Anda di halaman 1dari 16

BAB VI ASPEK PEMBORAN

Operasi pemboran merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan-kegiatan. Sebelum operasi pemboran dapat terlaksana, pertamatama yang perlu dilakukan adalah apa yang disebut dengan tahap persiapan . Tahap persiapan inipun terdiri dari beberapa tahapan mulai dari persiapan tempat, pengiriman peralatan pada lokasi, penunjukkan pekerja sampai pada persiapan akhir akhir. Detailed drilling program merupakan program perencanaan kegiatan pengeboran secara terperinci yang memuat sampai ke hal-hal teknis yang akan dilakukan saat pengeboran berlangsung. Detailed drilling program yang dibuat dalam JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang, contohnya berisi sebagai berikut: a. Introduction Introduction memuat gambaran umum formasi sumur yang akan dibor, termasuk rig yang akan digunakan beserta target inklinasi dan kedalaman total. Selain itu program setelah sumur dibor juga dicantumkan (apakah akan langsung diproduksi atau di-plug dahulu sebelum diproduksi dikemudian hari). b. Well and Area Information Hal ini memuat informasi detail lokasi sumur yang berisi licence detail dan peta area lokasi, informasi geologi yang berisi deskripsi formasi batuan, estimasi batas atas formasi, gradient temperatur, tekanan formasi, dan perkiraan lumpur yang digunakan. Diagram sumur juga ditampilkan dalam bentuk gambar sumur lengkap dengan rangkaian casing sampai wellhead yang akan digunakan. c. Technical Program Technical program memuat informasi lengkap (dalam bentuk table) mengenai peralatan yang digunakan yaitu : (a) casing dan tubing, (b) BOP, (c) Bit program, (d) Drilling fluid dan Completion fluid program, (e) Cementing

program, (f) Estimasi waktu pengeboran (dalam bentuk table operation time limit), estimasi drilling cost vs. time vs. depth, serta masalah yang berpotensi hadir saat pengeboran berlangsung pada tiap-tipa formasi yang ditembus.

d.

Operational Sequence Urutan operasi pengeboran dari awal sampai akhir dibahas pada bab ini. Mulai dari standing orders, directional drilling program (jika diperlukan), rig mobilization and acceptance test, tahapan-tahapan saat pengeboran setiap hole section (dimulai dari overview, preparation, operation, terdapat konfigurasi BOP yang dipakai, cementing program, dsb.).

e.

Shallow Gas Procedures Karena sumur yang ada merupakan jenis reservoir gas, Shallow gas procedures diperlukan untuk mengantisipasi adanya gas yang

muncul.Shallow gas reservoirs berpotensi sangat membahayakan karena keterbatasan dalam mengontrolnya, kecepatan naiknya gas sangat cepat sehingga well control berpotensi tidak berhasil dengan baik dan dapat menimbulkan underground blowout jika ada komunikasi (misalnya berupa fracture) dengan permukaan.Fakta yang harus dipahami yaitu shallow gas di bagian atas reservoir selalu over-pressured, dynamic kill methods tidak dapat dilakukan karena shallow gas reservoirs mempunyai potensi untuk mengalir yang sangat besar dan kecepatan yang tinggi. Teknik terbaik untuk mengantisipasi shallow gas adalah tidak membiarkan kick terjadi, contohnya dengan menggunakan lumpur yang lebih berat daripada tekanan normal air formasi biasanya agar gas tidak sempat masuk ke lubang sumur. f. Casing Properties Casing properties berupa Tubular data dan Coupling data yang ditampilkan dalam bentuk table. g. Wellhead Stack-up Wellhead stack-up memuat konfigurasi wellhead yang akan dipasang setelah pengeboran berlangsung. h. Liner Hanger Drawing

Liner hanger drawing merupakan gambaran konfigurasi liner hanger yang digunakan (jika perlu) lengkap dengan deskripsi alat serta koneksi yang dipakai pada box dan pin, diameter, serta running tools pada liner string nantinya. i. HHT-Hydrostatic Set Packer Drawing Gambaran packer saat kondisi sedang di run dan setelah di set secara hidrostatik. Dilengkapi dengan design data sheet sehingga informasi lengkap konfigurasi packer dapat diketahui. j. Downhole Equipment Setting Layout Downhole equipment setting layout ini merupakan konfigurasi komplesi yang akan dipasang untuk penyempurnaan setelah pengeboran dilakukan. Terdapat deskripsi alat, koneksi, diameter, panjang section alat serta target kedalaman dipasangnya alat tersebut. k. BOP Stack Configuration Selain memuat konfigurasi BOP yang digunakan, bagian ini juga memuat prosedur well control yang digunakan untuk mengantisipasi terjadinya aliran gas kick yang masuk ke dalam sumur. l. Rig Specification Bagian ini memuat kriteria dan spesifikasi minimal rig yang harus dipenuhi untuk keberlangsungan operasi pengeboran, serta rig layout sebagai gambaran posisi peralatan-peralatan yang ada pada rig ditempatkan dimana saja. m. Liquid Mud Plant Layout Bagian ini berisi layout mud plant disertai ukuran tangki dan peralatan lain yang digunakan serta perkiraan luas area yang diperlukan untuk penempatan peralatan-peralatan tersebut. n. Sampling Bagian ini membahas mengenai jadwal pengambilan sampel, analisis sampel, penyimpanan sampel maupun data sampel. Yang termasuk dalam sampling ini yaitu antara lain ditch cutting, mud sample, gas detection, dan mud volume detection. o. Drill pipe Capacity

Kapasitas drill pipe yang dimaksud pada bagian ini adalah kapasitas maximum pipe pull sesuai dengan spresifikasi rig yang dipakai. p. Bit Load-Out List Memuat informasi bit yang akan digunakan termasuk di dalamnya adalah jenis bit, IADC number, perusahaan penyedia bit, serta harga per unit bit. q. Contact List Memuat kontak semua pihak yang akan terlibat dalam operasi pengeboran mulai dari operator, kontraktor, serta pengawas rig dari perusahaan. r. Detailed Drilling Fluid Material Bagian ini membahas summary dari lumpur pemboran yang digunakan pada setiap hole section, fluida komplesi, dan fluida packer secara detail, disertai estimasi volume dan estimasi biaya total untuk masing-masing fluida yang akan digunakan. s. Cutting Dryer Layout Cutting dryer layout merupakan gambaran tata letak peralatan cutting dryer. t. Detailed Cementing Program Bagian ini berisi program penyemenan secara lengkap untuk setiap section, dilengkapi dengan jumlah total keperluan material dan biaya total penyemenan. u. Waste Management System Berisi diagram alir waste management system berdasarkan regulasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Contohnya adalah sebagai berikut : (scan) v. Incident Reporting Procedure Memuat prosedur laporan kecelakaan apabila terjadi saat proses pengeboran berlangsung berupa diagram alir. w. Miscellaneous Bagian ini memuat keterangan tambahan jika diperlukan untuk perbaikan drilling program.Terdapat drilling guidelines transmittal dan amandement proposal form di dalamnya.

Sistem utama dari peralatan bor putar, meliputi : sistem tenaga (Power System), sistem pengangkatan (Hoisting System ), sistem pemutar (Rotating System) ,sistem sirkulasi (Circulating System), sistem pencegah semburan liar (Blow out Prevention System). Dan sistem penunjang, meliputi : sistem penyemenan (Cementing System), sistem peralatan penunjang lainnya.

4.1 SISTEM TENAGA ( POWER SYSTEM ) Sistem tenaga pada operasi pemboran terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu: Sistem Suply Equipment, yang dihasilkan oleh mesin-mesin besar yang dikenal sebagai Prime Mover (penggerak utama). Distribution (tranmission) Equipment, meneruskan tenaga yang diperlukan untuk operasi pemboran. Sistem transmisi dapat dikerjakan dengan salah satu dari sistem, yaitu sistem transmisi mekanis dan sistem transmisi listrik. Rig-rig diklafisikan sebagai kelas bensin, kelas diesel atau diesel litrik. Kebanyakan menggunakan bahan bakar motor diesel karena memiliki tiga keuntungan utama dibandingkan dengan motor bensin, yaitu : Tidak menggunakan suatu sistem pengapian busi, yang merupakan sumber dari kebanyakan kegagalan pemakaian motor. Bertambahnya efisiensi suatu motor diesel sebanding dengan

bertambahnya tenaga, sehingga tidak ada tenaga yang hilang pada saat bekerja pada kecepatan rendah. Lebih efisisensi, karena persentasi bahan bakar yang diubah menjadi tenaga lebih tinggi. Jumlah motor yang digunakan pada suatu sumur ditentukan oleh kebutuhan tenaga yang harus dipenuhi, berdasarkan program casing dan kedalaman sumurnya. Motor-motor ini mempunyai ukuran dari 500 5000 hp. Suatu kompleks pemboran yang modern tidak dapat beroperasi kecuali kalau ada cukup tenaga yang tersedia dan didistribusikan ke lokasi-lokasi yang tepat.

Sistem tenaga yang digunakan untuk operasi pemboran pada lapanganlapangan JOB Pertamina Talisman Jambi Merang ini menggunakan ukuran 1500 HP (minimum).

4.2 SISTEM PENGANGKATAN ( HOISTING SYSTEM ) Khusus untuk sistem pengangkatan (hoisting system) merupakan salah satu komponen peralatan pemboran, yang berfungsi untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan drill string dan casing kedalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung. Sistem pengangkatan memegang peranan penting mengingat bahwa sistem ini adalah sistem yang mendapat atau mengalami beban yang paling besar, baik beban secara vertikal maupun beban horizontal. Beban vertikal berasal dari beban menara, drillstring (drill pipe dan drill collar), casing string, tegangan dead line, tegangan dari fast line serta tegangan dari block-block. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan angin serta drill pipe yang disandarkan pada menara. Beban yang disebabkan oleh tiupan angin ini sangat mempengaruhi beban sistem pengangkatan pada saat pemboran berlangsung dilepas pantai (off shore), seperti dilapangan laut utara dimana kecepatan angin sangat besar sekali.

4.2.1

DRAWWORK Fungsi utama drawwork adalah untuk meneruskan tenaga dari prime

mover (power system) ke rangkain pipa bor selama opersi pemboran berlangsung dan meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary drive meneruskan tenaga dari prime mover ke catheads untuk menyambung atau melepas bagian-bagian rangkain pipa bor. Drawwork mendapat tenaga dari engine dalam hal ini melalui masingmasing sistem transmisi untuk melaksanakanfungsi-fungsinya. Drawwork adalah suatu transmisi yang kompleks.

Pada operasi pemboran lapangan-lapangan di JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, spesifikasi Drawwork yang digunakan : One (1) SCR or Mechanical Powered Drawworks HP rating Hoisting Capacity Auxiliary Brake : 1500 HP : 500 tons minimum : Electromagnetic (preferred)

4.2.2

DERRICK (MENARA PEMBORAN) Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang vertical yang

cukup untuk menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor dan casing ke dalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung. Prinsip kerja dari menara pemboran adalah menahan beban (vertikal) yang timbul dari adanya proses pengeboran. Baik sewaktu menaikkan ataupun menurunkan peralatan pemboran. Selain beban vertical,juga terdapat beban horizontal yang berasal dari tiupan angin dan beban drill pipe yang disandarkan pada menara. Pada operasi pemboran lapangan-lapangan di JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, spesifikasi Derrick yang digunakan : 1. MAST Self Elevating Required One (1) Mast, Self Elevating Clear Height : 142 ft

or adequate height required for Top Drive System Max. Static Hook Load Usable Hookload Raising Method Windload Crown Sheaves Groove Line Size : 1200000 lbs Gross Nominal Capacity : specify for 12, 10 and 8 lines : Self elevated or specify : 100 MPH With no Setback : 6 x 60 minimum, specify : 1-3/8 or specify

2.

MAST MINIMUM ACCESSORIES :

Adjustable Racking Board with capacity of

100 stands of 5 DP and 150 stands of 3-1/2 DP and 8 stands of 8 Stands of 8 DC specify Set back in triple stands One (1) Stand Pipe 4 OD x 5000 psi complete with two (2) each 4 x 10000psi Stand Pipe Gate Valves One (1) Rotary Hose and one (1) spare Two (2) Tong Weights Two (2) Tong Sheaves One (1) Catline Sheave Two (2) Air Hoist Sheaves Bumper blocks under Crown :

4.2.3

SUBSTRUCTURE Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform yang

dipasang langsung diatas itik bor. Substructure memberikan ruang kerja bagi peralatan pekerja di atas dan bawah lantai bor. Prinsip kerja substructure hanyalah berupa tempat diletakkannya peralatan atau instrumen yang diperlukan selama operasi pemboran berlangsung dan sebagai pemboran. Pada operasi pemboran lapangan-lapangan di JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, spesifikasi Substructure yang digunakan : A minimum 650000 lbs combined set back and mast capacity Floor Height Nominal Height under Rotary be : 30 ft : 25 ft specify and should capable to tempat dilaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan operasi

accomodate 13-5/8 5M BOP Stack consist of Annular, 3 rams, drilling spools, bell nipple Mac CSG Load Max Setback Load Dimension of main dec : 900000 lbs : 500000 lbs : 40 x 30 or specify

4.2.4

TRAVELLING BLOCK Travelling block, sebagai blok bergerak yang terkait dengan crown blok,

bergerak vertikal naik turun mengangkat hook blok. Travelling block merupakan susunan pul-pul dimana tali baja dililitkan, hal ini memungkinkan travelling block berjalan naik turun di bawah crownblock dan diatas rig floor. Pada operasi pemboran lapangan-lapangan di JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, spesifikasi Travelling Block yang digunakan : Capacity No. of Sheaves and size Sheave Groove Size Make and Type Dimension of sheaves : 500 tons of specify : 6 or specify : 1-3/8 or specify : Specify : 52

4.2.5 MONKET BOARD Tmpat kerja bagi derrickman pada waktu mencabut atau menurunkan pipa bor sekaligus sebagai tempat menyandarkan bagian rangkaian pipa bor yang kebetulan sedang tidak digunakan (pada saat round trip).

4.2.6 TOP DRIVE Fungsinya adalah mengangkat, menurunkan dan memutar rangkaian drill string. Merupakan gabungan beberapa alat konvensional seperti : swivel < elevator, motor, gearbox dan pipe handler didesain secara permanen sehinggan bagian dari alat tidak bisa dilepas.

4.2.7 DRILLING LINE Drilling line menghubungkan semua komponen dalam sistem

pengangkatan, karena tali ini dililitkan secara bergantian melalui crown block dan puli travelling block, kemudian digulung pada revolving drum yang berputar. Selain itu ada juga tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (dead line). Drilling line berfungsi untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh hook.

Pada operasi pemboran lapangan-lapangan di JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, spesifikasi Drilling Line yang digunakan adalah : One (1) Real Drilling Line, 1-3/8 dia, Minimum Length 7500ft

4.2.8

DEADLINE ANCHOR Berfungsi untuk menahan drilling line. Anchor di letakkan berlawanan

dengan letak drawwork, terikat dengan struktur bawah dari rig untuk menambatkan dead line.

4.3 SISTEM PUTAR (ROTARY SYSTEM) Fungsi utama sistem pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa bor (Drill String) dan memberikan beratan diatas pahat saat membor lubang. Sistem pemutar terdiri dari tiga subkomponen: peralatan putar (Rotary Assembly) rangkaian pipa bor (Drill String) mata bor (Bit) Peralatan putar (Rotary Assembly) berfungsi untuk: memutar rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan Rotary Slip yang dipasang (dimasukkan) pada Rotary Table ketika menyambung atau melepas bagianbagian Drill Pipe pada saat Round Trip

Sistem Putar ( Rotary System ) pada sumur SKN-5 ini menggunakan TOP DRIVE Tesco HS 500 TON. Mata bor (Bit) merupakan peralatan yang langsung bersentuhan dengan formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan menembus formasi.

Berikut adalah perencanaan bit ( Bit Program ) pada sumur SKN-5 Table I. BIT PROGRAM
Bit Type Hole Section
17.5" 12.25" 8.5" 6"

Drilling Parameter Manufact.


ReedHycalog Reedhycalog Varell Varell

IADC
115 M S223 537M 117M

Bit Series
S11 DS5195-G3 VTD519S ETD4

Teeth Type
Milltooth PDC PDC Milltooth

WOB (max)
35 30 20 30

RPM (rotary)
40-60 60-80 60-80 60-80

TFA
0.92 0.98 0.86 0.69

GPM
1000.0 800.0 600.0 400.0

HSIn
2.45 2.79 3.30 3.04

BHA

Steering Steering Steering

Rangkaian pipa bor (Drill String) menghubungkan antara Swivel dan mata bor berfungsi untuk: menaik-turunkan mata bor memberikan beban diatas pahat (Weight On Bit) untuk laju penembusan (penetration) meneruskan putaran kepada mata bor menyalurkan fluida pemboran yang bertekanan kepada mata bor Drill Pipe merupakan bagian rangkaian pipa bor yang terpanjang, artinya jumlahnya paling banyak dalam satu rangkaian Drill String untuk mencapai kedalaman lubang bor yang diinginkan. Fungsi utama Drill Pipe adalah untuk: menghubungkan Kelly dengan Drill Collar dan mata bor didasar lubang bor memberikan rangkaian panjang pipa bor, sehingga dapat menembus formasi yang lebih dalam memungkinkan naik turunnya mata bor meneruskan putaran dari meja putar kemata bor meneruskan aliran lumpur pemboran dari Swivel kemata bor Berikut adalah perencanaan operasi pemboran dan komplesinya (Drilling and Completion)

TABEL II OPERATION TIME LIMIT (DRILLING & COMPLETION)


OPERATION TIME LIMIT SKN-4 (C) WELL (DRILLING & COMPLETION) RKB-MSL = 59.4 ft OPS NO 1 OPERATION DESCRIPTIONS Depth RKB, ft 200 200 288 12.00 Opr Limit (Hrs) (Days) Cum 0.00 12.00

CONVENTIONAL WH
Calendar Date 4/3/2010 0:00 4/15/2010 0:00

Moving the rig from SKN E to SKN C (same wellpad in pad 1). Install 20" SOL CASING HEAD and /Diverter prior Spud-In the well. M/U 17-1/2" Bit and BHA Sub Total DRILLING - SPUD IN THE WELL

200 200 200 1000 1000 1000 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 3061 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685

288

0.00 0.00

12.00 12.00 12.00 12.76 12.84 13.09 15.63 15.96 16.04 16.34 16.34 16.34 16.34

4/15/2010 0:00 4/15/2010 0:00 4/15/2010 18:10 4/15/2010 20:10 4/16/2010 2:10 4/18/2010 15:03 4/18/2010 23:03 4/19/2010 1:03 4/19/2010 8:03 4/19/2010 8:03 4/19/2010 8:03 4/19/2010 8:03 4/19/2010 10:03 4/20/2010 1:21 4/20/2010 3:21 4/20/2010 4/20/2010 4/20/2010 4/20/2010 6:21 6:21 6:21 6:21

Drill 17-1/2" hole Section Drill vertical to 1,400' (assume ROP = 55 fph) Circulate hole clean Short trip to surface Drill 17.5" hole to 3,061' (assume ROP in curve section = 35 fph and EOB to CP = 45 fph) POOH to shoe - wiper trip Circulate pump Hi-Vis and sweep hole clean POOH to surface and l/d BHA Run GR-SP-lateralog Resistivity in water base mud

18.2 2.0 6.0 60.9 8.0 2.0 7.0 0.0 104.1 2.0 15.3 2.0 3.0 0.0 22.3

0.76 0.08 0.25 2.54 0.33 0.08 0.29 0.00 0.00 0.00 0.08 0.64 0.08 0.13 0.00 0.00 0.00 0.21 0.33 0.10 0.75 0.58 0.17 0.04 0.08 0.04 0.00 0.00 4.19 0.13 0.38 0.13 0.42 0.00 0.00

Sub Total Run & cement 13-3/8" Csg Rig up to run 13-3/8" casing. Run 13-3/8" Csg to 3,061 ft BRT @ 200 FPH M/U cmt head. Circulate casing to condition mud Pump Cement & Displace with Mud WOC - If any indication of gas bubles Sub Total N/U "B" Section WH and 13-5/8" 10K BOP STACK Set slips. Cut 13-3/8" Casing & LD Cuttoff Casing N/D 21-1/4" Diverter N/U "B" Section Casing Spool 21-3/4" 3K x 13-5/8" 5K N/U 13-5/8" BOP & Test same M/U bit, rackback 5" DP & RIH with 121/4" BHA Drill out 200' cmt shoe track and test csg. Drill Out Shoe and 10' new hole (with SOBM) Circulate Hole Clean Perform LOT / FIT Sub Total Drill 12-1/4" hole Section Drill 12-1/4" hole from 3,061 - 6,685' @ 40 FPH Pump Hi-Vis and circulate hole clean Wiper trip to 13-3/8" casing shoe Pump Hi-Vis and circulate hole clean. POOH and L/D directional BHA Sub Total

16.42
17.06 17.14 17.27 17.27 17.27 17.27 17.47 17.81 17.91 18.66 19.24 19.41 19.45 19.54 19.58 19.58 19.58 23.77 23.89 24.27 24.39 24.81 24.81 24.81 24.81

5.0 8.0 2.5 18.0 14.0 4.0 1.0 2.0 1.0 55.5 100.6 3.0 9.0 3.0 10.0 125.6

4/20/2010 11:21 4/20/2010 19:21 4/20/2010 21:51 4/21/2010 15:51 4/22/2010 5:51 4/22/2010 9:51 4/22/2010 10:51 4/22/2010 4/22/2010 4/22/2010 4/22/2010 4/26/2010 12:51 13:51 13:51 13:51 18:27

4/26/2010 21:27 4/27/2010 6:27 4/27/2010 9:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27

Wireline logging in 12 1/4" hole section R/U EW Logging Unit

0.0

0.00

Run Full Suite (PEX) MDT or RFT Bit conditioning trip Sub Total 7 Run & cement 9-5/8" Csg Rig up to run 9-5/8" casing Run 9-5/8" Csg to 6,714' @ 250 FPH Space-out, Install and Land Casing Hanger Circulate to condition mud Pump Cement & Displace with Mud WOC (no need if no gas presents while drlg/cmt to surf) 8 Sub Total TEST BOP, Drill Out Cement and LOT Set 9-5/8" Casing Slip, Raise BOP and cut Casing. N/U "C" Section Casing Spool 13-5/8" 5K x 11" 5K N/U 13-5/8" BOP Stack and test same M/U, p/u-rack back additional 5" DP & RIH 8-1/2" bit on BHA Drill out shoe track, test casing and drill to above shoe Drill shoe and 10' rathole Circulate hole clean and perform LOT/FIT Sub Total Drill 8-1/2" hole Section Drill 8-1/2" hole from 6,685' - 8,594' @ 30 FPH Wiper Trip Circulate Hole Clean and condition mud. POOH and L/D directional BHA Sub Total Wireline TD logging in 8-1/2" hole section R/U EW Logging Unit Run Tripple Combo Run Shear Wave log DSI/GR Run FMI/FMS WIPER Trip MDT or RFT CST, R/D Wiper trip to condition hole Sub Total Run 7" Liner Rig up to run7" Liner Run 7" liner MU Liner Hanger assy and continue RIH Circulate condition mud Cement the 7" Liner Bump the plug and test liner to 2500 psi POOH with 5" Drill Pipe, l/d partially 5" DP. Sub Total Clean out Liner and Case Hole Log RIH w/ 8-1/2" Bit and drill out cement to top of Liner and POOH M/u 3.5" DP and 6" Bit, rih to bottom and clean out inside Liner and POOH RIH 9-5/8" and 7" tandem Scrapers, displace mud with CF (using 10 bbls water spacer) and POOH. L/d all string during Pooh and preparation to run completion string. Run CBL VDL Sub Total Run 4-1/2" Production Tubing with packer M/U to run 4-1/2" x 7" Halco Hydst Packer and DHSSV as compl. String Run 4-1/2" Completion string to landing point. Land tubing hanger and slip thru 1/4" controlline Circulate and displace Completion Fluids

6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 6685 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594

0.0 0.0 0.0 0.0 2.0 30.7 0.0 3.0 4.0 0.0 39.7 5.0 2.5 18.0 16.0 3.0 1.0 2.0 47.5 71.6 8.0 4.0 13.0 96.6

0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.08 1.28 0.00 0.13 0.17 0.00 0.00 0.00 0.21 0.10 0.75 0.67 0.13 0.04 0.08 0.00 0.00 2.98 0.33 0.17 0.54 0.00 0.00 0.08 0.42 0.00 0.00 0.00 0.67 0.50 0.58 0.00 0.00 0.08 0.75 0.42 0.13 0.17 0.04 1.00 0.00 0.00 0.83 0.88 1.50

24.81 24.81 24.81 24.81 24.81 24.89 26.18 26.18 26.30 26.47 26.47 26.47 26.47 26.68 26.78 27.53 28.20 28.32 28.36 28.45 28.45 28.45 31.43 31.76 31.93 32.47 32.47 32.47 32.56 32.97 32.97 32.97 32.97 33.64 34.14 34.72 34.72 34.72 34.81 35.56 35.97 36.10 36.26 36.31 37.31 37.31 37.31 38.14 39.01 40.51

4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 19:27 4/27/2010 21:27 4/29/2010 4:12 4/29/2010 4:12 4/29/2010 7:12 4/29/2010 11:12 4/29/2010 11:12 4/29/2010 11:12 4/29/2010 11:12 4/29/2010 16:12 4/29/2010 18:42 4/30/2010 12:42 5/1/2010 4:42 5/1/2010 7:42 5/1/2010 8:42 5/1/2010 10:42 5/1/2010 10:42 5/1/2010 10:42 5/4/2010 10:20 5/4/2010 5/4/2010 5/5/2010 5/5/2010 5/5/2010 18:20 22:20 11:20 11:20 11:20

10

2.0 10.0 0.0 0.0 0.0 16.0 12.0 14.0 54.0 2.0 18.0 10.0 3.0 4.0 1.0 24.0 62.0 20.0 21.0 36.0

11

5/5/2010 13:20 5/5/2010 23:20 5/5/2010 23:20 5/5/2010 23:20 5/5/2010 23:20 5/6/2010 15:20 5/7/2010 3:20 5/7/2010 17:20 5/7/2010 17:20 5/7/2010 17:20 5/7/2010 19:20 5/8/2010 13:20 5/8/2010 23:20 5/9/2010 2:20 5/9/2010 6:20 5/9/2010 7:20 5/10/2010 7:20 5/10/2010 7:20 5/10/2010 7:20 5/11/2010 3:20 5/12/2010 0:20 5/13/2010 12:20

12

14

8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594

5.0 82.0

0.21 0.00 0.00 0.13 1.00 0.08 0.25

40.72 40.72 40.72 40.85 41.85 41.93 42.18

5/13/2010 17:20 5/13/2010 17:20 5/13/2010 17:20 5/13/2010 20:20 5/14/2010 20:20 5/14/2010 22:20 5/15/2010 4:20

3.0 24.0 2.0 6.0

15

Set 4-1/2" x 7" Packer Sub Total Release Rig N/D BOP; N/U X-Tree R/U Slick wireline set 3.813" X plug and prong. Close DHSSV, install BPV RELEASE RIG Sub Total TOTAL MOVING DRILLING COMPLETION TOTAL

8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 8594 288.0 545.3 218.0 1051.3

3.0 38.0 12.0 4.0 20.0 36.0

0.13 0.00 0.00 0.50 0.17 0.83 0.00

42.31 42.31 42.31 42.81 42.97 43.81 43.81 43.81

5/15/2010 7:20 5/15/2010 7:20 5/15/2010 7:20 5/15/2010 19:20 5/15/2010 23:20 5/16/2010 19:20 5/16/2010 19:20

SUMMARY OPERATION ACTIVITY 12.00 22.72 9.08 43.81 12.00 22.72 9.08 44.00 rounded up rounded up, with moving

4.4 SISTEM SIRKULASI (CIRCULATION SYSTEM) Sistem sirkulasi terdiri dari empat subkomponen utama, yaitu: Fluida pemboran (Drilling Fluid) Ada tiga jenis fluida pemboran, yaitu: Water-Based Mud Oil-Based Mud Air or Gas-Based Mud memberikan Hydraulic Horse Power pada Bit untuk membersihkan

Fungsi utama lumpur pemboran adalah:

serbuk bor (Cutting) dari dasar lubang bor mengangkat serbuk bor (Cutting) kepermukaan mendinginkan dan melumasi Bit dan rangkaian pipa bor menahan masuknya fluida formasi kedalam lubang bor membuat kerak bor (Mud Cake)

Tempat persiapan (Preparation Area) Ditempatkan pada sistem sirkulasi yaitu didekat pompa lumpur. Tempat persiapan ini meliputi: Mud House Steel Mud Pits/Tanks Mixing Hopper Chemical Mixing Barrel Bulk Mud Storage Bins Water Tank

Reserve Pit

Peralatan sirkulasi (Circulation Equipment) Ditempatkan pada tempat yang strategis disekitar Rig. Peralatan sirkulasi ini meliputi: Discharge and Return Line Stand Pipe (disamping salah satu tiang menara) Rotary Hose (penghubung antara Stand Pipe dan Goose Neck) Mud Pumps Special Pumps dan Agitators (ditempatkan pada Mud Tanks) Steel Mud Pits/Tanks Reserve Pit

Conditioning Area Ditempatkan didekat Rig ataupun disamping Rig Floor, meliputi: Settling Tanks Mud-Gas Separator (digunakan juga pada saat terjadi Kick) Shale Shaker Degasser (dapat juga ditempatkan setelah Desander) Desander Desilter

Pada sumur SKN-5, lumpur yang digunakan adalah water-base mud. Oilbase mud juga digunakan jika kita menembus formasi lempung pada formasi Muara Enim.

4.5 SISTEM PENCEGAHAN SUMUR LIAR ( BOP SYSTEM ) Fungsi utama dari blowout prevention system adalah menutup lubang bor ketika terjadi kick. Blowout merupakan suatu aliran fluida formasi yang tak terkendalikan sampai kepermukaan. Blowout biasanya diawali dengan adanya kick yang merupakan suatu intrusi fluida bertekanan tinggi kedalam lubang bor. Intrusi ini dapat berkembang menjadi blowout bila tidak segera diatasi. TABEL I KONFIGURASI BOP SKN