Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENGGUNAAN PENDEKATAN KUIS TIM UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB INDIVIDU DALAM KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS 3 AKUNTANSI-1 DI SMKN 2 BUDURAN SIDOARJO
Oleh:

Tutut Endri Purbowati NIP. 131 658 343


Kemitraan antara: Lembaga Penelitian Universitas Malang dengan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan

SMK NEGERI 2 BUDURAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SIDOARJO November, 2006

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (RESEARCH FOR THE IMPROVEMENT OF INSTRUCTION) 1 2 Judul Penelitian Identitas Peneliti a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. Pangkat/gol/NIP d Asal Sekolah e. Alamat Kantor f. Nomor Telpon g. Alamat Rumah h. Telpon/ email 3 4 Lama Penelitian Biaya yang diperlukan Penggunaan Pendekatan Kuis Tim Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Individu Dalam Kelompok Belajar Tutut Endri Purbowati Perempuan Penbina/IV/a/131658343 SMKN 2 Buduran Sidoarjo SMKN 2 Buduran Sidoarj Jl.Jenggolo No 2 A Siwalanpanji Buduran Sidoarjo 031-8964034 Jl.Bukit Kismadani Selatan no.72 Rt03 Rt.13 Bluru Kidul Sidoarjo 031-8967409/08123234404 Tutut63@yahoo.com 2 Bulan Tgl 15 September s/d 17 November 2006 Rp.2.000.000 ( dua juta rupiah )

Sidoarjo, 22 November 2006 Mengetahui, Kepala SMKN 2 Buduran Sidoarjo Peneliti

Drs. H. Gatot Saudi Akzam Nip. 130 806 181

Dra. Tutut Endri Purbowati Nip. 131 658 343

Menyetujui, Ketua Lembaga Penelitian UM

Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd Nip. 131 652 225

ABSTRAK Purbowati,Tutut,Endri 2006.Penggunaan Pendekatan Kuis Tim Untuk

Meningkatkan Tanggung Jawab Individu Dalam Kelompok Belajar Siswa Akuntansi-1 Di SMKN 2 Buduran Sidoarjo. Kata-kata Kunci; model pembelajaran kuis tim, tanggung jawab individu, kelompok belajar. Pengembangan diri melalui pembelajaran aktif dengan penggunaan pendekatan Kuis tim ini lebih memusatkan pada keragaman kegiatan siswa dalam kelompok belajar yang dinamis, mulai dari pemahaman konsep materi pembelajaran, membuat pertanyaan merancang kegiatan kelompok, pembagian tugas anggota kelompok, merencanakan presentasi sampai pada pemberian penghargaan berupa score dan penobatan kelompok terbaik pada setiap sesi. Oleh sebab itu , penggunaan model pembelajaran aktif dengan pendekatan kuis tim ini diharapkan dapat mengatasi masalah masalah pengembangan diri ,utamanya masalah tanggung jawab siswa dalam hubungannya dengan kelompok belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab individu dalam penyelesaian tugas tugas belajarnya secara kelompok , dalam rangka proses pengembangan diri. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo Tahun Pelajaran 2006 2007.Penelitian Tindakan Kelas ini dirancang dalam 2 Siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Rencana tindakan beserta instrumen penelitian ( SAP, bahan ajar,lembar observasi,dan angket ) disiapkan oleh peneliti. Dalam pelaksanaan tindakan di kelas peneliti bertindak sebagai guru pembimbing sekaligus pengamat. Hasil tindakan dalam suatu siklus yang berupa keaktifan siswa, serta kemajuan kemajuan aspek kepribadian dan pengembangan diri siswa, dievaluasi sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan tindakan dalam siklus berikutnya. Materi yang digunakan sebagai obyek penelitian adalah model pembelajaran aktif kuis tim dan implementasinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif dengan pendekatan Kuis Tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Peningkatan tanggungjawab tersebut dapat diketahui dari makin aktifnya siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompok, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam presentasi kelompok, semangat bersaing secara sehat dalam kelompok dan membangun kekompakan kelompok. Model pembelajaran melalui pendekatan ini mendapat respon positif dari seluruh siswa dengan idikator hasil analisa angket pada akhir sesi, dan meningkatnya penyelesaian tugas-tugas dan unjuk kerja.

DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Abstrak ..................................................................................................... Daftar Isi .. Kata Pengantar ... BAB I. Pendahuluan . A. Latar Belakang Masalah . B. Perumusan Masalah C. Pemecahan Masalah . D. Tujuan Penelitian . E. Manfaat Hasil Penelitian .. F. Ruang Lingkup Penelitian G. Definisi Operasional .. BAB II. Kajian Pustaka A. Pendekatan Kuis Tim ... B. Meningkatkan Tanggung Jawab Individu dalam Kelompok Belajar ... C. Hipotesis Tindakan . BAB III. Metode Penelitian A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Model Penelitian ... C. Rancangan Penelitian D. Instrumen Penelitian BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 1. Paparan Data Siklus 1 .. 2. Paparan Data Siklus 2 .. B. Pembahasan Hasil Pembelajaran .. BAB V. Penutup A. Kesimpulan ... B. Saran .. Daftar Pustaka 41 41 42 i iii v 1 1 5 6 7 8 9 9 12 12 17 21 22 22 22 23 25 26 26 26 33 39

LAMPIRAN Lampiran 1. Pedoman Pembuatan Angket . Lampiran 2. Angket Kuis Tim . Lampiran 4. Hasil Analisa Data Pelancaran Angket .. Lampiran 5. Hasil Penskoran Kuis . Lampiran 6. Silabus Layanan Bimbingan Lampiran 7. Silabus Layanan Bimbingan . . 43 44 46 47 48 49 50 52 54 56 57

Lampiran 3. Hasil Perhitungan Angket 45

Lampiran 8. Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling Lampiran 9. Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling Lampiran 10. Skenario Layanan Bimbingan .. Lampiran 11. Skenario Layanan Bimbingan .. Lampiran 12. Foto Kegiatan .

KATA PENGANTAR

Puji

syukur

kehadirat

Tuhan

yang

telah

membimbing

peneliti

melaksanakan penelitian hingga terwujudnya laporan ini.Penelitian yang berusaha mengkaji pengaruh penerapan suatu model pembelajaran terhadap kualitas proses dan hasil belajar sebagai upaya penggunaan pendekatan kuis tim untuk meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar siswa akuntansi1 di SMKN 2 Buduran Sidoarjo. Terlaksananya penelitian ini atas kerjasama berbagai pihak.Untuk itu peneliti menyampaikan terima kasih atas segala dukungannya dalam pelaksanaan penelitian ini,kepada: 1. Pimpinan Proyek Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan Ditjen Dikti(DP3M) Departemen Pendidikan Nasional yang telah mendanai penelitian ini. 2. Ketua Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang beserta staf yang telah mewadahi penelitian ini 3. Kepala DinasPendidikan Kabupaten Sidoarjo yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan penelitian ini. 4. Kepala SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan penelitian ini. 5. Pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa laporan penelitian ini masih kurang sempurna. Kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini

sangat diharapkan. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi kemajuan proses pembelajaran ,proses bimbingan khususnya dan bagi bidang pendidikan pada umumnya.

Sidoarjo, 17 November 2006

Peneliti

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Persoalan-persoalan pembelajaran yang muncul di sekolah sangat

beragam. Mulai dari penggunaan strategi pembelajaran, metode, materi, sumber daya manusianya sampai pada sarana dan prasarana pembelajaran, keadaan semacam ini perlu disikapi secara sinergis oleh pelaku pembelajar antara lain: guru, siswa, manager sekolah dan lain-lainnya. Persoalan yang sangat menonjol dan perlu tindakan dengan segera dan berkelanjutan adalah tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas akademisnya. Berdasarkan keluhan beberapa guru bidang studi, keluhan guruguru pembimbing, dan para instansi yang terkait dengan praktek kerja industri, khususnya yang sangat berkaitan dengan target penyelesaian tugas-tugas kelompok siswa. Menjelang penyelesaian tugas akhir project work siswa dituntut memiliki komitmen kerja dan tanggung jawab yang tinggi dalam mengemban tugas tersebut. Akhir-akhir ini sangat dirasakan bahwa adanya kecenderungan menurunnya aspek-aspek dan nilai-nilai tanggungjawab siswa terhadap tugas belajarnya. Keadaan ini memerlukan upaya dari para guru bidang studi maupun guru pembimbing untuk segera mengambil tindakan edukatif, baik yang berupa kegiatan instruksional maupun kegiatan bimbingan diluar pembelajaran. Untuk mewujudkan upaya tersebut dipilihlah penggunaan metode pembelajaran aktif kuis tim sebagai alternatif dalam usaha memecahkan masalah tersebut.

Metode kuis tim merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran aktif yang dikembangkan melalui pemberdayaan kelompok. Mengefektifkan

kerjasama, dan membangun rasa percaya diri individu, serta membangun dan meningkatkan tanggungjawab individu itu dalam kelompok tersebut. Aspek pengembangan diri siswa antara lain adalah tanggung jawab,

disiplin, kepemimpinan, percaya diri, kemandirian, keberanian mengambil keputusan, motivasi berprestasi, bekerjasama, kejujuran, bersaing secara sehat, sanggup berbeda dengan yang lain, mengambil inisiatif dan sebagainya. Untuk bidang pengembangan diri, pengembangan kepribadian dan aspek emosi, memerlukan strategi dan teknik tertentu, melalui pembelajaran, pembiasaan dan latihan latihan. Guru dan siswa memiliki hubungan yang sinergis dalam suasana yang lebih menyenangkan dan membutuhkan komunikasi yang hangat dengan menumbuhkan kepercayaan satu sama lain secara terus menerus, sehingga dapat mewujudkan suasana kondusif yang lebih tepatnya disebut bimbingan. Bimbingan dalam skop pemngembangan diri yang disampaikan melalui pembelajaran aktif klasikal, akan lebih efektif jika menggunakan strategi atau pendekatan yang tepat. Pendekatan yang sering digunakan oleh para guru pembimbing dan dianggap efektif adalah pendekatan kelompok, disebut juga bimbingan kelompok, kelompok dimaksud adalah kelompok belajar. Jereme Bruner membahas sisi sosial proses belajar dalam buku klasiknya, Toward a Theory of instruction. Dia menjelaskan tentang kebutuhan mendalam manusia untuk merespon orang lain dan untuk bekerjasama dengan mereka guna

mencapai tujuan, yang mana hal ini dia sebut resiprositas (hubungan timbalbalik). Bruner berpendapat bahwa resiprositas merupakan sumber motivasi yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menstimulasi kegiatan belajar. Dia menulis sebagai berikut: Di mana dibutuhkan tindakan bersama, dan di mana resiprositas diperlukan bagi kelompok untuk mencapai suatu tujuan,di situlah terdapat proses yang membawa individu ke dalam pembelajaran, membimbingnya untuk mendapatkan kemampuan yang diperlukan dalam pembentukan

kelompok(Bruner :1966). Konsep-konsepnya Maslow dan Bruner melandasi perkembangan metode belajar kolaboratif yang sedemikian populer dalam lingkup pendidikan masa kini. Menempatkan siswa dalam kelompok dan memberi mereka tugas yang menuntut mereka untuk bergantung satu sama lain dalam mengerjakannya merupakan cara yang bagus untuk memanfaatkan kebutuhan sosial siswa. Mereka menjadi cenderung lebih terlibat dalam kegiatan belajar karena mereka mengerjakannya bersama teman-teman. Begitu terlibat, mereka juga langsung memiliki kebutuhan untuk membicarakan apa yang mereka alami bersama teman yang mengarah kepada hubungan-hubungan lebih lanjut. Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok-kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh

pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Metode kelompok belajar bersama yang terbaik, pemberian tugas yang berbeda kepada siswa akan mendorong mereka untuk tidak hanya belajar bersama namun juga mengajarkan satu sama lain dan mereka merasa satu tim. Hasil pengamatan yang telah dihimpun menunjukkan adanya

kecenderungan bahwa, (1) sebagian siswa cerdas belum bisa mencapai prestasi yang diharapkan, (2) sebagian siswa belum menyadari tanggung jawabnya dalam penyelesaian tugas secara individu maupun kelompok, (3) Sebagian siswa belum paham bagaimana bekerja secara tim, (4) kurangnya pemahaman diri masingmasing siswa dalam penyelesaian tugas kelompok, (5) masih adanya siswa yang terlalu bergantung dengan teman, (6) sebagian siswa belajar kurang bersungguhsungguh,asal-asalan,terpaksa dsb. Dalam rangka pengembangan diri siswa melalui pembelajaran aktif kuis tim dipandang sebagai metode atau pendekatan paling tepat untuk meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Pada pembelajaran aktif Kuis Tim, siswa bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan khusus yaitu menyelesaikan sebuah tugas. Hal itu dapat dicapai dengan cara : Pertama, Mengajak siswa bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan tugas-tugas, membahas masalah dalam diskusi, dan menyelesaikan tugas kelompok lainnya. Kedua, pengaturan siswa dalam kelompok kecil yang heterogen menantang dan memotivasi siswa untuk saling membantu, berbagi tugas dan mendukung belajar teman lainnya dalam kelompok. Ketiga, penumbuhan rasa tanggung jawab untuk

belajar dan bekerja sama dalam upaya bersaing antar kelompok. Keempat, terjadinya proses membangun tim atau kelompok yang kuat dalam belajar. Dengan memperhatikan beberapa keuntungan metode atau pendekatan kuis tim, peneliti menganggap penting untuk menerapkan pendekatan ini sebagai salah satu sumbangan menciptakan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dalam rangka pengembangan diri siswa.

B. Perumusan Masalah Berdasarkan paparan pada latar belakang masalah, permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Sejauh mana Pendekatan Kuis Tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar ? 2. Bagaimana Pengembangan pendekatan Kuis Tim ini dalam kelompok belajar ? Indikator kualitas proses pembelajaran dan bimbingan direkam dalam bentuk catatan jurnal, lembar observasi, dan kualitas tugas serta kuesioner untuk siswa. Meningkatnya kualitas proses pembelajaran dalam bimbingan tersebut diharapkan diikuti dengan peningkatan kualitas pengembangan diri siswa sehingga siswa dapat beraktualisasi diri secara optimal dan mencapai prestasi maksimal.

C. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah kurangnya tanggungjawab siswa dalam penyelesaian tugas dalam kelompok belajar, maka diterapkanlah metode atau pendekatan Kuis Tim. Langkah-langkah umum atau kerangka pemecahan masalah adalah sebagai berikut : 1. Siswa satu kelas berjumlah 40 siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4 -5 orang perkelompok.Anggota masingmasing kelompok memillih secara bebas. 2. Semua kelompok diberi materi yang sama dan diberi tugas untuk mempelajari dan membahas materi tersebut dengan kelompoknya. semua kelompok dibebaskan untuk mencari literatur tambahan di perpustakaan. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu anggota kelompok sebagai ketua atau pimpinan kelompok. 3. Masing-masing kelompok melakukan diskusi , dan membuat 5 pertanyaan sekaligus jawaban yang akan dipresentasikan dalam bentuk kuis. Masingmasing anggota kelompok bertanggung jawab menguasai satu materi yang

pertanyaan dan jawabannya sekaligus menentukan skor jawaban akan muncul dari teman lawan kelompok.

4. Masing-masing ketua kelompok berunding untuk menyepakati mekanisme permainan kuis, ketentuanketentuan yang harus di taati selama permainan, petunjuk permainan yang ada dibawa ke kelompok masingmasing.

5. Presentasi kuis dilaksanakan dalam dua termin yaitu termin pertama kelompok 1 sampai 4 dan termin kedua kelompok 5 sampai 8. Masingmasing termin diambil kelompok mana yang memperoleh skor tertinggi dan dinobatkan sebagai pemenang. Dan setiap termin diadakan refleksi. 6. Pemenang kuis termin pertama dan pemenang kuis termin kedua diberi materi yang berbeda, dan kepada masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk presentasi melalui kuis dalam tatap muka yang lain. Para ketua kelompok yang lain sebagai pengamat dan penilai dan anggota yang lain menjadi partisipan sekaligus supporter. 7. Setelah presentasi selesai diadakan penilaian dan penobatan kelompok terbaik dan secara bersama-sama mengadakan refleksi terakhir. Hasil refleksi dicatat dalam bentuk rekaman data. 8. Diedarkan kuesioner kepada seluruh siswa untuk diisi sebagai kegiatan terakhir, dalam rangka memperoleh umpan balik dari kegiatan penggunaan pendekatan Kuis tim.

D. Tujuan Penelitian Tujuan utama penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa tanggung jawab siswa dalam rangka membangun kerjasama dalam kelompok belajar melalui pendekatan Kuis Tim sebagai alternative dalam proses pengembangan diri siswa. 2. Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa dalam kelompok belajar.

3. Memasyarakatkan metode pembelajaran aktif kuis tim sebagai alternatif dalam proses pengembangan diri siswa.

E. Manfaat Hasil Penelitian Bagi siswa : Meningkatkan tanggungjawab sebagai individu bagian dari kelompok, meningkatkan solidaritas rasa percaya diri, meningkatkan kerjasama konsentrasi, kelompok,

meningkatkan

kelompok,

meningkatkan

meningkatkan spontanitas menjawab pertanyaan, meningkatkan keberanian berbuat sesuatu, meningkatkan motivasi bersaing. Bagi guru : Penelitian ini merupakan pengalaman langsung yang sangat berharga untuk meningkatkan profesionalisme. Hasil penelitian ini merupakan sumbangan nyata untuk dikembangkan dimasa yang akan datang sebagai langkah maju yang berkelanjutan dalam rangka pengembangan profesi guru khususnya dan peningkatan pembelajaran dalam dunia pendidikan pada umumnya. Melatih dan membiasakan diri menulis hal yang dilakukan sehari-hari, untuk mengembangkan manajemen kerja, dan meningkatkan kinerja sebagai insan pendidikan yang cinta perubahan dan kemajuan. Bagi sekolah / manajemen sekolah : Penelitian ini membantu untuk mewujudkan team work yang memiliki tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi di lingkungan sekolah sebagai institusi pendidikan. Hasil penelitian ini akan menambah referensi untuk peningkatan profesionalisme guru, dapat digunakan sebagai starting point untuk penelitian tindakan kelas berikutnya oleh guru BP/BK khususnya dan untuk semuaguru pada

umumnya, dalam upaya peningkatan professional masing-masing bidang yang diembannya dalam lingkup lembaga SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo.

F. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah di SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Sumber datanya adalah siswa kelas III jurusan Akuntansi -1 dengan jumlah 42 siswa yang mengikuti mata pelajaran pengembangan diri dalam bimbingan penyuluhan. Pertimbangan pemilihan kelas ini adalah didasarkan hasil pengamatan oleh para guru BP/BK dan wali kelas, bahwa kelas ini terdiri dari siswa yang berkemampuan bagus tetapi prestasi kerjanya terutama kerja kelompok cenderung menurun dan kelihatan tidak kompak. Ketika diadakan wawancara singkat oleh guru BP/BK, siswa cenderung pasif, acuh tak acuh dan terlihat kurang bersemangat.

G. Definisi Operasional Pembelajaran aktif Kuis Tim merupakan sebuah metode/ model pedekatan pembelajaran, dimana siswa belajar bersama saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok serta mempresentasikan hasil belajarnya (Slavin:1991). Dalam pembelajaran ini siswa bekerja dalam kelompok kecil dimana masing-masing siswa berpartisipasi pada tugas bersama /kolektif yang telah disepakati. Para siswa diharapkan dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik meskipun tanpa pengawasan langsung dari guru.

Untuk meningkatkan semangat bersaing siswa mempresentasikan hasil pekerjaan mereka dalam bentuk kuis. 1. Tanggung Jawab adalah mengakui akuntabilitas,pengaruh dan peran akan terciptanya situasi dimana individu berada. Tanggungjawab adalah suatu sikap, perilaku menerima konsekwensi dari sebuah perbuatan, yang akan membawa individu pada perilaku konstruktif yang mengisyaratkan proses pembentukan (authorship) sikap yang lebih baik dan dapat diterima individu lain di sekitarnya.( Elizabeth Kubler Ross: 1992). 2. Kelompok balajar adalah beberapa individu dalam jumlah tertentu bergabung menjadi satu mengadakan kegiatan bersama, memiliki tujuan yang disepakati bersama dan bergerak menuju arah yang mereka tentukan yang disebut belajar. (Rosser, 1984 :445. Learning group). Dari sisi sosial, proses belajar memerlukan interaksi antar komponen-

komponen, aspek-aspek dari lingkungan yang mempengaruhi hasil belajar siswa. JeromeBruner membahas sisi sosial dari proses belajar dalam buku klasiknya adalah ,Toward Theory of Instruction . Menjelaskan tentang kebutuhan mendalam manusia untuk merespon orang lain dan bekerjasama dengan mereka guna mencapai tujuan,yang mana hal ini dia sebut resiprositas( hubungan timbal balik ). Bruner berpendapat bahwa resiprositas sumber motivasi yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menstimulasi kelompok dalam kegiatan belajar. Dia menulis sebagai berikut: Dimana dibutuhkan tindakan bersama ,dan dimana resiprositas diperlukan bagi kelompok untuk mencapai suatu tujuan, disitulah

terdapat proses yang membawa individu kedalam pembelajaran, membimbingnya untuk mendapatkan kemampuan yang diperlukan dalam pembentukan kelompok (Bruner: 1996).

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Pendekatan Kuis Tim Pendekatan kuis tim adalah salah satu bentuk atau bagian dari pembelajaran aktif yang mengedepankan kegiatan yang menyenangkan , menciptakan kreativitas- kreativitas baru, mengutamakan efektifitas dalam belajar, memobilisasi kelompok secara konsisten. Belajar aktif adalah mengkaji gagasan, mendiskusikan

gagasan,memecahkan masalah, mengambil kesimpulan dan menerapkan apa yang dipelajari dengan semangat dan menyenangkan ( Piaget dalam teoribelajar Ratna Wilis D,1988). Montessori mengatakan bahwa, siswa akan belajar dengan sangat baik dari pengalaman konkret yang berlandaskan kegiatan yang menyenangkan dan berkesan dalam kebersamaan atau kegiatan kelompok yang saling mempengaruhi dan saling menghargai perbedaan individual serta menghargai beragamnya kecerdasan. Belajar aktif melalui pendekatan kuis tim ini memiliki cirri khusus sebagai berikut: 1. Belajar dimulai dengan suatu topic, 2. Pembentukan tim, untuk mengenal satu sama lain dalam menciptakan satu kerjasama dan kesalingtergantungan.

3. Pelibatan belajar secara langsung untuk menciptakan minat awal terhadap pelajaran. 4. Penilaian serentak untuk mempelajari sikap, pengetahuan, dan pengalaman siswa.Teknik-teknik ini digunakan untuk mendorong siswa untuk mengambil peran aktif sejak awal. Teknik yang digunakan sebagai alternative dalam membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan ,ketrampilan secara aktif adalah sebagai berikut: 1. Proses belajar satu kelas penuh yang dibagi dalam kelompokkelompok kecil dipimpin oleh guru sebagai stimulator seluruh siswa. 2. Diskusi kelas yang yang mewadahi dialog dan debat tentang persoalan-persoalan yang muncul dalam presentasi kelompok. 3. Pengajuan pertanyaan oleh siswa dalam rangka meminta penjelasan atau penguatan konsep pemahaman topic. 4. Kegiatan belajar kolaboratif untuk penyelesaian tugas secara bersamasama dalam kelompok kecil. 5. Pengajaran oleh teman sekelas dalam rangka tukar menukar informasi dan penjajakan pengetahuan dengan sistim among. 6. Kegiatan belajar madiri, yakni aktifitas belajar yang dilakukan di dalam kelompok tersebut untuk meningkatkan tanggung jawab individu terhadap apa yang telah mereka pelajari dan pahami. 7. Kegiatan belajar aktif dan partisipatif, yakni kegiatan yang membantu siswa dalam memahami perasaan, nilai-nilai dan sikap mereka

8. Pengembangan

ketrampilan,mempelajari

dan

mempraktekan

ketrampilan baik secara teknis maupun non teknis. Pengembangan diri melalui pembelajaran aktif kuis tim lebih efektif bila didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan kondusif ini biasa disebut lingkungan konstruktivistik dalam pembelajaran. Jonassen dalam Reigeluth(Ed), 1999: 218 , mengemukakan bahwa lingkungan belajar konstruktivistik mencakup beberapa factor antara lain: Kasus-kasus berhubungan, fleksibilitas kognisi, sumber-sumber

informasi, cognitive tools, pemodelan yang dinamis,percakapan dan kolaborasi, dan dukungan sosial konstektual. Kasus-kasus berhubungan membantu siswa untuk memahami persoalanpersoalan secara implisit. Kasus-kasus berhubungan dalam model ini dapat membantu siswa dalam belajar melalui kondisi yang dapat meningkatkan memori dan fleksibilitas kognisi siswa. Dalam konteks pengembangan diri, terdapat hubungan antara peningkatan tanggung jawab individu,penggunaan model pembelajaran aktif, pengembangan metode pembelajaran kuis tim dan efektifitas kelompok belajar dalam kekompakan dalam presentasi. Fleksibilitas kognisi mempresentasikan materi dalam upaya memahami kompleksitas yang berkaitan dengan domain pengetahuan. Fleksibilitas kognisi dapat ditingkatkan melalui pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide-idenya yang menggambarkan pemahamannya terhadap permasalahan atau materi.

Fleksibilitas kognisi dapat menumbuhkan kreativitas berfikir divergen dalam mempresentasikan masalah atau topik materi. Dari masalah yang ditetapkan

siswa, siswa dapat mengembangkan lagkah-langkah berikutnya melalui diskusi kelompok . Sumber-sumber informasi bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan wawasan , pemahaman mater, pengambilan keputusan atau pengembangan alternative-alternatif yangdisepakati dalam kelompok untuk kebaikan bersama. Cognitive tools, merupakan bantuan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan unuk menyelesaikan tugas-tugasnya.cognitive tools membantu siswa untuk mempresentasikan apa yang dipelajarinya, apa yang dipahaminya, atau melakukan aktifitas berfikir melalui pemberian tugas-tugas. Pemodelan yang dinamis adalah pengetahuan yang memberikan cara-cara berfikir dan menganalisis, mengorganisasi dan cara-cara untk mengungkapkan pemahaman mereka terhadap suatu fenomena. Pemodelan membantu siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan , apa yang saya ketahui, apa artinya , apa manfaatnya, dan sebagainya. Percakapan kolaborasi dilakukan dengan diskusi kelompok dalam rangka membahas permasalahan yang muncul. Arends (2004) mengungkapkan cirri-ciri utama pembelajaran aktif kuis tim adalah sebagai berikut: 1) Pengajuan pertanyaan atau masalah( Driving question or Problem). Organisasi bimbingan melalui pengajaran diawalai dengan diawali dengan pertanyaan atau masalah.

2) Berfokus pada kaitan antar disiplin ilmu(Interdiciplinary focus). Siswa memecahkan masalah yang dihadapi dengan meninjaunya berdasar kaitan antarbidang ilmu. Makin general permasalahan, kaitan antar disiplin semakin tinggi. 3) Penyelidikan Otentik (Authentic Investigation). Melakukan

penyelidikan untuk mencari solusi yang nyata dari masalah yang nyata. Dalam hal ini sangat diperlukan analisis masalah, hipotesis, melacak informasi dan sumber, melakukan eksperimen, interpretasi dan menyimpulkan 4) Menghasilkan hasil karya dan memamerkannya( Production of and exhibits): Membuat hasil karya nyata dalam berbagai bentuk seperti laporan, model chart, gambar, program dan sebagai dari hasil pembahasannya. selanjutnya memamerkan dan menyajikannya. 5) Kerjasama ( collaboration). Pada dasarnya pengajaran ini adalah model pembelajaran kooperatif. Kerjasama yang dimaksud dalam hal ini adalah kerjasama kelompok untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan ketrampilan berfikir Inkuiri, dialog ,diskusi, dan sebagainya. Dari berbagai pandangan diatas, dapat diidentifikasi bahwa pengembangan diri melalui pendekatan pembelajaran aktif kuis tim mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Belajar diawali dengan topic masalah 2. Topik masalah yang dibahas berkaitan erat dengan dunia nyata siswa

3. Mengorganisasikan

topic

masalah

yang

dibahas

berdasarkan

pengetahuan,pemahaman dan pengalaman, dan bukan dari disiplin ilmu. 4. Memberikan tanggungjawab yang besar kepada siswa untuk membentuk dan menjalankan cara dan gaya belajar mereka sendiri secara langsung. 5. Menekankan penggunaan kelompok kecil dalam belajar. 6. Mengarahkan dan menuntut siswa untuk mendemonstrasikan atau

mempresentasikan apa yang telah mereka pelajaridalam suatu unjuk kerja atau produk, kinerja( performance). 7. Menekankan pada proses belajar untuk belajar dengan memberikan tanggungjawab maksimal kepada siswa untuk menentukan proses dan gaya belajarnya sendiri.

B. Meningkatkan Tanggungjawab Individu dalam Kelompok Belajar Bertanggungjawab artinya mengakui akuntabilitas, pengaruh dan peran individu akan terciptanya sebuah situasi dimana individu berada.ini berarti individu bertanggungjawab terhadap perilakunya,dan menerima sepenuhnya konsekuensi apapun yang diakibatkan oleh perbuatannya. Tanggungjawab mengisyaratkan proses pembentukanmakna(Authorship), Tanggungjawab

membawa pada pembebasan pengakuan kebenaran dan tidak melarikan diri dari kesalahan,dan akan membawa individu untuk melangkah lebih lanjut kepada kebaikan yang lebih besar.(Elizabeth Kubler dalam Ross , 1989). Tanggung jawab adalah pelajaran kedewasaan yang utama, individu yang menerima

tanggungjawab berusaha mewujudkan sesuatu dalam situasi tertentu yang berbeda, dimana individu bisa berbangga karenanya. (Rosser,1984:445) Bertanggungjawab adalah kesediaan individu menerima sejumlah tugas, kemudian melaksanakan tugas yang telah disepakati antara pemberi tugas dan penerima tugas, berkonsultasi kepada pemberi tugas jika menghadapi masalah atau menemui masalah ketika menjalankan tugasdan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada pemberi tugas serta kesanggupan bekerjasama dengan pemberi tugas demi keberhasilan tugas yang disepakati bersama ( Carl R. Rogers,1981 :185) Kelompok belajar adalah berkumpulnya dua individu atau lebih yang mengadakan aktivitas belajar. ( D. Ausubel, 1992) Ada lima elemen penting yang harus ada dalam suatu kelompok belajar antara lain: 1. Interdependent yang positif (perasaan kebersamaan). 2. Interaksi face-to-face atau tatap muka saling mendukung (saling membantu saling menghargai, memberikan selamat dan merayakan sukses bersama). 3. Tanggungjawab individu dan kelompok (demi keberhasilan pembelajaran) 4. Kemampuan komunikasi antar pribadi dankomunikasi dalamkelompok kecil ( komunikasi, rasa percaya, kepemimpinan, pembuatan keputusan dan manajemen serta resolusi konflik ). 5. Pemrosesan secara kelompok ( melakukan refleksi terhadap fungsi dan kemampuan mereka bekerjasama sebagai suatu kelompok,dan bagaimana untuk mampu berprestasillebih baik lagi).

Usaha-usaha yang harus diperhatikan agar kelompok belajar lebih efektif: 1. Pengelompokan harus memperhatikan level kemampuan, karakter, style Belajar, dan heterogenitas agar terjadi pelatihan silang(cross-training). 2. Jumlah anggota kelompok harus desuai dengan materi bahasan dan waktu pengerjaan. Jumlah ideal anara 3 5 orang tiap kelompok. 3. Kelompok belajar harus diterapkan secara konsisten dan sistematik dengan memperhatikan, stamina individu anggota kelompok, frekuensi, privasi, Dan daya asimilasi materi pembelajaran setiap individu dalam kelompok . Ada 3 macam pengelompokan dalam belajar, yaitu: 1. Kelompok Informal Kelompok ini bersifat sementara, pengelompokan ini hanya digunakan dalam satu periode pengajaran. Kelompok ini biasanya hanya terdiri dari dua orang siswa. Tujuan kelompok ini adalah untuk menjelaskan harapan akan hasil yang ingin dicapai , membantu siswa untuk lebih focus pada materipembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bisa secara lebih mendalam memproses informasi yang diajarkan atau menyediakan waktu untuk melakukan pengulangan dan menjangkarkan informasi. 2. Kelompok Formal Kelompok ini digunakan untuk memastikan bahwa siswa mempunyai Cukup waktu untuk menyelesaikan cukup waktu untuk menyelesaikan Suatu tugas dengan baik,kelompok ini bisa bekerja beberapa hari atau bahkan beberapa minggu tergantung pada tugas yang diberikan kepada meraka.

3. Kelompok Pendukung Kelompok pendukung adalah pengelompokan dengan tenggang waktu yang lebih panjang (misalnya satu semester atau satu tahun). Tujuannya adalah memberi suatu dukungan yang berkelanjutan antara satu dengan yang lainnya. Berdasarkan diatas, langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan kuis ini dapat diuraikan sebagai berikut: Fase 1 : Pendahuluan Menjelaskan kepada siswa tentang pengembangan diri melalui

Pembelajaran dengan pendekatan kuis tim yang akan digunakan , dan tujuan pembelajaran. Target akhir (produk) yang akan dicapai pembelajaran adalah meningkatnya tanggung jawab indi kelompok belajar. Menetapkan kegiatan siswa, tingkah laku dan interaksi antarsiswa selama pembelajaran yang diharapkan. Fase 2: Penyajian Informasi Guru menyajikan konsep kunci secara verbal dalam bentuk garis besar atau menggunakan bentuk bahan ajar lainnya. Berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki siswa diberi tugas untuk menambah wawasan materi dengan cara studi pustaka. Fase 3: Mengatur siswa dalam kelompok belajar Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang seimbang Mengatur peran setiap anggota kelompok dalam kelompoknya Menetapkan rencana kerja masing-masing kelompok Pada akhir Vidu dalam

Fase 4: Membantu siswa bekerja dalam kelompok Fase 5: Memberikan umpan balik tentang kemajuan kerja Fase 6 : Membarikan penghargaan terhadap kelompok

C. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan pendekatan kuis tim untuk meningkatkan tanggungjawab individu dalam kelompok belajar kelas III Akuntansi -1 SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Permasalahan ini ditindak lanjuti dengan cara menguji coba sebuah model pembelajaran yang diamati kemudian direfleksi, dianalisis dan dilakukan uji coba kembali dari siklus ke siklus berikutnya.

B. Model Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, model Stephen Kemmis dan Mc. Taggart (1998) mengadopsi dari Suranto, 2000; 49, model ini menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan masalah. Seperti yang diungkapkan oleh Mills GE 200;17, Stephen Kemmis has created a well known representation of the action research spiral . Peneliti menggunakan model ini karena dianggap paling praktis dan aktual. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMKN 2 Buduran Sidoarjo kelas III Akuntansi 1. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi : Skenario pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, lembar pengamatan guru dan satuan layanan yang diambil dari silabus.

Skenario pembelajaran dibuat sebagai panduan guru agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Lembar Kegiatan Siswa digunakan membuat daftar pertanyaan. Tugas Dari Guru/ Kuis Lembar Pengamatan/Observasi guru digunakan untuk mengetahui perkembangan

kegiatan/ perubahan tingkah laku siswa. Menurut Waseno (1994 : 17) Proses penelitian tindakan ini merupakan proses daur ulang mulai dari tahap perencanaan. Tindakan pengamatan (observasi) dan refleksi (perenunganpemikiran evaluatif), berulang sesuai banyaknya siklus.

C . Rancangan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam 2siklus , masing-masing siklus terdiri dari : penyusunan rencana tindakan ,pelaksanaan tindakan

,melakukan obsevasi, pembuatan analisis dan refleksi serta membuat rencana peningkatan(improvement plan) tindakan berikutnya: SIKLUS I a. Rencana tindakan 1: Mengidentifikasi permasalahan,merencanakan penelitian secara keseluruhan , menyusun desain pembelajaran dan strateginya, menyusun perangkat pembalajaran, menyiapkan bahan ajar, menyiapkan

alat/menyusun alat perekam data, menyusun rencana pengolahan data. b. Pelaksanaan tindakan I dan pengamatan Pada tahap ini dilaksanakan tindakan yang telah direncanakan sebagai berikut : melakukan pembelajaran sesuai skenario (persiapan,

penyampaian, pelatihan dan penampilan hasil), siswa melakukan kegiatan sesuai langkah-langkah yang terjadi, mengamati kegiatan siswa secara komprehensif dengan memanfaatkan alat perekam data yang sudah disiapkan. c. Analisis dan Refleksi Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap data hasil pengamatan, kemudian sintesis, pemaknaan penjelasan, penyimpulan data dan informasi yang telah terkumpul. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektifitas rancangan pembelajaran yang dibuat, dan daftar permasalahan yang muncul di lapangan, selanjutnya dipakai sebagi dasar untuk melakukan perencanaan ulang. Setiap aspek memiliki indikator, Indikator bertanggung jawab adalah : paham dan tanggung jawab terhadap tugas atau beban yang di emban, melaksanakan tugas dan konsultasi bila ada masalah dalam melaksanakan tugas, dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas.

SIKLUS II a. Rencana Tindakan 2 Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi perencanaan kegiatan dengan menentukan alternatif pemecahan masalah untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I.

b. Pelaksanaan tindakan 2 dan pengamatan Rincian tindakan sama dengan tindakan 1 ditambah dengan tindakan lain sebagai pengembangan tindakan I c. Analisis dan refleksi II Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil angket awal dengan hasil angket evaluasi dan lembar pengamatan. Apakah tindakan yang dilakukan dapat meningkatkan tanggung jawab individu. Hasil analisis dan refleksi dipergunakan untuk menentukan hasil akhir dari kegiatan pada siklus II.

D. Instrumen Penelitian a. Instrumen non tes berupa angket b. Lembar observasi c. Skenario pembelajaran d. Satuan layanan e. Silabus pembelajaran f. Wawancara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. DISKRIPSI HASIL PENELITIAN 1. PAPARAN DATA SIKLUS I a. Penyusunan Rencana Tindakan I Persiapan Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap ini yang disiapkan adalah silabus pembelajaran, yang dikembangkan melalui satuan layanan pembelajaran dan sekenario pembelajaran. Menyiapkan instrumen pengamatan yang berupa pedoman observasi dan log book(buku catatan pelaksanaan

penelitian), instrumen penilaian skala sikap. Waktu yang diperlukan dalam siklus pertama 3 X tatap muka ,masing-masing tatap muka 2 X 45 menit. Tatap muka I: diskusi, tatap muka ke II presentasi kuis tim, dan tatap muka ke III presentasi kuis tim dan pengisian angket. Tatap muka I ada 4 kelompok presentasi, masing-,masing kelompok menggunakan waktu 20 menit. 10 menit terakhir untuk sharing . Pelaksanaan Tindakan. Pada pertemuan pertama siklus pertama membagi siswa menjadi delapan kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 6 orang. Peneliti memaparkan judul materi pengembangan diri yang akan disajikan dalam pembelajaran kepada siswa dan sekaligus

memperkenalkan metode pembelajaran aktif yang akan digunakan

dalam menyajikan materi tersebut, yaitu metode kuis tim. Peneliti menjelaskan pada siswa pola pembelajaran tersebut. Adapun yang harus dilakukan oleh kelompok adalah membagi tugas anggota kelompok , berdiskusi membahas materi, membuat pertanyaan kuis dan sekaligus membuat skala penilaiannya. Merencanakan presentasi masing-masing kelompok dan menyiapkan refleksi tanggapan

kelompok lain. Mengisi angket umpan balik. Setelah terbentuk kelompok siswa diminta untuk duduk sesuai kelompoknya untuk membahas materi yang telah dipaparkan oleh peneliti secara kelompok siswa berdiskusi tentang materi , setiap

anggota kelompok diharuskan membuat pertanyaan kuis dan sekaligus membuat jawabannya dan bertanggungjawab atas pengembangan pertanyaan atau jawaban soal kuis tersebut oleh kelompok lain. Kemudian kelompok menentukan skala skor atas jawaban kelompok lain dan memilih kelompok mana yang memperoleh skor tertinggi dalam presentasi itu dan berhak maju untuk presentasi berikutnya. Melakukan Obsevasi dan Pencatatan data Pada pertemuan ke dua dilaksanakan presentasi dimulai dengan undian kelompok. Pada undian tersebut jatuh giliran untuk kelompok tiga yang dipimpin oleh Miftakhul Ulum. Pada pertemuan kedua ini direncanakan ada 4 kelompok yang maju presentasi, masing-masing kelompok memiliki waktu 20 menit untuk presentasi, 10 menit terakhir digunakan untuk refleksi.Hasil presentasi pertama yaitu penampilan

kelompok III yang diketuai oleh Miftakhul Ulum yang beranggotakan 5 orang menghasilkan lima pertanyaan yang dijadikan kuis, sedangkan pengumpulan skor berturut-turut sebagai berikut: Kelompok II Ratni mendapat skor 465, kelompok IVLotusa mendapat skor 315,

kelompok VI Muja mendapat skor 245, kelompok VII Rini mendapat skor 140 dan kelompok VIII Septi mendapat skor 90, sedangkan dua kelompok lainnya belum mendapatkan skor. Dengan dimikian pemenang pada sesson ini adalah kelompok II pimpinan Ratni, kelompok tersebut berhak memimpin kuis pada sesson kedua. Demikian seterusnya sampai selesai penampilan presentasi 4 kelompok yang menghabiskan waktu 80 menit. Dari 4 kelompok yang presentasi tersebut ,secara keseluruhan yang mendapatkan skor tertinggi adalah kelompok II yaitu pimpinan Ratni mendapat skor 465. Pembuatan Analisis dan Refleksi Pada akhir sesson diadakan refleksi untuk melihat pengalaman secara individu maupun kelompok dalam perencanaan, pembuatan dan pelaksanaan kuis tahap pertama. Peneliti bertanya kepada para siswa: apa yang kalian rasakan selama bekerja secara kelompok dalam membuat kuis dan mempresentasikannya? Dari pertanyaan itu ditemukan beberapa jawaban yang antara lain adalah: 11 siswa merasa kesulitan dalam mebuat pertanyaan dan jawabannya, 6 bingung,4 siswa penasaran ,5 siswa kurang mengerti istilah dalam materi, 4 siswa merasa kesulitan menentukan scor

jawaban, 8 siswa menyatakan waktunya terlalu sedikit, 3 siswa mengatakan kemampuan anggota kelompok tidak merata atau seimbang, yang lainnya tidak berpendapat. Pada kelompok yang yang belum aktif, peneliti memberi pertanyaan sebagai berikut: Mengapa kalian belum mendapatkan skor? Dari pertanyaan tersebut didapatkan jawaban sebagai berikut: kalah duluan mengacungkan tangan, Susah menyusun kalimat jawaban, Pandangan pemimpin presentasi tidak merata,anggota kelompok terlalu pendiam,takut jawabannya diserang disanggah,yang ditunjuk untuk menjawab itu-itu saja padahal sudah ngacung duluan, anggota kelompok terlalu lamban, kelompok tidak/ kurang menguasai materi,anggota kelompok susah diajak aktif. Pada individu yang belum aktif, Peneliti memberi pertanyaan sebagai berikut : Mengapa kalian tidak berpartisipasi ? Dari pertanyaan tersebut didapatkan jawaban sebagai berikut : Merasa asing dengan materi ini, banyak istilah yang tidak dimengerti, geli dengan masalah-masalah yang dibahas, malu mau bertanya tentang masalah yang dibahas, merasa kuper ketika membahas materi,kurang akrab dengan anggota kelompok yang lain sehingga kurang bisa terbuka kepada teman-teman, pendidikan sek itu tabu untuk dibahas, takut dinilai jelek oleh teman-teman,khawatir rahasianya terbuka,tidak

sepantasnya materi ini dibahas dikelas,Gengsi, kalau jawabannya dianggap tidak berbobot, Dan sebagainya. Peneliti merangkum hasil refleksi ini dan mempersiapkan untuk penampilan presentasi kelompok berikutnya pada tatap muka ketiga atau terakhir pada siklus pertama ini. Hasil rangkuman di komunikasikan kepada siswa untuk menjadi catatan pada pertemuan yang akan datang. Pada pertemuan ke tiga siklus pertama digunakan untuk presentasi 4 kelompok yaitu kelompok V ,VI, VII, VIII.Pelaksanaan sama

dengan pertemuan sebelumnya. Giliran pertama jatuh pada kelompok VIII dan secara berturut-turut adalah kelompok VI, V dan Terakhir kelompok VII. Pada sesson ini peneliti dibantu oleh guru-guru PPL UNESA sebagai pengamat jalannya diskusi dan presentasi. Pada tatapmuka ini yang mendapatkan skor tertinggi adalah kelompok VI dengan skor 425. Pada akhir pertemuan ini refleksi hanya dilaksanakan lebih kurang tiga menit, karena penampilan presentasi cenderung mundur dari waktu yang telah ditentukan. Materi bahasan sejalan dengan bertambahnya pengetahuan berkembang meluas siswa. Dan pada

penampilan masing-masing kelompok terdapat banyak kemajuan dibandingkan dengan sesson pertama, misalnya: Keaktifan anggota kelompok relatif merata, kekompakan kelompok cenderung

meningkat, keberanian mengemukakan pendapat meningkat, arus

kerjasama lebih stabil,pembagian tugas dalam kelompok lebih jelas, individu lebih bertanggungjawab dalam meyusun pertanyaan dan jawaban,pemberian skor oleh kelompok lebih obyektif, pertanyaan yang disusun lebih berbobot, dan sebagainya.

b. Hasil belajar Hasil belajar pada siklus pertama diperoleh nilai dari dua bidang yaitu (1) Nilai presentasi dan (2) nilai tugas pembuatan soal kuis. Masingmasing tugas dinilai secara individu maupun kelompok. Rekaman nilai siswa digambarkan pada tabel dalam lampiran. Aspek-aspek yang dinilai dalam presentasi adalahsebagai berikut: kekompakan, sistematika

penyajian, partisipasi anggota,pemerataan tugas anggota,spontanitas menjawab pertanyaan, bobot jawaban dari pertanyaan yang dibuat, tanggungjawab dalam memandu kuis, tanggungjawab dalam kelompok baik sebagai anggota maupun sebagai ketua, keberanian mengutarakan pendapat, semangat bersaing antar teman kelompok, ketepatan waktu presentasi, antara pertanyaan dan jawaban yang dibuat, ketepatan waktu penyelesaian tugas, kesesuaian materi kuis, dan sebagainya.

c. Refleksi Berdasarkan paparan proses pembelajaran dan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I diketahui bahwa sebagian besar siswa perlu dimotivasi untuk berani mengutarakan pendapat dalam diskusi, menerima

saran dari kelompok /oranglain, membangkitkaan spontanitas dan mengatur diskusi supaya terjadi komunikasi multi arah, presentasi adalah hasil diskusi kelompok secara intensif. Siswa perlu dorongan untuk aktif bekerja baik secara individual maupun kelompok. Perlu dibiasakan bekerja secara tim yang saling mendukung. Hasil kerjasama yang ditampilkan oleh kelompok sangat bervariasi, hasil kerja individu juga sangat bervariasi, hal ini sangat di pengarui oleh beberapa faktor antara lain : situasi dan kondisi bulan puasa, keadaan siswa, kemampuan siswa, pemahaman siswa terhadap materi dan pemahaman siswa terhadap aspek komunikasi kelompok, serta kecocokan dan kekompakan kelompok. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan tanggungjawab dan kerjasama baik secara individu maupun kelompok.

d. Upaya Perbaikan Untuk Siklus II Berdasarkan refleksi pada siklus I, untuk meningkatkan hasil

belajar siswa, perlu adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran akan dilakukan dengan cara meningkatkan pembelajaran aktif Kuis Tim pada sisi kooperatifnya,

sistematikanya dan pengembangan materinya. Usaha yang akan dilakukan adalah pemberian materi seminggu sebelum presentasi.

2. PAPARAN DATA SIKLUS II a. Penyusunan Rencana Tindakan II Persiapan Pelaksanaan Tindakan II Pada tahap ini yang disiapkan adalah silabus pembelajaran, yang dikembangkan melalui satuan layanan pembelajaran dan sekenario pembelajaran. Menyiapkan instrumen pengamatan yang berupa pedoman observasi dan log book (buku catatan pelaksanaan

penelitian), instrumen penilaian skala sikap. Waktu yang diperlukan dalam siklus pertama 3 X tatap muka, masing-masing tatap muka 2 X 45 menit. Tatap muka I: diskusi, tatap muka ke II presentasi kuis tim, dan tatap muka ke III presentasi kuis tim dan pengisian angket. Tatap muka I ada 4 kelompok presentasi, masing-,masing kelompok menggunakan waktu 20 menit, 10 menit terakhir untuk sharing. Pada bulan oktober minggu pertama dibagikan modul materi pembelajaran kepada masing-masing kelompok, dari kelompok satu sampai kelompok delapan dengan penyebaran sebagai berikut: Kelompok I Kelompok II KelompokIII Kelompok IV Kelompok V KelompokVI Kelompok VII : Septi Ika Virlinawati : Nur Hida Irawati : Miftakhul Ulum : LotusaMaylinda P. : Ratni Siswanti : Puput Purwanti : Siti Mujamaroh

Kelompok VIII

: Rini Purwoningsih

Pada pertemuan atau tatap muka pertama selama sembilan puluh menit siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi menyusun pertanyaan kuis sekaligus membuat jawaban dari pertanyaan yang telah mereka buat secara kelompok. Masing-masing kelompok membuat pertanyaan kuis sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Masing-masing anggota kelompok bertanggungjawab atas satu pertanyaan, jawaban, dan kemungkinan pengembangan diskusi atas pertanyaan tersebut. Peneliti bertindak sebagai fasilitator pada pertemuan tersebut, mendampingi,membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi sampai selesai.

b. Pelaksanaan Tindakan II Pada pertemuan pertama ini diambil kesepakatan bahwa pada tatap muka kedua ada 4 kelompok yang maju untuk presentasi kuis, dan 4 kelompok berikutnya maju presentasi pada tatap muka ke tiga. Setelah tatap muka ke tiga selesai akan diadakan refleksi dan pengisian angket untuk mendapatkan umpan balik pelaksana an pembelajaran aktif kuis tim. Pada tatap muka kedua dilakukan presentasi kuis dengan cara mengadakan undian untuk menentukan kelompok mana yang akan maju pertama kalinya. Dari undian tersebut ternyata yang maju adalah kelompok VII yang dipimpin oleh Siti Mujamaroh. Masing-masing

kelompok memiliki waktu 20 menit untuk menyajikan kuisnya. Dari penyajian kelompok VII ini yang mendapatkan nilai tertinggi secara berturut-turut adalah : Kelompok IV mendapat nilai 550, kelompok III 520, kelompok I 480, kelompok II 470, kelompok VIII 410, kelompok VI 405, kelompok V390. Dengan demikian yang akan maju pada kuis kedua adalah kelompok IV sebagai pemimpin kuis. Penampilan kedua adalah kelompok IV, dan kelompok VII sebagai pendukung diskusi , jika mendapatkan nilai tertinggi tidak tampil kembali , tetapi penampilan diambilkan dari nilai tertinggi

dibawahnya. Pada penampilan kedua ini secara berturut-turut adalah kelompok V 475, kelompok I 460,kelompok VII 440, KelompokVIII 435, kelompok VI 425, kelompok II 400,kelompok III 390, dengan demikian yang maju pada babak kuis ke tiga adalah kelompok V. Pada penampilan kelompok V, perolehan skor secara berturut turut adalah kelompok VIII 530, kelompok VI 505, kelompok I 495, kelompok III 475, Kelompok VII 455, kelom pok IV 430 , kelompok II 405. Penampilan ke empat jatuh pada kelompok VIII. Perolehan skor secara berturut turut yaitu kelompok III 465, kelompok II 450,

kelompok VI 435, Kelompok IV 420, kelompok VII 400, kelompok V 360 , kelompok I 235. Tatap muka ke dua telah berakhir, pada akhir pertemuan diberitahukan kepada seluruh siswa bahwa, kelompok yang

mengumpulkan skor tertinggi akan mendapatkan reward. Penampilan kelompok selanjutnya akan diteruskan pada pertemuan atau tatapmuka ke tiga. Tatap muka ke tiga dilaksanakan pada hari senin,30 Oktober 2006 jam ke III. Pada tatap muka ke tiga ini direncanakan menggunakan waktu 90 menit, dengan tahap-tahap sebagai berikut: presentasi kuis 80 menit untuk empat kelompok, masing-masing

kelompok 20 menit,10 menit terakhir digunakan untuk refleksi terakhir dan mengisi angket umpan balik pelaksanaan kuis. Presentasi pertama pada sesion ini adalah kelompok III, padapenampilan kelompok ini perolehan skor secara berturut- turut adalah: Kelompok II 470, kelompok III 425, kelompok VI 425, kelompok V 420, kelompok VIII 420, kelompok I 410. dan kelompok IV 400. Pada presentasi kali ini perolehan nilai ada persaingan cukup ketat dikarenakan siswa termotivasi untuk mendapatkan reward. Penampilan selanjutnya adalah kelompok II. Pada presentasi kali ini secara berturut-turut perolehan nilainya adalah sebagai berikut: kelompok IV 470. kelompok VI 455, kelompok V 450, kelompok III 425, kelompokVII 425, kelompok I 410, kelompok VIII 405. Berhubung skor tertinggi diperoleh kelompok IV yang sudah presentasi maka kesempatan pada ranking bawahnya yaitu kelompok VI. Selanjutnya perolehan nilai pada presentasi kelompok VI sebagai berikut : kelompok III 450. kelompok IV 430, kelompok VII 425.

kelompok V 415, kelompok II 415. kelompok I 410, kelompok VIII 400. Penampilan berikutnya kelompok II, perolehan skor pada presentasi kelompok ini adalah kelompok III : 455, kelompok IV : 450, kelompok VII : 435, kelompok I : 425 Kelompok VIII : 415, kelompok VI : 410, kelompok V : 400. Penampilan terakhir adalah kelompok I. Pada presentasi kelompok ini relatif menggunakan waktu lebih cepat karena ada beberapa pertanyaan kuis yang sudah terjawab pada session sebelumnya. Dan pada presentasi terakhir cukup heboh karena masing-masing kelompok berebut memperoleh skor, sehingga pemberi pertanyaan merasa bingung kelompok mana yang tunjukjari lebih dulu untuk menjaab pertanyaan. Namun demikian bisa diatasi dengan cara pendampingan kelompok oleh para guru PPL yang membantu peneliti dalam

pelaksanaan kuis tersebut. Perolehan nilai pada presentasi terakhir adalah sebagai berikut: Kelompok IV 460, kelompok III 450, kelompok VII 435, kelompok II 425, kelompok V 420, kelompok VI 405, kelompok VIII 390. Presentasi kelompok telah selesai dilakukan , kegiatan berikutnya adalah refleksi kegiatan untuk siklus ke II dan dilanjutkan dengan pengisian angket umpan balik kegiatan. Untuk tatap muka ketiga atau terakhir melebar. waktunya mundur 15 menit, karena diskusi berkembang

c. Observasi dan Pencatatan Data Hasil Belajar Hasil belajar pada siklus kedua diperoleh nilai dari dua bidang yaitu (1) Nilai presentasi dan (2) nilai tugas pembuatan soal kuis .Masing-masing tugas dinilai secara individu maupun kelompok.

Rekaman nilai siswa digambarkan pada tabel dalam lampiran. Aspekaspek yang dinilai dalam presentasi adalahsebagai berikut:

Kekompakan,sistematika penyajian, partisipasi anggota, pemerataan tugas anggota, spontanitas menjawab pertanyaan, bobot jawaban dari pertanyaan yang dibuat, tanggungjawab dalam memandu kuis, tanggungjawab dalam kelompok baik sebagai anggota maupun sebagai ketua,keberanian mengutarakan pendapat, semangat bersaing antar teman kelompok,ketepatan waktu presentasi. Sedangkan aspek yang termasuk dalam penilaian tugas adalah: kesesuaian antara pertanyaan dan jawaban yang dibuat, ketepatan waktu penyelesaian tugas, kesesuaian materi kuis, dan sebagainya. c. Analisis dan Refleksi Pada siklus kedua, kualitas proses dan hasil belajar siswa menunjukan kecenderungan kearah lebih baik dibandingkan pada siklus pertama. Walaupun demikian masih perlu perbaikan dalam hal tanggungjawab dalam kelompok belajar. Aspek ini merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pengembangan diri siswa, terutama pada penyelesaian tugas tugas kelompok menjelang project work tugas akhir di kelas III .

d. Upaya Perbaikan Untuk Selanjutnya Pemantapan implementasi model pembelajaran aktif kuis tim perlu diadakan pada siklus berikutnya dengan cara merekam dengan vidio syuting, kemudian siswa mengamati rekaman tersebut bersamasama. setelah mengamati ,membuat perbandingan antara sebelum diterapkannya pembelajaran kuis tim dan sesudah diterapkannya metode pembelajaran aktif kuis tim tersebut agar bisa melihat secara obyektif peningkatan tanggung jawab dalam kelompok belajar terhadap masing-masing individu. Mengamati secara bersama-sama akan membawa dampak positif terhadap pemahaman diri individu maupun pemahaman kelompok dalam rangka pengembangan diri masing-masing individu maupun kelompok. Refleksi semacam ini sangat diperlukan untuk membangun, menu m buhkembangkan rasa tanggungjawab siswa dalam kolaborasi kelompok belajar. Refleksi dengan pengamatan bersama akan lebih menyenangkan, karena siswa saling mengoreksi diri mereka masing-masing sambil membahas dengan peneliti sebagai guru pembimbing mereka.

B. PEMBAHASAN HASIL PEMBELAJARAN Paparan pada proses pembelajaran dua siklus yang dilakukan tersebut menunjukan bahwa penggunaan pendekatan metode pembelajaran aktif kuis tim telah dapat meningkatkan tanggungjawab individu dalam kelompok belajar. Siswa dapat secara aktif berpartisipasi dalam merancang, merencanakan,menyiapkan ,

melaksanakan ,menilai, mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan suasana yang lebih menyenangkan ( joyfull learning) . Keterlibatan secara langsung dan menyenangkan ini merupakan pengalaman kebermaknaan hidup dalam belajar, baik makna yang dirumuskan maupun makna yang dihayati (reference and sense of meaning) .Siswa lebih termotivasi untuk berusaha secara bersama-sama dalam mengumpulkan informasi, berdiskusi, berlatih, berkonsulasi, presentasi dalam kelompok belajar. ( kooperative and kolaborative learning). Semangat bersaing secara sehat akan terbentuk melalui kegiatan kelompok belajar semacam ini.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran aktif kuis tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Peningkatan tanggung jawab tersebut dapat diamati atau diketahui melalui partisipasi siswa dalam kelompok, keaktifan siswa dalam diskusi, keberanian mempertahankan pendapat, keberanian dalam presentasi, motivasi penyelesaian tugas yang tinggi, kemampuan bersaing, peningkatan rasa percaya diri siswa. Sedangkan indikator peningkatan tanggung jawab tersebut dapat dilihat dari makin meningkatnya kualitas penyelesaian tugas dan unjuk kerja siswa.

B. Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa model pembelajaran aktif kuis tim perlu dilaksanakan secara optimal pada mata pelajaran yang lain. Penggunaan pembelajaran model aktif ini dapat di gunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara akademis. Pada umumnya dan proses pengembangan diri pada khususnya. Penelitian ini perlu diteruskan agar ada kesinambungan peningkatan kegiatan (Continual Improvement) dalam kegiatan pembelajaran dan dalam peningkatan aspek kepribadian, pengembangan aspek-aspek individu yang lain.

DAFTAR PUSTAKA Nur, M., Wikandari, Prima, R., Sugiarto. 1998. Pendekatan pendekatan Konstruktivis dalam Pembelajaran. Surabaya, IKIP Surabaya Semiawan, C 1987, Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa Dalam Belajaran. Jakarta, PT Gramedia Silberman L Manvil, 1996. Active Learning, Bandung PT. Nusa Media Arikunto, S. 1998 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, PT Rineka Cipta Slavin, R.E. 1986. Learning Together, VII/002. Summer 1986 1-7 America, American Educator Tim Peneliti Proyek PGSM, 1999 Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Winkel, W.S. 1999, Psikologi Pengajaran (Edisi Revisi), Jakarta, Grasindo

LAMPIRAN 1. PEDOMAN PEMBUATAN ANGKET No Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mengukur Tentang Penggunaan Metode Kuis Tim Terhadap PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) Peningkatan motivasi belajar Membangun kerjasama dalam belajar Pembelajaran yang menyenangkan (Toyfull Learning) Peningkatan tanggung jawab individu Peningkatan semangat bersaing Peningkatan tanggung jawab pribadi Peningkatan tanggung jawab terhadap kelompok Peningkatan toleransi dalam kelompok Kekompakan dalam kelompok

LAMPIRAN 2. ANGKET KUIS TIM 1. Metode Kuis Tim ini sangat menyenangkan bagi anda a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 2. Pembelajaran melalui Kuis Tim memotivasi anda untuk belajar lebih semangat a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 3. Metode Kuis Tim sangat membangun kebersamaan dalam belajar a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 4. Metode kuis tim membuat belajar dalam suasana kelas menjadi lebih hidup a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 5. Melalui pembelajaran Kuis Tim bisa meningkatkan tanggungjawab individu pada pemahaman materi a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 6. Melalui pembelajaran Kuis Tim bisa meningkatkan semangat bersaing yang sangat sehat a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 7. Metode Kuis Tim dapat meningkatkan tanggungjawab secara pribadi a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 8. Metode Kuis Tim meningkatkan tanggungjawab secara kelompok a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 9. Metode Kuis Tim meningkatkan pemahaman masing-masing pribadi anggota kelompok a. Sangat setuju c. Ragu-ragu b. Setuju d. Tidak Setuju 10. Metode Kuis Tim membangun kekompakan dalam kelompok a. Sangat setuju c. Ragu-ragu

b. Setuju 11. LAMPIRAN 3.

d. Tidak Setuju
HASIL PERHITUNGAN ANGKET

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

NAMA SISWA ARIYANI INDAYANI CITRA RIZKI A DEVI DWI PRIYANTI DEWI FITRIANA DIAN PUSPITASARI DINI OCTAVIYANTI DWI ANDARI EFA YULIANA EKY SETYANI ENDANG SUCI R FIFIN APRILIA INDRI SUKMAWATI IRMA RAHAYU ISNAWATUL R KHOIRUN NISAK KHOLIFATUL F LISA AFRIYANTI LOTUSA MAY L.P MAMIK PRATIWI N MAULIADARA MIFTAKHUL ULUM MIRA NURMASARI NANIK SRI WAHYUNI NUR AINI NUR FADILAH NUR HIDA IRAWATI PUJI RAHAYU PUPUT PURWANTI RATIH ELYA A RATNI SISWATI RINI PURWO N RISCA HANDAYANI SEPTI IKA V SITI IMROATUN N SITI MUJAMAROH SUCI NURHAYATI SUSI INDRAWATI SUWAIBAH TRI LESTARI TRI RETNOWATI ULFA CHASANAH UPI OKTAVIANI 1 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 1 3 4 3 3 4 3 1 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4
134

2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 1 4 3 2 3 4
133

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3
129

ITEM ANGKET 4 5 6 7 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 4 3 4 3 4 2 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 4 2 4 3 3 2 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 1 3 3 4 3 1 3 1 4 3 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 1 4 1 4 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 2 4 4
131 115 124 119

JUMLAH 8 3 3 2 3 3 4 4 2 3 2 3 2 3 4 2 3 2 3 2 1 2 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4
113

9 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 4 3 2 2 2 3 3 2 3 4 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4
119

10 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 2 4 3 1 3 3 4 3 2 4 2 3 4 4
126

28 29 31 31 32 30 32 26 30 27 29 24 34 37 30 30 27 31 26 29 30 29 27 31 25 27 36 28 28 32 30 20 31 29 35 31 26 30 24 31 33 37
1243

LAMPIRAN 4. HASIL ANALISA DATA PELANCARAN ANGKET Pertanyaan Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Sangat Setuju 12 13 4 12 3 10 5 5 7 9 80 Pendapat Siswa Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju 28 2 24 4 1 37 1 25 3 2 25 14 23 8 1 26 10 1 22 12 3 21 14 25 7 1 256 73 11 Total 42 42 42 42 42 42 42 42 42 42 420

LAMPIRAN 5.

HASIL PENSKORAN KUIS SIKLUS I Skor I 410 410 460 495 410 480 235 2900 II 425 470 400 405 415 470 450 3035 III 450 425 390 475 450 520 465 3175 IV 460 470 400 430 430 550 420 3160 V 420 450 420 475 415 390 360 2930 VI 405 455 425 425 505 405 435 3055 VII 435 425 425 440 455 425 400 3005 VIII 390 405 420 435 530 400 410 2990

Penampilan Kelompok I II III IV V VI VII VIII Jumlah

Jumlah 2985 3040 2970 3025 3295 2945 3225 2765

HASIL PENSKORAN KUIS SIKLUS II

Penampilan Kelompok I II III IV V VI VII VIII Jumlah

Skor I 410 410 460 495 410 480 235 2900 II 425 470 400 405 415 470 450 3035 III 450 425 390 475 450 520 465 3175 IV 460 470 400 430 430 550 420 3160 V 420 450 420 475 415 390 360 2930 VI 405 455 425 425 505 405 435 3055 VII 435 425 425 440 455 425 400 3005 VIII 390 405 420 435 530 400 410 2990

Jumlah 2985 3040 2970 3025 3295 2945 3225 2765