Nusa Tenggara Barat. dan M. Tiga jenis di antara tetumbuhan obat tersebut termaksud dalam daftar tumbuhan langka di Indonesia.M. Bogor.P. and R. London: Government of the Strait Settlement and Federated States by the Crown Agents for the Colonies. Juli 2006. M. yaitu: Alstonia scholaris (L. Prosiding Seminar dan Lokakarya Etnobotani II Buku I. 1995. Perkembangan pemanfaatan tumbuhan obat di luar pulau Jawa.H. van. In: Hanum. Kuntjoro. Kedua jenis tumbuhan tersebut banyak ditemukan di Indonesia. P. 1999. Departemen Fisiologi dan Farmakologi FKH-IPB dan Fotum Penelitian Jamu Gugus Bogor. Rugayah. Vol. Jr. Perry. Uji. Rahayu. Komponen aktif yang terdapat dalam kedua senyawa tersebut diduga berperan sebagai penetral racun ikan. dan Irawati. 1992. 23 Juli 1999.S. N. No. Jatropha L. LIPI. foetida mengandung senyawa alkaloid (Perry dan Metzger. I. A non-market approach to proctecting biological research. Burkill.F. Bunyapraphatsara. Lubis. Siagian.. L. M. Costus. K. Arcangelisia flava (L.J.S. Select Indonesia Medicinal Plants.F. Imperata Cirillo. Bulletin No. 15 Mei 1991. Faktor peningkatan kesehatan dari pemerintah terutama kunjungan dari dinas kesehatan dan pemberian obat dan vitamin merupakan salah satu penyebab terjadinya erosi pengetahuan tumbuhan obat tradisional. Kehati. Yogyakarta.Br. 19-20 Februari 2001.). LIPI. Bogor. N. Bogor. 1999. Lokakarya tentang Penelitian Praktek Pengobatan Tradisonal. Gandawidjaja. Dari hasil wawancara dengan sando dan masyarakat setempat diketahui jumlah jenis tumbuhan obat yang ditemukan relatif sedikit dibandingkan dengan yang mereka ketahui. 1980. Plants Resources of South-East Asia No. Pemanfaaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh suku Saluan. Setyowati-Indarto. Prosiding Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropika Indonesia. M. Bunyapraphatsara. 1987. Chicago: University of Chicago Press. 1999. and R. S. 1953. Universitas Pancasila. 1991. KESIMPULAN Di pulau Wawonii. dan Fibraurea tinctoria Loureiro. Auxiliary Plants. Aminah-Lubis.H. Plant Resources of South-East Asia No. Hal ini diduga terkait dengan semakin luasnya pembukaan kawasan semak belukar dan hutan untuk lahan pertanian. Sosrokusumo. Organization for Scientific Research in Indonesia. 1995. Pemanfaatan tumbuhan obat untuk perawatan sesudah persalinan di desa Sukaresmi. Brink. R. tercatat 73 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan obat tradisional dan perawatan paska persalinan. Seminar PERHIPBA Cabang Jakarta.d. 1988.G. 1999. 8-10 Agustus 2001.H. 1994. J. Propinsi Sulawesi Tenggara. 12-13 Nopember 1997. In: de Padua.W.H.