Anda di halaman 1dari 29

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Dalam pelayanan kedokteran forensik pemeriksaan identifikasi sangat penting pada korban yang tidak dikenal oleh penyidik. Di dalam visum, mayat yang tidak dikenal ini biasanya ditulis sebagai Mr.X. pemeriksaan ini menjadi berat bila mayat yang dikirim ke rumah sakit atau Puskesmas telah mengalami pembusukan atau telah mengalami kerusakan berat akibat kebakaran, ledakan, kecelakaan atau hanya tinggal sebagian jaringan tubuh, tinggal tulang belulang, dan lain-lain1. Terdapat sejumlah alasan medikolegal kenapa sangat penting untuk menentukan identitas korban yang hidup ataupun mati. Korban yang hidup kadangkadang tidak dapat mengungkapkan identitasnya karena beberapa alasan, seperti amnesia, koma, keterbelakangan mental, masih balita, tidak mengerti bahasa. Selain itu, korban hidup juga dapat memberikan identitasnya dengan identitas palsu.Namun, walaupun identitasnya diketahui, keterangan lainnya seperti umur harus diketahui untuk kepentingan imigrasi2. Identitas seorang mayat sangatlah penting dalam investigasi dengan penyebab kematian apapun dan merupakan rencana awal para penyidik. Jika tubuh mayat hanya tinggal sisa-sisa atau tulang belulangnya saja, akan sulit untuk mengenal identitasnya secara visualisasi sehingga identifikasi menjadi lebih sulit. Pada beberapa kasus pembunuhan,tubuh dapat sangat hancur sehingga identifikasi menjadi sangat sulit. Bencana alam, seperti gempa bumi juga membutuhkan identifikasi dari korbankorban tersebut. Keterangan pemeriksaan pada mayat untuk mencari bukti identitas merupakan tugas khusus bagi ahli kedokteran forensik2.

1.2.

Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai salah satu tugas Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2. Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis serta pembaca, terutama mengenai peran identifikasi dalam kedokteran kehakiman

BAB 2 ISI 2.1. Identifikasi Forensik Pemeriksaan identifikasi sangat penting dalam kedokteran forensik Pemeriksaan ini menjadi sulit bila mayat dikirim ke rumah sakit atau puskesmas telah mengalami pembusukan atau kerusakan besar akibat kebakaran, ledakan , kecelakaan, atau hanya tinggal sebagian jaringan tubuh, tinggal tulang belulang, dan lain-lain2. Identifikasi juga berperan pada pemeriksaan orang hidup yang berusaha merubah identitas aslinya atau ketidaktahuan atas identitasnya, misalnya pada1: a. b. c. d. e. f. g. Tentara yang melarikan diri dari kesatuannya Penjahat, pembuhuh, pelaku pemerkosaan/penganiayaan Bayi tertukar di Rumah Sakit Orang yang merubah wajah dengan operasi plastik Jenis kelamin yang diragukan Orang dewasa yang hilang ingatan Anak hilang Pada pemeriksaan jenazah untuk kepentingan Ver, dokter tetap melakukan pemeriksaan identifikasi walaupun pada mayat yang dikenal. Mayat harus ditunjukkan kepada keluarga korban untuk pemastian identitas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin dilakukan oleh kalangan penyidik. Dokter harus mencatat jenis kelamin, umur, panjang badan, dan berat badan, bangsa, warna kulit, perawakan, keadaan otot, keadaan gizi, rambut, mata, gigi, bekas-bekas luka, tahi lalat, tato, pakaian, perhiasan, barang-barang yang ada pada mayat, ada tidaknya kumis/jenggot, cacat tubuh, dan lain-lain1, 3. Kadang-kadang korban perlu difoto dan juga diambil sidik jarinya oleh penyidik. Pengenalan dengan foto korban sangat membantu, begitupun tidak dapat menjadi pegangan yang penuh dalam identifikasi1.

Klinik bersalin harus mengambil bekas telapak kaki dari semua bayi yang lahir, untuk identifikasi agar tidak ada anak-anak yang tertukar. Pemeriksaan identifikasi pada orang hidup, diperlukan juga suara, lenggang (gait), tulisan, kebiasaan, inteligensi 1. 2.2. Jenis Kelamin Pada korban yang masih utuh biasanya mudah menentukan jenis kelamin yaitu dengan melihat genitalia eksterna dan perkembangan seks sekunder, seperti payudara, jakun, pertumbuhan rambut pubis, dan lain-lain. Pada korban yang tidak utuh, keadaan tulang, otot, kulit, rambut kepala, rambut pada kulit, dan linea albicans dapat membantu dalam penentuan jenis kelamin 1. Kadang-kadang penentuan jenis kelamin menjadi sulit pada hermafrodit atau pada mayat yang telah mengalami pembusukan lanjut. Pada pembusukan lanjut, uterus pada wanita dan prostat pada laki-laki dapat diperiksa, karena organ-organ tersebut lama membusuk 1. Hermafrodit Bila diperlukan penentuan pada korban dengan jenis kelamin yang meragukan, maka perlu dipahami tentang adanya1: 1. 2. True (sebenarnya): ada dua jenis kelamin dalam (internal sex organ) pada satu individu False (pseudo/palsu): abnormalitas hanya ada pada kelamin luar (external sex organ), dengan kemungkinan: a. b. Androginae (womanly man): alat kelamin luar laki-laki seperti alat kelamin luar perempuan, penis kecil seperti klitoris yang besar Gynaeandroid (manly woman): alat kelamin luar perempuan seperti alat kelamin luar laki-laki, klitoris besar seperti penis

Selain itu, keraguan dapat timbul karena ada beberapa kemungkinan lain seperti saluran kencing yang bermuara di bagian bawah penis ( hypospadia), buah zakar tidak turun, skrotum terblah 1. Pada kasus anak yang hermafrodit kadang-kadang masih susah untuk mengenali jenis kelaminnya. Jenis kelamin itu dapat pasti diketahui bila sudah memasuki usia dewasa, karena pada usia tersebut sudah terjadi menstruasi pada wanita atau terjadinya pengeluaran mani pada laki-laki 1. Perbedaan lain yang dapat dikenal yaitu: a. b. c. d. e. f. g. Pada laki-laki bahu lebih lebar daripada panggul, sedangkan perempuan sebaliknya Linea albicans juga dapat dijumpai pada abdomen perempuan. Adanya striae pada perut dan paha menunjukkan wanita yang pernah melahirkan Pada laki-laki rambut pubis lebat sampai ke umbilicus, pada perempuan horizontal menuju ke bawah Kulit laki-laki lebih kasar, sedangkan perempuan lebih halus Papilla mamae, areola mammae, dan Montgomarys tubercle pada wanita Laring dan trakea lebih panjang pada laki-laki daripada perempuan Jakun lebih menonjol pada laki-laki Pengetahuan ini diperlukan jika yang diperiksa tubuh yang tidak utuh. Masih banyak petunjuk lain yang dapat digunakan. Bila perlu melakukan pemeriksaan laboratorium. Dengan pemeriksaan hapusan darah, terlihat adanya Davidson Bodies (drumstick) yaitu tonjolan dengan leher kecil dari inti sel neutrofil berupa ujun pemukul gendang yang pada perempuan didapati lebih dari 3%. Pada pemeriksaan sel skuamosa yng diambil dari mulut atau mukosa vagina akan didapati kromatin seks dalam bentuk Barr Bodies yaitu massa padat yang berbentuk cembung (planokonveks), warna gelap, terletak dalam inti sel dekat dinding sel yang pada perempuan didapati lebih dari 15%. Pada laki-laki sangat jarang dijumpai 1. Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk menentukan jenis kelamin, yaitu:

a.

Pemeriksaan DNA Dengan teknologi mutakhir yang berkembang, pemeriksaan DNA merupakan bagian dari kedokteran forensik molekuler, cabang ilmu kedokteran forensik. Cabang ilmu ini telah ikut melengkapi dan menyempurnakan berbagai identitas personal pada kasus tidak dikenal, kasus pembunuhan, perkosaan, dan keraguan ke-ayah-an (disputed paternity) 1, 4.

b.

Identifikasi dari tulang Sebelum menentukan jenis kelamin berdasarkan pemeriksaan tulang, pastikan dahulu apakah itu tulang manusia atau hewan, apakah tulang itu berasal dari satu atau beberapa orang, setelah jelas bahwa tulang belulang tersebut adalah tulang manusia dan berasal dari satu orang atau lebih, barulah ditentukan jenis kelaminnya 1. Perbedaan tulang laki-laki dan wanita baru terlihat sesudah pubertas. Umunya tulang belulang lebih kecil, lebih ringan, lebih halus karena tonjolan tempat perlengketan otot dan tendon (origo dan insersio) kurang menonjol pada perempuan. Tulang-tulang iga biasanya lebih tipis dan lebih melengkung pada perempuan. Dada perempuan lebih pendek dan lebar dibandingkan dengan dada laki-laki yang lebih panjang dan sempit 1.
Tabel 1 Perbedaan Tulang Laki-Laki dan Perempuan1

Tulang Sternum

Laki-Laki lebih panjang panjang corpus sterni lebih dari 2x panjang manubrium sterni

Perempuan lebih pendek panjang korpus sterni kurang dari 2x panjang manubrium sterni

pinggir atas sejajar pinggir atas sejajar

dengan pinggir atas vertebra Th II Lebih ramping, kasar, dan tidak begitu lebar Lebih berat Lebih curam pada posterior Pinggir kurang bulat Pelvis umum os ilium os sacrum simfisis pubis Panjang dan sempit, curvature sama semua Panjang dan sempit Oval Lebih masuk ke dalam Jarak lebih kecil Kurang dari 90 Membentuk sudut pada pertemuannya Sudut antara collum dan corpus femoris sudut tumpul

dengan pinggir bawah vertebra Th III

Lebih dangkal, halus, dan lebih lebar Lebih enteng Kurang curam pada posterior Lebih bulat Pendek dan lebar, bagian bawah melengkung Segi tiga Menonjol keluar Lebih besar Lebih dari 90 Melenkung pada pertemuannya

hampir 90

Tulang-tulang kepala Tuber occipitalis Tulang muka Glabella, arcus zygomatikus, arcus super ciliaris, dan prosessus mastoideus Sinus frontalis

Lebih berat Cavitas cranium 10% lebih besar lebih menonjol lebih kokoh dan lebar terumata maksila, mandibula

Lebih enteng Cavitas cranium 10% lebih kecil dari laki-laki kurang menonjol lebih halus dan kecil

lebih menonjol

kurang menonjol

berkembang baik

tidak begitu berkembang kurang tumpul

Angulus mandibula sudut tumpul

Gambar 1. Perbedaan tulang pelvis dan femur pada jenis kelamin yang berbeda. Dari kiri ke kanan: laki-laki, perempuan, dan tidak diketahui2

Gambar 2. Tengkorak perempuan2

Gambar 3. Tengkorak Laki-laki2

2.3. Bangsa Secara umum, manusia dibagi atas beberapa golongan ras1: a. b. c. Ras Kaukasoid Ras Mongoloid Ras Negroid Identifikasi bangsa dapat dilakukan dengan memeriksa tulang. Pemeriksaan tulang yang teliti dapat diarahkan ke penentuan ras, beberapa perbedaan dapat dilihat pada table berikut ini1:

Tabel 2 Perbedaan Tulang Menurut Ras1

Tulang Cranium Kening

Kaukasoid Bulat menonjol (raised) relative sempit/kecil

Mongoloid Persegi miring (inclined) lebar, datar, tulang pipi menonjol

Negroid Oval kecil dan melekuk maksila/rahang atas menonjol ekstremitas atas relative

Muka

Ekstremitas

Normal

lebih kecil

lebih panjang disbanding ukuran tubuh

Selain itu, penentuan ras dapat dilakukan dengan1: 1. Indeks Kepala (Cephalic Index) Indeks ini diperoleh dari pembagian lebar transversal maksimum kepala dengan panjang sagital kepala dan dikali 100. Indeks kepala pada: 2. Negroid: 70-75 (dolichocephalic; oblong headed) Kaukasoid: 75-80 (mesosephalic; intermediate headed) Mongoloid: 80-85 (brachycephalic; short headed; square headed)

Indeks Lengan (Brachial Index) Indeks lengan diperoleh dari pembagian panjang radius dengan panjang humerus dan dikali 100. Indeks lengan pada: Negroid: 78,5 Kaukasoid: 74,5

3.

Indeks Kaki (Crural Index)

10

Indeks kaki diperoleh dari pembagian panjang tibia dengan panjang femur dan dikali 100. Indeks kaki pada: 4. Negroid: 86,2 Kaukasoid: 83,3

Indeks Humerofemoral (Humerofemoral Indeks) Indeks humerofemoral diperoleh dari pembagian panjang humerus dengan panjang femur dan dikali 100. Negroid: 72,4 Kaukasoid: 69

2.4. Umur Umur seseorang dapat ditentukan dengan melihat1: 1. Pertumbuhan dan perkembangan badan Proses pertumbuhan dimulai dari terjadinya konsepsi dan berlangsung terus sampai dewasa, kemudian stabil, dan pada umur tua reltif berkurang. Sesudah dilahirkan, umur dapat diperkirakan sesuai golongan pertumbuhan dan perkembangan badan, antara lain bayi, balita, anak-anak, dewasa muda1. 2. Tinggi dan berat badan Pada janin, bayi baru lahir, dan anak-anak sampai masa puber, umur dapat ditentukan dari tinggi dan berat badan.Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain keturunan, bangsa, gizi, dan lain-lain. Pada orang dewasa indikator ini tidak dapat dipakai lagi 1.
Tabel 3 Hubungan Pertumbuhan Umur, Tinggi, Berat, dan Pusat Penulangan Serta Tanda Lainnya1

Umur 4 bulan

Tinggi 6-9 inci (15-

Berat 60-120 g

Pusat penulanga n segmen

Tanda Lain -

11

20 cm) 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 10 inci (25 cm) 12 inci (30 cm) 14 inci (35 cm) 16 inci (40 cm) 19-20 inci (45-50 cm) 500-750 g 1000 g 1500 g 2500 g 2500-3500 g

terbawah dari sacrum os calcaneus manubrium sterni os talus sternum bawah distal femur, proksimal tibia, dan os cuboid

testis pada annulus inguinalis internae aterm (cukup bulan)

9 bulan

Panjang bayi baru lahir berkisar antara 47,5-52,5 cm (rata-rata 50 cm). Pada umur 6-12 bulan, panjang bayi 60 cm, pada umur 1 tahun 67,5 cm dan pada umur 4 tahun panjang bayi 2x panjang waktu lahir (lebih kurang 100 cm)1. Umur bayi dalam kandungan bisa ditentukan dengan formula de Haas, yaitu: Umur bayi 1-5 bulan sama dengan akar pangkat dua dari panjang badan (dalam cm) Umur bayi 5-10 bulan sama dengan panjang badan dalam cm dibagi 5

Sesudah bayi lahir, pada mulanya berat badan akan turun, kemudian beratnya akan bertambah 120 g tiap minggu atau 500 g tiap bulannya. Pada umur 6 bulan, berat badannya 2 kali berat badan waktu lahir. Pada umur 1 tahun, berat badannya tiga kali berat badan waktu lahir 1. 3. Gigi geligi Ada 2 jenis gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu disebut gigi sementara atau dens desidui, jumlahnya 20 buah, yang terdiri dari 4 buah insisivus, 2 caninus, dan 4 molar di setiap rahang. Bayi akan mengalami pertumbuhan gigi susu pada umur 6 bulan dan selesai pertumbuhannya pada
12

umur 24 bulan. Jika ada gigi susu insisivus tumbuh, makanya umurnya diperkirakan antara 6-8 bulan 1. Gigi permanen disebut gigi tetap, jumlahnya 32 buah yakni 4 buah insisivus, 2 caninus, 4 premolar, dan 6 molar di setiap rahang 1.

Gambar 4. Perbandinga X-ray gigi antemortem dan postmortem2

Penentuan umur berdasarkan jumlah dan jenis gigi hanya dapat ditentukan secara umum sampai umur 17-25 tahun. Di atas umur ini yang diperhatikan adalah keausan gigi (atrisi), warna, dan lain-lain. Gustafon menemukan formula penentuan umur di atas 18-20 tahun berdasarkan adanya perubahan gigi karena penuaan dan pembusukan gigi, perubahan ini meliputi atrisi, periodontosis, dentin sekunder, resorpsi akar, aposisi sementum, dan transparensi akar gigi. Formula gustafon ini hanya dapat dipakai untuk penentuan umur pada orang yang telah meninggal, karena gigi harus dicabut dari soket gigi. Pada orang hidup, atrisi dan periodontosis dapat dilakukan tanpa mencabut gigi 1.
Tabel 4 Erupsi Gigi Susu dan Permanen1

13

Gigi Insiivus sentralis rahang bawah rahang atas Insisivus lateralis rahang atas rahang

Umur Gigi Susu

Umur Gigi Permanen

6-9 bulan 7-9 bulan

6-9 tahun 6-9 tahun

10-12 bulan 7-9 bulan

7-9 tahun 7-9 tahun

bawah Caninus bawah Premolar I bawah & atas Premolar II Molar I Molar II Molar III

17-19 bulan tidak ada tidak ada 12-14 bulan 20-30 bulan tidak ada

11-12 tahun 9-11 tahun 10-12 tahun 6-7 tahun 12-14 tahun 17-25 tahun

Gambar 5. Identifikasi saat gigi erupsi dapat memberikan informasi mengenai umur seseorang 2

4.

Pemeriksaan rahang bawah Perubahan rahang bawah terjadi sejalan dengan pertambahan umur. Bisa dibedakan rahang bayi, dewasa, dan orang tua. Rahang bayi korpusnya dangkal
14

dan ramusnya sangat pendek dan membentuk sudut 140 o terhadap corpus dari rahang tersebut 1. Pada rahang dewasa corpus menjadi tebal dan panjang dan sudut antara ramus dan corpus mengarah menjadi 90o. Pada orang tua batas dari prosesus alveolaris mulai hilang dan corpus akan mulai dangkal kembali dan sudut antara ramus dan corpus akan menjadi tumpul. Foramen mentalis pada anak-anak terletak dekat pinggir bawah korpus. Pada orang dewasa foramen mentalis terletak di pertengahan batas atas dan bawah dari korpus dan pada orang tua letaknya lebih ke atas akibat resorpsi tulang alveolus 1. 5. Pusat penulangan dari tulang-tulang Penentuan umur pada bayi ditentukan berdasarkan adanya pusat penulangan, ini umumnya berkaitan dengan kasus abortus dan infanticide 1. 6. Penutupan garis epifisis pada tulang panjang Penentuan umur dengan menggunakan penutupan garis epifisis pada tulang panjang ini terutama dipakai pada anak-anak yang sedang tumbuh. Pemastian penutupan ini hanya dapat dilakukan secara radiologis 1: Garis epifisis pada tulang humerus bagian distal menutup pada umur 13-15 tahun pada perempuan dan 14-15 tahun pada laki-laki Pada tulang ulna bagian distal menutup pada umur 17 tahun pada perempuan dan 18 tahun pada laki-laki Pada tulang klavikula bagian medial menutup pada umur 20 tahun pada perempuan dan 22 tahun pada laki-laki Penulangan tulang rawan pada garis epifisis pada wanita terjadi lebih dahulu dari laki-laki. Krista iliaka bersatu pada umur 17-19 tahun pada perempuan dan pada laki-laki 20-24 tahun Tuber iskiadika bersatu dengan os iskium pada umur 20 tahun Tanda-tanda lainnya 1:

15

Rambut tumbuh di daerah pubis pada laki-laki 14-15 tahun dan pada perempuan 13-14 tahun. Di daerah ketiak laki-laki pada umur 15-16 tahun dan pada perempuan pada umur 14-16 tahun. Kumis dan jenggot hanya tumbuh pada laki-laki di atas berumur 16-17 tahun. Suara laki-laki jadi lebih berat pada umur 16-17 tahun disebabkan pembesaran pomum adami Menstruasi pada perempuan umur 13-14 tahun, kadang-kadang lebih awal Rambut beruban kira-kira pada umur 40-50 tahun, tapi bisa lebih cepat disebabkan factor keturunan, shock, hati yang susah, dan lain-lain Kulit muka mengeriput, atheroma pada pembuluh darah dan arcus senilis, biasanya mulai pada umur 40 tahun dan dengan berbagai variasi 2.5. Antropometri Antropometri adalah pengukuran badan manusia untuk tujuan identifikasi. Bertillons memakai cara pengukuran bagian tubuh dalam usaha melakukan identifikasi para pejahat. Beberapa ukuran dicatat setelah umur 21 tahun. Metode ini terdiri dari 1: a. b. c. Warna rambut, mata, warna seluruh badan, bentuk hidung, telinga, dan dagu Tanda-tanda pada badan seperti jaringan parut, tato, hiperpigmentasi, dan lainlain Ukuran badan: Tinggi waktu berdiri Panjang dan lebar kepala Jarak antara kedua tonjolan os zygomaticus Panjang dan lebar telinga kanan Panjang dari kaki kiri Panjang jari tengah kiri

16

Panjang jari kelingking kiri Jarak antara kedua ujung jari tengah dari tangan yang direntangkan

Metode ini sudah tidak dipakai lagi setelah diperoleh metode yang lebih baik yaitu metode Daktilografi (sidik jari). Akhir-akhir ini orang telah melakukan identifikasi lebih sempurna melalui pemeriksaan sidik jari DNA 1, 5,4. Perkiraan Tinggi Badan Untuk menentukan tingi badan, tidak perlu melalui pengukuran badan secara utuh. Pengukuran dari bagian tubuh masih dapat menentukan tinggi seseorang secara kasar dengan 1, 3: a. b. c. d. e. f. Jarak kedua ujung jari tengah kiri dan kanan sama dengan tinggi badan Panjang lengan dikali 2, ditambah 34 cm (=2 kali panjang klavikula) ditambah lagi 4 cm (lebar sternum) Panjang dari puncak kepala (vertex) sampai simfisis pubis dikali 3,3 Panjang ujung jari tengah sampai ujung olekranon dikali 3,7 Panjang femur dikali 4 Panjang humerus dikali 6

Angka di atas harus ditambah 2-4 cm bila pengukuran dilakukan pada tulang-tulang saja, yaitu sebagai tambahan jarak sambungan sendi. Untuk menentukan tinggi badan dengan lebih baik, dapat dipedomani formula dari Trotter dan Glesser dengan pengukuran tulang-tulang panjang tertentu. Untuk memakainya pada orang Indonesia harus dipakai factor koreksi 1. Formula M. Trotter dan G.C. Glesser (1958) dipakai dalam penentuan tinggi badan ras Mongoloid dari beberapa tulang panjang, sebagai berikut 1: 1,22 (femur+fibula) + 70,24 (3,18 cm) 1,22 (femur+tibia) + 70,37 (3,24 cm) 2,40 (fibula) + 80,56 (3,24 cm) 2,39 (tibia) + 81,45 (3,27 cm)
17

2,15 (femur) + 72,57 (3,80 cm) 1,68 (humerus) + 83,19 (4,25 cm) 3,54 (radius) + 82,00 (4,60 cm) 3,48 (ulna) + 77,45 (4,66 cm)

Penerapan rumus ini pada orang di Indonesia harus dipertimbangkan. Pada perempuan dapat diperhitungkan melalui rasio laki-laki:perempuan adalah 100:901. Menurut Antropologi Ragawi UGM untuk penentuan tinggi orang dewasa Jawa diperoleh rumus (dalam mm) sebagai berikut 1: tinggi badan= 897 + 1,74 x femur kanan tinggi badan= 822 + 1,90 x femur kiri tinggi badan= 879 + 2,12 x tibia kanan tinggi badan= 847 + 2,22 x tibia kiri tinggi badan= 867 + 2,19 x fibula kanan tinggi badan= 883 + 2,14 x fibula kiri tinggi badan= 847 + 2,6 x humerus kanan tinggi badan= 805 + 2,74 x humerus kiri tinggi badan= 842 + 3,45 x radius kanan tinggi badan= 862 + 3,40 x radius kiri tinggi badan= 819 + 3,15 x ulna kanan tinggi badan= 847 + 3,06 x ulna kiri

2.6. Wajah Wajah seseorang biasanya mirip dengan wajah dari orang tuanya, saudaranya atau dengan fotonya yang terakhir. Tapi ini tidak selamanya tepat. Pada mayat yang telah membusuk, wajahnya biasanya tidak mudah dikenali lagi. Bentuk dari hidung

18

dan batang hidung, tebal tipisnya bibir, bentuk dagu yang bulat, persegi, menonjol, atau berlapis, kedudukan mata, dan lain-lain penting untuk pengenalan (identifikasi) 1.

2.7. Daktilografi Bila catatan sidik seseorang ada, maka mudah untuk diidentifikasi. Cap jari adalah saluran-saluran kulit dan pori-pori yang bersifat tetap dan tidak berubah seumur hidup. Kemungkinan gambaran sidik jari yang sama dari 2 orang yang berlainan adalah 1:64.000.000. Jadi tanda tersebut dapat dianggap sebagai tanda pasti seseorang. Ada 4 golongan bentuk sidik jari 1, 5, 4, 6: 1. Loop (65%) Pada pola ini garis sidik jari mulai dari satu sisi berjalan sejajar ke satu arah, kemudian membelok ke sisi asal. Bila mulai dan berakhir di sisi lateral jari makan disebut radial loop. Bila mulai dan berakhir di sisi medial jari disebut ulnar loop. Pada pola central pocket loop di bagian tengah terdapat garis melingkar yang dikelilingi oleh garis pola loop 1. 2. Whorl (25%) Berbentuk kumpulan garis-garis dengan pola melingkar atau oval yang dapat dibedakan dalam dua bentuk masing-masing dari lingkaran-lingkaran kecil sampai besar atau dari satu garis yang membentuk lingkaran yang makin besar 1. 3. Arch (7%) Garis sidik mulai dari satu sisi, melengkung sejajar kearah sisi lain, dapat berbentuk plain arch dimana garis-garis berjalan melengkung membentuk kurva tumpul dan Tanted arch dimana garis-garis membentuk kurva yang tajam 1. 4. Composite (twin loop) (2-3%)

19

Ini merupakan kombinasi dari beberapa bentuk, bisa kombinasi antara whorlloop, atau dua bentuk loop yang berbeda atau dua pola whorl atau gabungan arch-loop 1. Kadang-kadang dijumpai mayat yang telah membusuk. Sidik jari masih dapat diambil. Pada mayat yang sudah mengalami kerusakan, jari-jari dimasukkan ke dalam formalin dan dicuci dengan alcohol, kemudian dikeringkan dan diambil sidik jarinya. Jari-jari yang berdarah dapat member bekas pada senjata, pakaian, pintu, jendela, dan lain-lain. Bekas ini jangan disentuh, karena polisi akan mengambil gambaran tersebut untuk identifikasi 1, 5, 4. Bekas jejak telapak kaki dan sepatu dapat membantu untuk menentukan siapa yang terlibat dalam peristiwa criminal dan lain-lain. Bekas kaki dapat ditemukan juga pada tapak sepatu bagian dalam 1, 4. 2.8. Warna Kulit dan Bangsa Berdasarkan warna kulit beberapa ras bangsa dapat dibedakan sebagai berikut 1: 1. Eropa: warna kulit keputihan, rambut kadang lurus, kadang ikal warna pirang sampai 2. 3. 4. 5. coklat tua, mata kebiruan kadang-kadang kecoklatan, badan berambut/berbulu. Indo-Eropa: warna kulit coklat sampai coklat kehitaman, rambut ikal kecoklatan, badan berbulu. Mongolia: warna kulit kuning sampai kecoklatan, rambut kepala panjang, kasar, dan berwarna hitam, badan sedikit berbulu. Negro: warna kulit hitam pekat, rambut hitam keriting, badan sedikit berbulu. Indonesia: warna kulit sawo matang, mata hitam kecoklatan, muka rata, hidung lebih rata, sedikit rambut pada badan. 2.9. Rambut

20

Rambut memutih pada umur 40-50 tahun, tetapi kadang-kadang warna rambut tetap hitam akibat diberi warna cat rambut. Perempuan biasanya memiliki rambut lebih panjang. Pemeriksaan rambut harus dilakukan secara hati-hati sebab bisa berubah dengan pemakaian cat rambut atau kosmetika lainnya. Untuk itu mutlak diperlukan pemeriksaan bagian pangkal rambut yang biasanya bebas dari cat rambut. Juga perlu membndingkan rambut di ketiak dan pubis dimana biasanya masih berwarna rambut yang asli 1. Pertumbuhan jenggot rata-rata 0,4 mm perhari. Ini bisa dipakai untuk mengetahui telah berapa lama korban bercukur sebelum didapati meninggal. Pada mayat, jenggot seolah-olah tampak makin panjang, hal ini tidaklah disebabkan pertumbuhan, melainkan karena proses dehidrasi, dimana kulit menipis sehingga akar rambut makin keluar 1. 2.10. Kuku Kuku membutuhkan waktu yang lama untuk mengalami pembusukan. Kuku ada bermacam-macam bentuk, ukuran, sampai warna, kelainan pertumbuhan atau penyakit, semua ini dapat dipakai untuk sarana identifikasi. Warna kuku bisa berbeda karena pekerjaan atau pemberian warna dengan cat kuku. Pada identifikasi hal ini dapat dipakai untuk menentukan kapan korban memberi warna pada kukunya, karena pertumbuhan kuku rata-rata 0,1-0,12 mm perhari atau lebih kurang 1 mm perminggu yang dapat diketahui dari pengukuran pangkal kuku yang baru tumbuh dan tidak ada warnanya 1. 2.11. Kelainan Bentuk Kelainan bentuk bisa bawaan lahir atau didapat semasa hidup seseorang. Kelainan bawaan contohnya 1: Tahi lalat Pigmentasi

21

Sumbing Langit-langit terbelah Juling Jari tangan atau kaki berlebih Dan lain-lain

Kelainan yang didapat semasa hidup 1: patah tulang yang tidak baik persambungannya atau tidak bersambung parut anggota gerak terputus dan lain-lain

2.12. Tanda-Tanda yang Didapat Beberapa tanda didapat terjadi sehubungan dengan pekerjaan sehari-hari. Telapak tangan yang kasar didapat pada buruh, kuli, petani, atau tukang besi. Pemain biola mempunyai penebalan pada kulit pada ujung jari kanan atau kiri dan kelainan didapati pada rahang bawah. Penjahit mempunyai bekas lubang bertitik pada ujungujun jari kanan atau kiri 1. Tukang sepatu mempunyai goresan-goresan luka dan bekas-bekas luka pada jari-jari tangan dan cekungan pada bawah sternum. Kulit pengangkat barang mempunyai penebalan kulit di pundaknya. Tukang potret dan karyawan yang berkerja dengan zat-zat kimiawi mempunyai jari-jari yang berwarna karena zat-zat kimia. Tukang beca mempunyai betis yang cantik berbentuk jantung. Peniup terompet mempunyai kelainan pada gigi depan 1. Bekas luka penting untuk identifikasi. Dapat dibedakan bekas luka karena senjata tajam, akibat peluru, terbakar, dan lain-lain. Bekas luka peluru tampak bulat dan oval; bekas luka tusuk tampak berupa garis lurus atau oval, bekas luka operasi berupa garis lurus dan adanya titik-titik di sepanjang sisi luka akibat benang hechting;

22

bekas robek tidak teratur dan luas; bekas terbakar terlihat putih, lebar, berkeriput karena tarikan; bekas imunisasi cacar berbentuk bulat, rata, tergantung dari cara imunisasi 1. 2.13. Tatu Tatu merupakan identifikasi yang sangat berguna. Dahulu tatu sering dilakukan oleh tentara, pelaut, penjahat dari beberapa suku, tetapi ada kecenderungan dipakai oleh pemain musik, artis, remaja, dan lain-lain sekarang ini. Dengan tatu kadang-kadang dapat menentukan jenis pekerjaan orang tersebut. Dalam identifikasi tatu biasanya di foto karena sulit menjelaskannnya dengan tepat dengan kata-kata. Dulu kebanyakan dipakai oleh laki-laki, tetapi sekarang tatu juga dipakai oleh perempuan sebagai hiasan tubuh 1.

Gambar 6. perhatikan adanya tatu, bekas operasi, dan hilangnya dua jari tangan penting dalam identifikasi2

2.14. Suara dan Tulisan Suara dapat dipakai untuk identifikasi dengan bantuan orang yang mengenalnya. Sekarang orang bisa dikenal melalui suaranya dengan bantuan teknologi masa kini. Demikian juga tulisan tangan mempunyai ciri yang khas untuk setiap orang. Untuk kepentingan pembuktian harus dilakukan oleh ahli dalam bidang ini 1.

23

2.15. Pakaian dan perhiasan Pakaian dan perhiasan harus diamankan untuk diserahkan kepada penyidik, karena ini dapat membantu dalam menentukan korban. Dalam hal ini dokter harus membuat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. Pada kecelakaan massal, sering perhiasan, barang-barang berharga, dompet termasuk tanda pengenal, surat izin mengemudi, paspor, dan lain-lain pada korban diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebelum korban diperiksa dokter 1. 2.16. Foto Foto seseorang dapat membantu dalam proses identifikasi. Namun, potret mempunyai arti yang terbatas, karena penampakan seseorang dapat berubah seperti perubahan rambut, perubahan kerut-kerut pada kulit oleh faktor usia, perubahan karena luka/trauma, bahan kosmetik, dan tindakan bedah kosmetik atau foto yang ditunjukkan diambil jauh hari sebelum proses identifikasi dilakukan 1. Pemotretan untuk kepentingan identifikasi harus dilakukan dari depan dan dari samping. Pada masa sekarang perkembangan penggunaan foto dalam bidang forensik telah memerlukan orang yang ahli dalam bidang ini 1. 2.17. Identifikasi Pada Korban yang Tidak Utuh Tidak jarang identifikasi terpaksa dilakukan ada korban yang sudah tidak utuh lagi hanya berupa tulang belulang saja. Untuk melakukan identifikasi bagian tubuh yang tidak lengkap, perlu diperhatikan beberapa hal berikut 1: 1. 2. 3. 4. 5. Pastikan apakah sisa jaringan berasal dari manusia atau tidak Jika dijumpai beberapa bagian tubuh, tentukan apakah berasal dari satu individu atau tidak Perhatikan warna kulit Pertumbuhan otot secara umum Rambut dan bulu

24

6. 7. 8. 9.

Kepala dapat menolong untuk menentukan banyak hal Badan dapat menentukan jenis kelamin dari pelvis, dari uterus, dan dari prostat bila ada Umur dapat ditentukan dari perubahan warna rambut, pertumbuhan umum tubuh, jumlah gigi dan pusat penulangan serta penutupan garis epifisis tulang panjang Perhatikan setiap bagian yang ada apakah terputus, terbakar, dan lain-lain. Pada bagian-bagian ini perhatikan apakah ada tatu, jaringan parut, kelainan bentuk, dan lain-lain

Pemeriksaan Tulang Belulang Kadang-kadang dokter diminta untuk memeriksa tulang-belulang saja. Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, sehingga identitas korban atau cirri-ciri korban masih dapat diketahui. Identifikasi dapat dilakukan bila ada data pembanding misalnya jenis kelamin, tinggi badan, ras, umur, cacat bawaan atau didapat dan lain-lain. Bila data korban tidak diketahui, maka yang dapat disampaikan dokter kepada penyidik adalah hasil pemeriksaan tanpa dapat menentuksan siapa korban. Pada pemeriksaan ini yang dapat dilakukan adalah 1: 1. 2. 3. Penentuan pertama adalah pemastian bagian dari tubuh dari manusia atau bukan Penentuan apakah berasal dari satu orang atau lebih Jenis kelamin, jenis kelamin akan mudah ditentukan bila didapati tulang panggul, tengkorak, tulang dada, dan femur. Dengan tulang yang lain biasanya sulit menentukan jenis kelamin 4. Umur ditaksir dari warna tulang dan massa tulang. Pada anak-anak dan orang dewasa muda warna tulang masih putih. Pada orang tua, warna tulang menjadi agak kekuningan. Begitu pula massa tulang, pada anak-anak masih tipis dan ringan, pada orang dewasa tampak kokoh dan kuat, akan menjadi ringan dan rapuh pada orang tua. Pada bayi dapat diperhatikan pusat penulangan (ossification centre) dan pada dewasa muda dapat diperhatikan penutupan garis epifisis

25

5.

Gigi dan rahang sangat membantu untuk menentukan umur, terutama dri jenis gigi, apakah gigi susu atau gigi permanen, terutama dari jumlah gigi serta keausan korona dentis gigi. Dalam hal ini bantuan dari dokter gigi akan sangat membantu

6. 7. 8. 9.

Perhatikan kalau ada fraktur, apakah baru atau lama, berfragmen atau tidak, apakah ada kalus Dari tulang-tulang panjang tinggi badan dapat ditentukan Tulang-tulang dapat menunjukkan adanya penyakit seperti TBC, ostiomielitis, dan lain-lain Perhatikan kondisi dari tulang-tulang panjang, apakah terpotong, terbakar, hancur karena ruda paksa, robek, atau tergigit binatang buas

10. Tulang kepala dapat menentukan indeks kepala yang dapat menentukan ras korban

26

BAB 3 PENUTUP Di dalam visum, mayat yang tidak dikenal ini biasanya ditulis sebagai Mr.X. pemeriksaan ini menjadi berat bila mayat yang dikirim ke rumah sakit atau puskesmas telah mengalami pembusukan atau telah mengalami kerusakan berat akibat kebakaran, ledakan, kecelakaan atau hany tinggal sebagian jaringan tubuh, tinggal tulang belulang, dan lain-lain1. Pada pemeriksaan jenazah untuk kepentingan Ver, dokter tetap melakukan pemeriksaan identifikasi walaupun pada mayat yang dikenal. Mayat harus ditunjukkan kepada keluarga korban untuk pemastian identitas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin dilakukan oleh kalangan penyidik. Dokter harus mencatat jenis kelamin, umur, panjang badan, dan berat badan, bangsa, warna kulit, perawakan, keadaan otot, keadaan gizi, rambut, mata, gigi, bekas-bekas luka, tahi lalat, tato, pakaian, perhiasan, barang-barang yang ada pada mayat, ada tidaknya kumis/jenggot, cacat tubuh, dan lain-lain1. Kadang-kadang korban perlu difoto dan juga diambil sidik jarinya oleh penyidik. Pengenalan dengan foto korban sangat membantu, begitupun tidak dapat menjadi pegangan yang penuh dalam identifikasi1.

27

DAFTAR PUSTAKA

1. 2.

Amir A. 2005. Rangkaian Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi kedua. Hal. 178-203 Shepherd R. 2003. Simpsons Forensic Medicine. 12th edition. Arnold: London. p 49-56

3.

Devison RJ, 2009.Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Lengan Bawah. Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6194/1/09E01397.pdf

4. 5.

Saks MJ, Koehler JJ. 2005. The Coming Paradigm Shift in Forensic Identification Science. Science Vol. 309. no. 5736, pp. 892 895 Ashcroft J, Daniels DJ, Hart SV.2004.Education and Training in Forensic Science: A Guide for Forensic Science Laboratories, Educational Institutions, and Students. Department of Justice: US. P.2

6.

Peran Sidik Jari dalam Pembuktian. Available from: http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/s1hukum09/205711025/bab3.pdf

28

29